cover
Contact Name
Atik Kurniawati
Contact Email
jurnal@poltekkes-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polkesmajiki@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
ISSN : 24600334     EISSN : 26155516     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia is a journal to disseminate various scientific papers on health development and other research of health also disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of health applied.
Arjuna Subject : -
Articles 365 Documents
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA PEREKAM MEDIS DI UNIT PENDAFTARAN DENGAN METODE WISN DI PUSKESMAS X SURABAYA Prasetyo, Dwi; Romadhon, Mohammad Syaifullah Anam; Nurfadilla, Destiani Irma; Sutha, Diah Wijayanti
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v11i1.4220

Abstract

Latar Belakang: Evaluasi beban kerja bertujuan untuk menentukan jumlah karyawan yang diperlukan dalam suatu unit kerja di organisasi, seperti puskesmas, dan estimasi waktu yang diperlukan oleh karyawan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Penelitian ini ditujukan untuk menilai beban kerja dan kebutuhan tenaga kerja di unit pendaftaran Puskesmas X Surabaya. Subjek dan Metode: Memanfaatkan data primer dan sekunder, Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode penelitian observasional yang berfokus pada kelompok individu tertentu untuk menjelaskan faktor-faktor beban kerja petugas pendaftaran di Puskesmas X Surabaya memakai penghitungan Workload Indicator of Staffing Needs (WISN). Hasil: Jumlah petugas di bagian pendaftaran Puskesmas X Surabaya adalah 3 orang. Di antaranya, satu petugas memiliki latar belakang pendidikan D3 RMIK, sementara yang lainnya memiliki latar belakang pendidikan selain D3 RMIK. Berdasarkan perhitungan kebutuhan tenaga menggunakan metode WISN, hasilnya menunjukkan bahwa hanya ada empat orang yang dibutuhkan di unit kerja rekam medis. Oleh karena itu, jumlah tersebut masih kurang untuk melaksanakan seluruh kegiatan rekam medis dan pendaftaran di Puskesmas X Surabaya. Kesimpulan: Berdasarkan hasil perhitungan memakai metode Workload Indicator of Staffing Needs (WISN) petugas pendaftaran yang ada di Puskesmas X Surabaya sebaiknya perlu di tambah satu orang lagi supaya sesuai dengan perhitungan beban kerja.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS PASIEN RAWAT INAP DI RS X KOTA MALANG Akbar, Prima Soultoni
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v11i1.5427

Abstract

Salah satu aspek terpenting dalam pelayanan rekam medis adalah kegiatan klasifikasi dan kodefikasi diagnosis serta tindakan. Dalam melakukan pemberian kode diagnosis pasien masih ditemukan menggunakan sistem komputerisasi dengan dokter sebagai pemberi kode diagnosis. Tujuan penelitian ini adalah mengalisis faktor yang mempengaruhi keakuratan kode diagnosis pasien rawat inap di RS X Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah metode campuran (mixed method) dengan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis tingkat keakuratan dan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, serta instrumen penelitian menggunakan lembar checklist. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Populasi yang digunakan adalah rekam medis pasien rawat inap pada bulan September 2024. Sampel diambil secara acak yang berjumlah 98 berkas rekam medis. Informan dalam penelitian ini adalah kepala rekam medis dan petugas koding rawat inap di RS X Kota Malang, Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18% kode diagnosis penyakit diberikan secara tidak tepat, dan 82% kode diagnosis penyakit diberikan secara tepat dari 98 berkas sampel. Faktor-faktor yang mempengaruhi keakuratan kode diagnosis pasien rawat inap di RS X Kota Malang adalah kompetensi sumber daya manusia, pelatihan, penggunaan SOP yang ditetapkan oleh rumah sakit, dan penerapan sistem reward dan punishment bagi seluruh petugas, khususnya petugas koding.
EVALUASI PENERAPAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DI RS X KOTA SURABAYA NUGRAHA, RIVALDI INDRA
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v11i1.5255

Abstract

Aturan PMK 24 Tahun 2022 menyatakan bahwa setiap fasilitas pelayanan kesehatan wajib melaksanakan rekam medis elektronik. RS X Kota Surabaya sudah mulai menerapkan rekam medis elektronik di IGD sejak April 2023 dan belum pernah dilakukan evaluasi. Evaluasi dibutuhkan untuk mengetahui seberapa besar tingkat penerimaan pengguna dalam penerapan teknologi RME. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan RME di IGD dengan metode Technology Acceptance Model (TAM) RS X Kota Surabaya Surabaya. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Kepala IGD, Dokter, Perawat, dan Bidan. Objek penelitian ini yaitu Rekam Medis Elektronik (RME) di IGD dengan metode TAM (Technology Acceptance Model). Pengumpulan data dengan wawancara. Penelitian ini ditinjau dari 3 aspek yaitu dari Aspek kemudahan (perceived ease of use) memberikan kemudahan bagi penggunanya namun ada beberapa fitur yang belum lengkap dan perlu ditambahkan. Berdasarkan Aspek kebermanfaatan (perceived usefulness) memberikan manfaat bagi penggunanya dalam mempercepat proses pelayanan kesehatan dan meningkatkan kinerja dan produktivitas. Namun terdapat kendala yang dialami pengguna disaat menerapkan RME. Berdasarkan aspek minat (behavioral intetion to use) penerapan RME telah memberikan kemudahan dan manfaat maka pengguna akan merasakan minat untuk menggunakan RME. Penerapan RME di IGD sudah berjalan dengan baik karena didukung adanya SIMRS dan pengguna merasakan kemudahan, manfaat dan minat untuk menggunakan RME. Penerapan RME akan lebih maksimal apabila tidak terdapat kendala. Evaluasi Penerapan RME sangat penting untuk dilakukan supaya bisa berjalan dengan baik dan sesuai rencana termasuk untuk meminimalkan kendala atau masalah yang ada dan juga mengembangkan sistem agar lebih baik.
PENCATATAN SERTIFIKAT KEMATIAN PERINATAL PADA RUMAH SAKIT NGUDI WALUYO WLINGI KABUPATEN BLITAR puspa, yeny intan
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v11i1.5210

Abstract

Pendaftaran surat keterangan kematian merupakan proses penting dalam sistem kesehatan yang melibatkan dokumentasi terperinci tentang kondisi yang menyebabkan kematian, termasuk penyakit, cedera, kecelakaan, dan faktor eksternal lainnya. Surat keterangan ini berfungsi sebagai bukti resmi yang menjelaskan penyebab kematian dan digunakan oleh berbagai pihak kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan menganalisis kematian yang terjadi pada periode perinatal. Peningkatan kualitas pencatat, termasuk keluarga, rumah sakit, dan otoritas kesehatan. Proses ini melibatkan pencatatan penyebab yang mendasari yang bertanggung jawab atas serangkaian kondisi yang berakhir dengan kematian, seperti penyakit kronis, infeksi, atau trauma akut. Kematian perinatal, yang meliputi kematian janin pada usia kehamilan 22 minggu ke atas dan kematian bayi dalam 7 hari pertama kehidupan, merupakan salah satu indikator kesehatan masyarakat. Di Indonesia, angka kematian perinatal masih tinggi dan mencerminkan tantangan dalam sistem kesehatan. Pencatatan surat keterangan kematian perinatal merupakan aspek penting dari sistem an ini penting dilakukan untuk memahami faktor penyebab kematian yang sering kali berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu dan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, mengingat angka kematian perinatal di Indonesia masih tergolong tinggi, hal ini menunjukkan bahwa kualitas layanan kesehatan masih perlu ditingkatkan. Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian perinatal adalah melalui pencatatan yang akurat pada surat keterangan kematian, yang dapat membantu dalam memahami penyebab kematian dan menyusun strategi intervensi yang tepat.
REKAM MEDIS ELEKTRONIK SEBAGAI PENDUKUNG PELAYANAN KESEHATAN DI RSU ANNA MEDIKA MADURA Ferdianto, Angga
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v11i1.4603

Abstract

Manfaat RME yang jelas dan lengkap bagi tenaga medis adalah sebagai dasar atau petunjuk untuk merencanakan dan menganalisis penyakit serta merencanakan pengobatan, perawatan dan tindakan medis yang harus diberikan kepada pasien. Penerapan RME di RSU Anna Medika Madura ditemukan beberapa kendala, kebutuhan akan fitur yang ada di RME sebagai pendukung pelayanan yang masih kurang dan penerapan RME belum sepenunhya di implementasikan di setiap Poli, rumah sakit sedang mengembangkan fitur-fitur RME secara bertahap guna mendukung pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kesehatan pasien. Tujuan penelitian ini melihat sejauh mana penerapan EMR dalam mendukung pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Subjek dalam penelitian ini adalah Pengguna EMR yang berjumlah 8 orang. Hasil peenelitian ini ditemukan hambatan yang sering terjadi ketika menggunakan EMR adalah jaringan yang sering error. EMR juga mendukung dalam pengambilan Keputusan klinis, algoritma EMR sudah bisa membaca data yang ganda, dan menolak data yang sama ketika akan disimpan. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa jaringan yang error yang menjadi kendala, Hasil catatan pada EMR sudah sinkron dengan semua pihak yang terkait, minim terjadi kesalahan dalam menginputkan data ganda pada EMR. Kata Kunci : EMR, Pendukung Pelayanan
GAMBARAN PELEPASAN INFORMASI REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT BANTUAN TNI AD 05.08.04 LAWANG: GAMBARAN PELEPASAN INFORMASI REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT BANTUAN TNI AD 05.08.04 LAWANG puspa, yeny intan
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Bantuan TNI AD 05.08.04 Lawang adalah rumah sakit yang terletak di Kabupaten Malang dengan tipe D. Sebagai rumah sakit militer Rumah Sakit Bantuan TNI AD 05.08.04 belum sepenuhnya mematuhi Standar Prosedur Operasional (SOP) terkait pengelolaan rekam medis, terutama dalam pelepasan informasi medis kepada pihak ketiga seperti perusahaan asuransi, visum, hukum, pendidikan. Meskipun seharusnya setiap permintaaan informasi medis disertai surat kuasa pasien, masih ditemukan kasus yang tidak memenuhi ketentuan tersebut. Hal ini bertentangan dengan Permenkes No. 24 Tahun 2022 yang mengatur kerahasiaan rekam medis, yang mencakup identitas pasien, hasil pemeriksaan, diagnosis, pengobatan dan rencana tindak lanjut. Untuk mengatasi masalah ini, rumah sakit perlu memperbaiki sistem pengelolaan rekam medis, seperti menyediakan formulir standar untuk permintaan informasi medis dan memastikan semua prosedur diikuti agar sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, guna menghindari resiko sanksi hukum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana prosedur pelepasan informasi rekam medis diterapkan di Rumah Sakit Bantuan TNI AD 05.08.04 Lawang. Metodologi yang digunakan yaitu kualitatif dengan menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian di Rumah Sakit Bantuan TNI AD 05.08.04 Lawang yaitu dalam penerapan pelepasan informasi rekam medis untuk kepentingan Pendidikan, visum, hukum dan asuransi di Rumah Sakit Bnatuan TNI AD 05.08.04 masih belum sesuai dengan peraturan yang ada terkait dengan belum tersedianya buku peminjaman berkas rekam medis dimana buku tersebut sangat penting berguna untuk mengetahui berkas rekam medis yang keluar. Serta tempat khusus bagi peneliti saat sedang meneliti berkas rekam medis belum tersedia dikarenakan keterbatasan ruangan yang ada dibagian unit rekam medis di Rumah Sakit Bantuan TNI AD 08.05.04 Lawang.
GAMBARAN PELEPASAN INFORMASI UNTUK VISUM ET REPERTUM DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA H.S SAMSOERI SURABAYA: GAMBARAN PELEPASAN INFORMASI UNTUK VISUM ET REPERTUM DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA H.S SAMSOERI SURABAYA puspa, yeny intan
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelepasan informasi medis, khususnya Visum et Repertum, merupakan proses penting dalam sistem hukum dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran pelepasan informasi Visum et Repertum di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap tenaga kesehatan serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun rumah sakit telah memiliki prosedur standar operasional (SOP), masih terdapat kendala dalam implementasinya, seperti keterlambatan proses pelepasan informasi dan kurangnya pemahaman tenaga kesehatan terhadap regulasi yang berlaku. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman tenaga medis mengenai regulasi serta optimalisasi kebijakan internal agar proses pelepasan informasi dapat berjalan lebih efisien dan sesuai dengan standar hukum yang berlaku.
PERAN PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN (PMIK) DALAM MENDUKUNG PATIENT SAFETY GOALS Tria, Harsiwi
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan pasien merupakan isu global yang sering dibicarakan saat ini, dimana hal ini dianggap penting karena banyaknya laporan tuntutan pasien atas medical error yang terjadi pada pasien. Perekam medis merupakan salah satu tenaga kesehatan yang berperan dalam terlaksananya sasaran keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran perekam medis (PMIK) dalam mendukung pelaksanaan patient safety goals. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan wawancara adalah petugas rekam medis dan kepala unit rekam medis, jumlah informan 4 orang. Hasil wawancara dari 4 informan, didapatkan hasil bahwa peran PMIK dalam mengidentifikasi pasien secara benar telah dilaksanakan maksimal yaitu melalui pelaksanakan pendaftaran pasien secara teliti disesuaikan identitas pasien. Peran PMIK dalam meningkatkan komunikasi efektif adalah menjalin komunikasi yang baik dengan pasien, perawat, dokter, farmasi dan teman sejawat. PMIK tidak berperan dalam meningkatkan kewaspadaan obat. Peran PMIK dalam meningkatkan benar lokasi, benar pasien, benar pembedahan yaitu pada persiapan dokumen atau formulir bedah. Peran PMIK dalam mengurangi resiko infeksi adalah menggunakan masker saat berhadapan langsung dengan pasien dan melakukan cuci tangan dengan benar. PMIK tidak berperan langsung dalam penurunan resiko cedera karena jatuh. Kesimpulan dari penelitian ini adalah PMIK berperan secara langsung dalam mendukung Patient safety goals yaitu pada sasaran Identify patients correctly, Improve effective communication, Reduce the risk of health care-associated infections. Sedangkan PMIK tidak berperan secara langsung dalam mendukung pelaksanaan Patient safety goals pada sasaran Improve the safety of high-alert medications, Ensure safe surgery dan Reduce the risk of patient harm resulting from fall. Kata Kunci : perekam medis, keselamatan pasien, PMIK
KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS DAN TINDAKAN KASUS PERSALINAN DENGAN FETOPELVIC DISPROPORTION DI RSUD WONOSARI Puspadita, Zulkha
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 312 Tahun 2020 menyebutkan salah satu kompetensi PMIK adalah keterampilan klasifikasi klinis, kodifikasi penyakit, dan prosedur klinis. Keakuran kode diagnosa dan tindakan mempengaruhi kualitas pelayanan, pelaporan statistik, serta evaluasi rumah sakit. Studi pendahuluan di RSUD Wonosari menunjukkan masih rendahnya keakuratan kode sebesar 34% pada diagnosis utama dan 74% pada tindakan kasus persalinan dengan penyulit fetopelvic disproportion yang disebabkan karena kesalahan waktu pemberian kode O33 dan O65. Penelitian ini untuk mengetahui alur dan prosedur pengkodean pengiriman, memberikan gambaran keakuratan kode diagnosis dan tindakan, serta mengidentifikasi faktor penyebab ketidakakuratan dari unsur Man, Material, Money, Method, Machine . Penelitian ini menggunakan mix method dengan desain cross sectional dan sampel 74 rekam medis pada penyulit fetopelvic disproportion di RSUD Wonosari. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, triangulasi. Analisis data menggunakan Microsoft Excel, ICD-10, ICD 9-CM. Hasil penelitian menunjukkan nilai akurasi kode pada diagnosis utama 31%, diagnosis sekunder 53%, metode persalinan 89%, hasil persalinan 99%, tindakan utama 59%. Alur dan prosedur pengkodean telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SPO) rumah sakit. Tetapi, masih ditemukan kendala seperti belum adanya SPO khusus pengkodean pengiriman, SPO ketentuan penulisan diagnosis, SPO penggunaan singkatan, serta pelatihan koding yang belum dilakukan secara rutin dalam meningkatkan keakuratan pengkodean. Kata kunci: Caesar, disproporsi fetopelvic , ICD-10, keakuratan, persalinan.
KEAKURATAN KODEFIKASI DIAGNOSIS PENYAKIT SISTEM URINARIA DI RSUD KANJURUHAN Sukmawati, Febrianne Arum; Suryandari, Endang Sri Dewi Hastuti
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keakuratan kode diagnosis penyakit sistem urinaria di RSUD Kanjuruhan belum mencapai 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keakuratan kode diagnosis penyakit sistem urinaria di RSUD Kanjuruhan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi yang digunakan sebanyak 303 DRM (Dokumen Rekam Medis) penyakit sistem urinaria periode Triwulan II 2024. Penentuan sampel menggunakan Simple Random Sampling, didapat sebanyak 75 DRM penyakit sistem urinaria. Instrumen penelitian menggunakan lembar checklist untuk mencatat hasil analisis keakuratan kode diagnosis yang tertera dalam DRM. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil observasi terhadap 75 DRM menunjukkan kode diagnosis yang akurat yaitu sebanyak 38 DRM (51%) dan kode diagnosis yang tidak akurat sebanyak 37 DRM (49%) Hasil analisis berdasarkan 3 komponen keakuratan didapatkan, completeness dan validity masing-masing sebesar 56% dan reliability sebesar 51%. Perlu dilakukan pelatihan koding berkelanjutan dan peningkatan ketelitian petugas koding untuk meningkatkan keakuratan dalam melakukan kodefikasi diagnosis penyakit.