cover
Contact Name
M. Syukri Ismail
Contact Email
msyukri_ismail@staiyasnibungo.ac.id
Phone
+6282278916431
Journal Mail Official
jurnalnurelislam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lintas Sumatera KM.04 Sungai Binjai Kec. Bathin III Kab. Bungo Provinsi Jambi Kode Pos 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan
ISSN : 23377828     EISSN : 25276263     DOI : -
NUR EL-ISLAM Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan the journal is published by Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi Indonesia. It’s dedicated for the publication of scientific articles in Islamic Education, Islamic Economics and Religious Studies. The languages used in this journal are Indonesia, English and Arabic. This journal is published twice a year, April and October in printed and online version. The editors receive scientific articles of academics, lecturers, and researchers who have never been published by other Journals.
Articles 492 Documents
REINTERPRETASI HADIS TENTANG MAHRAM (PENDEKATAN HERMENEUTIKA) Ahmad Fawaid
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 3 No 1 (2016): (April 2016)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis Nabi saw. memerlukan upaya pemahaman yang segar danbaru sesuai konteks kekinian. Tulisan ini membahas reinterpretasi tentangkonsep mahram dengan menggunakan pendekatan teori hermeneutika.Teori ini digunakan dan dibutuhkan dalam rangka menemukan bentukideal pemahaman hadis nabi saw. dalam konteks sosial. Dengan pendekatanbaru ini, artikel ini menunjukkan bahwa pendekatan tersebut mampumemandang hadis dari sudut yang berbeda sehingga mampu memberikanvariasi tawaran pemahaman hadis. Hadis tentang konsep mahram tidakdapat dipahami dari aspek dogmatis-normatif, tetapi lebih dipandangsebagai sebuah fenomena sosial yang selanjutnya berubah sesuai denganakselerasi perubahan kehidupan manusia. Tulisan ini menghasilkankesimpulan bahwa larangan perempuan bepergian, baik bertujuanmalaksanakan ibadah haji atau untuk kepentingan yang lain, adalah bersifattemporal sesuai dengan standar keamanan.Kata Kunci : Reinterpretasi, Hermeneutika, Mahram.
TAFSIR AL-LUBAB KARYA M. QURAISH SHIHAB (Kajian Metodologi Tafsir Kontemporer) Mubai dillah
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 3 No 1 (2016): (April 2016)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang al-Qur’an salah satunya yaitu dalam bentuk penafsiran.Umat Islam telah mulai menafsirkan al-Qur’an sejak masa turunnya alQur’an tersebut.Namun, perkembangan zaman yang tidak pernah berhenti,menuntut para mufassir untuk memahami dan menafsirkan ayat-ayat alQur’an dengan tujuan untuk menjawab persoalan-persoalan yang terjadidi tengah umat Islam.Dengan demikian umat Islam bisa dengan mudahmendapatkan petunjuk al-Qur’an melalui buah pikiran para mufassir.tafsirAl-Lubab merupakan salah satu dari beberapa kitab tafsir yang lahir di eramodern ini yang memuat penjelasan dan kandungan-kandungan dari ayatayat al-Qur'an. penelitian ini berusaha menganalisa bagaimana metodologipenafsiran yang dilakukan oleh M. Quraish Shihab. Hasil kajian ini dapatdipetakan menjadi: pertama, tentang mazhab dan teologi Sebagai seorangyang moderat tentu agak sulit untuk menentukan apa faham teologi danmazhab yang beliau anut, apalagi dalam Al-Lubab ini tidak ada satu punrujukan dan buku referensi yang beliau tuliskan. Kedua, penjelasan Quraishyang singkat, padat dan langsung kepada intisari kandungan ayat al-Quran,tanpa menjelaskan ayatnya dengan ayat al-Qur’an dan hadits, maka dapatdigolongkan bahwa tafsir ini adalah berdasarkan sumber penafsirannyaadalah bir-ra’yi.Ketiga, tafsir al-Lubab ini menggunakan metode ijmali.keempat, corak penafsiran Quraish Shihab dalam al-Lubab ini adalah alhida’I. kelima, tafsir yang ditulis Quraish ini menggunakan metode mushafy,karena penulisan kitab tafsir ini berpedoman pada urutan susunan surahsurah dan ayat-ayat. Quraish memulainya dengan pengenalan terhadapnama surah, tujuan dan tema utama surah, lalu intisari kandungan surah,kemudian diakhiri dengan pelajaran yang dapat dipetik, yang terakhir inidisajikan dalam bentuk kolom.Kata Kunci : Quraish shihab, tafsir al-lubab, metodologi tafsirkontemporer, corak, dan manhaj
RASIONALISASI TAFSIR AYAT-AYAT MUKJIZAT Kajian Tafsir The Holy Qur’an Maulana Muhammad Ali M. Syukri Ismail
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 3 No 2 (2016): (Oktober 2016)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alquran telah menghasilkan kitab tafsir yang jumlahnya banyak sekali, setiap mufassir memiliki corak dan metode masing-masing dalam memahami ayat-ayat Alquran, Sehingga produk setiap kitab tafsir berbeda dengan dengan kitab tafsir yang lainnya. Maulana Muhammad Ali mencoba untuk menafsirkan ayat-ayat Alquran dengan metode yang berbeda dari para mufassir sebelumnya, yaitu lebih rasional, terutama ketika menafsirkan ayat-ayat yang Mutasya>bih. Walaupun sebelumnya telah ada para mufassir yang menafsirkan Alquran dengan rasional, seperti gurunya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha, namun Maulana Muhammad Ali lebih rasional bahkan lebih rasional dari Muktazilah. Disini penulis mencoba untuk mengkaji penfasiran Maulana Muhammad Ali dalam kitab tafsirnya The Holy Qur’an. Penelitian ini menggunakan Library Research yaitu dengan mengkaji penafsiran Maulana Muhammad Ali dalam kitab tafsirnya. Penulis juga membandingkan dengan para mufassir sebelumnya dan sesudahnya sehingga mendapatkan gambaran secara utuh bagimana metode yang dibangun oleh Maulana Muhammad Ali dalam menafsirkan ayat-ayat Alquran, apakah lebih rasional dari Muktazilah atau sama seperti penafsiran yang telah dibangun oleh mufassir sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maulana Muhammad Ali lebih rasional ketika menafsirkan ayat-ayat mukjizat dibandingkan dengan penafsir lainnya.Kata kunci : Rasionalisasi, Mukjizat, The Holy Qur’an, Tafsir, Muktazilah.
PEMBERDAYAAN ZAKAT UNTUK PENDIDIKAN Adnan Abubakar
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 2 No 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat secara substansial merupakan sebuah upaya untuk menghilangkan kesenjangan antara yang berpendapatan rendah dengan yang berpendapatan tinggi dan merupakan sebuah proses penyetaraan dalam hidup. Proses ini dilakukan karena kadar pendapatan tiap orang berbeda. Salah satu solusi dalam menangani kesenjangan sosial ekonomi maka dalam pengelolaan harta zakat ini tentunya memerlukan keahlian yang khusus dan profesional serta bertanggungjawab. Untuk memberikan tanggapan terhadap pengelolaan harta zakat yang profesional dan bertanggungjawab maka salah satu usaha dari pemerintah yaitu mengeluarkan UU Nomor. 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat. Dalam konteks sosial inilah muncul pembicaraan tentang pemberdayaan zakat sebagai instrumen jaminan sosial dalam Islam. Salah satunya adalah pemberdayaan zakat untuk keperluan pendidikan.Kata Kunci: Zakat, Pengelolaan Zakat, Pemberdayaan Sosial, Pendidikan.
MANAJEMEN PEMIMPIN DALAM MEMOTIVASI KINERJA TENAGA PENGAJAR Maisah .
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 2 No 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi seorang tenaga pengajar merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. Tenaga pengajar tidak hanya bertanggung jawab dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada mahasiswa, tetapi lebih jauh bertanggung jawab penuh atas pembentukan dan pendewasaan kepribadian mahasiswa di lembaga pendidikan. Berdasarkan peran dan tanggung jawab tenaga pengajar serta dimensi yang harus dimilikinya maka manajemen pengembangan tenaga pengajar akan lebih tepat untuk dilaksanakan. Dengan demikian, untuk sebuah lembaga pendidikan manajemen pengembangan tenaga pengajar perlu sekali dilaksanakan untuk melahirkan tenaga pengajar profesianal. Pengembagan sumber daya manusia dalam pendidikan (termasuk tenaga penagajar) mencakup lima tahapan plan, organize, operate, evaluate and replan. Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori sebagai salah satu lembaga pendidikan Tinggi yang bercirikan khas Islam di lingkungan Departemen Agama Bangko, memegang peranan penting dalam mencapai tujuan pendidikan nasional dan pembangunan nasional. Untuk itu mutu pendidikan pada Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori tetap terus ditingkatkan sejalan dengan perkembagan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan mutu tenaga kependidikan, terutama tenaga pengajar yang terlibat langsung dengan mahasiswa dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Berkaitan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori Bangko yang memang diarahkan untuk menjadi Perguruan Tinggi yang berkualitas dalam berbagai bidang, salah satu di antara keunggulan yang ingin dicapai adalah keunggulan tenaga pengajar.Kata Kunci: Manajemen, Pemimpin, Motivasi Kerja, Pengajar, Pendidik, Lembaga Pendidikan.
ISLAM DAN PEMIKIRAN ILMIAH Muhammad Solihin
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 2 No 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia di alam semesta ini, selain sebagai abdi Allah, juga sebagai khalifah Allah.Allah telah menganugrahkan akal kepada manusia agar mereka dapat memikirkantanda-tanda kebesaran Allah guna memperoleh ilmu pengetahuan yang berguna untukmemakmurkan bumi. Akal pikiran yang dimiliki oleh manusia inilah yang membedakandengan makhluk-makhluk Allah SWT lainnya. Dan dengan akal pikiran yang dimilikiini pulalah manusia menempati tempat tertinggi di antara mahluk-mahluk Allah lainnya.Namun begitu juga sebaliknya, apabila manusia tidak mampu menggunakan akalpikirannya dengan baik, maka derajat manusia akan lebih rendah bahkan lebih hinadibandingkan dengan makhluk lainnya. Tidak sedikit Al-Qur’an dan hadis Nabi yangmenganjurkan serta mendorong manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan danteknologi. Namun sangatlah ironis, jika diamati di dalam kehidupan rialitis dewasa ini,justru umat non-muslimlah yang giat dan banyak menggunakan akal untuk memperolehdan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga umat Islam hanyamenjadi konsumen ilmu belaka. Untuk itu, melalui karya yang sederhana ini, penulisingin merekonstruksi kembali ingatan kita, “bagaimana sebenarnya eksistensi akal dalammendorong pemikiran ilmiah dan penghargaan terhadap ilmu pengetahuan dalam Islam”.Kata Kunci: Islam, akal, Pemikiran Ilmiah, IPTEK.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM BERBASIS MULTIKULTURALISME Muhammad Zaki
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 2 No 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Immoralitas yang berlangsung kian intensif bersamaan dengan mandulnyapendidikan agama di sekolah maupun di perguruan tinggi. Fenomena pendidikan agamaini merupakan cerminan problem hidup keberagamaan di tanah air yang telah terjebak kedalam formalisme agama semata. Pemerintah merasa puas dengan mensyaratkan agamasebagai kurikulum wajib di semua jenjang pendidikan. Guru agama ataun dosen merasapuas sudah mengajarkan materi pelajaran agama sesuai dengan tuntutan kurikulum.Peserta didik merasa sudah beragama dengan menghafal materi pelajaran agama. Agamakehilangan spirit transendensinya yang telah terlanjur terbungkus oleh baju formalitasnya.Masyarakat Indonesia yang multi kultur merupakan konsekuensi logis adanya beberapamacam komunitas agama, kepercayaan dan budaya dengan segala kelebihannya, dengansedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasisosial, sejarah, adat serta kebiasaan. Kenyataan ini seharusnya membawa nilai-nilai positifbagi kehidupan berbangsa dan bernegara namun di lain pihak tidak jarang kenyataan inimenimbulkan bencana bahkan lebih jauh dapat menjadi ancaman bagi integrasi bangsayang telah dengan susah payah diperjuangkan oleh para pendiri republik ini.Kata kunci: Perguruan Tinggi Umum, Pendidikan Agama Islam, Pemerintah,Demokrasi, Multikulturalisme.
URGENCI KESEIMBANGAN IQ, EQ, SQ PENDIDIK DALAM PROSES MANAJEMEN PEMBELAJARAN Sriani .
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 2 No 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pembelajaran akan berhasil dengan baik, jika pendidik dapat menerapkansuatu kecerdasan baik IQ, EQ, SQ ini yang dari Allah SWT sebagai potensi untuk manusiayang harus diperankan secara seimbang, namun kenyataan selama ini kecerdasan tersebuthanya didominasi IQ saja, tanpa harus diprakarsai atau melibatkan kecerdasan lainnyaEQ, SQ sebagai kecerdasan yang sangat memberikan peluang yang besar untuk menjadisukses dalam masyarakat dan dunia pendidikan tentunya, karena kecerdasan emosionalini menurut hasil dan penelitian para ahli psikologi dan praktisi, mereka menjalani danmencontohkan orang yang sukses di dunia kerja ternyata tidak hanya dilihat kemampuanIQ saja, dan seorang pendidik harus mampu mengendalikan emosi dan perasaan dirinyadengan orang lain, ketika berempati dan bersosialisasi, berkomunikasi, humanis sehinggaia dapat mengambil sebuah pembelajaran hikmah dan kebermaknaan dalam sikap dantindakan.Tetapi kecerdasan imosional bukanlah segala-galanya juga yang membuat seseorangsukses tentunya pendidik disini, karena kecerdasan imosional tanpa melibatkan fungsiKecerdasan Spiritual (SQ) dalam diri seseorang akan menakutkan, dan SQ inilah sebagaipembimbing dan pengindai radar hati agar tindakan dari sikap bisa dilakukan lebiharif dan bijaksana untuk mengarahkan kepada kebenaran Illahiah yang berfungsi padasuara hatinya. Ketika emosi seorang berjalan baik maka suara hati spiritual hatinyahidup dan terbuka menerima kebenaran, dan terlepas dari kebelengguan dan aroganserta kemarahan, disinilah kesadaran yang harus dimiliki oleh seorang pendidik untukmenyeimbangkan pentingnya IQ, EQ, SQ dalam proses memanege pembelajaran sebagaiguru yang cerdas dan professional.Kata Kunci : Urgency IQ, EQ, SQ dalam proses manajemen pembelajaran
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KONTEKSTUAL Sugeng Kurniawan
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 2 No 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang efektivitas penerapan Contextual Teaching andLearning (CTL) pada pembelajaran Mata Pelajaran Al-Islam/ Pendidikan Agama Islam(PAI) di SMA Muhammadiyah 2 Pucang-Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif kualitatif. Dengan pendekatan fenomenologis, penelitian ini beruasaha untukmemahami realitas peristiwa dan berbagai macam kegiatan yang dilakukan dalam prosespembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual di sekolah tersebut. Sumberdata penelitian ini adalah peserta didik SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, guru Al-Islam,kepala sekolah, wakil kepala sekolah kurikulum dan wakil kepala sekolah ISMUBA(Keislaman, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab). Sedangkan data penelitian diperolehmelalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis secaradeskriptif kualitatif. Analisis data diawali dengan pengkodean, transkripsi dan reduksi.Hasil akhir dari analisis data tersebut mengungkapkan bahwa penerapan pembelajaranAl-Islam dengan pendekatan kontekstual yang dilaksanakan di SMA Muhammadiyah2 Surabaya dilaksanakan sesuai dengan komponen utama pendekatan kontekstual,meliputi: konstruktivisme, penemuan, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksidan penilaian yang autentik. Di samping sesuai dengan komponen utama, kegiatanpembelajaran Al-Islam dengan menggunakan pendekatan kontekstual memiliki efektivitasyang tinggi dalam menunjang prestasi akademik peserta didik dan pemahaman pesertadidik terhadap aplikasi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yangdilaksanakan menjadi bermakna, ceria dan menyenangkan (joyfull learning) bagi pesertadidik.Kata Kunci: Al-Islam, Pendidikan Agama Islam, Contextual Teching and Learning(CTL).
ALIRAN-ALIRAN TEOLOGI DALAM ISLAM (Perang Shifn dan Implikasinya Bagi Kemunculan Kelompok Khawarij dan Murjiah) Muhammad Sabli
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 2 No 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an merupakan kitab suci agama Islam mengajak untuk berfkir, melakukanpenalaran dan memperhatikan dengan indra, dicerna dengan akal pikiran agar orangorang melakukannya, khususnya dalam akidah-akidah keagamaan. Karena itu, orangorang Islam harus menggunakan akalnya untuk memahami Al-Qur’an, Sunnah dan HadistNabi yang datang untuk menetapkan dan menjelaskan kitab suci ini. Mereka bertanyakepada Rasulallah tentang apa yang tidak mereka pahami, tidak ketahui, kemudian beliaumenjelaskannya.Setelah Rasulullah Saw wafat, maka mulai muncul berbagai permasalahan yangberhubungan dengan pemerintahan. Masalah kekhalifahan merupakan pembahasanutama setelah wafatnya Rasulullah Saw, hal ini terjadi sampai akhir pemerintahankhulafaurrasyidin. Dalam pro kontra kekhalifahan tersebut, kemudian terjadi pembunuhanterhadap Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Hal ini menjadi salah satu sebabyang menimbulkan perbedaan pendapat dan perdebatan, sehingga akhirnya menjadi jelaskebenaran tentang masalah yang mereka perselisihkan itu.Kata kunci: Teologi Islam, Aliran-aliran Teologi, Perang Shifn.