cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UNIVERSITAS PELITA HARAPAN, Gedung B-203, Lippo Karawaci, Tangerang – 15811
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sinergitas PkM & CSR
ISSN : 25287184     EISSN : 25287184     DOI : http://dx.doi.org/10.19166/jspc
Jurnal Sinergitas PKM dan CSR has been published by Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat Universitas Pelita Harapan since October 2016. It covers scientific publications related to community service (PKM) and corporate social responsibility (CSR) activities in the the following fields: 1) agriculture, fisheries and marine life; 2) environment and disaster management; 3) health; 4) economics, society, and culture; 5) information and communication technology; and, 6) education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2021): December" : 7 Documents clear
EDUKASI JAJANAN SEHAT DENGAN METODE EMOTIONAL DEMONSTRATION PADA SISWA SEKOLAH DASAR [EDUCATION OF HEALTHY SNACKS WITH EMOTIONAL DEMONSTRATION METHODS IN PRIMARY SCHOOLS] Indra Fajarwati Ibnu; Muhammad Syafar; Awaluddin Awaluddin
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 5, No 3 (2021): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i3.3437

Abstract

School children have a habit of buying snacks at school. There are many types of snacks that are generally sold around schools that generally have experienced chemical contamination due to using illegal Food Additives (BTP). This should be a concern because snacks are a part that contributes to food intake for children. Education with the emotional demonstration method (emo demo) is a form of education using a participatory method with the aim of arousing the emotional side of the participants. This activity aims to determine the intention and knowledge of healthy snacks before and after receiving education using the emo demo method. The activity was carried out at an elementary school in Tanah Towa Village, Kajang District, Bulukumba Regency, namely SDN 351 Tanah Towa. There are 37 student participants in class V for each of these schools. The activity method is to provide direct education about healthy snacks using the emo demo method through demonstrations, games and role play. The results of this educational activity using the emo demo method have an influence on increasing the knowledge, attitudes and actions of SDN 351 Tanah Towa students about healthy snacks.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Anak sekolah memiliki kebiasaan membeli jajan di sekolah. Ada banyak jenis jajanan yang umumnya dijual disekitar sekolah yang umumnya telah mengalami pencemaran kimiawi karena menggunakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) ilegal. Hal ini harus menjadi perhatian karena jajanan menjadi bagian yang memberi kontribusi asupan pangan pada anak-anak. Edukasi dengan metode emotional demonstration (emo demo) merupakan bentuk edukasi dengan metode partisipatif dengan tujuan menggugah sisi emosional peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui niat dan pengetahuan tentang jajanan sehat sebelum dan sesudah memperoleh edukasi dengan metode emo demo. Kegiatan dilakukan pada sekolah dasar yang berada di Desa Tanah Towa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba yaitu SDN 351 Tanah Towa. Peserta siswa yang berada pada kelas V untuk tiap sekolah tersebut yang berjumlah 37 siswa. Metode kegiatan adalah pemberian edukasi secara langsung tentang jajanan sehat dengan metode emo demo melalui demostrasi, permainan dan role play.  Hasil kegiatan edukasi dengan metode emo demo  ini memberikan pengaruh terhadap peningkatan  pengetahuan, sikap dan tindakan siswa SDN 351 Tanah Towa tentang jajanan sehat. 
SOSIALISASI TENTANG MANAJEMEN PENDIDIKAN INKLUSIF DI SEKOLAH INKLUSI DAERAH BANJARMASIN [SOCIALIZATION ON INCLUSIVE EDUCATION MANAGEMENT IN BANJARMASIN REGIONAL INCLUSION SCHOOL] Hayatun Thaibah; H. Amka; Agus Pratomo Andi Widodo; Ahmad Rizky Rolanda; Muhammad Firdaus Nuzula; Nuril Shafira Almua’Arif
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 5, No 3 (2021): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i3.4761

Abstract

Schools that provide inclusive education need to be supported by educators with special skills in the learning process and in the development of children with special needs in general. One of the special personel needed is a Special Assistant Teacher. The purpose of the socialization activity is to provide knowledge and skills to socialization participants, namely teachers who are in the environment at Public Alementary School Kuin Selatan 3 Banjarmasin. The method that will be used in this service program is to socialize about inclusive education management in inclusive schools, especially in the Banjarmasin area through lectures and discussions. The result of the implementation of this service is that basically general teachers must fully know the management of inclusive education which is not only special assistant teachers who are graduates of Special Education who provide assistance, but general teachers have to learn a lot about children with special needs in order to they have no difficulty dealing with their students with disabilities. Through this socialization activity, they are finally aware and interested in learning more about inclusive education. The Community Service Team should follow up on any inputs and suggestions related to inclusive management that occurs in the community or in schools in order to get more attention.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Sekolah penyelenggara pendidikan inklusif perlu didukung oleh tenaga pendidik keahlian khusus dalam proses pembelajaran dan pembinaan anak-anak berkebutuhan khusus secara umum. Salah satu tenaga khusus yang diperlukan adalah Guru Pendamping Khusus (GPK). Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada Tenaga Pendidik yang ada di Sekolah Inklusi Daerah Banjarmasin tentang manajemen Inklusi. Berkaitan dengan hal di atas, pendidikan inklusif pada hakikatnya sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan untuk semua anak dengan fokus pada mereka yang rentan terhadap marjinalisasi. Pendidikan inklusif diharapkan pendidikan bagi semua anak dapat terlaksana bukan hanya sebagai slogan tetapi dengan sungguh-sungguh mampu mengakomodasi kebutuhan pendidikan seluruh anak tanpa terkecuali. Demi terlaksana layanan pendidikan inklusif yang diharapkan, maka mutu pendidikan inklusif harus diperhatikan. Guru pendamping khusus harus memahami secara utuh dan mendalam dalam melaksanakan tugas dan fungsinya serta memerlukan adanya kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, seperti: guru kelas, guru bidang studi, dan lain-lain. Sehubungan dengan hal itu, salah satu kompetensi khusus yang harus dikuasai oleh guru pendamping khusus (GPK) dalam menangani anak berkebutuhan khusus di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif dan menjadi fokus pembahasan pada pengabdian ini adalah kompetensi dalam melakukan identifikasi dan asesmen anak berkebutuhan khusus.
PENGOLAHAN SAMPAH PASAR DESA KUNJANG KABUPATEN KEDIRI BERBASIS CIRCULAR ECONOMY SYSTEM DAN TEKNOLOGI ECO FRIENDLY [MARKET WASTE PROCESSING IN KUNJANG VILLAGE, KEDIRI REGENCY BASED ON CIRCULAR ECONOMY SYSTEM AND ECO FRIENDLY TECHNOLOGY] Astria Hindratmo; M Hasan Abdullah; Navik Kholili
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 5, No 3 (2021): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i3.4661

Abstract

Kunjang Village Market is located on Jl. Soekarno-Hatta, Kunjang Kidul Hamlet RT.02 RW.02 Kunjang Village, Kunjang District, Kediri Regency. The location of the Kunjang Village Market is about 30 km from the city center. There are 338 traders in Kunjang market tradisional  in total. However, with the large number of traders, it raises several problems, namely the amount of garbage that accumulates causing unpleasant odors and the handling of waste is carried out by burning so that the smoke spreads everywhere which disturbs the surrounding environment, especially residential areas. In addition, there is no garbage truck that transports it to the central waste collection center of Kediri Regency so that the waste is burned in an open place located behind the market. The purpose of this service is to improve waste management that is more environmentally friendly, as well as obtain by-products from waste processing to increase market income. The methods used in this service are training and assistance in processing waste into solid and liquid organic fertilizers, as well as processing inorganic waste (plastic waste) into shredded plastic and liquid fuel or oil processed by means of pyrolysis. The results of this service produce by-products in the form of solid and liquid organic fertilizers, marketable shredded sticks and liquid fuel (oil), as well as reducing environmental impacts due to the smoke from burning waste.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Pasar Desa Kunjang terletak di Jl. Soekarno-Hatta, Dusun Kunjang Kidul RT.02 RW.02 Desa Kunjang, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Lokasi Pasar Desa Kunjang terletak sekitar 30 km dari pusat kota. Total pedagang di pasar tradisional Kunjang sebanyak 338 pedagang. Namun dengan banyaknya jumlah pedagang, maka menimbulkan beberapa permasalahan yaitu jumlah sampah yang menumpuk sehingga menimbulkan bau tak sedap dan penanganan sampah dilakukan dengan dibakar sehingga asap menyebar ke mana-mana yang mengganggu lingkungan sekitar terutama pemukiman penduduk. Selain itu tidak adanya truk sampah yang mengangkut ke penampungan sampah pusat kabupaten Kediri sehingga sampah di bakar pada tempat terbuka yang terletak belakang pasar. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk memperbaiki pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan, serta mendapatkan produk sampingan hasil pengolahan sampah untuk menambah pendapatan pasar. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu pelatihan dan pendampingan pengolahan sampah menjadi pupuk organik padat dan cair, serta pengolahan sampah anorganik (sampah plastik) menjadi plastik cacah dan bahan bakar cair atau minyak hasil proses dengan alat pirolisis. Hasil pengabdian ini menghasilkan produk sampingan berupa pupuk organik padat dan cair, pastik cacah yang layak jual dan bahan bakar cair (minyak), serta mengurangi dampak lingkungan akibat asap pembakaran sampah.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA CIPINANG MELALUI PROGRAM WATER CLOSET MANDIRI GUNA TINGKATKAN SANITASI CIPINANG [EMPOWERMENT OF CIPINANG VILLAGE COMMUNITY THROUGH THE PROGRAM OF INDEPENDENT WATER CLOSET TO IMPROVE CIPINANG'S SANITATION] Jack Widjajakusuma; Rudy Pramono; Adolf Parhusip; Reinhard Pinontoan; Nisvi Suciati Dewi; Siti N. Napilah; Aji Sulistian; Riska Apriliani; Nasya I. Arifa; M. U. Al-abqori; A.G. Hendra; A Hasyati
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 5, No 3 (2021): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i3.4984

Abstract

The habit of open defecate of residents can pollute the environment and cause various sources of infectious diseases. Cipinang Village Community, District Angsana Pandeglang Regency still has a habit of defecating carelessly. Therefore, Pandeglang Regency Young Fighters in collaboration with Universitas Pelita Harapan in the frame of Community Service, trying to change the bad habit of open defecation of the Community in Cipinang by build Independent Water Closet Program. This program consists of three stages. The first stage is Socialization to increase awareness of the Cipinang Village community about the benefits and disadvantages of open defecation which is conducted in the hall of SDN 1 Cipinang. Second Stage is to build 5 units of adequate toilet facilities as a pilot unit. Stage Third, trigger and empower the community independently to develop toilet facilities by providing raw materials for the manufacture of latrines and septic tanks. The results is that the community in Cipinang Village already aware and have and knowledge about dangers and disadvantages of open defecation. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) oleh penduduk dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan berbagai sumber penyakit menular. Masyarakat Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang masih mempunyai kebiasaan BABS. Oleh karena itu, Pejuang Muda Kabupaten Pandeglang bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat berusaha mengubah kebiasaan buruk BABS dari masyarakat desa Cipinang dengan Program Water Closet Mandiri. Program Water Closet Mandiri terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Cipinang tentang manfaat dan kerugian BABS melalui sosialisasi di Aula SDN 1 Cipinang. Hasil survey dan wawancara dengan masyarakat dalam sosialisasi ini menunjukkan bahwa masyarakat desa Cipinang sudah mempunyai kesadaran dan pengetahuan yang tinggi tentang bahaya dan kerugian BABS. Faktor yang memicu BABS ini adalah masyarakat tidak memiliki fasilitas toilet yang memadai karena tidak ada dana untuk membangun fasilitas tersebut.  Tahap kedua adalah membangun 5 unit fasilitas toilet yang memadai sebagai unit percontohan. Tahap ketiga adalah memicu dan memberdayakan masyarakat secara mandiri dalam pembangunan fasilitas toilet dengan cara memberikan bahan baku pembuatan water closet dan septic tank. Pelaksanaan program dimulai sejak 16 - 29 Desember 2021 dengan sasaran 70 keluarga yang terdiri dari 6 kampung di Desa Cipinang. Dengan demikian, program ini dapat mengurangi kebiasaan BABS masyarakat Desa Cipinang dan berharap dapat memicu warga yang belum mendapat bahan baku pembuatan water closet dan septic tank membangun toilet yang memadai secara swadaya.
PEMBERDAYAN MASYARAKAT UMKM BERBASIS DIGITAL LITERACY DI KAMPUNG LOGAM NGINGAS KABUPATEN SIDOARJO [EMPOWERMENT OF SME COMMUNITY BASED ON DIGITAL LITERACY IN KAMPUNG METAL NGINGAS, SIDOARJO REGENCY] Allen Pranata Putra; Erwan Aristyanto
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 5, No 3 (2021): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i3.4713

Abstract

The quality of human resources will determine the sustainability of the economy in every condition, especially in the conditions of the Covid-19 pandemic, it takes the comparative sustainability of good products. In addition to comparative advantage, increasing digital literacy of each individual is also needed to be able to provide employment and economic improvement. Problems in UMKM are at least the improvement of human resources, the quality of product branding, the improvement of the economy periodically and the growth of employment. The methods used in improving digital literacy in community service are Focus Group Discussion (FGD), indepth interview, and field mentoring. Community empowerment activities are expected to increase the competence of UMKM actors due to technological transformation in business. The results of community empowerment through the improvement of digital literacy that has been done show positive results and are very beneficial for UMKM. At least UMKM can win competition in the lowest price filters, improved product branding, and increased labor. Further community service is expected to maintain the quality of products and comparative advantages that have been owned by UMKM actors.BAHASA INDONESIAN ABSTRACT: Kualitas sumber daya manusia akan menentukan keberlangsungan ekonomi dalam setiap kondisi, terutama dalam kondisi pandemi Covid-19, dibutuhkan keunggulan komparatif produk yang baik. Selain keunggulan komparatif, peningkatan digital literacy setiap individu juga diperlukan untuk dapat meningkatkan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi. Masalah di UMKM setidaknya adalah peningkatan sumber daya manusia, kualitas branding product, peningkatan ekonomi secara berkala dan pertumbuhan lapangan kerja. Metode yang digunakan dalam meningkatkan digital literacy dalam pelayanan masyarakat adalah Focus Group Discussion (FGD), indepth interview, dan pendampingan lapangan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pelaku UMKM akibat adanya tranformasi teknologi dalam bisnis. Hasil pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan digital literacy yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang positif dan sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM. Setidaknya pelaku UMKM dapat memenangkan persaingan dalam filter harga terendah, peningkatan branding product, dan peningkatan tenaga kerja. Pengabdian masyarakat selanjutnya diharapkan dapat mempertahankan kualitas produk dan keunggulan komparatif yang telah dimiliki oleh pelaku UMKM.
PEMBUATAN CHATBOT “MANUELBOT” SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR IMMANUEL [MANUELBOT: CHATBOT IMPLEMENTATION AS STUDENT LEARNING INNOVATION AT IMMANUEL ELEMENTARY SCHOOL] Viny Christanti Mawardi; Freddy Kurniawan; Carlene Lim
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 5, No 3 (2021): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i3.4732

Abstract

During this pandemic, the Immanuel Elementary School followed the government's direction, which was to carry out online learning. In increasing the spirit of learning, many learning methods have been developed. The development of learning methods is accompanied by the availability of various current technologies. Chatbot is one technology that has been widely used in various form to make humans get information. Chatbots can be useful for providing flight information, product sales, weather and more. SD Immanuel needs a solution to find new ways of learning that can increase students' enthusiasm. We provide a solution by creating a Chatbot as one of the new learning innovations that can provide new method in the learning process. We carried out two activities, namely the development of a Chatbot application with the Agile method and training teachers with the Hybrid Learning method. We develop GuruManuel web application which is used by teachers and ManuelBot which can be used by students through the LINE application. Based on a survey, 100% of teachers agree this application can be useful in the learning process and help students to find information. As many as 82% of teachers agree with the appearance and usability of this application.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Pada masa pandemi ini, Sekolah Immanuel mengikuti arahan pemerintah yaitu melaksanakan pembelajaran secara daring. Dalam meningkatkan semangat pembelajaran, banyak dilakukan pengembangan metode belajar. Pengembangan metode belajar diiringi dengan tersedianya berbagai teknologi saat ini. Chatbot adalah salah satu teknologi yang sudah banyak digunakan saat ini dalam berbagai kegunaan yang dapat memudahkan manusia mendapatkan informasi. Chatbot dapat berguna untuk memberikan informasi penerbangan, penjualan produk, cuaca dan lainnya. SD Immanuel membutuhkan solusi untuk menemukan cara belajar baru yang dapat meningkatkan semangat siswa. Tim PKM memberikan solusi dengan membuat sebuah Chatbot sebagai salah satu inovasi pembelajaran baru yang dapat memberi semangat dan warna baru dalam proses pembelajaran. Pada PKM ini, dilakukan dua kegiatan sebagai solusi untuk menghasilkan inovasi pembelajaran yaitu pembuatan aplikasi Chatbot (ManuelBot) dengan metode Agile yang merupakan salah satu metode dalam pembuatan aplikasi dan pelatihan kepada guru dengan metode Hybrid Learning. Hasil dari PKM ini adalah aplikasi GuruManuel yang digunakan oleh guru sebagai admin dan ManuelBot yang dapat digunakan oleh siswa melalui aplikasi LINE. Berdasarkan survei 100% guru setuju aplikasi ini dapat berguna dalam proses pembelajaran dan membantu siswa untuk mencari jawaban. Sebesar 82% guru-guru menyetujui bentuk tampilan, kegunaan dan penggunaan aplikasi ini.
SELF EFFICACY DAN PEMANFAATAN BISKUIT LABU KUNING SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP PENCEGAHAN STUNTING PADA GOLD PERIOD DI SIOSAR [SELF EFFICACY AND THE USAGE OF PUMPKIN BISCUIT AS FOOD SUPPLEMENTS FOR STUNTING PREVENTION ON GOLD PERIOD IN SIOSAR] Lidya Natalia Br Sinuhaji; Juliana Munthe; Astaria Ginting; Mutiara Asia; Nikmatul Isnaniyah
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 5, No 3 (2021): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i3.4752

Abstract

Background. Globally, there are around 101 million children under 5 years who are under the ideal body weight and 165 million children are stunted. Based on the Basic Health Research (Riskesdas), there are 37.2% of children under 5 years in Indonesia experiencing stunting. Stunting describes the incidence of malnutrition in toddlers that lasts for a long time and its impact is not only physically but also on cognitive function. The PURPOSE of this community service is to empower the community to arise their self-efficacy by utilizing pumpkin biscuits to prevent stunting. The METHOD is carried out in 4 stages, namely reviewing participatory rural conditions, group development, planning and implementing activities as well as participatory monitoring and evaluation. RESULTS in the Siosar area, pumpkin is very easy to obtain because 90% of the local people are vegetable farmers, one of which is pumpkin. Therefore, this activity can solve the problems that exist in Siosar by utilizing agricultural products, namely pumpkin, to be processed in a modern form into biscuits so that babies and pregnant women can consume them easily and it is useful to prevent stunting.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Latar Belakang. Secara global terdapat sekitar 101 juta anak dibawah usia 5 tahun yang termasuk dibawah berat badan ideal dan 165 juta anak mengalami stunting. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), terdapat 37,2 % anak balita di Indonesia mengalami stunting dan tahun 2018 sekitar 37 % (90 juta) anak mengalami stunting di Indonesia. Stunting menggambarkan kejadian kurang gizi pada balita yang berlangsung dalam waktu yang lama dan dampaknya bukan hanya secara fisik tetapi justru pada fungsi kognitif. TUJUAN pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberdayakan masyarakat agar muncul self efficacy dan masyarakat mampu memanfaatan biskuit labu kuning untuk pencegahan stunting. METODE yang dilakukan dengan 4 tahap yaitu mengkaji keadaan pedesaan partisipatif, pengembangan kelompok, penyusunan rencana dan pelaksanaan kegiatan serta monitoring dan evaluasi partisipatif. HASIL di wilayah Siosar labu kuning sangat mudah diperoleh karena 90% masyarakat setempat adalah petani sayur, salah satu tanaman yaitu labu kuning. Oleh karena itu kegiatan ini dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di Siosar dengan memanfaatkan hasil pertanian dan hasil labu kuning  yang didapat diolah dengan bentuk yang modern menjadi biskuit sehingga bayi dan ibu hamil dapat mengosumsi dengan mudah sehingga bermanfaat untuk mencegah terjadinya stunting.

Page 1 of 1 | Total Record : 7