cover
Contact Name
Atik Kurniawati
Contact Email
jurnal@poltekkes-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polkesmajiki@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
ISSN : 24600334     EISSN : 26155516     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia is a journal to disseminate various scientific papers on health development and other research of health also disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of health applied.
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
ANALISIS FAKTOR KETIDAKAKURATAN KODEFIKASI PENYAKIT PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT WAVA HUSADA Eiska Rohmania Zein; Ainin Aliyah; Prima Soultoni Akbar
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkodean penyakit diperlukan untuk memberikan input pada sistem pelaporan diagnosis medis dan proses penyimpanan dan pengambilan data terkait diagnosa karakteristik pasien. Ketidakakuratan kodefikasi menyebabkan informasi yang dihasilkan memiliki tingkat validasi data yang rendah, yang tentunya dapat menyebabkan pelaporan yang tidak akurat, misalnya laporan kejadian dinamis dan laporan sepuluh besar penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab ketidakakuratan kodefikasi penyakit pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Wava Husada, menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung data kuantitatif. Penelitian dilakukan terhadap 98 sampel rekam medis rawat inap periode Januari–Maret 2024, dengan analisis berdasarkan metode 5M (Man, Money, Material, Machine, dan Method). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75,51% kodefikasi penyakit dinyatakan akurat, sedangkan 24,49% tidak akurat. Ketidakakuratan kodefikasi terutama disebabkan oleh kesalahan pada digit keempat (50%), tidak adanya digit keempat (20,9%), dan kesalahan digit ketiga (12,5%). Faktor penyebab ketidakakuratan meliputi keterbatasan pelatihan petugas koder, diagnosis yang tidak terbaca, serta kurangnya konsistensi dalam penerapan pedoman ICD-10. Selain itu, sistem pendukung seperti SOP kodefikasi dan sarana pelatihan yang memadai juga masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyarankan peningkatan kapasitas koder melalui pelatihan berkelanjutan, penyediaan alat bantu yang memadai, serta penerapan standar operasional prosedur yang lebih tegas. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan rekam medis di rumah sakit.