cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rotasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 1411027x     EISSN : 24069620     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
PERANCANGAN MESIN PRODUKSI TEPUNG IKAN Seng, Ahmad
ROTASI Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.64 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.17.1.1-12

Abstract

Sektor industri merupakan sektor yang sangat potensial untuk pengembangan sumber daya manusia yang ada di tanah air. Berbagai industri telah dikembangkan terutama dalam industri permesinan, mulai dari yang menggunakan mesin dengan sistem kontrol sampai pada industri yang masih menggunakan campur tangan manusia (manual).Persaingan dibidang industri mendorong timbulnya revolusi dibidang industri yang dalam pelaksanaannya memerlukan perkembangan dalam bidang permesinan, serta keinginan manusia untuk memproduksi dengan cepat, efektif, dan ekonomis, menjadi dasar pengembangan mesin-mesin produksi. Kemajuan yang pesat dari mesin perkakas mendesak segala bentuk pekerjaan tangan yang lambat menjadi cepat dan efektif. Dari uraian latar belakang masalah yang dikemukakan diatas, maka penulis dapat merumuskan suatu rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana cara atau proses pembuatan alat produksi tepung ikan 2)Bagaimana proses kerja mesin produksi tepung ikan yang efisien. 3)Bagaimana meningkatkan hasil produksi dan memajukan industri kecil dan menengah di Indonesia. Adapun tujuan  penelitian yang diharapkan adalah: 1) Mengetahui kapasitas alat produksi tepung ikan. 2)Membuat alat produksi tepung ikan mekanis. Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka 1) 3kg ikan kering diolah dalam waktu 10,46 menit menghasilkan tepung ikan seberat 1,9 Kg. 2) Dari hasil penelitian diatas dapat diketahui kapasitas (Q) dari mesin tepung  ikan ini yaitu 17,19 Kg / Jam. 3) Efesiensi alat tepung ikan setelah diuji adalah 66,7 %. 4) Persentase ikan yang tidak jadi tepung ikan setelah diuji dalah 33,3 %. 5). Dalam pembuatan alat produksi tepung ikan, semakin rapat jarak pisau maka semakin halus tepung ikan yang dihasilkan. 6) Dari hasil pengambilan data pengujian mesin tepung ikan  didapat bahwa semakin sedikit ikan yang dimasukkan kedalam tangki penggilingansemakin cepat putaran yang terjadi
PENGENDALIAN KOROSI PADA SISTEM PENDINGIN MENGGUNAKAN PENAMBAHAN ZAT INHIBITOR Atmadja, Sugeng Tirta
ROTASI Volume 12, Nomor 2, April 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.792 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.12.2.7-13

Abstract

Corrosion is defined as the destruction or deterioration of a material because of reaction with its environtment. Corrosion can attack all kinds metals. Corrosion can occur at cooling system which always contact with water. It is caused by chemical reaction between metal surface and water. This corrosion can be controlled by adding inhibitor substance into cooling system. Inhibitor is a substance that when added in smalled concentration to an environtment decrease the corrosion rate. With adding inhibitor properly into cooling system, agresivity of corrosion attack will be reduced. Therefore we keep performance of cooling system.
Back Matter Rotasi Vol. 14 No. 2 April 2012 Saputra, Eko
ROTASI VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.801 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.14.2.29-30

Abstract

PENGARUH PERSENTASE BERAT SERBUK SiC TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN BENDING KOMPOSIT DENGAN MATRIK AlSiTiB YANG DIPERKUAT SERBUK SiC Sulardjaka, Sulardjaka; Nugroho, Sri; Wacono, Deri Dagi
ROTASI Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.05 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.17.3.156-161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh % berat serbuk SiC terhadap kekerasan dan kekuatan bending material komposit AlSiTiB yang diperkuat dengan serbuk silikon karbida (SiC). Penelitian dilakukan dengan variasi persentase serbuk SiC: 2,5%, 5% dan 7,5 % berat. Pembuatan komposit dilakukan dengan metode semi solid stir casting. Metode ini dipilih agar terjadi pencampuran antara matrik dengan penguat pada suhu semisolid. Pengujian kekerasan dilakukan dengan metode Rockwell sedangkan uji bending dilakukan dengan metode four point bending. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, semakin tinggi persentase berat serbuk SiC semakin meningkat kekerasan dan kekuatan bending material komposit
PERHITUNGAN EFISIENSI DAN KONVERSI DARI BAHAN BAKAR SOLAR KE GAS PADA BOILER EBARA HKL 1800 KA Yohana, Eflita
ROTASI Volume 11, Nomor 3, Juli 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.11 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.11.3.13-16

Abstract

Boiler atau ketel uap adalah suatu alat berbentuk bejana tertutup yang digunakan untuk menghasilkan steam. Steam diperoleh dengan memanaskan bejana yang berisi air dengan bahan bakar. Umumnya boiler memakai bahan bakar cair ( residu, solar ), padat ( batu bara ) , atau gas. Sedangkan bahan bakar pada boiler EBARA HKL 1800 KA di PT. INDOMOBIL SUZUKI INTERNATIONAL Tambun I. Menggunakan minyak solar ( HSD ).Operasional boiler membutuhkan bahan bakar yang cukup banyak sehingga biaya yang dikeluarkan untuk membelinya menjadi tidak sedikit. Apalagi ditambah dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak dunia. Biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bahan bakar menjadi lebih besar. Sehingga perlu dipikirkan usaha penghematan biaya operasi. Salah satu alternatif cara penghematan adalah dengan penggantian bahan bakar dari minyak solar ( HSD ) menjadi natural gas ( LNG ). Dalam paper ini akan dibahas perbandingan perhitungan biaya yang diperlukan oleh boiler berbahan bakar solar dengan boiler berbahan bakar gas untuk menghasilkan steam output yang sama.Dari perhitungan, kebutuhan bahan bakar yang dikeluarkan untuk boiler dan LNG masing–masing adalah 260,79 kg/jam = 0,265 m3/jam dan 21 m3/jam. Sedangkan untuk biaya yang dikeluarkan Rp 1.319.797,00/jam dan Rp 27.300,00/jam. Sehingga akan didapat penghematan sebesar Rp 1.292.497,00/jam untuk pembelian bahan bakar.
Dampak Proses Sintering Material Keramik pada Sifat Mekanik dan Dimensi Suatu Produk Sulistyo, Sulistyo
ROTASI Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.871 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.4.244-248

Abstract

Proses sintering adalah proses pemanasan suatu material yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatannya. Proses sintering pada material keramik dapat dilakukan pada temperatur tertentu . Temperatur yang dipakai tergantung dari karakteristik material keramik itu sendiri. Di wilayah Indonesia memiliki potensi bahan keramik sehingga diperlukan pemahaman proses sintering yang memadai untuk memperoleh karakteristik produk yang diharapkan sesuai kebutuhan bidang rekayasa. Paper ini membahas tentang proses sintering pada material keramik tanah liat (clay) menjadi  produk kemudian dievaluasi perubahan dimensi dan kekuatan. Tanah liat dalam bentuk gumpalan besar (bongkahan) dikeringkan pada udara biasa dengan memanfaatkan panas  sinar matahari selama 3 hari. Bongkahan tanah liat yang sudah kering dinacurkan secara manual menjadi bubuk. Pengukuran serbuk dilakukan dengan metode ayakan (sieving) menggunakan mesh 100. Serbuk dibentuk dalam bentuk disk dan silinder berpori dengan metode kompaksi dilanjutkan proses sintering. Sintering dilakukan pada suhu 950 C dan 1250 C. Ukuran produk sintering  diukur menggunakan caliper. Kekuatan mekanik diukur dengan menggunakan three point bending. Proses sintering pada suhu 1250 C menghasilkan penyusutan yang paling besar dan kekuatan bending yang terbaik. Informasi ukuran sangat diperlukan dalam proses perakitan menjadi produk akhir
MONITORING KONDISI PAHAT DENGAN SINYAL GETARAN PADA PROSES BUBUT Rusnaldy, Rusnaldy; Setiawan, Joga Dharma; Arivian, Anggi
ROTASI VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.113 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.13.3.1-4

Abstract

Turning process plays an important role in manufacturing industry. Almost all cilyndrical specimen worked with turning machine. But the unperfect process is often unrealized by the operator. Thus, we need a method to monitor a tool condition. The objective of this study is to introduce a method of tool condition monitoring during a turning process. In this study, vibration signal was used to monitor tool condition. Two kind of tool conditions were used, new tool and tool with built-up-edge (BUE). During a turning process the vibration of the tool was measured. Surface roughness of machined surface was measured after turning process. The results show that vibration signal can be implemented as a tool for monitoring a tool condition. Tools with BUE have high vibration amplitude, vibration amplitude increases with increase the BUE area. Cutting with these tools can cause plowing or rubbing, resulting in a poor surface due to high friction.
Estimasi Deformasi Tumit Telapak Kaki Manusia Saat Berdiri Tegak Menggunakan Scanner 3D Wibowo, Dwi Basuki
ROTASI Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.268 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.2.45-51

Abstract

Deformasi tumit telapak kaki manusia saat berdiri maupun berjalan sering dikaitkan dengan nyeri di telapak kaki. Besarnya deformasi juga telah diketahui bergantung kepada tingkat ketuaan (aging level), semakin tua manusia semakin kecil deformasinya. Untuk mengukur deformasi tumit tidak mudah dilakukan. Beberapa peneliti sebelumnya menggunakan test rig dan foto rontgen untuk mengetahui heel pad compressibility index (HPCI), apabila nilai HPCI mendekati 1 tumit manusia tergolong sangat kaku. Penelitian ini bertujuan mengestimasi deformasi tumit telapak kaki manusia saat berdiri tegak menggunakan scanner 3D untuk memindai (scanning) telapak kaki tak berbeban dan digital foot scanner untuk memindai telapak kaki berbeban. Dengan Boolean Operation dapat diketahui besarnya deformasi di area tumit tersebut. Dua puluh mahasiswa Departemen Teknik Mesin (DTM) UNDIP dengan usia dan berat badan rata-rata 19.5 tahun dan 55.27 kg diminta melakukan 2 scanning tersebut. Hasilnya deformasi rata-rata telapak kaki sebesar 7.41 ± 2.74 mm dan deformasi maksimum di area tumit rata-rata adalah 13.17 ± 4.04 mm. Terdapat korelasi yang signifikan antara berat badan (x, kg) dengan deformasi maksimum di area tumit (y, mm) subyek penelitian yang dinyatakan oleh persamaan regresi linier y = 0.276x – 2.102 dengan koefisien korelasi r = 0.85.
PEMODELAN PEMESINAN UNTUK PREDIKSI DEFORMASI BENDA KERJA DALAM SISTEM FIXTURE DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Tauviqirrahman, Mohammad
ROTASI Volume 8, Nomor 3, Juli 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.32 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.3.35-40

Abstract

Pengetahuan deformasi elastik benda kerja akibat pemesinan dalam sistem fixture-benda kerja merupakan hal yang penting dalam memprediksi penyimpangan permukaan hasil pemesinan dan analisis stabilitas sistem fixture-benda kerja. Pemodelan elemen hingga yang selama ini ada pada umumnya mengabaikan beban pemesinan dalam desain sistem fixture-benda kerja.Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga untuk memodelkan beban pemesinan dalam sistem fixture-benda kerja. Berbagai pemodelan elemen hingga untuk dua operasi pemesinan yaitu penggurdian dan pengefreisan dikembangkan untuk dicari pengaruhnya terhadap deformasi maksimum benda kerja dalam sistem fixture-benda kerja. Dengan demikian dapat dipilih pemodelan pemesinan yang paling sesuai untuk desain sistem.Untuk sistem fixture-benda kerja yang dianalisa dalam studi ini, diperoleh kesimpulan bahwa pemodelan torsi, gaya aksial, dan gaya transversal untuk keperluan desain sistem fixture adalah perlu dipertimbangkan untuk menjamin ketelitian hasil pemesinan. Gaya aksial dimodelkan dengan gaya titik tunggal pada suatu nodal. Begitu juga dengan gaya transversal yang dimodelkan dengan gaya titik tunggal dengan orientasi arah yang berbeda pada nodal yang sama. Torsi dimodelkan dengan gaya-gaya tangensial yang bekerja pada nodal-nodal yang menyinggung keliling lingkaran kontak pahat dengan diameter tertentu.
Performansi Alat Penukar Kalor Udara-Tanah Menggunakan Siklus Tertutup di Kota Medan Manik, Terang UHS Ginting; Sitorus, Tulus Burhanuddin; Syahputra, Andi
ROTASI Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.316 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.3.160-166

Abstract

Upaya menemukan sumber energi alternatif terbarukan akhir-akhir ini semakin gencar dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan manusia akan konsumsi energi yang semakin tinggi. Penukar Kalor Udara-Tanah atau Earth-Air Heat Exchanger (EAHE) merupakan salah satu solusi yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan energi yang tersimpan dalam tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kinerja EAHE terhadap penurunan suhu udara yang masuk ke dalam ruangan uji maupun yang keluar, nilai Number of Transfer Unit dan juga nilai Coefficient of Performance pada pipa tanam bawah tanah. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa EAHE yang digunakan sebagai pendingin pasif ruangan dapat memberikan kinerja yang cukup baik dengan penurunan suhu di ruangan uji yang mencapai 3–6o C. NTU terendah pada tanggal 3 September 2018 diperoleh sebesar 3,9977, dan tertinggi sebesar 3,9879 dengan kecepatan udara 2 m/s. Sementara itu, pada tanggal 20 Agustus 2018, di peroleh nilai NTU tertinggi sebesar 3,6503 dan terendah sebesar 3,6463 dengan kecepatan udara 3 m/s. Saat kecepatan udara 2 m/s, nilai NTU rata-rata 3,9925 sehingga nilai COP rata-rata 4,011. Ketika kecepatan udara 3 m/s nilai NTU rata-rata 3,6481 maka nilai COP rata-rata 3,5880

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025): VOLUME 27, NOMOR 3, OKTOBER 2025 Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025 Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 26, No 2 (2024): VOLUME 26, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 26, No 1 (2024): VOLUME 26, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 25, No 3 (2023): VOLUME 25, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 25, No 2 (2023): VOLUME 25, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 25, No 1 (2023): VOLUME 25, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 24, No 4 (2022): VOLUME 24, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 24, No 3 (2022): VOLUME 24, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 24, No 1 (2022): VOLUME 24, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 23, No 4 (2021): VOLUME 23, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 23, No 3 (2021): VOLUME 23, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 23, No 2 (2021): VOLUME 23, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 23, No 1 (2021): VOLUME 23, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 22, No 4 (2020): VOLUME 22, NOMOR 4, OKTOBER 2020 Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020 Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020 Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019 Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019 Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019 Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019 Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018 Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018 Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018 Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018 Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017 Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017 Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017 Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016 Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 16, No 3 (2014): VOLUME 16, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 15, No 3 (2013): VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 15, No 1 (2013): VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013 VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012 VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012 VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012 VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012 VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011 VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011 VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011 VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011 Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010 Volume 12, Nomor 3, Juli 2010 Volume 12, Nomor 2, April 2010 Volume 12, Nomor 1, Januari 2010 Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009 Volume 11, Nomor 3, Juli 2009 Volume 11, Nomor 2, April 2009 Volume 11, Nomor 1, Januari 2009 Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008 Volume 10, Nomor 3, Juli 2008 Volume 10, Nomor 2, April 2008 Volume 10, Nomor 1, Januari 2008 Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007 Volume 9, Nomor 3, Juli 2007 Volume 9, Nomor 2, April 2007 Volume 9, Nomor 1, Januari 2007 Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006 Volume 8, Nomor 3, Juli 2006 Volume 8, Nomor 2, April 2006 Volume 8, Nomor 1, Januari 2006 Volume 3, Nomor 2, April 2001 Volume 3, Nomor 1, Januari 2001 Volume 2, Nomor 4, September 2000 More Issue