Articles
676 Documents
PENGUJIAN PRESTASI MESIN ISUZU PANTHER MENGGUNAKAN ALAT PENGHEMAT BBM ELEKTROLIZER AIR
Arijanto, Arijanto;
Utomo, Toni Suryo
ROTASI Volume 12, Nomor 1, Januari 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (567.662 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.12.1.23-30
Semakin lama kebutuhan energi bahan bakar semakin meningkat, akan tetapi tidak cadangan sumberminyak bumi semakin menipis. Untuk itu diperlukan suatu terobosan baru untuk mencari alternativeenergi yang biasa digunakan.Salah satu penggunaan Elektrolizer HHO adalah dengan menggunakan bahan bakar hidrogen (gasBrown). Penggunaan bahan bakar yang termasuk dalam kategori yang belum lazim digunakan olehmasayarakat umum. Hal inilah yang mendorong adanya penelitian-penelitian penggunaan ElektrolizerHHO. Dalam penelitian ini bahan bakar yang digunakan adalah gas HHO (gas Brown). Penelitianyang dilakukan adalah dengan menguji penggunaan gas Brown pada mesin diesel yang biasadigunakan sebagai kendaraan umum. Dari hasil pengujian ternyata alat penghemat ini cukup layakdigunakan, walaupun ada sedikit kandungan metal yang meningkat didalam minyak pelumas. Sehinggaakan diketahui bagaimana performa mesin diesel setelah menggunakan Elektrolizer HHO sertapenghematan yang dapat dicapai.
Rancang Bangun Alat Sadap Elektrik untuk Tanaman Karet
Setiawan, Joga Dharma;
Purwiantoro, Arman;
Haryadi, Gunawan Dwi;
Munadi, Munadi;
Ariyanto, Mochammad
ROTASI Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (385.756 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.20.3.178-183
Karet merupakan komoditas perkebunan yang sangat penting  peranannya di Indonesia. Sekitar 3,2 juta hektar total luas lahan kebun karet yang dimiliki oleh Indonesia. Proses penyadapan pohon karet hingga saat ini masih menggunakan alat sadap karet manual dengan menggunakan tenaga manusia. Dalam penelitian ini alat sadap karet elektrik dirancang sebagai inisiasi pengembangan untuk penyadapan tanaman karet umur 6 sampai 10 tahun. Pembuatan alat sadap karet elektrik menyesuaikan alat sadap karet manual dan ketersediaan komponen yang ada di pasaran dengan tujuann mempermudah produksi dalam jumlah besar. Pembuatan alat sadap karet elektrik bertujuan untuk mempermudah petani dalam melakukan pekerjaannya serta dapat meningkatkan produksi karet dari pohon karet. Dengan kecepatan putar pisau 130 RPM diharapkan mampu menghasilkan latex atau getah karet yang lebih banyak dari alat sadap karet manual. Dari hasil pengujian awal pisau sadap elektrik mempunyai waktu mengiris yang lebih lama yaitu antara 15 – 17 detik sedangkan waktu mengiris menggunakan pisau manual membutuhkan waktu 7 – 8 detik. Untuk itu perlu modifikasi dan pengembangan lanjutan untuk meningkatkan kinerja petani dalam menggunakan pisau sadap elektrik.
PENGARUH SIFAT FISIK DAN STRUKTUR MINERAL BATU BARA LOKAL TERHADAP SIFAT PEMBAKARAN
Bayuseno, Athanasius Priharyoto;
Sulistyo, Sulistyo;
Istadi, Istadi
ROTASI Volume 10, Nomor 2, April 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3683.926 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.10.2.26-31
Tujuan penelitian yang dilakukan adalah mengkaji secara seksama tentang potensi kualitas batubara Indonesia yang diambil dari sumber lokal dan selanjutnya menerapkan prosedur/teknologi penyiapan batubara dalam usaha meningkatkan penyalaan dan pembakaran. Sasaran utama didalam teknologi penyiapan batubara diarahkan pada peningkatan penyalaan (ignition) serta hasil pembakaran yang bersih dengan penurunan emisi karbon dioksida dan belerang. Selanjutnya penelitian ini juga mengkaji tentang prospek pengkayaan (enrichment) batubara dalam proses penyiapan batubara lokal. Metode ini diharapkan dapat menaikkan kecepatan penyalaan dan pembakaran nyala api batubara serbuk. Perubahan sifat fisik dan kimia serta struktur mineral sebelum dan setelah proses penyiapan dianalisa dengan metode XRF untuk komposisi kimia dan diffrakasi sinar-X (XRD) untuk komposisi mineral. Sementara nilai kalor batubara dianalisa dengan Bomb Kalorimeter. Pada dasarnya batubara lokal memiliki kandungan mineral utama seperti kaolinite, quartz, jarosite, illite maupun pyrite. Sementara nilai kalor yang dimiliki batubara lokal berkisar antara 4000 -6000 cal/gr dan LOI untuk empat macam batubara berkisar 97-99%. Sebaliknya pengaruh proses pencucian dengan air tidak meningkatkan nilai kalor batubara yang signifikant. Dilain pihak pelaksanaan penelitian ini juga membuat briket bahan bakar batubara dengan campuran polimer dan molase termasuk prosedur mengkaji tingkat penyalaan batubara. Hasilnya menunjukkan bahwa briket batubara dari campuran polyethelene meningkatkan nilai kalor dan mempercepat pembakaran. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas batubara produk lokal tergolong batubara dengan nilai kalor rendah dan perlu penelitian lanjutan dalam meningkatkan kualitas agar bisa kompetitif dengan produk batubara impor.
PENGUJIAN AWAL KINERJA TUNGKU PENGECORAN LOGAM ALUMUNIUM MATRIX COMPOSITE DENGAN BAHAN BAKAR GAS LPG
Mukhammad, Alaya Fadllu Hadi;
Ariwibowo, Didik;
Syarifucin, Yanuar Taufik;
Robbaanii, Moh. Ammar;
Arifin, Zainal;
Yuliyanti, Yuliyanti
ROTASI Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (396.146 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.18.4.110-116
Alumunium Matrix Composite (AMC) merupakan material alternatif yang memiliki banyak keunggulan diantaranya adalah kekuatan, kekakuan, modulus elastisitas dan ketahanan aus yang tinggi. Salah satu metode pembuatan AMC adalah stirr casting yang memerlukan tungku peleburan. Penelitian ini meliputi beberapa tahapan yaitu perancangan, pembuatan dan uji coba kinerja kinerja tungku di dalam melebur logam alumunium untuk pembuatan AMC. Desain dan pembuatan tungku telah dilakukan dengan baik. Hasil uji coba menunjukkan bahwa tungku mampu melebur 5 kg alumunium(800oC)  dalam waktu 3000 detik pada á¹fuel = 0,00187 kg/s dan AFR=31,85:1, dengan efektifitas 1,12 kg LPG/kg alumunium. Nilai efektifitas tertinggi diperoleh  1,04 kg LPG/kg alumunium pada á¹fuel = 0,00093 kg/s dan AFR = 63.71 : 1 dengan waktu peleburan 5580 detik untuk mencapai temperatur 800oC
ANALISIS EFISIENSI RAW GRIDING MILL PADA PROSES PEMBUATAN SEMEN
Setiyana, Budi
ROTASI Volume 9, Nomor 1, Januari 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.511 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.9.1.60-65
Raw grinding mill sebagai salah satu bagian dari alat produksi semen mempunyai peranan yang cukup penting.Selain berfungsi untuk menggiling atau menghaluskan material bahan mentah semen, juga sekaligus sebagai pengeringmaterial dengan menggunakan gas panas yang diperoleh gas panas sisa dari kiln. Perhitungan efisiensi panas padaRaw Grinding Mill dapat dilakukan dalam dua tahap yaitu, perhitungan dengan neraca massa dan perhitungan denganneraca panas. Perhitungan neraca massa diperlukan untuk perhitungan neraca panas Dari perhitungan neraca panasmaka dapat diketahui efisiensi panas dari Raw Grinding Mill. Nilai unjuk kerja sistem Raw Grinding Mill dapat dicaridengan menghitung efisiensi panas dari Raw Grinding Mill, yaitu perbandingan panas untuk reaksi dengan panas yangdisediakan. Efisiensi panas Raw Grinding Mill merupakan indikator baik atau tidaknya pengoperasian Raw GrindingMill.
Produksi Hidrogen Melalui Reaksi Komposit Al/Al2O3 Hasil Canai Dingin dengan Larutan NaOH
Alhamidi, Ali;
Arti, Zilla Mala;
Satria, Dhimas
ROTASI Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (754.16 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.21.2.82-87
Produksi hidrogen melalui reaksi Metal Matrix Composites (MMCs) hasil canai dingin dengan NaOH atau air telah diteliti. Seperti diketahui bahwa aluminium (Al) dengan air pada umumnya memiliki masalah karena hadirnya lapisan oksida pada permukaanya sehingga perlu dihilangkan untuk meningkatkan reaksi hidrolisis aluminium untuk menghasilkan hidrogen. Hasil didapatkan bahwa reaksi langsung terjadi antara Al/Al2O3 dan NaOH. Hasil tertinggi perolehan hidrogen per satuan volume dari Al/Al2O3 adalah 0,660 mL/min. Ini menunjukan bahwa keberadaan lapisan oksida tipis sebagai lapisan pasif dapat dikurangi. Dalam penelitian ini Al/Al2O3 dipelajari setelah canai dingin dengan reduksi 40%, 50% dan 60%. Analisis SEM-EDAX menunjukkan bahwa senyawa AlMgSi, Oxygen, AlSi dan Al2O3 napak hadir. Analisis peak XRD menghasilkan bahwa kerapatan dislokasi meningkat dengan meningkatnya persen reduksi. Pengukuran kapasitas hidrogen menunjukkan bahwa keberadaan Al2O3 dan peningkatan kerapatan dislokasi untuk sampel setelah canai dingin memfasilitasi untuk produksi hidrogen melalui reaksi dengan NaOH. Hasil dapat disimpulkan bahwa canai dingin dan hadirnya Al2O3 adalah faktor utama dalam menentukan reaktivitas reaksi hidrolisis partikel Al.
PENGARUH SUHU DAN WAKTU PELAPISAN TEMBAGA-NIKEL PADA BAJA KARBON RENDAH SECARA ELEKTROPLATING TERHADAP NILAI KETEBALAN DAN KEKASARAN
Basmal, Basmal;
Bayuseno, Athanasius Priharyoto;
Nugroho, Sri
ROTASI VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (682.685 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.14.2.23-28
Proses elektroplating bertujuan membentuk permukaan logam dasar dengan sifat atau dimensi yang berbeda. Penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu elektroplating terhadap nilai ketebalan dan kekasaran permukaan, menggunakan spesimen berupa plat baja karbon rendah berjumlah 27 buah dengan panjang 40 mm, lebar 28 mm dan tebal 1.8 mm sebagai logam dasarnya sedangkan tembaga dan nikel sebagai pelapisnya. Kondisi pelapisan tembaga dengan variasi suhu 300C, 400C dan 500C, waktu pencelupan 5, 10 dan 15 menit dan voltase 6 Volt. Sedangkan pelapisan nikel dengan variasi suhu 450C, 550C dan 650C menit, waktu pencelupan 10, 20 dan 30 menit dan voltase 9 Volt. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa suhu dan waktu pelapisan berpengaruh signifikan terhadap nilai ketebalan dan kekasaran permukaan namun demikian pengaruh suhu lebih besar dari pada waktu. Untuk ketebalan tembaga dengan suhu 300 - 500C, waktu 5 -15 menit naik dari 9.4 μm sampai 42.8 μm, sementara itu ketebalan nikel dengan suhu 450- 650C, waktu 10 -30 menit naik dari 24 μm sampai 65.4 μm demikian pula dengan nilai kekasaran, naik dari 0.24 μm sampai 0.63 μm.
Analisa Perancangan Pada Produk Kaki Tiruan Atas Lutut tipe four bar linkage
Sugiyanto, Sugiyanto
ROTASI Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.808 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.19.3.172-176
Hilangnya sebagian alat gerak akan menyebabkan ketidakmampuan seseorang untuk melakukan aktivitas dalam derajat yang bervariasi. Untuk membantu kasus amputasi atas lutut diperlukan kaki tiruan atas lutut atau sering disebut sebagai above knee prosthesis (AKP) yang memiliki sendi lutut tiruan yang menyerupai sendi lutut asli. Produk AKP menghendaki fleksibilitas gerak, kenyamanan, fungsi kaki yang optimal dan kemudahan pengaturan. Artikel ini menunjukkan karakteristik perancangan AKP tipe four bar linkage yang dapat memenuhi ketiga fungsi tersebut. Kajian dilakukan terhadap penentuan dimensi berdasarkan analisa kinematis, distribusi beban dalam satu siklus gerak kaki (gait cylce) orang berjalan normal dan analisa tegangan von Mises menggunakan finite element method (FEM) pada beban statis dengan beban 1000 N pada sudut titik mati transfemoral prosthesis. Studi kasus yang dianalisa adalah produk AKP No. 3 dan 4 yang telah dibuat. Dari hasil kajian produk AKP No. 3 dan 4 tersebut digunakan untuk menentukan karakteristik perancangan
PENGARUH TEMPERATUR REHEATING DAN JENIS BILLET PADA PROSES SSF THIXOCASTING PADA PADUAN Al-18Si
Satrijo, Djoeli
ROTASI Volume 9, Nomor 2, April 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (538.832 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.9.2.1-11
Proses Semi-Solid Forming (SSF) merupakan salah satu alternatif proses pembentukan logam yang sedang banyak dikembangkan karena proses ini banyak memberikan keuntungan jika dibandingkan dengan teknik pengecoran biasa atau tempa konvensional. Ada tiga tahapan penting dalam proses SSF thixocasting, yaitu pembuatan billet berstruktur non-dendritik, pemanasan kembali (reheating) dan pembentukan produk akhir. Tujuan dari penelitian ini adalah meneliti apakah proses SSF dengan jalur thixocasting pada paduan Al-18Si dapat dilakukan dengan peralatan skala laboratorium yang lebih sederhana. Dalam penelitian ini telah dilakukan percobaan proses reheating pada billet tipe A dan tipe B dengan variasi temperatur reheating dan waktu penahanan, selain itu juga telah dilakukan percobaan pembuatan prototype piston pada billet tipe A dan tipe B dengan temperatur reheating 594oC dan 597oC untuk mengetahui kecenderungan jenis billet dan temperatur reheating pada proses SSF thixocasting. Hasil pengukuran volume memperlihatkan kecenderungan bahwa billet tipe A memiliki mampu alir yang lebih baik daripada billet tipe B dan kecenderungan bahwa pada temperatur reheating 597oC memiliki fraksi solid yang lebih kecil dibandingkan pada temperatur reheating 594oC. Hasil pengujian kekerasan memperlihatkan bahwa terdapat peningkatan derajat kekerasan sekitar 28%-55% yaitu dari 61,13 HBN menjadi 78,25-95,10 HBN untuk billet tipe A dan sekitar 10%-26% yaitu dari 73,83 HBN menjadi 81,58-93,20 HBN untuk billet tipe B.