cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Technopreneur (JTech)
Published by Politeknik Gorontalo
ISSN : 22524002     EISSN : 2548558x     DOI : -
Jurnal Technopreneur (Technology & Entrepreneur) adalah jurnal ilmiah tentang hasil-hasil penelitian dan pengetahuan sistematis tentang rekayasa dan teknologi, dalam bidang teknologi pertanian dan teknik mesin, Teknik Informatika dan Teknologi Hasil Pertanian. Terbit pertama kali tahun 2012 dengan terbitan 2 kali setahun pada bulan Mei dan bulan November.
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
PEMBUATAN BOBA KOPI BIJI SALAK SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL SUMBER ANTIOKSIDAN Kristian Triatmaja Raharja; Anis Nur Chabibah; I Wayan Sudarmayasa; Ita Fatkhur Romadhoni
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 9 No 1 (2021): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v9i1.690

Abstract

Biji salak yang tidak dikonsumsi secara langsung sebagai pangan ternyata memiliki potensi nilai tambah produk. Kopi biji salak terbukti memiliki kandungan kafein yang rendah, senyawa antioksidan, dan memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Minuman boba adalah komoditas minuman dengan penjualan yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji proses pembuatan boba kopi biji salak, dan mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kopi biji salak terhadap sifat sensori, dan aktivitas antioksidan boba. Studi eksperimental menggunakan desain rancangan acak lengkap, dengan perlakuan penambahan ekstrak kopi biji salak sebesar 20% (X1), 40% (X2), 60% (X3), 80% (X4), dan 100% (X5). Daya terima panelis terhadap produk boba dianalisis dengan uji hedonik. Aktivitas antioksidan dianalisis dengan metode penangkapan radikal DPPH, dan antioksidan asam askorbat digunakan sebagai kontrol pembanding. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kopi biji salak berpengaruh nyata terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan keseluruhan, namun tidak berpengaruh pada tekstur. Pada uji DPPH, penambahan ekstrak kopi biji salak berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan boba. Produk terbaik berdasarkan uji hedonik untuk keseluruhan atribut sensori adalah produk boba dengan penambahan ekstrak kopi biji salak 100% (X5), dengan skor 4,13 (skala penerimaan suka - sangat suka). Produk X5 memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori rendah dengan Nilai IC50 391,0 μg/mL.
ANALISIS MATEMATIS PENGELASAN GREY CAST IRON MENGGUNAKAN PROSES GTAW DENGAN DAN TANPA PREHEAT Doty Dewi Risanti
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 9 No 1 (2021): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v9i1.698

Abstract

Pemberian pemanasan awal pada proses pengelasan memberikan efek pengurangan tegangan, distorsi, retakan dan kekerasan pada daerah Heat Affected Zone (HAZ) dengan memperlambat laju pendinginan. Distribusi temperatur saat pengelasan didekati dengan menggunakan persamaan analitik Rosenthal pada logam grey cast iron. Grey cast iron termasuk sulit untuk dilas dan memerlukan perlakuan khusus. Pada penelitian ini, perhitungan distribusi temperatur dan laju pendinginan dibandingkan dengan struktur mikro dan kekerasan untuk grey cast iron yang dilas dengan menggunakan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Persamaan Rosenthal dengan solusi Bessel hanya cocok untuk distribusi temperatur pada daerah lelehan, sedangkan solusi quasi steady state dapat digunakan untuk prediksi distribusi temperatur arah lateral dan transversal pada logam lasan. Preheating pada suhu 315 berpengaruh pada lebar HAZ yang dihasilkan menurut persamaan eksponensial terhadap travel speed, memperlambat laju pendinginan dan menurunkan kekerasan karena berkurangnya carbon equivalent (CE). Struktur mikro HAZ pada grey cast iron yang diberi preheating menunjukkan dominasi martensit nikel dan eutektik ledeburit, sedangkan tanpa preheating menghasilkan struktur mikro didominasi oleh eutektik ledeburit dan besi karbida dalam white iron.
TINGKAT KESESUAIAN FISIK LAHAN UNTUK PERKEBUNAN KOPI DI NAGARI AIE DINGIN KECAMATAN LEMBAH GUMANTI SUMATERA BARAT INDONESIA ade irma suryani
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 9 No 1 (2021): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v9i1.716

Abstract

This study answers research questions about: (1). The depth of the coffee plantation land in Nagari Aie Dingin, Lembah Gumanti District, Solok Regency. (2). The slope of the coffee plantation slope in Nagri Aie Dingin Lembah Gumanti District Solok Regency (3). Soil texture of coffee plantations in Nagari Aie Dingin Lembah Gumanti District Solok Regency (4). Coffee plantation structure in Nagari Aie Dingin Lembah Gumanti District Solok Regency (5). The suitability level of coffee plantation land in Nagari Aie Dingin Kecamatan Lembah Gumanti Solok Regency Type of Research This is a quantitative descriptive study. The sampling of this research was carried out by random technique, as many as 3 research areas. Based on land units obtained from overlapping overley sloping maps, land maps, geological maps, landform maps and land use maps. There are 210 different land units in the study area. Based on field analysis, it was found that the physical characteristics of Nagari Aie Dingin seen from the land unit land suitability level consists of two levels: K2.III.Tomp.Km.Sb land unit included in the land suitability level (accordingly). D2.III.Pb.Km.Ht land unit and D2.1.Qv.Km.Sb land unit are included in the land level (not suitable).
PHYSICAL AND CHEMICAL QUALITY CHARACTERISTICS OF CORN TORTILLAS WITH SUBSTITUTE PURPLE SWEET POTATO FLOUR Nurfitrianti Bulotio; Adnan Engelen; Nursia Lateka
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 9 No 1 (2021): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v9i1.721

Abstract

This study aimed to test the physical and chemical quality characteristics of corn tortillas with substitute purple sweet potato flour. This study used a completely randomized design (CRD) and LSD test if there was a significant effect. The tests carried out included organoleptic tests, air content analysis, ash content analysis, color analysis and texture analysis. The results showed that the best formulation of tortillas chips was a P4 treatment with the addition of 75% purple sweet potato flour: 25% corn, with a texture value of 4.267, taste 4.75 and aroma 4.56 and for the best color treatment found in the addition of P3 had a value of 4.31. The best treatment in the chemical analysis is the P4 treatment had a color value of -10.93, moisture content of 8.94 and ash content of 2.57. For texture analysis test the highest treatment was P2 treatment with the addition of 25% purple sweet potato flour: 75% corn with a value of 1139.15.
REVITALISASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) PADA SISTEM MICROGRID PULAU TOMIA Putu Pramana; Kevin Gausultan Hadith Mangunkusumo; Handrea Bernando Tambunan; Dhandis Rito Jintaka
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 9 No 1 (2021): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v9i1.724

Abstract

Pulau Tomia merupakan salah satu pulau di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara yang menggunakan konsep microgrid untuk melistriki masyarakatnya. Konsep microgrid tersebut mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Namun, saat ini kondisi sistem PLTS di Pulau Tomia tidak dapat memproduksi listrik karena terjadi permasalahan dan berdampak pada potensi energy not served (ENS) serta kerugian investasi dalam pembangunan sistem microgrid. Dalam makalah ini dijelaskan proses revitalisasi pada sistem PLTS di Pulau Tomia dengan harapan makalah ini dapat menjadi referensi pada proses revitalisasi PLTS di lokasi lainnya. Proses revitalisasi pada PLTS Tomia dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu review desain eksisting PLTS Tomia, investigasi penyebab gangguan, inisiatif perbaikan, dan desain ulang PLTS Tomia. Dari hasil investigasi gangguan dapat diketahui bahwa penyebab tidak beroperasinya PLTS Tomia adalah gangguan pada rangkaian PLTS, Grid Tied Inverter (GTI), dan elemen penyimpan (baterai). Berdasarkan hasil analisa lebih lanjut, didapatkan inisiatif perbaikan yang dapat ditindaklanjuti dengan hasil terbaik dan cara yang termudah, yaitu melakukan desain ulang pada rangkaian combiner box PLTS dan mengimplementasikan konsep GTI modular. Hal tersebut dilakukan agar keandalan PLTS tetap terjaga jika salah satu GTI mengalami permasalahan. Hasil revitalisasi menunjukkan bahwa nilai kualitas daya berupa harmonisa tegangan dan arus yang dihasilkan oleh GTI telah memenuhi standar. Selain itu, PLTS Tomia hasil revitalisasi mampu menghasilkan potensi penghematan Biaya Pokok Produksi (BPP) Listrik yang semula adalah sebesar Rp. 3080/kWh menjadi Rp. 2983/kWh.
EVALUASI PENERAPAN TEKNOLOGI DIGITAL SUBSTATION DI INDONESIA Achmad Syerif Habibie; Muhammad Ridwan; Putu Agus Aditya Pramana; Brian Bramantyo Satriaji Dwi Adiputro Harsono; Muhammad Said Al Manshury
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 9 No 1 (2021): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v9i1.725

Abstract

Perkembangan pemanfaatan teknologi informasi dalam sektor ketenagalistrikan mendorong perkembangan teknologi gardu induk konvensional ke arah Digital substation. Sebagai pertimbangan sebelum diimplementasikan di PT PLN (Persero), maka dilakukan kajian literatur terkait standar, protokol komunikasi, network redundancy, time synchronization, serta kelebihan dan isu pada teknologi tersebut seperti yang disajikan pada makalah ini; selain itu, diskusi dengan pabrikan Digital substation yang ada di Indonesia juga dilakukan untuk memperkaya studi literatur yang dilakukan. Teknologi Digital substation mengacu pada standar IEC 61850, dapat dilengkapi dengan network redundancy berupa parallel redudancy protocol (PRP) atau high-availability seamless redudancy (HSR), serta precission time protocol (PTP) untuk kebutuhan sinkronisasi waktunya. Digital substation memiliki banyak kelebihan diantaranya yaitu kebutuhan copper wire yang rendah, transportasi dan space yang lebih sedikit, instalasi peralatan sekunder lebih singkat, penghematan biaya (instalasi, operasi, dan pemeliharaan), pemadaman lebih singkat, peningkatan keamanan dan utilisasi aset. Sedangkan isu yang ada pada Digital substation diantaranya maturity, interoperability, reliability, time synchronisation, network configuration dan bandwith management, cyber security, mixed mode, backward compatibility, suhu dan kelembaban. Selain itu, masih terdapat permasalahan pada substation automation system (SAS) yang sudah terpasang dalam rangka menuju teknologi Digital substation, namun belum tertangani dengan baik. Maturity level dari teknologi Digital substation menjadi bahan pertimbangan dalam penerapan teknologi tersebut di sistem ketenagalistrikan.
KARAKTERISTIK PETIR INDONESIA DAN PENGGUNAANNYA DALAM EVALUASI UNJUK KERJA SALURAN UDARA 150 KV SAAT TERJADI SAMBARAN PETIR Brian Bramantyo Satriaji Dwi Adiputro Harsono; Anindita Satria Surya; Kevin Gausultan Hadith Mangunkusumo; Andreas Putro Purnomoadi
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 9 No 1 (2021): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v9i1.726

Abstract

Berdasarkan data historis, gangguan saluran transmisi udara di Indonesia mayoritas disebabkan oleh sambaran petir; hal tersebut mendorong PT PLN (Persero) sebagai perusahaan listrik milik negara untuk mengevaluasi unjuk kerja saluran udara terhadap sambaran petir. Pada makalah ini disajikan evaluasi karakterisasi petir menggunakan rekam data sistem deteksi petir/LDS (studi kasus untuk Jawa Barat) meliputi: jumlah sambaran, persentase polaritas, nilai modus arus puncak, persentase kejadian kumulatif, serta peta kerapatan petir. Evaluasi unjuk kerja saluran dilakukan melalui 1) simulasi tegangan lebih menggunakan perangkat lunak transient pada pemodelan saluran 150 kV untuk mengetahui korelasi arus puncak petir terhadap kenaikan tegangan pada insulator saat terjadi sambaran petir dan 2) evaluasi sudut lindung menggunakan Electro Geo-metric Model (EGM). Berdasarkan pengolahan data tahun 2018-2020, terdapat fluktuasi total kejadian petir per tahun dimana 84,63% (σ= 1,71) dari kejadian merupakan petir polaritas negatif. Modus nilai arus puncak petir adalah 12,33 kA (σ= 1,52), sementara persentase kejadian kumulatif memiliki knee point pada nilai 40 kA. Pola kerapatan petir tertinggi tidak mengalami perbedaan signifikan selama periode pengamatan dan bulan ke-7 merupakan periode dengan kejadian petir terendah. Hasil simulasi sambaran petir 40 kA pada kawat pembumiaan menunjukkan bahwa insulator mengalami kenaikan tegangan hingga 1083 kV; hal tersebut mendekati nilai Basic Impulse Insulation Level (BIL) dari insulator. Desain sudut lindung mampu mencegah shielding failure untuk arus petir ≥11 kA; meskipun demikian, perlu dicatat bahwa shielding failure akibat petir 10 kA menyebabkan kenaikan tegangan insulator melebihi nilai BIL. Peningkatan unjuk kerja saluran transmisi 150 kV tersebut dapat dilakukan dengan didasari oleh pertimbangan risk, cost dan benefit yang komprehensif.
STUDI NUMERIK PENGARUH JUMLAH SALURAN KOLEKTOR SURYA BENTUK SEGITIGA DENGAN POLA ALIRAN ZIG-ZAG Arrad Ghani Safitra
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 9 No 2 (2021): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v9i2.757

Abstract

Kolektor surya terus mengalami perkembangan untuk menghasilkan kualitas udara panas dengan temperatur yang tinggi. Pada penelitian ini menganalisa pengaruh jumlah saluran kolektor surya bentuk segitiga dengan pola aliran zig-zag. Variasi yang digunakan antara lain 8, 7, dan 6 saluran. Tujuan dari penelitian ini adalah merupakan inovasi pada proses pemanasan udara di dalam kolektor bentuk segitiga dengan pola aliran zig-zag dapat memperbanyak dan memperpanjang proses penyerapan panas matahari oleh udara. Penelitian dilakukan secara numerik dengan metode komputasi fluida. Tahapan awal adalah melakukan pemodelan secara tiga dimensi dan melakukan proses meshing. Tahapan kedua menentukan kondisi batas dan melakukan simulasi dengan dan tahapan terakhir adalah mengambil hasil simulasi untu dianalisa. Kondisi batas yang digunakan pada penelitian ini posisi masukkan merupakan velocity inlet dengan udara memiliki kecepatan sebesar 19,6 m/s dan temperatur 300 K. Sisi luaran yaitu pressure outlet dan heat flux disisi bagian wall heating saluran sebesar 750 W/m2. Parameter simulasi menggunakan RNG k-ε viscous model dengan scheme SIMPLEC, momentum, dan turbulent kinetic energy menggunakan diskritisasi second-order upwind. Hasil penelitian menunjukkan kolektor segitiga dengan jumlah 7 saluran memiliki hasil dengan temperatur udara paling tinggi yaitu sebesar 41.86 K dan Bilangan Nusselt tertinggi sebesar 2.68.
SISTEM PRESENSI ONLINE DAN POIN DI SMK MAA’ARIF NU 04 PAKIS BERBASIS WEB Dwi Safiroh Utsalina; Andri Prasetyo
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 9 No 2 (2021): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v9i2.759

Abstract

Kehadiran siswa di sekolah (Lembaga Pendidikan) merupakan salah satu komponen yang penting dalam proses pembelajaran. Sering hadir dikelas dan mengikuti pembelajaran dapat mempengaruhi tingkat pemahaman siswa pada pelajaran yang diberikan. Aktif mengikuti pembelajaran dikelas juga menjadi salah satu tolak ukur penilaian kedisiplinan seorang siswa. Namun proses pencatatan kehadiran siswa pada SMK Ma’arif NU 04 masih dilakukan secara manual, yaitu setiap siswa yang hadir di sekolah/ kelas harus menuliskan nama lengkap dan tandatangan diatas kertas yang telah disiapkan oleh bagian administrasi sekolah. Hal tersebut membuat proses presensi dan pemberian poin hukuman membutuhkan waktu yang lebih lama dan data yang dihasilkan tidak akurat, selain itu cara ini juga rawan kehilangan data siswa. Dengan metode pencatatan kehadiran secara manual ini juga mengakibatkan tidak sinkronnya data dalam pembuatan laporan akhir pembelajaran, baik harian, mingguan dan bulanan. Dengan sistem presensi Online yang menggunakan MySQL untuk penyimpanan datanya dapat meningkatkan efektifitas pencatatan kehadiran siswa, dan dapat menentukan poin hukuman yang diberikan kepada siswa, sehingga dapat pula mengefisiensikan waktu yang dibutuhkan oleh admin (pengelola data) yang ada di SMK bersangkutan untuk mengelola data.
RANCANG BANGUN APLIKASI E-MODUL GUNA PEMANFAATAN PEMBELAJARAN DARING BERBASIS ANDROID Azwar Azwar; La Diu Samiu
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 9 No 2 (2021): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v9i2.761

Abstract

The learning process that usually takes place face-to-face has changed to distance learning (Online Learning). This change is quite fast, so problems arise that not only occur in changes in the learning process but also in the readiness of learning media. Online Learning Requires a fairly high cost to provide internet package facilities to students. For this reason, it is necessary to change the form of learning media in this case the Module into the form of Digital Electronic Module (E-Modul). E-Module in the form of mobile android is a solution that can answer these problems. Applications in the form of Mobile have several advantages, such as being efficient in their use and not spending a lot of time or money because they can be used offline. For this reason, this study aims to design an E-Module Application for the Utilization of Android-Based Online Learning with the research method carried out using Research and Development (R&D) techniques. System testing is done using black box testing techniques and user accepted testing. Based on the results of the tests carried out, it is known that the responses from respondents to the questionnaires distributed are quite good with a percentage of 76%, while the results of user accepted testing (UAT) on design indicators are 82%, convenience is 83% and the efficiency of e-modules gets a presentation of 86 % so that the acceptance aspect of the system (E-Module) to the user is represented by 84% with a good scale.

Page 11 of 16 | Total Record : 155