cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rotasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 1411027x     EISSN : 24069620     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
Front Matter Rotasi Vol. 17 No. 4 Oktober 2015 Saputra, Eko
ROTASI Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.572 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.17.4.i-v

Abstract

PENGEMBANGAN MODEL LINEAR HELIKOPTER SKALA KECIL X-CELL 60 SE PADA KONDISI TERBANG HOVER Suryo, Sumar Hadi; Ariyanto, Mochammad
ROTASI Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.545 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.12.4.22-30

Abstract

Pada saat helikopter terbang di udara, terdapat bermacam-macam jenis kondisi terbang, salah satunya adalah kondisi terbang hover. Kondisi terbang hover pada UAV helikopter atau helikopter skala kecil merupakan kondisi terbang yang sangat mendasar, oleh karena itu pemahaman dan pemodelan dinamika terbang hover menjadi sangatlah penting. Persamaan gerak pada dinamika terbang helikopter mempunyai bentuk nonlinear orde dua, simultan, multi input multi output (MIMO), underactuated, dan juga sangat kompleks. Pengembangan model linear yang berupa state space pada dinamika terbang hover menggunakan metode Jacobian matriks yang dilakukan secara numerik, efektif dan efisien menggunakan program bantú MATLAB/Simulink. Berdasarkan model dinamika linear hover yang diperoleh, didapatkan bahwa dalam kondisi terbang hover mempunyai karakteristik yaitu cross-coupling yang relatif kecil antara matriks matra gerakan longitudinal vertical dan matriks matra lateral directional sehinggga cross-coupling tersebut dapat diabaikan. Pada gerak longitudinal vertical dan lateral directional masing-masing terdapat satu nilai eigen yang bernilai positif pada nilai realnya atau berada di sebelah kanan /Right Half Plane (RHP) pada root locus nya sehingga gerakannya menjadi tidak stabil pada kondisi tersebut.
STUDI EKSPERIMENTAL PENINGKATAN PERPINDAHAN PANAS ALIRAN TURBULEN PADA PENUKAR KALOR PIPA KONSENTRIK DENGAN PERFORATED TWISTED TAPE INSERT WITH PARALLEL WINGS Yaningsih, Indri; Istanto, Tri; Juwana, Wibawa Endra
ROTASI Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.21 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.17.3.120-129

Abstract

Heat transfer, flow friction and thermal performance factor characteristics in a concentric pipe heat exchanger fitted perforated twisted tape insert with parallel wings (PTPW), using water as working fluid are investigated experimentally. The design of PTPW involves the following concepts: (1) wings induce an extra turbulence near tube wall and thus efficiently disrupt a thermal boundary layer (2) holes existing along a core tube, diminish pressure loss within the tube. The experiments are conducted using the PTPW with the three wing depth ratio (w/W = 0.16, 0.24 and 0.32) and constant the hole diameter ratio (d/W) of 0.24 over a Reynolds number range of 5800–18,500. A typical twisted tape insert (TT) was also tested for a comparison. The results show that both mean Nusselt number and mean friction factor associated by all twisted tape are consistently higher than those without twisted tape (plain tube). It is also found that Nusselt number, friction factor and thermal performance factor increase with increasing wing depth ratio. Over the range considered, Nusselt number and friction factor in a concentric pipe heat exchanger with the PTPW are, respectively, 1.14–1.42 and 1.12–1.40 times of those in the tube with typical twisted tape (TT).
PENINGKATAN KUALITAS SERAT DAUN PELEPAH KELAPA MELALUI PERLAKUAN ALKALI Darmanto, Seno; Umardani, Yusuf
ROTASI Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.433 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.11.4.21-25

Abstract

Research is done to analyze treatment (physical and chemical) in increasing quality of coconut leaves fiber. Plot of coconut leaves fiber research is done with determining characteristic of physically coconut leaves, method of making single fiber, treatment technical and testing of strength. Determining of physically coconut leaves characteristic is done by observing and measuring dimension directly and testing water content. Then making of single fiber is done by selecting of coconut leaves, washing, drying and brushing/shaving. Treatment of physically coconut leaves is begun from coconut leaves in sheet shape to single fiber shape. Kind of physically treatment consists of washing, soaking, natural drying and supervised drying. Washing and soaking use water. Natural drying of coconut leaves is done when coconut leaves is sheet. Supervised drying is done with hot air in ±45oC of temperature. Generation of hot air is done with heat transfer from hot water ±60oC of temperature to air in drying pan. The next, washing, soaking and supervised drying is done to prepare coconut leaves that will be used to chemical treatment. Chemical treatment is done with methode alkali. Alkali treatment to single coconut leaves fiber is done with using NaOH solution. The alkali solution is arranged with concentration variation 5%, 10% and 15%. Alkali treatment uses water as solvent. Testing of single coconut leaves fiber is done to refer JIS number R7601 for single fiber. Observing and measuring shows that coconut leave stem has ±230 of coconut leaves. Measuring dimension shows that coconut leaves width have ±1 cm in coconut leaves tip, ±4 cm in coconut leaves center and ±2 cm in coconut leaves stem tip. Water content of coconut leaves can reach ± 50%. Method of making single fiber show that brushing or shaving will be effective when coconut leave is rather dry. Then testing of tensile shows that alkali treatment is trend to increase strength and elongation. The increasing of coconut leaves quality (strength and elongation) will be optimum in concentration 10% of NaOH.
Kinerja Sistem Kotak Pendingin Peltier Tenaga Surya Untuk Penyimpanan Sayur dan Buah Manik, Terang UHS Ginting; Sitorus, Tulus Burhanuddin; Sembiring, Ferry
ROTASI Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.981 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.4.214-220

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja sistem kotak pendingin peltier yang memanfaatkan tenaga surya untuk penyimpanan sayuran dan buah. Keuntungan dari sistem pendingin peltier adalah tidak mengkonsumsi listrik dan ramah lingkungan. Komponen termoelektrik digabungkan dengan heat sink dimana kipas kecil ditempatkan di luar dan kipas yang lainnya ditempatkan di dalam kotak pendingin. Data pengukuran distribusi temperatur dari sistem pendingin peltier kemudian dianalisis untuk mendapatkan performansinya. Pengujian dilakukan di ruang terbuka yang mengalami paparan radiasi matahari. Proses pengukuran kondisi cuaca dilakukan menggunakan alat pengukur cuaca. Untuk merekam distribusi temperatur pada setiap komponen sistem pendingin peltier digunakan termokopel yang terhubung ke data akuisisi. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa temperatur minimum yang dapat dicapai pada objek yang didinginkan yaitu sayuran dan buah-buahan adalah 17.324°C. Temperatur rata-rata sayuran dan buah-buahan selama pengujian berkisar 22oC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kotak pendingin peltier dapat digunakan untuk menjaga kesegaran sayuran dan buah-buahan. Nilai COP maksimum dari sistem pendingin peltier yang diuji adalah 0,0670 dan nilai COP minimum adalah 0,0428.
DESAIN DAN ANALISA IMPACT PADA STRUKTUR BUMPERBELAKANG KENDARAAN SUV DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Purnomo, Heru; Satridjo, Djoeli
ROTASI VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.065 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.13.1.24-32

Abstract

Bumper adalah salah satu sruktur yang penting dalam kendaraan berpenumpang, dan didesain untuk menerima beban impact.Bumper merupakan pelindung luar yang dirancang sedemian rupa untuk memungkinkan terjadinya kontak dan mengalami guncangan yang mungkin terjadi tanpa menimbulkan kerusakan serius.Bumper dirancang untuk menyerap energi tabarakan saat terjadi kecelakaan untuk kondisi kecepatan rendah. Untuk pengujian simulasi impact dengan kecepatan rendah berdasarkan standar ECE Regulasi 42,1994. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara bentuk, jenis material, ketebalan struktur.Penelitian ini, mendesain dan menganalisa impact pada struktur bumper belakang kendaraan SUV dengan menggunakan softwareCATIA dan ANSYS LS-DYNA. Parameter perancangan adalah bentuk, material, ketebalan struktur dan kondisi impact. Dalam pemodelan impact, penulis menggunakan longitudinal impact test dengan memberikan beban pendulum berdasarkan ECE R.42. Konsep desain terdiri dari 4 bentuk, 3 material, ketebalan 3 mm, 4 mm, 5 mm dan solusi alternatif dengan menggunakan absorber . Parameter bentuk, konsep desain yang aman adalah desain 4 karena memiliki tegangan paling rendah yaitu 328,25 MPa, parameter bahan/material adalah 2 AL 2219-T31 sebesar 191,35 MPa , parameter ketebalan adalah 4 mm dengan respon tegangan von misses sebesar 138,632 MPa karena relatif ringan dan parameter absorber dengan menggunakan karet. respon tegangan Von Misses 196,39 Mpa. Untuk pembebanan energi dua kali maka hasilnya dari desain struktur bumper belakang masih aman.
PENGARUH DEBIT AIR SEMBURAN TERHADAP EFEKTIVITAS DIRRECT EVAPORATIVE COOLING POSISI HORISONTAL Yunianto, Bambang
ROTASI Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.63 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.1.12-17

Abstract

Pendinginan evaporasi kontak langsung adalah pedinginan udara dengan cara mengkontakkan langsung antara udara dan air, sehingga terjadi proses penguapan air kedalam arus udara. Proses penguapan  air terjadi   dikarenakan  pengambilan panas dari udara, sehingga terjadilah pendinginan dan peningkatan kelembaan udara. Sistem pendingin ini banyak dioperasikan pada daerah yang bersuhu tinggi (hingga 45 0C) dan kelembaban rendah (hingga RH 35 %), seperti di Negara Timur Tengah. Di  negara tersebut pengoperasian system pendingin evaporasi ini jauh lebih hemat dari pada system pendingin kompresi uap yang berbasis refregeran CFC, yaitu mampu menghemat hingga 70 % energy yang digunakan. Karena energy yang digunakan hanya untuk menggerakkan pompa  air dan Fan. Namun penggunaan di daerah yang bersuhu tinggi tetapi  lembab seperti di Indonesia, system ini dapat dimanfaatkan terbatas hanya pada bulan kemarau saja, yaitu bulan yang mempunyai suhu tinggi dan  kelembaban rendah.  Prestasi system pendinginan ini ditandai dengan turunnya suhu udara dan peningkatan kelembaban. Prestasi  maximum terjadi jika temperature udara mencapai temperature bola basah pada RH 100 %. Ada beberapa factor yang mempengaruhi prestasi system pendingin, salah satunya adalah debit semburan air kedalam arus udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh debit semburan air  terhadap prestasi system pendingin evaporasi kontak langsung.  Penelitian dilakukan pada saluran horizontal  dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi masing-masing   90  cm, 40 cm dan 40 cm. Semburan air dilakukan dengan menggunakan dua buah spayer lubang tunggal yang dipasang pada dinding atas saluran dan berjejer dengan jarak 10 cm. Semburan air diarahkan tegak lurus terhadap arah aliran udara   yang mengalir secara horizontal. Semburan air dilakukan dengan  tiga variasi  debit yaitu 0,8 liter/menit, 1,2 liter/menit dan 1,45 liter/menit pada kecepatan udara tetap. Pengambilan  data  diambil  pada jam 09.00  hingga jam 16.00, bulan oktober, bulan yang bertemperatur tinggi (300C s.d 340C) dan RH rendah (45 % s.d 55 %). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penurunan  temperature maksimum yang dapat dicapai adalah 70C dengan peningkatan RH 35 %. Sementara efektifitas alat tertinggi adalah 80 %  pada debit 1,2 liter /menit..  Dari tiga macam debit semburan air, ternyata prestasi alat pendingin ini tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok, yaitu sekitar 5 %.
ACTIVE MAGNETIC BEARINGS FOR FRICTIONLESS ROTATING MACHINERIES Setiawan, Joga Dharma
ROTASI Volume 8, Nomor 3, Juli 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.491 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.3.6-10

Abstract

Active magnetic bearing (AMB) systems can support a rotor without physical contact and enable users toprecisely control rotor position and vibration as function of time or other parameters. These frictionless andprogrammable features have made AMB suitable to meeting the demand for higher speed, higher efficiency andreliability of rotating machineries in many industrial application including oil and gas production, power generationand energy conservation, clean manufacturing and transportation. This paper reviews the components and workingprinciples of AMB, which requires basic understanding of rotordynamics, electromagnetisms, power electronics andcontrol theories. Several configurations and applications of AMB are presented including design and cost issues. Thecapabilities of several major AMB world manufacturers are evaluated. The paper concludes with the summary ofinvestigation topics at several leading AMB research centers. It is hoped that this paper can provide an up-to-date,brief and yet comprehensive introduction of the AMB technology for potential users and industrial communities ingeneral.
Back Matter Rotasi Vol. 21 No. 2 April 2019 Saputra, Eko
ROTASI Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.132 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.2.App.1-4

Abstract

PENGARUH VARIASI KOMPOSISI CAMPURAN PADA BIOBRIKET KULIT METE DAN SEKAM PADI TERHADAP LAJU PEMBAKARAN Maharsa, Luthfi; Muhammad, Muhammad
ROTASI VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.863 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.14.4.15-22

Abstract

Permintaan energi nasional akan energi fosil yang meningkat namun tidak diimbangi oleh sumber energi fosil itu sendiri mengakibatkan harga energi naik dan terjadinya explorasi besar-besaran akan sumber energi fosil tersebut, oleh karena itu dibutuhkan langkah untuk mencegah terjadinya krisis energi termasuk didalamnya meningkatkan sumber energi terbarukan yang salah satunya bersumber dari biomassa, dikarenakan Indonesia adalah termasuk negara agraris. Banyaknya limbah pertanian seperti limbah sekam, limbah jerami, limbah tempurung kelapa, adalah sebagian sumber energi yang potensial. Saat ini ekspor dalam bentuk kacang mete sekitar 2% dari total hasil sehingga apabila berat kulit mete 0,42 dari berat total gelondong mete dengan kandungan energi 4.516 kkal/kg, maka terdapat 4,933x109 kkal/tahun atau setara dengan 930 ton batu bara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh laju penurunan berat terhadap komposisi bahan pada biobriket campuran kulit mete dan sekam. Sebelum diuji bahan biomassa dihancurkan dan dikeringkan lalu bahan biomassa tersebut dibentuk menjadi biobriket dengan komposisi berat mete-sekam 75%-25% ; 50%-50% ; 25%-75% dan mempunyai berat 3,5 gram dan tinggi 25 mm. Pengujian dilakukan pada ruang bakar yang dialiri udara dengan kecepatan 0,6 m/s 0,9 m/s and 1,2 m/s. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan udara dan semakin tinggi kadar sekam dalam biobriket maka laju pembakaran dan suhu udara pembakaran akan semakin meningkat dan biobriket dengan komposisi mete-sekam 25%-75% pada kecepata udara 1,2 m/s mempunyai jumlah excess air sekitar 20% dari udara pembakaran.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025): VOLUME 27, NOMOR 3, OKTOBER 2025 Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025 Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 26, No 2 (2024): VOLUME 26, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 26, No 1 (2024): VOLUME 26, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 25, No 3 (2023): VOLUME 25, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 25, No 2 (2023): VOLUME 25, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 25, No 1 (2023): VOLUME 25, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 24, No 4 (2022): VOLUME 24, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 24, No 3 (2022): VOLUME 24, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 24, No 1 (2022): VOLUME 24, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 23, No 4 (2021): VOLUME 23, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 23, No 3 (2021): VOLUME 23, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 23, No 2 (2021): VOLUME 23, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 23, No 1 (2021): VOLUME 23, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 22, No 4 (2020): VOLUME 22, NOMOR 4, OKTOBER 2020 Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020 Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020 Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019 Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019 Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019 Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019 Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018 Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018 Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018 Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018 Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017 Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017 Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017 Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016 Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 16, No 3 (2014): VOLUME 16, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 15, No 3 (2013): VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 15, No 1 (2013): VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013 VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012 VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012 VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012 VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012 VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011 VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011 VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011 VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011 Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010 Volume 12, Nomor 3, Juli 2010 Volume 12, Nomor 2, April 2010 Volume 12, Nomor 1, Januari 2010 Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009 Volume 11, Nomor 3, Juli 2009 Volume 11, Nomor 2, April 2009 Volume 11, Nomor 1, Januari 2009 Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008 Volume 10, Nomor 3, Juli 2008 Volume 10, Nomor 2, April 2008 Volume 10, Nomor 1, Januari 2008 Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007 Volume 9, Nomor 3, Juli 2007 Volume 9, Nomor 2, April 2007 Volume 9, Nomor 1, Januari 2007 Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006 Volume 8, Nomor 3, Juli 2006 Volume 8, Nomor 2, April 2006 Volume 8, Nomor 1, Januari 2006 Volume 3, Nomor 2, April 2001 Volume 3, Nomor 1, Januari 2001 Volume 2, Nomor 4, September 2000 More Issue