cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Volume 5, No.2, Mei 2010" : 8 Documents clear
EVALUASI BEBAN FISIOLOGIS PADA INDUSTRI MANUFAKTUR (INDUSTRI PEMBUATAN KOMPONEN PESAWAT TERBANG DAN INDUSTRI SEPATU) Sitohang, Donny Richardo; Winaningthias, Mei; Iridiastadi, Hardianto
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.2, Mei 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.445 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.2.119-126

Abstract

Studi ini meneliti beban fisiologis yang dialami pekerja pada industri manufaktur, tepatnya pada industri pembuatan komponen pesawat terbang dan industri pembuatan sepatu. Pada industri pembuatan komponen pesawat terbang pekerjaan yang akan diteliti beban fisiologisnya adalah pekerjaan assembly, machining,dan metal forming. Untuk industri sepatu pekerjaan yang akan diamati adalah pekerjaan pola, jahit dan potong. Penelitian ini melibatkan 10 orang responden pada setiap jenis pekerjaan. Pada industri pembuatan komponen pesawat terbang nilai rata-rata denyut jantung kerja untuk pekerjaan assembly adalah sebesar 82.9±7,1 denyut/menit, untuk pekerjaan machining sebesar 79.9±9,5 denyut/menit, dan untuk pekerjaan metal forming sebesar 88,8 ±11,2  denyut/menit. Nilai rata-rata konsumsi oksigen relatif pada pekerjaan assembly adalah sebesar 20,8±4%, pekerjaan machining 23,1±5%, dan pekerjaan metal forming 26,4 ± 8%. Sedangkan pada industri pembuatan sepatu nilai denyut jantung kerja rata-rata untuk pekerjaan pola adalah 82±5,3 denyut/menit, pekerjaan jahit 84,5±6,1 denyut/menit, dan pekerjaan potong 88,4±11,5 denyut/menit. Nilai rata-rata konsumsi oksigen relatif pada pekerjaan pola adalah sebesar 15,8±5%, pekerjaan jahit 15,9±4%, dan pekerjaan potong 18±7%. Secara umum intensitas beban kerja fisik pada aktivitas yang diteliti baik pada industri pembuatan komponen pesawat terbang maupun industri pembuatan sepatu bersifat ringan dan masih berada dalam batas yang direkomendasikan. Kata kunci : Beban kerja fisiologis, Konsumsi Oksigen, Denyut Jantung, Skala Borg       Generally, the purpose of this study is to evaluate work physical capacity of Indonesian Aerospace production division operators and shoe industry operators. In this study, physiological workloads were evaluated in assembly, machining, and metal forming tasks (Indonesian Aerospace) pattern making activity, sewing, and cutting (shoe industry) using three indicators (heart rate, oxygen consumption and subjective ratings, Borg scale). This study use 10 workers for each task (total 60 operators, 30 mens and 30 womens). Heart rate, oxygen consumption and subjective ratings of all sixty subjects were evaluated during work day with sampling method. Those data were taken in 4 different times (early workday, before rest, after rest, and end of workday).  As the result of this study, heart rate average for assembly work is 82.9 ± 7.1 beats / min, for machining 79.9 ± 9.5 beats / min, and metal forming 88.8 ± 11.2 beats / min. The average value of %VO2 for assembly is 20.8 ± 4%, machining 23.1 ±  5%, and metal forming 26.4 ± 8%. While the value of shoe industry, heart rate average for the patternmaking work is 82 ± 5.3 beats / min, sewing  84.5±6.1 beats / min, cutting 88.4 ± 11.5 beats / minutes. The average value of %VO2 for pattern making is 15.8 ± 5%, sewing 15.9±4%, and cutting 18± 7%. In general, the intensity of physical workload on the activity studied both in industrial manufacturing aircraft components as well as shoe-making industry are minor and still in the recommended limits. Keywords: Physiological workload, oxygen consumption, heart rate, Borg scale
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN MODEL KANO (Studi Kasus: PT. PLN UPJ Semarang Selatan) Bakhtiar, Arfan; Susanty, Aries; Massay, Fildariani
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.2, Mei 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.413 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.2.77-84

Abstract

Tingginya angka keluhan masyarakat terhadap layanan menuntut PT. PLN (persero) untuk mengevaluasi seperti apa tingkat pelayanan yang sudah diberikan kepada masyarakat. Hal tersebut dilakukan untuk membangun citra yang baik di mata masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada kesenjangan antara layanan yang dipersepsikan oleh pihak manajemen dan harapan pelanggan (gap 1), mengetahui apakah ada kesenjangan antara persepsi dan harapan pelanggan (gap 5) dan menganalisa penyebab terjadinya kesenjangan tersebut, serta menentukan variabel-variabel yang harus diprioritaskan untuk diperbaiki melalui pengintegrasian Metode Servqual dan Model Kano. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan Metode Servqual terhadap lima dimensi kualitas jasa yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty untuk gap 1 diketahui bahwa masih terdapat kesenjangan, ditunjukkan dengan nilai servqual yang negatif, untuk gap 5 juga ditemukan masih ada kesenjangan, nilai gap terbesar terdapat pada dimensi Emphaty. Berdasarkan hasil pengintegrasian Metode Servqual dan Model Kano diketahui kriteria yang harus diprioritaskan terlebih dahulu adalah kriteria yang termasuk dalam kategori must-be yang memiliki nilai servqual negatif terbesar, dalam penelitian ini terdapat pada variabel R5 yaitu kondisi KWH meter (perputaran angka sesuai dengan jumlah pemakaian). Kata Kunci: PT. PLN, Kualitas pelayanan, Metode Servqual, Model Kano      High number of public complaints against the service demands has urged PT. PLN (Persero) to evaluate what level of service that has been given to community. Therefore, a well service should be build as good representatives in the eyes of society. This study is to determine whether there is a gap between services that are perceived by the management and customer expectations (Gap 1), determine if there is a gap between perception and customer expectations (gap 5) and analyze the causes of these disparities, and to determine the variables that must be prioritized for improvement through the integration method of SERVQUAL and Kano Model. Results of research conducted using the method of the five SERVQUAL dimensions of service quality are Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance and Empathy for gap 1 note that there are still gaps, indicated by a negative value of reliability and assurance, for the gap 5 is also found there are still gaps, the value gap contained in the largest dimension Empathy. Based on the results of the integration method known SERVQUAL and Kano Model criterion must be prioritized first is the criteria included in the category of must-be who has the biggest negative servqual value, in this study are contained in the R5 variable conditions of KWH meter (turnover number that corresponds with the amount of usage). Keywords: PT. PLN, Service Quality, Servqual Method, Kano Model
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PENGADAAN MENGGUNAKAN METODE SINK’S SEVEN PERFORMANCE CRITERIA (Studi Kasus di Universitas Diponegoro Semarang Tahun 2007) Wicaksono, Purnawan Adi; Suliantoro, Hery; Sari, Kurnia
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.2, Mei 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.066 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.2.127-134

Abstract

Pengukuran kinerja pengadaan di Universitas Diponegoro telah dilakukan dengan melihat segi financial. Pengukuran secara finansial memiliki kelemahan yaitu tidak dapat menjelaskan apakah dengan penyerapan anggaran yang semakin besar maka akan semakin baik efisiensi dan kinerjanya. Ukuran kinerja lain yang penting seperti ketepatan waktu pengiriman barang, kecocokan spesifikasi dan jumlah barang, hingga tujuan dan keinginan pengguna apakah sesuai atau tidak, belum terukur dengan jelas. Pengukuran kinerja pengadaan akan dilakukan menggunakan model Sink’s Seven Performance Criteria, yaitu model pengukuran kinerja yang menggambarkan suatu sistem manajemen sebagai suatu mekanisme untuk membangun siklus perbaikan yang lebih efektif. Hasil perancangan pengukuran kinerja terdiri dari 6 kriteria dengan urutan prioritas sebagai berikut: kriteria Kualitas (31%), kriteria Efisiensi (17.2%), kriteria Efektivitas (17.2%), kriteria Kualitas Kehidupan Kerja (13.8%), kriteria Budgetabilitas (11.6%), dan kriteria Inovasi (9.2%). Dari keenam kriteria kinerja tersebut, diperoleh rancangan akhir 32 KPI yang berisi: 17 KPI Kuantitatif dan 15 KPI Kualitatif. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja dengan Objective Matrix dan Traffic Light System, menunjukkan bahwa kinerja pengadaan tahun 2007 adalah sebesar 4.564 yang berada dalam kategori warna kuning yang berarti pencapaian kinerjanya ini sudah cukup baik meskipun nilainya mendekati kategori buruk, sehingga masih perlu ditingkatkan lagi. Dari hasil analisis Importance – Performance Matrix, diperoleh indikator-indikator yang berada dalam zona penting tetapi ternyata kinerjanya masih rendah. Indikator tersebut adalah Efisiensi waktu, Efisiensi jumlah personil, Pemborosan waktu, Pemborosan personil, Jumlah lelang gagal/lelang ulang, Jumlah keluhan pengguna, Jumlah penyedia ingkar kontrak, dan Inovasi proses. Oleh karena itu rekomendasi diutamakan untuk indikator-indikator di atas. Kata Kunci: Pengukuran kinerja Pengadaan, Key Performance Indicators, Sink’s Seven Performance Criteria, Objective Matrix, Traffic Light System..       Procurement performance measurement at the University of Diponegoro was done by looking at the financial aspect. Measurement weakness of financially unable to explain whether the absorption of the bigger budget will increase both the efficiency and performance. Another important performance metrics such as delivery timeliness, suitability specifications and quantity of goods, until the goals and desires of the user whether it is appropriate or not, has not clearly measurable. Procurement performance measurement will be done using the model of Sink's Seven Performance Criteria, ie performance measurement model that describes a management system as a mechanism to build a more effective repair cycle. Results of performance measurement design consisted of six criteria in the order of priority as follows: Quality criteria (31%), the criteria of efficiency (17.2%), effectiveness criteria (17.2%), Quality of Work Life criteria (13.8%), Budgetabilitas criteria (11.6%) , and the criteria of innovation (9.2%). Of the six performance criteria, it is obtained the final draft that contains 32 KPIs: 17 KPI Quantitative and Qualitative KPI 15. Based on the results of performance measurement with Objective Matrix and Traffic Light System, show that the performance of procurement in 2007 amounted to 4564 which is in the yellow category, which means the achievement of this performance was quite good although the value approached the bad category, so that still needs to be increased again. From the results of analysis of Importance - Performance Matrix, obtained by the indicators that are in critical zone but was still low performance. Indicators are time efficiency, efficiency of personnel, waste time, waste of personnel, number of failed auctions / auction again, complaints of users, number of provider contracts broken, and the innovation process. Therefore, priority recommendations for the indicators above. Keywords: Procurement performance measurement, Key Performance Indicators, Sink's Seven Performance Criteria, Objective Matrix, Traffic Light System ..
EVALUASI KEBIJAKAN STRATEGI BISNIS MENGGUNAKAN MODEL JOINT ECONOMIC LOT SIZE (JELS) DENGAN PERMINTAAN PROBABILISTIK (Studi Kasus di PT. Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia) Arvianto, Ary; Hartini, Sri; Pardiyana, Opan
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.2, Mei 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.487 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.2.85-96

Abstract

Persaingan di dunia bisnis dewasa ini tidak lagi antar perusahaan melainkan antar supply chain. PT.SAMI merupakan perusahaan yang memproduksi wiring harness yaitu suatu komponen kendaraan pengantar arus listrik dari satu bagian ke bagian lain. PT.SAMI memproduksi banyak item wirring harness untuk beberapa merek mobil yaitu Holden, Lambda, Mazda, Nissan dan Honda. Dalam menjalankan proses bisnisnya PT.SAMI mendapat pesanan dari distributor suatu  merek mobil. Tetapi masalah yang timbul sering terjadinya revisi order yaitu perubahan jumlah pemesanan oleh distributor (PT. PASI)  kepada vendor sekaligus manufaktur  (PT. SAMI) dalam satu periode pemesanan, sehingga dapat menyebabkan overstock maupun stockout yang menyebabkan biaya persediaan menjadi meningkat. Revisi order  akan terus terjadi mengingat perjanjian antara PT.SAMI dan distributornya dalam kasus ini adalah PT. PASI  tetap sama. Oleh karena itu perlu adanya evaluasi terhadap kebijakan proses bisnis yang dilakukan, salah satunya dengan menggunakan pendekatan model Joint Economic Lot Size (JELS). Dengan model integrasi ini diharapkan dapat mereduksi biaya persediaan gabungan  karena mencari titik optimal berdasarkan fungsi biaya kedua belah pihak. Dengan menggunakan model JELS total biaya persediaan gabungan dapat direduksi karena biaya yang timbul merupakan biaya paling kecil berdasarkan lot pengiriman (q) yang optimal. Begitu juga dengan biaya persediaan di PT.SAMI dan PT.PASI  di dapat biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan melakukan pengelolaan persediaan secara konvensional. Kata kunci:  joint, lot size,  integrasi, supply chain      Competition in today's business world is no longer between companies but between supply chain. PT.SAMI is a manufacturer of wiring harness for  vehicle. PT.SAMI produces many items wirring harness for several brands such as  Holden, Lambda, Mazda, Nissan and Honda. In conducting its business process PT.SAMI get an order from a distributor of a car brand. But problems often occur is a order revision  by distributors (PT. PASI) to vendors and manufacturers (PT. SAMI) in one order period, which can lead to overstock or stockout causes increased inventory costs. Revision of orders will continue to happen given the agreement between PT.SAMI and distributors in this case is PT. PASI remains the same. Therefore there is need for evaluation of the policies conducted business processes, using a Joint Economic Lot Size (JELS) model approach. With this integration model is expected to reduce the combined inventory cost by  the optimal solution based on the cost functions of both parties. By using the JELS combined total inventory costs can be reduced because of the cost incurred is the smallest cost based on  shipping lot (q). So the inventory cost  in PT. PASI and also in PT.SAMI more lower than  the conventional inventory (current) policy. Keyword: joint, lot size, integration, supply chain
PENGARUH KEDALAMAN AIR TERHADAP SHORT TERM MEMORY DAN KONSUMSI ENERGI PADA PENYELAM Dharmastiti, Rini; Harisa, Dhirga
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.2, Mei 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.151 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.2.135-142

Abstract

Penelitian ini akan melihat pengaruh kedalaman air terhadap short term memory dan konsumsi energi penyelam. Penelitian ini mengambil sampel 10 mahasiswa pria dan 5 wanita. Pengukuran performansi short term memory dilakukan dengan cara setiap obyek diperlihatkan deretan 7 angka acak yang diberikan selama 5 detik dan setelah 15 detik kemudian dilakukan pemanggilan kembali informasi yang baru saja diberikan. Setiap obyek diuji sebangak 30 kali untuk setiap kedalaman (1 m; 2,5 m; dan 4 m). Pengukuran konsumsi energi dilakukan dengan menghitung denyut jantung menggunakan metode palpasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkat kedalaman air, maka performasi short term memory penyelam tersebut semakin menurun.  Penurunan ini berlaku untuk pria dan wanita. Penambahan kedalaman ini juga meningkatkan konsumsi energi baik pada pria maupun wanita. Perbedaan jenis kelamin mempengaruhi performansi short term memory secara signifikan. Pria memiliki performansi rata-rata short term memory sebesar 91,67% pada kedalaman 1 m, 90,67% pada kedalaman 2,5 m, dan 86,33% pada kedalaman 4 m. Sedangkan wanita memiliki performansi rata-rata sebesar 86% pada kedalaman 1 m, 84% pada kedalaman 2,5 m, dan 80,67% pada kedalaman 4 m. Rata-rata konsumsi energi pria adalah 3,19 kkal, 3,34 kkal, dan 3,65 kkal pada kedalaman 1 m; 2,5 m; dan 4 m berturut-turut. Sedangkan rata-rata konsumsi energi wanita adalah 3,81 kkal, 4,07 kkal, dan 4,54 kkal pada kedalaman yang sama dengan pria.     Kata kunci : tekanan, kedalaman air, performansi short term memory, konsumsi energi.       This research is to observe water depth effects on short term memory and energy expenditure of diver. This research objects are 10 male and 5 female students. Short term memory performance measurement held by every object has been shown 7 random numerics (as information) for 5 seconds and after 15 seconds later they write down the information on a paper. Every object got 30 tests for every depth ( 1 m; 2.5 m, and 4 m). Energy expenditure measurement held by counting heart rate using palpasi method. The results are as deep as the diver dive, short term memory performance will be decreasing and energy expenditure will be increasing for male and female. Gender differences influencing the results significantly. Male has short term memory performance average 91.67% at 1 m, 90,67% at 2.5 m, and 86,33% at 4 m. Female has average performance 86% at 1 m, 84% at 2.5%, and 80,67% at 4 m. Energy expenditure average for male are 3.19 kcal, 3,34 kcal, and 3,65 kcal at 1 m, 2.5 m, and 4 m respectively. Energy expenditure for female are 3.81 kcal, 4,07 kcal, and 4,54 kcal at same depth like male. Keywords: pressure, water depth, short term memory performance, energy expenditure.
ANALISIS KETIGGIAN MEJA KERJA YANG IDEAL TERHADAP POSTUR PEKERJA DIVISI CUTTING INDUSTRI GARMEN DENGAN POSTURE EVALUATION (PEI) PADA VIRTUAL ENVIROMENT Nurtjahyo, Boy; Muslim, Erlinda; Hidayatno, Akhmad; Yogamaya, Nandyka; Zulkarnain, Zulkarnain
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.2, Mei 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.393 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.2.97-104

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk mengimplementasikan suatu metodologi untuk mempelajari, dalam lingkungan virtual, aspek ergonomi dari suatu tempat kerja di industri garmen. Variabel tempat kerja yang diteliti dalam penelitian ini adalah ketinggian meja kerja. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan konfigurasi ketinggian meja yang ideal bagi pekerja divisi cutting industri garmen. Tool yang digunakan dalam menyelesaikan skripsi ini adalah Posture Evaluation Index yang mengintegrasikan skor Low Back Analysis (LBA), Ovako Working Posture (OWAS), dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Penentuan konfigurasi yang ideal dilakukan dengan mempertimbangkan jenis pekerjaan dan posisi kerja ketika melakukan pekerjaan tersebut, apakah dalam posisi duduk atau berdiri. Analisis dilakukan dengan menggunakan model manusia digital yang disediakan software Jack pada virtual environment. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai referensi dalam merancang tempat kerja yang lebih baik secara ergonomis. Kata kunci : Ergonomi, Virtual Environment, Divisi Cutting  Industri Garmen, Posture Evaluation Index   Abstract   The research deals with the implementation of a methodology in order to study, in a virtual environment, the ergonomics of a work cell in garment industry. The work cell’s variable studied in this research is table height. The goal of this research is to determine an ideal table height for the workers of cutting division in garment industry. The tool to conduct this research is called Posture Evaluation Index (PEI) which integrates the score of Low Back Analysis (LBA), Ovako Working Posture (OWAS), dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). The Determination of table height configuration is based on type of work and work position (standing or sitting). The research uses digital human model form Jack software in a virtual environment. The result from this research can be a reference for future work cell design. Keywords: Ergonomics, Virtual Environment, Cutting Division of Garment Industry, Posture Evaluation Index
PENGARUH PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA WANITA TERHADAP MUTU PRODUK MAKANAN INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KOTA BOGOR Fadlilah, Siti Nur; Nurhasanah, Nunung
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.2, Mei 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.119 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.2.143-150

Abstract

Industri makanan merupakan salah satu industri unggulan bagi sektor Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Bogor. Berdasarkan pengamatan secara kualitatif yang dilakukan, banyak tenaga kerja wanita yang bekerja dibidang industri makanan. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa tinggi pengaruh produktifitas tenaga kerja wanita terhadap mutu produk makanan IKM.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara produktifitas kerja wanita dengan mutu produk yang dihasilkan. Pengolahan data dilakukan dengan mereduksi jumlah industri IKM potensial yang akan dijadikan obyek penelitian dengan kriteria tertentu, dengan menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP). Pengukuran produktifitas dilakukan berdasarkan pendekatan Rasio Output/Input. Penentuan hubungan pengaruh produktifitas tenaga kerja wanita dengan mutu produk makanan IKM adalah berdasarkan pendekatan koefisien korelasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa IKM produk makanan yang berpotensi di Kota Bogor adalah IKM produsen nata de coco, dimana dengan pendekatan AHP diperoleh bobot tertinggi dibandingkan dengan 28 IKM produk makanan lainnya, yaitu sebesar 0,096. Berdasarkan 4 IKM produsen nata de coco, dapat diambil kesimpulan secara umum, bahwa pada IKM nata de coco di Kota Bogor tidak terdapat pengaruh antara produktivitas tenaga kerja wanita dengan mutu produk. Kata kunci: IKM, Produktifitas, AHP, Analisa Korelasi     Food Industri is one of a potensial small medium interprise in Bogor. Based on qualitative observation, more women working at food industries. The problem in this research is How much the relationship between women worker with SME’s food product quality. The goal of this research is to find out the correlation between women worker’s productivity with product quality. This problem will be solve by reduce many potensial SME with some criteria use AHP. Productivity meseaure with Output/Input ratio. Correlation analysis used to know about the influence of women worker productivity with product quality. The result of this research says that nata de coco industries are the potensial SME in Bogor. From 4 SME we can make conclution that there are no significant correlation between women worker productivity and quality product for nata de coco industry. Key Words : SME, Productivity, AHP, Correlation Analysis
ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN ATRIBUT PERPUSTAKAAN BERBASIS RISET MELALUI METODE CONJOINT ANALYSIS STUDI KASUS DI UNIVERSITAS DIPONEGORO Sari, Diana Puspita; Prastawa, Heru; Lintang, Dyah
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.2, Mei 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.757 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.2.105-118

Abstract

Setiap Perguruan Tinggi mempunyai tugas untuk menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu mendukung kegiatan pendidikan atau pengajaran, pengabdian masyarakat dan penelitian. Kegiatan penelitian dan perpustakaan memiliki hubungan yang saling terkait. One can not complete his research work without the help of library. Di satu sisi kegiatan penelitian tidak akan terselesaikan tanpa bantuan perpustakaan dan sisi lain tidak dimungkinkan pula dihasilkan suatu penelitian yang baik tanpa sebuah perpustakaan. Maka konsekuensi logis dari perubahan status Universitas Diponegoro menjadi Research University akan menuntut perpustakaan Universitas Diponegoro  untuk mengakselerasi dirinya dari tahap gudang buku ke tahap pendidikan dan penelitian. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode Analisis Konjoin. Tujuan  dari penelitian ini adalah memberikan suatu konsep rekomendasi dalam membangun perpustakaan riset yang dibangun dengan pusat kajian detail fenomena tertentu dengan prioritas pada pengembangan wilayah pesisir dan laut tropis. Hasil dari penelitian ini adalah utility function untuk tiap-tiap taraf atribut. Karakteristik atribut yang terpilih berdasarkan pada identifikasi preferensi stakeholder adalah perpustakaan riset yang dibangun dengan standar khusus jenis riset fundamental, dengan permasalahan bidang kajian lingkungan hidup, sumber informasi yang diprioritaskan berasal dari jurnal, koleksi yang diprioritaskan pada disiplin ilmu oseanografi, adanya kebijakan alokasi hibah dana untuk meningkatkan hasil kegiatan penelitian, jejaring informasi yang berformat digital library silang layan, sistem pelayanan perpustakaan yang closed access dan sumber daya manusia yang ahli teknologi informasi. Kata Kunci : Universitas Diponegoro, perpustakaan riset, analisis konjoin.     Every colleges had assignment to enforce Threedharma, they are support of education and instruction, serving the community and research at all levels. Research and library are inter related. One can not complete his research work without the help of library and no good research is possible without a library. So, the logical from the Diponegoro University status changes to be a research university will be trundle Diponegoro University library’s to regenerate it from store house period to educational and research period. The methods used in this research is Conjoint Analysis. Steerage  from applied this method is give a rough copy recommendation to created a research library, it is special library generally treat only one subject matter is coastal area and tropical newcastles expansion. The results from this research is utility function for each an item of all. For an item have the best of identifying stakeholders’ preferences are the research library would have been created with special criterion research kind fundamental, with the investigates life surroundings, the predominant information resources from journal, the predominant branch of science church collection oceanography, there are the donation grant to increase research results, the information networking with the form digital library service crosswise, service system closed access and human resources good at information technology. Keywords : Diponegoro University, research library, conjoint analysis.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue