cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi)
ISSN : 25797239     EISSN : 25800523     DOI : -
Core Subject : Health,
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang bertujuan untuk memajukan dan menyebarluaskan perkembangan terbaru dalam bidang kedokteran gigi. Jurnal ini ditujukan untuk dosen, dokter/dokter gigi, mahasiswa, serta pihak-pihak lain yang menaruh minat dalam perkembangan ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 107 Documents
PENGARUH MENGUNYAH BUAH APEL MANALAGI TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK USIA 9-12 TAHUN Edi Karyadi; Maissi Ardha Roza
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akumulasi plak gigi merupakan etiologi utama karies gigi dan penyakit periodontal, diperlukan usaha untuk mencegah akumulasi plak pada permukaan gigi dan gingiva. Kontrol plak dilakukan dengan mengunyah makanan yang padat dan berserat. Efek mekanis dari gerakan mengunyah dapat membersihkan plak pada permukaan gigi. Buah apel (Malus sylvestris Mill.) mempunyai efek kimiawi karena mengandung zat aktif anti bakteri yaitu tannin. Mengunyah buah Apel Manalagi (Malus sylvestris Mill.) dapat menstimulasi aliran saliva sebagai efek fisiologis self cleansing. Siswa sekolah dasar usia 9-12 tahun merupakan periode yang tepat untuk menanamkan sikap positif terhadap kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mengunyah buah Apel Manalagi (Malus sylvestris Mill.) terhadap penurunan indeks plak kajian dilakukan pada siswa usia 9-12 tahun di SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental semu. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Pengukuran plak gigi menggunakan indeks PHP-M untuk periode gigi bercampur. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu sebanyak 30 subjek. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis menggunakan uji t berpasangan menunjukkan terdapat perbedaan dengan signifikansi p0.05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh mengunyah buah Apel Manalagi (Malus sylvestriss Mill.) terhadap penurunan indeks plak.Kata kunci: Buah Apel Manalagi, indeks plak, mengunyah
PERBANDINGAN APLIKASI CHLORHEXIDINE 2% DAN ASAM POLIAKRILAT 10% TERHADAP KEKUATAN TARIK BAHAN ADHESIVE SELF ETCH RESTORASI RESIN KOMPOSIT Anindita Diptya Kartika; Noor Hafida Widyastuti
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resin komposit merupakan bahan restorasi adhesif yang dapat berikatan dengan jaringan keras gigi melalui sistem bonding. Prosedur preparasi menghasilkan smear layer yang terdiri dari bakteri, hidroksiapatit dan kolagen yang terdenaturasi. Smear layer dapat menghalangi proses terjadinya perlekatan yang sempurna bahan adhesive terhadap struktur gigi. Chlorhexidine dan asam poliakrilat 10% merupakan molekul kation yang biasanya digunakan sebagai bahan cavity cleanser dan dapat menghapuskan smear layer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aplikasi chlorhexidine 2% dan asam poliakrilat 10% terhadap kekuatan tarik bahan adhesive self etch restorasi resin komposit. Penelitian ini menggunakan sampel 32 gigi premolar permanen. Sampel dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diaplikasikan resin komposit dengan chlorhexidine 2% sebagai cavity cleanser, kelompok kedua diaplikasikan resin komposit dengan asam poliakrilat 10% sebagai cavity cleanser. Sampel direndam dalam saliva buatan selama 24 jam dan diinkubasi pada suhu 37°C. Sampel kemudian dilakukan thermocycling dengan suhu 60° C dan 4°C selama 1 menit setiap suhu, diulang 25 kali. Kekuatan tarik resin komposit diukur menggunakan Universal Testing Machine. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara kedua kelompok penelitian tersebut terdapat perbedaan nilai kekuatan tarik yang signifikan yakni p=0,000 (P0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa aplikasi asam poliakrilat 10% sebagai cavity cleanser memiliki kekuatan tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi chlorhexidine.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KAPAS (Gossypium sp.) TERHADAP KEKUATAN FLEKSURAL RESIN KOMPOSIT FLOWABLE Dendy Murdiyanto; Santi Galih Pratiwi
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 2. No 1. 2019
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resin komposit mempunyai berbagai macam jenis, salah satunya berdasar karakteristik alirannya adalah resin komposit flowable. Resin ini memiliki viskositas rendah yang menjadikannya mudah diaplikasikan dan filler yang rendah sehingga menyebabkan rendahnya terhadap kekuatan, salah satunya kekuatan fleksural. Cara meningkatkan kekuatan resin komposit flowable dapat dilakukan dengan penambahan serat. Serat alam cukup diminati, salah satu serat alam yaitu serat kapas (Gossypium sp.). Hasil analisis serat kapas tersusun atas selulosa yang menjadikan kekuatan mekanis serat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penambahan serat kapas terhadap kekuatan fleksural resin komposit flowable dan mengetahui pengaruh penambahan serat kapas terhadap peningkatan kekuatan resin komposit flowable. Penelitian ini menggunakan desain penelitian post test-only control design yang mengukur kekuatan fleksural resin komposit flowable tanpa penambahan serat kapas dan dengan penambahan serat kapas. Objek penelitian adalah resin komposit flowable sebanyak 32 sampel dibagi mejadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan. Hasil Independent t-test menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan (0,05) dengan rata-rata kelompok perlakukan 155,082 MPa dan kontrol 115,898 MPa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan serat kapasberpengaruh terhadap kekuatan fleksural resin komposit flowable. Penambahan serat kapas meningkatkan kekuatan fleksural resin komposit flowable.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEPUASAN PENAMPILAN GIGI DENGAN MOTIVASI UNTUK MENINGKATKAN ESTETIKA GIGI PADA REMAJA DI MAN 2 SURAKARTA wahyu nur oktavia; Dwi Kurniawati
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 1. No 2. 2017
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Penampilan gigi merupakan bagian penting dalam menentukan keindahan wajah, dan berperan penting dalam interaksi sosial. Beberapa faktor yang mempengaruhi penampilan gigi adalah bentuk, warna, ukuran dan posisi gigi. Tingkat kepuasan pada penampilan gigi dapat membuat kualitas hidup dan kondisi psikososial lebih baik. Masa remaja merupakan tahap pembentukan identitas diri. Estetika wajah dan gigi geligi remaja berperan penting dalam pembentukan konsep diri. Dari beberapa hal yang dapat mempengaruhi penampilan estetik gigi, motivasi individu untuk melakukan perawatan akan semakin tinggi. Tingkat kepuasan individu akan mempengaruhi motivasi untuk meningkatkan perawatan giginya. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan penampilan gigi dengan motivasi untuk meningkatkan estetika gigi pada remaja di MAN 2 Surakarta. Metode : Metode penelitian analitik cross sectional di MAN 2 Surakarta remaja usia 15-18 tahun sebanyak 150 responden.Variabel tingkat kepuasan dan motivasi diukur menggunakan kuesioner dari Maghaireh. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian : Terdapat hubungan antara tingkat kepuasan penampilan gigi dengan motivasi untuk meningkatkan estetika gigi pada remaja. Hasil uji menunjukkan p=0,001 (p0,05 C=0,269). Koefisien kontingensi C=0,269 menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan yang lemah. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat kepuasan penampilan gigi dengan motivasi untuk meningkatkan estetika gigi pada remaja di MAN 2 Surakarta.
PENGARUH CARA PENGERINGAN SILANE TERHADAP KEKUATAN FLEKSURAL FIBER REINFORCED COMPOSITE ariyani Faizah
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 4, No 1 (2021): Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiber reinforced composite (FRC) merupakan suatu komposit yang diperkuat oleh fiber yang dilapisi silane coupling agents. Silane merupakan zat kimia berbahan dasar silikon yang berfungsi untuk mengikat dua material  yaitu fiber dan komposit. Ikatan tersebut  terbentuk apabila silane diaktifkan  melalui prosedur silanization   terdiri dari proses hidrolisis dan kondensasi. Hidrolisis adalah  menguraikan bahan anorganik melalui proses pengeringan dan ikatan kimia yang kuat akan terbentuk melalui proses kondensasi. Ikatan antara fiber dan komposit yang baik dapat meningkatkan sifat mekanik dari FRC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh cara pengeringan silane terhadap kekuatan fleksural FRC dan mengetahui pengaruh cara pengeringan silane terhadap kekuatan fleksural FRC. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris murni. Sampel berjumlah 32  dengan dua kelompok perlakuan yaitu kelompok I dengan cara pengeringan silane tanpa alat dan kelompok II dengan cara pengeringan silane menggunakan kipas elektrik. Ukuran sampel 25 mm x 2 mm x 2 mm. Pengujian kekuatan fleksural menggunakan Universal Testing Machine. Penelitian menunjukkan kelompok II  memiliki kekuatan fleksural lebih tinggi yaitu 124,2231 MPa. Perbedaan rata-rata kekuatan fleksural diuji menggunakan Independent Sample T-test  menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok dengan nilai signifikansi p=0,000 (p0,05). Cara pengeringan silane berpengaruh terhadap kekuatan fleksural FRC dan pengeringan silane menggunakan kipas elektrik lebih optimal dibandingkan dengan pengeringan silane tanpa alat. Kata Kunci: cara pengeringan silane , fiber reinforced composite (FRC), kekuatan fleksural
PENGARUH EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle) TERHADAP PENYEMBUHAN ULKUS TRAUMATIK PADA Rattus norvegicus STRAIN WISTAR Resti Puspita Wardani; Mahmud Kholifa; Sartari Entin Yuletnawati
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 1. No 1. 2017
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus   traumatik   merupakan   inflamasi   pada   mukosa   mulut   yang disebabkan oleh perlukaan traumatik seperti perlukaan termal, kimiawi, radiasi, mekanik dan elektrik. Salah satu alternatif pengobatannya adalah dengan ekstrak etanol kulit jeruk nipis. Ekstrak etanol kulit jeruk nipis merupakan hasil maserasi kulit jeruk nipis yang memiliki zat anti-inflamasi dan membantu proses penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serta konsentrasi  efektif  ekstrak  kulit  jeruk   nipis  terhadap  penyembuhan  ulkus traumatik pada Rattus norvegicus strain Wistar.Eksperimental  laboratorik  murni  dengan  posttest  only  control  group design digunakan dalam penelitian ini. Dua puluh empat ekor tikus Wistar diberi 1 tetes perhidrol pada mukosa bibir bawah untuk membentuk lesi ulserasi. Dua tetes ekstrak etanol kulit jeruk nipis konsentrasi 6,25%; 12,5%, 25% dan 50%, akuades sebagai kontrol negatif dan Aloclair sebagai kontrol positif diaplikasikan pada area yang sama sebanyak 2 kali sehari. Diameter akhir ulkus diukur menggunakan jangka sorong pada hari kelima.Hasil menyatakan ekstrak etanol kulit jeruk nipis telah meningkatan penyembuhan ulkus traumatik dengan p = 0.001. Konsentrasi ekstrak etanol kulit jeruk   nipis   yang   paling   efektif   ada   pada   konsentrasi   25-50%.   Sehingga disimpulkan ekstrak etanol kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia (Christm.) Swingle) berpengaruh terhadap penyembuhan ulkus traumatik pada Rattus norvegicus strain Wistar.
PENGARUH TINDAKAN PENDINGINAN AREA INJEKSI (PRE-COOLING) SAAT ANESTESI TERHADAP PENURUNAN PERSEPSI ANAK DI RSGM SOELASTRI Septriyani Kaswindiarti
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan nyeri yang tepat pada anak dapat membangun kepercayaan antara pasien dan dokter, menghilangkan ketakutan pasien sehingga memberikan sikap perawatan yang positif. Salah satu upaya penanganan nyeri yang juga dapat memicu timbulnya nyeri dalam perawatan kedokteran gigi anak adalah pemberian anestesi infiltrasi. Pre-cooling merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri yang dinilai aman dan praktis. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adanya pengaruh pendinginan area injeksi (pre-cooling) saat anestesi terhadap penurunan tingkat persepsi nyeri anak dengan pegukuran langsung dan tidak langsung di RSGM Soelastri. Jenis penelitian yang digunakan yaitu true eksperimental dengan post-test only control group design. Metode pre-cooling pada penelitian ini menggunakan bahan ice tube dan dilakukan pada subjek penelitian sebanyak 34 anak yang dibagi kedalam 2 kelompok perlakuan, yaitu kelompok pre-cooling dan tanpa pre-cooling. Pada kedua kelompok perlakuan dilakukan pengukuran persepsi nyeri secara langsung dengan Wong Baker Face Pain Rating Scale dan tidak langsung dengan Sound Eyes Motoric. Hasil pengukuran persepsi nyeri secara tidak langsung dilakukan analisis menggunakan Mann-Whitney U Test. Hasil pengukuran persepsi nyeri secara langsung dilakukan uji normalitas dengan Shapiro Wilk kemudian dilakukan uji homogenitas menggunakan Levene Test dan dilanjutkan analisis data dengan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p0,05) antara kedua kelompok perlakuan dan kelompok perlakuan pre-cooling memiliki tingkat persepsi nyeri yang lebih rendah dibandingkan kelompok tanpa pre-cooling. Metode pre-cooling dapat digunakan untuk menurunkan persepsi nyeri anak saat anestesi. Kata Kunci: 
PERBANDINGAN CHLORHEXIDINE DIGLUCONATE 2% DENGAN ASAM POLIAKRILAT 10% TERHADAP KEBOCORAN TEPI SEMEN IONOMER KACA MODIFIKASI RESIN Azizah Hapsari Putri; Noor Hafida Widyastuti
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 1. No 2. 2017
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kebocoran tepi merupakan salah satu masalah yang dapat mempercepat kerusakan restorasi secara klinis. Penggunaan bahan pembersih kavitas merupakan salah satu usaha untuk mencegah kebocoran tepi. Chlorhexidine digluconate 2% dan asam poliakrilat 10% merupakan bahan pembersih kavitas yang dapat digunakan untuk membersihkan kavitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan chlorhexidine digluconate 2% dengan asam poliakrilat 10% terhadap kebocoran tepi semen ionomer kaca modifikasi resin.Jenis penelitian yang digunakan adalah true experimental laboratoris dengan metode penelitian posttest only group design. 32 gigi premolar rahang atas dipreparasi kavitas kelas V dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok I aplikasi chlorhexidine digluconate 2%, dan aplikasi kelompok II asam poliakrilat 10%, kemudian ditumpat dengan semen ionomer kaca modifikasi resin dan disinar dengan light curing. Sampel di rendam dalam saliva buatan selama 24 jam dengan suhu 37oC didalam inkubator kemudian di thermocycling lalu direndam dalam larutan methylene blue 2% kemudian disentrifugasi. Gigi dibelah menjadi dua kemudian diamati kebocoran tepi menggunakan stereomikroskop pembesaran 12x.Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney untuk membandingkan peringkat antarkelompok. Hasil uji didapatkan nilai signifikansi 0,025 (a0,05). Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa aplikasi asam polakrilat 10% pada restorasi semen ionomer kaca modifikasi resin mempunyai kecenderungan kebocoran tepi yang lebih kecil bila dibandingkan menggunakan chlorhexidine digluconate 2%.
GIGI TIRUAN LENGKAP RESIN AKRILIK PADA KASUS FULL EDENTULOUS Sri Oetami Rahajoe
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 4, No 2 (2021): Vol 4, No 2 (2021) (On process)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehilangan gigi pada usia dewasa sangat tinggi seiring dengan meningkatnya usia, jika dibiarkan terlalu lama akan menyebabkan penurunan tulang alveolar pada daerah edentulous, penurunan fungsi pengunyahan hingga gangguan bicara dan berpengaruh terhadap sendi temporomandibular. Pembuatan gigi tiruan lengkap sangat penting pada kasus full edentulous, yang bertujuan untuk menggantikan seluruh gigi yang hilang serta jaringannya sehingga dapat memperbaiki atau mengembalikan fungsi pengunyahan, bicara, estetis, dan psikis, serta memperbaiki kelainan, gangguan, dan penyakit yang disebabkan oleh keadaan edentulous. Seorang pasien perempuan (68 tahun) ingin dibuatkan gigi tiruan baru karena gigi tiruan sebelumnya terasa longgar. Pasien sebelumnya menggunakan gigi tiruan rahang atas dan bawah 10 tahun yang lalu dan mulai terasa longgar 5 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan intra oral didapatkan rahang atas dan bawah sudah kehilangan seluruh gigi. Berdasarkan pemeriksaan subjektif dan objektif diagnosis rahang atas dan bawah yaitu full edentulous. Rencana perawatan pada kasus ini yaitu pembuatan gigi tiruan penuh dengan bahan resin akrilik.
PERAWATAN PULPEKTOMI NON VITAL PADA GIGI DESIDUI ANTERIOR MAKSILA (Laporan Kasus) Asri Damayanti; Septriyani Kaswindiarti
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 1. No 1. 2017
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama pada bidang kedokteran gigi anak adalah menjaga gigi desidui didalam rongga mulut hingga waktunya tanggal. Ketika pulpa telah nekrosis maka diindikasikan untuk dilakukan perawatan pulpektomi. Pulpektomi membantu untuk mempertahankan gigi desidui yang nekrosis dengan menghilangkan bakteri serta produknya dan memastikan saluran akar hermetis sehingga gigi desidui dapat berfungsi hingga waktu normalnya tanggal tanpa mempengaruhi benih gigi permanen atau mempengaruhi kesehatan pasien. Pada laporan kasus ini dibahas mengenai perawatan pulpektomi pada gigi desidui nekrosis pada seorang anak perempuan berusia 5 tahun yang datang bersama ibunya dengan keluhan gigi depan atas yang gigis. Pemeriksaan radiografi menunjukkan gigi telah nekrosis tanpa kelainan perpiakial. Dilakukan preparasi saluran akar menggunakan K-File no. 15 – 35 dan H-File no. 40. Kemudian dilakukan sterilisasi saluran akar menggunakan kalsium hidroksid (Ca(OH)2). Satu minggu kemudian, saluran akar diobturasi menggunakan zink okside eugenol (ZOE). Obturasi saluran akar sudah hermetis dan tidak ditemukan adanya keluhan 1 minggu paska perawatan dengan hasil pemeriksaan obyektif dan pemeriksaan radiografi tidak terdapat lesi periapikal sehingga pulpektomi telah berhasil dilakukan.

Page 6 of 11 | Total Record : 107