cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rotasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 1411027x     EISSN : 24069620     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
PEMODELAN DAN SIMULASI SISTEM CONTROL MAGNETIC LEVITATION BALL Wibowo, Dwi Basuki; Sutomo, Sindu
ROTASI VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.621 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.13.2.1-7

Abstract

Sudah sejak lama studi dan penelitian tentang magnet telah menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat bagi umat manusia. Metode pelayangan magnet adalah termasuk hal baru yang hasil penelitiannya banyak diterapkan di sektor industri dan transportasi karena dapat mengurangi gesekan mekanis secara berarti. Meski penelitian-penelitian tersebut masih terus dilakukan dan terbukti sukses diterapkan pada kereta api cepat Magnetic Levitation (maglev) serta pengembangan bantalan magnet tak berfriksi, prinsip dasar pelayangan magnet dengan magnet elektrik ini masih terus dipelajari di banyak perguruan tinggi di dunia. Tujuannya terutama adalah melihat fenomena pelayangan benda melalui pengontrolan kuat medan magnet elektrik serta rentang kestabilan tinggi benda yang dilayangkan.Sistem Magnetic Levitation (Maglev) ini bekerja pada gaya tarik antara gaya elektromagnetik dan benda. Selain itu objek yang akan dilayangkan adalah bola baja biasa. Untuk mencegah bola baja menempel pada electromagnet maka posisi benda harus bisa diperhitungkan dengan menggunakan sensor infra merah. Informasi dari sensor akan masuk pada rangkaian kontrol yang akan mengatur arus dalam elektromagnet.
EVALUASI RENDAHNYA MAINTENANCE BETWEEN FAILURE (MTBF) PADA POMPA VERTIKAL Iskandar, Norman; Pangestu, Restu Bagas
ROTASI Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.034 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.1.18-23

Abstract

Untuk memproduksi bahan bakar minyak dan gas dibutuhkan peralatan-peralatan penunjang seperti turbin, tungku pembakaran, boiler, blower, pompa dan lain-lain. Peralatan-peralatan ini  harus dalam kondisi prima karena tanpa peralatan ini produksi tidak dapat berjalan. Peralatan-peralatan ini harus memiliki kehandalan, efisiensi dan ketahanan yang baik. Untuk menujang hal tersebut dibutuhkan riset, analisa serta manajemen perawatan yang baik. Salah satu peralatan dalam dunia industri MIGAS adalah pompa sentrifugal dengan poros vertikal atau sering disebut pompa vertikal. Pada kasus pompa vertikal ini digunakan untuk mengalirkan slop oil dari CDU (Crude Distillation Unit) dan ARHDM (Atmospheric Residue Hydrodemetalizzation) menuju RCC (Residue Catalytic Cracking). Pada penggunaan pompa vertikal sering terjadi rendahnya anatara waktu pemakaian dengan perawatan yang telah ditentukan atau yang disebut rendahnya MTBF (maintenance time between failure). Pompa vertikal yang seharusnya dilakukan preventive maintenace setahun sekali tetapi sudah mengalami kerusakan sebelum satu tahun.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendahnya MTBF dan terjadinya kegagalan. Metode yang  dilakukan analisa  dan   antara sumur dan pompa dengan temperatur 40ºC dan 50ºC  serta analisa tinggi fluida dan panjang poros. Untuk analisa  dan   bertujuan apakah nilai  lebih besar dari . Sedangkan  analisa tinggi fluida dan panjang poros bertujuan apakah pompa vertikal memiliki lowest allowable liquid level yang diizinkan. Lowest allowable liquid level merupakan batas toleransi tinggi fluida didalam sumur terhadap impeller agar impeller tetap terendam fluida.  Dari hasil  perhitungan  dan analisa bahwa nilai  >   dengan nilai untuk temperatur 40ºC adalah 9,42 meter dan pada temperatur 50ºC adalah 9,02 meter. Untuk pompa vertikal yang memiliki lowest allowable liquid level diluar dibawah standar impeller mengalami kavitasi ringan
PENGUJIAN PERFORMANCE DAN ANALISA PRESSURE DROP SISTEM WATER-COOLED CHILLER MENGGUNAKAN REFRIGERAN R-22 DAN HCR-22 Muchammad, Muchammad
ROTASI Volume 8, Nomor 3, Juli 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.367 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.3.11-19

Abstract

Efek pemanasan Global (GWP) merupakan salah satu permasalahan yang disebabkan oleh penggunaan unsurfluor dalam refrigeran pendingin, yang mana unsur ini menyebabkab reaksi berantai yang dapat merusak lapisan ozon.Maka dikembangkan refrigeran Non-CFC sebagai pengganti refrigeran CFC, penggantian refrigeran CFC denganNon-CFC tanpa mengganti komponen dalam sistem pendingin akan memberikan perubahan karakteristik salah satukomponen utama yaitu, kompresor. Karakteristik itu berupa beban pendinginan dan daya yang dibutuhkan kompresordengan adanya perubahan temperatur kondensasi dan temperatur evaporasi.Pengujian ini bertujuan untuk mendapatkan data kurva karakteristik kompresor jenis rotari hermetik 0,5 PKterhadap kebutuhan konsumsi listrik untuk sistem pendingin water-cooled chiller dengan menggunakan refrigeranHCR-22. Dengan diketahuinya kurva karakteristik tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi dalampengembangan desain dan pensimulasian sistem pendingin. Selain itu juga membandingkan unjuk kerja antara sistemyang menggunakan refrigeran HCR-22 dengan sistem yang menggunakan refrigeran R-22 .Sebagai hasilnya, daya listrik yang dibutuhkan oleh kompresor dengan refrigeran R-22 lebih tinggi dari padaHCR-22 pada temperatur keluar kondensor yang sama dan COP dari sistem water-cooled chiller yang menggunakanrefrigeran HCR-22 lebih tinggi dibanding yang menggunakan refrigeran R-22.
Analisa Awal Kekasaran Permukaan Hasil Produksi Mesin Cetak Tiga Dimensi Terhadap Pengaruh Variasi Grit Size Sand Paper Hakim, Rahman; Sutisna, Nanang Ali
ROTASI Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.136 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.3.134-139

Abstract

Hasil produksi cetak tiga dimensi tipe FDM (Fused Deposition Modeling) dengan menggunakan material PLA (Polylactid Acid) yang tergolong material polymer pada umumnya mempunyai permukaan yang kasar sehingga memerlukan pekerjaan akhir untuk membuat permukaanya lebih halus lagi. Tujuan percobaan ini ialah untuk mengetahui ukuran Grit Size mana saja yang bisa menghasilkan nilai kekasaran permukaan yang paling rendah atau dengan kata lain mempunyai nilai kehalusan permukaan yang paling tinggi. Salah satu caranya ialah dengan menggunakan kertas gosok dengan variasi tingkat Grit Size yang biasa ditampilkan pada kode angka pada label kertas gosok. Pada percobaan kali ini, kami menggunakan Grit Size dengan ukuran 1000CW, 1200CW dan 1500CW. Parameter uji pada mesin cetak tiga dimensi dengan merek Leapfrog Creatr HS ini menggunakan PLA berdiameter 1.75mm, dengan temperatur Nozzle dan Base Plate sebesar 230oC dan 30oC, serta mempunyai feedrate dan infill density masing-masing sebesar 70%. Setelah dilakukan percobaan sebanyak tiga kali pengambilan data, kami dapatkan hasil yang dimana dengan menggunakan sand paper dengan grit size 1500CW mempunyai nilai kekasaran permukaan (Ra) yang paling rendah, yaitu sebesar 4,392 μm (N8).
Pengaruh konsentrasi larutan dan kuat arus terhadap ketebalan pada proses pelapisan nikel untuk baja karbon rendah Sugiyarta, Sugiyarta; Bayuseno, Athanasius Priharyoto; Nugroho, Sri
ROTASI VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.81 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.14.4.23-27

Abstract

Elektroplating adalah proses untuk melindungi logam dari pengaruh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan dan arus listrik terhadap ketebalan lapisan nikel. Pada penelitian ini variabel bebasnya adalah arus listrik dan konsentrasi larutan. Arus listrik divariasikan 50, 55, dan 60 A. Konsentrasi larutan divariasikan menjadi 3 yaitu konsentrasi 1 (NiSO4 300 gr, NiCl2 40 gr, H3BO3 40gr, H2O 1000 ml), konsentrasi 2 (NiSO4 325 gr, NiCl2 45 gr, H3BO3 40gr, H2O 1000 ml) dan konsentrasi 3 (NiSO4 350 gr, NiCl2 50 gr, H3BO3 40gr, H2O 1000ml). Spesimen berupa plat baja karbon rendah berukuran 50mm x 30mm x 1.8 mm sebanyak 27 buah. Pada konsentrasi 1, besar arus listrik tidak berpengaruh terhadap ketebalan nikel. Pada konsentrasi 2 dan 3, semakin besar arus listrik akan diperoleh hasil lapisan yang makin tebal. Semakin tinggi konsentrasi NiSO4 dan NiCl2 maka lapisan nikel akan semakin tebal. Ketebalan minimum diperoleh pada konsentrasi 1 pada arus 55 A yaitu 5,06 μm dan hasil pengukuran tertinggi pada konsentrasi 3 dengan arus 60 A ketebalan 23,26 μm.
Studi Eksperimental pada Emulator Surya Berdasarkan Intensitas Matahari Terhadap Unjuk Kerja Sel Surya 10 Wp Tipe Polycristalline Tira, Hendry Sakke; Natsir, Abdul; Anwar, Muhamad Saiful
ROTASI Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.849 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.4.237-242

Abstract

Energi merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan manusia. Peningkatan kebutuhan energi dapat merupakan indikator peningkatan kemakmuran, namun bersamaan dengan itu juga menimbulkan masalah dalam usaha penyediaannya, karena manusia hanya mengandalkan energi fosil yang tentunya persediaannya masih sangat terbatas dan semakin menipis. Indonesia terletak di daerah khatulistiwa sehingga memiliki intensitas penyinaran matahari yang baik sepanjang tahun. Kondisi penyinaran ini potensial untuk digunakan dalam pembangkitan listrik tenaga surya (PLTS). PLTS merupakan teknologi ramah lingkungan yang memanfaatkan energi sel surya fotovoltaik dengan cara mengkonversi energi cahaya yang dipancarkan oleh matahari menjadi energi listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh intensitas cahaya lampu terhadap arus titik daya maksimum (Impp), tegangan titik daya maksimum (Vmpp), daya maksimum power point (Pmpp), dan efisiensi dari panel surya 10 WP tipe polycristalline pada alat solar emulator. Penelitian ini dilakukan dengan merubah intensitas cahaya lampu pada alat solar emulator berdasarkan intensitas cahaya matahari tanggal 17-25 Maret 2016. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa intensitas cahaya lampu mempunyai pengaruh terhadap Impp, Vmpp, Pmpp, dan Efisiensi dari panel surya 10 WP tipe polycristalline. Semakin tinggi intensitas cahaya lampu maka semakin tinggi pula nilai Impp, Vmpp, Pmpp, dan efisiensi yang diperoleh. Efisiensi panel surya tertinggi diperoleh pukul 12:00-12:40 WITA pada tanggal 22 Maret 2016 sebesar 4,14 %.
PENGUKURAN VISKOSITAS DAN NILAI KALOR BIO-DIESEL MINYAK BAWANG DENGAN VARIASI TEMPERATUR DAN KADAR MINYAK BAWANG Fajar, Berkah; Sudargana, Sudargana
ROTASI Volume 9, Nomor 3, Juli 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.776 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.3.6-9

Abstract

Biodiesel dibuat dari minyak nabati dan dipakai untuk bahan pencampur bahkan menggantikan solar. Dua buahsifat bio-diesel untuk menentukan kualitas bio-diesel adalah viskositas dan nilai kalor. Viskositas sangat dipengaruhioleh temperatur. Viskositas yang tinggi pada temperatur rendah akan sulit pengaliran dan juga mempengaruhiatomisasi pada sistem injeksi. Sedangkan nilai kalor untuk menentukan spesifikasi pembakaran.Dalam penelitian ini dipakai minyak bawang sebagai bahan bakar bio-diesel dan dilakukan pengukuranviskositas dan nilai kalor percampuran solar-minyak bawang dengan komposisi 0 sampai 30 % minyak bawang denganrentang 5 %. Untuk pengujian viskositas ini digunakan range temperatur antara 7oC sampai dengan 90oC, denganrentang 1oC pada suhu 7oC sampai 10oC dan 5oC pada suhu antara 10oC sampai 90oC. Untuk populasi pengujianviskositas, pengambilan data diambil sebanyak 5 kali, sedangkan nilai kalor sebanyak 3 kali pengambilan data.Penelitian masih bersifat deskriptif dengan rancangan blok sederhana dan dipetakan.Hasil pengujian didapatkan bahwa biodiesel minyak bawang murni nilai kalor sebesar 9380 Cal/gr. Sedangkansolar sekitar 10900 Cal/gr. Pencampuran bahan bakar biodiesel minyak bawang-solar menghasilkan nilai kalor yanglebih rendah. Sedangkan untuk viskositasnya, biodiesel murni pada suhu 7oC memiliki viskositas 664 cP. Padatemperatur tersebut biodiesel telah membentuk gel. Sedangkan untuk campuran 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%pada suhu 7oC memiliki viskositas sekitar 10 cP sampai dengan 11 cP.
DESAIN DAN PEMODELAN HUMANOID ROBOT Munadi, Munadi; Anggoro, Beni
ROTASI Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.911 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.16.2.6-13

Abstract

Artikel ini memaparkan tahapan dalam mendesain kontruksi mekanik humanoid robot yang sederhana. Desain sebagai tahapan awal dalam pembuatan humanoid robot sebelum dilakukan pemodelan kinematik dan pemodelan dinamik. Untuk pemodelan kinematik akan dilakukan analisa  forward kinematics dengan menggunakan notasi parameter Denavit-Hartenberg (DH parameter). DH parameter menggunakan matrik homogeneous transformation 4x4 untuk menyatakan hubungan spasial antara dua link yang berhubungan, sehingga dengan matrik transformasi tiap link humanoid robot yang diperoleh dapat menyederhanakan masalah forward kinemtic. Pada pemodelan dinamik akan dilakukan analisa torsi pada joint ankle dengan menggunakan persamaan Lagrangian. Pemodelan dinamik diperoleh energi kinetik dan energi potensial yang terdapat pada tiap link humanoid robot, sehingga dari turunan persamaan Lagrangian diperoleh torsi pada joint ankle humanoid robot. Dalam pergerakan humanoid robot pada joint space mempunyai jalur lintasan (trajectory) sebagai fungsi trajectory terhadap waktu. Proses desain menggunakan alat bantu software SolidWorks dan untuk analisa perhitungan kinematik dan dinamik menggunakan software MATLAB.
Front Matter Rotasi Vol. 18 No. 4 Oktober 2016 Saputra, Eko
ROTASI Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.155 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.18.4.i-v

Abstract

SIMULASI DAN ANALISIS HANDLING PERFORMANCE KENDARAAN JALAN RAYA JENIS SUV DENGAN SOFTWARE CARSIM 4.51 Setiyana, Budi; Setiawan, Joga Dharma
ROTASI Volume 12, Nomor 3, Juli 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.994 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.12.3.6-13

Abstract

The latest progress in automotive industry development is increasing significantly therefore it also triggering the competition between road vehicle developers to build cars with variation in design, type, and specification to satisfy the customers in safety and comforts and also the performance. This report is trying to find out factors that affect the handling performance of a road vehicle and the turning behavior that appears while cornering, using two 98’ Jeep Grand Cherokee test vehicle. Simulation was conducted using CarSim Ed 4.51 software and taking case of Fishhook maneuver which is based on roll natural frequency and J-Turn maneuver without pulse braking. The result of the test is compared each other such that the factors affecting the turning behavior can be analyzed

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025): VOLUME 27, NOMOR 3, OKTOBER 2025 Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025 Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 26, No 2 (2024): VOLUME 26, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 26, No 1 (2024): VOLUME 26, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 25, No 3 (2023): VOLUME 25, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 25, No 2 (2023): VOLUME 25, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 25, No 1 (2023): VOLUME 25, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 24, No 4 (2022): VOLUME 24, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 24, No 3 (2022): VOLUME 24, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 24, No 1 (2022): VOLUME 24, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 23, No 4 (2021): VOLUME 23, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 23, No 3 (2021): VOLUME 23, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 23, No 2 (2021): VOLUME 23, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 23, No 1 (2021): VOLUME 23, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 22, No 4 (2020): VOLUME 22, NOMOR 4, OKTOBER 2020 Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020 Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020 Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019 Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019 Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019 Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019 Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018 Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018 Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018 Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018 Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017 Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017 Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017 Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016 Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 16, No 3 (2014): VOLUME 16, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 15, No 3 (2013): VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 15, No 1 (2013): VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013 VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012 VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012 VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012 VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012 VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011 VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011 VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011 VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011 Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010 Volume 12, Nomor 3, Juli 2010 Volume 12, Nomor 2, April 2010 Volume 12, Nomor 1, Januari 2010 Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009 Volume 11, Nomor 3, Juli 2009 Volume 11, Nomor 2, April 2009 Volume 11, Nomor 1, Januari 2009 Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008 Volume 10, Nomor 3, Juli 2008 Volume 10, Nomor 2, April 2008 Volume 10, Nomor 1, Januari 2008 Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007 Volume 9, Nomor 3, Juli 2007 Volume 9, Nomor 2, April 2007 Volume 9, Nomor 1, Januari 2007 Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006 Volume 8, Nomor 3, Juli 2006 Volume 8, Nomor 2, April 2006 Volume 8, Nomor 1, Januari 2006 Volume 3, Nomor 2, April 2001 Volume 3, Nomor 1, Januari 2001 Volume 2, Nomor 4, September 2000 More Issue