cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rotasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 1411027x     EISSN : 24069620     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
Pengaruh Kecepatan Rotasi Pahat dan Kecepatan Pengelasan terhadap Sifat Mekanis Hasil Pengelasan Friction Stir Logam Tak Sejenis Aluminium 5052 H3 dan Tembaga Sulardjaka, Sulardjaka; Fitriyana, Deni Fajar; Bawono, Ayus Dios
ROTASI Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.584 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.2.96-101

Abstract

Tujuan penelitian ini meneliti pengaruh variasi kecepatan rotasi pahat dan kecepatan pengelasan, terhadap sifat mekanis pengelasan FSW AA 5052 H3 dengan tembaga. Pengelasan FSW dilakukan dengan menggunakan mesin milling CNC. Tool shoulder dibuat dengan baja H13 yang dikeraskan dengan metode quench hardening dengan pin berbentuk kerucut. Pengelasan FSW dilakukan dengan variasi rotasi pahat: 2850 rpm, 3000 rpm, dan 3150 rpm, Kecepatan pengelasan FSW: 100 mm/min dan 120 mm/min. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi dihasilkan pada pengelasan dengan kecepatan putaran 3000 rpm dan dengan kecepatan pengelasan 100 mm/menit yaitu sebesar 223 MPa.
PENGARUH TEMPERATUR TUANG PADA PROSES PENGECORAN STIR CASTING TERHADAP DENSITAS DAN POROSITAS KOMPOSIT ALUMUNIUM DIPERKUAT SERBUK BESI Sulardjaka, Sulardjaka; Wibowo, D B; Arijanto, Arijanto; Setiaji, E F
ROTASI VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.606 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.13.3.19-21

Abstract

Penelitian ini meneliti pengaruh temperatur tuang pada pembuatan komposit alumunium yang diperkuat serbuk besi, terhadap densitas dan porositas bahan komposit yang diperkuat dengan serbuk alumunium. Proses pembuatan komposit dilakukan dengan metode stir cast. Proses pengadukan dilakukan pada temperatur 750 oC, dengan putaran pengadukan 400 rpm selama 10 menit. Pengujian densitas bahan komposit dilakukan dengan metode Archimedes. Hasil penelitian menunjukkan temperatut tuang 725 oC memberikan distribusi serbuk besi yang terbaik.
Magnetic Properties of Austenitic Stainless Steel 316l and 316lvm after High Temperature Gas Nitriding Treatment Suprihanto, Agus
ROTASI Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.311 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.2.72-75

Abstract

Biometallic materials for implant devices not only have to good corrosion resistance but also stable nonmagnetic properties. Various method have been developed for enhanced the corrosion resistance i.e low temperature gas nitriding treatments. Unfortunatelly, low temperature gas nitriding produce weakly ferromagnetic due the presence of expanded austenitic phases. Another treatments methods which is capable for improvement the mechanical properties is high temperature gas nitriding. However, the evaluation of magnetic properties of austenitic stainless steel 316L and 316LVM not yet investigation. The evaluation of magnetic properties of austenitis stainless steel 316L and 316LVM after high temperature gas nitriding treatments have been succesfully done. The magnetic properties are evaluated by vibrating sample magnetometre (VSM) test. The magnetic properties such as magnetic remenance, magnetic saturation and magnetic permeability are improved. As treated 316L and 316LVM have more stable non-magnetic properties and they more safe and compatible for MRI test
ANALISA TEGANGAN MESIN PEMUTAR ES PUTER DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK Kurdi, Ojo
ROTASI Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.364 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.4.12-17

Abstract

Dalam penelitian ini akan dianalisa tegangan yang terjadi pada mesin pemutar es puter kapasitas 16 liter dengan menggunakan perangkat lunak Perangkat lunak dipilih sebagai alat analisa karena kelebihannya antara lain; proses analisa menjadi lebih cepat dan kesalahan perhitungan karena human error dapat dikurangi, ditambah lagi dengan perkembangan perangkat lunak FEA (Finite Element Analysis) sekarang ini yang menunjang komputer berbasis PC (Personal Computer), sehingga analisa-analisa yang rumit dapat dijalankan pada PC dengan sumber daya yang relatif terjangkau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey lapangan, mengambil data-data di lapangan. Kemudian dari data-data ini dibuat model yang diusahakan dapat sedekat mungkin sesuai dengan keadaan di lapangan. Setelah pembuatan model kemudian diperiksa apakah ada kesalahan. Apabila tidak ada kesalahan maka model tersebut siap dianalisa dengan menjalankan aplikasi FEA yang ada pada komputer. Hasil yang diambil dari analisa dengan menggunakan perangkat lunak ini adalah berupa gambar-gambar “peta” tegangan dan informasi mengenai tegangan von-Mises maksimum yang terjadi pada elemen-elemen utama pada mesin tersebut. Hasil analisa ini menunjukkan bahwa semua elemen-elemen utama dalam mesin pemutar es puter ini dalam kondisi yang “aman” menurut salah salah satu teori kegagalan,yaitu teori kegagalan von-Mises.
Pemilihan Jenis Pembebanan Statik untuk Analisa Tegangan Heavy Duty Truck Chassis Menggunakan Metode Elemen Hingga Kurdi, Ojo
ROTASI Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.758 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.3.181-186

Abstract

Analisa tegangan pada chassis truk sangat diperlukan untuk proses perancangan dan optimasi chassis truk. Makalah ini berisi kajian tentang penentuan jenis beban statis yang tepat, yang akan dipergunakan untuk analisa tegangan chassis truk dengan beban total 36 ton. Simulasi pembebanan chassis truk dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya berupa: tekanan seragam, gaya gravitasi dan gaya tunggal terkonsentrasi untuk 6 dan 4 titik kontak. Tujuan makalah ini adalah untuk mendapatkan jenis pembebanan yang cocok dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan untuk proses simulasi Analisa tegangan chassis truk. Metode yang dipakai yaitu dengan mensimulasikan setiap jenis pembebanan dengan berbagai variasi meshing dengan menggunakan perangkat lunak metode elemen hingga. Jenis pembenan yang terbaik ditentukan jika didapat hasil yang konvergen untuk berbagai ukuran mesh serta memiliki nilai tegangan yang hampir sama dengan tegangan untuk jenis pembebanan yang lain. Berdasrkan hasil simulasi dan analisa perbandingan harga tegangan yang dihasilkan untuk berbagai variasi pembebanan, didapat jenis pembebanan yang paling cocok adalah gaya tunggal terdistribusi dengan 6 titik kontak.
ANALISA RUNNING-IN RODA GIGI TRANSMISI PRODUK USAHA KECIL MENENGAH Hidayat, Taufiq; Supriyana, Nana; Londa, Petrus; Jamari, Jamari; Setiawan, Joga Dharma
ROTASI Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.903 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.15.2.12-17

Abstract

Saat ini kecenderungan industri roda gigi adalah fokus pada peningkatan efisiensi roda gigi transmisi. Efisiensi roda gigi transmisi menurun dikarenakan kontak load dan unload, seals, pelumas, dan bantalan. Salah satu cara untuk meminimalkan kerugian tersebut adalah dengan menurunkan viskositas pelumas. Cara ini akan menurunkan kecepatan kerugian. Tetapi kerugian karena beban akan meningkat. Untuk menghindari ini, rasio antara ketebalan lapisan pelumas dan kekasaran permukaan harus dijaga, dimana dapat dipenuhi dengan membuat permukaan roda gigi lebih halus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa proses running-in roda gigi produk lokal UKM. Sebagai pembanding dilakukan running-in roda gigi produk OEM. Pengujian yang dilakukan adalah uji kekerasan dan kekasaran permukaan awal dan selama proses running-in. Eksperimen dilakukan pada roda gigi AHM dan UKM. Proses running-in berjalan pada 600 rpm dan beban tetap 10 kg. Roda gigi yang memiliki nilai kekasaran permukaan yang tinggi akan menimbulkan koefisien gesek yang tinggi pula. Roda gigi AHM memiliki kekasaran permukaan antara 0,5-0,8 μm. Kekasaran roda gigi produk UKM antara 0,8-1,2 μm. Roda gigi produk AHM memiliki koefisien gesek 0,41, sedangkan roda gigi produk UKM memiliki koefisien gesek 0,43. Roda gigi produk AHM mempunyai waktu running-in sampai tercapai keadaan steady state selama 45 menit. Sedangkan roda gigi produk UKM mempunyai waktu running-in 40 menit. Dapat disimpulkan bahwa roda gigi produk UKM mempunyai kekasaran permukaan yang lebih tinggi dibanding produk AHM, sehingga koefisien geseknya lebih tinggi pula. Tetapi dari segi waktu runnning-in lebih cepat dikarenakan kekerasan permukaan lebih rendah dibanding produk AHM.
Pengukuran Koefisien Perpindahan Kalor Evaporasi Refrigeran R-134a di dalam Saluran Halus Horizontal dengan Variasi Kualitas Uap Santosa, Tito Hadji Agung; Nadjib, Muhammad; Thoharudin, Thoharudin; Suyono, Warsito Kabul
ROTASI Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.305 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.1.39-45

Abstract

Nilai koefisien perpindahan kalor evaporasi dari suatu refrigeran sangat penting dalam desain termal evaporator mesin pendingin. Perubahan fasa di dalam evaporator akan terjadi dari fasa cair menjadi fasa uap. Pola aliran yang terbentuk pada proses perubahan fasa tersebut dapat mempengaruhi nilai koefisien evaporasi. Penentuan koefisien evaporasi sulit dilakukan secara teori sehingga mutlak dilakukan secara eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan koefisien perpindahan kalor evaporasi refrigeran R-134a pada saluran halus horisontal dengan variasi kualitas uap. Alat uji berupa siklus refrigerasi kompresi uap yang dimodifikasi. Perangkat orifice-manometer, pemanas listrik, seksi uji, dan sejumlah termokopel serta indikator tekanan ditambahkan dalam alat uji. Seksi uji berupa pipa ganda aliran berlawanan arah dengan fluida udara sebagai pemanas. Parameter yang diatur adalah laju aliran massa dan kualitas uap dengan beban pendinginan konstan. Laju aliran massa divariasikan dengan menggunakan inverter yang diatur pada frekuensi 14, 16, 18, 20, dan 22 Hz. Inverter dikopel dengan motor listrik sebagai pengerak kompresor. Voltase pemanas listrik divariasikan untuk mengubah kualitas uap refrigeran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan memvariasikan kualitas uap, nilai koefisien perpindahan kalor evaporasi naik seiring dengan naiknya kualitas uap pada laju aliran massa yang konstan. Variasi fluks massa tidak secara tegas memberikan hubungan dengan kenaikan nilai koefisien perpindahan kalor evaporasi.
ANALISA PENGGUNAAN FLY ASH SEBAGAI MATERIAL DASAR PENGGANTI CETAKAN PASIR PADA PENGECORAN BESI COR DITINJAU DARI KOMPOSISI CAMPURAN CETAKAN Umardani, Yusuf
ROTASI Volume 9, Nomor 3, Juli 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.757 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.3.10-14

Abstract

Pemanfaatan batu bara sebagai sumber energi dapat menimbulkan masalah terhadap lingkungan. Sebagai akibat pembakaran batu bara, antara lain pada PLTU akan menghasilkan fly ash. Fly ash (abu terbang) merupakan abu ringan hasil pembakaran batu bara yang dipisahkan dari saluran keluar pembangkit listrik berbahan bakar batubara dengan menggunakan electrostatic atau mechanical precipitators. Unsur kimia yang paling banyak dalam kandungan fly ash adalah silika, alumina dan oksida besi. Kandungan silika yang dominan pada fly ash memungkinkan penggunaan fly ash sebagai bahan cetakan pada proses pengecoran logam karena sifat silika yang mampu menahan temperatur yang tinggi.Pada penelitian ini, logam yang digunakan adalah besi cor, dan tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan fly ash sebagai bahan cetakan terhadap timbulnya lapisan besi cor putih (chill) pada bagian pinggir coran, sehingga material menjadi keras. Sehingga digunakannya fly ash sebagai cetakan ini, diharapkan mampu mengurangi kerugian pada pengecoran dengan menggunakan cetakan pasir.Untuk melihat pengaruh fly ash terhadap hasil coran, digunakan pengujian kekerasan dan strukstur mikro, serta hasilnya dibandingkan dengan hasil coran menggunakan pasir cetak. Dari pengujian ini, diketahui dari beberapa komposisi cetakan fly ash yang hasil corannya mendekati hasil coran pasir cetak adalah komposisi dengan campuran : fly ash 100%, semen 25% FA, air 8% FA.
PENGARUH VARIABEL PEMOTONGAN TERHADAP KEAUSAN ELEKTRODA DAN BENDA KERJA PADA PROSES EDM Londa, Petrus
ROTASI Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.935 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.16.4.9-16

Abstract

Keausan elektroda pada proses EDM die sinking adalah peristiwa yang tidak dapat di hindari, namun dengan mengatur variabel pemotongan yang sesuai, diharapkan keausan yang terjadi se-minim mungkin sehingga dapat menjamin tingkat akurasi ukuran pada benda kerja yang di hasilkan. Pada penelitian ini di pilih metode Taguchi untuk menentukan variabel pemotongan yang optimum pada elektroda tembaga dan benda kerja dari bahan K460 (amutit S). Taguchi L9 orthogonal array, signal-to-noise ratio (S/N ratio) dan analysis of variance (ANOVA) dapat menentukan performa variabel proses EDM (PON, POFF, QDON dan GAP) dengan parameter yang di teliti adalah Electrode Wear Rate (EWR) dan Material Removal Rate (MRR). Hasil dari eksperimen tersebut di tampilkan dalam bentuk tabel-tabel dan grafik
PENERAPAN DAN PENGUJIAN MODEL TEKNOLOGI ANAEROB DIGESTER UNTUK PENGOLAHAN SAMPAH BUAH-BUAHAN DARI PASAR TRADISIONAL Bayuseno, Athanasius Priharyoto
ROTASI Volume 11, Nomor 2, April 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.64 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.11.2.5-12

Abstract

Dengan adanya isu lingkungan tentang efek rumah kaca akibat sistem pembuangan sampah yang buruk, maka perlu adanya usaha-usaha dan perhatian dicurahkan oleh pemerintah maupun masyarakat dalam mengembangkan sistem managemen sampah terpadu, dimana konsep anaerobic digestion sampah rumah tangga terkontrol diharapkan merupakan salah satu solusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dan memberikan metode terbaik dalam pembuangan sampah organik. Namun demikian penerapan teknologi anaerobic digester di Indonesia untuk penanganan sampah organik rumah tangga masih sangat terbatas. Dengan demikian pendayagunaan teknologi anaerobic digester dalam managemen sampah di masyarakat baik perkotaan dan pedesaan merupakan inti keutamaan dalam penelitian ini. Keutamaan penerapan teknologi ini karena: (i) pertama sebagai cara yang lebih effectif dan ramah lingkungan dalam pengolahan sampah organik dibandingkan dengan pembuangan sampah secara langsung ke TPA atau landfill; (ii) kedua berkaitan dengan potensi teknologi untuk memproduksi energi terbarukan (renewable) dan pupuk organik (fertiliser). Kegiatan penelitian dilakukan dengan diawali rancang bangun bioreaktor berbahan plastik dengan kapasitas 225 l. Selanjutnya sampah buah mangga yang dikumpulkan dari pasar Johar Semarang dipilih sebagai benda uji. Sampah buah mangga yang dikumpulkan kemudian diblender untuk pembuatan slurry dengan sedikit mencampur air. Kemudian dilakukan pengukuran pH (derajat keasaman) terhadap bubur dan sebagian bubur diambil sample untuk memperoleh rasio C/N. Karena rasio C/N dapat mengetahui kandungan C dan N yang berfungsi pada proses anaerob. Selama proses pencernaan (digestion) berlangsung, temperatur dalam tabung reaktor dijaga pada temperatur 40o C. Pada termokontrol ini disetting dengan suhu 40o C ±1, dimana pada suhu 39o C, heater akan hidup. Sedangkan pengaduk akan dihidupkan sehari 3 jam selama 15 hari. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa produksi gas metana pada 15 hari 707 ppm vol, pada 30 hari 496.8 ppm vol, pada 45 hari 643.4 ppm vol, pada 60 hari 459.5 ppm vol, pada 75 hari 66 ppm vol. Sementara nilai kuantitas metan pada pengujian ini adalah 0.95 kg per kg sampah, sedang potensi energi kalor per 1 kg metan adalah 50312.5 kJ dan potensi energi per kg sampah adalah 47796.8 kJ, bila dikonversikan dalam kWh adalah 13.28 k Wh. Berdasarkan hasil perhitungan pengaruh Sd terhadap Co, Coe, dan nilai energi kalor, diketahui bahwa sampah organik buah mangga memiliki tingkat kuantitas metan serta potensi energi kalor yang cukup baik yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif untuk kebutuhan energi bila diterapkan dalam skala yang lebih optimal

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025): VOLUME 27, NOMOR 3, OKTOBER 2025 Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025 Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 26, No 2 (2024): VOLUME 26, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 26, No 1 (2024): VOLUME 26, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 25, No 3 (2023): VOLUME 25, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 25, No 2 (2023): VOLUME 25, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 25, No 1 (2023): VOLUME 25, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 24, No 4 (2022): VOLUME 24, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 24, No 3 (2022): VOLUME 24, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 24, No 1 (2022): VOLUME 24, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 23, No 4 (2021): VOLUME 23, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 23, No 3 (2021): VOLUME 23, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 23, No 2 (2021): VOLUME 23, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 23, No 1 (2021): VOLUME 23, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 22, No 4 (2020): VOLUME 22, NOMOR 4, OKTOBER 2020 Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020 Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020 Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019 Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019 Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019 Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019 Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018 Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018 Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018 Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018 Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017 Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017 Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017 Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016 Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 16, No 3 (2014): VOLUME 16, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 15, No 3 (2013): VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 15, No 1 (2013): VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013 VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012 VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012 VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012 VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012 VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011 VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011 VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011 VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011 Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010 Volume 12, Nomor 3, Juli 2010 Volume 12, Nomor 2, April 2010 Volume 12, Nomor 1, Januari 2010 Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009 Volume 11, Nomor 3, Juli 2009 Volume 11, Nomor 2, April 2009 Volume 11, Nomor 1, Januari 2009 Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008 Volume 10, Nomor 3, Juli 2008 Volume 10, Nomor 2, April 2008 Volume 10, Nomor 1, Januari 2008 Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007 Volume 9, Nomor 3, Juli 2007 Volume 9, Nomor 2, April 2007 Volume 9, Nomor 1, Januari 2007 Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006 Volume 8, Nomor 3, Juli 2006 Volume 8, Nomor 2, April 2006 Volume 8, Nomor 1, Januari 2006 Volume 3, Nomor 2, April 2001 Volume 3, Nomor 1, Januari 2001 Volume 2, Nomor 4, September 2000 More Issue