cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
RAUDHAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
Strategi Guru Dalam Menangani Anak Yang Hiperaktif Melalui Terapi Permainan Puzzle Pada Kelompok A di Tk Swasta It Jabal Noor Medan Krio Nunzairina Nunzairina; Abdul Aziz Rusman; Dian Pertiwi
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1301

Abstract

 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam menangani anak yang hiperaktif melalui terapi permainan puzzle pada kelompok A di TK Swasta IT Jabal Noor Medan Krio. Penelitian yang digunakan adalah penelitian jenis kualitatif. Subjek yang digunakan yaitu hanya anak hiperaktif pada kelompok A usia 4-5 tahun TK Swasta IT Jabal Noor yang berjumlah 3 orang anak. Penelitian ini menggunakan strategi guru dalam menangani anak yang hiperaktif melalui terapi permainan puzzle. Hasil penelitian siklus I diperoleh data perubahan anak yang hiperaktif perkembangan anak masih rendah. Dari 3 orang anak, 2 orang anak dikategorikan mulai berkembang dan 1 orang anak berkembang  sesuai harapan . Pada siklus II dilaksanakan dengan memperbaiki kesulitan anak dalam mengukiti strategi guru dalam permainan puzzle untuk memperoleh peningkatan yang maksimal. Pada siklus ke II terjadi peningkatan yang signitifkan, dari 1 anak kriteria berkembang sangat baik sebanyak 2 orang , sedangkan kriteria berkembang sesuai harapan sebanyak 1 orang anak. Anak yang memperoleh kriteria mulai berkembang tidak ada dan anak yang memperoleh kriteria belum berkembang tidak ada.Kata Kunci : Anak Hiperaktif, Terapi, Permainan Puzzle AbstractThe purpose of this study was to determine the teacher's strategy in dealing with hyperactive children through puzzle game therapy in group A at the IT Jabal Noor Private Kindergarten Medan Krio. The research used is a qualitative type of research. The subjects used were only hyperactive children in group A aged 4-5 years in Jabal Noor IT Private Kindergarten, totaling 3 children. This study uses the teacher's strategy in dealing with hyperactive children through puzzle game therapy.  The results of the research cycle I obtained data on changes in children who are hyperactive, child development is still low. Of the 3 children, 2 children were categorized as starting to develop and 1 child developing as expected. In cycle II, it was carried out by correcting the difficulties of children in following the teacher's strategy in puzzle games to obtain maximum improvement. In the second cycle there was a significant increase, from 1 child the criteria developed very well as many as 2 people, while the criteria developed according to expectations as many as 1 child. There are no children who get the criteria for starting to develop and there are no children who get the criteria for not developing.Keywords: Hyperactive Child, Therapy, Puzzle Games 
Implementasi Model Pembelajaran Sentra Dalam Mengembangkan Multiple Intellegensi Anak Usia Dini di RA Azzahra Lampung Timur Sefriyanti sefriyanti; Raden Rachmy Diana
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1308

Abstract

AbstrakModel Pembelajaran Sentra merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak dan pembelajarannya dilakukan di dalam lingkaran ( Circle Time) dan sentra. Di dalam sentra bermain anak akan mengeksplor kemampuan dirinya sesuai minat dan bakat sehingga mampu menstimulasi seluruh aspek kecerdasan anak ( multiple intellegensi) melalui bermain yang terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran sentra mampu mengembangkan multiple intellegensi anak di RA Azzahra Lampung Timur. Subyek penelitian ini ini terdiri dari Kepala Sekolah, Guru sentra kelompok B dan Anak didik yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, melalui data kegiatan anak dan ruang sentra yang ada, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles Huberman terdiri atas mereduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Sentra yang diterapkan di RA Azzahra diantaranya; sentra persiapan, sentra seni, sentra balok, sentra bahan alam, dan sentra bermain peran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran sentra di RA Azzahra Lampung Timur untuk mengembangkan multiple intellegensi anak mampu terlaksana dengan baik melalui beberapa tahapan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pembelajaran tersusun secara sistematis dan terencana sesuai dengan kurikulum dan standart Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) usia 5-6 tahun.Kata kunci: model pembelajaran sentra, multiple intellegence, anak usia dini  AbstractThis study aims to determine the kinesthetic intelligence, gross motor development, and the relationship between kinesthetic intelligence and gross motor development of children aged 5-6 years at RA Karya Panda Budi. This research is a correlational quantitative research. The sample in this study were 30 people. The research instrument used a questionnaire sheet. The data analysis technique in this research is to test the correlation hypothesis using the product moment formula. This research proves that: (1) as many as 10 children 5-6 years at RA Karya Panca Budi have low category kinesthetic intelligence, 16 people are in the medium category and 4 people are in the high category; (2) as many as 5 children 5-6 years at RA Karya Panca Budi had gross motor development starting to develop, as many as 18 people were developing according to expectations, and as many as 7 people were categorized as very well developed; and (3) there is a significant relationship between kinesthetic intelligence and gross motor development of children aged 5-6   years in RA Karya Panca Budi.Keywords: early childhood; kinesthetic intelligence; gross motor development 
Pengembangan Media Roda Putar Dengan Kardus Bekas Untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Anak Usia 5-6 Tahun di Ra Al- Washliyah Kec. Ujung Padang Kab. Simalungun Masganti sit; Hilda Putri Amallia; Sri Wahyuni
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1302

Abstract

AbstrakKemampuan bercerita anak usia 5-6 tahun di RA Al-Washliyah Ujung Padang selama ini cenderung monoton, hanya menggunakan media yang sama yaitu buku cerita saja. Penelitian ini bertujuan untuk Mengembangkan proses penggunaan, kepraktisan, media roda putar untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak usia 5-6 Tahun. Penelitian dilakukan  di RA Al-Washliyah Jalan Rivai Pekan Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun.  Ujung Padang, pada tanggal 7 September  2020, jumlah anak yang diteliti sebanyak 20 anak. Metode penelitian ini adalah R and D (Research and Development) yang diadaptasi dari model pengembangan Sugiyono. Data penelitian ini diperoleh menggunakan angket validasi dari ahli desain media dan ahli materi, serta menggunakan lembar observasi. Dari hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh validator media dengan persentase 100% dengan kategori sangat layak. Hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh validator materi mendapatkan persentase 90% dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba anak pada tahap I persentase kemampuan bercerita 20%, pada uji coba tahap II persentase kemampuan bercerita 65%. Pada kemampuan bercerita anak meningkat dengan klasifikasi sangat tinggi memperoleh rata-rata skor 71, sehingga media roda putar kita dapat dikatakan efektif untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak.Kata Kunci: Media Roda Putar, Kemampuan Bercerita Anak Usia Dini Abstract  The storytelling skills of children aged 5-6 years at RA Al-Washliyah Ujung Padang tend to be monotonous, only using the same media, namely story books. This study aims to develop the process of using, practicality, swivel wheel media to improve the storytelling ability of children aged 5-6 years. The research was conducted at RA Al-Washliyah Jalan Rivai Pekan, Ujung Padang District, Simalungun Regency. Ujung Padang, on September 7, 2020, the number of children studied was 20 children. This research method is R and D (Research and Development) which is adapted from Sugiyono's development model. The research data was obtained using a validation questionnaire from media design experts and material experts, and using observation sheets. From the results of the feasibility test conducted by the media validator with a percentage of 100% with a very feasible category. The results of the feasibility test conducted by the material validator get a percentage of 90% with a very decent category. The results of the trial of children in stage I the percentage of storytelling ability was 20%, in the trial stage II the percentage of storytelling ability was 65%. In children's storytelling ability increased with a very high classification obtaining an average score of 71, so that our rotating wheel media can be said to be effective in improving children's storytelling abilities.Keywords: Spin Wheel Media, Early Childhood Storytelling Ability
Kesejahteraan Psikologi Orang Tua Dalam Mendampingi Belajar Anak Usia Dini Selama Pandemi Covid-19 Musyafa ali; Raden rachmy Diana
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1279

Abstract

AbstrakPeran ganda orang tua selama pandemi memberikan dampak pada psikologi orang tua. Peran sebagai pekerja seakligus guru bagi anak memberikan dampak selama masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesejahteraan psikologi orang tua dalam mendampingi belajar anak selama pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian lapnagan dengan pendekatan kuantitatif, adapun pengambilan data dengan menggunakan wawancara pada wali murid siswa PAUD Wadas Kelir. Adapun dalam menganalisis data peneliti menggunakan tiga tahap yakni mereduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwasanya kesejahteraan psikologi orang tua dalam mendampingi belajar anak di masa pandemi belum terpenuhi, hal ini dapat dilihat bahwasanya tiga dari enam indikator kesejahteraan psikologi orang tua belum terpenuhi, hal ini ditunjukan dengan berbagai perasaan yang dirasakan oleh orang tua yakni, marah, stres, sedih, resah, kesal, perasaan bingung dan merasa terbebani. Perasaan-perasaan tersubut menunjukan bahwasanya kesejahteraan psikologi orang tua belum terpenuhi secara sepenuhnya, ketika perasaan itu ditarik dalam ranah kesejahteraan psikologi maka selfacceptance,  positive relation with others dan environmental mastery orang tua belum terpenuhi.Kata Kunci : Kesejahteraan psikologi, orang tua, pembelajaran, anak usia dini AbstractThe dual role of parents during the pandemic has an impact on the psychology of parents. The role as a worker as well as a teacher for children has an impact during the pandemic. This study aims to find out how the psychological well-being of parents in accompanying children's learning during the covid-19 pandemic. This research is a field research with a quantitative approach, while data collection using interviews with the guardians of PAUD Wadas Kelir students. Meanwhile, in analyzing the data, the researcher used three stages, namely reducing, presenting data and drawing conclusions. The results of this study indicate that the psychological well-being of parents in assisting children's learning during the pandemic has not been fulfilled, it can be seen that three of the six indicators of the psychological well-being of parents have not been met, this is indicated by the various feelings felt by parents, namely anger. , stress, sadness, restlessness, upset, feeling confused and feeling burdened. These feelings indicate that the psychological well-being of parents has not been fully fulfilled, when these feelings are drawn into the realm of psychological well-being, the self-acceptance, positive relations with others and the environmental mastery of parents have not been fulfilled.Keywords: Psychological well-being, parents, learning, early childhood 
Peran Orang Tua Dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Pada Masa Pandemi Di Desa Ujung Teran Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo Junaidi Arsyad; Fauziah Nasution; Ayu windari Br Tarigan
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1303

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilaksanakan di Desa Ujung Teran Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan antara lain sebagai berikut: (1) Peran orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di Desa Ujung Teran (2) hambatan apa yang dihadapi orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di Desa Ujung Teran. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh data secara lengkap, rinci dan mendalam. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data yang telah dikumpulkan diolah melalui (1) Reduksi data (2) penyajian data (3) penarikan kesimpulan. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah orang tua di Desa Ujung Teran yang memiliki anak usia 5-6 tahun. Objek dalam penelitian ini yaitu anak usia 5-6 tahun di Desa Ujung Teran. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Peran orang tua dala mengembangkan kreativitas anak sudah cukup baik namun masih perlu ditingkatkan lagi (2) Hambatan yang dihadapi orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak usia 5-6 tahun karena keterbatasan waktu dan kurangnya pemahaman orang tua dalam mengembangkan kreativitas pada diri anak.Kata kunci: Peran Orang Tua, Kreativitas Anak Abstract  This research was conducted in Ujung Teran Village, Merdeka District, Karo Regency. This study aims to describe, among others, the following: (1) The role of parents in developing the creativity of children aged 5-6 years in Ujung Teran Village (2) what obstacles parents face in developing the creativity of children aged 5-6 years in Ujung Village Teran. This type of research is qualitative with descriptive method which aims to obtain complete, detailed and in-depth data. Data collection techniques in this study using the methods of observation, interviews, and documentation. Then the data that has been collected is processed through (1) data reduction (2) data presentation (3) drawing conclusions. The subjects used in this study were parents in Ujung Teran Village who had children aged 5-6 years. The object of this research is children aged 5-6 years in Ujung Teran Village. The results of this study concluded that: (1) The role of parents in developing children's creativity is quite good but still needs to be improved (2) Barriers faced by parents in developing the creativity of children aged 5-6 years due to time constraints and lack of understanding of parents in develop creativity in children. Keywords: The Role of Parents, Children's Creativity
Penanaman Nilai Moral (Religius) Anak Usia Dini Melalui Shalat Dhuha Di Tk IT Muhandis Aceh Tenggara Hamidatun Nisa Tambak; Fatma wati
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1299

Abstract

AbstrakKuisioner dalam penelitian ini terdiri dari 15 item pernyataan tentang penerapan shalat dhuha dan 20 item pernyataan tentang perkembangan moral anak usia dini. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada para responden yang telah terpilih sebagai sampel penelitian. Selanjutnya, setelah responden mengisi kuisioner tersebut, lalau dikumpulkan kembali dan dilakukan analisis. Pada penerapan shalat dhuha ada 2 indikator yang diukur, yaitu indikator  pemberian kebebasan (pembolehan yang sifatnya toleran), proteksi (tidak ada hubungan apabila anak melanggar peraturan serta kurangnya control terhadap prilaku dan kegiatan anak sehari-hari) dan indikator yang kedua adalah submission (penyerahan). sebesar 38,75%. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman keagamaan memiliki hubungan yang “sedang” dalam pembentukan moral anak usia dini di TKIT Muhandis Aceh Tenggara perkembangan moral anak dapat disimpulkan bahwa penanaman keagamaan yang  permisif memiliki hubungan yang “sedang” dengan nilai rata-rata sebesar 38,75%. Sedangkan pekembangan moral anak usia dini di TK IT Muhandis juga memiliki kategori “sedang” dengan nilai rata-rata sebesar 59,99%.Kata Kunci:  Penerapan shalat dhuha, Moral (religius), Anak Usia Dini. Abstract          The questionnaire in this study consisted of 15 statement items about the implementation of the dhuha prayer and 20 statement items about the moral development of early childhood. Data collection in this study was carried out by distributing questionnaires to the respondents who had been selected as research samples. Furthermore, after the respondents filled out the questionnaire, they were collected again and analyzed. In the implementation of the dhuha prayer, there are 2 indicators that are measured, namely the indicator of giving freedom (tolerant permission), protection (no relationship if the child violates the rules and lack of control over the behavior and daily activities of the child) and the second indicator is submission (submission). ). by 38.75%. This shows that religious understanding has a "moderate" relationship in the moral formation of early childhood at TKIT Muhandis Aceh Tenggara. It can be concluded that permissive religious cultivation has a "moderate" relationship with an average value of 38.75%. Meanwhile, the moral development of early childhood at TKIT Muhandis also has a "medium" category with an average value of 59.99%.Keywords: Implementation of dhuha prayer, Moral (religious), Early Childhood 
Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Mozaik Di Ra Darul Arafah Desa Lau Bakeri Kutalimbaru Basri, Muhammad
Jurnal Raudhah Vol 10, No 1 (2022): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v10i1.1657

Abstract

AbstrakArtikel ini menjawab persoalan upaya meningkatkan kreativitas anak melalui kegiatan mozaik di RA Darul Arafah Desa Lau Bakeri Kutalimbaru. Dalam hal ini, tidak hanya guru yang berperan, tetapi para orang tua serta masyarakat juga ikut andil dalam meningkatkan kreativitas anak melalui kegiatan mozaik di RA Darul Arafah Desa Lau Bakeri Kutalimbaru. Apalagi semakin berkembangnya suatu zaman, maka meningkatkan kreativitas anak justru dituntut pada kehidupan bermasyarakat. Tujuan kegiatan yaitu: 1). Siswa memahami seni mozaik, 2). Penulis mampu memberi stimulasi untuk perkembangan potensi seni siswa, 3). Siswa memahami pembuatan desain karya seni mozaik 4). Siswa memperoleh keterampilan tentang seni mozaik. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah siswa di RA Darul Arafah Desa Lau Bakeri Kutalimbaru. Metode kegiatan pengabdian ini berupa kualitatif dan pelatihan kepada para siswa di RA Darul Arafah Desa Lau Bakeri Kutalimbaru, yang terdiri dari 3 tahap kegiatan yaitu: 1. Tahap persiapan, 2. Tahap pelaksanaan pelatihan, dan 3. Tahap pasca pelatihan. Metode pelatihan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah: ceramah, tanya jawab, praktek, dan simulasi. Hasil yang dicapai ialah: 1). Sebanyak 2 kelompok mendapatkan score 85-86 dengan kriteria sangat baik, 2). Sebanyak 2 kelompok mendapatkan score 73-75 dengan kriteria baik, 3) Hampir seluruh siswa memahami tentang konsep seni karya mozaik, 4). Siswa mampu mengembangkan bahan ajar dan mampu membuat karya seni menempel karya mozaik, dengan kriteria mandiri, kreatif, rapi, teknik benar, dan estetik warna serta tema.Kata kunci: kreatif, mozaik, siswa, pengabdian AbstractThis article answers the question of efforts to increase children's creativity through mosaic activities at RA Darul Arafah, Lau Bakeri Village, Kutalimbaru. In this case, not only teachers play a role, but parents and the community also take part in increasing children's creativity through mosaic activities at RA Darul Arafah, Lau Bakeri Village, Kutalimbaru. Moreover, as an era develops, increasing children's creativity is actually demanded in social life. The objectives of the activity are: 1). Students understand the art of mosaics, 2). The author is able to provide stimulation for the development of students' artistic potential, 3). Students understand the making of mosaic art designs 4). Students acquire skills about the art of mosaics. The target of this service activity is students at RA Darul Arafah, Lau Bakeri Village, Kutalimbaru. The method of this service activity is in the form of qualitative and training for students at RA Darul Arafah, Lau Bakeri Village, Kutalimbaru, which consists of 3 stages of activity, namely: 1. Preparation stage, 2. Training implementation stage, and 3. Post-training stage. The training methods used in this service are: lecture, question and answer, practice, and simulation. The results achieved are: 1). A total of 2 groups got a score of 85-86 with very good criteria, 2). A total of 2 groups got a score of 73-75 with good criteria, 3) Almost all students understand the concept of mosaic art, 4). Students are able to develop teaching materials and are able to make works of art attached to mosaic works, with independent, creative, neat criteria, correct technique, and aesthetic colors and themes.Keywords:  creative, mosaic, students, devotion 
Upaya Meningkatkan Perilaku Gotong Meningkatkan Perilaku Royong AUD Melalui Permainan Tradisonaal Di TK Islam Ridho Walidhaina situmorang, hanisah
Jurnal Raudhah Vol 10, No 1 (2022): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v10i1.1498

Abstract

Menanamkan karakter positif pada anak usia sekolah dasar membutuhkan perhatian lebih. Mengingat, tantangan di era digital tentunya membawa dampak, baik positif dan dampak negatif. Mengantisipasi dampak negatif tantangan era digital dapat dilakukan melalui penguatan pendidikan karakter. Teknologi digital sebagai contoh smartphone memiliki dampak negatif berupa individualisme bagi penggunanya. Oleh karena itudiperlukan penguatan karakter gotong royong dalam mengantisipasi hal-hal negatif dampak perkembangan era digital. Salah satu strategi penguatan karakter gotong royong dapat dilakukan oleh guru sekolah dasar melalui pelaksanaan permainan tradisional.
Upaya Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar Anak Melalui Kegiatan Senam Irama Dan Perlombaan Di Mdta Al-Munawwarah Desa Gunung Tinggi Yanti, Zulfitri; Dewi, Rafika; Sulasmi, Sulasmi
Jurnal Raudhah Vol 10, No 1 (2022): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v10i1.1658

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motorik kasar anak melalui kegiatan senam irama serta kegiatan perlombaan pada anak usia 7-11 tahun di MDTA Al-Munawwarah Desa Gunung Tinggi. Kapabilitas motorik kasar pada seorang anak merupakan instrument kesehatan yang sangat mempengaruhi kehidupannya. Penelitian ini  dilakukan melalui  penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah anak usia 7-11 tahun di MDTA Al-Munawwarah Gunung Tinggi yang berjumlah 20 anak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya meningkatkan motorik kasar melalui kegiatan senam irama MDTA Al-Munawwarah Gunung Tinggi sangat berperan dalam meningkatkan motorik kasar anak dan bahkan terlihat pada perlombaan yang dilakukan setelahnya. Adapun upaya yang dilakukan untuk meningkatkan motorik kasar melalui kegiatan senam irama di MDTA Al-Munawwarah adalah dengan gerakan melompat dua kaki, mengangkat kedua tangan, dan menggerakkan kekiri dan kekanan lalu disusul dengan beberapa bentuk perlombaan seperti; perlombaan memasukkan paku, makan kerupuk, cerdas cermat, dan mengaji.Kata kunci: Perkembangan, Senam, Perlombaan AbstractThis study aims to improve children's gross motor skills through rhythmic gymnastics and competition activities for children aged 7-11 years at MDTA Al-Munawwarah in Gunung Tinggi Village. Gross motor ability in a child is a health instrument that greatly affects his life. This research was conducted through classroom action research (CAR) which was conducted in two cycles. The subjects of this study were children aged 7-11 years at MDTA Al-Munawwarah Gunung Tinggi, totaling 20 children. The data collection method used is observation. Data analysis used descriptive qualitative. The results showed that efforts to improve gross motor skills through MDTA Al-Munawwarah Gunung Tinggi rhythmic gymnastics played a very important role in improving children's gross motor skills which were seen in the competitions that followed. The efforts made to improve gross motor skills through rhythmic gymnastics activities at MDTA Al-Munawwarah are by jumping two feet, raising both hands, and moving left and right then followed by several forms of competitions such as; competitions to insert nails, eat crackers, quizs, and recite the Qur’an.Keywords: Gymnastics, competition, development. 
Penerapan Metode Bermain Peran Untuk Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun Di Ra Al-Mukhlisin Kec. Medan Denai Hadis Purba, Hadis
Jurnal Raudhah Vol 10, No 1 (2022): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v10i1.1654

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bealajar sosial emosional anak sebelum  metode  bermain peran dan setelah menerapkan metode bermain peran anak usia 5-6 tahun di  RA Al-Mukhlisin 2021. Subjek yang di gunakan seluruh  kelompok B usia 5-6 tahun  di RA Al-Mukhlisin yang berjumlah 15 orang siswa. Didalam Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di RA Al-Mukhlisin Kec. Medan Denai. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini yaitu Teknik  Observasi dan Dokumentasi.Hasil penelitian siklus I diperoleh data perkembangan sosial anak masih rendah. Dari 15 orang anak, 11 orang anak dikategorikan mulai berkembang (80%)  dan 4 anak yang memperoleh kriteria berkembang sesuai harapan (20%). Pada siklus II dilaksanakan penelitian dengan memperbaiki kesulitan yang di hadapi anak untuk memperoleh peningkatan yang maksimal. Pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan, Dari 15 anak kriteria berkembang sangat baik sebanyak 8 orang (53,33%), sedangkang kriteria berkembang sesuai harapan sebanyak 7 orang anak (46,67%). Anak yang memperoleh kriteria mulai berkembang tidak ada dan anak yang memperoleh kriteria belum berkembang tidak ada.Kata Kunci : Perkembangan Sosial Emosional Dan Bermain Peran  AbstractThe purpose of this study was to find out the socio-emotional learning of children before the role playing method and after applying the role playing method of children aged 5-6 years at RA Al-Mukhlisin 2021. The subjects used were all group B aged 5-6 years at RA Al-Mukhlisin consisting of 15 studentsIn this study using classroom action research (CAR). This research was conducted in RA Al-Mukhlisin Kec. Denai field. The technique used in this research data collection is the Observation and Documentation Technique.    The results of the first cycle research obtained that the data on children's social development is still low. Of the 15 children, 11 children were categorized as starting to develop (80%) and 4 children who obtained the criteria for developing as expected (20%). In the second cycle, research was carried out by correcting the difficulties faced by children to obtain maximum improvement. In the second cycle there was a significant increase, from 15 children the criteria developed very well as many as 8 people (53.33%), while the criteria developed according to expectations as many as 7 children (46.67%). There are no children who get the criteria for starting to develop and there are no children who get the criteria for not developing.Keywords: Emotional Social Development and Role Playing