cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2014)" : 30 Documents clear
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERTANAMAN PADI SAWAH IRIGASI KELOMPOK TANI MEKAR DESA TULUNG BALAK KECAMATAN BATANGHARI NUBAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Tahtia Sarasmi Astungkara; Tamaluddin Syam; Niar Nurmauli; Ali Kabul Mahi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.846 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2114

Abstract

Tanaman padi merupakan tanaman yang sangat penting di Indonesia dikarenakan sebagian besar penduduk Indonesia mengonsumsi beras sebagai bahan pangan pokok. Untuk mencapai produksi yang optimal, tanaman padi sebaiknya ditanampada lahan yang sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman tersebut. Penilaian kesesuaian lahan sangatlah diperlukan guna mendapatkan informasi mengenai kualitas dan karakteristik lahan yang sesuai, sehingga dapat diketahui kelas kesesuaian lahan dan faktor pembatasnya, maka dapat ditentukan tingkat pengelolaan yang diperlukan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan kualitatif dan kuantitatif pertanaman padi sawah irigasi Kelompok Tani Mekar Desa Tulung Balak Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur yang dilaksanakan pada Bulan Januari sampai Maret 2013 dengan menggunakan metode survei dan pendekatan evaluasi lahan secara paralel, yaitu melakukan analisis fisik lingkungan berdasarkan kriteria biofisik tanaman padi sawah irigasi dan analisis kelayakan usaha budidaya tanaman padi sawah irigasi dengan menilaiNet Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C ratio) dan Internal Rate of Return (IRR) untuk data selama 4 musim tanam. Hasil penelitian menunjukkan, lahan pertanaman padi sawah irigasi Kelompok Tani Mekar Desa Tulung Balak Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur termasuk kedalam kategori kelas kesesuaian lahan cukup sesuaidengan faktor pembatas berupa kejenuhan basa dan C-organik (S2 nr), dan secara finansial menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan, kelayakan usaha ini dibuktikan dari hasil perhitungan yang menunjukkan bahwa nilai NPV rata-rata sebesar Rp 49.725.671,-, Net B/C ratio rata-rata sebesar 2,93, dan IRR rata-rata sebesar23,82% tahun -1 .
PENGARUH BEBERAPA EKSTRAK TANAMAN TERHADAP PENYAKIT BULAI PADA JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) Winda Giofanny; Joko Prasetyo; Efri Efri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.978 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2076

Abstract

Penyakit bulai merupakan penyakit utama tanaman jagung di Indonesia. Alternatif pengendalian penyakit yang mulai dikembangkan adalah penggunaan fungisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun cengkeh, daun mengkudu dan bawang putih untuk menekan keterjadiaan penyakit bulai pada tanaman jagung manis. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri atas ekstrak daun cengkeh, daun mengkudu, bawang putih dan fungisida metalaksil. Persentase keterjadian penyakit bulai yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun cengkeh, daun mengkudu dan bawang putih efektif dalam menekan keterjadian penyakit bulai dan lebih efektif dibandingkan aplikasi fungisida metalaksil. Ekstrak daun mengkudu dan bawang putih lebih efektif dibandingkan dengan ekstrak daun cengkeh dan fungisida pembanding.
PENGARUH PEMBERIAN ASAM HUMAT (BERASAL DARI BATUBARA MUDA) DAN PUPUK N TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) Mira Restida; Sarno Sarno; Yohannes Cahya Ginting
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.095 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2109

Abstract

Tomat merupakan tanaman sayuran buah yang banyak dikonsumsi masyarakat karena memiliki kandunagn vitamin yang baik bagi tubuh. Namun produksitvitas tomat masih tergolong rendah. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas tersebut yaitu pemupukan yang belum memenuhi kebutuhan tanaman, sehingga dilakukan upaya untuk meningkatkan produktivitas dengan cara mengkombinasikan pupuk kimia dengan pupuk organik yaitu asam humat dan N. Asam humat merupakan hasil akhir dari dekomposisi bahan organik yang dapat digunakan sebagai pupuk. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan N dan asam humat, serta interaksi antara pupuk N dan asam humat terhadap pertumbuhan dan produksi tomat.  Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) secara faktorial 2x5 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah pemupukan N, yaitu N0= tanpa N dan N1= 17,5 g Urea/tanaman. Faktor kedua yaitu pemberian asam humat dengan konsentrasi 0, 50, 100, 150, dan 200 mg L -1 . Data yang diperoleh diuji homogenitasnya menggunakan uji Bartlett, aditivitas data menggunakan uji Tukey, dan untuk membedakan pengaruh asam humat digunakan uji polynomial ortogonal pada á = 0,05 dan á = 0,01. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada perlakuan tanpa N, asam humat meningkatkan indeks kehijauan daun, tetapi bila diberi N hubungannya tidak nyata terhadap indeks kehijauan daun dan meningkat secara kuadratik terhadap tinggi tanaman, serta meningkat secara linier terhadap jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman.
PENGGUNAAN Trichoderma sp. SEBAGAI AGENSIA PENGENDALIAN TERHADAP Pyricularia oryzae Cav. PENYEBAB BLAS PADA PADI Yulida Sarif Hidayat; Muhammad Nurdin; Suskandini Ratih D
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.502 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2071

Abstract

Salah satu kendala dalam budidaya tanaman padi adalah penyakit blas padi yang disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae Cav. Salah satu cara pengendalian yang dapat dilakukan adalah penggunaan agensia hayati ramah lingkungan. Penelitian inibertujuan mengetahui keefektifan Trichoderma sp. untuk menghambat pertumbuhan Pyricularia oryzae Cav. in vitro. dan mengetahui keefektifan Trichoderma sp.untuk mengurangi keparahan penyakit blas pada tanaman padi di lapangan. Penelitianini terdiri dari dua sub percobaan, pertama yaitu sub percobaan secara in vitro untuk menguji antagonisme Trichoderma sp. terhadap Pyricularia oryzae serta sub percobaan yang kedua yaitu menguji kefektifan Trichoderma sp. mengurangi keparahan penyakit blas pada tanaman padi di lapangan. Pada sub percobaan kedua disusun dalam rancangan acak lengkap dengan dua perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan terdiri atas perlakuan benih disertai dengan penyemprotan suspensi konidia Trichoderma sp. terhadap padi kultivar Ciherang (T1) dan kontrol tanpa pemberian Trichoderma sp. (T0). Data keparahan penyakit yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (Anova), dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf nyata 5% atau 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichoderma sp. mampu menghambat pertumbuhan Pyricularia oryzae secarain vitro dan perlakuan perendaman benih serta penyemprotan menggunakan suspensi konidia Trichoderma sp. mengurangikeparahan penyakit blas pada tanaman padi.
PENGARUH BENZILADENIN DAN VITAMIN B TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK DENDROBIUM Dea Resty Noventa; Sri Ramadiana; Rugayah Rugayah; Yusnita Yusnita
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.321 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2047

Abstract

Dendrobium adalah salah satu anggrek epifit yang banyak diminati oleh masyarakat. Permintaan anggrek Dendrobium semakin meningkat setiap tahunnya, akan tetapi anggrek memiliki tipe pertumbuhan yang lambat sehingga untuk membantu pertumbuhan dan perkembangannya, anggrek membutuhkan zat pengatur tumbuh. Selain itu, anggrek juga membutuhkan vitamin sebagai katalisator dalam proses metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi benziladenin terhadap pertumbuhan bibit anggrek Dendrobium yang berasal dari bibit botolan, pemberian vitamin B terhadappertumbuhan bibit anggrek Dendrobium yang berasal dari bibit botolan, dan ada atau tidaknya interaksi antara peningkatan konsentrasi benziladenin dan vitamin B terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari bulan Maret sampai September 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan disusun secara faktorial (3x2). Faktor pertama adalah konsentrasi BA 20; 40; dan 60 mg/l dan faktor kedua adalah vitamin B 0 g/l (tanpa vitamin B) dan vitamin B 1 g/l. Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali dan masing-masing percobaan terdiri dari 10 bibit anggrek Dendrobium dengan sampel percobaan 5 bibit tanaman. Homogenitas ragam antar perlakuan diuji dengan uji Bartlett. Apabila kedua asumsi terpenuhi dilanjutkan dengan analisis ragam dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan BA 20 mg/l menghasilkan pertumbuhan terbaik tanaman jika dibandingkan dengan BA 40 dan 60 mg/l. Penambahan vitamin B 1 g/l tidak menunjukkan pertumbuhanyang lebih baik jika dibandingkan dengan tanpa vitamin B. Interaksi terbaik didapat pada perlakuan BA 20 mg/l dengan tanpa vitamin B, yaitu pada variabel pengamatan penambahan tinggi tanaman, jumlah akar, panjang akar, dan bobot basah.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING TANAH PADA LAHAN BEKAS ALANG-ALANG (Imperata cylindrica L.) YANG DITANAMI KEDELAI (Glycine max L.) MUSIM KEDUA Firmanda Aliesa Sembiring; Sri Yusnaini; Henrie Buchari; Ainin Niswati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.075 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2082

Abstract

Ekstensifikasi pertanian merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman pangan, salah satunya dengan pemanfaatan lahan bekas alang-alang bagi pertanaman kedelai. Meskipun lahan yang ditumbuhi alang-alang memiliki sifattanah yang buruk, namun jika lahan alang-alang diberakan lebih dari 10 tahun dan pengolahan tanah dilakukan secara tepat diduga kandungan bahan organik yang ada telah cukup untuk mendukung perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem olah tanah terhadap populasi dan biomassa cacing tanah pada lahan bekas alang-alang (Imperata cylindrica L.) yang ditanami kedelai (Glycine max L.) musim kedua. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah Olah Tanah Intensif (OTI), Olah Tanah Minimum (OTM) dan Tanpa Olah Tanah (TOT). Data yang diperoleh diuji homogenitas ragamnya dengan uji Bartlett dan diuji aditifitasnya dengan uji Tukey, kemudian dianalisis sidik ragamnya dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Selanjutnya dilakukan uji korelasi antara variabel utama (populasi dan biomassa cacing tanah) dengan variabel pendukung (pH, C-organik, N-total, suhu, kelembaban dan ruang pori total tanah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, populasi dan biomassa cacing tanah pada perlakuan TOT dan OTM lebih tinggi daripada OTI pada periode pengamatan 1 HST, 48 HST dan 95 HST. Penyebaran populasi dan biomassa cacing tanah pada kedalaman 0-10 cm lebih banyak daripada kedalaman 10-20 cm maupun 20-30 cm pada setiap perlakuan sistem olah tanah. Dari hasil identifikasi ditemukan 2 genus cacing tanah, yaitu Pontoscolex sp. dan Pheretima sp. Populasi dan biomassa cacing tanah tidak berkorelasi dengan pH, C- organik, N-total, kelembaban dan suhu tanah tetapi berkorelasi nyata dengan ruang pori total tanah.
INVENTARISASI JAMUR PADA BENIH BEBERAPA VARIETAS KEDELAI [Glycine max (L.) Merril] YANG BERADA DI SEKITAR BANDAR LAMPUNG Reny Destya Angrum; Muhammad Nurdin; Suskandini Ratih; Hasriadi Mat Akin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jamur yang terdapat pada beberapa varietas benih kedelai [ Glycine max (L.) Merril ] yang berada di sekitar Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Penyakit Tanaman, UniversitasLampung dari Mei 2013 sampai dengan Agustus 2013. Penelitian ini menggunakan kedelai varieta Burangrang, Kaba, Argomulyo, Tanggamus dan Grobogan. Benih-benih tersebut diinkubasi menggunakan metode blotter test dan agar plate test dengan dua perlakuan, yaitu kontrol (tanpa NaOCl) dan dengan menggunakan NaOCl. Jamur-jamur yang tumbuh dari benih yang diinkubasi diidentifikasi dengan cara diamati dan difoto, selanjutnya dicocokkan dengan bubu-buku referensi tentang penyakit- penyakit kedelai. Selain itu juga dilakukan penghitungan persentase kemunculan jamur dari benih yang diinkubasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan dengan perlakuan desinfeksi maupun tanpa desinfeksi ditemukan jenis jamur yang berasal dari lapang (Fusarium sp., Cercospora sp., Sclerotium sp., Phomopsis sp., Rhizoctonia sp., dan Colletotrichum sp.) dan jenis jamur yang berasal dari gudang penyimpanan (Trichoderma sp., Aspergillus sp., Penicillium sp., dan Rhizopus sp.). Benih yang diberikan perlakuan desinfeksi dapat mengurangi tumbuhnya jamur yang berasal dari gudang/tempat penyimpanan (kontaminan) tetapi tidak menghilangkan jenis jamur yang menginfeksi di dalam benih (jamur yang berasal dari lapang). Pada varietas Grobogan Rhizoctonia sp. memiliki persentase kemunculan jamur yang lebih tinggi dibandingkan dengan jamur lainnya yaitu sebesar 60,56%. Pada benih dengan perlakuan tanpa desinfeksi persentase kemunculan Aspergillus sp. pada varietas Kaba dan Tanggamus lebih tinggi dibandingkan dengan jamur lainnya sebesar 63,33%. Pada media perlakuan desinfeksi dengan menggunakan media kertas saring persentase kemunculan jamur pada varietas Kaba Cercospora sp. memiliki persentase lebih tinggi dibandingkan dengan jamur lainnya sebesar 30%. Pada media perlakuan tanpa desinfeksidengan menggunakan media kertas saring, Trichoderma sp. pada varietas Kaba memiliki persentase kemunculan jamur lebih tinggi dibandingkan dengan jamur lainnya, dengan persentase kemunculan masing-masing sebesar 77,23%.
UJI EFEKTIVITAS PUPUK ORGANONITROFOS DAN KOMBINASINYA DENGAN PUPUK KIMIA TERHADAP PERTUMBUHAN, SERAPAN HARA DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH KERITING (Capsicum annuum L.) PADA TANAH ULTISOL, GEDONG MENENG Sopiyani Sopiyani; Jamalam Lumbanraja; Dermiyati Dermiyati; M. A. Syamsul Arif
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.995 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2110

Abstract

Pupuk Organonitrofos merupakan jenis pupuk organik yang berasal dari proses pengomposan kotoran sapi segar dan batuan fosfat yang ditambahkan mikroba pelarut fosfat dan mikroba penambat nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk Organonitrofos dan kombinasinya dengan pupuk kimia yang menghasilkan pertumbuhan, produksi dan serapan hara terbaik pada tanaman cabai merah keriting, dan menetapkan efektivitas pupuk Organonitrofos dan kombinasinya dengan pupuk kimia secara agronomi (RAE) dan ekonomi pada tanaman cabai merah keriting. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung Gedong Meneng pada titik koordinat 5° 22’ 10" LS dan 105°14’ 38" BT dengan ketinggian 146 m di atas permukaan laut dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian lapang dilaksanakan dari bulan Oktober 2012 sampai Maret 2013. Penelitian ini terdiri dari 6 perlakuan dengan 3 ulangan disusun dalam Rancangan Acak kelompok (RAK). Perlakuan yang digunakan yaitu: A (Kontrol), B (300 kg urea ha -1 , 150 kg SP36 ha -1 , 150 kg KCl ha -1 ), C (3.000 kg Organonitrofos ha -1 ), D (150 kg urea ha -1 , 100 kg SP36 ha -1 , 100 kg KCl ha -1 , 500 kg Organonitrofos ha -1 ), E (100 kg urea ha -1 , 50 kg SP36 ha -1 , 50 kg KCl ha -1 , 1.000 kg Organonitrofos ha -1 ), F (100 kg urea ha -1 , 50 kg SP36 ha -1 , 50 kg KCl ha -1 , 2.000 kg Organonitrofos ha -1 ). Data dianalisis dengan analisis ragam dan perbedaannilai tengah perlakuan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan: Pemberian pupuk Organonitrofos dan kombinasinya dengan pupuk kimia tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan, bobot basah dankering berangkasan, serapan NPK tanaman, dan NPK tanaman + buah cabai merah keriting. Perlakuan E (100 kg urea ha -1 , 50 kg SP36 ha -1 , 50 kg KCl ha -1 , 1.000 kg Organonitrofos ha -1 ) dan F (100 kg urea ha -1 , 50 kg SP36 ha -1 , 50 kg KCl ha -1 , 2.000 kg Organonitrofos ha -1 ) berpengaruh nyata meningkatkan bobot segar, bobot kering buah dan serapan NPK buah cabai merah keriting. Tidak terdapat korelasi antara serapan NPK dengan tinggi tanaman. Terdapat korelasi antara serapan NPK dengan bobot segar, bobot kering buah dan bobot basah berangkasan cabai merah keriting. Perlakuan E efektif dalam meningkatkanproduksi buah cabai merah keriting secara agronomis (RAE) dan ekonomis.
PENGARUH KONSENTRASI TEMBAGA TERBAIK UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA VARIETAS MELON (Cucumis melo L.) PADA SISTEM HIDROPONIK MEDIA PADAT Yunita Sekar Kartika; Yohannes Cahya Ginting; Agus Karyanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.334 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2042

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman hortikultura dari famili Cucurbitaceae. Potensi ekonomi tanaman hortikultura khususnya buah melon sangat besar. Selain pangsa pasar yang masih luas, harga jualnya relatif tinggi, dan jangka waktu untuk produksinya relatif singkat. Penanganan yang dianggap efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi buah melon yaitu membudidayakan tanaman melon dengan cara metode hidroponik yang dilakukan di rumah kaca.Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Plastik Laboratorium Lapangan Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan Juli – Oktober 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Perlakuan disusun secara faktorial 2×5 dengan 3 kali ulangan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah perlakuan konsentrasi tembaga (Cu) yaitu : Cu1 = 0,01 ppm, Cu2 = 0,05 ppm, Cu3 = 0,09 ppm, Cu4 = 0,13 ppm, dan Cu5 = 17 ppm . Faktor kedua adalah varietas tanaman melon (V), yaitu v 1 = varietas Action dan v 2 = varietas Aramis .Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett dan aditivitas data diuji dengan menggunakan uji Tukey. Jika asumsi terpenuhi, data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji ortogonal kontras polinomial pada taraf 5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan melon varietas Action lebih baik daripada varietas Aramis, sedangkan pada produksi buah melon varietas Aramis lebih baik dari pada varietas Action. Bobot buah rata-rata varietas Aramis 4,15 gram atau selisih 0,28%. Produksi varietas Aramis tidak berbeda dengan produksi varietas Action, respons tanaman terhadap konsentrasi Cu antara 0,01-0,17 ppm masih linier sehingga belum diperoleh konsentrasi Cu maksimum. Setiap kenaikan 0,04 ppm Cu bobot buah meningkat 0,01 gram, terjadi interaksi antara konsentrasi Cu terhadap varietas melon pada variabel pengamatan bobot kering brangkasan, volume buah dan ketebalan daging tetapi tidak ada interaksi antara varietas dan konsentrasi Cu terhadap bobot buah buah melon.
EFIKASI HERBISIDA GLIFOSAT TERHADAP GULMA UMUM PADA PERKEBUNAN KARET (Hevea brasiliensis [Muell.] Arg) YANG SUDAH MENGHASILKAN Evi Oktavia; Dad . R. J Sembodo; Rusdi Evizal
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.585 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas herbisida Isoprofil Amina (IPA) Glifosat, untuk mempelajari perubahan komposisi jenis gulma setelah aplikasi IPA glifosat, dan untuk mengetahui pengaruh keracunan herbisida IPA glifosat pada tanaman karet menghasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan perkebunan PTPN VII Unit Usaha Way Galih dan Laboratorium Ilmu Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini disusun dengan 6 perlakuan dengan 4 ulangan. Susunan perlakuan sebagai berikut yaitu isopropil amina glifosat 720 g ha -1, isopropil amina glifosat 960 g/ha, isopropil amina glifosat 1200 g ha -1 , isopropil amina glifosat 1440 g ha -1 , pengendalian mekanis dan kontrol. Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlet, aditivitas diuji dengan uji Tukey, dan perbedaan nilai tengah diuji dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida glifosat pada dosis 720 g ha -1 - 1440 g ha -1 mampu menekan pertumbuhan gulma total, gulma golongan rumput dan gulma dominan (Centocheca lappacea, Cyrtococcum acrescens,Ottochloa nodosa)pada tanaman karet dari 4 MSA sampai dengan 12 MSA, sedangkan gulma golongan daun lebar dan gulma dominan Sellaginella willdenowii hanya pada 4 MSA pada perkebunan karet menghasilkan, dan terdapat perubahan komposisi gulma yang tumbuh setelah aplikasi herbisida glifosat, gulma golongan daun lebar menjadi dominan.

Page 3 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue