cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23023600     EISSN : 25975315     DOI : -
Core Subject : Science,
e-JRTBP is a periodical journal that serves as a means of scientific communication and to disseminate research results. Fields of study include fisheries cultivation, management, and utilization of fishery resources. e-JRTBP is published twice a year, February and October.
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
Substitusi Tepung Onggok Singkong Sebagai Bahan Baku Pakan Pada Budidaya Nila (Oreochromis niloticus) Dodi Rahmad Afebrata; Limin Santoso; Suparmono -
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.555 KB)

Abstract

Faktor penting dalam budidaya nila (Oreochromis niloticus) adalah ketersediaan pakan dalam jumlah yang memadai. Namun kebutuhan tepung sebagai bahan baku pakan ikan sebagian besar belum terpenuhi dari produksi didalam negeri. Dibutuhkan bahan pakan alternatif untuk mengatasi kebutuhan bahan baku pakan ikan. Provinsi Lampung adalah produsen singkong sebagai bahan baku tepung tapioka. Limbah tepung tapioka berupa onggok singkong belum dimanfaatkan sebagai bahan pakan untuk budidaya ikan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui persentase substitusi tepung onggok singkong dalam pakan nila. Rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan antara lain 0% tanpa onggok, 5% onggok, 10% onggok, 15% onggok, 20% onggok, dan 25% onggok. Analisis sidik ragam (ANOVA) digunakan untuk membedakan persentase substitusi terbaik berdasarkan pertambahan berat mutlak, laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan onggok singkong dengan proporsi 5% memberikan kandungan nutrisi dan laju pertumbuhan terbaik (12,45 gram). Kandungan nutrisi dan laju pertumbuhan  yang dihasilkan adalah protein (31,51%), lemak (12,83%), abu (11,86%), serat kasar (20,14%),  (23,66%), dan kadar air (10,22%).
Efektivitas Pemberian Astaxanthin Pada Peningkatan Kecerahan Warna Ikan Badut (Amphiprion ocellaris) Erma Sartika Yulianti; Henny Wijayanti Maharani; Rara Diantari
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.579 KB)

Abstract

Ikan badut (Amphiprion ocellaris) adalah ikan hias air laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi karena warnanya yang menarik. Peningkatan kualitas warna ikan badut yang bersifat permanen diperlukan untuk mendapatkan harga jual yang terbaik. Metode alternatif yang digunakan untuk meningkatkan warna ikan badut adalah dengan menggunakan astaxanthin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh astaxanthin pada peningkatan intensitas warna, sintasan dan pertumbuhan ikan badut. Metode yang digunakan adalah Toca Colour Finder Modified (M - TCF). Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan astaxanthin sebanyak 0, 20, 30, 40 mg/kg pakan. Ikan badut dengan padat tebar 20 ekor dipelihara selama selama 60 hari dalam akuarium berukuran 40 x 40 x 40 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan astaxanthin memberikan pengaruh terhadap peningkatan warna dan sintasan tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan. Penambahan astaxanthin sebanyak 30 dan 40 mg/kg pakan memberikan pengaruh terbesar dalam intensitas peningkatan warna ikan badut. Perlu dilakukan perhitungan analisa ekonomi terhadap penggunaan astaxanthin dalam budidaya ikan badut.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BEBERAPA SUMBER BAKTERI DALAM SISTEM BIOFLOK TERHADAP KERAGAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Bestania Putri; Wardiyanto .; Supono .
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.528 KB)

Abstract

Ikan nila merupakan ikan konsumsi air tawar dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi, sehingga nila banyak dibudidayakan secara intensif untuk meningkatkan nilai produksi. Pakan buatan berupa pelet menjadi sumber nutrisi utama bagi ikan untuk mempercepat laju pertumbuhan. Pelet yang tidak dimanfaatkan oleh ikan menjadi limbah ammonia di perairan yang dapat menurunkan kualitas air. Teknologi bioflok diaplikasikan untuk mengubah limbah ammonia menjadi biomassa mikroba yang dapat dijadikan sebagai pakan alami di perairan dengan bantuan bakteri heterotrof. Setiap spesies bakteri memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam membentuk flok dan mensintesis senyawa PHB (polyhidroksibutirat). Kecepatan aktivitas bioflokulasi dalam teknologi bioflok ditentukan oleh penggunaan inokulasi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan sumber bakteri berbeda dalam budidaya sistem bioflok terhadap keragaan ikan nila seperti laju pertumbuhan, survival rate (SR) dan feed conversion ratio (FCR). Penelitian menggunakan RAL dengan 4 perlakuan (Tanpa BFT, BFT limbah lele, BFT Lactobacillus casei, BFT Bacillus sp) dan 3 ulangan. Perlakuan diberikan pada ikan nila berukuran 3-5 cm yang dipelihara pada kolam terpal berukuran 0,5x0,5x0,5m selama 40 hari dengan FR 3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sumber bakteri yang berbeda dalam sistem bioflok memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan harian  ikan nila (P>0,5)  namun tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap FCR dan SR (P<0,5). Penggunaan bakteri Lactobacillus casei dalam pembentukan bioflok memberikan hasil yang terbaik dengan pertumbuhan berat mutlak tertinggi (3,89 gr±0,19), FCR (1,05± 0,11) dan  SR (88%± 0,05).
PENGGUNAAN TEPUNG BIOFLOK SEBAGAI AGEN IMUNOSTIMULAN PADA SISTEM PERTAHANAN NON SPESIFIK IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) Oktafiani, Melinda; ., Supono; Harpeni, Esti; putri, Berta
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.395 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas pemberian tepung bioflok sebagai agen imunostimulan dan mengetahui perlakuan terbaik pemberian tepung bioflok dalam menstimulasi sistem pertahanan non spesifik dan SR ikan lele sangkuriang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan April 2015 di Laboratorium Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (0% tepung bioflok + 100% pakan, 5% tepung bioflok + 95% pakan, 10% tepung bioflok + 90% pakan, dan 15% tepung bioflok + 85% pakan) dengan 3 kali ulangan. Penelitian berlangsung selama 35 hari dan diamati pada awal (H0), tengah (H18) dan akhir (H35) penelitian. Data hematologi (persentase hematokrit, total leukosit, diferensial leukosit, aktivitas fagositosis), SR dan relative percent survival (RPS) dianalisis dengan analisis ragam (Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung bioflok berpengaruh terhadap peningkatan sistem pertahanan non spesifik namun tidak berpengaruh terhadap SR. Perlakuan terbaik imunostimulan tepung bioflok yang mampu menstimulasi sistem pertahanan non spesifik (total leukosit, diferensial leukosit, dan aktivitas fagositosis) ikan lele sangkuriang adalah 15% tepung bioflok + 85% pakan.
Penggunaan Suhu Dan Dosis Propolis Yang Berbeda Terhadap Nisbah Kelamin Ikan Guppy (Poecilia Reticulata) Mulyasih, Dwi; -, Tarsim; Sarida, Munti
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.931 KB)

Abstract

Guppy (Poecilia reticulata) is one of undifferentiated sex species that can direct to produce male during embryogenesis and larvae phase. Temperature is relevant environment factors that affect to gonad differentiation in fish. Propolis is a material from honeybees that has potential to be used in sex reversal to replaced 17α-metiltestosteron. Propolis contains chrysin and galangin with the function inhibited testosteron to estradiol conversion. The aim of this research is to determine the best treatment among different ambient temperature and propolis on different dose. The research was conducted in factorial randomize design, using twelve treatments. The treatments were given to pregnant guppy brood stock for 24 hours that were immersed in interaction of ambient temperature 28; 30 and 32oC with propolis on different dose 0; 25; 75 and 100 µl/l. The result showed that interaction between temperature and propolis showed significant difference in producing male guppy (P<0.05) with high percentage of males equal to  68.72 ± 1.91% in the treatments interaction between temperature 32oC and 25µl/l propolis dose, that has given different significantly with others. The treatments were not stimulate the intersex stocks (P>0.05).
PERBANDINGAN PEMBERIAN FERMENTASI KOTORAN KAMBING, AMPAS TAHU DAN ROTI AFKIR TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN, KANDUNGAN PROTEIN, DAN ASAM AMINO LISIN Daphnia sp. Pramana, I Nengah Gunaya; Hutabarat, Johannes; Herawati, Vivi Endar
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.05 KB)

Abstract

Daphnia sp. merupakan pakan alami yang sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan larva ikan air tawar pada tahap pembenihan karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Permasalahan yang terjadi yaitu semakin berkurangnya daphnia di alam saat cuaca buruk sehingga perlu dilakukan kultur massal. Kotoran kambing memiliki kandungan unsur N dan K lebih besar dari kotoran sapi, ampas tahu merupakan limbah yang memiliki kandungan protein sebesar 226,6 sampai 434,78 mg/l. sedangkan roti afkir memiliki kandungan protein sebanyak 10,25%. Lisin merupakan asam amino yang mempunyai peranan penting yaitu menstimulasi selera makan, membantu mengubah asam lemak menjadi energi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi fermentasi kotoran kambing, roti afkir dan ampas tahu terhadap pertumbuhan, protein, dan asam amino lisin, Daphnia sp.. wadah yang di gunakan dalam penelitian ini adalah bak beton berukuran 2 x 1 x 1,5 m dengan volume air mencapai 600 L. Padat penebaran Daphnia sp. yaitu 100 ind/l. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan pengulangan perhitungan populasi sebanyak 3 kali. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu Perlakuan A  (0 %  kotoran kambing, 50 % ampas tahu dan 50 % roti afkir), B (25 % kotoran kambing, 50 % ampas tahu dan 25 % roti afkir),  C (25 % kotoran kambing, 25 % ampas tahu dan 50 % roti afkir, D (50 % kotoran kambing, 25 % ampas tahu dan 25 % roti afkir) dengan Jumlah total kombinasi yaitu 200 g/l. Data yang diamati meliputi kepadatan populasi, kandungan protein, asam amino lisin dan kualitas air.Hasil penelitian menunjukkan fase adaptasi terjadi pada hari ke- 0 sampai hari ke-3, fase eksponensial terjadi pada hari ke- 4 sampai hari ke 16 sesdangkan fase kematian terjadi pada hari ke- 18 sampai hari ke-26. Pada penelitian ini kandungan protein tidak berbeda nyata antar perlakuan seddangkan kandungan lisin memiliki perbedaan yang sangat nyata antara perlakuan C dengan perlakuan lainya. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu pemberian 25% kotoran kambing, 25% ampas tahu dan 50% roti afkir dapat membuat kandungan nutrisi pada media kultur menjadi lebih baik sehingga dapat mendukung untuk pertumbuhan fitoplankton yang mengakibatkan meningkatnya laju pertumbuhan, kandungan protein dan asam amino lisin Daphnia sp.
Pengaruh Fotoperiode Terhadap Pertumbuhan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Maishela, Belly; -, Suparmono; Diantari, Rara; Muhaemin, Moh.
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.994 KB)

Abstract

Lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan ikan yang bersifat nokturnal.  Cahaya mempengaruhi periode aktif lele dumbo dalam mencari makan, periode aktif lele dumbodalam mencari makan akan mempengaruhi laju pertumbuhan.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh fotoperiode terhadap pertumbuhan lele dumbo.  Penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 5 fotoperiode yang berbeda dan 3 ulangan.  Perlakuan yang diberikan adalah A (6 jam terang dan 18 jam gelap), Perlakuan B (12 jam terang dan 12 jam gelap), perlakuan C (18 jam terang dan 6 jam gelap), D (24 jam gelap dan 0 jam terang) dan E (0 jam terang dan 24 jam gelap).  ANOVA menunjukan bahwa fotoperiode berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat dan panjang, namun tidak berpengaruh nyata terhadap sintasan (survival rate) Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin lama waktu gelap maka pertumbuhan semakin tinggi.  Pertumbuhan berat dan panjang tertinggi terjadi pada perlakuan E (24G:0T) dengan rata-rata mencapai 1,989 gram, dan rata-rata pertumbuhan panjang mencapai 7,044 cm.
SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG DAGING DAN TEPUNG TULANG UNTUK PERTUMBUHAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) Selviani, Yuriska; Santoso, Limin; Hudaidah, Siti
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.683 KB)

Abstract

Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan jenis udang yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan budidayanya dapat menggunakan pakan buatan. Namun, pakan buatan yang dibutuhkan tergantung pada tepung ikan (TI) (fish meal) yang merupakan produk impor dengan harga yang tinggi. Tepung daging dan tulang (TDT) (meat and bone meal)  dapat menggantikan tepung ikan sebagai bahan baku pakan buatan. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh substitusi tepung ikan dengan tepung daging dan tulang pada pakan dengan proporsi yang berbeda pada pertumbuhan dan efisiensi pakan lobster air tawar. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan 100% TI; 75% TI + 25% TDT; 50% TI + 50% TDT; 25% TI + 75% TDT dan 100% TDT. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi tepung ikan dengan tepung daging dan tulang yang berimbang dapat memberikan pertumbuhan berat mutlak pada lobster air tawar sebesar 3,87 gr dan efisiensi pakan sebesar 21,94%. Tepung daging dan tulang dapat dijadikan bahan formulasi alternatif selain tepung ikan dalam akuakultur.
Pemindahan Hak Milik Efendi, Eko
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.409 KB)

Abstract

Pemindahan Hak Milik Efendi, Eko
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.703 KB)

Abstract

Page 4 of 17 | Total Record : 167