cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23023600     EISSN : 25975315     DOI : -
Core Subject : Science,
e-JRTBP is a periodical journal that serves as a means of scientific communication and to disseminate research results. Fields of study include fisheries cultivation, management, and utilization of fishery resources. e-JRTBP is published twice a year, February and October.
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
Pengaruh Substitusi Tepung Ikan Dengan Tepung Ikan Rucah Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila Gesit (Oreochromis niloticus) Septi Yolanda; Limin Santoso; Esti Harpeni
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.332 KB)

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan, namun pembudidaya sering mengalami kendala harga pakan yang tinggi karena bahan baku seperti tepung ikan masih diimpor. Untuk mengatasinya dicari alternatif bahan baku lokal yang dapat menggantikan tepung ikan seperti tepung ikan rucah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh substitusi tepung ikan dengan tepung ikan rucah pada pakan dengan proporsi yang berbeda dan untuk mengetahui proporsi tepung ikan rucah yang paling baik untuk pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 3 kali ulangan A (pelet komersil/kontrol), B (tepung ikan 100%), C (tepung ikan rucah 25% + tepung ikan 75%), D (tepung ikan rucah 50% + tepung ikan 50%), E (tepung ikan rucah 75% + tepung ikan 25%), F (tepung ikan rucah 100%). Data yang diperoleh dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan, Feed Convertion Ratio (FCR), dan Protein Efficiency Ratio (PER). Semua parameter yang diamati menunjukkan bahwa penggunaan tepung ikan rucah dalam pakan buatan pada perlakuan E memberikan pengaruh nyata dibandingkan perlakuan A, B, C, D, dan F dengan hasil nilai pertumbuhan dan PER tinggi, sedangkan nilai FCR rendah.
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG CACING TANAH (Lumbricus sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN BENUR UDANG WINDU (Penaeus monodon) Muhammad Ridho Taris; Limin Santoso; Esti Harpeni
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.409 KB) | DOI: 10.23960/jrtbp.v6i2.p699-704

Abstract

Availability of good-quality shrimp feed is an important factor of shrimp increased production. High protein feed can be generated by adding raw materials that contains high protein. One of the raw materials that contains high protein is earthworm meal (Lumbricus sp.). This research goal was to study the influence of the substitution of fish meal by earthworm feed with different proportions toward growth and survival rate of tiger shrimp larvae (Penaeus monodon). The experimental design used Completely Randomized Design (RAL) consists of five treatments with three replications: Feed test A (25%  earthworm meal + 75% fish meal), feed test B (50% earthworm meal + 50% fish meal), feed test C (75% earthworms meal + 25% fish meal), feed test D (100% earthworms meal) and feed test E (commercial feed). Results showed that the tiger shrimp which given feed test E is the best result for tiger shrimp growth with 0.480 ± 0.076 grams/individual, while feed test B was the best result for tiger shrimp survival rate with 82 ± 3.46%., and on the feed test D was the best result for tiger shrimp feed conversion rate with 4.0 ± 0.17. Based on results of statistical tests showed that the substitution of fish meal with earthworm meal did not give significant effect on growth and survival rate of tiger shrimp.
Pengaruh Salinitas dan Nitrogen Terhadap Kandungan Protein Total Nannochloropsis sp. Nindri Yarti; Moh. Muhaemin; Siti Hudaidah
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.64 KB)

Abstract

Nannochloropsis sp. merupakan pakan alami yang memiliki protein yang cukup tinggi. Perubahan salinitas dan kurangnya jumlah nitrogen selama kultur dapat mempengaruhi pertumbuhan Nannochloropsis sp. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan salinitas dan nitrogen selama kultur terhadap kandungan protein total Nannochloropsis sp. Penelitian dilakukan pada Oktober-November 2012 di Laboratorium Fitoplankton BBPBL Lampung. Perlakuan selama penelitian adalah kultur Nannochlorpsis sp. dengan salinitas 30-34 ppt dan NaNO3 100 gram/L (A); salinitas 30-34 ppt dan NaNO3 50 gram (B); salinitas 35-38 ppt dan NaNO3 100 gram/L (C); dan salinitas 35-38 ppt dan NaNO3 50 gram/L (D) dengan kepadatan awal 11 x 106 sel/ml. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan salinitas 35-38 ppt dan NaNO3 100 gram/L menghasilkan kandungan protein total tertinggi. Kandungan protein total meningkat dengan bertambahnya jumlah Nannochloropsis sp.
Efektifitas Pemberian Tepung Usus Ayam Terhadap Pertumbuhan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Suhendra Yudha; Wardiyato -; Limin Santoso
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.076 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mempelajari nilai nutrisi tepung usus ayam dan pengaruh subtitusi tepung ikan dengan menggunakan tepung usus ayam terhadap pertumbuhan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Penelitian dilakukan dengan menggunakan 4 perlakuan dan  3 kali ulangan. Pakan A tepung ikan 100% (kontrol), pakan B tepung usus ayam 30%, pakan C tepung usus ayam 70%, dan pakan D tepung usus ayam 100%. Ikan uji dengan berat  ± 8,5 gram. Wadah pemeliharaan yang digunakan adalah kolam terpal sebanyak 12 buah dengan ukuran 200 x 100 x 50 cm dengan populasi lele sangkuriang sebanyak 100 ekor/kolam. Pemberian pakan dengan cara adlibitum sebanyak tiga kali sehari selama 60 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan C (tepung usus ayam 23%) memberikan pertumbuhan  terbaik terhadap lele sangkuriang dan berbeda nyata dengan perlakuan lain (P < 0,05). Pertumbuhan mutlak sebesar 58,53 ± 0,9 gram, laju pertumbuhan harian sebesar 0,97±0,02 gram/hari. Feed Convertion Ratio selama penelitian berkisar 1,26 ± 0,01%, dan kualitas air disetiap perlakuan masih dalam keadaan optimum untuk budidaya.
KERAGAAN UDANG PUTIH (Litopenaeus vannamei) PADA DENSITAS YANG BERBEDA DENGAN SISTEM BIOFLOK PADA FASE PENDEDERAN Rini Lian Agustina; Siti Hudaidah; Supono .
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.343 KB)

Abstract

Udang putih (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Budidaya udang putih umumnya dilakukan dengan tingkat kepadatan yang tinggi. Faktor utama yang menghambat dalam peningkatan jumlah produksi udang putih adalah menjaga kualitas air yang disebabkan oleh akumulasi senyawa amonia dan nitrit yang bersifat toksik. Aplikasi teknologi bioflok diharapkan mampu menurunkan limbah (amonia dan nitrit) dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrien.Teknik ini memproses limbah budidaya secara langsung di dalam wadah budidaya dengan mempertahankan kecukupan oksigen, mikroorganisme dan rasio C/N dalam tingkat tertentu.Tujuan dari penelitian adalah mempelajari pengaruh kepadatan penebaran yang berbeda terhadap pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, dan biomassa udang putih dengan sistem bioflok pada fase pendederan. Penelitian menggunakan benih post larva (PL) 15 yang ditebar pada wadah berkapasitas 10 liter dengan 3 tingkat kepadatan(10, 15, 20 ekor/wadah). Parameter yang diamati adalah tingkat pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup (survival rate) dan kualitas air (oksigen terlarut, suhu, pH dan amonia). Hasil penelitian menunjukan bahwa kepadatan pemeliharaan udang putih dengan sistem bioflok berpengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup, akan tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan, dan biomassa udang putih. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan dengan padat tebar 15 ekor/wadah diikuti dengan perlakuan padat tebar 10 ekor/wadah dan perlakuan 20 ekor/wadah.
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA SELAMA PEMELIHARAAN BENIH IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus) Adetya Putri Anica Rahmawati; Siti Hudaidah; Henny Wijayanti Maharani
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.988 KB)

Abstract

Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan salah satu komoditas ikan air laut konsumsi yang digemari masyarakat. Budidaya ikan kerapu macan telah banyak dilakukan. Dalam proses pembudidayaannya terdapat kendala pada fase pembenihan karena tingkat kanibalisme yang menyebabkan rendahnya sintasan. Intensitas cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkah laku ikan dalam mencari makan dan memangsa sesamanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya selama pemeliharaan terhadap sintasan dan pertumbuhan benih ikan kerapu macan (E. fuscoguttatus). Penelitian dilakukan di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung selama 30 hari masa pemeliharaan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian meliputi A (Pemeliharaan benih tanpa penutup bak; 300 lux meter), B (Pemeliharaan benih dengan ditutup pada setengah bagian bak; 200 lux meter) dan C (Pemeliharaan benih dengan menutup seluruh bagian bak; 100 lux meter). Pakan yang diberikan selama pemeliharaan benih ikan kerapu macan adalah pakan buatan dan diberikan empat kali sehari. Hasil uji Anovamenunjukkan bahwa intensitas cahaya berpengaruh (p<0,05) terhadap sintasanbenih ikan kerapu macan (E. fuscoguttatus). Sintasan tertinggi didapatkan padaintensitas cahaya 200 lux meter (80%).
Insidensi Infectious Hypodermal And Hematopoietic Necrosis Virus (IHHNV) Dan Infectious Myonecrosis Virus (IMNV) Pada Udang Putih (Litopenaeus Vannamei) Di Pertambakan Sekitar Teluk Lampung Tahun 2010 Dengan Metode Analisis Polymerase Chain Reaction (PCR) Endang Dwi Kusumaningrum; Wardiyanto -; Toha Tusihadi
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.089 KB)

Abstract

The purpose of this experiment was to determine the IMNV incidence rate in white shrimp at ponds in Lampung Bay in 2010 and known the pattern of incidence rate from 2007 to 2010. The experiment was conducted on October through December 2010 in ​​culture ponds in the Bay of Lampung and sample examination carried out in Main Center of Mariculture Development of Lampung. The research method was conducted includes, examination of samples by polymerase chain reaction technique and secondary data collection through interviews and data collection, followed by descriptive analysis of data. Prevalence assumption used in this study was 10%. The results showed that there was 7 locations were positive IMNV from 12 locations examination in white shrimp ponds in 2010. The value of incidence was 7.14%, 100%, and 58.33% in 2008, 2009, and 2010, respectively.
KAJIAN PENAMBAHAN TEPUNG AMPAS KELAPA PADA PAKAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) Winny Mutiasari; Limin Santoso; Deny Sapto Chondro Utomo
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.529 KB)

Abstract

Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu komoditas perairan payau yang potensial untuk dibudidayakan. Penyediaan benih dan pakan yang baik secara kualitas maupun kuantitas sangat diperlukan demi meningkatkan produksi ikan bandeng. Ampas kelapa adalah limbah pertanian yang dapat digunakan sebagai campuran bahan baku pakan ikan melalui proses penepungan. Penggunaan tepung ampas kelapa ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan baku pakan impor yang harganya mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penambahan ampas kelapa yang optimal pada pakan untuk pertumbuhan ikan bandeng. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2017 bertempat di Desa Purworejo Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur. Penelitian menggunakan 4 perlakuan dengan 3 kali ulanganyaitu Perlakuan A (Pelet komersil), B (Pelet komersil + tepung ampas kelapa 10%), C (Pelet komersil + tepung ampas kelapa 20%) dan D (Pelet komersil + tepung ampas kelapa 30%). Parameter yang diamati yaitu laju pertumbuhan (pertumbuhan mutlak dan harian), efisiensi pakan, identifikasi dan kelimpahan fitoplankton serta parameter pendukung yaitu kualitas air. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pada parameter laju pertumbuhan (pertumbuhan mutlak dan harian) serta efisiensi pakan perlakuan D berbeda nyata dengan perlakuan A, B, dan C. Akan tetapi perlakuan A, B dan C tidak berbeda nyata. Kesimpulan yang didapat bahwa penggunaan tepung ampas kelapa dengan jumlah maksimal 20% tidak memberikan pengaruh terhadap laju pertumbuhan dan efisiensi pakan pada ikan bandeng.
Panduan Untuk Penulis eko efendi
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.262 KB)

Abstract

KANDUNGAN PROTEIN TOTAL (CRUDE PROTEIN) Brachionus plicatilis DENGAN PEMBERIAN PAKAN Nannochloropsis sp. PADA KONDISI STRESS LINGKUNGAN MIKRO (MICRO ENVIRONMENTAL STRESS) Sartika, Irza Dewi; Muhaemin, Moh.; Maharani, Henni Wijayanti
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.671 KB)

Abstract

Brachionus plicatilis merupakan zooplankton yang mudah dikultur  secara massal dengan kandungan protein yang cukup tinggi dan digunakan sebagai pakan alami. Salah satu  metode untuk optimalisasi kandungan nutrisi pakan alami dilakukan dengan stres lingkungan mikro atau MES (micro environmental stress). Penelitian bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan kandungan protein total (crude protein) B. plicatilis setelah diberi pakan berupa Nannochloropsis sp. dengan perlakuan MES. Penelitian menggunakan 4 perlakuan yaitu perbedaan salinitas dan perbedaan persentase nitrogen berdasarkan dosis baku. Perlakuan tersebut adalah A (kultur B. plicatilis dengan pakan Nannochloropsis sp. pada salinitas 28-33 ppt dan nitrogen 100%), B (kultur B. plicatilis dengan pakan Nannochloropsis sp. pada salinitas 28-33 ppt dan nitrogen 50%), C (kultur B. plicatilis dengan pakan Nannochloropsis sp.pada salinitas 38-40 ppt dan nitrogen 100%)dan D (kultur B. plicatilis dengan pakan Nannochloropsis sp.pada salinitas 38-40 ppt dan nitrogen 50%) dan hasil dianalisis dengan Chi- square.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MES dapat meningkatkan kepadatan B. plicatilis tetapi tidak berpengaruh terhadap kandungan protein total B. plicatilis. Kepadatan dan kandungan protein total tertinggi terletak pada kultur B. plicatilis dengan pakan Nannochloropsis sp.pada salinitas 38-40 ppt dan nitrogen 100%. Hubungan  antara kepadatan dan kandungan protein total B. plicatilis adalah linier positif yang memungkinkan peningkatan produksi B. plicatilis dengan perlakuan salinitas dan dosis pupuk yang optimal.

Page 3 of 17 | Total Record : 167