cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 24068365     EISSN : 28289935     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 701 Documents
PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH REMAJA DI SMAN 101 JAKARTA BARAT Nora, Adri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i2.1748

Abstract

AbstractWriting is a very important creative activity because one can easily convey ideas or opinions verbally to audiences. The purpose of writing is to change the belief of the reader, instill an understanding to the reader, and stimulate the thinking process to the author. A writing itself can be divided into two namely, scientific writing and non-scientific writing. To write a good paper is not easy, often said to be a difficult job. This happens to students at SMAN 101 Jakarta. The students complained about not being able to make good and true scientific papers. Thus, the purpose of this study is to provide writing training to students of SMAN 101 so that they can write good and correct papers. The execution method is carried out by holding training for three months every Thursday from 15.00 to 16.30. Each training is given different materials. After the materials were given, the students were then given the task of creating scientific papers. The results obtained after the writing of this writing is that students are gradually able to make good and correct writing. Then, the emergence of self-confidence in the students to start following the writing contest. The conclusion of the writing exercise is the change of views from the students on how to write scientific papers, where before they did not know how to make a good and correct writing. After attending the event, they finally made a good paper and in accordance with the existing provisions. In addition, the students also began to believe in following scientific writing competitions. Keywords: Writing, Scientific Writing, Writing Training AbstrakMenulis merupakan kegiatan kreatif yang sangat penting karena seseorang dapat dengan mudah menyampaikan ide atau pendapatnya secara verbal ke khalayak. Tujuan menulis adalah untuk merubah keyakinan pembaca, menanamkan pemahaman kepada pembaca, dan merangsang proses berfikir kepada penulis. Suatu tulisan sendiri dapat dibagi menjadi dua yaitu, tulisan ilmiah dan tulisan nonilmiah. Untuk menulis suatu karya tulis yang baik tidaklah mudah, bahkan sering dikatakan pekerjaan yang sulit. Hal ini yang terjadi pada siswa di SMAN 101 Jakarta. Para siswanya mengeluh karena tidak mampu membuat karya tulis ilmiah yang baik dan benar. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pelatihan penulisan kepada siswa SMAN 101 agar mereka dapat menulis karya tulis yang baik dan benar. Metoda pelaksanaan dilakukan dengan mengadakan pelatihan selama tiga bulan setiap hari kamis mulai  dari jam 15.00 hingga pukul 16.30. Setiap pelatihan diberikan materi yang berbeda-beda. Setelah diberikan materi, para siswa kemudian diberikan tugas untuk membuat karya tulis ilmiah.   Hasil yang didapatkan setelah mengadakan pelatihan penulisan ini adalah para siswa sedikit demi sedikit mampu untuk membuat karya tulis yang baik dan benar. Kemudian, munculnya kepercayaan diri pada para siswa untuk mulai mengikuti lomba-lomba karya tulis. Kesimpulan dari pelaksanaan pelatihan menulis tersebut adalah adanya perubahan pandangan dari para siswa tentang cara penulisan karya tulis ilmiah, dimana sebelumnya mereka tidak mengetahui bagaimana membuat karya tulis yang baik dan benar. Setelah mengikuti kegiatan tersebut, akhirnya mereka bias membuat karya tulis yang baik dan sesuai dengan ketentuan yang ada. Selain itu, para siswa juga mulai percaya diri untuk mengikuti lomba-lomba karya tulis ilmiah.  Kata Kunci : Menulis, Karya tulis ilmiah, Pelatihan penulisan
PROGRAM PENCATATAN IDENTIFIKASI KESEHATAN DAN REKAM KESEHATAN PERSONAL SISWA DI SDN DURI KEPA 11 PAGI JAKARTA BARAT Rumana, Nanda Aula
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i2.1747

Abstract

Abstract Creating a welfare society evenly, equitable, and prosperous is not only the responsibility of the government, but also Indonesian society itself. The government together with the society to take part in community development. The college is an institution that is strategic in accelerating the development of society. Law No. 12 of 2012 on Higher Education states that universities are obliged to provide education, research, and community service. It is also stipulated in Law No. 20 of 2003 on National Education System and Law Number 14 of 2005 on Teachers and Lecturers. Currently the community service activities are still a chore for the academics. It is proven that number of community services are only 3.000 titles compared to the number of titles of research which reached 12.470. The community service especially on health aspects should be a prioritized factor because it is an indicator of a country's welfare. One of the vital health services is medical record. This community service aims to inform the importance of health recording and health identification each of the personal of student. Community service was held in Duri Kepa SDN 11 Pagi Jakarta Barat targeted classroom teachers, school health supervisors and headmaster. Lectures and discussions were focused for 20 minutes. Recording the health identification and personal health record of students become very necessary because it can be a reference to the orderly administration of an educational institution so that the data search, especially health data to be effective and efficient.Keywords: record, health, education AbstrakMenciptakan masyarakat yang sejahtera secara merata, adil, dan makmur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga masyarakat indonesia itu sendiri. Pemerintah bersinergi bersama masyarakat turut andil dalam pembangunan masyarakat. Perguruan tinggi merupakan lembaga yang cukup strategis dalam mempercepat pembangunan masyarakat. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menyebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib untuk menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut juga tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Saat ini kegiatan pengabdian kepada masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah bagi kaum akademisi. Terbukti jumlah pengabdian masyarakat hanya mencapai 3.000 judul dibanding jumlah judul penelitian yang mencapai 12.470. Pengabdian masyarakat terutama aspek kesehatan menjadi faktor yang harus diutamakan karena menjadi indikator kesejahteraan suatu negara. Salah satu pelayanan kesehatan yang cukup vital adalah rekam medis. Pengabdian masyarakat kali ini bertujuan untuk menginformasikan betapa pentingnya pencatatan identifikasi kesehatan dan rekam kesehatan personal siswa. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di SD Negeri Duri Kepa 11 Pagi Jakarta Barat dengan sasaran guru kelas, pembina UKS serta kepala sekolah. Ceramah dan diskusi dilakukan secara terarah selama 20 menit. Pencatatan identifikasi kesehatan dan rekam kesehatan personal siswa menjadi sangat diperlukan karena dapat menjadi acuan tertibnya administrasi pada sebuah lembaga pendidikan sehingga pencarian data terutama data kesehatan menjadi efektif dan efisien.Kata kunci: rekam, kesehatan, pendidikan
KARYA PEMBANGUNGAN DI PASIR BARAT JAMBE, TANGERANG BANTEN Yulfitri, Alivia
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i2.1746

Abstract

AbstractUtilization of the Internet using a web browser, currently being media and learning resources that unlimited. Advancement of science and information technology has expanded the media to acquire knowledge and learning of students and teachers easily. Media teaching in schools is not just rely on the teacher as the sole source of information. Similarly, textbooks and the surrounding environment. Internet becomes a media of learning the most practical to complement all media and learning resources that already exist. In addition, through the internet provided a variety of information, learning resources, and books that some can be downloaded free of charge by students and teachers. It is very helpful learning in which the price of books had been more expensive. Current conditions, vocational students are not familiar in the use and utilization of the Internet in the learning process. Therefore, held training use of the Internet using a web browser at SMK, as a form of community service in college. The training given to students and teachers. The Internet application using a web browser application Internet Explorer and Firefox. The training discussed on the internet, web browser, benefits. how to setting, how to use the application as well as take advantage of search engine. The results achieved are expected students and teachers can utilize the internet using a web browser to obtain the information, science, knowledge and free books to support the learning process in schools. Keywords: internet, web browser, learning, information technology AbstrakPemanfaatan Internet menggunakan browser web, saat ini sedang media dan sumber belajar yang tak terbatas. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi telah memperluas media untuk memperoleh pengetahuan dan pembelajaran siswa dan guru dengan mudah. Pengajaran media di sekolah tidak hanya mengandalkan guru sebagai satu-satunya sumber informasi. Begitu pula buku teks dan lingkungan sekitar. Internet menjadi media pembelajaran yang paling praktis untuk melengkapi semua media dan sumber belajar yang sudah ada. Selain itu, melalui internet disediakan beragam informasi, sumber belajar, dan buku yang beberapa dapat didownload secara gratis oleh siswa dan guru. Sangat membantu belajar dimana harga buku menjadi lebih mahal. Kondisi saat ini, siswa SMK tidak asing lagi dalam penggunaan dan pemanfaatan internet dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diadakan penggunaan pelatihan internet dengan menggunakan browser web di SMK, sebagai bentuk pengabdian masyarakat di perguruan tinggi. Pelatihan diberikan kepada siswa dan guru. Aplikasi internet menggunakan aplikasi web browser Internet Explorer dan Firefox. Pelatihan dibahas di internet, web browser, tunjangan. Cara settingnya, cara menggunakan aplikasi sekaligus memanfaatkan mesin pencari. Hasil yang diraih diharapkan siswa dan guru dapat memanfaatkan internet menggunakan browser web untuk mendapatkan informasi, sains, pengetahuan dan buku gratis untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah.Kata kunci: internet, browser web, pembelajaran, teknologi informas
PEMBERDAYAAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DALAM MEMILIH JAJANAN YANG SESUAI DENGAN PRINSIP GIZI SEIMBANG REMAJA USIA 13-15 TAHUN Nadiyah, Nadiyah; Andriani, Nova; Ardiani, Dinda Yulian; Husna, Dita Amalia; Rizki, Al Dwi Putri; Dhea, Andini; Utari, Jumiati
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i2.1745

Abstract

AbstractOver-nutrition among adolescents aged 13-15 years in Indonesia is increasing from moderate (5-9%) in 2010 to severe level (>10%) in 2013. DKI Jakarta has the third highest prevalence of overweight among adolescents 13-15 aged years, which is above national prevalence. High calorie snacks cause overweight in adolescents. SMP Negeri 16 is one of junior high schools in urban area in South Jakarta. SMP 16 is located in a strategic area and near three minimarkets that provide various snacks. Objective of this activity is to empower students to choose appropriate snack with their nutritional need. This activity was conducted in SMP 16, from 30 September to 12 October 2016. In concept, this activity was begun with situation and problem analysis and started from planning, organizing, actuating then evaluating. This activity introduced nutritional balance concept, the pattern of nutritional balance for adolescents aged 13-15 years and demonstrated them how to select the appropriate snacks with the adolescence nutritional balance. The result indicated that the over-nutrition (overweight and obesity) problem in SMP 16 has high category (33%). As 58% students has body fat percentage above normal. Most of them consume high calorie drinks three to six in a week. Canteen in SMP 16 has not provided healthy and nutritious snacks. T-test statistic between student pre-test and post-test was applied to evaluate this activity, there was improvement in their knowledge and attitude toward appropriate snacks after this activity (p=0,000). Keywords: overweight, adolescent, high calorie AbstrakMasalah kegemukan remaja usia 13-15 tahun di Indonesia meningkat dari kategori moderate/sedang (5-9%) menjadi severe/parah (>10%). DKI Jakarta merupakan propinsi ketiga tertinggi dengan prevalensi gemuk dan sangat gemuk pada anak usia 13-15 tahun, prevalensinya di atas angka nasional. Makanan/minuman selingan manis tinggi kalori yang banyak digemari oleh para remaja saat ini berisiko menyebabkan overweight ataupun obesitas pada remaja. SMP Negeri 16 Jakarta merupakan salah satu SMP di wilayah perkotaan Jakarta tepatnya Jakarta Selatan. SMPN 16 memiliki lokasi yang sangat strategis, akses yang sangat dekat dengan ketiga minimarket sekaligus menyebabkan mudah memperoleh berbagai jenis minuman dan makanan ringan yang tersedia lengkap dengan berbagai pilihan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan siswa agar mampu secara mandiri memilih makanan minuman selingan yang benar dan sesuai dengan kebutuhan gizi remaja usia 13-15 tahun. Kegiatan pengabdian masyarakat diselenggarakan di SMP N Jakarta, dari tanggal 30 September hingga 12 Oktober 2016. Secara konsep, kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan analisis situasi dan masalah.  Kegiatan pada dimulai dari tahap planning lalu organizing kemudian actuating, diakhiri dengan evaluating. Penyuluhan mengenalkan konsep gizi seimbang, pola gizi seimbang bagi remaja usia SMP, dan memberdayakan siswa agar mampu secara mandiri memilih jenis makanan dan minuman selingan yang sesuai dengan kebutuhan gizi remaja. Hasilnya menunjukkan SMPN 16 memiliki tingkat masalah kegemukan yang tinggi (33%). Sebanyak 58% siswa memiliki persen lemak tubuh di atas normal. Sebagian besar mahasiswa mengkonsumsi minuman-minuman tinggi kalori 3-6 kali perminggu. Kondisi kantin SMPN 16 belum mampu mendukung terciptanya jajanan sehat bergizi bagi siswa. Berdasarkan uji statistik t-test antara pre-test dan post-test, terdapat perbaikan pengetahuan dan sikap siswa setelah diberikan penyuluhan (p=0,000). Kata kunci: kegemukan, remaja, tinggi kalori
PEDULI SARAPAN DAN JAJANAN SEHAT, SERTA HIGIENE DAN SANITASI LINGUNGAN SEKOLAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SEPATAN TIMUR Angkasa, Dudung; Sitoayu, Laras; Fauzi, Maulana; Putri, Vina Rizky; Mulyadi, Mulyadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i2.1743

Abstract

AbstractSchool-aged children are among those vulnerable to nutritional problems. Irregular breakfast, unable to choose healthy snacks and poor personal hygiene are major factors in promoting nutritional problems among school-age children. Provision of nutritional and hygiene education is needed to improve students' eating knowledge, attitudes and behavior as well as personal hygiene. Preliminary survey showed about 24.5% of students had underweight, 12.2% overweight based on BMI for age; Most students (92%) have a regular daily breakfast; however based on single 24 hours food recall, only 3%, 6.7%, 24.2% and 13.7% met energy, carbohydrate, protein and fat intake, respectively ; 54% of students have high snacking frequency  (> 3x / day); small proportion of them consume vegetable (20%) and fruit (15%); proportion of student with poor personal hygiene about 28.4%. This activity was carried out in 14 primary schools in the working area of West Kedaung Community Health Center, East Sepatan, Tangerang District. A total of 1300 students from 14 schools were involved in this activity. The activity namely 1) nutrition counseling with the topics were:  food guide, breakfast and healthy snacks which followed by pre-post test; 2) seven-step handwashing practice; 3) Personal hygiene  practices; 4) distribution of educational posters; 5) a nutrition and seven-step dance hand washing contest. Results showed score increment for nutrition knowledge, breakfast and healthy snacks from 47.63 to 60.49; student were ablet to carry out a healthy meal, capable of performing seven handwashing steps, able to dispose of the garbage in its place, and the creation of a seven-step handwashing dance. Related to sanitation, the results of the activities show the improvement of school environment cleanliness such as toilets, yard, and classroom. However, only 10 out of 14 schools who progress to nutrition and seven-step handwashing dance creations contest. This activity should be continued to promote good eating and hygiene habits that can prevent nutritional problems in the future . Keywords: nutrition knowledge, breakfast, hand washing, sanitation, school children AbstrakAnak usia sekolah termasuk kelompok yang rentan terhadap masalah gizi. Tidak teratur sarapan, tidak mampu memilih jajanan sehat dan jeleknya hygiene individu merupakan faktor utama dalam mencentus masalah gizi pada anak usia sekolah. Pemberian pendidikan gizi dan hygiene diperlukan agar dapat meningkatkan pengetahuan siswa, memperbaiki sikap dan perilaku makan dan hygiene. Hasil survey pendahuluan menunjukkan sebanyak 24.5% siswa/i mengalami kurus+sangat kurus, 12.2% kegemukan berdasarkan IMT/U; sebanyak 92% memiliki kebiasaan  rutin sarapan tetapi berdasarkan recall asupan 24 jam, hanya 3%, 6.7%, 24.2% dan 13.7% secara berturut yang cukup energi, karbohidrat, protein dan lemak; 54% siswa/i memiliki perilaku jajan yang tinggi (>3x/hari); asupan sayur dan buah masing-masing 20% dan 15% serta perilaku hygiene yang kurang sebanyak 28.4%. Kegiatan ini dilaksanakan di 14 sekolah dasar di wilayah kerja puskesmas Kedaung Barat, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Total 1300 siswa/i dari 14 sekolah terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan ini berupa penyuluhan tentang gizi, sarapan pagi dan jajanan sehat yang dilanjutkan dengan pre-post test; praktek tujuh langkah cuci tangan; praktek kebersihan dengan operasi semut; penyebaran poster; lomba cerdas cermat dan lomba tari tujuh langkah cuci tangan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan gizi, sarapan dan jajanan sehat dari 47.63 menjadi 60.49, dibawanya bekal sehat, mampunya melakukan tujuh langkah cuci tangan, mampunya membuang sampah pada tempatnya, dan adanya kreasi tarian tujuh langkah cuci tangan. Terkait sanitasi, hasil kegiatan menunjukkan terlihatnya peningkatan kebersihan lingkungan sekolah seperti toilet, halaman, dan ruang kelas. Kekurangan dalam kegiatan ini iala saat puncak acara berupa lomba cerdas cermat dan kreasi tari hanya dapat diikuti oleh 10 sekolah. Harapannya, kegiatan ini terus dipromosikan sehingga terbentuk kebiasaan baik yang dapat mencegah masalah gizi dikemudian hari.Kata kunci: pengetahuan gizi, sarapan, cuci tangan, sanitasi, anak sekolah
PELATIHAN ARIMATIKA BAGI IBU-IBU (ORANG TUA SISWA) DI YAYASAN PERGURUAN BIRRUL WAALIDAIN DESA SEMPLAK BOGOR Manurung, Alberth Supriyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i2.1741

Abstract

AbstractThe intelligence of an elementary school teacher in presenting the material needs to be supported by the role of the parents. Parents need to be given a useful measures facilitate students add information lesson is in progress. From this we know bahwasannya improve and develop the quality of knowledge of Mathematics becomes important. Elementary School Students easier to remember and understand mathematics if she was happy to do that and be accompanied with real experience in everyday life. The Role of Higher Education through the three responsibilities of Higher Education is implementing Education, Research and Community Service. One form of liability and the concern then as Lecturer or are based in the Faculty of Education Esa Unggul University, intends to carry out Community Service through training Arithmetic for mothers (parents) in Education Foundation Birrul Waalidain Keywords: training, arithmetic, education AbstrakKecerdasan seorang guru Sekolah Dasar dalam menyampaikan materi perlu didukung oleh peran orang tua murid tersebut. Para orang tua murid perlu diberikan suatu tindakan yang berguna mempermudahkan siswa menambah informasi pelajaran yang sedang berlangsung. Dari sini kita tahu bahwasannya meningkatkan dan mengembangkan kualitas pengetahuan tentang Matematika menjadi hal yang penting. Siswa Sekolah Dasar lebih mudah mengingat dan memahami pelajaran Matematika jika dia senang melakukan hal tersebut dan disertai dengan pengalaman nyata yang ada di kehidupan sehari-hari. Peran Perguruan Tinggi melalui Tridharma Perguruan Tinggi adalah melaksanakan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Salah satu bentuk kewajiban dan kepedulian tersebut maka  sebagai Dosen Tetap atau berpangkalan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Esa Unggul,  bermaksud melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat melalui pelatihan Aritmatika bagi Ibu-ibu (orang tua siswa) di Yayasan Perguruan Birrul Waalidain Kata kunci : pelatihan, aritmatika, pendidikan
KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS MELALUI GERAKAN SEDERHANA SENAM OTAK (BRAIN GYM) DI SD PELITA 2, JAKARTA BARAT Susanto, Ratnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i2.1740

Abstract

AbstractThe problems of national education faced today and become a part of concern to provide guidance in the form of education and training in program Service for People (AbdiMas) to schools is the findings on: (1) The focus of learning is still based on cognitive and tend to emphasize the left brain (2 ). The learning approach is oriented mainly to the teachers, and less attention to the needs and problems of children's learning, and (3) learning environment that is not conducive to optimizing the potential of the child. So much needed classroom management skills as teacher competence in understanding, diagnosing, facilitating the creation of a learning environment that is safe, comfortable, fun, natural (stress-free) and facilitate the child learns to move information capture and engage the senses Senses as device dimensions of learning. It can be created through conditioning learning/customizing of brain exercise with movement PACE and the combination of some simple movements of other, learners can define learning goals, coordinating the movements to the rhythm of learning, have a social environment and a positive emotional, process skills pay attention (noticing), development process, a good learning attitude, aspreciation to yourself and others and celebrating the success of self. The training given to the teachers and students of Pelita 2 Primary School in Yayasan Budhi Bakti.Keywords: Classroom Management Skills, Gymnastics brain, Brain Gym, PACE. AbstrakPermasalahan pendidikan nasional yang dihadapi saat ini dan menjadi bagian perhatian untuk melakukan pendampingan berupa pendidikan dan pelatihan dalam program Pengabdian bagi Masyarakat (AbdiMas) kepada sekolah adalah adanya temuan atas: (1)  Fokus pembelajaran yang masih berbasis kognitif  dan cenderung menekankan pada otak kiri (2). Pendekatan pembelajaran yang masih berorientasi pada guru, dan kurang memperhatikan kebutuhan dan permasalahan belajar anak, dan (3) Suasana pembelajaran yang belum kondusif  untuk mengoptimalkan potensi anak.  Maka sangat dibutuhkan keterampilan manajemen kelas sebagai kompetensi guru dalam upaya memahami, mendiagnosa, memfasilitasi terciptanya suasana belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, alami (bebas stress) dan memfasilitasi anak belajar menangkap informasi dengan bergerak dan melibatkan penca indera sebagai dimensi perangkat belajar. Hal ini dapat diciptakan melalui pengkondisian belajar/pembiasaan senam otak dengan gerakan PACE dan kombinasi beberapa gerakan sederhana lainnya, peserta didik dapat menentukan tujuan belajarnya, mengkordinasikan gerakan untuk irama belajar, memiliki lingkungan sosial dan emosional yang positif, keterampilan proses memperhatikan (noticing), pengembangan proses, sikap belajar yang baik, aspresiasi pada diri dan orang lain serta merayakan keberhasilan diri.  Pelaksanaan pelatihan diberikan kepada para pendidik dan peserta didik SD Pelita 2 di Yayasan Budhi Bakti.Kata Kunci : Keterampilan Manajemen Kelas, Senam otak,  Brain Gym, PACE.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN HUKUM SECARA DINI PADA ANAK-ANAK MARJINAL DI SEKOLAH GRATIS MASTER DEPOK Ernawati, Ernawati; Baharudin, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i1.1677

Abstract

AbstractThe existence of marginal groups such as street children, singers, beggars and hawkers from year to year increase. Ironically, most of them belonging to children under age for work. They are scattered in various strategic locations, such as around the traffic light, strip malls, as well as a place that became the center of the crowd. But unfortunately, the existence of those who work in the street can disturb the tranquility and safety of others including himself, and therefore their existence is often pursued by Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja). Therefore, many street children are traumatized and antipathy towards the government. It is this attitude that led to later acts disorderly and it is feared will lead to criminal acts such as stealing, impose, fighting, drugs, and the others. The purpose of this public service activities is to provide knowledge of the legal and ethical education of children in the elementary level of marginal Sekolah Gratis Master Depok. The method of implementation of these activities in the form of extension to provide an overview and explanation of some of the events of the empirical experienced by street children as well as sanctions of criminal threatening, as well as provide examples of good behavior when they are at school, at home, or outside the home. The results of this public service activities is the transfer of knowledge about the legal knowledge and ethical education when they interact with others in the school, home, or in their neighborhood for a living. The conclusion of this activity is the increased understanding of the legal and ethical when they are at home, school and place them earn a living. It can be detected by the question and answer session at the time of the extension took place.Keywords: street children, understanding of the law, ethics educationAbstrakKeberadaan kaum marjinal seperti anak-anak jalanan, pengamen, pengemis dan pengasong dari tahun ke tahun semakin bertambah. Ironisnya sebagian besar dari mereka tergolong anak-anak di bawah umur untuk bekerja. Mereka tersebar di berbagai lokasi strategis, seperti disekitar lampu merah, terminal, mall-mall, serta beberapa tempat yang menjadi pusat keramaian. Namun sayangnya, keberadaan mereka yang bekerja di jalanan tersebut dapat mengganggu ketentraman dan keselamatan orang lain termasuk dirinya sendiri, oleh sebab itu keberadaan mereka sering dikejar-kejar oleh  Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja). Oleh karena itu, banyak anak-anak jalanan yang menjadi trauma dan antipati terhadap pemerintah. Sikap inilah kemudian yang memunculkan tindakan-tindakan yang tidak tertib dan dikhawatirkan akan menjurus ke tindakan kriminal seperti mencuri, memalak, berkelahi, memakai narkoba, dan lain sebagainya. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan hukum dan pendidikan etika pada anak-anak marjinal  tingkat Sekolah Dasar di Sekolah Gratis Master Depok. Metode pelaksanaan kegiatan ini berbentuk penyuluhan dengan memberikan gambaran dan penjelasan beberapa kejadian-kejadian empirikal yang dialami oleh anak jalanan beserta sangsi-sangsi pidana yang mengancamnya, serta memberikan contoh-contoh perilaku yang baik ketika mereka berada di sekolah, dirumah, maupun di luar rumah. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya transfer pengetahuan tentang pengetahuan hukum dan pendidikan etika ketika mereka berinteraksi dengan orang lain di sekolah, rumah, maupun di lingkungan mereka mencari nafkah. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pemahaman hukum dan etika saat mereka berada di rumah, sekolah dan tempat mereka mencari nafkah. Hal ini dapat diketahui dengan adanya tanya jawab pada saat penyuluhan tersebut berlangsung.Kata kunci: anak jalanan, pemahaman hukum, pendidikan etika  
STRATEGI PERANCANGAN PROMOSI PARIWISATA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) WARUNG GO-SIP DI PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA Lucius, Christophera
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i1.1676

Abstract

AbstractIn 2002 Pulau Untung Jawa where located in Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, the government proclaimed as Desa Wisata Nelayan. Tourism in Pulau Untung Jawa is an attractive alternative for people in Jakarta and Tangerang requiring sights on weekends or on holidays. Pulau Untung Jawa residents also participate in the tourism program by providing a wide range of tourist facilities. One of the facilities is a favorite eating place in Pulau Untung Jawa, namely WARUNG GO-SIP. Although visitors quite crowded, especially on weekends and holidays, but visitors who come do not get the information about the communicative WARUNG GO-SIP. It is necessary for the design strategy of tourism promotion of UKM WARUNG GO-SIP is focused on the field of Visual Communication Design in the implementation of this program Community Services. The design strategy is based on the 5D Methodology of Design: Phase Discover, Define Phase, Design Phase, Phase Develop and Deliver Phase. The output of the print and visual media digital visual media that has been handed over to the owner WARUNG GO-SIP. Keywords: tourism promotion, UKM Pulau Untung Jawa, warung go-sip.AbstrakPada tahun 2002 Pulau Untung Jawa, yang terletak di Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, oleh pemerintah dicanangkan sebagai Desa Wisata Nelayan. Pariwisata di Pulau Untung Jawa merupakan alternatif yang menarik bagi penduduk di wilayah Jakarta dan Tangerang yang membutuhkan tempat wisata di akhir pekan atau di hari-hari libur. Para penduduk Pulau Untung Jawa juga ikut berperanserta dalam program pariwisata tersebut dengan menyediakan berbagai fasilitas wisata. Salah satu fasilitas itu adalah tempat makan favorit yang ada di Pulau Untung Jawa yaitu WARUNG GO-SIP. Meskipun pengunjungnya cukup ramai terutama pada akhir minggu dan hari-hari libur, tetapi pengunjung yang datang tidak mendapatkan informasi yang komunikatif tentang WARUNG GO-SIP. Untuk itu diperlukan strategi perancangan promosi pariwisata UKM WARUNG GO-SIP yang difokuskan pada bidang Desain Komunikasi Visual dalam pelaksanaan program Pengabdian pada Masyarakat ini. Strategi desain tersebut didasarkan pada 5D Methodology of Design: Discover Phase, Define Phase, Design Phase, Develop Phase, dan Deliver Phase. Output yang dihasilkan berupa media visual cetak dan media visual digital yang telah diserahkan kepada pemilik WARUNG GO-SIP.Kata kunci: promosi pariwisata, UKM Pulau Untung Jawa, warung go-sip
PERANCANGAN ULANG CORPORATE IDENTITY WISATA PULAU UNTUNG JAWA Viter, Jhon
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i1.1675

Abstract

AbstractCorporate identity design required for the development of tourism on the island of Java and the profit to build the company's image. The concept of corporate identity design Untung Jawa Island districts South Thousand Islands, Thousand Islands regency, Jakarta made in accordance with the identity of this island, that island with a variety of offerings beautiful natural charm as well as providing full facilities for travel needs at an affordable price. Through the corporate identity logo design with eye catching impression of the concept, of the elements that are applied as an attraction that shows the personality characteristic of the island, and then apply it on various media related promotions. In the design, method of designing a technique or method used in designing a corporate identity. The method used in this design, among others through observation and data collection of reference works, while the application of methods of data analysis using SWOT qualitative analysis to solve the problem of designing corporate identity Untung Jawa Island itself. Application of the concept is applied focusing on segmentation of natural tourism, where nature contained in Untung Jawa Island is a potential and have a strong appeal for the people of Indonesia and foreign tourists who want to try the potential of exotic island and its facilities are provided. This is the basic design concept of corporate identity, developed into a key to reveal the identity as a tourist attraction.Keywords: redesign, corporate identity, Untung Jawa Island, tourism information                                                   AbstrakDesain corporate identity diperlukan untuk  pengembangan pariwisata di pulau untung jawa dan untuk membangun citra perusahaan. Konsep perancangan corporate identity Pulau Untung Jawa kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta dibuat sesuai dengan identitas dari pulau ini, yaitu pulau dengan berbagai sajian pesona alamnya yang indah serta menyediakan fasilitas lengkap untuk kebutuhan wisata dengan harga terjangkau. Melalui perancangan logo pada corporate identity dengan konsep kesan eye catching, dari elemen-elemen yang diterapkan sebagai daya tarik  yang menunjukkan kepribadian ciri khas  dari pulau tersebut, kemudian mengaplikasikannya pada berbagai media promosi yang terkait. Dalam perancangannya, metode perancangan merupakan teknik atau cara yang digunakan dalam merancang sebuah corporate identity. Metode yang dilakukan pada perancangan ini antara lain melalui pengumpulan data secara observasi dan acuan karya, sedangkan penerapan metode analisis datanya menggunakan analisa kualitatif SWOT untuk memecahkan masalah perancangan corporate identity Pulau Untung Jawa itu sendiri. Penerapan konsep yang diterapkan berfokus pada segmentasi pariwisata alamnya, dimana wisata alam yang terdapat di Pulau Untung Jawa sangat berpotensi dan memiliki daya tarik yang kuat bagi masyarakat Indonesia dan para turis asing yang ingin mencoba potensi pulau yang eksotis beserta sarana yang diberikan. Inilah yang menjadi dasar perancangan konsep corporate identity, yang dikembangkan menjadi kunci memunculkan identitas sebagai daya tarik pariwisata.Kata kunci: Pulau Untung Jawa, perancangan identitas pulau

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 12, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 03 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 5 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 05 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 04 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 03 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 05 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 04 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 03 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 01 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 05 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 04 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 03 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 01 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 04 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 03 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 01 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 4 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS Vol 6, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS Vol 5, No 4 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas More Issue