cover
Contact Name
Ervin Nurhayati
Contact Email
purifikasi@gmail.com
Phone
+6281339952643
Journal Mail Official
purifikasi@gmail.com
Editorial Address
Department of Environmental Engineering, ITS Campuss, Sukolilo, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Purifikasi
ISSN : 14113465     EISSN : 25983806     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Purifikasi was published since January 2000 by Division of Journal Purifikasi Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environment and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya in collaboration with the Association of Indonesian Sanitary and Environmental Techniques (IATPI) East Java. Jurnal Purifikasi is published twice a year in July and December, covers topics on technology and management related to environmental engineering field.
Arjuna Subject : -
Articles 385 Documents
PENGOLAHAN AIR LIMBAH REVERSE OSMOSIS MELALUI ELEKTROLISIS UNTUK MENGHASILKAN ELEKTROLIT BERNILAI EKONOMI Nissa Masturina Janani
Purifikasi Vol 18 No 1 (2018): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.381 KB) | DOI: 10.12962/j25983806.v18.i1.367

Abstract

Peningkatan penggunaan Reverse Osmosis (RO) sebagai metode desalinasi air laut untuk menghasilkan air bersih mengakibatkan naiknya produksi air limbah proses RO. Limbah yang merupakan konsentrat air laut tersebut masih memiliki berbagai kandungan mineral yang dapat diolah untuk dimanfaatkan kembali. Namun, evaporasi yang merupakan pengolahan konvensional limbah RO menghilangkan seluruh nilai ekonomi yang dimiliki oleh limbah tersebut. Elektrolisis merupakan metode pengolahan air limbah alternatif yang dapat mengolah air limbah RO. Elektrolisis limbah RO selama 12 jam dengan Hofmann Electrolysis Apparatus menggunakan katoda berupa perak dan anoda berupa karbon merubah susunan ion elektrolit limbah RO. Elektrolit tersebut membentuk desinfektan berupa Ca(OCL)2 dan NaOCl, garam NaCl, dan beberapa gas seperti H2, O2, dan Cl2.
Pengolahan Air Limbah Tekstil Menggunakan Tanaman Air dan Bioaugmentasi Bakteri Khonsa Rofifah
Purifikasi Vol 18 No 1 (2018): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.072 KB) | DOI: 10.12962/j25983806.v18.i1.368

Abstract

Sebagian besar bahan yang terdapat dalam limbah cair tekstil adalah zat warna sintetik. Salah satu pewarna sintetik yang umum digunakan pada industri tekstil adalah metil violet. Zat warna sintentik pada limbah cair ini memiliki dampak negatif ketika dibuang ke badan air, yaitu menghambat proses fotosintesis alami, menyebabkan kondisi anaerobik, dan meningkatkan nilai BOD. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan limbah cair tekstil berupa penyisihan warna (dekolorisasi) untuk menghilangkan kontaminan. Pada penelitian ini, metode dekolorisasi yang digunakan adalah metode biologi dikarenakan dianggap lebih ramah lingkungan, hemat biaya, dan tidak menghasilkan residu setelah diproses. Metode biologis dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman air serta bioaugmentasi bakteri unruk meningkatkan efisiensi penyisihan warna. Dalam penelitian ini, Eichornia crassipes (eceng gondok) akan diaugmentasi dengan bakteri Bacillus subtilis untuk menyisihkan warna metil violet. Konsentrasi zat warna yang digunakan adalah 23 mg / L. Penelitian dilakukan dengan menguji potensi bakteri, 30-hari tahap propagasi, termasuk tahap aklimatisasi selama 5 hari. Penelitian selanjutnya merupakan tahap fito pengolahan selama 7 hari dengan menganalisis konsentrasi warna serta parameter pendukung. yaitu, suhu, pH, morfologi tanaman, koloni bakteri, dan analisis sel tumbuhan. Ada tiga reaktor yang digunakan untuk dekolorisasi, yaitu reaktor konsorsium (RA), reaktor kontrol bakteri (RB), dan reaktor kontrol warna (RC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyisihan warna metil violet pada RA oleh konsorsium E. crassipes dengan B. subtilis selama tiga hari mencapai 85%, sedangkan penyisihan warna pada RB mencapai 62% dan penyisihan warna pada RC mencapai 32%. Pada pengolahan dengan E. crassipes, bioaugmentasi bakteri dapat meningkatkan efisiensi penyisihan warna metil violet sebesar 23% dibandingkan pengolahan yang hanya menggunakan B. subtilis saja.
Range Finding Test Mikroalga Chlorella vulgaris Pada Limbah Cair Chromium Malik Berlianto
Purifikasi Vol 18 No 1 (2018): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.871 KB) | DOI: 10.12962/j25983806.v18.i1.369

Abstract

Permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran logam berat menjadi perhatian khusus dewasa ini. Salah satu pencemaran logam berat pada badan air berasal dari kromium yang merupakan hasil utama dari beberapa industri. Kromium merupakan salah satu pencemar lingkungan yang sulit disisihkan dari perairan karena sifatnya yang terlarut dan tidak stabil. Proses biologis seringkali digunakan sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Range Finding Test (RFT) diperlukan sebagai uji pendahuluan untuk menentukan nilai toleransi chromium yang mampu disisihkan oleh mikroorganisme uji. Pada penelitian ini digunakan mikroalga Chlorella vulgaris yang diketahui mampu melakukan penyisihan terhadap logam berat. Konsentrasi kromium yang diujikan adalah 0 mg/L, 17 mg/L, 42 mg/L, 85 mg/L, 169 mg/L, dan 339 mg/L. Hasil uji RFT menunjukkan pertumbuhan Chlorella vulgaris toleran pada konsentrasi kromium 17 mg/L. Hal ini ditunjukkan dari laju pertumbuhan Chlorella vulgaris yang masih mengalami fase eksponensial pada konsentrasi tersebut. Nilai ini dapat dijadikan acuan bagi penelitian lanjutan terkait dengan penyisihan kromium oleh mikroalga Chlorella vulgaris.
Studi Pemanfaatan Produk Recovery Alum Dari Lumpur IPAM sebagai Koagulan pada Proses Koagulasi – Flokulasi Serly Oktaviani
Purifikasi Vol 18 No 2 (2018): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v18.i2.370

Abstract

Produksi Lumpur unit Clearator pada Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM cukup besar. Lumpur dari unit clearator ini masih mengadung alumunium cukup besar. Kandungan Al dalam lumpur ini dimungkinkan bisa dimanfaatkan kembali melalui proses recovery. Metode recovery dalam penelitian menggunakan proses asidifikasi, dengan menambahkan larutan asam sampai pH 1-3. Efektifitas Al hasil recovery diuji dengan menambahkan pada proses koagulasi flokulasi menggunakan air baku yang sama. Penelitian dilakukan dengan variasi pH, kecepatan dan waktu pengadukan. Variasi pH dilakukan pada pH 2, 3 dan 4 sedangkan kecepatan pengadukan pada 100 dan 120 rpm, dengan waktu masing – masing 30 dan 45 menit. Hasil penelitian proses recovery alum diperoleh kondisi terbaik pada pH 2, kecepatan pengadukan 100 rpm, dengan waktu pengadukan 45 menit, menghasilkan kadar alum sebesar 3,2912 mg Al/gram lumpur kering. Efektifitas Al recovery diuji pada proses koagulasi dan flokulasi dengan kombinasi Al recovery dan Tawas asli pada variasi kekeruhan air 13 NTU, 11NTU dan 10 NTU. Hasil penelitian terbaik pada kekeruhan air 11 NTU dengan kombinasi Tawas asli dan Al recovery 3:2 menghasilkan kekeruhan akhir 0,75 NTU. Analisis perbandingan biaya Al produk recovery, kombinasi dan Tawas asli berturut turut sebesar Rp 32500, Rp 13510, dan Rp 850. Proses recovery tidak layak untuk proses bisnis, namun layak untuk pengendalian pencemaran lingkungan.
ANALISIS TINGKAT EMISI PADA CEROBONG ASAP PABRIK SEMEN TONASA PANGKEP Muhammad Anshari Caronge
Purifikasi Vol 18 No 2 (2018): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v18.i2.371

Abstract

Industri semen merupakan salah satu penyumbang polusi udara terbesar di dunia karena tingkat konsumsi energi dan potensi emisi debu. Hal ini menjadi faktor utama sumber polusi udara. Emisi udara dari industri semen mengandung zat-zat kimia yang berbahaya, seperti Total Partikel, CO2, NO2, SO2, dan Opasitas. Dampak dari emisi akibat industri semen tidak hanya berpengaruh pada kesehatan manusia saja, tetapi juga pada lingkungan sekitar tempat produksi semen. Oleh karena itu, perlu diadakan analisis emisi pada pabrik produksi semen untuk mengetahui efeknya terhadap kesehatan dan lingkungan sekitar. Metode pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penentuan Total Partikel secara isokinetik, uji SOx menggunakan metode turbidimetri, uji kadar Nitrogen Dioksida (NO2) dengan metode Griess Saltzman, uji CO2 dengan cara analisis otomatik. Hasil uji emisi menunjukkan konsentrasi zat pencemar emisi masih berada di bawah Baku Mutu Emisi sesuai KEPMENKES-13/MENLH/1995 tentang Baku Mutu Emisi Tidak Bergerak.
Optimasi Hidrolik Pengaduk Lambat Tipe Sekat Berlubang Bowo Djoko Marsono
Purifikasi Vol 18 No 1 (2018): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v18.i1.372

Abstract

Instalasi pengolahan air minum untuk mengolah air baku dari air sungai pada umumnya mempunyai unit bangunan pengaduk cepat, pengaduk lambat, sedimentasi dan unit filter. Pemilihan tipe pengolahan berdasarkan energi yang digunakan pada umumnya ada dua pilihan yaitu menggunakan tenaga mekanis atau hidrolis. Unit bangunan pengolahan air minum tipe hidrolis mempunyai kelebihan dari sisi lebih efisien dalam pemakaian energi dan tidak memerlukan peralatan mekanis yang rentan kerusakan. Sehingga tren sekarang ini unit bangunan pengolahan air minum seluruhnya atau sebagian berada diatas tanah. Dengan memanfaatkan energi pompa air baku yang ada, maka unit pengolahan khususnya pengaduk cepat dan pengaduk lambat dapat bekerja secara hidrolis-gravitasi. Pada penelitian ini dilakukan percobaan aliran kontinyu pada unit pengaduk cepat, pengaduk lambat dan sedimentasi. Fokus utama penelitian ini adalah penerapan bak pengaduk lambat tipe sekat berlubang dengan aliran gravitasi atau tipe hidrolis. Unit pengaduk lambat terdiri dari empat kompartemen, masing-masing kompartemen dipisahkan sekat berlubang. Parameter yang diteliti adalah kehilangan tekanan, gradient kecepatan dan koefisien dischrage dan efisiensi penyisihan kekeruhan. Tujuan penelitian antara lain adalah mengetahui besarnya efisiensi penyisihan kekeruhan dan komposisi terbaik gradient kecepatan, kehilangan tekanan melalui sekat berlubang, dan besarnya angka koefisien discharge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pengaduk lambat hidrolik tipe perforated sangat baik dengan penyisihan kekeruhan mencapai 98%. Komposisi G terbaik adalah 86, 30, 14 dt-1 dengan kehilangan tekanan 174, 34, 9 mm. Berdasarkan pengukuran kehilangan tekanan dan debit aliran diperoleh angka koefisien discharge Cd rata-rata sebesar 0,63.
PENURUNAN KADAR COD, TSS, DAN NH3-N PADA AIR LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN DENGAN PROSES BIOFILTER ANAEROB-AEROB MENGGUNAKAN MEDIA BIOBALL Dwi Rahayu
Purifikasi Vol 19 No 1 (2019): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.545 KB) | DOI: 10.12962/j25983806.v19.i1.373

Abstract

Sistem kombinasi biofilter anaerob-aerob merupakan salah satu alternatif teknologi yang dapat diaplikasikan untuk menangani air limbah Rumah Potong Hewan (RPH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pengolahan menggunakan kombinasi biofilter anaerob-aerob dengan variabel perlakuan yaitu variasi debit aliran dan debit udara terhadap penurunan kandungan polutan COD, TSS, dan NH3-N pada air limbah RPH, sehingga dapat mengetahui debit aliran dan debit udara yang paling efektif. Proses ini melalui beberapa tahap, yaitu tahap penumbuhan biofilm pada media yang disebut seeding atau pengembangbiakan bakteri alami, tahap berikutnya adalah aklimatisasi atau proses adaptasi biofilm terhadap air limbah. Setelah tahap-tahap tersebut, dilanjutkan dengan proses running sehingga diperoleh hasil penelitian bahwa sistem kombinasi biofilter anaerob-aerob ini terbilang efektif dalam menurunkan kandungan polutan COD, TSS, dan NH3-N pada air limbah RPH. Hal ini terbukti dari hasil persen penurunannya dengan hasil yang paling efektif pada debit aliran 10 mL/menit dan debit udara 12 mL/menit yaitu kandungan COD sebesar 90,12% dan NH3-N sebesar 97,33%, serta TSS sebesar 83,76%, pada debit aliran 30 mL/menit dan debit udara 8 mL/menit.
OPTIMALISASI WAKTU DAN SUHU PEMBAKARAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA INSINERATOR SAMPAH MEDIS Annissa Desiarista
Purifikasi Vol 19 No 1 (2019): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.247 KB) | DOI: 10.12962/j25983806.v19.i1.374

Abstract

Salah satu cara pengolahan terhadap sampah medis adalah dengan cara dibakar menggunakan insinerator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh waktu pembakaran, suhu pembakaran, dan tekanan blower terhadap kemampuan Insinerator Statis RSUD Dr.Soetomo Surabaya dengan kapasitas 2m³ dan 3m³ dalam pembakaran sampah medis infeksius. Variabel dalam penelitian ini adalah waktu pembakaran (menit) 80, 100, dan 120 ; suhu pembakaran (°C) 800, 1000, dan 1200 ; tekanan blower (mbar) 10, 20, dan 30. Parameter yang diamati adalah berat sampah medis setelah dibakar, kualitas abu pasca bakar, dan kualitas asap pembakaran sampah medis, serta dilakukan uji TCLP dan uji Emisi Udara. Dari hasil penelitian dan pengolahan data diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi waktu dan suhu pembakaran maka proses pembakaran akan semakin baik karena terpenuhinya nilai kalor untuk proses pengabuan sehingga presentase dari kemampuan penyisihan residu abu meningkat. Sedangkan untuk tekanan blower bergantung pada kondisi insinerator, semakin besar tekanan blower maka jumlah kebutuhan udara yang masuk juga besar sehingga memungkinkan terjadinya pembakaran sempurna yang meningkatkan kualitas asap yang dihasilkan.
PENELITIAN FAKTOR JAM PUNCAK PEMAKAIAN AIR BERSIH PADA DUA KRITERIA GEDUNG HOTEL YANG BERBEDA DI KOTA SURABAYA Bias G. Wicaksi
Purifikasi Vol 19 No 1 (2019): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.468 KB) | DOI: 10.12962/j25983806.v19.i1.375

Abstract

Jam puncak adalah waktu dimana terjadi pemakaian air tertinggi dalam kurun waktu 24 jam. Penelitian faktor jam puncak dan perhitungan alat beban plambing akan sangat berguna untuk pembangunan gedung hotel di masa yang akan datang. Penelitian ini dilaksanakan karena belum adanya penelitian faktor jam puncak pemakaian air bersih di sebuah gedung hotel di Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor jam puncak pemakaian air bersih berdasarkan pencatatan meter air dan analisis grafik. Faktor jam puncak pemakaian air bisa didapatkan dengan cara mengetahui jam puncak pemakaian dibagi dengan rata-rata pemakaian. Unit beban alat plambing ditetapkan menggunakan metode fixture, dengan menghitung fasilitas gedung hotel yang menggunakan air dan dikalkulasi dengan nilai unit alat beban plambing sesuai SNI plambing. Selain itu, durasi pemompaan dari ground reservoir menuju rooftank diukur dan catatan pemakaian air dianalisis untuk mendapatkan debit pemakaian air yang lebih besar dari rata-rata, sehingga dapat ditentukan jam pemompaan pada dari ground reservoir. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor jam puncak di gedung hotel bintang 2 adalah 3,48 - 3,96 dengan hari pemakaian tertinggi pada hari rabu dan faktor jam puncak di gedung hotel bintang 3 adalah 2,34 - 3,91 dengan hari pemakaian tertinggi pada hari minggu.
PERHITUNGAN KORELASI BOD-COD AIR DAN SEDIMEN, SERTA DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN AIR KALI SURABAYA (Studi Kasus di Lokasi Antara Intake IPAM Karangpilang dan DAM Gunungsari) Ariwidyanto Priandanu
Purifikasi Vol 19 No 1 (2019): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.364 KB) | DOI: 10.12962/j25983806.v19.i1.376

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menghitung koefisien korelasi pada air dan sedimen untuk parameter BOD dan COD, serta menghitung beban pencemaran di Kali Surabaya antara IPAM Karangpilang I, II, III dan Dam Gunungsari, untuk BOD dan COD, dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel air dan sedimen untuk parameter BOD, COD dan TSS pada penelitian ini dilakukan pada lima titik, setalah IPAM Karangpilang sampai sebelum DAM Gunungsari. Analisa konsentrasi BOD, COD, dan TSS dilakukan di laboratorium Jurusan Teknik Lingkungan ITS. Korelasi BOD dan COD dalam endapan dan dalam air dianalisis menggunakan metode Product Moment Pearson dengan pengolahan data menggunakan software minitab 16. Perhitungan besarnya daya tampung didapat dari selisih antara beban pencemaran berdasarkan baku mutu dikurangi dengan beban pencemaran dari hasil pengukuran. Kecepatan pengendapan dihitung dengan mencari bilangan reynold untuk menentukan jenis aliran, setelah didapatkan kecepatan pengendapan dan bilangan reynold dapat dicari bilangan Vscouring untuk mengetahui terjadinya gerusan atau resuspensi pada segmen sungai yang diteliti. Dari penelitian ini didapat koefisien korelasi BOD, COD, dan TSS pada kelima titik memiliki keeratan dari lemah sampai kuat. Daya tampung air Kali Surabaya untuk konsentrasi BOD bulan Juni, Juli, dan Agustus 2017 sebesar -45357 kg/hari, -27267 kg/hari, -34625 kg/hari. Daya tampung COD bulan Juni, Juli, dan Agustus 2017 sebesar -18009 kg/hari, 1069 kg/hari, dan -11061 kg/hari. Berdasarkan perhitungan diperoleh Vscouring 0,03 m/det yang memungkinkan adanya resuspensi pada segmen sungai dan ditunjang dengan nilai bilangan Reynold yang transisi antara laminer dan turbulen.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 24 No 2 (2025): Jurnal Purifikasi Vol 24 No 1 (2025): Jurnal Purifikasi Vol 23 No 2 (2024): Jurnal Purifikasi Vol 23 No 1 (2024): Jurnal Purifikasi Vol 22 No 2 (2023): Jurnal Purifikasi Vol 22 No 1 (2023): Jurnal Purifikasi Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Purifikasi Vol 21 No 1 (2022): Jurnal Purifikasi Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Purifikasi Vol 20 No 1 (2020): Jurnal Purifikasi Vol 19 No 2 (2019): Jurnal Purifikasi Vol 19 No 1 (2019): Jurnal Purifikasi Vol 18 No 2 (2018): Jurnal Purifikasi Vol 18 No 1 (2018): Jurnal Purifikasi Vol 17 No 2 (2017): Jurnal Purifikasi Vol 17 No 1 (2017): Jurnal Purifikasi Vol 16 No 2 (2016): Jurnal Purifikasi Vol 16 No 1 (2016): Jurnal Purifikasi Vol 15 No 2 (2015): Jurnal Purifikasi Vol 15 No 1 (2015): Jurnal Purifikasi Vol 14 No 2 (2014): Jurnal Purifikasi Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Purifikasi Vol 13 No 2 (2012): Jurnal Purifikasi Vol 13 No 1 (2012): Jurnal Purifikasi Vol 12 No 3 (2011): Jurnal Purifikasi Vol 12 No 2 (2011): Jurnal Purifikasi Vol 12 No 1 (2011): Jurnal Purifikasi Vol 11 No 2 (2010): Jurnal Purifikasi Vol 11 No 1 (2010): Jurnal Purifikasi Vol 10 No 2 (2009): Jurnal Purifikasi Vol 10 No 1 (2009): Jurnal Purifikasi Vol 9 No 2 (2008): Jurnal Purifikasi Vol 9 No 1 (2008): Jurnal Purifikasi Vol 8 No 2 (2007): Jurnal Purifikasi Vol 8 No 1 (2007): Jurnal Purifikasi Vol 7 No 2 (2006): Jurnal Purifikasi Vol 7 No 1 (2006): Jurnal Purifikasi Vol 6 No 2 (2005): Jurnal Purifikasi Vol 6 No 1 (2005): Jurnal Purifikasi Vol 5 No 3 (2004): Jurnal Purifikasi Vol 5 No 2 (2004): Jurnal Purifikasi Vol 5 No 1 (2004): Jurnal Purifikasi Vol 4 No 4 (2003): Jurnal Purifikasi Vol 4 No 3 (2003): Jurnal Purifikasi Vol 4 No 2 (2003): Jurnal Purifikasi Vol 4 No 1 (2003): Jurnal Purifikasi More Issue