cover
Contact Name
Bangun IRH
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
modulundip@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MODUL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08532877     EISSN : 2598327X     DOI : -
MODUL ( ISSN-P: 0853-2877, e-ISSN: 2598-327X) is an architecture scientific journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with Indonesia Architect Association (IAI) region Central Java.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Identifikasi Pengetahuan dan Respon Penghuni Terhadap Bahaya Kebakaran di Lingkungan Kampus, Studi Kasus: Kampus Institut Teknologi Bandung Widiantoro, Fajar; Larasati, Dewi; Tambunan, Lily
MODUL Vol 25, No 1 (2025): MODUL vol 25 nomor 1 tahun 2025 (6 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.25.1.2025.43-54

Abstract

Bahaya kebakaran merupakan ancaman besar yang dapat menyebabkan kerugian materi berupa kerusakan fasilitas juga kehilangan nyawa manusia. Lingkungan kampus perguruan tinggi adalah salah satu lingkungan dengan kerentanan kebakaran yang tinggi, akibat banyaknya jumlah penghuni pada satu waktu dan ruang yang terbatas serta banyaknya sumber api dan bahan mudah terbakar. Kewaspadaan pengguna bangunan terhadap resiko ancaman bahaya kebakaran pada bangunan menjadi faktor penting untuk mengurangi resiko kerugian dan timbulnya korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kewaspadaan penghuni bangunan di lingkungan kampus Institut Teknologi Bandung terhadap bahaya kebakaran, dengan fokus pada pengetahuan, pengalaman, dan respon penghuni terhadap situasi darurat kebakaran. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan kuesioner daring kepada 101 responden dari berbagai latar belakang usia, jenis kelamin, dan profesi. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik tentang sistem proteksi kebakaran pada bangunan namun kurang baik dalam hal operasionalisasi sistem proteksi tersebut. Evakuasi adalah respon dominan dalam menghadapi indikasi bahaya kebakaran. Mayoritas responden ragu-ragu terhadap standar keamanan kebakaran di bangunan tempat mereka beraktivitas. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi dan pelatihan kebakaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons penghuni, dan pengembangan kebijakan manajemen keselamatan kebakaran di lingkungan kampus. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan meningkatkan kesiapan penghuni dalam menghadapi bahaya kebakaran.
AN EDITORIAL ABOUT NEAR FUTURE IN ARCHITECTURE Harsritanto, Bangun I. R.
MODUL Vol 24, No 2 (2024): MODUL vol 24 nomor 2 tahun 2024 ( 5 articles )
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.24.2.2024.%p

Abstract

On this Vol 24 no 2, MODUL has published 5 scientific articles. With compiling the information of all published articles, this editorial try to provide scientific information about “the near future” that might be paradoxal to each others
MULTI RUANG MULTI PENGGUNA MULTI WAKTU: TEMPORALITAS SEBAGAI STRATEGI ARSITEKTUR Redyantanu, Bramasta Putra
MODUL Vol 25, No 1 (2025): MODUL vol 25 nomor 1 tahun 2025 (6 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.25.1.2025.1-12

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk merefleksikan gagasan temporalitas atau kesementaraan sebagai potensi dalam perancangan spasial arsitektur yang adaptif dan fleksibel. Fleksibilitas dan adaptabilitas merupakan nilai tambah signifikan dalam karya perancangan. Kemampuan sebuah ruang untuk digunakan dalam berbagai situasi berbeda, dengan penyesuaian konfigurasi tanpa memerlukan tambahan luas spasial, memungkinkan efektivitas dan efisiensi ruangnya. Arsitektur hadir dengan berbagai kemungkinan, di mana variasi prediksinya merupakan bagian dari pemrograman dalam perancangan. Studi kualitatif ini merefleksikan dua studi kasus dari observasi dan penelusuran literatur terkait spasial yang memiliki unsur kesementaraan. Dua studi kasus ini mewakili temporalitas melalui pembacaan praktik spasial masyarakat serta temporalitas dalam pertimbangan perancangan arsitektur. Aspek temporalitas waktu, ruang, dan pengguna menjadi basis pembacaan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temporalitas, baik dalam praktik spasial maupun perancangan spasial, mengindikasikan upaya merespons kedinamisan penggunaan spasial dengan dinamika kemungkinannya. Temuan dalam studi ini diusulkan sebagai gagasan konseptual berupa prinsip dan strategi perancangan, yang diharapkan mampu menjadi basis bagi beragam konteks perancangan yang menuntut fleksibilitas dan adaptabilitas ruang.
INTEGRASI ELEMEN BUDDHA, KONGHUCU DAN TAO DALAM DESAIN MASJID CHENG HO: SEBUAH ANALISIS KOMPARATIF Angkasa, Zuber; Kamil, Erfan M
MODUL Vol 25, No 2 (2025): MODUL vol 25 nomor 2 tahun 2025 (5 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.25.2.2025.91-112

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh elemen arsitektur Tri Dharma (Buddha, Konghucu, dan Tao) dalam desain masjid Cheng Ho di Indonesia. Kajian dilakukan pada 14 masjid Cheng Ho menggunakan pendekatan analitik komparatif, dengan evaluasi elemen-elemen desain seperti atap, fasad, bukaan, menara, ornamen, warna, dan struktur. Temuan menunjukkan bahwa elemen arsitektur Buddha mendominasi melalui atap pagoda, ornamen naga, dan warna merah-hijau, didukung oleh kompatibilitas simbolik, warisan budaya, dan nilai sejarah. Elemen Konghucu terlihat dalam desain simetris dan kesederhanaan fasad, mencerminkan keteraturan dan harmoni sosial, meskipun dibatasi oleh prinsip anikonisme Islam. Elemen Tao, meski tidak dominan, memberikan kontribusi pada harmoni visual melalui ornamen lingkaran dan detail lentik. Selain itu, adaptasi elemen non-Tionghoa, seperti arsitektur Arab, modern, Flores-Timor, dan Jawa-Bali, memperkaya identitas lokal masjid Cheng Ho.Penelitian ini memberikan wawasan praktis untuk pengembangan masjid bergaya arsitektur Tionghoa yang lebih inklusif, dengan eksplorasi elemen arsitektur Buddha, Konghucu dan Tao. Namun, penelitian ini terbatas pada masjid Cheng Ho yang ada di Indonesia, sehingga inklusi masjid-masjid bergaya Tionghoa lainnya dapat memperluas generalisasi temuan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi masjid Tionghoa di luar kategori Cheng Ho guna memperkaya pemahaman tentang akulturasi budaya dalam arsitektur Islam di Indonesia.
STRUKTUR KAMPUNG TRADISIONAL MELAYU DALAM PEMANFAATAN RUANG PADA BANTARAN SUNGAI KAPUAS STUDI KASUS KELURAHAN BANJAR SERASAN KOTA PONTIANAK Zain, Zairin; Adha Muhamad Nur, Farid
MODUL Vol 25, No 2 (2025): MODUL vol 25 nomor 2 tahun 2025 (5 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.25.2.2025.113-120

Abstract

ELEMEN-ELEMEN PEMBENTUK EXPERIENCESCAPE MUSEUM BENTENG VREDEBURG YOGYAKARTA BERDASARKAN PERILAKU PENGUNJUNG Ekasanti, Diasti Sukma; Rahmi, Dwita Hadi
MODUL Vol 25, No 2 (2025): MODUL vol 25 nomor 2 tahun 2025 (5 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.25.2.2025.64-78

Abstract

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta merupakan salah satu museum sejarah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah melakukan revitalisasi guna meningkatkan pengalaman pengunjung. Hal tersebut merupakan langkah yang perlu dilakukan suatu museum agar dapat menyikapi pergeseran peran museum dari hanya berupa tempat penyimpanan koleksi museum menjadi sebuah experiencescape atau lanskap pengalaman. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi ruang-ruang dan elemen-elemen yang berpengaruh terhadap experiencescape Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta berdasarkan perilaku pengunjung melalui observasi dengan teknik pemetaan perilaku berpusat pada pelaku. Melalui penelitian ini didapatkan temuan bahwa Diorama 1, Diorama 2, Diorama 3, Diorama 4, plaza tengah, serta area jembatan dan kolam barat merupakan ruang-ruang yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk experiencescape Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dan membentuk pengalaman pengunjung ditunjukkan dengan perilakunya yang mengindikasikan jenis pengalaman pengunjung museum: sosial, objek, kognitif, dan introspektif. Elemen-elemen pembentuk experiencescape pada ruang-ruang tersebut meliputi: elemen fungsional, sensori, dan alam.
NAVIGATING TRANSITIONS IN GREEN ARCHITECTURE: A MULTI-LEVEL PERSPECTIVE ON PHOTOBIOREACTOR-INTEGRATED FAÇADES IN INDONESIA Bramiana, Chely Novia; Setyawan, Budi; Ismail, Muhammad Azzam; Entrop, Alexis Gerardus; Sukawi, Sukawi
MODUL Vol 25, No 2 (2025): MODUL vol 25 nomor 2 tahun 2025 (5 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.25.2.2025.79-87

Abstract

In tropical countries like Indonesia, architectural design faces the pressing challenge of mitigating excessive heat, humidity, and solar exposure, yet many buildings continue to adopt imported, non-contextual design models. This study explores the implementation and transitional trajectory of a novel microalgae-based photobioreactor (PBR) window façade—an innovation that integrates biological systems into building envelopes for thermal shading, light modulation, and ecological performance. Using the Multi-Level Perspective (MLP) framework, this research examines the interplay between niche experimentation, regime-level constraints, and landscape drivers shaping the adoption of green building technologies in Indonesia. The PBR façade, developed through a university–industry collaboration and installed in Semarang, demonstrates how architectural innovation can evolve through iterative learning, cross-sector collaboration, and real-environment testing. However, its broader uptake is constrained by entrenched design norms, lack of regulatory standards, and limited institutional mechanisms for certification. Landscape pressures such as ESG imperatives and climate adaptation goals offer promising opportunities, but systemic change requires alignment across policy, professional practice, and cultural narratives. The study contributes a process-oriented roadmap for embedding biologically integrated façades into the sustainability transition of tropical urban architecture. 
THE ROLE OF ARTIFICIAL LIGHTING IN INCREASING THE SPIRITUALITY OF WORSHIP SPACES (STUDY GKJ MERGANGSAN, YOGYAKARTA) Sekarlangit, Nimas; Ola, Frengky Benediktus
MODUL Vol 25, No 2 (2025): MODUL vol 25 nomor 2 tahun 2025 (5 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.25.2.2025.88-96

Abstract

Worship spaces support spiritual practices and foster religious community, where lighting influences the atmosphere and worship experience. Many traditional churches, including the Mergangsan GKJ, tend to prioritise the basic function of illumination without maximising its spiritual potential, resulting in suboptimal conditions that diminish devotion. Ideally, artificial lighting design should be comprehensive, integrating function with psychological and spiritual dimensions. The warm natural lighting mimics natural afternoon light and is believed to create a calm, comfortable atmosphere and enhance spiritual connection. Simulation using Dialux is an effective tool for optimising this design. This study aims to analyse the role of artificial lighting in the Mergangsan GKJ in creating a spiritual atmosphere. The methodology used is a mixed approach: quantitative simulation using Dialux Evo to analyse existing lighting conditions and alternative warm natural lighting scenarios, and a qualitative literature review of lighting standards and the spiritual function of light. The results indicate that the Mergangsan GKJ artificial lighting meets functional illumination standards in all main areas (altar, music/gamelan room, lower and upper congregation areas). The choice of colour temperature 3000K (Warm White) and CRI 80 consistently creates a warm and comfortable atmosphere that supports solemnity, proving a new contribution in integrating functionality and spirituality in architectural lighting design.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 2 (2025): MODUL vol 25 nomor 2 tahun 2025 (5 articles) Vol 25, No 1 (2025): MODUL vol 25 nomor 1 tahun 2025 (6 articles) Vol 24, No 2 (2024): MODUL vol 24 nomor 2 tahun 2024 ( 5 articles ) Vol 24, No 1 (2024): MODUL vol 24 nomor 1 tahun 2024 (5 articles) Vol 23, No 2 (2023): MODUL vol 23 nomor 2 tahun 2023 ( 5 articles ) Vol 23, No 1 (2023): MODUL vol 23 nomor 1 tahun 2023 ( 7 articles) Vol 22, No 2 (2022): MODUL vol 22 nomor 2 tahun 2022 (7 articles) Vol 22, No 1 (2022): MODUL vol 22 nomor 1 tahun 2022 (7 articles) Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles) Vol 21, No 1 (2021): MODUL vol 21 nomor 1 tahun 2021 ( 8 articles) Vol 21, No 1 (2021): MODUL vol 21 nomor 1 tahun 2021 (article in press) Vol 20, No 01 (2020): MODUL vol 20 nomor 1 tahun 2020 (10 articles) Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles) Vol 19, No 2 (2019): MODUL vol 19 nomor 2 tahun 2019 (8 articles) Vol 19, No 1 (2019): MODUL vol 19 no 1 tahun 2019 (8 articles) Vol 18, No 2 (2018): MODUL vol 18 no 2 tahun 2018 (8 articles) Vol 18, No 1 (2018): MODUL vol 18 no 1 tahun 2018 (8 articles) Vol 17, No 2 (2017): MODUL vol 17 nomor 2 tahun 2017 (6 articles) Vol 17, No 1 (2017): MODUL vol 17 nomor 1 tahun 2017 (8 articles) Vol 16, No 2 (2016): MODUL Volume 16 Nomer 2 Tahun 2016 (8 articles) Vol 16, No 1 (2016): Modul Volume 16 Nomer 1 Tahun 2016 (8 articles) Vol 15, No 2 (2015): Modul Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015 Vol 15, No 1 (2015): Modul Volume 15 Nomer 1 Tahun 2015 Vol 14, No 2 (2014): MODUL Volume 14 No.2 Tahun 2014 Vol 14, No 1 (2014): MODUL Volume 13, Nomer 2, Tahun 2013 Vol. 13 No. 1 Januari –Juni 2013 Volume 11, Nomer 2, Tahun 2011 Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011 More Issue