cover
Contact Name
M. Syukri Ismail
Contact Email
msyukri_ismail@staiyasnibungo.ac.id
Phone
+6282278916431
Journal Mail Official
jurnalnurelislam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lintas Sumatera KM.04 Sungai Binjai Kec. Bathin III Kab. Bungo Provinsi Jambi Kode Pos 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan
ISSN : 23377828     EISSN : 25276263     DOI : -
NUR EL-ISLAM Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan the journal is published by Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi Indonesia. It’s dedicated for the publication of scientific articles in Islamic Education, Islamic Economics and Religious Studies. The languages used in this journal are Indonesia, English and Arabic. This journal is published twice a year, April and October in printed and online version. The editors receive scientific articles of academics, lecturers, and researchers who have never been published by other Journals.
Articles 492 Documents
Dampak Pelaksanaan Supervisi Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri Padang Utara Tusadiyah, Halimah
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 6 No 2 (2019): (OKTOBER 2019)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.877 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah pelaksanaan supervise berdampak terhadap kinerja Guru di Sekolah Dasar Negeri Padang Utara.Untuk menjawab masalah penelitian ini, Peneliti menyatakan hipotesis yang telah diuji yakni pelaksanaan supervise berdampak positif terhadap kinerja guru. Teknik penelitian ini adalah stratified random sampling, jumlah sampel 65 guru yang dipilih secara acak dari 201 Guru Sekolah Dasar Negeri Padang Utara. Untuk mengumpulkan data dengan angket model skala likert yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Teknik analisis yakni statistik deskriptif inferensial dengan menggunakan korelasi dan regresi.Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi berdampak signifikan terhadap kinerja Guru sebesar 20,6%. Berdasarkan temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan supervise berperan penting dalam meningkatkan kinerja Guru di Sekolah Dasar Negeri Padang Utara selain Faktor ? factor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
Kompetensi Pemimpin Membangun Ruh Al-Jama’ah Dalam Sistem Manajemen Pendidikan Islam Saleh, Ahmad Syukri; US, Kasful Anwar; Kamal, M.
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 6 No 2 (2019): (OKTOBER 2019)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.626 KB)

Abstract

Sulitnya menemukan sosok pemimpin yang ideal, salah satumya disebabkan oleh anggapan bahwa jabatan dianggap sebagai ?anugerah? yang didapat dengan sedikit perjuangan atau dengan cara-cara yang tidak terhormat. Sosok pemimpin yang dapat menyelesaikan berbagai gejolak yang muncul, yaitu seorang pemimpin yang berkarakter. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memengaruhi orang lain, berwibawa, dan visioner. Ada enam fungsi secara integral yang harus dilaksanakan oleh seorang pemimpin, yaitu: memelihara agama, memelihara jiwa, memelihara akal, memelihara kesinambungan generasi, memelihara harta, dan memelihara kehormatan. Mengelola organisasi dengan pendekatan prilaku manusia (human behavior aproach) perlu dilakukan. Dalam pendekatan keperilakuan (behavioral approach) mencoba mengidentifikasi perilaku yang khas dari pemimpin dalam kegiatannya untuk mempengaruhi anggota-anggota kelompok atau pengikutnya. Perilaku pemimpin ini dapat berorientasi pada tugas keorganisasian ataupun pada hubungan dengan anggota kelompoknya. Perilaku kepemimpinan yang berorientasi pada orang (Concern for People) merupakan fokus bahasan yang penulis anggap memiliki kedekatan makna dan fungsi secara operasional pada upaya pemimpin membangun ruh al-jama?ah (spirit kerjasama tim/team work). Keberhasilan organisasi mencapai tujuannya sangat dipengaruhi oleh kapabilitas pemimpin dalam mengelola sumber daya manusia dengan spirit kerjasama tim (ruhul jama?ah). Untuk meningkatkan efektifitas kepemimpinannya, pemimpin dapat menggunakan pengaruh: (a) rational persuasion, (b) exchange tactics, (c) legitimate request, (d) pressure tactics, dan (e) personal appeals. Termasuk juga; (f) memperhatikan kebutuhan bawahan (teori Abraham Maslow), (g) menciptakan suasana saling percaya antar bawahan dengan pimpinan dan bawahan dengan bawahan, (g) menaruh simpati terhadap bawahan sebagai bagian dari organisasi, (h) memperlihatkan sisi persahabatan dengan bawahan, (i) dan mengutamakan pengarahan diri, mendisiplin diri, mengontol diri.
Pelatihan Asertivitas Untuk Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Interpersonal Pada Suami atau Istri Dalam Keluarga Luas (Extended Family) Narti, Wiwin
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 6 No 2 (2019): (OKTOBER 2019)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.936 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan asertivitas untuk meingkatkan kemampuan pemecahan masalah interpersonal pada suami atau istri dalam keluarga luas (extended family). Analisis data menggunakan statistik nonparametrik Mann Whitney U Test yaitu dengan melihat Gained Score (skor selisih) yang diperoleh dari skor pretest dan posttest. Hasil uji beda pada pretes dan posttest menunjukkan koefisien Z sebesar -2.956 p<0,005. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah interpersonal antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah pemberian perlakuan, dimana kelompok eksperimen memiliki kemampuan pemecahan masalah interpersonal lebih tinggi (mean rank= 12,00) dibandingkan dengan kelompok kontrol (mean rank= 5,00). Selanjutnya, uji beda Wilcoxon terhadap skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen pada koefisien Z sebesar -2,527, p<0,005, hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara fase pretest dan fase posttest pada KE, dimana pada fase posttest (mean score= 117,250) suami-istri mengalami peningkatan kemampuan pemecahan masalah interpersonal dibandingkan dengan fase pretest (mean skor= 101,500). Ini menandakan bahwa suami-istri yang mendapatkan pelatihan asertivitas mengalamai peningkatan kemampuan pemecahan masalah interpesonal dibandingkan suami-istri yang tidak mendapatkan pelatihan asertivitas. Hasil uji beda Wilcoxon terhadap skor posttest dan follow up pada kelompok eksperimen menunjukkan koefisien Z sebesar -2,103, p<0,05. Hal ini menandakan bahwa ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah interpersonal antara setelah pelatihan asertivitas (post test) dan dua minggu setelahnya (follow-up), pada fase follow-up (mean score=123,875) suami atau istri tersebut kembali mengalami peningkatan kemampuan pemecahan masalah interpersonal dibandingkan pada fase posttest (mean score=117,250). Ini berarti bahwa pelatihan asertivitas memiliki pengaruh berarti terhadap kemampuan pemecahan masalah interpersonal.
Konstruksi Model Manajemen Mutu Syariah Dalam Pengelolaan Zakat di Baznas Provinsi Jambi Zaki, Muhammad; Nuruddin, Amiur; Siregar, Saparuddin
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 6 No 2 (2019): (OKTOBER 2019)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.625 KB)

Abstract

Zakat sebagai suatu kewajiban yang mendasar, memiliki penggunaan tertentu menurut ukuran yang telah diatur oleh syariat. Selain memiliki tujuan ibadah, zakat juga bertujuan untuk merealisasikan fungsi-fungsi sosial dan ekonomi dalam masyarakat Islam. Revitalisasi manajerial lembaga zakat ke arah yang lebih baik dan memenuhi standar manajemen mutu menjadi sangat penting, agar mendapat kepercayaan dari publik dan tercapainya tujuan pensyariatan zakat, dan juga harus berdasarkan pada nilai-nilai dan bingkai syariah (comply to syariah principles). Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi model manajemen mutu bagi BAZNAS Provinsi Jambi berdasarkan pada nilai-nilai syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan kepustakaan. Data yang digunakan dalam kajian ini merupakan data sekunder dalam bentuk literatur dan dokumentasi, yang kemudian dianalisa melalui metode deskriptif. Konstruksi model ini diperlukan dalam rangka membangun, mengembangkan dan memantapkan keberadaan ilmu ekonomi Islam, terutama dalam bidang manajemen melalui penelitian yang terus menerus.
KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN AL-HADITS (Studi Tentang Perencanaan) Sugeng Kurniawan
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 2 No 2 (2015): (Oktober 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’anul karim sebagai kitab suci kaum muslimin antara lain berfungsi sebagai “hudan”sarat dengan berbagai petunjuk agar manusia dapat menjadi khalifah yang baik di muka bumi ini. Untuk memperoleh petunjuk tersebut diperlukan adanya pengkajian terhadap al-Qur’an itu sendiri, sehingga kaum muslimin benar-benar bisa mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari pada isi kandungan al-Qur’an tersebut yang di dalamnya kompleks membahas permasalahan-permasalahan yang sudah terjadi, sedang terjadi, maupun yang belum terjadi. Semua hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia, maupun keberadaan alam ini sudah termaktub dalam al-Qur’an. Termasuk permasalahan mulai dari asal kejadian manusia, sampai pada aktivitas yang dilakukan manusia dalam hal ini tentang Manajemen Pendidikan, hal tersebut sudah tertulis di dalam al-Qur’an.Kata Kunci:   Manajemen, Pendidikan, Al-Qur’an dan Al-Hadits.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PKn PADA SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 1 SAMBI Soni Yuda Ariyanto
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 2 No 2 (2015): (Oktober 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keaktifan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi kedaulatan rakyat dan sistem pemerintahan Indonesia pada kelas VIII B SMP Negeri 1 Sambi Boyolali yaitu dari yang aktif bertanya, berpendapat, dan menjawab pertanyaan yaitu sebelum diadakannya tindakan dengan menggunakan strategi pembelajaran Index Card Matchsiswa yang aktif materi kedaulatan rakyat dan sistem pemerintahan Indonesia sebanyak 17 siswa atau 42,50%. Setelah dilakukan tindakan yang telah disepakati yaitu menerapkan strategi pembelajaran Index  Card  Match, siklus I meningkat menjadi 23 siswa atau 57,50% dan siklus II meningkat menjadi 31 siswa atau 77,50%. Hasil penelitian ini telah melampaui indikator kinerja. Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian tindakan kelas ini, hipotesis yang menyatakan “Diduga dari Penerapan Strategi Pembelajaran Index  Card  Matchdapat Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran PKn Materi Kedaulatan Rakyat dan Sistem Pemerintahan di Indonesia Pada Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 1 Sambi Boyolali Tahun 2010” terbukti dan dapat diterima kebenarannya.Kata Kunci:   Index Card Match, keaktifan siswa, mata pelajaran PKn.
KAPITALISME PENDIDIKAN (Analisis Dampaknya Terhadap Upaya Mencerdaskan Kehidupan Bangsa) Muhammad Solihin
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 2 No 2 (2015): (Oktober 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat sosial, tidak salah jika ada yang menyatakan bahwa terpuruknya Ekonomi dan Politik suatu bangsa disebabkan telah diabaikannya pendidikan. Karena pada hakikatnya proses kehidupan adalah proses pendidikan, dan begitu juga sebaliknya proses pendidikan merupakan proses kehidupan. Sehingga dapat disimpulkan pendidikan adalah bidang kehidupan manusia yang paling vitaldan fundamentalbagi proses menuju bangsa yang cerdas sehingga berujung pada kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa. Namun pendidikan seringkali masih dirasakan oleh masyarakat sebagai beban berat. Banyak masyarakat yang tidak dapat sepenuhnya memperoleh pendidikan karena ketiadaan biaya. Pendidikan menjadi barang mewah yang teramat mahal sehingga tidak dapat dijangkau dengan kemampuan uang yang dimiliki. Ini disebabkan budaya kapitalis telah merambah dunia pendidikan, dunia pendidikan tidak luput dari kekejaman kapitalisme yang cenderung hanya bicara uang dan keuntungan materil. Tulisan ini berusaha mengkaji secara kritis tentang fenomena kapitalisme yang telah berkembang dalam dunia pendidikan Indonesia, khususnya sekolah, sehingga menyebabkan perbedaan kualitas pendidikan yang didapatkan oleh masyarakat. Penelitian ini menemukan bahwa ada beberapa hal yang harus dilakukan agar dapat mengembalikan pendidikan kepada hakikatnya, yaitu dengan mengembalikan pendidikan ke jatidiri idea sebagai proses mencerdaskan kehidupan bangsa, yaitu pendidikan yang berkualitas sekaligus berkeadilan bagi seluruh anak bangsa. Pendidikan yang berlaku untuk semua tanpa kecuali (education for all), hilangkan hambatan bagi akses pendidikan untuk semua. Temukan alternatif model pendidikan yang bervisi dan berwajah humanis, biaya yang rendah namun bukan berarti pendidikan yang kurang bermutu. Sekolah sebagai pusat pendidikan harus lepas dari budaya kapitalisme yang hanya berorientasi kepada keuntungan materil, sehingga dapat tercapai enam pilar pendidikan, yaitu : Learning To Know, Learning to do, Learning to live together, Learning to be, Learn how to learn, learn throughtout life. Kata Kunci:   Kapitalisme, Pendidikan, Sekolah.
PEMBENTUKAN KARAKTER PRIBADI MUSLIM (Studi Kasus Pada Siswa Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Ad-Dhuha Dusun Purwasari Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo) Iffah Pohan
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 2 No 2 (2015): (Oktober 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan prasekolah yaitu membantu anak didik mengembangkan  berbagai  potensi  baik  psikis  dan  fisik  yang  meliputi moral dan nilai-nilai agama, emosi sosial, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian, dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar. Perkembangan moral dan nilai-nilai agama berhubungan dengan pembentukan karakter anak. Perkembangan moral dan nilai-nilai agama yang baik adalah penting dalam kesuksesan belajar anak dalam pembentukan karakter anak. Pembentukan karakter pribadi muslim sejak dini pada anak dapat melalui penerapan nilai-nilai agama yang sejalan dengan berkembangnya interaksi anak dengan lingkungannya. Taman Kanak-kanak sebagai lingkungan sosialisasi ke dua bagi anak usia 4-6 tahun adalah tempat di mana anak belajar berinteraksi dengan teman-teman sebayanya serta orang dewasa di luar rumah, dari interaksi tersebut anak mengalami berbagai macam pengetahuan dan perilaku positif serta negatif. Pengalaman-pengalaman perilaku yang anak peroleh ketika berinteraksi di sekolah akan lebih kaya dan bervariasi dibanding dengan pengalaman-pengalaman perilaku yang anak alami di rumah karena anak berinteraksi dengan lebih banyak orang, baik teman yang sebaya dengannya, maupun orang yang lebih tua (misalnya guru), dan yang lebih muda dari anak. Dalam hal ini, sekolah, sebagai tempat merangsang pertumbuhan anak selain di rumah, berperan penting dalam mengoptimalisasi perkembangan moral dan nilai-nilai agama anak di taman kanak-kanak sesuai dengan tahapan usianya. Tulisan ini menyajikan bagaimana pembentukan karakter pribadi muslim yang ditanamkan sejak dini pada siswa TK Islam Terpadu AD-DHUHA Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo.Kata Kunci :   Pembentukan Karakter, Muslim, Usia Dini, dan TK Islam Terpadu AD-DHUHA
JAMINAN MUTU DAN UPAYA PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU PADA ABAD PENGETAHUAN Kasful Anwar Us
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 2 No 2 (2015): (Oktober 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua orang sepakat bahwa pendidikan masih diyakini sebagai satu-satunya menstrasfer ilmu pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya sebagai upaya mencerdaskan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dirinya berdaya, berkapasitas memanfaatkan segala sumber daya yang ada untuk menbangun kesejateraan hidupnya. Di Indonesia juga, pendidikan menjadi tumpuan untuk mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tenga Sistem Pendidikan Nasional. Namun pendidikan ditanah air tengah menghadapi permasalahan bersifat multidimensi, pada semua aspek variable pendidikan, termasuk kualitas guru yang berakibat pada rendahnya kualitas pendidikan. Karena itu perlu paradigma baru yang sesuai dengan tuntutan zaman dalam memperoduksi guru berkompetensi dan profesionalitas dalam melakasanakan profesi keguruannya sebagai salah satu aktor utama dalan sistem pendidikan untuk meningkatklan kualitas pendidikan yang berdaya saing. Profesionalitas sebagai penunjang kelancaran guru dalam melaksanakan tugasnya, sangat dipengaruhi oleh dua faktor besar yaitu faktor internal yang meliputi minat dan bakat dan faktor eksternal yaitu berkaitan dengan lingkungan sekitar, sarana prasarana, serta berbagai latihan yang dilakukan guruKata Kunci :   Jaminan mutu, Profesionalitas guru, Abad pengetahuan
PROFESIONALITAS KEPALA SEKOLAH DALAM KEBERHASILAN KURIKULUM 2013 Muk lisin
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 2 No 2 (2015): (Oktober 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagaimana dikemukakan di dalam pasal 21 ayat 1 Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 1990 bahwa “Kepala sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana”. Namun banyak faktor penghambat tercapainya kualitas keprofesionalan kepemimpinan kepala sekolah seperti proses pengangkatannya tidak transparan, rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas, dan seringnya datang terlambat, wawasan kepala sekolah yang masih sempit, serta banyak faktor penghambat lainnya yang menghambat tumbuhnya kepala sekolah yang professional untuk meningkatkan kualitas pendidikan.  Ini  mengimplikasikan  rendahnya  produktifitas  kerja  kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input, proses, dan output). Pelaksanaan Kurikulum 2013 diserahkan kepada pelaksana satuan pendidikan yaitu (Guru, Kepala Sekolah, Komite Sekolah dan seluruh institusi terkait dalam pendidikan) dengan pengawasan dan pendampingan secara terus menerus.Kata Kunci :   Kepala Sekolah, Profesionalitas, Kurikulum 2013

Page 11 of 50 | Total Record : 492