cover
Contact Name
Ervin Nurhayati
Contact Email
purifikasi@gmail.com
Phone
+6281339952643
Journal Mail Official
purifikasi@gmail.com
Editorial Address
Department of Environmental Engineering, ITS Campuss, Sukolilo, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Purifikasi
ISSN : 14113465     EISSN : 25983806     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Purifikasi was published since January 2000 by Division of Journal Purifikasi Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environment and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya in collaboration with the Association of Indonesian Sanitary and Environmental Techniques (IATPI) East Java. Jurnal Purifikasi is published twice a year in July and December, covers topics on technology and management related to environmental engineering field.
Arjuna Subject : -
Articles 385 Documents
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN PADA KAWASAN SEKOLAH DASAR DI MAKASSAR Nurul Rizki Nurasrin
Purifikasi Vol 17 No 2 (2017): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v17.i2.355

Abstract

Penelitian dilaksanakan di SD.Bawakaraeng Makassar yang berlokasi dekat dengan salah satu jalan arteri dikota Makassar. Sekolah Dasar ini mempunyai jarak dari gedung ke jalan paling dekat yaitu 11.2 meter danberlokasi dekat dengan traffic light sehingga terjadi perlambatan kendaraan disekitar Sekolah Dasar tersebutyang menyebabkan adanya kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan,memetakan sebaran tingkat kebisingan, dan mengetahui persepsi masyarakat (siswa, guru, staf, orang tua siswa)akibat tingkat kebisingan di SD.Bawakaraeng Makassar. Penentuan titik pengukuran dilakukan pada aplikasigoogle earth, kemudian pada saat di lapangan titik koordinatnya disesuaikan menggunakan aplikasi GPSTracker Lite pada android. Pengukuran tingkat kebisingan dilakukan di 42 titik pada area SD.Bawakaraengdengan menggunakan alat Sound Level Meter TM-103 yang dilakukan selama 10 menit pada setiap titik dandata yang diperoleh adalah data tingkat kebisingan. Pemetaan sebaran tingkat kebisingan menggunakan aplikasisurfer 7.0. dan untuk mengetahui persepsi akibat tingkat kebisingan di SD.Bawakaraeng dilakukan denganmembagikan kuesioner ke 250 responden. Berdasarkan hasil penelitian bahwa nilai tingkat kebisingan rata-rataadalah 76.44 dBA. Ini menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di sekitar SD.Bawakaraeng melebihi baku mutuyaitu 55 dBA. Peta sebaran tingkat kebisingan di SD.Bawakaraeng dominan berwarna kuning yang artinyatingkat kebisingan rata-rata di antara 70-80 dBA. Berdasarkan kuesioner yang telah dibagikan, seluruhresponden merasa ribut dengan kebisingan di SD.Bawakaraeng dan sebagai upaya pengendalian kebisingandominan responden memilih pembatasan kecepatan kendaraan sebagai solusinya.
EVALUASI KINERJA SISTEM RBC DI IPAL LAMBUNG MANGKURAT: PENGARUH VARIASI WAKTU TINGGAL TERHADAP EFISIENSI PENURUNAN KADAR BOD Lia Kurnia Putri
Purifikasi Vol 18 No 2 (2018): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v18.i2.356

Abstract

Currently, the management of sanitation especially domestic wastewater is very crusial. LambungMangkurat WWTP is applying technology Rotating Biological Contactor (RBC) in the process wastewater.RBC is the secondary processing that uses microorganisms to decompose organic material in wastewater.The purpose of this study to evaluate the performance of RBC in Lambung Mangkurat WWTP and settingvariation of detention time to know how was its effect to efficiency of RBC process to BOD removal. RBCperformance evaluation was conducted by measuring the condition before and after treatment. The settingvariation of detention time by combining pump in RSPS (Raw Sewage Pump Station) and valve in primaryclarifier. Typical of detention time is taken from minimum value 0,7 (hours), middle 1,1 (hours) andmaximum 1,5 (hours). The result of this study, existing condition flow rate is processed range from 530,713m3/day-615,385 m3/day with a detention time between 0,7-4 hours dependent time of the pump. The settingvariation of detention time give effect to efficiency of BOD removal. The biggest detention time of BODremoval is 1,5 (hours).
EVALUASI TIMBULNYA GENANGAN PADA CATCHMENT AREA SISTEM PEMATUSAN GREGES YANG DILAYANI RUMAH POMPA GREGES DI RAYON GENTENG SURABAYA Januar Catur Putranto
Purifikasi Vol 17 No 2 (2017): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v17.i2.357

Abstract

Sistem Pematusan Kota Surabaya di Rayon Genteng yaitu sistem pematusan Greges dengan luas 1520 ha dilayani oleh Rumah Pompa Greges terdapat saluran primer yaitu saluran Greges. Sebagai salah satu saluran primer di Rayon Genteng, saluran Greges merupakan muara dari 17 saluran sekunder. Rumah pompa di Rayon Genteng, khususnya sistem pematusan Greges selain rumah pompa Greges yang melayani saluran Greges, terdapat 4 rumah pompa yaitu Gadukan, Morokrembangan, Dupak Bandarejo, dan Asem Jaya. Variabel penelitian di sistem pematusan Greges yaitu kapasitas pompa di rumah pompa Greges, Gadukan, Morokrembangan, Dupak Bandarejo, dan Asem Jaya, debit aliran ke saluran primer yaitu saluran Greges, dan debit aliran ke saluran sekunder. Metode yang digunakan yaitu perhitungan hidrologi dan hidrolika, perbandingan terhadap kapasitas pompa saat ini dan awal, analisa Standard Operating Procedure (SOP) pengoperasian rumah pompa Greges, Gadukan, Morokrembangan, Dupak Bandarejo, Asem Jaya, dan perhitungan biaya rencana tindak lanjut. Hasil evaluasi menunjukkan di Rayon Genteng khususnya sistem pematusan Greges dengan saluran saluran Greges sebagai muara didapatkan 5 saluran sekunder yaitu Tembok Gede, Semarang, Margo Rukun, Demak Timur, dan Dupak tidak mampu melayani karena adanya sedimen. Faktor lainnya juga tidak adanya Standard Operating Procedure (SOP) pengoperasian pompa Greges, Gadukan, Morokrembangan, Dupak Bandarejo, dan Asem Jaya. secara tertulis menyebabkan genangan seluas 5,71 ha dengan waktu 240 menit dan tinggi 40 centimeter tanggal 16 April 2016 yang merupakan salah satu genangan terbesar Rayon Genteng yang terjadi di sistem pematusan Greges. Pengerukan sedimen dipilih sebagai rencana tindak lanjut, didapatkan biaya pengerukan dengan volume sedimen 10.697 m3 sebesar Rp. 148.076.680,00.
OPTIMASI PEMBUATAN FURFURAL DARI TEMPURUNG KEMIRI (Aleurites moluccana) MELALUI HIDROLISIS ASAM Maria Angelina Tuas
Purifikasi Vol 17 No 2 (2017): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v17.i2.358

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan furfural dari tempurung kemiri melalui hidrolisis asam. Penelitian ini bertujuan untuk optimasi pembuatan furfural melalui hidrolisis pentosan tempurung kemiri. Tahap penelitian meliputi preparasi sampel, pembuatan furfural dengan metode refluks disertai variasi katalis dan waktu pemanasan, pembuatan furfural metode destilasi dan analisis spektroskopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemurnian furfural yang diperoleh sebesar 99,88% pada kondisi optimum 30% asam sulfat dan direfluks selama 5 jam.
PENGARUH JUMLAH KENDARAAN DAN KONDISI METEOROLOGIS TERHADAP KANDUNGAN TIMBAL (Pb) PADA DAUN TANAMAN ANGSANA (Pterocarpus indicus) DI JALAN PROTOKOL KOTA SAMARINDA rizqi nadhirawaty
Purifikasi Vol 18 No 1 (2018): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.634 KB) | DOI: 10.12962/j25983806.v18.i1.360

Abstract

Senyawa Pb dari emisi kendaraan bermotor dapat terdispersi dalam udara dan terserap oleh daun tumbuhan dari tanaman peneduh jalan, salah satunya tanaman Angsana (Pterocarpus indicus). Dispersi Pb dalam udara sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi meteorologis, seperti suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah kendaraan bermotor yang melintas dan kondisi meteorologis terhadap kandungan timbal (Pb) pada daun Angsana (Pterocarpus indicus) dari beberapa jalan protokol di Kota Samarinda, yaitu Jalan Sutomo-Pahlawan, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan P. Antasari, dan Jalan Slamet Riyadi. Pengambilan sampel daun, serta pengukuran jumlah kendaraan bermotor dan kondisi meteorologis dilakukan selama 5 hari di masing-masing jalan protokol. Sampel daun yang berwarna hijau tua pada percabangan pohon terluar di analisa menggunakan atomic absorption spectrophotometry melalui destruksi dengan HNO3 dan HCLO4. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah kendaraan bermotor diikuti dengan peningkatan kadar Pb dalam daun Angsana. Faktor meteorologi berpengaruh terhadap fluktuasi kadar Pb pada daun Angsana (Pterocarpus indicus). Kenaikan suhu udara dan kecepatan angin diikuti dengan penurunan kadar Pb dalam daun Angsana. Kenaikan kelembaban udara diikuti dengan kenaikan kadar Pb dalam daun. Turunnya hujan dalam waktu yang lama dapat menurunkan kadar Pb dalam daun.
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kabupaten Kebumen Muhammad Arief Setiawan
Purifikasi Vol 18 No 2 (2018): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v18.i2.361

Abstract

Kabupaten Kebumen berada di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah sebesar 128.111,50 ha, danjumlah penduduk pada tahun 2013 tercatat 1.183.763. Tingkat pelayanan air minum oleh PDAM Tirta BumiSentosa sebesar 31% atau 398.588 jiwa, sedangkan daerah pelayanan PAMSIMAS sebesar 6%.Memeproyeksikan penduduk dan kebutuhan air di tahun 2033, dengan menentukan jumlah penduduk denganmetode aritmatika, sedangkan dengan tingkat kebutuhan air bersih 94 ltr/org/hari dengan factor harian 1,01dan factor jam puncak 1,31. Kebutuhan Air pelayanan PDAM 2.441,64 liter/detik tahun 2033, sedangkankebutuhan air di Non PDAM 261,05 liter/detik tahun 2033. Sumber air baku menggunakan MA Goa Baratkapasitas 100 liter/detik, Bendung Pejengkolan kapasitas 400 liter/detik, dan Sungai Luk Ulo kapasitas 100liter/detik.
Fitoremediasi Tanah Tercemar Pelumas Bekas Menggunakan Akar Wangi (Vetiveria zizanioides) Alif Yoga Winata
Purifikasi Vol 18 No 2 (2018): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v18.i2.362

Abstract

Polusi lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas industri dan kendaraan telah meningkat pesat. Banyak bengkel-bengkel yang tidak tahu bagaimana cara mengelola sampah mereka. Untuk menyingkirkan masalah mereka, pelumas yang sudah terpakai langsung dibuang di tanah atau daerah perairan. Pengelolaan limbah berbahaya yang buruk dari pelumas yang dihasilkan berdampak pada tercecernya pelumas bekas yang tersebar di tanah dalam jumlah besar. Pelumas bekas mengandung kompleks campuran hidrokarbon yang mempengaruhi tanaman secara merugikan dengan menciptakan kondisi yang membuat nutrisi penting seperti nitrogen dan oksigen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman tidak tersedia bagi mereka dan menyebabkan masalah parah pada ekosistem tanah dan rhizosfer. Efek zat beracun pada organisme, populasi dan komunitas berkisar dari sedang sampai mematikan. Fitoremediasi tanah yang terkontaminasi menawarkan pendekatan ramah lingkungan dan hemat biaya untuk membersihkan polutan beracun di lingkungan. Tidak seperti teknologi remediasi lainnya, fitoremediasi tidak invasif dan pada prinsipnya mempertahankan proses biologis tanah tetap aktif. Metode ini menggunakan tanaman untuk detoksifikasi, pemulihan dan pemurnian media lingkungan. Kisaran aplikasi fitoremediasi cukup luas mulai dari logam berat hingga polutan organik seperti hidrokarbon minyak bumi. Analisis statistik menunjukkan bahwa penambahan pupuk memiliki efek positif dan terukur pada kadar klorofil. Pupuk spesifik dapat merangsang pengalihan unsur tertentu, termasuk logam berat, agar lebih tersedia bagi bentuk tanaman dan meningkatkan akumulasi logam di tanaman. Akar wangi dapat bertahan pada rentang suhu antara -14 dan 55 ° C dan bertahan dalam kondisi ekstrim. Akar wangi dapat tumbuh di berbagai tingkat nutrisi dan faktor abiotik yang tidak mencukupi. Telah ditunjukkan bahwa kadar air merupakan faktor yang sangat penting dalam hal pertumbuhan. Dengan tekanan kadar air yang berbeda, hal itu dapat menghasilkan hasil degradasi yang berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan degradasi pelumas bekas pada konsentrasi 4% oleh akar wangi pada tiap variabel A1 = 19,65%, A2 = 17,78%, A3 = 16,45%, B1 = 21,68%, B2 = 19,37%, B3 = 20,04% dengan kondisi optimal pada penambahan pupuk sebesar 80 gram dan frekuensi penyiraman 1 kali sehari.
Pemisahan Padatan Lumpur Tinja Pada Unit Solid Separation Chamber (SSC) Dwi Wulandari
Purifikasi Vol 17 No 2 (2017): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v17.i2.364

Abstract

Lumpur tinja merupakan sumber pencemar yang mengandung padatan, material organik dan mikroorganisme patogen. Lumpur tinja memiliki karakteristik umum seperti TSS 4.000-100.000 mg/L, COD 20.000-50.000 mg/L, BOD5 6.000-7.600 mg/L, dan total coliform 105-1010 CFU/100 mL. Tangki septik kedap air merupakan salah satu solusi yang digunakan oleh masyarakat dalam pengolahan lumpur tinja. Tangki septik mengendapkan padatan dan mendegradasi lumpur tinja secara anaerobic, tetapi hasil degradasi masih mengandung zat organik maupun patogen yang membahayakan lingkungan. Salah satu unit pengolahan lumpur tinja dari tangki septik adalah Solid Separation Chamber (SSC) yang memisahkan padatan dan cairan. Proses di dalam unit SSC dipengaruhi oleh ketebalan lumpur, media filter, maupun konsentrasi TS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ketebalan 30 cm konsentrasi TS mempengaruhi proses di dalam unit SSC. Semakin besar konsentrasi TS yang masuk akan mempengaruhi besarnya filtrat yang dihasilkan dan penyisihan bahan organik, padatan tersuspensi, dan total coliform.
Pengembangan Sistem Distribusi Air Bersih Di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto Riris Sugiarti
Purifikasi Vol 18 No 2 (2018): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v18.i2.365

Abstract

Kecamatan Dawarblandong merupakan wilayah pedesaan yang direncanakan akan menjadi kawasan pertambangan mineral dan kawasan strategis sebagai penompang industri besar di Kabupaten Mojokerto. Pengembangan wilayah ini akan mengakibatkan peningkatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan jumlah penduduk. Meningkatnya jumlah penduduk harus diimbangi dengan pelayanan masyarakat yang lebih baik lagi seperti halnya pemenuhan kebutuhan air bersih. Direncanakannya pengembangan tersebut, maka akan dianalisis kondisi perpipaan. Analisis teknis dilakukan berdasarkan data yang didapatkan dilapangan dan hasil real demand survey. Analisis dan simulasi sistem distribusi dilakukan dengan program EPANET 2.0 dengan mengacu pada SNI 7509-2011. Pengembangan sistem distribusi yang direncanakan untuk tahap 1 mampu melayani 60 % dari jumlah penduduk dengan kebutuhan air bersih rata-rata 56,55 L/dtk yang disediakan oleh PDAM. Tahap 2 melayani 80% dari jumlah penduduk yang ada dengan kebutuhan air bersih rata-rata dari PDAM sebesar 74,87 L/dtk. Pemenuhan kebutuhan air bersih ini mampu dilayani oleh SPAM Regional Mojo-Lamong. Rencana anggaran biaya dalam perencanaan pengembangan sistem distribusi air bersih sebesar Rp 4.111.117.543,90.
Pengeringan Lumpur IPAL Biologis pada Unit Sludge Drying Bed (SDB) Marita Faizatul Ummah
Purifikasi Vol 18 No 1 (2018): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.939 KB) | DOI: 10.12962/j25983806.v18.i1.366

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan bangunan pengolahan air limbah yang menghasilkan lumpur yang mengandung air, residu organik, dan logam anorganik yang dapat mencemari lingkungan. Sludge Drying Bed (SDB) merupakan bangunan pengolahan lumpur dengan sistem pengeringan. Prinsip pengolahan lumpur pada SDB yaitu mengurangi kadar air dan volume lumpur. Pengeringan lumpur mampu mengurangi volume lumpur dengan meningkatkan kadar TS. Proses pengeringan pada unit sludge drying bed ini dipengaruhi oleh ketebalan lumpur, ukuran media filter, dan waktu pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ketebalan lumpur 20 cm memiliki hasil efisiensi penyisihan paling tinggi yaitu 98,37% untuk TS dan 98,27% untuk penyisihan TSS. Semakin tinggi ketebalan lumpur yang masuk akan mempengaruhi besarnya penyisihan filtrat yang dihasilkan.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 24 No 2 (2025): Jurnal Purifikasi Vol 24 No 1 (2025): Jurnal Purifikasi Vol 23 No 2 (2024): Jurnal Purifikasi Vol 23 No 1 (2024): Jurnal Purifikasi Vol 22 No 2 (2023): Jurnal Purifikasi Vol 22 No 1 (2023): Jurnal Purifikasi Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Purifikasi Vol 21 No 1 (2022): Jurnal Purifikasi Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Purifikasi Vol 20 No 1 (2020): Jurnal Purifikasi Vol 19 No 2 (2019): Jurnal Purifikasi Vol 19 No 1 (2019): Jurnal Purifikasi Vol 18 No 2 (2018): Jurnal Purifikasi Vol 18 No 1 (2018): Jurnal Purifikasi Vol 17 No 2 (2017): Jurnal Purifikasi Vol 17 No 1 (2017): Jurnal Purifikasi Vol 16 No 2 (2016): Jurnal Purifikasi Vol 16 No 1 (2016): Jurnal Purifikasi Vol 15 No 2 (2015): Jurnal Purifikasi Vol 15 No 1 (2015): Jurnal Purifikasi Vol 14 No 2 (2014): Jurnal Purifikasi Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Purifikasi Vol 13 No 2 (2012): Jurnal Purifikasi Vol 13 No 1 (2012): Jurnal Purifikasi Vol 12 No 3 (2011): Jurnal Purifikasi Vol 12 No 2 (2011): Jurnal Purifikasi Vol 12 No 1 (2011): Jurnal Purifikasi Vol 11 No 2 (2010): Jurnal Purifikasi Vol 11 No 1 (2010): Jurnal Purifikasi Vol 10 No 2 (2009): Jurnal Purifikasi Vol 10 No 1 (2009): Jurnal Purifikasi Vol 9 No 2 (2008): Jurnal Purifikasi Vol 9 No 1 (2008): Jurnal Purifikasi Vol 8 No 2 (2007): Jurnal Purifikasi Vol 8 No 1 (2007): Jurnal Purifikasi Vol 7 No 2 (2006): Jurnal Purifikasi Vol 7 No 1 (2006): Jurnal Purifikasi Vol 6 No 2 (2005): Jurnal Purifikasi Vol 6 No 1 (2005): Jurnal Purifikasi Vol 5 No 3 (2004): Jurnal Purifikasi Vol 5 No 2 (2004): Jurnal Purifikasi Vol 5 No 1 (2004): Jurnal Purifikasi Vol 4 No 4 (2003): Jurnal Purifikasi Vol 4 No 3 (2003): Jurnal Purifikasi Vol 4 No 2 (2003): Jurnal Purifikasi Vol 4 No 1 (2003): Jurnal Purifikasi More Issue