cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
ANALISIS BIOINFORMATIKA MUTASI S228I PROTEIN PCNA DAN PENGARUHNYA PADA STRUKTUR 3 DIMENSI PROTEIN Dewi, Syarifah
Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity Vol 1, No 1 (2017): Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProliferating cell nuclear antigen (PCNA) adalah protein penjepit DNA yang meningkatkan efektivitas kerja DNA polimerase eukariot. Protein ini mempunyai struktur berbentuk cincin yang mengelilingi DNA dan meningkatkan processivity pada proses replikasi DNA. Mutasi titik pada gen PCNA manusia, Ser228Ile, akan menghasilkan kelainan autosomal resesif dengan gejala penyakit gangguan perbaikan kerusakan DNA seperti Xeroderma pigmentosum, Cockayne syndrome, dan Ataxia telangiectasia. Mutasi ini letaknya berdekatan dengan dengan situs pengikatan protein pengikat PCNA. Mutasi Ser228Ile pada protein PCNA akan menyebabkan perubahan pada struktur IDCL (interdomain connecting loop) dan PIP-binding pocket sehingga mengganggu pengikatan protein ligan ke PCNA dan fungsinya yang sebagian besar berhubungan dengan proses replikasi dan perbaikan DNA Kata kunci: analisis, bioinformatika, dimensi protein
DIHYDROPTEROATE SYNTHASE (DHPS) TERHADAP EFEKTIFITAS TERAPI PNEUMOCYSTIS Tjampakasari, Conny Riana
Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity Vol 1, No 1 (2017): Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDihydropteroate synthase (DHPS) merupakan target enzimatik atau target gen untuk sulfonamid yang merupakan obat utama untuk profilaksis atau pengobatan terhadap infeksi oleh jamur Pneumocystis. Kombinasi dari trimetoprim sulfametoksazol banyak digunakan untuk lini pertama profilaksis dan pengobatan pneumonia karena Pneumocystis jirovecii serta untuk mikroba patogen lainnya seperti Plasmodium falciparum, Toxoplasma gondii dan Streptococcus pyogenes. Genom DHPS terletak pada kromosom 19p132 dengan ukuran 9045 basis, memiliki 9 ekson dan membentang sekitar 5 kb. Mutasi gen DHPS berdasarkan penelusuran SNP terjadi perubahan dari Arginin (R) menjadi Cystein  (C) pada posisi protein 174 dan 44.  Sedangkan berdasarkan analisis komparatif protein struktyr sekunder, protein DHPS yang normal, posisi asam amino ke 622 adalah Prolin dengan struktur sekunder asam amino berbentuk coil, sedang pada protein DHPS yang mutan, posisi asam amino ke 622 adalah Leusin dengan struktur sekunder asam amino berbentuk coil pula. Hal ini  menyebabkan tidak ada perbedaan struktur sekunder pada protein DHPS normal dan mutan. Dengan ditemukannya gen mutasi tersebut maka  target enzimatik atau target gen untuk sulfonamid yang merupakan obat utama untuk profilaksis atau pengobatan Pneumocystis menjadi terhambat. Kata kunci: DHPS, efektifitas, terapi pneumocystis
BIOADSORPSI SPESI SULFUR DALAM ION TIOSULFAT OLEH THIOBACILLUS THIOPARUS DENGAN BANTUAN ZEOLIT ALAM LAMPUNG SEBAGAI MEDIUM ADSORPSI Hidayanto, Ariyo Prabowo; Dianursanti, Dianursanti; Karamah, Eva F; Wulan, Praswasti PDK
Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity Vol 1, No 1 (2017): Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSelain dapat menurunkan keekonomisan gas bumi, gas buang yang mengandung senyawa sulfur juga memiliki potensi yang dapat menimbulkan pencemaran udara jika terlepas ke udara. Untuk mengurangi kadar senyawa ini, proses bioadsorpsi dapat digunakan dengan menggabungkan proses degradasi oleh aktivitas mikroba dalam hal ini melalui aktivitas bakteri Thiobacillus thioparus dengan proses adsorpsi melalui bantuan material berpori yaitu zeolit alam Lampung sebagai adsorben. Pada tahap pembuatan medium dan fase tumbuh kultur Thiobacillus thioparus, koloni sel dijaga pada fase log yang akan terbentuk mulai hari ke 4 dan berhenti pada hari ke 8 dengan pH optimum harus stabil pada rentang 6 – 8. Pada fase inilah kultur digunakan pada proses bioadsorpsi. Zeolit sebagai bahan pengisi kolom bioadsorpsi juga sebelumnya di preparasi dengan proses mekanik untuk menyeragamkan ukuran diameter partikel yaitu sebesar ± 1 – 2 mm. BET autosorb digunakan untuk mengetahui profil fisik dari zeolit yaitu luas permukaan, volume pori, dan diameter pori. Pada proses bioadsorpsi, persentase reduksi tertinggi spesi sulfur pada ion tiosulfat dicapai sebesar 41,31 % pada jam ke 8. Sedangkan, proses bioadsorpsi akan terus berlanjut sampai mencapai jam ke 24 hingga tak tersedianya lagi sulfur yang dapat didegradasi oleh Thiobacillus thioparus, maka sel memasuki fase kematian hingga mengakhiri proses yang terjadi.Kata kunci : Thiobacillus thioparus, zeolit alam lampung, bioadsorpsi
IDENTIFIKASI DAN ISOLASI HALOALKANA DEHALOGENASE DARI PSEUDOMONAS AERUGINOSA STRAIN LOKAL Nora, Adri; Ratnaningsih, Enny; Natalia, Dessy
Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity Vol 1, No 1 (2017): Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSenyawa organohalida banyak digunakan dalam industri sebagai pestisida dan aditif untuk bensin. Salah satu senyawa organohalida yang banyak diproduksi adalah 1,2-dikloroetana (DCE). Namun, senyawa organohalida merupakan polutan yang dapat membahayakan lingkungan karena senyawa ini sulit terdegradasi dan bersifat karsinogenik. Beberapa bakteri diketahui mampu mendegradasi DCE seperti bakteri dari genus Pseudomonas, Bradyrizhobium, dan Xantobacter. Bakteri-bakteri tersebut menghasilkan haloalkana dehalogenase yang mampu mengkatalisis pemutusan ikatan antara karbon dengan halogen. Pada DCE katalisis dehalogenase menghasilkan 2-kloroetanol, ion halida, dan  proton. Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi dan isolasi haloalkana dehalogeanse dari Pseudomonas aeruginosa strain lokal. Pseudomonas aeruginosa diidentifikasi dengan PCR16S ribosomal DNA menggunakan Unibi (5’-GGT TAC (GC) TTG TTA CGA CTT-3) sebagai primer maju dan BactF-1 (5’-AGA GTT TGA TCA CTG GCT CAG-3’) sebagai primer mundur. Pseudomonas aeruginosa dapat tumbuh dalam medium Luria Bertani dan minimal medium yang mengandung DCE 1─10mM. Haloalkana dehalogenase yang dihasilkan merupakan enzim intrasel dengan aktivitas spesifik 8,809 unit/mg protein (unit = µmol Cl- / menit). Isolasi dan fraksinasi haloalkana dehalogenase menghasilkan aktivitas spesifik menjadi 32,108 unit/mg protein (naik 3,5 kali dibandingkan ekstrak kasarnya). Jika dibandingkan dengan Pseudomonas aeruginosa OK1, Pseudomonas aeruginosa strain lokal ini lebih berpotensi untuk digunakan dalam bioremediasi karena Pseudomonas aeruginosa strain lokal memiliki aktivitas spesifik yang lebih besar dan kemampuan tumbuh yang lebih cepat dibandingkan OK1. Kata Kunci : 1,2-dikloroetana, Pseudomonas aeruginosa, haloalkana dehalogenase
ANALISIS KOMPARASI FERNING TEST FASE OVULASI PADA WANITA PEKERJA DAN IBU RUMAH TANGGA USIA PRODUKTIF Novianti, Titta
Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity Vol 1, No 1 (2017): Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Siklus menstruasi merupakan suatu periode berlangsungnya perubahan fisiologi pada wanita. Menstruasi terjadi dalam rentang waktu antara fase perdarahan menstruasi yang satu dengan fase perdarahan menstruasi berikutnya. Pada kenyataanya wanita tidak memiliki siklus menstruasi normal, tidak memiliki pola tertentu. Wanita yang mengalami gangguan masalah reproduksi berkaitan erat dengan siklus mesntruasi ditentukan akibat gangguan pada fisik dan psikis sehingga menyebabkan kecemasan dan stress. Beban pekerjaan yang tinggi pada wanita pekerja dapat menekan dan menghambat kerja hormon sehingga siklus reproduksi terganggu atau terhambat. Eksresi hormone estrogen, yang menunjukkan fase ovulasi dapat diamati dengan adanya kristal fern pada apusan kelenjar saliva (air liur). Pada penelitian ini dilakukan analisis secara komparasi eksresi hormone estrogen melalui apusan kelenjar saliva, saat fase ovulasi pada wanita pekerja dan ibu rumah tangga usia produktif, untuk membandingkan adanya perbedaan fase ovulasi pada wanita pekerja dan ibu rumah tangga. Responden penelitian adalah para wanita pekerja urban dan  ibu rumah tangga usia produktif masing-masing sebanyak 15 orang, di wilayah Tangerang Selatan. Pengambilan sampel penelitian secara acak dengan metoda random sampling, dan metode penelitian cross sectional. Sampel adalah air saliva dari wanita pekerja urban dan ibu rumah tangga pada pagi hari saat bangun tidur, yang dioleskan diatas kaca objek dengan menggunakan cutton bud. Dilakukan pengamatan di bawah mikroskop dan dilakukan analisis data komparasi dengan uji statistic Mann Whitney.  Hasil pengamatan pada apusan kelenjar saliva, menunjukkan dari 15 orang wanita pekerja urban terdapat 6 orang tidak mengeksresikan kristal fern berarti tidak terjadi ekskresi hormone estrogen pada hitungan kalender yang seharusnya sudah ovulasi. Dan sekitar  4 orang pada ibu rumah tangga tidak terekskresikan Kristal fern. Hasi uji komparasi menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang cukup berarti ekskresi hormone ini pada hitungan kalender masa ovulasi, antara wanita pekerja urban dan ibu rumah tangga dengan p > 0,05.Kata kunci :  wanita pekerja, ibu rumah tangga, ovulasi, ferning test, usia produktif

Page 3 of 3 | Total Record : 25