cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UNIVERSITAS PELITA HARAPAN, Gedung B-203, Lippo Karawaci, Tangerang – 15811
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sinergitas PkM & CSR
ISSN : 25287184     EISSN : 25287184     DOI : http://dx.doi.org/10.19166/jspc
Jurnal Sinergitas PKM dan CSR has been published by Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat Universitas Pelita Harapan since October 2016. It covers scientific publications related to community service (PKM) and corporate social responsibility (CSR) activities in the the following fields: 1) agriculture, fisheries and marine life; 2) environment and disaster management; 3) health; 4) economics, society, and culture; 5) information and communication technology; and, 6) education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): April" : 10 Documents clear
APLIKASI MATCHA GREEN TEA DAN SARI JERUK LEMON DALAM PRODUKSI SERABI SOLO DI UKM LINCO’S SOLO [MATCHA GREEN TEA AND LEMON JUICE APPLICATION OF SERABI SOLO PRODUCTION IN SME LINCO’S SOLO] Esti Widowati; Gusti Fauza; Rizky Nugrahaningtyas; Dinta Selma Petriani
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 4, No 2 (2020): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2137

Abstract

Serabi Solo is a traditional food made from rice flour, coconut milk, sugar, salt, water and other ingridients. Serabi is round, flat and porous. Coconut milk was used to develop serabi's taste making it sweet and savory. However, rancidity can decrease quality of serabi during shelf life. Mold growth also affects food safety of this perishable food. Serabi Solo is developing as gift that has longer shelf life beside flavor and appearance variations. Concrete solutions to inhibit rancidity were matcha green tea because of poliphenol as an antioxidant. Matcha green tea addition and pasteurization improved Serabi Solo quality and inhibited rancidity. Based on previous research, matcha green tea 1% made Serabi shelf life longer (24,66 hours). Other solution was coconut milk pretreatment. According to previous research, lemon juice pH 3 was used in coconut milk with hurdle technique made Serabi Solo has shelf life longer (32 hours). Therefore, this activity was to introduce matcha green tea 1% and lemon juice pH 3 to extend shelf of Serabi Solo in SME Linco's Solo.Bahasa Indonesia Abstrak: Kue serabi solo merupakan salah satu makanan tradisional yang terbuat dari tepung beras dan santan. Kue ini bulat, pipih dan berpori-pori. Penambahan santan saat memasak serabi membuat serabi terasa manis dan gurih. Namun, santan dalam serabi selain memberikan rasa gurih juga mudah mengalami kerusakan selama penyimpanan. Munculnya aroma dan rasa tengik yang tidak disukai menyebabkan penurunan kualitas dan daya simpan kue serabi. Selain itu, pertumbuhan kapang juga menjadi masalah keamanan pangan pada serabi. Padahal sebagai produk oleh-oleh, serabi diharapkan memiliki umur simpan lebih panjang selain variasi rasa dan tampilan yang menarik dan kekinian. Solusi aplikatif untuk menghambat ketengikan pada kue serabi solo adalah penggunaan matcha green tea karena mengandung polifenol sebagai antioksidan. Penambahan matcha green tea dan perlakuan pasteurisasi pada santan dapat memperbaiki mutu dan mampu menghambat proses ketengikan sehingga dapat memperpanjang umur simpan kue serabi. Hasil dari penelitian sebelumnya, pada uji ketengikan menunjukkan bahwa kue serabi dengan penambahan matcha green tea konsentrasi 1% memiliki umur simpan selama 24,66 jam. Selain penambahan, matcha green tea, upaya memperpanjang umur simpan serabi yaitu dengan mendesain pretreatment santan. Penelitian sebelumnya menggunakan jenis jeruk dan konsentrasi pH asam sitrat yang paling disukai konsumen dan pengaruh serta lama daya simpan serabi dengan pretreatment santan menggunakan teknik hurdle. Serabi yang paling disukai adalah serabi dengan formula pretreatment santan menggunakan air jeruk lemon dengan pH 3 yang memiliki umur simpan 32 jam. Oleh karena itu, pada kegiatan PkM ini mengaplikasikan matcha green tea 1% dan sari jeruk lemon dengan pH 3 untuk meningkatkan umur simpan serabi terhadap variabel ketengikan di UKM Lincos Solo.  
PENATAAN PERMUKIMAN NELAYAN BERBASIS EKOKULTUR DI KELURAHAN BAROMBONG KOTA MAKASSAR [ECOCULTURE DEVELOPMENT OF A FISHERMEN SETTLEMENT IN BAROMBONG VILLAGE, MAKASSAR] Andi Asmuliany; Andi Annisa Amalia; Mutmainnah Mutmainnah
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 4, No 2 (2020): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2419

Abstract

The locus of community service activities is a residential corridor node by exploring the communal space of fishermen in the Biringkassi Barombong Village. The concept of ecoculture is a concept that combines ecological aspects, namely the fishermen's environmental ecosystem and the culture of the community, namely Bugis Makassar in managing fishermen settlements towards livable and sustainable livelihood. The method used in this community service is the Regional Arrangement Method with a participatory ecocultural approach. making mockups of existing areas, FGD identification of communal spaces, drafting of concepts, agreement on the arrangement of communal spots, and activities of structuring communal spots. The structuring of the Biringkassi Barombong Fishermen Village is a result of the community's contribution in increasing the environmental assets of the settlements owned by the fishing community through he adoption of the Bugis Makassar ornament and the setting of the shared area and the use of natural colors as a symbol of closeness to the sea.Bahasa Indonesia Abstrak: Lokus kegiatan pengabdian adalah node koridor permukiman dengan mengeksplorasi ruang komunal nelayan Kampung Biringkassi Barombong. Konsep ekokultur merupakan konsep yang mengkombinasikan aspek ekologi yaitu ekosistem lingkungan nelayan dan budaya masyarakat yaitu Bugis Makassar dalam menata permukiman nelayan menuju layak huni dan sustainable livelihood. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah Metode Penataan Kawasan dengan pendekatan partisipatif yang ekokultur. pembuatan maket eksisting kawasan, FGD identifikasi ruang komunal, penyusunan konsep, penyepakatan spot komunal penataan, dan kegiatan aksi penataan spot komunal. Penataan Kampung Nelayan Biringkassi Barombong merupakan hasil kontribusi masyarakat dalam peningkatan aset-aset lingkungan permukiman yang dimiliki oleh komunitas nelayan melalui adopsi ornamen Bugis Makassar dan setting area yang digunakan secara bersama dan penggunaan warna alami sebagai simbol kedekatan dengan laut.  
REDESAIN LINGKUNGAN SEKOLAH DARUSSALAM PANONGAN SEBAGAI RUANG BELAJAR TERINTEGRASI BERKELANJUTAN MELALUI PENDEKATAN PARTISIPATIF [REDESIGNING THE DARUSSALAM PANONGAN SCHOOL ENVIRONMENT AS A SUSTAINABLE INTEGRATED LEARNING SPACE THROUGH PARTICIPATIVE APPROACHES] Gregorius Anugerah Gegana; Emanuel Agung Wicaksono
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 4, No 2 (2020): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2415

Abstract

The school environment is a powerful tool to stimulate and enhance creativity, concentration, motivation, and understanding for students. Darussalam School, Panongan has a GSM program which is Fun School Movement. This GSM program encourages students to create a friendly, safe and comfortable school ecosystem. With a total of about 700 students ranging from PAUD to SMK (Vocation Senior High School), this school has the potential to produce students who have sensitivity and responsibility for their environment. Community Service Activities (PkM) is directed to design a Darussalam School-Build environment that is able to create sustainable schools based on the GSM program. In the process, it is hoped that the design is not just the result of the thaught of the architech but also is the result of the formulation of the needs and desires of the user be it teachers, students, parents, and other stakeholders through a participatory design approach that emphasizes community joint planning, with the aim of increasing ties high and sustainable social and participation. Through the implementation of Darussalam school design, it is expected to produce a school environment that is able to stimulate the students to be sensitive to envoronmental problems. Academically, this participatory design process is a good learning process because the approach is different from the conventional architectural design process, so the resulting design products can be relevant to the needs and desires of school users. Although this design has not yet been fully developed, this participatory process encourages teachers and students to be more sensitive in caring for their environment through collaboration spirit.Bahasa Indonesia Abstrak: Lingkungan sekolah merupakan alat yang ampuh untuk menstimulasi dan meningkatkan kreativitas, konsentrasi, motivasi, dan pengertian bagi para siswanya. Sekolah Darussalam, Panongan memiliki program GSM yakni Gerakan Sekolah Menyenangkan. Program GSM ini mendorong agar siswa dapat mewujudkan ekosistem sekolah yang ramah, aman, dan nyaman. Dengan jumlah peserta didik sekitar 700 siswa mulai dari PAUD sampai dengan SMK, sekolah ini berpotensi mencetak siswa yang memiliki kepekaan dan tanggung jawab terhadap lingkungannya. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diarahkan untuk merancang lingkungan binaan sekolah Darussalam yang mampu mewujudkan sekolah berkelanjutan berlandaskan program GSM. Dalam prosesnya, diharapkan desain bukan semata sekedar hasil olah pikir dari arsitek namun juga merupakan hasil formulasi dari kebutuhan dan keinginan pengguna baik itu guru, siswa, orang tua, dan stakeholder lainnya melalui pendekatan desain partisipatif yang menekankan perencanaan bersama komunitas, dengan tujuan untuk meningkatkan ikatan sosial dan partisipasi yang tinggi dan berkelanjutan. Melalui pelaksanaan perancangan sekolah Darussalam ini, diharapkan dapat menghasilkan lingkungan sekolah yang mampu menstimulus siswanya untuk peka terhadap permasalahan lingkungan. Secara akademik, proses desain partisipatif ini menjadi sebuah pembelajaran yang baik dikarenakan pendekatannya yang berbeda dari proses desain arsitektur yang konvensional, sehingga produk desain yang dihasilkan dapat relevan dengan kebutuhan dan keinginan pengguna sekolah. Meskipun desain ini belum sepenuhnya terbangun, namun proses yang dilalui secara partisipatif ini mendorong guru dan siswa untuk lebih peka merawat lingkungannya melalui semangat kolaborasi. 
KELUAR DARI LINGKARAN CSR: CORPORATE SOCIAL ENTREPRENEURSHIP DALAM MENJAWAB TANTANGAN SOSIAL LICENSE TO OPERATE [GETTING OUT FROM THE CIRCLE OF CSR: CORPORATE SOCIAL ENTREPRENEURSHIP IN ANSWERING THE CHALLENGE OF SOCIAL LICENSE TO OPERATE] Vandy Yoga Swara; Erwinton Simatupang
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 4, No 2 (2020): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.1800

Abstract

Many believe that corporate social responsibility (CSR) is able to present social license to operate (SLO) of company’s community and stakeholders. In fact, CSR is not in line with SLO. The root of the problem lies on a CSR approach that differenciates economic and social value. Therefore, pressure, expectation, and need of company’s community and stakeholder will not be able to be met by a corporation despite it has proposed the best CSR programs. Through a series of literature reviews on SLOs and case studies at one company, this article offers an alternative approach to present SLO on business by emphasizing corporate social entrepreneurship (CSE) spirit.
PELATIHAN KOMERSIALISASI KRIYA BAMBU-BATIK INDONESIA JEPANG BAGI MITRA USAHA SAHABAT BAMBU YOGYAKARTA [TRAINING ON COMMERCIALIZATION OF INDONESIAN-JAPANESE BAMBOO-BATIK CRAFTS FOR BUSINESS PARTNER SAHABAT BAMBU YOGYAKARTA] Sabrina O. Sihombing; Rudy Pramono; July Hidayat
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 4, No 2 (2020): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2287

Abstract

Bamboo craft is one of the components of the creative economy that can support the country's economic growth. It's the kind of cooperation needed between the government, academics, business people and the craftsman community so that handicrafts are not only oriented towards the domestic market but can penetrate the export market to obtain higher economic value. Therefore, small industries with innovative products will advance the regional and national economy and eventualy can contribute to the country's foreign exchange when it successfully penetratrates the export market. The product chosen to be developed, namely bamboo-batik craft, already has IPR registration. This training aims to transfer systematic and standardized production system knowledge for bamboo crafts in Yogyakarta. The training was attended by 12 participants of bamboo craftsmen in Rimpak Village, Wonosobo Sapuran Regency. This training was facilitated by Mrs. Takayuki Shimizu from Japan. Participants were taught to craft bamboo combined with batik to become an export-value art object. Based on the results of the evaluation, the participants were impressed with the ability of the facilitator to craft bamboo into a work of art. The result of the training was that the participants' abilities improved in crafting bamboo into art objects. The next stage, the craft of bamboo-batik, will be developed for sale in the domestic handicraft market and penetrate the international market through the stages of the commercialization process as follows: 1) imagination, 2) incubation, 3) demonstration, 4) promotion, and 5) sustainability.Bahasa Indonesia Abstrak:  Abstrak Kerajinan bambu merupakan salah satu komponen ekonomi kreatif yang dapat menudukung pertumbuhan perekonomian negara. Hanya saja, diperlukan kerja sama antara pemerintah, akademisi, pelaku bisnis dan komunitas pengrajin agar hasil kerajinan tidak hanya berorientasi pada pasar domestik namun bisa menembus pasar ekspor untuk mrndapatkan nilai ekonomis yang tinggai. Oleh karena itu industri kecil dengan produk yang inovatif akan memajukan perekonomian regional, nasional dan akhirnya bisa ikut menyumbang devisa negara ketika berhasil menembus pasar ekspor. Produk yang dipilih untuk dikembangkan, yaitu kriya bambu-batik sudah memiliki pendaftaran HKI. Pelatihan ini bertujuan untuk melakukan transfer pengetahuan sistem produksi yang sistematis dan terstandarisasi bagi kerajinan bambu di Yogyakarta. Pelatihan diikuti oleh 12 peserta yang berasal dari pengrajin bambu Desa Rimpak, Kecamatan Sapuran Wonosobo. Pelatihan ini didampingi oleh Mrs. Takayuki Shimuzu dari Jepang. Peserta diajarkan mengolah bambu yang digabungkan dengan batik untuk menjadi benda seni yang bernilai ekspor. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta terkesan dengan kemampuan fasilitator mengolah bambu menjadi sebuah karya seni. Hasil dari mengikuti pelatihan, kemampuan peserta meningkat dalam hal mengolah bambu mejadi benda seni. Tahap selanjutnya, kriya bambu batik akan dikembangkan untuk dijual di pasar kerajinan domestik dan menembus pasar internasional melalui tahapan proses komersialisasisebagaiberikut: (1) imajinasi,(2) inkubasi,(3) demonstrasi,(4) promosi, dan (5) keberlanjutan.
PROMOSI KESEHATAN TENTANG BUDAYA DAN BAHAYA SEKS BEBAS PADA SISWA SMAN 6 DEPOK [HEALTH PROMOTION ABOUT CULTURE AND THE HAZARDS OF FREE SEX IN STUDENTS OF SMAN 6 DEPOK] Dora Samaria; Fanira Cahyaningtyas; Smart Rusdanarto; Salsabilla Anisah Rizky; Velia Agneta Priyanka; Novia Haritsa Katrina; Novia Kusumawati; Salsa Farah Diba
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 4, No 2 (2020): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2345

Abstract

Adolescence is a stage of development that is vulnerable to various things. Adolescents who do not have a strong character are at risk of free sex. Data shows that free sex has been common among adolescents. This activity aimes to provide health information to increase the awareness of students of SMAN 6, Depok (public senior high school) towards the culture and dangers of free sex among adolescents. Health promotion activities were carried out with the method of lecture, discussion and short movie-watching. The lecture was conducted in two stages. First, students were explained about the basic concepts of culture and the dangers of free sex. Next, students were given a more in-depth explanation of one of the effects of free sex, infection of HIV/AIDS. Between the break time of the topic of lecture, students were also given the opportunity to ask questions in the discussion session. At the end of the activity, students were asked to fill in the post-test questionnaire regarding the topic given. The evaluation resulted showed that the level of studen's understanding of the topic given was very high with the average value of the questionnaire obtanined above 90%. In addition, evaluation for this activity was carried out by using an assessment for the lecturer related to the presentation of interesting material, delivery that can be well received by participants, easy-to-understand language style, extension media that facilitates participans understanding, and involvement of participants during lectures (Interactive). Assessment using Likert scale consisted of score 1-5, with the categories are: strongly disagree (score 1), disagree (score 2), neutral (score 3), agree (score 4), and strongly agree (score 5). The results showed that the majority of participants were satisfied (66,67%-77.78%) by delivery method of the education provided. Based on this, it can be concluded that these activities have been going fine. It is expected that adolescents, especially students of SMAN 6 Depok, can apply the information that has been received in their everyday life. Bahasa Indonesia Abstrak: Remaja adalah tahap perkembangan yang rentan terhadap berbagai hal. Remaja yang tidak memiliki karakter yang kuat berisiko terhadap perilaku seks bebas. Data menunjukkan bahwa perilaku seks bebas sudah banyak terjadi di kalangan remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kesehatan guna meningkatkan kesadaran siswa SMAN 6 Depok terhadap budaya dan bahaya seks bebas di kalangan remaja. Kegiatan promosi kesehatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, pemutaran film singkat, dan story telling. Ceramah dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama, siswa dijelaskan mengenai konsep dasar budaya dan bahaya seks bebas. Berikutnya, siswa diberikan penjelasan lebih mendalam mengenai salah satu dampak seks bebas, yaitu infeksi HIV/AIDS. Diantara jeda topik ceramah, siswa diberikan kegiatan ice breaking dan fun game. Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film singkat mengenai salah satu bahaya seks bebas, yaitu infeksi HIV/AIDS dan kegiatan story telling. Siswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya pada sesi diskusi. Pada bagian akhir kegiatan, siswa diminta untuk mengisi kuesioner postest mengenai topik yang telah diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap topik yang diberikan sangat tinggi dengan rerata perolehan nilai benar pada kuesioner mencapai di atas 90%. Selain itu, evaluasi proses dilaksanakan dengan memberikan penilaian terhadap pemberi penyuluhan terkait pembawaan materi yang menarik, penyampaian yang dapat diterima baik oleh peserta, gaya bahasa yang mudah dipahami, media penyuluhan yang memudahakan pemahaman peserta, dan pelibatan peserta saat ceramah (interaktif). Penilaian menggunakan skala likert bernilai 1-5, dengan kategori sangat tidak setuju (skor 1), tidak setuju (skor 2), netral (skor 3), setuju (skor 4), dan sangat setuju (skor 5). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas peserta puas (66,67%-77,78%) dengan cara penyampaian edukasi yang diberikan. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan ini sudah berjalan dengan baik. Diharapkan agar para remaja, khususnya siswa SMAN 6 Depok, dapat menerapkan informasi yang sudah didapat ke dalam kehidupan sehari-hari.  
PENINGKATAN AKSES PANGAN BAGI MASYARAKAT PERKOTAAN MELALUI PELATIHAN VERTICAL FARMING DAN PERTANIAN ORGANIK [IMPROVING FOOD ACCESS FOR A MARGINAL URBAN COMMUNITY THROUGH VERTICAL AND ORGANIC FARMING TRAINING] Firman Zulpikar; Abel Gandhy; Warsono El Kiyat
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 4, No 2 (2020): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.1811

Abstract

Housing and business centers are growing rapidly in the urban area. This causes agricultural land and other green lands increasingly narrow due to land conversion. One area affected by land conversion is Lengkong Kulon Village, Tangerang Regency, where most of the agricultural land has been turned into a residential area and business center. This condition has an impact on food availability which is getting lower and environmental quality is declining. To overcome these problems, Surya University, supported by the Ministry of Research, Technology, and Higher Education (Kemenristekdikti), organized community service activities by pioneering sustainable green villages and adequate nutrition through vertical farming. This program was implemented by the workshop and participatory community. The number of participants involved in this activity was more than 25 people from youth groups concerned about the environment, PKK members, and university students. This activity consisted of three stages: Community awareness building, Vertical and organic farming training, and Providing vertical farming equipment assistance packages. The result of this community service showed that participants knowledge about organic farming and vertical farming increased from 26% to 86% and from 11% to 72%, respectively. In addition, the level of community skills to apply organic farming systems also increased from 15% to 80%, and for vertical farming increased from 7% to 60%. This activity is expected to improve environmental conditions as well as food access for target communities through consumption of sufficients vegetables and fruits grown using the vertical farming system. Bahasa Indonesia Abstrak: Abstrak Pesatnya pembangunan komplek perumahan dan pusat bisnis di perkotaan telah menyebabkan semakin sempitnya lahan pertanian dan lahan hijau lainnya akibat alih fungsi lahan. Salah satu wilayah yang terkena dampak alih fungsi lahan adalah Kampung Lengkong Kulon, Desa Lengkong Kulon, Kabupaten Tangerang di mana sebagian besar lahan pertaniannya telah berubah menjadi kawasan perumahan dan pusat bisnis. Kondisi ini telah berimplikasi pada ketersediaan pangan yang semakin rendah serta kualitas lingkungan yang menurun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Universitas Surya yang didukung oleh Kementristekdikti menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema rintisan kampung hijau lestari dan cukup gizi melalui vertical farming. Program ini dilaksanakan menggunakan model workshop dan participatory community. Jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu lebih dari 25 orang, yang berasal dari kelompok pemuda peduli lingkungan, ibu-ibu PKK, anggota posyandu, serta kelompok mahasiswa. Tahapan kegiatan ini meliputi pembangunan kesadaran masyarakat (community awareness), pelatihan vertical farming dan pertanian organik, serta pemberian paket bantuan peralatan vertical farming. Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pertanian organik dari semula hanya 26% menjadi 86%, sedangkan untuk vertical farming dari semula 11% meningkat menjadi 72%. Tingkat keterampilan masyarakat untuk menerapkan sistem pertanian organik juga meningkat dari semula hanya 15% menjadi 80%, sementara untuk untuk vertical farming dari semula 7% meningkat menjadi 60%. Kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi lingkungan serta adanya peningkatan akses pangan bagi masyarakat sasaran melalui konsumsi sayuran dan buahbuahan yang cukup, yang ditanam menggunakan sistem vertical farming.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KOPERASI LEMBAGA DAYA DHARMA KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA [INFORMATION SYSTEM DESIGN COOPERATION AT THE INSTITUTE OF DHARMA KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA] Priskila Christine Rahayu; Jordan Wijaya; Helena Juliana Kristina
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 4, No 2 (2020): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2363

Abstract

Institute of Dharma Keuskupan Agung Jakarta is a community that serves the poor and oppressed in the Jakarta area and beyond. One of the services provided is through the existence of the same Mission to teach residents to be diligent in saving. Currently the manager uses Microsoft Excel to process data 30 groups with 370 cooperative members manually, and this method takes a lot of time and labor. To help solve these problems, a cooperative information system was created that could process data and provide information quickly for cooperative managers using Microsoft Access. The system design is done by the Prototyping method, one of the Systems Development Life Cycle methods, which consists of four stages. The first, the Planning: system requirements are determined and a feasibility study is carried out. The second, the Analysis: functional and non-functional requirements are defined and behavior modeling is carried out. The third, the Design: the interface layer is designed. The fourth, the Implementation: the proposed system program is run and tested. The information system is made capable of receiving financial data input, members, and cooperative groups and then provide information on financial reports, book closing reports, and statistical reports automatically. The application has been tested by the cooperative manager and declared successful in providing information quickly, accurately and easily.Bahasa Indonesia Abstrak: Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta merupakan sebuah komunitas yang melayani warga miskin dan tertindas di daerah Jakarta dan sekitarnya. Salah satu pelayanan yang diberikan adalah melalui adanya koperasi Misi Sama untuk mengajar warga untuk rajin menabung. Saat ini pengelola menggunakan Microsoft Excel untuk mengolah data 30 kelompok dengan 370 anggota koperasi secara manual, dan cara tersebut memakan banyak waktu dan tenaga kerja. Untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut, dibuatkan sebuah sistem informasi koperasi yang dapat mengolah data dan memberikan informasi dengan cepat bagi pengelola koperasi dengan menggunakan Microsoft Access. Perancangan sistem dilakukan dengan metode Prototyping, salah satu metode Systems Development Life Cycle, yang terdiri dari empat tahap. Tahap pertama, Planning: kebutuhan sistem ditentukan dan studi kelayakan dilakukan. Tahap kedua, Analysis: kebutuhan fungsional dan non-fungsional didefinisikan dan permodelan perilaku dilakukan. Tahap ketiga, Design: dilakukan perancangan lapisan antarmuka. Tahap keempat, Implementation: program sistem usulan dijalankan dan diuji coba. Sistem informasi yang dibuat mampu menerima input data keuangan, anggota, dan kelompok koperasi kemudian memberikan informasi laporan keuangan, laporan penutupan buku, dan laporan statistik secara otomatis. Aplikasi telah diuji coba oleh pengelola koperasi dan dinyatakan berhasil memberikan informasi dengan cepat, akurat dan mudah.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN HERBAL DAN GERAKAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI SMA ORA ET LABORA TANGERANG SELATAN, BANTEN [TRAINING ON MAKING HERBAL SOAP AND WASHING HANDS WITH SOAP AT ORA ET LABORA HIGH SCHOOL, SOUTH TANGERANG, BANTEN] Dela Rosa; Jessica Novia; Ernestine Arianditha Pranasti; Benny Setiawan; Febbyasi Megawaty
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 4, No 2 (2020): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.2341

Abstract

This community service was held for students at Ora et Labora Senior High School in Tangerang, who needed education in using and making organic soap, especialy soap that does not pollute the environment and is also good for washing hands. This activity was completed by holding a training and doing an experiment to make soap using extracts of Nathopanax scultellarium and Piper betel leaves which contain secondary metaboliites compounds with anti-bacterial and antioxidant activities. The aim of this training was to introduce the students to soap ingridients and daily-life applications of medicinal natural products. The soap made is herbal soap with natural anti-bacterial and antioxidant properties. This herbal soap is also easily degradble by natural microbes, so it is safer for environment. The training to make soap can increase student's knowledge at Ora et Labora Senior High School about soap with extras of natural ingredients, the use of soal as an easy way to live a healthy life through the washing-hands-with-soap initiative, and the awarness about the importance of preserving the environment. Bahasa Indonesia Abstrak: PkM ini dilaksanakan bagi siswa Sekolah Menengah Atas Ora et Labora yang memerlukan edukasi pemilihan/penggunaan dan pembuatan sabun yang ramah lingkungan untuk digunakan dalam kegiatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan dan praktek membuat sabun menggunakan ekstrak daun mangkokan dan daun sirih yang banyak mengandung senyawa metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai antibakteri and antioksidan. Dalam pelatihan ini, muridmurid dapat mengenal bahan-bahan pembuatan sabun serta mengenal penggunaan bahan alam berkhasiat obat dalam kehidupan sehari-hari. Sabun yang dibuat adalah sabun herbal yang berkhasiat antioksidan dan antimikroba alami. Sabun herbal ini juga mudah didegradasi oleh mikroba alami sehingga lebih aman bagi lingkungan. Pelatihan pembuatan sabun herbal dapat meningkatkan pemahaman siswa menengah atas Ora et Labora tentang sabun dari ekstrak bahan alam, penggunaannya melalui gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai cara mudah hidup sehat, dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN E-MAGAZINE DALAM PEMBELAJARAN KIMIA @SMA NEGERI PINTAR PROVINSI RIAU [SOCIALIZATION AND TRAINING OF E-MAGAZINE MAKING IN CHEMISTRY LEARNING AT SMAN PINTAR, RIAU PROVINCE] Tri Padila Rahmasari; Lani Dwi Kurnia; Gesty Mika Juwani; Adek Diah Murti; Khairu Anugerah P. Putra; Roza Linda
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 4, No 2 (2020): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v4i2.1744

Abstract

One of the problems in education is that educators have not been able to prepare innovative teaching materials in accordance with the development of science and technology. Educators are required to provide innovations to increase students’ interest in learning, especially in industrial revolution 4.0. This activity aims to provide understanding and skills to students and teachers in using electronic-based teaching materials and training of e-magazine making in chemistry learning. The activity was carried out at a public senior high school (SMAN Pintar), Riau Province, which is located in the city of Taluk Kuantan. This school is a boarding school that has a good infrastructure and facilities to support the optimization of learning science and technology in the industrial revolution 4.0. The method of implementing this program is to give a socialization about 21st century learning and the use of e-magazine as innovative teaching materials, followed by training and mentoring of teachers in making e-magazine using the Kvisoft Flipbook Maker Pro application. The results of this program are e-magazine products, usage manuals, and review books program. This activity received a positive response from students and teacher of SMAN Pintar Riau Province.Bahasa Indonesia Abstrak: Salah satu masalah dalam dunia Pendidikan adalah pendidik belum bisa menyiapkan materi ajar yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan IPTEK. Seiring dengan tuntutan revolusi industri 4.0 yang mengedepankan IT, pendidik dituntut untuk dapat memberikan inovasi untuk meningkatkan minat belajar peserta didik. Salah satu inovasi yang bisa digalakkan adalah membuat bahan ajar berbasis IT. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada peserta didik dan guru dalam menggunakan bahan ajar berbasis elektronik melalui sosialisasi dan pelatihan pembuaatn e-magazine dalam pembelajaran kimia. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMAN Pintar Provinsi Riau merupakan sebuah boarding school yang memiliki infrastruktur dan sarana prasaran sudah memadai sehingga diperlukan usaha pengoptimalan IPTEK agar sekolah ini bisa berperan serta dalam revolusi industri 4.0. Metode pelaksanaan pengabdian ini meliputi pemberian materi sosialisasi tentang pembelajaran abad 21, penggunaan e-magazine sebagai bahan ajar, pelatihan dan pendampingan guru dalam pembuatan e-magazine menggunakan aplikasi Kvisoft Flipbook Maker Pro. Hasil kegiatan ini berupa buku panduan program, buku tinjauan program, dan produk e-modul yang dibuat oleh tim EMBER KLASIK serta guru hasil pelatihan. E-magazine adalah modul elektronik yang memiliki tampilan seperti majalah. Kegiatan pengabdian ini memperoleh respon positif dari peserta didik dan guru SMAN Pintar Provinsi Riau. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10