cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HARMONI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25991795     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Harmoni (E ISSN 2599-1795) merupakan jurnal berbasis pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada tiga bidang keilmuan yaitu Bahasa, Sastra, dan Budaya. Jurnal Harmoni dikelola oleh Departemen Linguistik Universitas Diponegoro dalam hal ini Program Studi Sastra Inggris dan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018)" : 10 Documents clear
PENGENALAN ONIGIRI DAN PROSES PEMBUATANNYA Mulyadi, Budi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

ABSTRAK Onigiri merupakan salah satu jenis makanan Jepang yang sudah dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat di seluruh dunia. Onigiri yang awalnya adalah sebuah bekal yang dibawa oleh para prajurit ketika berangkat ke medan perang, kini telah menjadi camilan utama yang dikonsumsi masayrakat Jepang. Bentuk onigiri yang dikenal oleh masyarakat dunia dewasa ini merupakan warisan yang dimulai pada masa Heian. Meskipun bentuk onigiri yang umum adalah segitiga, namun dalam perkembangannya selain bentuknya yang bervariasi menjadi bulat, lonjong dan sebagainya, varian rasanya pun bertambah. Tidak hanya rasa yang merupakan ciri khas makanan Jepang namun juga dikreasikan dengan varian rasa adaptasi dari makanan modern yang masuk ke negara Jepang.Untuk lebih mengenalkan jenis makanan Jepang pada masyarakat luas, maka  pada tanggal 31 Maret 2018, Program Studi D3 Bahasa Jepang FIB Universitas Diponegoro Menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk menjelaskan serta mempraktekan pembuatan onigiri.Tujuan dari diselenggarakannya Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertemakan onigiri sebagai bagian dari masakan Jepang agar makanan Jepang yang mulai digemari oleh anak muda di Indonesia ini dapat pula dikenal luas oleh masyarakat pada umumnya, tidak hanya secara informasi namun juga secara praktek pada proses pembuatannya. Sehingga diharapkan bisa menjadi lahan bisnis sampingan bagi para peserta yang mengikuti kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini.Hasil dari kegiatan ini tercapainya suatu pemahaman yang mendalam mengenai onigiri sehingga selain memperkaya khazanah pengetahuan tentang masakan Jepang juga membuka peluang kreatifitas para peserta untuk mengembangkan varian onigiri yang lebih disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia.Kata kunci :  budaya, onigiri,masakan Jepang ABSTRACT Onigiri is one of Japanese food  that is  known and consumed by people in many country around the world. Onigiri, originally a stock brought by the soldiers when heading off  to the battlefield, has now become the main dishes consumed by Japanese society. The form of Onigiri known to the world community today is a legacy that began in the Heian era. Although the common form of onigiri is a triangle, but  in modern era  its varied not only  into round, oval form  but  the variants taste was increased. The varians of Onigiri f not only the flavor of the Japanese food  taste but also added  with variants of the taste which adaptation from the modern foods .To introduce Japanese food to the wider community, on March 31, 2018, D3 Japanese Language Program FIB Diponegoro University held acommunity service to explain and  practice the making of Onigiri.The purpose of  that activities are introduce the Japanese food especially onigiri to the public so that  knowledge can also be widely known by the public in general, not only information but also in practice in the process of making of Onigiri itself. We expected that  the participants can use the information of  the Onigiri making to make  their own Onigiri’s creation.                The result of this activity achieves a deep understanding of Onigiri so that in addition to enriching the treasures of knowledge about Japanese cuisine also opens the creativity opportunities of the participants to develop Onigiri variant that is more adapted to the tastes of the people of Indonesia.Keywords : culture ; onigiri ; Japanese Dishes 
PEMANFAATAN SENI KERTAS LIPAT SEBAGAI BENTUK ANTISIPASI DEMENSIA PADA MASYARAKAT LANJUT USIA DI DESA SEKARJALAK Sakariah, Dewi Saraswati
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

The form of service’s activity to society is a training for the elderly group with the theme "The Use of Folding Paper as Anticipation of Dementia for Elderly Group at Sekarjalak Village". The reasons for choosing this theme are 1) The importance of academic being an extension of the government to support the health care program in elderly groups, 2) The elderly group is susceptible to degenerative diseases of brain function, and 3) The elderly group in the village is rarely choosen as  the target of the Student KKN Team program. The art of folding paper (origami) Japan has been a therapy to storm brain function for elderly in Japan that can be applied by elderly Indonesia. In addition as a form of therapy is also able to provide strengthening of the brain, cognitive and motoric functions. The activity takes place with the practice method of making the work in accordance with the patterns in the manual. Although there are time constraints for elderly people who are sick on some parts of the body, but the activity went well and smoothly to the end. All participants took an active and enthusiastic role following the instructions of the devotion team. Hope in the future is the elderly group can become one of the mandatory targets for the servants of society later. Keywords: Sekarjalak village, dementia, origami
AMPLIFIKASI PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN LAGU DI KELAS 3C SDN UNGARAN 01 KABUPATEN SEMARANG Jati, Ariya
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

ABSTRAKArtikel ini berkenaan dengan penggunaan lagu untuk mengamplifikasi pengajaran Bahasa Inggris di kelas 3C SDN Ungaran 01 Kabupaten Semarang. Lagu turut digunakan dengan pertimbangan bahwa pengajaran Bahasa Inggris di SDN tersebut belum menggunakannya sebagai amplifikasi. Tujuan amplifikasi ini adalah adanya variasi dalam pengajaran Bahasa Inggris, yakni dengan menggunakan lagu berbahasa Inggris yang dinilai sesuai dengan materi Bahasa Inggris untuk kelas 3 Sekolah Dasar. Amplifikasi ini menerapkan metode engage, study, and activate (ESA), dengan data yang diperoleh melalui classroom observation. Luaran yang dihasilkan dari penelitian ini adalah lembar kerja untuk satu tema ajar. Dalam pelaksanaannya, amplifikasi dengan menggunakan metode ESA ini dapat dipraktekkan dengan mudah. Diharapkan amplifikasi ini dapat digunakan oleh setiap dosen yang mempunyai minat terhadap pengajaran bahasa Inggris. Kata kunci: children songs, receptive and productive skills, ESA model, classroom observation, worksheet  
PEMBELAJARAN PENERJEMAHAN MELALUI FOLKLOR UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA Harsono, Siswo
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran penerjemahan melalui folklor penting untuk mengembangkan pariwisata setempat. Penelitian terapan ini dilakukan untuk mempelajari penerjemahan folklor Semarang untuk pengembangan pariwisata Semarang. Penelitian ini menggunakan metode belajar-mengajar dan menerjemahkan. Metode belajar-mengajar diterapkan untuk membuat desain pengajaran; dan metode penerjemahan diterapkan untuk membuat desain material. Subyek penelitian ini adalah siswa SMK Jayawisata, Semarang. Menerjemahkan folklor  Semarang ke dalam bahasa Inggris sangat penting untuk diterapkan dalam pembelajaran penerjemahan bagi para siswa untuk mengembangkan pariwisata Semarang. Pembelajaran penerjemahan melalui folklor juga sangat penting bagi para siswa untuk mengetahui warna lokal dari wisata folklor. Kata kunci: folklor, pembelajaran, penerjemahan, pengembangan pariwisata  AbstractLearning translation through folklore is important to develop local tourism. This applied research is done to learn the translation of Semarang folklore to develop Semarang tourism. This research uses teaching-learning and translating methods. Teaching-learning method is applied to make a course design; and translating method is applied to make a material design. The subjects of this research are the students of SMK Jayawisata, Semarang. Translating Semarang folklore into English is significant to apply in teaching-learning of translation for the students to develop Semarang tourism. Teaching-learning of translation through folklore is also significant for the students to know the local color of folklore tourism. Keywords: Folklore, teaching-learning, translation, tourism development
SPEAKING BERBASIS FOLKLOR UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA Hartono, Atrinawati
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

ABSTRAK             Artikel ini akan  membahas Speaking berbasis folklor untuk pengembangan pariwisata. Speaking adalah kemampuan dasar untuk melakukan percakapan atau berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Practicing everyday, stop being a student, use it or loose it, being able to communicate, and no need to worry in making mistakes, merupakan lima cara dasar untuk berlatih menggunakan bahasa  Inggris.  Folklor adalah cerita rakyat yang disampaikan secara turun temurun dan dapat digunakan sebagai media promosi pariwisata.. Ada tiga metode yang penulis gunakan  yaitu:  Asking for and Giving information, Asking for and Giving Direction, dan Asking for and Giving Opinion. Hasil Pembelajaran Speaking dapat digunakan untuk mempromosikan pariwisata setempat baik dalam lingkup lokal, nasional, maupun internasional. Kata kunci: speaking, folklor, promosi, pariwisata. ABSTRACT             This article will discuss about learning Speaking based on Folklore for developing tourism. Speaking is a basic skill for doing English conversation or making communication. Practicing everyday, stop being a student, use it or loose it, being able to communicate, and no need to worry in making mistakes, are five basic possibilities for practicing Speaking. Folklore is a traditional stories pass from one generation to the next generation, that can be used as a media for the promotion of tourism. The writer uses three methods namely:  Asking for and Giving information, Asking for and Giving Direction, and Asking for and Giving Opinion. The result shows that learning speaking can be used for promoting local tourism object, within the scope of local, national, and international. Keywords: speaking, folklore, promotion, tourism
BRAINSTORMING DINI DENGAN ORIGAMI UNTUK ANAK-ANAK Zaki Ainul Fadli; Nur Hastuti; Maharani Patria Ratna; Arsi Widiandari; Dewi Saraswati Sakariah
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

(Title: Early Brainstorming With Origami For Children) The purpose of this paper is to uncover the usefulness of origami as an effective way of early brainstorming for children. The method used is to involve the children in the origami training activities as a form of community service. Training is not done in the usual way, but done principally on the four basic brainstorming guidelines so that the nature of the training is not up-bottom but bottom-up. This principle is not done strictly considering the participants are children. This means that mentor involvement is still needed to encourage participants to come up with ideas on how to fold the paper and shape it into the intended shape effectively and efficiently. The result of this training is origami can be an alternative way in improving creativity and courage of children in expressing ideas.
PENGENALAN ETIKA JEPANG KEPADA CALON CAREGIVER UNTUK LANSIA DI STIKES CENDEKIA UTAMA KUDUS Noviana, Fajria
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

Pengenalan etika yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari bangsa Jepang dipandang perlu untuk disampaikan kepada para calon caregiver untuk lansia yang nantinya akan bertugas di Jepang, mengingat bangsa Jepang adalah bangsa yang hingga saat ini masih menjunjung tinggi etika dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selain sebagai bagian dari tridharma perguruan tinggi, juga untuk mengenalkan etika yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di Jepang sebagai upaya mempermudah interaksi dan hubungan sosial bagi caregiver untuk lansia yang akan ditempatkan pada rumah tinggal maupun panti jompo di Jepang. Selain itu, juga untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa tingkat akhir program studi ilmu keperawatan dan profesi ners yang menjadi peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, untuk mempraktekkan etika yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di Jepang.Kata kunci :  etika, Jepang, caregiverThe introduction of ethics that still prevail in daily life of the Japanese people is considered necessary to be taught to the candidates of caregiver for the elderly who will serve in Japan, because the Japanese still upholds ethics in their daily lives. The purpose of this community service program is not only as part of the university tridharma, but also to introduce the ethics in daily life in Japan as an effort to facilitate the interaction and social relationships for the candidates of caregiver for the elderly who will be placed in residential and nursing homes in Japan. Moreover, this program also provide an opportunity to students of the final level of nursing courses and professional nurse whose participating on this community service program to practice ethics that still prevail in everyday life in Japan.Keywords : ethics, Japanese, caregiver
PENGUATAN KARAKTER BAGI PENGEMUDI BECAK WISATA DI YOGYAKARTA Sudarsih, Sri
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

ABSTRAKYogyakarta sebagai kota pariwisata menjadikan becak menjadi ujung tombak pariwisata di Yogyakarta. Hal ini didasarkan pada alasan bahwa pengemudi becak dalam pemahaman ini sebagai pemandu pariwisata. Namun dalam tataran realitas masih banyak persoalan yang timbul karena pengemudi becak masih sering meninggalkan penumpang di tengah jalan dan tidak memberikan pelayanan yang baik dan ramah.Perilaku seseorang tidak lepas dari karakternya. Penguatan karakter bagi pengemudi becak sangatlah penting karena pengemudi becak sebagai pemandu wisata harus memiliki karakter yang kuat karena akan menentukan persepsi bagi wisatawan mengenai kota Yogyakarta. Kata Kunci: Karakter, Pengemudi Becak, Wisata, Yogyakarta ABSTRACTYogyakarta as a tourism city makes pedicab become the spearhead of tourism in Yogyakarta. This is based on the reason that the pedicab driver as a guide of tourism. But in the level of reality there are still many problems that arise because becak drivers still often leave passengers in the middle of the road and do not provide good service and friendly. The behavior of a person can not be separated from his character. Strengthening of character for pedicab driver is very important because pedicab driver as tour guide must have strong character because it will determine perception for tourists about Yogyakarta city.Keywords: Karakter, Pengemudi Becak, Wisata, Yogyakarta
FOLKLORE-BASED READING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN BACAAN BERBAHASA INGGRIS YANG BERKAITAN DENGAN PARIWISATA DI SMK JAYAWISATA SEMARANG Savitri, Ayu Ida
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

ABSTRAK Pengajaran keterampilan membaca teks berbahasa Inggris merupakan bagian dari pengajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua di Indonesia. Hal tersebut menarik karena terdapat kesulitan dalam memahami kosakata yang terkandung di dalam bacaan sebelum mengambil pesan dan menjawab pertanyaan terkait dengan bacaan. Pemahaman bacaan menjadi semakin sulit saat kosakata tersebut tidak lazim dijumpai, seperti kosakata dalam bidang teknologi atau karya sastra. Namun demikian, dalam pengajaran keterampilan membaca teks berbahasa Inggris, Ackerman (1994) menunjukkan bahwa penggunaan karya sastra membuat peserta didik terlibat secara emosional dalam kisah yang mereka baca. Selain menarik, karya sastra kaya akan materi pembelajaran dan berisi pengalaman yang memberi nilai lebih pada proses pembelajaran (Goshn, 2002), misalnya pada karya sastra anak dalam bentuk realisme, fiksi, non fiksi, fantasi, karya sastra tradisional dan puisi (Brown, 2001). Karya sastra tradisional sendiri adalah cerita yang ditulis berdasarkan tradisi, yang waktu kejadian bahkan penulisnya pun tidak diketahui karena diceritakan dari mulut ke mulut dan dari generasi ke generasi. Misalnya, cerita rakyat, fabel, mitos, legenda, epik dan puisi tradisional (Burhan, 2003). Karya sastra tradisional berupa mitos kami gunakan untuk mengajarkan keterampilan membaca teks berbahasa Inggris kepada siswa-siswi SMK Jayawisata, Kelas XII, yang setelah lulus      akan terjun dalam bidang pariwisata atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini penting    untuk dilakukan karena salah satu hal yang akan mereka lakukan dalam bidang pariwisata adalah melakukan pendampingan pada wisatawan yang membutuhkan informasi yang berkaitan dengan folklore yang terdapat pada tujuan wisata yang mereka datangi. Selain memperoleh keterampilan membaca teks berbahasa Inggris mereka juga mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai folklore yang terdapat di dalam bacaan. Kata Kunci: Pengajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua, keterampilan membaca teks berbahasa Inggris, folklore, folklore-based reading.         ABSTRACT Teaching English Reading Skill is part of Teaching English as Second Language (TESL) in Indonesia. It becomes interesting as students face difficulties in understanding new vocabularies before gaining the message of the text and answer questions related to the text. The reading comprehension becomes more difficult when those vocabularies     are unfamiliar for them, like terms related to technology or literature. However, in Teaching English Reading Skill for beginners, Ackerman (1994) shows that literature enables students to get involved emotionally in the story they read. Literature is interesting, rich-content and shares life experience for the learning process (Goshn, 2002). The literature comes in various types like realism, fiction, nonfiction, fantasy, traditional literature and poem (Brown, 2001). Traditional literature is a tradition-based written story where the time and even the writer are unknown as it was told from mouth to mouth and from generation to generation. For example, folktale, fabel, myth, legend, epic and traditional poem (Burhan, 2003). Traditional literature of myth is used to teach Basic Level English Reading Skill     to students of tourism vocational highschool Jayawisata, particularly to twelve grade students, who are going to work in tourism sector after graduated or continue their study to higher level. It is done since one of their duties is guiding foreign tourists who need information about the folklore of the tourism sites they visit. Therefore, they are not only improving their English Reading Skill but also gaining more information about the folklore in the text. Keywords: Teaching English as Second Language (TESL), English Reading Skill, folklore, folklore-based reading.
PENULISAN BERBASIS FOLKLOR UNTUK SISWA SMK JAYAWISATA SEMARANG Asmarani, Ratna
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

ABSTRAK Artikel ini berdasarkan pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan kepada siswa “SMK Jayawisata” Semarang berupa pelatihan penulisan berbasis folklor dalam bahasa Inggris. Tujuan dari pelatihan ini adalah membekali siswa SMK Jayawisata Semarang dengan kecakapan menulis promosi wisata berbasis folklor dalam bahasa Inggris. Pelatihan dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap teori yang dilanjutkan dengan tahap praktek penulisan berbasis folklor. Antusiasme siswa SMK Jayawisata dalam mengikuti pelatihan ini mengindikasikan manfaat pelatihan ini sebagai bekal praktis bagi mereka. Simpulan yang dapat ditarik adalah perlunya berbagai pelatihan praktis dalam bahasa Inggris untuk membekali siswa SMK agar siap dalam dunia kerja nantinya.Kata kunci :  penulisan, folklor, bahasa Inggris, promosi wisata ABSTRACT This article is based on a community service to the students of “SMK Jayawisata” Semarang in the form of English training concerning folklore-based writing. The purpose of this training is to supplement the students of “SMK Jayawisata” Semarang with the skill of writing tourism promotion based on folklore in English. The training is divided into two stages, namely the theory stage followed by the folklore-based writing practice stage. The enthusiasm of the students of “SMK Jayawisata” in participating in this training indicates the benefits of this training as a practical supplement for them. The conclusion that can be drawn is that there is a need for various practical training in English to supplement the vocational school students to be ready in the world of work later. Keywords : writing, folklore English, tourism promotion

Page 1 of 1 | Total Record : 10