cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TEKNIK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08521697     EISSN : 24609919     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu rekayasa/keteknikan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal TEKNIK meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan ilmiah yang dipublikasikan oleh Jurnal TEKNIK.
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Kajian Unjuk Kerja Termal Susunan Kapsul Phase-Change Material Non-Tumbuk di Dalam Tangki Pemanas Air Tenaga Surya Sistem Aktif Muhammad Nadjib; Tito Hadji Agung Santosa; Gaguk Marausna
TEKNIK Vol. 43, No. 3 (2022): December 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v43i3.42149

Abstract

Combination of phase-change material (PCM) and water as a heat storage medium in solar water heating tanks (SWH) has received the attention of researchers because of the high energy density of PCM. The encapsulation method is one way to place PCM in SWH's tank. This study investigates the thermal performance of installing a non-collision type capsule containing PCM in an SWH tank. The research uses an active SWH with a tank capacity of 60 liters. Paraffin wax is put into 24 cylindrical capsules; then, the capsules are installed in the tank, which forms a non-collision arrangement. Twenty pieces of thermocouples are placed both on the waterside and the PCM. The heating process uses a solar simulator for 160 minutes. The temperature data are used to analyze the SWH's thermal performance. The scenario is repeated with the same steps but using the flow spreader at the tank's inlet. The thermal performance results of the two methods are compared. The non-collision arrangement has unsatisfactory thermal performance. Adding a flow spreader increases the cumulative heat storage and collection efficiency by 46.78% and 49.52%, respectively.
Water Resource Management in Developing Countries: Synthesizing the Literature Edy Sriyono
TEKNIK Vol. 43, No. 3 (2022): December 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v43i3.46499

Abstract

The literature on water management is extensive, yet most publications have been concerned with the context of the developed world and much less with the developing context. This study aims to examine the extant research, provide an overview of the empirical research in the field of water resource management in a developing context, and provide several future research suggestions. To perform this analysis, we use R and Scimeetr to compile the resources and visualize the result systematically. The raw data were then reviewed and analyzed further. We find evidence that the field of water resource management in a developing-world context is presently divided into five major themes: water resources, water quality, water management, sustainability, and climate change. We find evidence, too, that most literature in the field of water resource management in developing contexts ironically came from developed countries, such as the United States (265), the United Kingdom (128), and China (98). It is expected that this study could be used as a stepping stone to move the literature on water resource management, particularly in the developing world, forward.
Metode Weight In Motion (WIM) dalam Menentukan Indikator Utama Penyebab Kongesti Perjalanan Truk Petikemas dari Pelabuhan Tanjung Emas ke Wilayah Hinterland Edward Danner Napitupulu; Muhammad Yamin Jinca; Bambang Riyanto
TEKNIK Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i1.50957

Abstract

Kelancaran lalu lintas petikemas terutama dari pelabuhan menuju lokasi hinterland dan begitu pula arah sebaliknya merupakan harapan dari semua pihak terkait. Perlu sinergi komponen system transportasi antara pelabuhan, fasilitas jalan dan truk petikemas. Sinergi yang terjadi guna meminimalisasi kongesti atas pergerakan petikemas dengan moda transportasi darat khususnya melalui truk petikemas. Indikator utama  terjadinya kongesti adalah faktor tanjakan sebagaimana hasil penelitian tahun 2013 atas faktor kongesti perjalanan truk dari Pelabuhan Tanjung Emas ke wilayah hinterlan yaitu Ungaran, Kabupaten Semarang.. Hasil tersebut tetap sama untuk hasil penelitian dan tahun 2019.  Dampak adanya faktor tanjakan ini adalah penurunan kecepatan tempuh ideal yang semestinya dialami oleh truk petikemas. Penelitian ini bertujuan menemukan besaran waktu tempuh di tanjakan dan karakteristik yang timbul atas dinamika perbedaan slope pada tanjakan dari hasil 60 sampling truk petikemas pada tahun 2019. Analisis dilakukan melalui metode Weight In Motion (WIM) dengan pengolahan persamaan regresi deskriptif dan uji model dengan software Minitab 18. Indikator tanjakan memberikan kontribusi kongesti sebesar 34,36% dibandingkan indikator lainnya sedangkan variabel yang mempengaruhi faktor tanjakan adalah kecepatan truk dan length of segment. Nilai perlambatan kecepatan tempuh yang terjadi sebesar 21,59 km/jam dengan konsumsi bahan bakar minyak sebesar 1,9 km per liter.
Deteksi Kerusakan Jalan Menggunakan Pengolahan Citra Deep Learning di Kota Semarang Bandi Sasmito; Bagus Hario Setiadji; Rizal Isnanto
TEKNIK Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i1.51908

Abstract

Jalan adalah kebutuhan krusial dalam aktivitas masyarakat. Jalan mempermudah akses transportasi dari tempat asal ke tujuan. Jalan juga penting sebagai infrastruktur transportasi darat untuk manusia dan barang. Namun, kondisi jalan yang tidak layak dapat menyebabkan kecelakaan. Pelacakan kondisi jalan sulit karena banyaknya jalan yang harus diperiksa. Penelitian ini menggunakan prinsip penginderaan jauh dengan teknologi Jaringan Syaraf Tiruan Deep Learning. YOLO (You Only Look Once) digunakan untuk deteksi kerusakan jalan. Hasil pendeteksian ditambahkan posisi atau lokasi dengan menggunakan Global Navigation Satellite System (GNSS), sehingga nantinya hasil deteksi dapat memberikan posisi atau lokasi yang akurat. Penelitian ini menghasilkan model identifikasi kerusakan jalan dengan nilai overall accuracy sebesar 88% dan nilai kappa accuracy sebesar 86% dan lokasi sebaran kerusakan yang memiliki koordinat posisi dengan akurasi RMSE sebesar ± 5,6 meter
Sifat Kekuatan Tarik dari Sambungan Tunggal Komposit Anyaman Serat Jute-Polypropylene dengan Metode Resistance Welding Ni Wayan Sugiarti; Mathias Noviantoro; I Gusti Ketut Sukadana; I Dewa Gede Ary Subagia
TEKNIK Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i1.41131

Abstract

Makalah ini menyampaikan hasil penelitian kekuatan tarik sambungan resistance welding (RW) dari komposit berbasis anyaman serat jute matrik polypropylene (JFRP). Metode RW dilakukan menggunakan pengaliran arus listrik pada kawat nikelin. Pada proses pengelasan untuk kawat nikelin adalah divariasikan yaitu ukuran diameter 0,3 mm dan 0,5 mm. Tujuan penelitian untuk menyelidiki kekuatan sambungan menggunakan metode RW menurut variasi diameter kawat nikelin. Pada pengujian masing-masing sampel diujikan sebanyak 5 kali pengulangan yang didasarkan pada standar ASTM D 638. Pengujian tarik dilakukan pada Universal Testing Machine (UTM) dengan cross head speed 3 mm/min, dan load cell 5 kN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JFRP dalam sambungan lapisan tunggal yang diikat dengan kawat nikelin berdiameter 0,5mm memiliki kekuatan tarik tertinggi dibandingkan dengan kawat nikelin berdiameter 0,3mm masing-masing adalah 213,58±0,05 MPa dan 210,34±0,05 MPa. Sementara itu, Modulus Young dari sambungan lapisan tunggal JFRP dengan diameter kawat nikelin berdiameter 0,3 mm memiliki nilai lebih tinggi dari kawat nikelin dengan diameter 0,5mm masing-masing adalah 8,16±0,05 GPa dan 8,44±0,05 GPa. Kemudian, regangan patah dari JFRP memiliki nilai yang sama 4% untuk kedua model sambungan. Kesimpulan menunjukkan bahwa pengelasan resistensi cukup menjanjikan untuk mengikat komposit termoplastik. Selain itu, diameter kawat nikelin adalah faktor penting yang mempengaruhi sifat mekanis sambungan.
Studi Komparasi Dampak Lingkungan Produksi Campuran Aspal Hangat Modifikasi Polimer EVA dengan Campuran Aspal Panas Skala Laboratorium Menggunakan Life Cycle Assessment (LCA) Christian Gerald Daniel; Khairina Canny; Fadhil Muhammad Firdaus; Darren Benedict Iskandar
TEKNIK Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i1.52052

Abstract

 Studi ini membandingkan dampak lingkungan dari produksi campuran aspal hangat (Warm Mix Asphalt – WMA) dimodifikasi polimer EVA dengan dosis 5% berat bitumen melalui metode pencampuran kering (dry mixing) dengan campuran aspal panas (Hot Mix Asphalt – HMA) standar pada skala laboratorium menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA,) dengan lingkup dari akuisisi bahan baku hingga produksi di laboratorium aspal Universitas Pelita Harapan. Kajian ini menggabungkan database CML-IA Midpoint dan Eurobitume serta pengukuran emisi di laboratorium. Hasil pengukuran menunjukkan penurunan pada suhu produksi WMA menghasilkan emisi CO2 dan Volatile Organic Compound (VOC) yang lebih rendah sebesar 41.82% - 46.96% dan 5.3% - 7.98% dibandingkan HMA. Emisi formaldehida pada produksi WMA menurun hingga 77-79%, maupun Particulate Matter (PM10, PM2.5, PM1) sebesar 74.95% - 81.42%, 77.31% - 85.11%, dan 81.96% - 89.19%. Analisis LCA menunjukkan dampak Global Warming Potential WMA modifikasi mengalami kenaikan 3.66% dan 5.95% dari HMA akibat penggunaan bahan tambah, tetapi menurun dari segi Freshwater Aquatic Ecotoxicity Potential sebesar 12.96% - 14.12%, serta Human Toxicity dan Photochemical Oxidation Potential sebesar 1.73%. Kesimpulan yang didapatkan yakni penggunaan EVA untuk modifikasi WMA pada dosis 5% dan 6% menghasilkan pengurangan dampak sebesar 3.48% dan 1.43% dibandingkan HMA dengan sifat mekanis sesuai standar Bina Marga 2018
Model Hidrogeologi Konseptual Untuk Estimasi Kapasitas Akuifer Pantai Gowa-Takalar, Sulawesi Selatan Muhammad Ramli; Djamaluddin Djamaluddin; Meinarni Thamrin; Nirmana Fiqra Qaidahiyani
TEKNIK Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i1.34007

Abstract

Kawasan Gowa-Takalar adalah pedataran pantai yang umumnya tersusun atas material endapan aluvial dan pantai. Material tersebut membentuk akuifer bebas yang telah dieksploitasi secara intensif sejak tahun 1990-an. Data kimia air tanah dua tahun terakhir mengindikasikan pengaruh intrusi air laut ke dalam akuifer. Hubungan antara pergantian musim hujan dan musim kemarau dengan sifat akuifer bebas merupakan kondisi penting untuk menjaga keberlanjutan air tanah di kawasan ini. Evaluasi perubahan kapasitas akuifer oleh potensi pengimbuhan karena perubahan musim telah dilakukan dengan pemodelan numerik menggunakan Visual MODFLOW Flex. Hasil simulasi menunjukkan bahwa imbuhan yang masuk ke dalam sistem akuifer pantai Gowa-Takalar didominasi oleh imbuhan dari sungai pada bulan Juli – September, sedangkan Oktober – Juni oleh infiltrasi dari air hujan
Mechanical Performance Analysis of Geopolymer Concrete using Fly Ash Tanjung Jati B for Sustainable Construction Materials Bobby Rio Indriyantho; Purwanto Purwanto; Rydell Riko
TEKNIK Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i1.52958

Abstract

The use of concrete as the primary building construction material caused serious problems in the construction industry. Concrete is not regarded as an environmentally friendly material since the use of cement results in high carbon emissions during the manufacturing process. One effort to replace cement without reducing concrete strength is to use fly ash as a concrete ingredient, which is known as geopolymer concrete. The goal of this research was to determine the basic mechanical properties of geopolymer concrete and compare it to conventional concrete with the same material proportions. The mix design of the three different proportions with the ratio of aggregates to binder as 70% : 30%, 60% : 40% and 50% : 50% was maintained such that the concrete mix has a good workability. As a result, the so-called workable fly ash-based geopolymer concrete has higher compressive strength, splitting tensile strength, and modulus of elasticity compared to conventional concrete, while its Poisson's ratio is slightly lower.
Manifestasi Tangible dan Intangible Rumah Tradisional Minangkabau di Nagari Tuo Pariangan Kabupaten Tanah Datar Rinaldi Mirsa; Muhammad Muhammad; Hendra A; Wiwi Anola Rosane
TEKNIK Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i1.49075

Abstract

Rumah gadang merupakan rumah tradisional yang terdapat di Sumatera Barat. Rumah Gadang merupakan rumah tinggal bagi kaum di Minangkabau yang harus dilestarikan. Melestarikan rumah tradisional merupakan suatu hal yang harus dilakukan oleh masyarakat. Rumah gadang yang perlu dilestarikan diantaranya berada di Nagari Tuo Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Perubahan sistem kehidupan masyarakat sebernarnya dapat mengancam rumah gadang, tetapi wilayah ini merupakan kampung yang masih menggunakan rumah gadang sebagai tempat tinggal. Rumah gadang merupakan perwujudan dalam bentuk rumah tradisional, sikap hidup yang dimanifestasikan secara tangible dan intangible. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manifestasi tangible dan intangible pada rumah gadang. Manifestasi memiliki bentuk atau wujud, tangible berwujud nyata dan intangible yang tidak berwujud. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan survei, wawancara, dan dokumentasi langsung ke lapangan. Hasil penelitian menunjukkan manifestasi tangible (karakteristik fisik) pada rumah gadang memiliki keseragaman dan perbedaan pada bentuk fisik dan bahan terlihat pada bentuk atap, dinding, pintu, tangga, jendela dan ornamen atau ragam hias pada rumah gadang. Spasial ruang pada rumah gadang memiliki pengaturan dan komposisi ruang yang sederhana. Spasial ruang pada rumah gadang terdiri dari lanjar tepi, lanjar tengah, lanjar dalam, lanjar bilik, dan dapur. Adapun manifestasi intangible yang terungkap dalam perwujudan unsur arsitektural adalah pada bentuk fisik dan bahan dari rumah gadang berupa unsur filosofi bentuk atap, dinding, perletakan pintu, jendela, perletakan tangga, dan bentuk ornamen dan ragam hias pada rumah gadang. Spasial ruang pada rumah gadang memiliki makna tertentu dalam penentuan letak ruang, jumlah kamar dan luas rumah
Penilaian Persepsi Risiko Keselamatan Kerja pada Proyek Konstruksi menggunakan Adaptasi Kuesioner Municipal Public Health Rotterdam-Rijnmond Novie Susanto; Septina Graselia Lumbantobing; Heru Prastawa
TEKNIK Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i1.50304

Abstract

Penyebab kecelakaan kerja dalam pekerjaan konstruksi masih didominasi oleh kurangnya pemahaman informasi, tingkat pengetahuan rendah dan persepsi pekerja rendah terkait kesehatan dan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menilai persepsi risiko keselamatan kerja pada proyek. Penelitian ini dilakukan di Proyek Konstruksi tower Sutt dan pembangunan rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Variabel penelitian ini dibagi menjadi empat variabel utama yakni perasaan aman atau tidak aman dalam melakukan proses kerja, persepsi pekerja menilai keseriusan kecelakaan yang mungkin terjadi, kecemasan pekerja mengalami kecelakaan kerja dan kecemasan kegagalan teknologi serta keyakinan pekerja bahwa tindakan pencegahan yang selama ini dilakukan sudah efektif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan kuesioner persepsi risiko yang mengadaptasi Municipal Public Health. Pengambilan data dilakukkan secara langsung (offline). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kerja yang dilakukan cukup sulit dengan risiko bahaya yang tinggi dan pekerja masih sulit memahami area kerja, proses kerja dan standard keselamatan meskipun sudah dilakukan Toolbox meeting. Faktor lain yang berpengaruh terhadap persepsi risiko adalah faktor lingkungan, faktor atau dorongan sosial, dan dukungan apresiasi kerja sangat dibutuhkan oleh pekerja. Adanya kecukupan pengetahuan yang diterima membuat pekerja semakin waspada, memahami proses kerja yang dilakukan dan meningkatkan persepsi risiko pekerja

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 46, No 3 (2025): Vol 46, No 3 (2025): July 2025 Publication in-progress Vol 46, No 3 (2025): Juli 2025 Vol 46, No 2 (2025) April 2025 Vol 46, No 1 (2025) January 2025 Vol 45, No 3 (2024): December 2024 Vol 45, No 2 (2024): August 2024 Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024 Vol. 44, No. 3 (2023): December 2023 Vol. 44, No. 2 (2023): August 2023 Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023 Vol. 43, No. 3 (2022): December 2022 Vol. 43, No. 1 (2022): May 2022 Vol 42, No. 3 (2021): December 2021 Vol. 42, No. 2 (2021): August 2021 Vol 41, No. 3 (2020): December 2020 Vol 41, No. 2 (2020): August 2020 Vol 41, No. 1 (2020): May 2020 Vol 40, No. 3 (2019): Desember 2019 Vol 40, No. 2 (2019): Agustus 2019 Vol 40, No. 1 (2019): Mei 2019 Vol 39, No. 2 (2018): Desember 2018 Vol 39, No 1 (2018): (July 2018) Vol 38, No 2 (2017): (Desember 2017) Vol 38, No 1 (2017): (Juli 2017) Vol 37, No 2 (2016): (Desember 2016) Vol 37, No 1 (2016): (Juli 2016) Vol 36, No 2 (2015): (December 2015) Vol 36, No 1 (2015): (Juli 2015) Vol 35, No 2 (2014): (Desember 2014) Vol 35, No 1 (2014): (July 2014) Volume 34, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 34, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 34, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 33, Nomor 2, Tahun 2012 Volume 33, Nomor 1, Tahun 2012 Volume 29, Nomor 3, Tahun 2008 Volume 32, Nomor 3, Tahun 2011 Volume 32, Nomor 2, Tahun 2011 Volume 32, Nomor 1, Tahun 2011 Volume 31, Nomor 2, Tahun 2010 Volume 31, Nomor 1, Tahun 2010 Volume 30, Nomor 3, Tahun 2009 Volume 30, Nomor 2, Tahun 2009 Volume 30, Nomor 1, Tahun 2009 Volume 29, Nomor 2, Tahun 2008 Volume 29, Nomor 1, Tahun 2008 Volume 28, Nomor 3, Tahun 2007 Volume 28, Nomor 2, Tahun 2007 Volume 28, Nomor 1, Tahun 2007 In Press More Issue