cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TEKNIK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08521697     EISSN : 24609919     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu rekayasa/keteknikan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal TEKNIK meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan ilmiah yang dipublikasikan oleh Jurnal TEKNIK.
Arjuna Subject : -
Articles 531 Documents
Analisis Pengaruh Posisi Side hull terhadap Karakteristik Rolling Motion dengan Metode Trochoidal Curve pada Kapal Trimaran Wilma Amiruddin; Hartono Yudo
TEKNIK Vol 44, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i2.55135

Abstract

Modifying a fishing boat into a trimaran will expand the ship's deck. In this modification process, the position of the side hull will influence the rolling motion characteristics of the ship. The objective of this study is to see the probability of synchronism. Synchronism is a situation that can cause a large forced oscillation. Two ship models are analyzed, the ship model 1 (12 x 10) and the ship model 2 (10 x 12). The analysis was carried out based on hydrostatic calculations using Delftship and energy changes with the Trochoidal Curve theory approach. The analysis results show that all models have a high probability of synchronization conditions. The position of the side hull does not significantly affect the model for fixed displacement. Ship model 1 has a period (T) of 2.4 s, and ship model 2 has a  period (T) of 2 s. This value is relatively low compared to the value of the rolling period of the monohull, where the period (T) is  6 s and the minimum limit for fishing vessels (T) is 5.5 s. This change produces a significant rolling motion transverse.
Peningkatan Akurasi Konsentrasi Pemberian Pupuk Pada Sistem Hidroponik Menggunakan Programmable Logic Controller Ali Sadiyoko; Kevin Adi Perdana; Christian Fredy Naa
TEKNIK Vol 44, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i2.53301

Abstract

Hidroponik adalah sebuah metode bercocok tanam dengan menggunakan air sebagai media untuk menyimpan nutrisi (pupuk/ zat hara) yang dibutuhkan oleh tanaman. Oleh sebab itu, konsentrasi pupuk terlarut di dalam air sangat menentukan bagi pertumbuhan tanaman. Metode pengukuran pupuk terlarut di sistem hidroponik biasa dilakukan dengan mengukur nilai Electrical Conductivity (EC) dan Total Dissolved Solids (TDS) larutan. Namun, karena proses pengukuran EC dan TDS yang tidak dilakukan terus menerus, maka hal ini dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi terganggu. Pada penelitian ini, dirancang sebuah sistem kontrol konsentrasi pupuk otomatis berdasar atas nilai EC yang dapat dimonitor terus menerus. Proses kontrol konsentrasi pupuk akan dilakukan secara otomatis dengan menggunakan Programmable Logic Controller (PLC), yang dilengkapi dengan sensor TDS  dan beberapa pompa. Pengukuran nilai EC dilakukan secara tidak langsung dengan menggunakan sebuah sensor TDS. Pengujian sistem rancangan dilakukan selama 8 hari, dimana selama masa tersebut, rancangan sistem kontrol konsentrasi pupuk otomatis ini berhasil menjaga nilai EC di antara 0,844 mS/cm hingga 1,051 mS/cm. Nilai EC standar yang diperlukan oleh tanaman selada adalah 0,8 mS/cm ~ 1,2 mS/cm.  Hal ini menunjukkan bahwa sistem ini lebih akurat dari sistem yang menjadi referensi, yang mampu menjaga nilai EC di nilai antara 0,8 mS/cm hingga 1,2 mS/cm.
Reka Bentuk Alat Angkut Ergonomis Tanaman Hortikultura untuk Menurunkan Sindrom Musculoskeletal Resalfa Amelza Wibowo; Hartomo Soewardi
TEKNIK Vol 44, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i2.50281

Abstract

Hortikultura merupakan aktivitas budidaya tanaman kebun berupa buah, sayur, bunga, dan tanaman hias. Aktivitas ini melibatkan beragam kegiatan mulai dari pembibitan hingga pendistribusian masal. Alat angkut merupakan perlengkapan pengangkutan tanaman dalam rangka mendukung kelancaran proses tersebut. Berdasarkan studi awal, pemindahan tanaman masih dilakukan secara manual dengan pengangkatan kotak seberat 9-10 kg satu per satu. Kondisi ini mengakibatkan potensi ketidakefektifan dan ketidaknyamanan dalam proses kerja yaitu adanya keluhan pada bagian bahu kanan (29%), lengan bagian kiri atas (57%) dan kanan atas (71%), lengan kiri dan kanan bagian bawah (100%), pergelangan tangan kanan (57%), dan tangan kanan (43%). Dengan demikian, modifikasi alat angkut agar lebih ergonomis penting dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat angkut menggunakan prinsip ergonomi. Metode Quality Function Deployment (QFD) diterapkan untuk menentukan spesifikasi desain alat angkut agar sesuai dengan kebutuhan. Survey dilakukan untuk mengindentifikasi atribut kebutuhan pengguna. Uji statistik dilakukan untuk pengujian hipotesis. Hasil penelitian membuktikan desain rancangan adalah valid memenuhi apa yang diperlukan oleh pengguna pada tingkat signifikansi 5% yaitu nyaman, mudah digunakan, kuat, serta efektif. Desain yang dirancang mampu menurunkan risiko terjadinya sindrom musculoskeletal sebesar 60% dari berisiko tinggi menjadi rendah. Dengan demikian, desain yang dikembangkan menjadi lebih nyaman dan efektif untuk dioperasikan.
Studi Eksperimental Penggunaan Bahan Tambah Limbah Ban Karet dengan Metode Pencampuran Bertahap terhadap Kinerja Campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course Iqbal Iqbal; Miftahul Fauziah
TEKNIK Vol 44, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi perkerasan di Indonesia sering kali tidak mencapai umur rencana selama masa pelayanan.  Hal ini dapat menyebabkan kerusakan. Perlu adanya campuran perkerasan yang memiliki daya dukung dan keawetan yang baik, tidak peka terhadap cuaca serta aman bagi lingkungan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kinerja campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) dengan penambahan limbah ban karet dan pengaruh metode pencampuran. Studi ini dilakukan beberapa tahapan pengukuran di laboratorium. Diantaranya pengujian sifat fisik agregat, penentuan nilai kadar aspal optimum dan melakukan pengujian untuk mengukur beberapa karakteristik yaitu Marshall, Index Retained Strenght (IRS), Indirect Tensile Strenght (ITS), Tensile Strenght Ratio Test (TSR), Cantabro Loss (CL), dan Asphalt Flow Down (AFD) dengan kadar penambahan serbuk ban karet 0%, 2%, 4% dan 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran HRS-WC dengan penambahan serbuk ban karet mampu memperbaiki karakteristik Marshall pada sifat volumetriknya. Sedangkan pada sifat mekanisnya dengan penambahan serbuk ban karet 2% mampu memperbaiki kinerja stabilitas. Karakteristik ITS dengan penambahan serbuk ban karet 2% dan 4% mampu memperbaiki kinerja campuran, sedangkan pada karakteristik TSR hanya pada kadar penambahan 2%. Karakteristik IRS, CL, dan AFD dengan penambahan serbuk ban karet mampu memperbaiki kinerja campuran. Penggunaan metode pencampuran bertahap menghasilkan kinerja lebih baik dibandingkan dengan metode pencampuran konvensional.
Metode Pemasangan Instrumen Keamanan Bendungan Lausimeme Henu Satya Aliputa; Sukamta Sukamta; Hari Nugroho
TEKNIK Vol 45, No 1 (2024)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat metode pemasangan instrumen keamanan Bendungan Lausimeme sesuai gambar kerja (shopdrawing) dan keadaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 Piezometer Vibrating Wire (PVW), 4 Inklinometer, 4 Multilayer Settlement, dan 8 Open Standpipe Piezometer dipasang dengan pengeboran. Total kedalaman pengeboran untuk pemasangan instrumen adalah 438,92 m. Sebanyak 42 PVW, 9 Crest Settlement Survey Point, dan 21 Surface Settlement Survey Point dipasang bersamaan tubuh bendungan. Sebanyak 1 Seepage Measuring Device, 1 Seismograf dan 1 Observation Well dipasang diluar tubuh bendungan. Tahapan umum pemasangan dengan pengeboran dimulai dengan persiapan instrumen, marking titik pengeboran, pengeboran, pemasangan instrumen, pembacaan instrumen, pengisian lubang bor, dan penempatan pipa/kabel. Pemasangan instrumen bersamaan dengan tubuh bendungan dimulai dengan persiapan instrumen, marking titik, pemasangan instrumen, dan pembacaan instrumen. Instrumen observation well yang dipasang diluar tubuh bendungan memiliki tahap yang sama seperti pisometer pipa terbuka. Seepage measuring device dan seismograf memiliki tahap pekerjaan yang bervariasi. Sumber daya utama yang diperlukan untuk pengeboran adalah tim pengeboran, material pengisi lubang bor, dan 1 set alat bor kering. Sumber daya utama untuk pemasangan bersamaan dengan tubuh bendungan adalah waterpass dan handtamper. Kontraktor harus menyiapkan sumberdaya yang dibutuhkan 1 bulan sebelum pekerjaan dimulai.
Implementasi Multi-Method Modeling untuk Mendukung Keterpaduan Perencanaan Pembangunan di Sub DAS Srep, Kabupaten Kudu Sriyana Sriyana; Wied Wiwoho Winaktoe
TEKNIK Vol 44, No 3 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i3.56875

Abstract

Tata kelola pembangunan yang lemah terindikasi menjadi penyebab ancaman bencana kelangkaan air di Indonesia pada tahun 2045. Tata kelola tersebut khususnya terkait keterpaduan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS).  Penelusuran terhadap praktik mutakhir komunitas Internasional menunjukkan bahwa multi-method modeling menjadi rekomendasi untuk diaplikasikan. Tujuan riset ini adalah menerapkan multi-method modeling yang didukung oleh eksaminasi hubungan kausal terhadap parameter pembentuk sub kriteria klasifikasi DAS dan merestrukturisasi hasil-hasil tersebut melalui DPSIR. Adapun lokasi kajian berada di Sub DAS Srep, Jawa Tengah dan dataset merupakan data-data yang diperoleh melalui dokumen kajian sub DAS Srep, Indeks Desa Membangun, dan survey pada periode 2015-2020.  Hasil riset menunjukkan bahwa (1) sub terdapat sub kriteria yang menjadi prasyarat atau penentu keberhasilan sub kriteria klasifikasi DAS lainnya; (2) informasi hubungan eksogenik yang diformulasi secara saintifik dapat membantu sektor-sektor mengetahui posisinya dan hubungannya terhadap sektor lainnya agar dapat bersinergi secara subtantif maupun ketepatan dalam jadwal pelaksanaan. Hal ini dapat memperjelas akar masalah, meningkatkan keterpaduan perencanaan dan mereduksi kelemahan kordinasi dan tumpang-tindih kegiatan; (3) analisis secara isolatif tidak sensitif terhadap dampak yang ditimbulkan pada parameter atau sub kriteria lain dalam DAS.  
Analysis of the Time Cost Trade-Off Method Application on Tug Boat 135 GT Repair Projects Owned by PT. Pelabuhan Indonesia II Ari Wibawa Budi Santosa; Andi Trimulyono; Anugrah Firnandito; Joko Subekti; Eko Sasmito Hadi
TEKNIK Vol 45, No 1 (2024)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.52415

Abstract

In the project implementation process, there is still the possibility of delays, as in the case of the Tanjung Buyut I Tug Boat ship repair project - 206 135 GT calculations are needed to accelerate the project to determine the optimum time and cost. One method that can be used in accelerating projects / crashing projects is the Time Cost Trade-Off method. This method can be used to solve this problem by adding specific alternatives such as working hours, labor, and other things with the minimum additional cost. In this study, an alternative acceleration was carried out by adding manpower and working hours duration of 1 to 4 hours which would be applied to the Hull repair project for the Tug Boat Tanjung Buyut I-206 135 GT. Based on the results of the analysis that has been carried out on the work of the Hull section, which is included in the critical activity, it is obtained that the most optimum duration acceleration is the addition of working hours (overtime) for 3 hours and an additional workforce of 24 peoples which results in an acceleration of time of 17 days from the normal duration of 60 days to 43 days with a time efficiency of 28%, as well as a cost reduction of IDR 19,700,000 or around 3.34% compared to the normal duration fee of IDR 571,950,000 to IDR 552,250,000.
A Review on Digital Microscopic Images for Plasmodium Parasite Detection Sapto Nisworo; Alifia Revan Prananda
TEKNIK Vol 44, No 3 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v44i3.53990

Abstract

Indonesia is one of the regions that contribute to the increasing number of malaria cases. In 2019, more than 250 million malaria cases were found in Indonesia. This phenomenon is caused by several factors, including the examination procedure. In Indonesia, the digital microscopic examination has become the gold standard procedure in detecting and diagnosing malaria, whereas this procedure requires considerable expertise. Hence, the rapid examination is difficult to ensure. In order to overcome this problem, several methods of malaria detection have been proposed with a different approach. Image processing and computer vision techniques have become a powerful approach in the development of early detection systems called computer-aided detection (CADe) and computer-aided diagnosis (CADx). Several previous findings reported their contributions in detecting Plasmodium parasites using image processing and computer vision. Recently, artificial intelligence, including machine learning and deep learning, also offered outstanding results in detecting the Plasmodium parasite. This paper aims to present a scientific review of recent image processing and computer vision applications for the development of CADe or CADx in order to assist the doctor in doing rapid detection and diagnosis.
Analisis Nilai Lugeon dan Grout Take Berdasarkan Hasil Trial Grouting pada Sandaran Kanan Bendungan Ameroro untuk Mengidentifikasi Korelasi Nilai Lugeon dengan Kondisi Geologi Batuan Pondasi Zhafarina Malaha Nasmiarta; Suharyanto Suharyanto; Sukamta Sukamta; Agung Permana
TEKNIK Vol 45, No 1 (2024)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59324

Abstract

Pondasi Bendungan Ameroro tersusun dari batuan metamorf sekis yang memiliki sebaran kekar terbuka dengan jarak spasi rata-rata 12,5 cm dan bukaan kekar 1-5 cm. Hal tersebut dapat berpotensi terjadinya rembesan air melalui sela-sela rekahan sehingga diperlukan adanya perbaikan pondasi pada Bendungan Ameroro dengan metode grouting. Sebelum dilakukan pekerjaan grouting, dilakukan pekerjaan trial grouting. Penelitian ini dilakukan untuk melihat korelasi nilai lugeon dengan kondisi geologi batuan pondasi. Metode yang dilakukan adalah uji permeabilitas (uji lugeon). Dari hasil uji lugeon, di lubang pilot, lubang primer dan lubang sekunder menunjukkan bahwa semakin dalam lubang trial grouting, nilai lugeon akan semakin kecil sedangkan semakin besar nilai lugeon, grout take akan semakin besar. Namun, pada lubang cek terdapat nilai lugeon yang masih tinggi di kedalaman 10 meter yaitu 5,17 – 8,14, di kedalaman 20 – 25 meter juga memiliki nilai yang tinggi yaitu 4,86. Hal ini sesuai dengan peta geologi pada sandaran kanan sedalam 35 meter memiliki struktur batuan yang kurang bagus sehingga memiliki nilai lugeon cukup tinggi dan besar grout take tinggi.
Evaluasi Deformasi Vertikal Timbunan Tubuh Bendungan Sepaku Semoi Berdasarkan Data Pembacaan Multilayer Settlement Menggunakan Metode Prediksi Deformasi Saat Konstruksi Pratama, Sadewa Eka; Sukamta, Sukamta
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.60088

Abstract

Pelaksanaan konstruksi Bendungan Sepaku Semoi dimulai pada Tahun 2020, tipe bendungannya berupa timbunan tanah homogen dan dilakukan pekerjaan timbunan terhadap tubuh bendungannya. Adanya faktor tahapan pekerjaan timbunan yang pada setiap fase akan menambah ketinggian tubuh bendungan serta faktor kualitas pemadatan timbunan tubuh bendungan dapat menyebabkan risiko kegagalan bendungan semakin meningkat. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku deformasi vertikal dari timbunan tubuh Bendungan Sepaku Semoi agar keamanan tubuh bendungan terjamin pada saat pelaksanaan konstruksi. Identifikasi perilaku deformasi vertikal pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengevaluasi data pembacaan instrumentasi multilayer settlement terhadap kriteria penerimaan menggunakan metode prediksi deformasi saat konstruksi yang terdiri dari tiga metode yaitu total settlement, korelasi vertical strain vs fill height above, dan settlement index. Hasil evaluasi metode total settlement pada seluruh multilayer settlement menghasilkan perilaku normal, begitu juga dengan evaluasi metode korelasi vertical strain vs fill height above menghasilkan perilaku normal, serta evaluasi metode settlement index menghasilkan perilaku normal. Dari ketiga hasil evaluasi metode prediksi deformasi saat konstruksi tersebut dapat disimpulkan bahwa secara garis besar, perilaku deformasi vertikal saat pelaksanaan konstruksi Bendungan Sepaku Semoi mempunyai perilaku normal dan tidak melampaui batas dari kriteria yang diizinkan.

Filter by Year

2007 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 47, No 1 (2026) Vol 46, No 3 (2025): Vol 46, No 3 (2025): July 2025 Publication in-progress Vol 46, No 3 (2025): Juli 2025 Vol 46, No 2 (2025) April 2025 Vol 46, No 1 (2025) January 2025 Vol 46, No 3 (2025) Vol 46, No 2 (2025) Vol 46, No 1 (2025) Vol 45, No 3 (2024): December 2024 Vol 45, No 2 (2024): August 2024 Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024 Vol 45, No 3 (2024) Vol 45, No 2 (2024) Vol 45, No 1 (2024) Vol. 44, No. 3 (2023): December 2023 Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023 Vol 44, No 3 (2023) Vol 44, No 2 (2023) Vol 44, No 1 (2023) Vol. 43, No. 3 (2022): December 2022 Vol. 43, No. 1 (2022): May 2022 Vol 43, No 3 (2022) Vol 43, No 2 (2022) Vol 43, No 1 (2022) Vol 42, No. 3 (2021): December 2021 Vol. 42, No. 2 (2021): August 2021 Vol 42, No 3 (2021) Vol 42, No 2 (2021) Vol 42, No 1 (2021) Vol 41, No. 3 (2020): December 2020 Vol 41, No. 2 (2020): August 2020 Vol 41, No. 1 (2020): May 2020 Vol 41, No 3 (2020) Vol 41, No 2 (2020) Vol 41, No 1 (2020) Vol 40, No. 3 (2019): Desember 2019 Vol 40, No. 2 (2019): Agustus 2019 Vol 40, No. 1 (2019): Mei 2019 Vol 40, No 3 (2019) Vol 40, No 2 (2019) Vol 40, No 1 (2019) Vol 39, No. 2 (2018): Desember 2018 Vol 39, No 1 (2018): (July 2018) Vol 39, No 2 (2018) Vol 39, No 1 (2018) Vol 38, No 2 (2017): (Desember 2017) Vol 38, No 1 (2017): (Juli 2017) Vol 38, No 2 (2017) Vol 38, No 1 (2017) Vol 37, No 2 (2016): (Desember 2016) Vol 37, No 1 (2016): (Juli 2016) Vol 37, No 2 (2016) Vol 37, No 1 (2016) Vol 36, No 2 (2015): (December 2015) Vol 36, No 1 (2015): (Juli 2015) Vol 36, No 2 (2015) Vol 36, No 1 (2015) Vol 35, No 1 (2014): (July 2014) Vol 35, No 2 (2014) Vol 35, No 1 (2014) Vol 34, No 3 (2013) Volume 34, Nomor 3, Tahun 2013 Vol 34, No 2 (2013) Volume 34, Nomor 2, Tahun 2013 Vol 34, No 1 (2013) Volume 34, Nomor 1, Tahun 2013 Vol 33, No 2 (2012) Volume 33, Nomor 2, Tahun 2012 Vol 33, No 1 (2012) Volume 33, Nomor 1, Tahun 2012 Volume 32, Nomor 3, Tahun 2011 Vol 32, No 3 (2011) Vol 32, No 2 (2011) Volume 32, Nomor 2, Tahun 2011 Volume 32, Nomor 1, Tahun 2011 Vol 32, No 1 (2011) Vol 31, No 2 (2010) Volume 31, Nomor 2, Tahun 2010 Volume 31, Nomor 1, Tahun 2010 Vol 31, No 1 (2010) Volume 30, Nomor 3, Tahun 2009 Vol 30, No 3 (2009) Volume 30, Nomor 2, Tahun 2009 Vol 30, No 2 (2009) Vol 30, No 1 (2009) Volume 30, Nomor 1, Tahun 2009 Volume 29, Nomor 3, Tahun 2008 Vol 29, No 3 (2008) Vol 29, No 2 (2008) Volume 29, Nomor 2, Tahun 2008 Vol 29, No 1 (2008) Volume 29, Nomor 1, Tahun 2008 Vol 28, No 3 (2007) Volume 28, Nomor 2, Tahun 2007 Vol 28, No 2 (2007) Vol 28, No 1 (2007) Volume 28, Nomor 1, Tahun 2007 In Press More Issue