cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rotasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 1411027x     EISSN : 24069620     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
PENGARUH WAKTU DAN TEMPERATUR SINTER TERHADAP DENSITAS DAN POROSITAS KOMPOSIT ALUMINIUM YANG DIPERKUAT LIMBAH GEOTHERMAL Sulardjaka, Sulardjaka; Rahman, M.S.; Wahyudianto, C.
ROTASI Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.799 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.15.4.28-32

Abstract

Pembuangan limbah geothermal ke lingkungan akan mengakibatkan masalah pencemaran lingkungan. Untuk mengatasi masalah pembuangan limbah geothermal ke lingkungan, perlu dilakukan upaya untuk memanfaakan limbah geothermal tersebut. Pada penelitian ini memanfaatkan limbah geothermal sebagai penguat pada bahan komposit matrik aluminium. Proses pembuatan komposit dilakukan dengan metode metalurgi serbuk. Pembuatan green body komposit dilakukan dengan penekanan secara uniaxial dengan tekanan kompaksi 250 MPa. Sintering dilakukan di dalam dapur elektrik pada lingkungan gas argon dengan variasi temperatur sinter 550 oC, 550 oC dan 600 oC  dengan waktu penahanan sinter 1, 2 dan 4 jam. Pengujian terhadap densitas dilakukan berdasarkan hukum Archimedes. Porositas bahan komposit dihitung dengan membandingkan densitas hasil pengukuran dengan densitas teoritis.
Simplified Analysis of Stanford - Jaipur Knee Prahasto, Toni
ROTASI Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.122 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.2.130-136

Abstract

Salah satu kegiatan pengembangan produk tanda unggulan di Departemen Teknik Mesin Universitas Diponegoro adalah desain dan prototyping lutut buatan untuk prostesis lutut di atas. Kegiatan ini diakui sebagai empat unit kredit untuk proyek akhir sebagai persyaratan akhir untuk kelulusan gelar undependenced. Kegiatan pengembangan produk ini telah menerima banyak hibah penelitian dan komersial. Namun demikian, hampir semua riset dan pengembangan hanya melakukan sintesis dan pembuatan prototipe tanpa analisis yang memadai, khususnya kinematika dan analisis dinamis. Artikel ini menjelaskan langkah-langkah analisis yang hilang dengan harapan bahwa desain masa depan bisa menjadi lebih baik dan lebih baik. Fokus desain terbatas pada triple rocker Stanford Jaipur-Knee bersama dengan varian konfigurasinya. Analisis ini meliputi analisis posisi, kecepatan, dan percepatan.
PENGARUH PEREGANGAN TERHADAP PENURUNAN LAJU PERAMBATAN RETAK MATERIAL AL- 2024 T3 Widyanto, Susilo Adi
ROTASI Volume 3, Nomor 1, Januari 2001
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.993 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.3.1.39-43

Abstract

Streching process of sheet materials is one of any process to increasing of material strength. But the effect of thisprocess on crack growth must investigate, the first for sheet materials are used as a plane structure.The test results show that the streching process of AL 2024 T3 materials of 3 % would produce of decreasingcrack growth rate, and 5 % of streching process would produce of increasing crack growth rate of materials.
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP SIFAT FISIK MEKANIK PADA SAMBUNGAN DIFUSI LOGAM TAK SEJENIS ANTARA SS400 DENGAN Al6061 Hariyanto, Agus Hadi; Triyono, Triyono; Supriyanto, Agus
ROTASI Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2181.896 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.17.2.57-66

Abstract

Diffusion welding on the disimilar metal between steel SS400 and aluminum Al6061 by using induction furnace, the temperature variation and filler variation. Temperature variations that are used 850⁰C, 875⁰C and 900⁰C. Filler that is used Fe and Cu powders, in variations filler Fe / Cu: 70/30%, 75/25%, 80/20%, on 30 minutes holding time. The results shows there is the presence of intermetallic layers in the temperaturs. Results of Scanning Electron Microscop (SEM), good diffusion process occurs on temperatures 850⁰C and filler variations Fe: 75%, Cu: 25%. It occurs interface bonding steel and aluminum on diffusion area. Interface bonding steel and aluminum will produces intermetalic layer Fe2Al3. The results of good hardness distribution occurs on 900⁰C filler variations Fe: 75%, Cu: 25%. It occurs intermetalic layer formation on diffusion area. Intermetalic layer formation is influenced by heat treatment and diffusion of Fe atoms and Cu atoms. The higher the heat treatment, the harder the Cu atoms. So it will affect the hardness intermetalic layer. By the higher heat treatment, the microstructure of the coating intermetalic will be so close. The more tightly layered arrangement intermatalic blistering effect on shear test. The results of tensile shear testing, high voltage value occurs on 900⁰C filler variations Fe: 75%, Cu: 25%. It is influenced by a continuous heating process, thus causing the Cu atoms will be hard. With high heat, Fe atoms will diffuse to the base metal aluminum and copper atoms will diffuse to the base metal and Al6061 SS400. So that the Fe and Cu atoms will bond with the base metal that affects the mechanical properties.
PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM INTERPOLATOR MESIN MULTI MATERIAL DEPOSITION INDIRECT SINTERING (MMD-Is) Widyanto, Susilo Adi
ROTASI Volume 11, Nomor 1, Januari 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5235.665 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.11.1.10-14

Abstract

Aspek kualitas dan produktivitas merupakan alasan dasar pengembangan mesin-mesin produksi berbasis komputer. Salah satu bagian dalam sistem operasinya disebut sistem interpolator yang berfungsi untuk membagi gerakan tiap aksis. Paper ini melaporkan hasil penelitian tentang pengembangan perangkat lunak interpolator untuk aplikasi proses MMD-Is. Data masukan berupa format perintah gerakan dalam kode G dan luaran berupa sinyal aktivasi motor steper melalui parallel port. Fungsi-Fungsi yang dikembangkan meliputi G00, G01, dan G02.
PENGARUH PEREBUSAN LARUTAN AIR JAHE (Zingiber Officinale) PADA SERAT BAMBU APUS (Gigantochloa Apus) TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN MIKROSTRUKTUR Yahya, Muh. Aris; Respati, Sri Mulyo Bondan; Purwanto, Helmy
ROTASI Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.455 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.18.2.57-64

Abstract

Gigantochloa apus merupakan tumbuhan tanaman jenis rumput-rumputan yang mempunyai batang berongga dan beruas-ruas, serta berakar serabut. Batang bambu apus berbatang kuat, liat, dan lurus, seratnya memiliki karakteristik yang panjang kuat, dan lentur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa struktur mikro dari permukaan serat dan kekuatan tarik serat tanaman bambu apus terhadap lama perebusan dengan larutan air jahe selama 0, 30, 60, dan 90 menit. Sehingga didapatkan hasil dari penelitian ini adalah permukaan antara sub serat tanaman bambu apus semakin terlihat dan diameter semakin membesar jika perebusan semakin lama. Hasil dari uji tarik serat tanaman bambu apus didapatkan tegangan pada tanpa perebusan sebesar 3,15965 kgf/mm2, 30 menit sebesar 16,13070 kgf/mm2, 60 menit sebesar 10,45639 kgf/mm2, 90 menit sebesar 9,45964 kgf/mm2 dan tegangan tertinggi terdapat pada perebusan 30 menit yaitu 16,13070 kgf/mm2. Dari hasil penelitian semakin lama perebusan, akan menurunkan kekuatan tarik, ini dikarenakan banyaknya air yang masuk kedalam celah antar sub seratnya sehingga menjadi berongga, rapuh dan lignin dari serat itu sendiri terkelupas dengan sendirinya.
SIMULASI AERODINAMIKA PADA MODEL SIMPLIFIED BUS MENGGUNAKAN PROGRAM COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS Utomo, Tony Suryo
ROTASI Volume 8, Nomor 1, Januari 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.129 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.1.34-37

Abstract

Pada penelitian ini simulasi aerodinamika menggunakan program CFD (Computational Fluid Dynamics)dilakukan pada model kendaraan simplified bus berdasarkan eksperimen Duell dan George [1999] yang disimulasikanpula oleh Krajnovic dan Davidson [2001]. Pada simulasi ini, digunakan model turbulen k-ε standard dengan berbagaivariasi model diskretisasi pada Pressure, Pressure-Velocity coupling, Momentum, Turbulence Kinetic Energy, danTurbulence Dissipation rate. Tujuannya adalah untuk mencari metode diskretisasi yang terbaik pada kasus simulasiaerodinamika ini. Dalam hal ini, hasil simulasi dari berbagai variasi metode diskretisasi tersebut dibandingkan denganhasil ekseperimen [Duell & George, 1999] dan hasil simulasi menggunakan model LES [Krajnovic & Davidson, 2001].Dari hasil simulasi diperoleh data-data karakteristik aerodinamika berupa drag coefficient (CD) dan liftcoefficient (CL) yang sesuai dengan data eksperimen maupun hasil simulasi LES. Disamping itu visualisasi pola aliranudara disekeliling model simplified bus juga dilakukan untuk divalidasi terhadap hasil simulasi LES. Dari sinididapatkan kode-kode simulasi yang terbaik yaitu model turbulen standard k - e (standard wall function) denganmetode diskretisasi Standard Pressure, SIMPLE Pressure-Velocity coupling, 2nd order Upwind Scheme untukMomentum dan Turbulence Kinetic Energy, serta 1st order Upwind Scheme Turbulence Dissipation Rate.
Uji Prestasi Air Heater pada Pelat Bergelombang Melintang dengan Variasi Kecepatan Udara Masuk Yunianto, Bambang; Suryo, Sumar Hadi; Oktavian, Dicky
ROTASI Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.923 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.1.36-42

Abstract

Energi surya merupakan salah satu energi terbarukan non-konvensional yang tersedia secara bebas sebagai sumber energi yang memberikan simpanan bahan bakar bebas polusi. Cara yang paling sederhana dan paling efisien untuk memanfaatkan energi surya adalah mengubahnya menjadi energi termal untuk aplikasi pemanasan dengan menggunakan kolektor surya. Penelitian ini membahas tentang perbedaan efisiensi antara kolektor pelat dengan bentuk datar dan pelat dengan bentuk gelombang melintang. Modifikasi dari pelat penyerap panas tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan panas. Metode yang dilakukan untuk mendapatkan hasil dari penelitian ini adalah dengan mencari nilai panas yang berguna, panas yang masuk, panas yang hilang, koefisien panas yang hilang secara keseluruhan. Panas yang berguna merupakan panas yang dihasilkan oleh kolektor pada saat pengujian. Panas yang masuk adalah panas yang berasal dari lampu halogen yang ditujukan ke kolektor. Panas yang hilang adalah panas yang tidak dapat dimaksimalkan oleh kolektor. Koefisien panas yang hilang secara keseluruhan adalah panas yang hilang pada bagian atas, bawah dan samping kolektor dan efisiensi adalah hasil kinerja dari kolektor. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil temperatur dari 3 buah sensor yang berada pada ruangan, pelat penyerap panas dan tempat keluar kolektor. Kemudian mengetahui efisiensi kolektor pemanas udara dari 7 variasi kecepatan udara yaitu 2.1 m/s, 2.3 m/s, 2.4 m/s, 3 m/s, 3.5 m/s, 4 m/s, 4.5 m/s. Terakhir adalah membandingkan nilai efisiensi kolektor pelat datar dan pelat gelombang melintang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pelat gelombang melintang lebih tinggi menghasilkan panas dibanding pelat datar dan semakin meningkat kecepatan udara maka efisiensi juga akan meningkat.
OPTIMASI GEOMETRI ROTATING DISK GUNA MINIMASI TEGANGAN GESER MAKSIMUM DAN TEGANGAN VON-MISSES Prahasto, Toni; Wikatama, Dema
ROTASI VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.114 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.14.1.1-6

Abstract

Rotating Disk mempunyai beberapa parameter di dalam pembuatannya, salah satunya adalah radius, berat dan ketebalan. Analisa distribusi tegangan pada rotating disk telah lama menjadi masalah dalam teori elastisitas. Untuk menghasilkan efisiensi kerja yang baik pada rotating disk, diperlukan ketepatan dalam perhitungan dan pembuatan desain bentuk. Pada tugas akhir ini profil rotating disk dengan ketebalan bervariasi akan dioptimasi dengan objective function meminimalkan tegangan geser maksimum dan tegangan von-misses. Optimasi adalah suatu metode yang digunakan untuk mencari nilai optimum yang terbaik dari desain yang sudah ada dengan kondisi batas tertentu. Proses optimasi dilakukan secara numerik, yang ditampilkan dalam bentuk kurva isomerit dengan berbagai variasi variabel desain. Dengan kondisi batas Lmin = 0.6 inch, Lmax = 3 inch dan R2>R3>R4>R5>R6. Hasil optimasi berupa tegangan geser maksimum optimal sebesar 1445 psi dan tegangan von-misses optimal sebesar 2548 psi.
Pengujian Pengeringan Garam Briket Skala Laboratorium Kiono, Berkah Fajar Tamtomo; Sony, Severianus
ROTASI Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.072 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.3.104-109

Abstract

Tingginya konsumsi garam beryodium di Indonesia, membuat pemerintah membuat dan mendorong UMKM untuk memproduksi garam beryodium pada jumlah besar. Salah satu provinsi yang mempunyai jumlah UMKM garam yang banyak adalah Provinsi Jawa Tengah. Daerah terbesar produksi garam beryodium adalah Kabupaten Pati. Namun untuk memiliki produktivitas yang tinggi, pabrik garam beryodium yang ada di Pati harus mengganti alat pengeringnya dengan alat pengering yang tepat. Salah satu alat pengering yang harus diganti adalah alat pengering untuk garam briket. Dalam mendesain suatu alat pengering untuk garam briket, perlu dilakukan penelitian mengenai pengeringan garam briket skala laboratorium untuk mengetahui parameter-parameter untuk pengeringan garam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan oven. Garam dikeringkan dengan menggunakan 1 heater dan 2 heater. Variasi temperatur oven dengan mengubah bukaan damper. Bukaan damper diatur setengah bukaan dan bukaan penuh (WOT/Wide Opening Throttle).  Temperatur oven bervariasi dari 120OC sampai 190OC, sedangkan temperatur garam maksimum adalah 108OC.Titik didih garam sangat tingi yaitu 801,1OC, sedangkan titik didih Yodium adalah 184,4OC. Pengujian ini mendapatkan hasil pengeringan berturut-turut sebagai berikut, dengan suhu udara akhir 120OC membutuhkan waktu pengeringan selama 221 menit, sedangkan untuk suhu 130OC waktu pengeringannya adalah 200 menit, dengan suhu akhir 176OC adalah 55 menit, dan pengeringan dengan suhu akhir 200OC adalah 55 menit. Proses pengeringan optimum garam pada suhu 170-180OC dengan waktu pengeringan 19 menit

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025): VOLUME 27, NOMOR 3, OKTOBER 2025 Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025 Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 26, No 2 (2024): VOLUME 26, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 26, No 1 (2024): VOLUME 26, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 25, No 3 (2023): VOLUME 25, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 25, No 2 (2023): VOLUME 25, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 25, No 1 (2023): VOLUME 25, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 24, No 4 (2022): VOLUME 24, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 24, No 3 (2022): VOLUME 24, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 24, No 1 (2022): VOLUME 24, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 23, No 4 (2021): VOLUME 23, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 23, No 3 (2021): VOLUME 23, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 23, No 2 (2021): VOLUME 23, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 23, No 1 (2021): VOLUME 23, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 22, No 4 (2020): VOLUME 22, NOMOR 4, OKTOBER 2020 Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020 Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020 Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019 Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019 Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019 Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019 Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018 Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018 Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018 Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018 Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017 Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017 Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017 Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016 Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 16, No 3 (2014): VOLUME 16, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 15, No 3 (2013): VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 15, No 1 (2013): VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013 VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012 VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012 VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012 VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012 VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011 VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011 VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011 VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011 Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010 Volume 12, Nomor 3, Juli 2010 Volume 12, Nomor 2, April 2010 Volume 12, Nomor 1, Januari 2010 Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009 Volume 11, Nomor 3, Juli 2009 Volume 11, Nomor 2, April 2009 Volume 11, Nomor 1, Januari 2009 Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008 Volume 10, Nomor 3, Juli 2008 Volume 10, Nomor 2, April 2008 Volume 10, Nomor 1, Januari 2008 Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007 Volume 9, Nomor 3, Juli 2007 Volume 9, Nomor 2, April 2007 Volume 9, Nomor 1, Januari 2007 Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006 Volume 8, Nomor 3, Juli 2006 Volume 8, Nomor 2, April 2006 Volume 8, Nomor 1, Januari 2006 Volume 3, Nomor 2, April 2001 Volume 3, Nomor 1, Januari 2001 Volume 2, Nomor 4, September 2000 More Issue