cover
Contact Name
eko subaktiansyah
Contact Email
eko.subaktiansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
support@inajog.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (Majalah Obstetri dan Ginekologi Indonesia)
ISSN : 23386401     EISSN : 23387335     DOI : -
Core Subject : Health,
The Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology is an official publication of the Indonesian Society of Obstetrics and Gynekology. INAJOG is published quarterly.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Volume. 32, No. 3, July 2008" : 9 Documents clear
Uji diagnostik modifikasi teknik color Doppler sonohisterosalpingografi bermedia kontras NaCl 0,9% untuk evaluasi patensi tuba DJUWANTONO, T.; PERMADI, W.; BAYUAJI, H.
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 3, July 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.545 KB)

Abstract

Tujuan: Mengevaluasi patensi tuba dengan teknik modifikasi color Doppler sonohisterosalpingografi bermedia kontras salin dibandingkan dengan baku emas penilaian patensi tuba, yaitu kromopertubasi perlaparoskopi. Tempat: Penelitian dilakukan di Klinik Teknologi Reproduksi Berbantu Aster, dan Kamar Operasi One Day Surgery RS Dr. Hasan Sadikin Bandung. Bahan dan cara kerja: Pemeriksaan dilakukan terhadap 35 pasien dengan masalah infertilitas, yang tengah menjalani penatalaksanaan infertilitas dasar. Dilakukan penyuntikan cairan salin fisiologis 0,9 % steril ke dalam uterus melalui alat yang telah dimodifikasi, yaitu kateter pediatrik No. 10 yang bermandrin dan spuit 50 cc. Perjalanan cairan diamati dengan USG transvaginal berteknologi Doppler kemudian dilakukan penentuan patensi tuba. Hasil yang didapat dibandingkan dengan hasil kromopertubasi perlaparoskopi dan dianalisis efektivitas diagnostiknya. Dilakukan perhitungan sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, dan nilai prediksi negatif. Dilakukan pula penilaian kavum uteri, yang diharapkan dapat memberikan keuntungan tambahan dari penelitian ini. Hasil: Sensitivitas modifikasi color Doppler sonohisterosalpingografi bermedia kontras NaCl 0,9% adalah 87,5%, spesifisitas 95,5%, nilai prediksi positif 97,7%, dan nilai prediksi negatif 77,8%. Kesimpulan: Teknik modifikasi color Doppler sonohisterosalpingografi bermedia kontras NaCl 0,9% merupakan teknik yang dapat diandalkan untuk evaluasi patensi tuba. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-3: 143-7] Kata kunci: infertilitas, patensi tuba, color Doppler, sonohisterosalpingografi.
Prognostic value of p53 gene in ovarian cancer RAUF, S.; MASADAH, R.
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 3, July 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.159 KB)

Abstract

Tujuan: Mengetahui peranan gen p53 dan mengidentifikasi nilai prognostik ekspresi protein p53 mutan terhadap kanker ovarium. Rancangan/rumusan data: Penelitian survei analitik dengan desain cross sectional pada rumah sakit pendidikan di Makassar. Bahan dan cara kerja: Pasien dinyatakan kanker ovarium berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologi, dianalisis ekspresi protein p53- nya dengan teknik imunohistokimia. Hasil: Derajat ekspresi protein p53 ditemukan lebih tinggi pada kanker ovarium stadium lanjut. Follow-up penderita antara 6 bulan sampai 2 tahun setelah operasi menunjukkan bahwa penderita yang mempunyai ekspresi protein p53 mutan yang tinggi mempunyai angka kematian yang tinggi. Kesimpulan: Analisis p53 dapat dipakai sebagai indikator prognostik terhadap kanker ovarium. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-3: 172-6] Kata kunci: p53, kanker ovarium, prognosis.
Pengaruh isoflavone genistein dan daidzein ekstrak tokbi (Pueraria lobata) strain Kangean terhadap jumlah osteoblas dan osteoklas Rattus Novergicus Wistar hipoestrogenik WIYASA, I. W.A.; NORAHMAWATI, E.; SOEHARTONO, SOEHARTONO
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 3, July 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.896 KB)

Abstract

Tujuan: Membuktikan pengaruh pemberian isoflavone genistein dan daidzein (IGD) ekstrak tokbi (Pueraria lobata) strain Kangean terhadap jumlah osteoblas (OBL) dan osteoklas (OKL) Rattus novergicus Wistar hipoestrogen. Bahan dan cara kerja: Penelitian eksperimental ini diawali dengan studi pendahuluan untuk menentukan konsentrasi IGD dalam ekstrak tokbi dan membuat model tikus hipoestrogen. Menggunakan 28 tikus betina, 6 tikus normal sebagai kelompok pertama dan 22 tikus hipoestrogen dibagi menjadi 4 kelompok sebagai kelompok 2, 3, 4, dan 5. Kelompok tikus hipoestrogen terdiri dari 6 tikus ovariektomi (OVX), 5 tikus OVX diberi IGD (OVX + IGD) 15 mg/kg BB/hari, 5 tikus OVX + IGD 30 mg/kg BB/hari, dan 6 tikus (OVX + IGD) 60 mg/kg BB/hari. Semua kelompok diterapi selama 21 hari. Parameter yang digunakan adalah jumlah OBL dan OKL. Hasil: Satu ml ekstrak Pueraria lobata mengandung 282,53 ppm IGD dengan komposisi 231,11 ppm daidzein dan 51,41 ppm genistein. Didapatkan perbedaan bermakna jumlah OBL dan OKL antara kelompok OVX dan OVX + IGD pada semua dosis (p < 0,05). Jumlah OBL terbesar dan OKL terkecil terdapat pada kelompok OVX + IGD 30 mg/ kg BB/hari. Kesimpulan: IGD dari ekstrak Pueraria lobata dapat meningkatkan OBL dan menurunkan OKL pada semua dosis, terutama dosis 30 mg/ kg BB/hari. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-3: 148-52] Kata kunci: isoflavone, genistein, daidzein, tokbi, osteoblas, osteoklas, hipoestrogen.
Suplemen antioksidan VCO (Virgin Coconut Oil) yang diperkaya dengan Zn bagi penderita Candidiasis Vagina WINARSI, H; HERNAYANTI, HERNAYANTI; PURWANTO, A.
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 3, July 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.523 KB)

Abstract

Tujuan: Mengetahui aktivitas SOD, katalase, dan GSH-PX limfosit, serta kadar MDA plasma penderita Candidiasis Vagina yang diintervensi VCO yang diperkaya dengan Zn selama 2 bulan. Rancangan/rumusan data: Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Analisis data menggunakan anova single faktor, dilanjutkan dengan uji Duncan bila terdapat signifikansi. Tempat: Sampel sekret diperoleh dari RS Sinar Kasih, tempat prostitusi (Gang Sadar), Puskesmas, dan praktik dokter di Purwokerto. Pengujian aktivitas enzim antioksidan dan kadar MDA di laboratorium Klinik Mediko Purwokerto. Bahan dan cara kerja: Penelitian dilakukan mulai Oktober 2006 sampai April 2007. Sebanyak 30 responden dipilih berdasar kriteria seperti berikut, sekret vagina mengandung C. albicans lebih dari 105 cfu/ml, sukarela, sehat, bersedia menandatangani informed consent, dan tinggal di Purwokerto. Responden dibagi dalam 3 kelompok; kelompok A sebanyak 10 orang diintervensi dengan VCO yang diperkaya Zn dengan dosis 2 sdm/hari; kelompok B sebanyak 10 orang diintervensi dengan dosis 1 sdm/hari; dan kelompok C sebanyak 10 orang sebagai kontrol. Pengambilan sampel darah dilakukan 3 kali yaitu pada baseline, 1 dan 2 bulan setelah intervensi. Uji aktivitas enzim antioksidan dan kadar MDA menggunakan spektrofotometer. Hasil: Setelah 2 bulan intervensi, aktivitas enzim SOD meningkat dari 87,32 menjadi 348,70 unit/mg protein (p=0,00016), katalase meningkat dari 20,42 menjadi 40,12 Unit/mg protein (p=0,031); demikian pula glutation peroksidase limfosit juga meningkat dari 5,77 menjadi 10,64 μmol/gr protein (p=0,036). Sebaliknya kadar MDA plasma menurun dari 1.858,86 menjadi 1.214,36 pmol/ml (p=0,019). Kesimpulan: Intervensi VCO yang disuplementasi dengan Zn kepada penderita Candidiasis Vagina berpotensi sebagai antioksidan. Selanjutnya, mereka disarankan mengkonsumsi suplemen dengan dosis 1 sdmx1. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-3: 177-82] Kata kunci: SOD, katalase, GSH-PX, MDA, candidiasis vagina.
Korelasi kadar endothelin-1 darah tali pusat dan kerusakan vaskular plasenta pada pertumbuhan janin terhambat WIRMAN, R. M.; WIKNJOSASTRO, G. H.
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 3, July 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.607 KB)

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar Endothelin- 1 (ET-1) darah tali pusat pada a.Umbilikalis bayi PJT dan normal serta korelasi antara kadar ET-1 dengan kerusakan vaskular plasenta. Tempat: Instalasi Gawat Darurat Obstetri Ginekologi Lantai III RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Rancangan/rumusan data: Studi potong lintang. Bahan dan cara kerja: Enam puluh empat subjek, masing-masing 32 orang untuk kelompok kasus (bayi PJT) dan 32 orang kelompok bayi normal dilakukan pemeriksaan kadar ET-1 darah tali pusat (a.Umbilikalis) dengan metoda ELISA dan perbedaan rerata kadar ET-1 tersebut akan diuji secara statistik. Sampel plasenta dari seluruh subjek penelitian dilakukan pemeriksaan histopatologi dan berdasarkan kriteria Salafia. Hasil: Rerata berat lahir bayi pada kelompok PJT lebih rendah dibandingkan rerata kelompok kontrol (1.843 ± 364,4 vs 3.162,5 ± 327,3 gram, p = 0,000). Perbedaan bermakna secara statistik antara kelompok PJT dan kontrol juga diperoleh dari rerata kadar ET-1 8,15 ± 2,7 vs 5,6 ± 1,7 pg/ml, p = 0,000, skor Salafia 6,78 ± 1,7 vs 3,41 ± 1,4, p = 0,000 dan berat plasenta 344,4 ± 81,9 vs 460,16 ± 70,9 gram, p = 0,000. Korelasi antara kadar ET-1 dengan skor Salafia diperoleh nilai p = 0,01 yang berarti terdapat korelasi yang bermakna antara kedua variabel dengan nilai korelasi 0,395, menunjukkan bahwa korelasinya positif dengan kekuatan yang lemah. Antara kadar ET-1 dengan berat lahir bayi terdapat korelasi yang bermakna dengan nilai korelasinya adalah -0,479 menunjukkan korelasi negatif berarti makin tinggi kadar ET-1 makin rendah berat lahir bayi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar ET-1 darah tali pusat antara bayi PJT dan normal di mana kadar pada PJT lebih tinggi, demikian juga skor Salafia antara kedua kelompok. Ditemukan korelasi positif yang lemah antara kadar ET-1 dan skor Salafia sedangkan antara kadar ET-1 dan berat lahir bayi terdapat korelasi negatif sedang. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-3: 123-30] Kata
Pengaruh suntikan depo medroxy progesteron asetat terhadap profil lipid SANGER, O. G.; LOHO, M F; WIRASTI, C. R.
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 3, July 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.01 KB)

Abstract

Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian DMPA terhadap profil lipid akseptor. Rancangan/rumusan data: Pre test - post test. Bahan dan cara kerja: Penelitian dilakukan mulai Januari 2006 sampai Maret 2007 di Kota Tomohon. Pada penelitian ini direkrut 250 orang akseptor DMPA yang memenuhi kriteria inklusi. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah wanita usia 20 - 35 tahun berstatus menikah, masih mengalami menstruasi, tidak menggunakan kontrasepsi hormonal selama 3 bulan terakhir. Sampel dipilih secara simple random sampling, ditentukan 26 orang subjek yang akan dilakukan pemeriksaan laboratorium bertahap pada 1, 3, 6, 9, dan 12 bulan. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data, ditabulasi, dan disajikan dalam bentuk tabel untuk karakteristik subjek, perubahan profil lipid sebelum dan sesudah penyuntikan DMPA dilakukan analisis dengan uji T - Berpasangan. Hasil: Pada penelitian ini sebagian besar akseptor berusia 31 - 35 tahun 40,8 %, pendidikan SLTA 45,2 %, dan tidak bekerja (IRT) 83,6 %, paritas 2 40,8 %, dan IMT rata-rata 24,6. Kadar kolesterol total baseline, 1, 3, 6, 9, 12 bulan (188,31; 174,42; 182,35; 184,08; 182,50; 184,30; p>0,05). Kadar HDL baseline, 1, 3, 6, 9, 12 bulan (57,00; 51,35; 51,19; 49,92; 51,31; 48,38; p0,05). Kadar Trigliserida baseline, 1, 3, 6, 9, 12 bulan (97,31; 88,92; 81,81; 94,60; 99,50; 111,04; p>0,05). Kesimpulan: Terjadi penurunan kadar kolesterol total selama pemakaian DMPA 12 bulan, namun secara statistik tidak bermakna. Tidak terjadi perubahan kadar LDL, trigliserida secara bermakna, namun terjadi penurunan kadar HDL secara bermakna setelah pemberian DMPA selama 12 bulan, bila diukur dari baseline. Penggunaan kontrasepsi DMPA pada calon akseptor yang memiliki risiko tinggi PJK harus dihindari. Perlu dilakukan pemeriksaan profil lipid secara rutin terhadap semua akseptor kontrasepsi DMPA jangka panjang > 1 tahun. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-3: 153-60] Kata kunci: DMPA, kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida.
Korelasi antara fraksi ejeksi jantung dengan kadar endothelin-1 darah tali pusat pada pertumbuhan janin terhambat dan normal SARI, W. E.; WIKNJOSASTRO, G. H.
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 3, July 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.406 KB)

Abstract

Tujuan: Mengetahui korelasi antara gangguan fungsi jantung berupa penurunan fraksi ejeksi dengan kadar endothelin-1 dari darah tali pusat pada pertumbuhan janin terhambat dan normal. Rancangan/rumusan data: Studi korelasi regresi dengan pendekatan potong lintang (Cross-sectional study). Tempat: IGD Lantai III Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Bahan dan cara kerja: Tujuh puluh subjek, masing-masing 35 orang untuk kelompok kasus (bayi PJT) dan 35 orang kelompok bayi normal dilakukan pemeriksaan fraksi ejeksi jantung janin dengan ultrasonografi dua dimensi. Setelah bayi lahir dilakukan pemeriksaan kadar endothelin-1 (ET-1) da-rah tali pusat (a. Umbilikalis) dengan metoda ELISA. Korelasi antara fraksi ejeksi jantung janin dengan kadar ET-1 akan diuji secara statistik. Hasil: Umur pasien pada kelompok PJT berkisar antara 19-38 tahun dengan rata-rata 28,31 tahun, umur pasien pada kelompok normal berkisar antara 21-40 tahun dengan rata-rata berusia 28,54 tahun. Usia kehamilan pada kelompok PJT berkisar antara 34-40 minggu dengan ratarata 37 minggu, usia kehamilan pada kelompok normal berkisar antara 38-42 minggu dengan rata-rata usia gestasi 39 minggu. Secara statistik terdapat perbedaan bermakna (p
Sulih hormon (HRT): sebuah persimpangan antara harapan dan realitas BAZIAD, A.
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 3, July 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.318 KB)

Abstract

Tujuan: Menelaah dampak publikasi penelitian WHI dan penggunaan pengobatan alternatif/komplementari terhadap perempuan menopause. Rancangan/rumusan data: Kajian pustaka. Hasil: Pada tahun 2002, dunia dibikin heboh oleh hasil penelitian WHI pada pemberian sulih hormon estrogen ekuin konjugasi + medroksi progesteronasetat terhadap perempuan menopause, yang menyimpulkan bahwa ternyata sulih hormon tidak dapat mencegah jantung koroner dan meningkatkan kejadian kanker payudara. Setelah dilakukan analisis mendalam, penelitian WHI tersebut banyak sekali kelemahannya. Akibat pemberitaan yang luas di media massa, perempuan menopause takut menggunakan sulih hormon dan para dokter tidak mau meresepkan sulih hormon lagi. Namun pada tahun 2004, keluar penelitian WHI yang lain di mana perempuan menopause yang tidak memiliki rahim diberikan estrogen saja, yang hasilnya justru sangat bermanfaat, yaitu dapat mencegah penyakit jantung koroner dan ditemukan penurunan kejadian kanker payudara. Namun demikian dampak dari penelitian WHI masih saja belum dapat memulihkan kepercayaan pasien maupun dokter. Kebanyakan pasien lebih mempercayai menggunakan obat-obat alternatif/ komplementari, dan bahkan para dokter pun ikut juga menyarankannya, meskipun data keamanan dan efektivitas obat-obat tersebut masih diragukan kebenarannya. IMS mengeluarkan rekomendasi, bahwa sulih hormon masih tetap merupakan pilihan utama dan penggunaan obatobat alternatif/komplementari masih harus menunggu terlebih dahulu penelitian jangka panjang. Timbul kerancuan di kalangan pasien maupun dokter tentang arti dari hormon alami dan bioidentical hormon. Kesimpulan: Dampak dari hasil penelitian dari WHI telah menghilangkan harapan dan kepercayaan perempuan menopause dan dokter terhadap sulih hormon, meskipun kenyataannya sulih hormon masih merupakan pilihan utama untuk dapat meningkatkan kualitas hidup. Perlu diberikan informasi yang cukup tentang sulih hormon, pengobatan alternatif/ komplementari dan arti dari hormon alami dan bioidentical hormon. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-3: 161-6] Kata kunci: WHI, perempuan menopause, hormon alami, bioidentical hormon.
Hubungan variasi musim dengan kejadian preeklampsia di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, 1999-2003 ALKAFF, T. R.; HARTINI, T. N.S.; HAKIMI, M.
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 3, July 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.617 KB)

Abstract

Tujuan: Mengetahui hubungan antara variasi musim dengan kejadian preeklampsia dan mengetahui faktor usia, paritas, dan jenis kehamilan merupakan faktor risiko terjadinya preeklampsia. Rancangan/rumusan data: Studi potong lintang. Tempat: Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Yogyakarta. Bahan dan cara kerja: Data-data ibu bersalin diperoleh dari catatan medik elektronik, buku register, dan buku catatan kamar bersalin di RS Dr. Sardjito tahun 1999-2003. Analisis yang digunakan variat, bivariat (chi-square), serta multivariat untuk mengetahui pengaruh musim terhadap preeklampsia dengan usia paritas dikontrol. Hasil: Diperoleh sebanyak 6.726 persalinan, dengan kasus preeklampsia sebanyak 926 (13,77%) ibu dari seluruh persalinan. Kejadian preeklampsia yang terendah terjadi pada bulan Januari (11,97%) dan tertinggi pada bulan Agustus (15,30%). Rerata usia adalah 31,0 ± 5,9 tahun, 81,1% ibu berusia 20-35 tahun. Usia ibu risiko tinggi (< 20 tahun dan > 35 tahun) meningkatkan risiko 1,65 kali dibanding dengan usia 20-35 tahun. Primigravida berisiko preeklampsia 0,96 kali dibanding multigravida. Kehamilan ganda meningkat risiko preeklampsia 2,36 kali dibandingkan dengan kehamilan tunggal (p=0,000). Musim terbukti secara statistik tidak berhubungan dengan kejadian preeklampsia (OR= 0,96; p=0,53). Kesimpulan: Musim tidak terbukti berhubungan dengan kejadian preeklampsia. Faktor risiko terhadap kejadian preeklampsia adalah usia ibu dan paritas. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-3: 139-42] Kata kunci: preeklampsia, musim, usia ibu, primigravida.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Volume 13. No. 3 July 2025 Volume 13. No. 2 April 2025 Volume 13. No. 1 January 2025 Volume 12 No. 4 October 2024 Volume 12 No. 3 Jully 2024 Volume 12 No. 2 April 2024 Volume 12 No. 1 January 2024 Volume 11 No. 4 October 2023 Volume 11 No. 3 July 2023 Volume 11 No. 2 April 2023 Volume 11 No. 1 January 2023 Volume 10 No. 4 Oktober 2022 Volume 10 No. 3 July 2022 Volume 10 No. 2 April 2022 Volume 10 No. 1 January 2022 Volume 9 No. 4 October 2021 Volume 9 No. 3 July 2021 Volume 9 No. 2 April 2021 Volume 9 No. 1 January 2021 Volume 8 No. 4 October 2020 Volume 8 No. 3 July 2020 Volume 8 No. 2 April 2020 Volume 8 No. 1 January 2020 Volume 7 No. 4 October 2019 Volume 7 No. 3 July 2019 Volume 7 No. 2 April 2019 Volume 7 No. 2 April 2019 Volume 7, No. 1 January 2019 Volume 7, No. 1 January 2019 Volume 6 No. 4 October 2018 Volume 6 No. 4 October 2018 Volume 6 No. 3 July 2018 Volume 6 No. 3 July 2018 Volume 6. No. 2 April 2018 Volume 6. No. 2 April 2018 Volume 6. No. 1. January 2018 Volume 6. No. 1. January 2018 Volume. 5, No. 4, October 2017 Volume. 5, No. 4, October 2017 Volume. 5, No. 3, July 2017 Volume. 5, No. 3, July 2017 Volume. 5, No. 2, April 2017 Volume. 5, No. 2, April 2017 Volume. 5, No. 1, January 2017 Volume. 5, No. 1, January 2017 Volume 4, No. 4, October 2016 Volume 4, No. 4, October 2016 Volume. 4, No.3, July 2016 Volume. 4, No.3, July 2016 Volume. 4, No. 2, April 2016 Volume. 4, No. 2, April 2016 Volume. 4, No. 1, January 2016 Volume. 4, No. 1, January 2016 Volume. 3, No. 4, October 2015 Volume. 3, No. 4, October 2015 Volume. 3, No. 3, July 2015 Volume. 3, No. 3, July 2015 Volume. 3, no. 2, April 2015 Volume. 3, no. 2, April 2015 Volume. 3, No. 1, January 2015 Volume. 3, No. 1, January 2015 Volume. 2, No. 4, October 2014 Volume. 2, No. 4, October 2014 Volume. 2, No. 3, July 2014 Volume. 2, No. 3, July 2014 Volume. 2, No. 2, April 2014 Volume. 2, No. 2, April 2014 Volume. 2, No. 1, January 2014 Volume. 2, No. 1, January 2014 Volume. 37, No. 2, April 2013 Volume. 37, No. 2, April 2013 Volume 37, No. 1, January 2013 Volume 37, No. 1, January 2013 Volume. 37, No. 1, January 2013 Volume. 1, No. 4, October 2013 Volume. 1, No. 4, October 2013 Volume. 1, No. 3, July 2013 Volume. 1, No. 3, July 2013 Volume. 36, No. 4, October 2012 Volume. 36, No. 4, October 2012 Volume. 36, No. 3, July 2012 Volume. 36, No. 3, July 2012 Volume. 36, No. 2, April 2012 Volume. 36, No. 2, April 2012 Volume. 36, No. 1, January 2012 Volume. 36, No. 1, January 2012 Volume. 35, No. 4, October 2011 Volume. 35, No. 4, October 2011 Volume. 35, No. 3, July 2011 Volume. 35, No. 3, July 2011 Volume. 35, No. 2, April 2011 Volume. 35, No. 2, April 2011 Volume. 35, No. 1, January 2011 Volume. 35, No. 1, January 2011 Volume. 34, No. 4, October 2010 Volume. 34, No. 4, October 2010 Volume. 34, No. 3, July 2010 Volume. 34, No. 3, July 2010 Volume. 34. No. 2, April 2010 Volume. 34. No. 2, April 2010 Volume. 34, No. 1, January 2010 Volume. 34, No. 1, January 2010 Volume. 33. No. 4, October 2009 Volume. 33. No. 4, October 2009 Volume. 33, No. 3, July 2009 Volume. 33, No. 3, July 2009 Volume. 33, No. 2, April 2009 Volume. 33, No. 2, April 2009 Volume. 33, No. 1, January 2009 Volume. 33, No. 1, January 2009 Volume. 32, No. 4, October 2008 Volume. 32, No. 4, October 2008 Volume. 32, No. 3, July 2008 Volume. 32, No. 3, July 2008 Volume. 32, No. 2, April 2008 Volume. 32, No. 2, April 2008 Volume. 32, No. 1, January 2008 Volume. 32, No. 1, January 2008 Volume. 31, No. 4, October 2007 Volume. 31, No. 4, October 2007 Volume. 31, No. 3, July 2007 Volume. 31, No. 3, July 2007 Volume. 31, No. 2, April 2007 Volume. 31, No. 2, April 2007 Volume. 31, No. 1, January 2007 Volume. 31, No. 1, January 2007 Volume. 30, No. 4, October 2006 Volume. 30, No. 4, October 2006 Volume. 30, No. 3, July 2006 Volume. 30, No. 3, July 2006 Volume. 30, No. 2, April 2006 Volume. 30, No. 2, April 2006 Volume. 30, No. 1, January 2006 Volume. 30, No. 1, January 2006 More Issue