cover
Contact Name
Arif Rahman
Contact Email
pasirlaut.msdp@gmail.com
Phone
+6224-76404447
Journal Mail Official
pasirlaut.msdp@gmail.com
Editorial Address
Program Magister Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jalan Prof. Soedarto, SH Gedung J Lt. 3 Tembalang Semarang Kode Pos 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pasir Laut
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18581684     EISSN : 27470776     DOI : https://doi.org/10.14710/pasirlaut
Core Subject : Social,
The articles on the Pasir Laut Journal are the result of scientific research in coastal and marine resources management that have never been previously published. Article scope: (a)Coastal and fisheries resources, (b) Aquaculture, (c) Post Harvest Technology, (e) Resource Exploitation Fisheries, (f) Socio-Economic and Policy Fisheries, (g) Maritime Anthropology, (h) Oceanography Fisheries (i) Coastal Environment and Habitat and (j) Marine biotechnology to support management coastal and marine resources.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2026): Februari" : 5 Documents clear
Karakteristik Ekologis dan Selektivitas Ukuran Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar di Perairan Tifu, Kabupaten Buru Selatan Hehanussa, Kedswin Gerson; Tuapetel, Friesland; Tuhumury, Julian; Behuku, Alfred
Jurnal Pasir Laut Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2026.79835

Abstract

Perairan pesisir Maluku memiliki keanekaragaman ikan yang tinggi dan menjadi wilayah penting bagi perikananskala kecil, sehingga penggunaan alat tangkap yang selektif sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutansumber daya ikan. Jaring insang dasar (bottom gill net) merupakan alat tangkap yang umum digunakan nelayan,namun selektivitas ukuran dan karakteristik hasil tangkapannya masih perlu dikaji secara spesifik di berbagailokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi spesies, distribusi ukuran, serta hubungan panjang–berat ikan hasil tangkapan jaring insang dasar di Perairan Tifu, Kabupaten Buru Selatan, Maluku. Penelitiandilakukan selama tiga bulan dengan 15 trip penangkapan menggunakan jaring insang dasar bermata jaring 1¾inci (4,45 cm). Data yang dikumpulkan meliputi identifikasi spesies, pengukuran panjang total, dan berat tubuhikan. Analisis dilakukan terhadap komposisi spesies, distribusi ukuran panjang, serta hubungan panjang–beratpada spesies dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total tangkapan berjumlah 580 individu yang terdiridari 19 spesies. Lima spesies dominan adalah Pterocaesio tile (33,6%), Caesio caerulaurea (11,0%), Myripristissp. (11,6%), Pempheris sp. (8,8%), dan Parupeneus sp. (7,6%). Analisis hubungan panjang–berat menunjukkanempat spesies memiliki pola pertumbuhan alometrik negatif (b < 3), sedangkan Pempheris sp. menunjukkanpertumbuhan alometrik positif (b = 3,027). Distribusi ukuran memperlihatkan bahwa jaring insang dasarcenderung selektif terhadap ikan berukuran menengah hingga dewasa. Secara keseluruhan, hasil penelitian inimenunjukkan bahwa jaring insang dasar bermata 4,45 cm memiliki selektivitas ukuran yang relatif baik danberpotensi mendukung pengelolaan perikanan demersal yang berkelanjutan di Perairan Tifu.
Identifikasi Keanekaragaman Spesies Ikan Laut di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Wilayah Perbatasan RI-RDTL Gustasya, Yosy; Ali Akbar, Muhammad Syaif; Kain, Maternus; Olla, Felycia Anggrainy; Situmorang, Raymundus Putra
Jurnal Pasir Laut Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2026.81347

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman ikan yang sangat tinggi dengan jumlah sekitar 8.500 spesies ikan, atau 45% dari jumlah spesies ikan di dunia, identifikasi keanekaragaman jenis ikan penting dilakukan untuk mengetahui jenis dan jumlah ikan yang berada pada suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis ikan di kecamatan Kakuluk Mesak daerah perbatasan RI-RDTL. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif bersifat wawancara dan observasi lapangan dengan subyek penelitian pedagang ikan di pasar. Dari hasil penelitian ditemukan 25 jenis ikan yang mewakili 8 ordo, 18 family, dan 22 genus dengan jumlah 1.290 ekor. Hasil analisis indeks keanekaragaman pada plot 1 yaitu pasar lakafehan memiliki tingkat keanekaragaman sedang sebesar (1,918625), indeks keanekaragaman pada plot 2 yaitu pasar atapupu memiliki tingkat keanekaragaman sedang sebesar (1,28572). Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan yaitu keanekaragaman jenis ikan di Kecamatan Kakuluk Mesak daerah perbatasan RI-RDTL memiliki tingkat keanekaragaman sedang dengan nilai rata-rata keanekaragaman jenis ikan dengan seluruh jumlah spesies ikan yang ditemukan sebanyak 25 jenis yaitu (2,708058) yang termasuk dalam kategori sedang.
Isolasi dan Uji Antagonisme Bakteri Asosiasi dari Karang Lunak (Sarcophyton sp.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Anggraeni, Julia Puteri Dwi; Maisaroh, Dian Sari; Ummah, Khoirotul
Jurnal Pasir Laut Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2026.80935

Abstract

Perairan pesisir Indonesia memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi dan berpotensi sebagai sumber bioprospeksi mikroorganisme penghasil senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengisolasi bakteri asosiasi karang lunak Sarcophyton sp. serta menguji aktivitas antagonismenya terhadap Staphylococcus aureus. Sampel karang lunak dikoleksi dari Pantai Obongan, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, dan penelitian dilaksanakan pada Februari–Mei 2025. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan teknik surface imprint pada media Zobell agar, diikuti pemurnian dan karakterisasi morfologi koloni serta pewarnaan Gram. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif. Hasil penelitian memperoleh empat isolat bakteri dengan variasi karakter morfologi dan tipe Gram. Dari seluruh isolat yang diuji, hanya isolat CJ yang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat berkisar antara 4,38–4,89 mm dan dikategorikan sebagai aktivitas lemah. Isolat lainnya tidak menunjukkan pembentukan zona hambat, sedangkan kontrol positif menghasilkan zona hambat sebesar 12,25–14,45 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa bakteri asosiasi karang lunak Sarcophyton sp. memiliki potensi awal sebagai sumber antibakteri alami, meskipun aktivitas yang terdeteksi masih rendah.
Pengaruh Sistem Budidaya Udang Vannamei pada Kolam Indoor dan Outdoor di IBL Boncong Agustin, Kurniasari Dwi; Almia, Bella Putri; Maisaroh, Dian Sari; Perdanawati, Rizqi Abdi; Putri, Dwi Ramdyana Rizqiana; Violando, Wiga Alif
Jurnal Pasir Laut Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2026.81089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sistem budidaya outdoor dan indoor terhadap performa budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Pengamatan dilakukan selama 90 hari atau satu siklus pemeliharaan dengan menggunakan metode observasi langsung, wawancara, serta partisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan budidaya. Parameter yang diamati meliputi kualitas air, yang terdiri atas suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, dan kecerahan perairan. Selain itu, parameter pertumbuhan udang juga diamati, meliputi Average Body Weight (ABW), Average Daily Growth (ADG), Survival Rate (SR), serta Feed Conversion Ratio (FCR) sebagai indikator efisiensi pemanfaatan pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya outdoor memiliki kondisi suhu dan salinitas yang lebih mendekati kisaran optimal bagi pertumbuhan udang vannamei. Kondisi tersebut mampu mendukung laju pertumbuhan yang lebih cepat, yang ditunjukkan oleh nilai ABW akhir sebesar 26,35 g dan nilai ADG tertinggi mencapai 0,78 g/hari. Sebaliknya, sistem budidaya indoor menunjukkan laju pertumbuhan yang relatif lebih lambat, namun memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi, yaitu sebesar 95%, dibandingkan dengan sistem outdoor yang mencapai 90%. Selain itu, nilai Feed Conversion Ratio (FCR) pada sistem indoor menunjukkan tingkat efisiensi pakan yang lebih baik dibandingkan sistem outdoor. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi lingkungan yang lebih terkendali pada sistem indoor mampu mendukung pemanfaatan pakan secara lebih optimal. Secara keseluruhan, sistem budidaya outdoor lebih unggul dalam meningkatkan pertumbuhan biomassa udang, sedangkan sistem budidaya indoor lebih efektif dalam menjaga tingkat kelangsungan hidup dan stabilitas lingkungan. 
Pengaruh Nilai Produksi Pelabuhan Perikanan Terhadap Pendapatan Daerah dan Pendapatan Masyarakat Pesisir di Kabupaten Tanggamus Fatoni, Khoerul; Khoerunnisa, Nurani; Tirtana, Denta
Jurnal Pasir Laut Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2026.78917

Abstract

Keberadaan pelabuhan perikanan di Kabupaten Tanggamus memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi wilayah khususnya sebagai tempat pendaratan ikan hasil tangkapan, tempat memperoleh bahan perbekalan melaut, dan sebagai tempat perdagangan ikan hasil tangkapan. Peranan tersebut menjadikan pelabuhan perikanan sebagai pusat kegiatan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Indikasi bahwa pelabuhan perikanan memberikan kontribusi terhadap ekonomi wilayah melalui pendapatan daerah dan pendapatan masyarakat perlu dibuktikan dengan penelitian ilmiah yang terukur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai produksi pelabuhan perikanan terhadap pendapatan daerah dan pendapatan masyarakat pesisir di Kabupaten Tanggamus. Analisis data dilakukan menggunakan Microsoft Excel untuk memberikan gambaran nilai produksi di pelabuhan perikanan dan pendapatan yang diperoleh oleh daerah melalui retribusi serta pendapatan masyarakat pesisir tahun 2020, sedangkan uji korelasi Pearson dan uji regresi linier sederhana digunakan untuk mengukur hubungan linier antara kedua variabel dan pengaruh variabel independen yaitu nilai produksi terhadap variabel dependen yaitu pendapatan daerah dan pendapatan masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan nilai produksi pelabuhan perikanan di Kabupaten Tanggamus sebesar Rp. 16,26 miliar/tahun dengan volume produks 1.344 ton/tahun. Pendapatan daerah yang dihasilkan oleh pelabuhan perikanan mencapai Rp. 847.042.450 dan pendapatan masyarakat pesisir mencapai Rp. 74,70 miliar. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara nilai produksi dengan pendapatan daerah (r = 0,9915) dan hubungan yang lemah dengan pendapatan masyarakat pesisir (r = 0,3650). Analisis regresi linier sederhana menerangkan bahwa nilai produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan daerah (Sig. F = 0,0043 < 0,05) namun tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan masyarakat pesisir (Sig. F = 0,3959 > 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya peran pelabuhan perikanan terhadap sektor ekonomi di wilayah Kabupaten Tanggamus.

Page 1 of 1 | Total Record : 5