cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rotasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 1411027x     EISSN : 24069620     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
PENGUJIAN CAMPURAN BAHAN BAKAR PREMIUM – METHANOL PADA MESIN SEPEDA MOTOR 4 LANGKAH PENGARUH TERHADAP EMISI GAS BUANG Arijanto, Arijanto; Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Volume 8, Nomor 2, April 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.479 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.2.19-29

Abstract

Dengan semakin menipisnya cadangan minyak bumi dan semakin tingginya tingkat polusi udara saat ini, perludipertimbangkan bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan bahan bakar minyak yang murah dan ramahlingkungan. Methanol sebagai salah satu bahan bakar alternatif yang layak dipertimbangkan karena dapat diproduksioleh industri dan relatif murah. Keuntungan penggunaan methanol antara lain : emisi gas buang yang rendah,performa yang baik, dan tidak mudah terbakar. Meskipun demikian, methanol belum bisa diaplikasikan langsung padamesin kendaraan bermotor standar. Untuk itu, penelitian dan pengujian mesin ini menggunakan bahan bakar premiumdan campuran premium-methanol berbagai komposisi, yaitu M20, M40 dan M60. Kemudian dilakukan pengukuranemisi gas buang dengan menggunakan alat Gas Analyzer Tecnotest MOD 488A Infrared multi gas. Bahan bakarPremium dan Campuran premium-methanol dengan komposisi yang bervariasi akan menghasilkan emisi gas buangyang berlainan. Pengujian dilakukan pada mesin sepeda motor 4 langkah dengan variasi putaran mesin dan komposisicampuran pada kondisi mesin standar tanpa beban. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan dapat ditarikkesimpulan bahwa bahan bakar campuran premium-methanol layak digunakan, dan komposisi terbaik campuranpremium-methanol yang diujikan yaitu M60 (Premium 40% dan Methanol 60%) dilihat dari emisi gas buang yangdihasilkan.
Dasar-Dasar Perancangan Alat Pemanggil Ikan Sugiyanto, Sugiyanto; Setiawan, Joga Dharma; Nugraha, Faryan; Yuwana, Rizkia Wira
ROTASI Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.64 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.2.115-119

Abstract

Alat pemanggil ikan merupakan suatu alat yang menggunakan prinsip akustik bawah air. Akustik merupakan ilmu yang membahas tentang gelombang suara dan perambatannya dalam suatu medium. Jadi, Alat pemanggil ikan ini akan menghasilkan suatu gelombang suara yang akan merambat pada medium air. Perambatan gelombang suara di dalam air dipengaruhi banyak faktor, diantaranya suhu, salinitas dan kedalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suatu dasar perancangan alat pemanggil ikan menggunakan metode gelombang suara. Permasalahan utama pada perancangan alat pemanggil ikan adalah terjadinya penyerapan air laut terhadap gelombang akustik sehingga memperpendek jarak jangkau pemanggilan. Metode yang digunakan pada penelitian adalah dengan membuat alat yang dapat menghasilkan suatu gelombang suara dengan frekuensi yang dapat diatur sesuai dengan frekuensi ikan yang dipakai sebagai uji coba pemanggilan, selanjutnya dilakukan pengujian pemanggilan ikan di laboratorium. Dengan mengamati perubahan prilaku ikan dapat dibuat suatu kesimpulan apakah ikan tersebut terpengaruh oleh frekuensi suara apa tidak. Berdasarkan hasil perancangan diperoleh alat pemanggil ikan ini menggunakan lampu LED dan ICL8038 lalu diperkuat dengan OP-AMP 741untuk mengeluarkan frekuensi yang diinginkan. Selanjutnya alat tersebut diuji terhadap ikan kakap merah yang memiliki frekuensi suara 1000 Hz, hasilnya menunjukkan bahwa ikan kakap merah merespon pemanggilan tersebut, hal ini ditunjukkan terjadinya perubahan perilaku ikan yang bergerak memutari alat tersebut, sebanyak 70 kali putaran dalam kurun waktu 1 jam pengujian.
PENELITIAN RESPON ANAK-ANAK USIA 5-9 TAHUN TERHADAP BERBAGAI GERAKAN-GERAKAN DASAR MANUSIA YANG DAPAT DITIRU MELALUI MAINAN MEKANIKAL EDUKATIF Wibowo, Dwi Basuki; Herlan, Rizal Abdul
ROTASI VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.378 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.14.3.24-31

Abstract

Mainan mekanikal adalah mainan yang bisa bergerak/digerakkan baik secara manual maupun dengan motor listrik.Didalamnya terdapat mekanisme, yang tersusun dari beberapa rangkaian komponen mesin, yang bisa menghasilkan gerakan mirip suatu aktifitas tertentu manusia, hewan, dan mesin secara berulang. Di sini anak-anak usia 5 – 9 tahun belajar mengenal berbagai komponen mesin seperti belt; chain; cam-follower; rachet; linkages; gear; friction wheel serta mekanisme yang dihasilkannya. Diharapkan penelitian ini disamping menghasilkan beberapa prototype peraga mainan mekanikal edukatif, juga mengkaji respon anak-anak terhadap peragaan dan pelatihan mainan mekanikal edukatif yang mengandung unsur-unsur pendidikan dan pengetahuan tentang mengenal berbagai gerakan dasar, komponen dan mekanisme yang dihasilkannya, dan simulasi meniru gerakan dasar tersebut dari susunan/rangkaian komponen mesin. Metode yang digunakan dalam mengkaji respon anak-anak antara lain metode kualitatif, metode kuantitatif, metode observasi dan studi dokumentasi. Dalam pembahasan data hasil penelitian menggunakan metode deskriptif. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, didapatkan hasil bahwa mainan mekanikal edukatif ini dapat diterima oleh anak-anak usia 5-9 tahun maupun oleh guru.
Karakteristik Laju Regangan Melar pada Baja Tahan Karat Austenitic 316L Ekaputra, I. M. W.; Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.284 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.4.201-205

Abstract

In this study, the creep strain rate characteristics of austenitic 316L stainless steel was investigated from the uniaxial creep-rupture test. The tests were conducted under various applied load levels with a constant temperature at 525oC. The creep exponent was obtained by applying a Norton’s law equation on a regression line of creep strain rate vs. stress curve. The steel clearly showed an instantaneous primary stage, following with the secondary and tertiary stages on the creep curve. It was found that the creep rupture time decreased systematically with an increase in the stress. The secondary stage of creep curve almost dominated the creep’s lifetime. Therefore, the creep strain rate was determined from the minimum strain rate on this stage. The obtained creep exponent indicated that the responsible creep mechanism was grain boundary sliding or diffusional creep mechanism
PENGUJIAN IMPAK BESI COR KELABU AUSTEMPER Wibowo, Dwi Basuki; Purwanto, D
ROTASI Volume 9, Nomor 2, April 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.988 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.2.37-41

Abstract

Grey cast iron representing Fe-C alloy as steel. Grey cast iron graphite in form of flake. Grey cast iron at most used compared to other casting metals, this matter because of amenity process production, can be made mass productions and cost of process which competing, etc. Though offering many advantage, but there are some lacking of that is mechanical properties do not as high as steel. To improve the mechanical properties, in this research the grey cast iron was austempered. This process is conducted by holding the specimens at austenite temperature ( 850ºC) during 1 until 2 hour, then quenched in NaNO2 and KNO3 as cooler media. At the quench process conducted by temperature variations to knowing effect of quench temperature at the austempered. Impact, Hardness and metalographi testing have been conducted to evaluate effect of austempering on the mechanical properties and micro structure of austempered materials. By austempered treatment, will improve strength of impact equal to 5.83 % until 45.01 % at non-alloyed grey cast iron, and 15.74 % until 43.47 % at alloyed-0,3 % Cr grey cast iron. Improved of hardness properties also happened equal to 8.57 % until 37.11 % at non-alloyed grey cast iron, and 0.85 % until 38.66 % at alloyed-0,3 % Cr grey cast iron.
PERLAKUAN ABU BIJI KAPUK RANDU UNTUK BAHAN KAMPAS REM KENDARAAN BERMOTOR Haryadi, Gunawan Dwi; Chrisman, Chrisman; Hardjuno, Agus Tri
ROTASI Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.719 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.16.1.14-20

Abstract

Aplikasi serat alam dan serat mineral terutama non logam sebagai bahan kampas rem secara bertahap dilakukan dengan seleksi bahan serat (jenis), perlakuan (kimia dan fisik) awal bahan, uji kualitas bahan murni, seleksi pengikat (binder), penentuan susunan serat, pembentukan bahan komposit, perlakuan panas (heat treatment) dan uji kualitas bahan komposit. Serat alam (yang telah diurai) diberi perlakuan secara kimia meliputi perlakuan permukaan. Serat alam diberi perlakuan fisik melalui pemanasan pada kondisi terukur, penempaan dan pendinginan dengan kondisi terukur. Mekanisme pembentukan bahan kampas rem dengan bahan serat alam, serat mineral non logam dan pengikat meliputi butirisasi bahan, penentuan komposisi, pencampuran, pemadatan, perlakuan panas (sintering) dan uji kualias produk. Uji kualitas bahan kampas rem dilakukan secara bertahap meliputi pengujian serat alam murni, pengujian serat alam murni dengan perlakuan dan pengujian spesimen komposit kampas rem. Pengikat spesimen komposit kampas rem menggunakan phenolic resin, polyester dan akrilic. Dan uji unjuk kerja bahan kampas rem untuk tahap awal lebih ditekankan pada koefisien gesek, kekerasan dan kekuatan tekan.
Back Matter Rotasi Vol. 19 No. 4 Oktober 2017 Saputra, Eko
ROTASI Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.577 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.4.App.1-4

Abstract

PRESTASI BENSIN BIRU PADA MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH Yunianto, Bambang
ROTASI Volume 3, Nomor 2, April 2001
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.928 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.3.2.28-31

Abstract

Bensin biru atau bensin tanpa timbal dengan angka oktan rendah ( 80) direkomendasikan digunakan padamesin bensin dua langkah. Bila digunakan pada mesin bensin empat langkah tanpa merubah penyetelan apapun darimesin, dan dibandingkan dengan pemakaian bensin premium, akan menghasilkan penurunan prestasi mesin yangrelatif kecil ( < 6 % ). Namun emisi gas buang ( CO, Nox dan HC) yang dihasilkan lebih rendah ( 60 %) dari padabensin premium
PERANCANGAN ABOVE KNEE PROSTHETIC UNTUK PASIEN AMPUTASI KAKI DI ATAS LUTUT Jamari, Jamari; Ismawan, A R
ROTASI Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.304 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.17.2.93-97

Abstract

Prostetis (prosthetic) merupakan perlengkapan artifisial yang menggantikan bagian tubuh yang hilang akibat trauma, penyakit, cacat bawaan, dan lain-lain. Kaki palsu atas lutut (above knee prosthetic) merupakan alat pengganti kaki untuk orang dengan amputasi kaki di atas lutut. Paper ini bertujuan untuk merancang sebuah kaki palsu atas lutut yang praktis, fleksibel, dan ergonomis, yang tidak terlalu mahal yang bekerja dengan prinsip-prinsip mekanika. Perancangan konsep produk menggunakan metode morfologi untuk menghasilkan alternatif-alternatif konsep. Dihasilkan lima buah konsep produk kaki palsu dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Konsep produk terbaik ditentukan melalui matrik pengambilan keputusan
Ketelitian Pemasangan Tangga Bus Menggunakan Sensor Ultrasonik Yurianto, Yurianto; Umardani, Yusuf; Prasetia, Zakaria Frani
ROTASI Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.455 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.3.149-153

Abstract

Bus adalah transportasi umum yang populer di Indonesia. Tahap demi tahap mulai dari proses product design, stripe off, rangka, body assembling, metal finish, dempul, painting, trimming & finishing, hingga pre delivery inspection. Dalam perakitan bus harus berhati-hati meskipun masalah ini sering tidak diperhatikan. Tujuan dan manfaat dari kajian ini adalah merancang dan menerapkan alat bantu pemasangan tangga bus dengan sensor ultrasonic. Manfaat penelitian untuk meningkatkan akurasi pemasangan tangga bus. Pemasangan tangga yang curam, material yang digunakan dalam pembuatan tangga tanjakan adalah besi dan plat dimana persyaratan utama tidak tampak bengkok. Salah satu alat yang dibutuhkan adalah sensor ultrasonik yang dibuat untuk keakuratan tangga langkah. Tes ini dimulai dengan mengambil data, memasukkan data ke dalam program, menulis tes program, mengunggah program ke prototipe, dan menguji prototipe. Dari uji sensor diperoleh nilai akurasi dengan toleransi 1 mm dari ukuran sebenarnya. Toleransi ini dikategorikan sebagai instalasi tangga bus yang aman. Tangga yang dipasang menghasilkan akurasi seperti yang diinginkan. Mengurangi pekerjaan kontrol kualitas dengan akurasi yang diharapkan. Bapat menghindari kegagalan yang terjadi ketika tangga dipasang.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025): VOLUME 27, NOMOR 3, OKTOBER 2025 Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025 Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 26, No 2 (2024): VOLUME 26, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 26, No 1 (2024): VOLUME 26, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 25, No 3 (2023): VOLUME 25, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 25, No 2 (2023): VOLUME 25, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 25, No 1 (2023): VOLUME 25, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 24, No 4 (2022): VOLUME 24, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 24, No 3 (2022): VOLUME 24, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 24, No 1 (2022): VOLUME 24, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 23, No 4 (2021): VOLUME 23, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 23, No 3 (2021): VOLUME 23, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 23, No 2 (2021): VOLUME 23, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 23, No 1 (2021): VOLUME 23, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 22, No 4 (2020): VOLUME 22, NOMOR 4, OKTOBER 2020 Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020 Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020 Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019 Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019 Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019 Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019 Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018 Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018 Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018 Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018 Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017 Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017 Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017 Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016 Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 16, No 3 (2014): VOLUME 16, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 15, No 3 (2013): VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 15, No 1 (2013): VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013 VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012 VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012 VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012 VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012 VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011 VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011 VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011 VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011 Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010 Volume 12, Nomor 3, Juli 2010 Volume 12, Nomor 2, April 2010 Volume 12, Nomor 1, Januari 2010 Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009 Volume 11, Nomor 3, Juli 2009 Volume 11, Nomor 2, April 2009 Volume 11, Nomor 1, Januari 2009 Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008 Volume 10, Nomor 3, Juli 2008 Volume 10, Nomor 2, April 2008 Volume 10, Nomor 1, Januari 2008 Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007 Volume 9, Nomor 3, Juli 2007 Volume 9, Nomor 2, April 2007 Volume 9, Nomor 1, Januari 2007 Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006 Volume 8, Nomor 3, Juli 2006 Volume 8, Nomor 2, April 2006 Volume 8, Nomor 1, Januari 2006 Volume 3, Nomor 2, April 2001 Volume 3, Nomor 1, Januari 2001 Volume 2, Nomor 4, September 2000 More Issue