cover
Contact Name
Arif Rahman
Contact Email
pasirlaut.msdp@gmail.com
Phone
+6224-76404447
Journal Mail Official
pasirlaut.msdp@gmail.com
Editorial Address
Program Magister Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jalan Prof. Soedarto, SH Gedung J Lt. 3 Tembalang Semarang Kode Pos 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pasir Laut
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18581684     EISSN : 27470776     DOI : https://doi.org/10.14710/pasirlaut
Core Subject : Social,
The articles on the Pasir Laut Journal are the result of scientific research in coastal and marine resources management that have never been previously published. Article scope: (a)Coastal and fisheries resources, (b) Aquaculture, (c) Post Harvest Technology, (e) Resource Exploitation Fisheries, (f) Socio-Economic and Policy Fisheries, (g) Maritime Anthropology, (h) Oceanography Fisheries (i) Coastal Environment and Habitat and (j) Marine biotechnology to support management coastal and marine resources.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2024): Februari" : 8 Documents clear
Pengembangan Ekowisata Berbasis Ekosistem Mangrove di Kawasan Pasarbanggi, Kabupaten Rembang Nafisah, Nailin; Purwanti, Frida; Rahman, Arif
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.60312

Abstract

Kawasan mangrove Pasarbanggi merupakan salah satu hutan mangrove yang dimanfaatkan sebagai kawasanwisata. Penelitian dilakukan di kawasan tersebut karena merupakan salah satu wisata unggulan di KabupatenRembang, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2023. Tujuan penelitian untukmengkaji indeks kesesuaian wisata (IKW), daya dukung kawasan (DDK) dan pengembangan ekowisata. Metodeyang digunakan metode survei dan wawancara dengan 40 responden. Indeks kesesuaian wisata dilakukanpengambilan data di 3 stasiun pengamatan terdiri dari parameter zona, kerapatan dan jenis mangrove, objekbiota, karakteristik kawasan dan aksesibilitas. Daya dukung kawasan dan pengembangan ekowisata diperolehdari hasil wawancara. Analisis data yang digunakan adalah perhitungan rumus IKW, DDK dan analisis deskriptifdengan skala Likert. Hasil yang diperoleh yaitu indeks kesesuaian wisata pada stasiun 1, 2 dan 3 bernilai 76,14%,70,45% dam 67,05 yang ketiganya menandakan dalam kondisi sesuai. Daya dukung kawasan pada bulan Juniadalah 188 orang perhari dengan panjang yang dimanfaatkan 1388 meter. Pengembangan ekowisata menurutpengunjung lebih mengarah pada atraksi peningkatan penanaman mangrove dan wahana permainan sertaaksesibilitas perbaikan jalan menuju kawasan, dan menurut pelaku usaha lebih kearah penambahan amenitaswarung makan dan aspek lain mengenai arahan pengembangan usaha.
Analisis Morfometri dan Meristik Rajungan (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) di Perairan Utara Jepara Nailirohmah, Ulya Melly; Sabdaningsih, Aninditia; Rudiyanti, Siti
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.61751

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi dan nilai jual yang cukup tinggi. Hal tersebut menyebabkan permintaan pasar spesies P. pelagicus menjadi tinggi dan meningkatkan intensitas penangkapan yang berakibat terganggunya keinginan spesies ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi dan meristik P. pelagicus dari Perairan Utara Jepara, dan mengetahui perbedaan morfometri rajungan pada periode waktu dan jenis kelamin yang berbeda. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2022 di Perairan Utara Jepara, Jawa Tengah. Pengambilan sampel menggunakan metode sistematik random sampling. Jumlah sampel rajungan yang diambil pada bulan Agustus dan September sebanyak 10 ekor dari jumlah sampel 36 ekor. Analisis data morfometri pada periode waktu dan jenis kelamin menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil dari penelitian diketahui rajungan yang ada di Perairan Utara Jepara memiliki warna karapas hitam kebiruan dengan bentuk tubuh ramping. Hasil data meristik memiliki ICW antara 9,5 cm hingga 12,5 cm. Sedangkan, hasil ACL adalah A.IX. 5,4 cm - 6 cm. Duri FRMW memiliki jumlah IV duri. Duri anterolateral sebelah kanan dan kiri memiliki jumlah IX duri. P. pelagicus yang ditangkap di Perairan Utara Jepara memiliki perbedaan ukuran morfometri pada bulan September memiliki ukuran yang lebih besar dan P. pelagicus betina cenderung memiliki ukuran yang lebih besar.
Analisis Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Teripang (Stichopus horrens) Berdasarkan Hasil Tangkapan Nelayan di Perairan Karimunjawa Lestari, Abid; Muskananfola, Max Rudolf; Hartoko, Agus; Rudiyanti, Siti
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.61055

Abstract

Teripang (Stichopus horrens) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting. Stichopus horrens merupakan teripang dengan peminat besar di industri konsumsi dan produksi sehingga berpengaruh terhadap aspek biologisnya. Ketersediaan data panjang berat dan faktor kondisi dapat menjadi informasi penting untuk pengelolaan sumber daya teripang di kemudian hari. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan panjang berat dan faktor kondisi teripang Stichopus horrens. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2023 di perairan Tanjung Gelam, Karimunjawa. Pengumpulan data dilakukan pada malam hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan pengambilan sampel dengan teknik sensus sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan penyelaman langsung pada kedalaman 10 – 20m dengan waktu penyelaman dua jam. Data yang diambil adalah data panjang (cm) dan berat (gr). Analisis data dilakukan menggunakan software Microsoft Excel. Total sampel yang didapatkan sejumlah sepuluh ekor, hasil analisis didapatkan sifat pertumbuhan teripang allometrik negatif, yaitu pertambahan panjang lebih cepat dari pada pertambahan beratnya.
Potensi Wisata dan Valuasi Ekonomi Berdasarkan Nilai Guna Langsung pada Objek Wisata Pantai Mangrove Kampung Nipah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara Bangun, M. Fadhillah Rasyid; Purwanti, Frida; Ayuningrum, Diah
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.61994

Abstract

Pantai Mangrove Kampung Nipah berlokasi di Desa Sei Nagalawan, Kabupaten Serdang Bedagai. Pantai Mangrove Kampung Nipah merupakan salah satu objek wisata perairan yang memiliki potensi wisata dan perikanan serta belum terukur secara ekonomi sehingga penting untuk mengetahui potensi dan besarnya nilai ekonomi wisata dan perikanan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi wisata, nilai ekonomi wisata serta nilai ekonomi pemanfaatan mangrove dan perikanan tangkap Pantai Mangrove Kampung Nipah. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif pada bulan Juli 2022 di Pantai Mangrove Kampung Nipah. Data didapatkan melalui Wawancara terhadap 100 wisatawan, 1 pengelola wisata dan 11 nelayan sekitar menggunakan accidental sampling untuk wisatawan dan purposive sampling untuk pengelola wisata dan nelayan. Potensi wisata didapatkan dari persepsi wisatawan, analisis nilai ekonomi wisata dilakukan dengan pendekatan Travel Cost Method, analisis nilai ekonomi pemanfaatan mangrove dan perikanan tangkap menggunakan pendekatan Market Price. Potensi wisata Pantai Mangrove Kampung Nipah yang meliputi daya tarik wisata, fasilitas objek wisata dan pelayanan pengelola wisata dalam kategori baik. Nilai ekonomi wisata Pantai Mangrove sebesar Rp.3.440.426.850/tahun dengan rata-rata biaya kunjungan per individu sebesar Rp.104.550/kunjungan. Nilai ekonomi pemanfaatan mangrove berjumlah sebesar Rp 96.580.000,00/tahun. Nilai ekonomi perikanan tangkap berjumlah Rp. 506.880.000/tahun untuk batas lower dan Rp.721.440.000/tahun untuk batas upper.
Status Kualitas Perairan Bagian Hulu dan Hilir Sub DAS Gung Sungai Babon Semarang Ulfitasari, Nia; Purnomo, Pujiono Wahyu; Ain, Churun
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.60356

Abstract

Sub DAS Gung merupakan salah satu dari bagian DAS Babon yang memiliki peran yang sangat penting bagi wilayah sekitar hulu Sub DAS yaitu pada Provinsi Jawa Tengah, khususnya wilayah Semarang dan sekitarnya. Selain menerima limbah pertanian dan limbah rumah tangga juga menerima limbah industri besar. Studi mengenai analisis kualitas air merupakan salah satu sarana penting untuk mengetahui kualitas air suatu perairan. Banyak sungai yang mengalami pencemaran saat ini, diantaranya pencemaran karena limbah industri, limbah pertanian, limbah peternakan maupun limbah rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status beban pencemaran dan nilai Indeks Pencemaran (IP) pada bagian Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Gung bagian hulu dan hilir Sungai Babon pada tahun 2021 dan tahun 2022. Penelitian dilakukan di Sungai Babon bagian hulu terdapat di kelurahan Susukan dan hilir di kelurahan Kalikayen, kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada musim hujan dan kemarau, tahun 2021 dan 2022. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil sampel air di bagian hulu dan hilir Sub DAS Babon, Semarang. Setiap sampel akan diamati parameter fisika dan kimia. Komponen Fisika diantaranya TSS, debit dan temperatur. Parameter Kimia yaitu BOD, COD, DO dan pH. Hasil yang didapatkan Beban pencemaran pada tahun 2021 dan 2022 di musim kemarau memiliki nilai beban pencemaran tertinggi pada COD di bagian hilir, Pada tahun 2021 dan 2022 beban pencemaran di musim penghujan memiliki nilai beban pencemaran tertinggi pada COD di bagian hulu. Serta nilai status Indeks Pencemaran (IP) rata rata pada musim penghujan dan musim kemarau ditahun 2021 dan 2022 adalah tergolong tercemar ringan.
Analisis Kesesuaian Pengembangan Wisata Pantai Blebak Kabupaten Jepara Wardhani, Pramudia; Purwanti, Frida; Prakoso, Kukuh; Haeruddin, Haeruddin; Rahman, Arif
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.60307

Abstract

Pantai Blebak adalah salah satu destinasi wisata pantai yang ada di Kabupaten Jepara yang terletak di Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Pantai ini memiliki pemandangan pantai yang indah dengan air yang cukup jernih dan ombak yang sangat tenang sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi responden terhadap potensi dan ancaman di Pantai Blebak dan mengetahui Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Blebak. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2023. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) menggunakan analisis kuantitatif. Analisis persepsi wisatawan, masyarakat dan pengelola terkait potensi dan ancaman wisata menggunakan analisis kualitatif. Kuesioner disebarkan kepada 50 responden wisatawan menggunakan teknik accidental sampling, serta 30 responden masyarakat dan 10 responden pengelola menggunakan teknik purposive sampling. Persepsi wisatawan, masyarakat dan pengelola terkait potensi dan ancaman wisata Pantai Blebak memberikan nilai yang baik. Hasil perhitungan IKW Pantai Blebak sebesar 2,76 sehingga sangat sesuai untuk dijadikan sebagai wisata rekreasi pantai.
Strategi Pengelolaan Sumber Daya Teripang Ekonomis Penting di Kepulauan Karimunjawa Putri, Amanda Nerissa; Hartoko, Agus; Prakoso, Kukuh
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.60742

Abstract

Teripang merupakan komoditas perikanan ekonomis penting yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat baik lokal maupun internasional. Permintaan yang tinggi memicu pemanfaatan teripang secara berlebihan. Kegiatan eksploitasi teripang masih mengandalkan penangkapan di alam, apabila pemanfaatannya berlebihan akan memicu penurunan jumlah populasi. Hal tersebut kurang diimbangi dengan kegiatan pengelolaan yang baik, sehingga teripang dapat terancam punah. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada Agustus-September 2023 di Kepulauan Karimunjawa. Tujuan peneltian ini untuk mengetahui jenis-jenis teripang ekonomis penting, mengetahui persepsi dan partisipasi nelayan, pengepul, pengelola (stakeholders) dalam pengelolaan sumber daya teripang, serta strategi pengelolaan sumber daya teripang ekonomis penting. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data obervasi di lapangan, sampling di lapangan, dan wawancara menggunakan kuesioner. Penentuan responden dengan metode sensus, terdapat sebanyak 30 responden. Pembobotan data menggunakan skala Likert dan analisis data menggunakan analisis SWOT. Terdapat 26 teripang hasil tangkapan yang diperoleh, diantaranya teridentifikasi 9 spesies teripang ekonomis penting yaitu Holothuria flavomaculata, Stichopus ocellatus, Holothuria pervicax, Holothuria fuscocinerea, Isostichopus badionotus, Stichopus horrens, Holothuria spinifera, Bohadschia suburbra, dan Bohadschia argus. Nelayan, pengepul dan pengelola setempat menyadari bahwa pengelolaan sumber daya teripang sangat penting untuk dilaksanakan. Alternatif strategi pengelolaan yang didapat yaitu weakness-opportunity (turnaround), diantaranya yaitu memperkenalkan metode pada teknologi budidaya teripang, menegakkan kebijakan peraturan ukuran tangkap dan musim penangkapan dengan memberikan perhatian khusus untuk sumber daya teripang dan mengoptimalkan kegiatan pendataan secara rutin untuk memperoleh informasi terkait sumber daya teripang. Strategi WO berpotensi memulihkan kembali populasi sumber daya teripang ekonomis penting di Kepulauan Karimunjawa yang menurun.
Struktur Komunitas Sumber Daya Teripang di Perairan Tanjung Gelam, Pulau Karimunjawa Pinasthi, Laili Salma; Hartoko, Agus; Muskananfola, Max Rudolf
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.60115

Abstract

Teripang merupakan salah satu echinodermata yang dapat ditemukan di perairan Tanjung Gelam, Karimunjawa dan bernilai ekonomis tinggi di pasaran domestik maupun internasional. Perairan Tanjung Gelam memiliki ekosistem terumbu karang yang disukai teripang, namun saat ini terjadi penurunan populasi teripang yang ditunjukkan dari semakin menurunnya jenis teripang karena adanya kegiatan penangkapan secara ekstensif. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui jenis teripang yang ada, struktur komunitas sumber daya teripang, kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi, dan kualitas perairan di Tanjung Gelam, Karimunjawa. Penelitian dilakukan pada bulan April – November 2023. Pengambilan sampel teripang dilakukan di 2 stasiun perairan Tanjung Gelam, Karimunjawa pada bulan Agustus 2023. Hasil data struktur komunitas menunjukkan bahwa pada Stasiun-1 (10-15 m) ditemukan 6 jenis teripang dengan kelimpahan tertinggi pada spesies Bohadschia argus dan Stichopus horrens dengan nilai masing-masing sebesar 28,6%, sedangkan nilai terendah terdapat pada spesies Bohadschia subrubra dan Isostichopus badionotus dengan nilai masing-masing sebesar 7,1%. Stasiun-1 memiliki indeks keanekaragaman senilai 1,649 (sedang); indeks keseragaman senilai 0,920 (tinggi); indeks dominansi senilai 0,214 (rendah). Di samping itu, pada Stasiun-2 ditemukan 5 jenis teripang dengan kelimpahan relatif tertinggi terdapat pada spesies Stichopus horrens dengan nilai 50,0% sedangkan nilai terendah pada spesies Holothuria flavomaculata dan Isostichopus badionotus dengan nilai kelimpahan relatif masing-masing sebesar 8,3%. Stasiun-2 (17-18 m) memiliki indeks keanekaragaman senilai 1,358 (sedang); indeks keseragaman senilai 0,844 (tinggi); indeks dominansi senilai 0,319 (sedang). Kedua stasisun memiliki nilai parameter kualitas air yang tidak berbeda signifikan dimana parameter suhu, salinitas, pH dan substrat tergolong optimal bagi kehidupan teripang.

Page 1 of 1 | Total Record : 8