cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
ISSN : 19074174     EISSN : 26210681     DOI : -
Core Subject : Social,
ALQALAM : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan (P-ISSN: 1907-4174 ; E-ISSN: 2621-0681) merupakan jurnal berkala yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan yang memuat tulisan dari dosen, tenaga kependidikan, pemerhati pendidikan dan lain sebagainya. Jurnal ini mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang terkait dengan isu ke-Islaman yang berhadapan dengan isu sosial seperti pendidikan, sejarah, komunikasi, sosial politik, hukum, ekonomi, dan lainnya. Scope ini dijabar dalam fokus isu per edisi yang membahas isu sosial kontemporer seperti, kearifan lokal, urban dan multikultural.
Arjuna Subject : -
Articles 1,138 Documents
PENERAPAN ASPEK KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DAN PEMAAFAN DALAM MEMBENTUK KESEHATAN MENTAL Rahmah, Hardiyanti
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 11, No. 24, Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental merupakan salah satu kunci untuk menjalani hidup dengan lebih produktif. Terutama pada individu yang memiliki risiko terkena gangguan mental, maka pelayanan kesehatan mental sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan pemaafan pada diri mereka. Peneliti menggunakan studi literatur dalam metode penelitian ini. Studi literatur ini berfokus untuk membahas aspek-aspek kesejahteraan psikologis dan pemaafan dalam membentuk kesehatan mental yang positif. Hasil pembahasan pada studi literatur ini dianalisis dari beberapa jurnal dan buku teks yang berkaitan dengan variabel kesejahteraan psikologis, pemaafan dan kesehatan mental yang saling berkaitan satu sama lain.
EVALUASI BAHASA ARAB DALAM RANAH KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK Dony Ahmad Ramadhani
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.84 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.22

Abstract

Urgensi evaluasi di masa sekarang bukanlah hal yang patut dianggap sepele, karena akan ber-implikasi kepada hasil dari sebuah proses pembelajaran, banyak yang berkeyakinan jika strategi guru sudah baik dan tepat maka pembelajaran akan berhasil, sehingga terkadang tidak memperhatikan evaluasi serta cenderung hanya menggunakan butir-butir tes yang sudah tersedia di buku tanpa memperhatikan esensi-esensi lain secara eksternal seperti keadaan dan pemahaman peserta didik. Padahal signifakansi dari sebuah strategi dan metode belajar adalah bagaimana peserta didik mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan dari pemerintah dan lembaga di mana peserta didik tersebut mengemban ilmu, dan tidak selamanya peserta didik dapat mencerna keseluruhan pembelajaran dengan perbedaan kemampuan yang ada. Terlebih khusus dalam pembelajaran bahasa, di mana kemampuan bahasa tidak hanya berfokus kepada nilai tetapi juga  kepada peningkatan sebuah kualitas pembelajaran berupa praiktik. Salah satu hal yang perludiperhatikan dalam proses evaluasi adalah evaluasi dalam ranah kognitif. Evaluasi dalam ranah kognitif merupakan evaluasi yang di dalamnya terdapat pertimbangan terhadap pengetahuan dan kemampuan berfikir peserta didik dalam proses sebuah evaluasi, setiap tingkatan akan memiliki kemampuan yang berbeda sehingga perlunya memperhatikan tingkatan kemampuan berfikir peserta didik agar terciptanya pembelajaran yang berkualitas
SEJARAH LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (MADRASAH) DI INDONESIA Nasir, Muhammad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 11, No. 24, Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah Ibtidaiyah merupakan lembagapendidikan Islam formaldiIndonesia yang dinaungi oleh Kementrian Agama. Eksistensi Madrasah Ibtidaiyah saat ini tidak terlepas dari sejarah madrasah yang dikembangkan oleh negara-negara Islam di Timur Tengah, sampai pendidikan Islam yang ada di Indonesia jauh sebelum kemerdekaan dan hingga saat ini. Pada awal perkembangannya Madrasah merupakan institusi pendidikan Islam dengan didirikannya Madrasah Nizhamiyah di Bagdad ketika wazir Bani Saljuk Nizhamul Mulukpada abad ke 5 Hijriyah. Kemudian pendidikan Islam masuk ke Indonesia yang pada mulanya hanya menggunakan sistem klasik seperti pengajaran di surau-surau atau masjid-masjid dan sistem pondok atau Pesantren. Beberapa lembaga pendidikan Islam di Indonesia melakukan pembaharuan dalam sistem pendidikan klasik menjadi sistem madrasi (berkelas). Madrasah Ibtidaiyah adalah salah satu produk pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia yang dikhususkan untuk pendidikan dasar. Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, madrasah Ibtidaiyah menjadi lembaga pendidikan yang mengajarkan ilmu pengetahuan agama Islam sebagai pokok pengajaran, dan juga mengajarkan pengetahuan umum sekurang-kurangnya; Bahasa Indonesia, berhitung dan membaca serta menulis huruf latin untuk madrasah tingkat rendah (Madrasah Ibtidaiyah).
PENDIDIKAN KARAKTER DAN PENDIDIKAN AKHLAK Ahmad Rifai
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.592 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.55

Abstract

Ada nilai-nilai karakter yang menjadi prioritas utama. Diantaranya adalah jujur, toleransi, demokrasi, suka menolong, cinta kedamaian. Karena kondisi Negara Indonesia saat ini dengan rusaknya moral dan semakin parah. Maka nilai-nilai itu yang dianggap sangat dibutuhkan. Dan kesemuanya itu adalah nilai-nilai kemanusiaan (Humanis) yang lebih mengutamakan perlakuan baik terhadap sesama manusia. Karena tujuan dari pendidikan karakter adalah menjadi manusia yang baik. Perlu kita cermati bersama, bahwa nilai-nilai tersebut terlihat sangat baik dan sesuai dengan kemanusiaan. Tapi masih belum sepenuhnya bisa diterima oleh Islam dan masih harus dipertanyakan lebih mendalam. Seperti “Jujur”, dalam Islam tak selamanya kita harus jujur kepada siapa saja. Ada porsi dan posisi serta kondisi yang harus dipertimbangkan. Sebagai contoh, ketika perang dan tertangkap menjadi tawanan. Maka ia sebagai seorang muslim tidak boleh jujur mengatakan dimana letak kelemahan kaum muslim walaupun harus mempertaruhkan nyawanya demi agamanya. Dan pada saat itu ia termasuk muslim yang berakhlak mulia. pada umumnya karakter adalah sesuatu yang baik. Karakter jujur, toleran, kerja keras, dan sebagainya, memang sesuatu yang didambakan manusia. Namun tanpa disertai akhlak, karakter itu akan dapat melampaui batas-batas ajaran agama. Sebagai contoh, karakter toleran. Toleransi saja tidak cukup. Toleran terhadap apa? Seorang muslim tidak boleh bersikap toleran terhadap kemusyrikan atau kemunkaran. Sebab, setiap muslim berkewajiban menjalankan amar ma’ruf nahi munkar
EVALUASI BAHASA ARAB DALAM RANAH KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK Ramadhani, Dony Ahmad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urgensi evaluasi di masa sekarang bukanlah hal yang patut dianggap sepele, karena akan ber-implikasi kepada hasil dari sebuah proses pembelajaran, banyak yang berkeyakinan jika strategi guru sudah baik dan tepat maka pembelajaran akan berhasil, sehingga terkadang tidak memperhatikan evaluasi serta cenderung hanya menggunakan butir-butir tes yang sudah tersedia di buku tanpa memperhatikan esensi-esensi lain secara eksternal seperti keadaan dan pemahaman peserta didik. Padahal signifakansi dari sebuah strategi dan metode belajar adalah bagaimana peserta didik mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan dari pemerintah dan lembaga di mana peserta didik tersebut mengemban ilmu, dan tidak selamanya peserta didik dapat mencerna keseluruhan pembelajaran dengan perbedaan kemampuan yang ada. Terlebih khusus dalam pembelajaran bahasa, di mana kemampuan bahasa tidak hanya berfokus kepada nilai tetapi juga kepada peningkatan sebuah kualitas pembelajaran berupa praiktik. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses evaluasi adalah evaluasi dalam ranah kognitif. Evaluasi dalam ranah kognitif merupakan evaluasi yang di dalamnya terdapat pertimbangan terhadap pengetahuan dan kemampuan berfikir peserta didik dalam proses sebuah evaluasi, setiap tingkatan akan memiliki kemampuan yang berbeda sehingga perlunya memperhatikan tingkatan kemampuan berfikir peserta didik agar terciptanya pembelajaran yang berkualitas
FILOLOGI (Sebuah Pendekatan Mengkaji Kitab Keagamaan) Almakki, Arsyad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 11, No. 23, Januari-Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teks keagamaan dalam bentuk kitab atau buku - dalam berjalannya waktu - banyak yang tidak dipelihara dengan cermat, Akibatnya mengalami banyak kerusakan. Sehingga untuk membaca dan memahami teks keagamaan tersebut mengalami kendala cukup besar. Filologi merupakan salah satu pendekatan dalam studi keislaman (Islamic Studies). Pendekatan yang bisa digunakan untuk mengkaji teks atau kitab-kitab keagamaan (fiqh, tafsir, tasawuf). Filologi dalam dalam dunia Islam di kenal dengan Tahqiq. Filologi digunakan untuk mengkaji teks atau kitab-kitab keagamaan yang telah banyak rusak dimakan waktu atau korup serta memurnikan teks dengan mengadakan kritik sehingga menghasilkan suatu teks yang paling mendekati aslinya.
REORIENTASI KEUTAMAAN ILMU DALAM PENDIDIKAN PERSPEKTIF AL-GHAZALI PADA KITAB IHYA ‘ULUMUDDIN Setiawan, Agus
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahwa problem yang terbesar di kalangan umat manusia saat ini adalah al-jahl biddien, maksudnya bodoh tentang ilmu agamanya. Faktanya terkadang ilmu agama dinomor duakan sedangkan yang nomor satu adalah ilmu umum. Bahkan sekarang yang menjadi panutan adalah media sosial, bukan ilmu yang dipelajari. Pada tataran di Indoneia idealnya pendidikan memberikan andil besar dalam memberi solusi terhadap krisis kemanusiaan yang kini melanda kehidupan. Mulai pendidikan, kita ingin menghasilkan manusia yang jujur, bersemangat, pekerja keras, tidak malas, berani, kreatif, cinta kebersihan, toleran dan sebaginya.Oleh karena itu sangat sayang sekali kalau sebuah karya yaitu Ihya ‘Ulumuddin karya al-Ghazali tidak di implementasi. Karya tersebut tidak melulu membahas satu bahasan keilmuan saja namun berbagai ilmu terkadang dibahas dalam satu kitab. Semisal Ihya’ Ulumuddin. Dalam kitab tersebut membahas tentang konsep ilmu, konsep Aqidah, fiqh dan lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa al-Ghazali adalah seorang representatif ulama’ integral dengan keilmuannya dan sangat relevan untuk diimplementasikan saat ini. Al-Ghazali menyebutkan bahwa untuk meraih kebahagiaan negeri akhirat hanya bisa dicapai melalui penguasaan terhadap ilmu mengenai akhirat. Semua itu semakin menguatkan posisi ilmu, ketetapan tentangnya, dan kedudukan mulia mereka yang memiliki ilmu dalam pandangan Allah SWT. Manusia yang memiliki ilmu dikatakan oleh al-Ghazali dapat memperoleh derajat atau kedudukan paling terhormat di antara sekian banyak makhluk di permukaan bumi dan langit karena ilmu dan amalnya.
PEMIKIRAN TENTANG SISTEM DAN KELEMBAGAAN PENDIDIKAN ISLAM DI MASA RASULULLAH PADA PERIODE MEKKAH DAN PERIODE MADINAH Gusti Irhamna Husin
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 11, No. 24, Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.735 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.11

Abstract

Sistem pendidikan Islam dimulai ketika diutus Nabi Muhammad Saw menjadi Rasul. Pendidikan Islam merupakan sistem tersendiri di antara berbagai sistem yang ada di dunia ini. Pendidikan pada zaman Rasulullah terbagi dua periode yaitu periode Mekkah selama 13 tahun dan periode Madinah selama 10 tahun. Pendidikan pada zaman Rasulullah diwarnai beberapa lembaga yaitu dar Arqam, Kuttab, Mesjid dan Suffah. Setiap lembaga mempunyai karakteristik masing-masing. Lembaga pendidikan pad periode Mekkah berpusat pada pendidikan aqidah dan dilaksanakan di Dar Arqam. Sedangkan lembaga pendidikan Kuttab menitikberatkan pada pendidikan baca tulis.  Lembaga pendidikan periode Madinah berpusat pada pendidikan ibadah dan muamalah (sosial). Mesjid pada zaman Rasulullah menjadi central pada lembaga pendidikan. Sedangkan Suffah sebagai pendidikan menghafal Alquran sekaligus basehome  bagi kaum Muhajirin yang masih belum memiliki rumah sendiri di kota Madinah. Model pengajaran pada saat itu berbentuk Teacher Center. Model Teacher Center adalah proses pembelajaran dan pengajaran berpusat pada guru karena Nabi Muhammad SAW langsung menerima wahyu dari Allah SWT melalui perantara malaikat Jibril. metode yang digunakan diantaranya: Istima’, domonstrasi, cerita, peneladanan, nasehat, pembiasaan dan hadiah dan hukuman. Lembaga yang ada pada zaman Rasulullah diteruskan dan dikembangkan oleh para sahabat dan penerusnya sehingga kita bisa merasakan pendidikan Islam pada zaman sekarang
PENDIDIKAN ISLAM DAN PENGAJARAN BAHASA ARAB PADA MASA DINASTI UMAYYAH Farid Permana
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.273 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.74

Abstract

Kemajuan pendidikan Islam dan pengajaran Bahasa Arab di masa silam adalah bagian sejarah penting dalam dunia Islam. Hal tersebut berguna sebagai refleksi memperbaiki kualitas pendidikan di masa mendatang. Semakin maju zaman maka semakin kompleks juga masalah pendidikan Islam dan Pengajaran bahasa Arab. Artikel ini bertujuan untuk menelaah kembali sejarah pendidikan Islam dan Pengajaran bahasa Arab di zaman dinasti Umayah dipandang dari tiga aspek filsafat yaitu ontologi (isi materi), epestimologi (pendidikan sebagai sistem) dan aksiologi (tujuan pendidikan). Kajian ini berkesimpulan bahwa Pendidikan Islam pada masa dinasti Umayyah telah mengalami perkembangan dari masa sebelumnya yaitu masa khulafa al-Rasyidin. Perkembaangan itu terjadi pada berbagai aspek pendidikan diantaranya adalah aspek kurikulum, materi, metodologi dan aspek kelembagaan yang semakin bertambah ragam dan kuantitasnya. Pengajaran bahasa Arab pada masa itu berorientasi pada pendalaman agama Islam sebagai motivasi beragama dan pendalaman syair-syair Arab melalui disiplin ilmu Nahwu. Hasil dari telaahan ini mengisyaratkan adanya dorongan terhadap umat muslim untuk menegaskan kembali sistem pendidikan Islam dan bahasa Arab kepada perkembangan kuliatas melalui kerjasama antar masyarakat muslim dan Negara.
PENDIDIKAN BERBASIS EKSISTENSIALIS Ridhatullah Assya’bani
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 11, No. 23, Januari-Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.789 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.1

Abstract

Dunia saat ini dihadapkan pada—apa yang disebut oleh Ziauddin Sardar sebagai—global problematique, problem yang terintegrasi dengan berbagai peristiwa global. Situasi ini tanpa disadari telah menubuh pada hampir setiap negara, termasuk Indonesia, dan menimbulkan kemulut muliti-dimesional yang menjadi rangkaian interdependensi masalah. Usaha untuk melakukan perubahan pada akhirnya menjadi utopis dan nyaris mustahil. Gagasan pemuda eksistensialis dinantikan untuk menjadi tawaran alternatif bagi kemelut ini. Salah satu langkah melahirkan pemuda eksistensialis adalah dengan merekontruksi pola pikir dan membenahi karakter. Melalui rekontruksi ini diharapkan pemuda eksistensialis mampu menegasikan utopia perubahan itu, karena pemuda eksistensialis merupakan mereka yang tidak hanya bebas dalam menentukan arah hidup, tetapi juga mereka yang mampu bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukannya. Alhasil, sebagai solusi dari global probelmatique,  pemuda eksitensialis diharapkan lahir dengan ide-ide cemerlang dan merealisasikannya secara total. Implikasi dari studi ini, secara teoritis, pemuda eksistensialis bukan mereka yang menyerah pada kondisi sosial yang carut-marut, melainkan mereka yang berusaha menunjukkan eksistensinya dan merangkul yang ada di sekitarnya untuk menciptkan tatanan sosial yang kondusif. Secara praksis, kajian ini menjadi langkah penyadaran terhadap pemuda bahwa mereka seharusnya memiliki pemikiran integralistik dan eksistensialis dengan menempatkan dirinya sebagai individu yang berperan penting dalam mendesain berbagai keilmuan seraya menyadari ke-diri-annya dalam dunia yang faktis ini.

Page 3 of 114 | Total Record : 1138


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 19, No. 6 : Al Qalam (In Progress November 2025) Vol. 19, No. 5 : Al Qalam (September 2025) Vol. 19, No. 4 : Al Qalam (Juli 2025) Vol. 19, No. 3 : Al Qalam (Mei 2025) Vol. 19, No. 2 : Al Qalam (Maret 2025) Vol. 19, No. 1 : Al Qalam (Januari 2025) Vol. 18, No. 6 : Al Qalam (November 2024) Vol. 18, No. 5 : Al Qalam (September 2024) Vol. 18, No. 4 : Al Qalam (Juli 2024) Vol. 18, No. 3 : Al Qalam (Mei 2024) Vol. 18, No. 2 : Al Qalam (Maret 2024) Vol. 18, No. 1 : Al Qalam (Januari 2024) Vol. 17, No 6 : Al Qalam (November 2023) Vol. 17, No 5 : Al Qalam (September 2023) Vol. 17, No 4 : Al Qalam (Juli 2023) Vol. 17, No 3 : Al Qalam (Mei 2023) Vol. 17, No 2 : Al Qalam (Maret 2023) Vol. 17, No 1 : Al Qalam (Januari 2023) Vol. 16, No 6 : Al Qalam (November 2022) Vol 16, No 5: Al Qalam (September 2022) Vol 16, No 4: Al Qalam (Juli 2022) Vol 16, No 3: Al Qalam (Mei 2022) Vol 16, No 2: Al Qalam (Maret 2022) Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022) Al Qalam Vol. 15, No. 2, Juli-Desember 2021 Al Qalam Vol. 15, No. 1, Januari-Juni 2021 Al Qalam Vol. 14, No. 2, Juli-Desember 2020 Al Qalam Vol. 14, No. 1, Januari-Juni 2020 Al Qalam Vol. 13, No. 2, Juli-Desember 2019 Al Qalam Vol. 13, No. 1, Januari-Juni 2019 Al Qalam Vol. 12, No. 2, Juli-Desember 2018 Al Qalam Vol. 12, No. 1, Januari-Juni 2018 Al Qalam Vol. 12, No. 1, Januari-Juni 2018 Al Qalam Vol. 11, No. 24, Juli-Desember 2017 Al Qalam Vol. 11, No. 24, Juli-Desember 2017 Al Qalam Vol. 11, No. 23, Januari-Juni 2017 Al Qalam Vol. 11, No. 23, Januari-Juni 2017 Al Qalam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2016 Al Qalam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2016 More Issue