cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
FaST : Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : -     EISSN : 25989596     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Started in 2017, FaST publishes articles in the areas of science and technology, particularly in food technology, biology, electrical engineering, industrial engineering, mathematics and civil engineering. Articles are either reviews and/or research results.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
PENGURANGAN MINYAK PADA PRODUK GORENGAN MENGGUNAKAN HIDROKOLOID DAN PATI TINGGI AMILOSA Saragih, Regita Ezra Dwiningris; Handayani, Ratna
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 7 No. 2 (2024): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v8i1.8261

Abstract

Consumption of high-fat fried products and high oil absorption in fried products can lead to health problems. The oil absorption can be reduced by utilizing hydrocolloids and high amylose starch as coating materials in foo products. The purpose of this study was to determine the best formulation of coating dough (high amylose starch) in oil absorption in fried products, to determine the effect of different types of raw materials and frying time on oil absorption, and to determine the effect of adding high amylose starch and hydrocolloid to absorption of fried oil products. There were 3 formulations in the preliminary study with different high amylose starch concentrations and the coating method used was battering and battering + dry coating. The lowest oil absorption is the battering method using formulation 1 which is 14.53%. In the main study different raw materials (chicken breast fillet, tofu and potato) were used and different frying times (3, 6  and 9 minutes). Oil absorption in fried products with different raw materials shows that oil absorption is also different and increases with increasing length of frying time in raw materials with the lowest moisture content (chicken breast fillets). High amylose starch and HPMC was able to reduce oil absorption in fried products by decreasing oil absorption on fried chicken breast fillets by 12.12%, on fried potatoes by 27.65% and on fried white tofu by 16.31%.Bahasa Indonesia Abstract:Konsumsi produk gorengan yang tinggi serta penyerapan minyak yang tinggi pada produk gorengan dapat menyebabkan masalah kesehatan. Penyerapan minyak tersebut dapat dikurangi dengan pemanfaatan hidrokoloid dan pati tinggi amilosa sebagai bahan pelapis pada bahan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui formulasi terbaik dari adonan pelapis (pati tinggi amilosa) dalam penyerapan minyak pada produk gorengan, untuk mengetahui pengaruh jenis bahan baku dan waktu penggorengan yang berbeda terhadap penyerapan minyak, serta mengetahui pengaruh penambahan pati tinggi amilosa dan hidrokoloid terhadap penyerapan minyak produk gorengan. Terdapat 3 formulasi pada penelitian pendahuluan dengan konsentrasi pati tinggi amilosa yang berbeda-beda dan metode pelapisan bahan yang digunakan adalah battering dan battering + dry coating. Penyerapan minyak yang paling rendah adalah metode battering menggunakan formulasi 1 yaitu 14,53%. Pada penelitian utama digunakan bahan baku yang berbeda (fillet dada ayam, tahu dan kentang) dan waktu penggorengan yang berbeda (3, 6 dan 9 menit). Penyerapan minyak pada produk gorengan dengan bahan baku yang berbeda menunjukkan penyerapan minyak yang juga berbeda dan Meninga seiring semakin lamanya waktu penggorengan pada bahan baku dengan kadar air yang paling rendah (fillet dada ayam). Kandungan pati tinggi amilosa dan HPMC mampu mengurangi penyerapan minyak pada produk gorengan dengan penurunan penyerapan minyak pada fillet dada ayam goreng sebesar 12,12%, pada kentang goreng sebesar 27,65% dan pada tahu putih goreng sebesar 16,31%.
STABILITY AND ACTIVITY OF LIPID A PHOSPHOETHANOLAMINE TRANSFERASE FROM NEISSERIA MENINGITIDIS IN THE PRESENCE OF SODIUM DEOXYCHOLATE [STABILITAS DAN AKTIVITAS LIPID A PHOSPHOETHANOLAMINE TRANSFERASE DARI NEISSERIA MENINGITIDIS TERHADAP PENAMBAHAN NATRIUM DEOKSIKOLAT] Samantha, Ariela; Sihombing, Caitlyn Christvania; Vrielink, Alice
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 7 No. 2 (2024): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v8i1.8279

Abstract

Antibiotics are often used to fight infections caused by pathogenic bacteria. However, inappropriate use of antibiotics has caused many pathogenic bacteria to gain antibiotic resistance. Some resistance mechanisms arise through enzymatic modification of the bacterial membrane. Lipid A phosphoethanolamine transferase (EptA) modifies bacterial membranes through the addition of phosphoethanolamine to the lipid A moiety of lipopolysaccharide (LPS) or lipooligosaccharide (LOS). Inhibition of EptA would therefore restore the antibiotic susceptibility of the bacterium. In order to develop inhibitors against EptA, in vitro studies are required. Biochemical studies of membrane proteins such as EptA, must be carried out in buffers containing detergent to ensure the solubility and stability of the membrane protein. EptA has been found to be most stable in buffers containing the detergent, n-dodecyl β-D-maltoside (DDM). However, due to the fact that LOS is also required for biochemical studies of EptA, the detergent, sodium deoxycholate (DOC) is also required as it prevents the aggregation of LOS. In this study, the stability and activity of EptA in the presence of DOC were investigated using thin layer chromatography (TLC) and circular dichroism (CD) spectroscopy. Additionally, preliminary studies on the interaction of EptA and LOS in vitro was carried out using native agarose gel electrophoresis (NAGE). This study shows that EptA remains active in the presence of ‰¤ 2 mM DOC with the highest activity observed in buffers containing only 1 mM DOC. CD analysis showed that the overall secondary structure of EptA in buffer containing various concentrations of DDM and DOC was maintained. Additionally, through NAGE analysis the interaction between EptA and LOS was successfully observed. Therefore, further in vitro studies incorporating both substrates with supplementation of up to 1 mM DOC could be carried out with the long-term goal of studying inhibitors against EptA.Bahasa Indonesia Abstract:Antibiotik sering digunakan untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri patogen. Namun, penggunaan antibiotik yang tidak tepat telah menyebabkan banyak bakteri patogen mendapatkan resistensi antibiotik. Beberapa mekanisme resistensi muncul melalui modifikasi enzimatik dari membran bakteri. Lipid A phosphoethanolamine transferase (EptA) mengubah membran bakteri dengan menambahkan fosfoetanolamina ke bagian lipid A dari lipopolisakarida (LPS) atau lipooligosakarida (LOS). Penghambatan EptA akan mengembalikan kerentanan antibiotik dari bakteri tersebut. Untuk mengembangkan inhibitor terhadap EptA, studi in vitro diperlukan. Studi biokimia protein membran seperti EptA, harus dilakukan dalam larutan penyangga yang mengandung deterjen untuk memastikan kelarutan dan stabilitas protein membran. EptA ditemukan paling stabil dalam larutan penyangga yang mengandung deterjen, n-dodecyl β-D-maltosida (DDM). Namun, karena LOS juga diperlukan untuk studi biokimia EptA, deterjen, sodium deoksikolat (DOC) juga diperlukan karena mencegah agregasi LOS. Dalam penelitian ini, stabilitas dan aktivitas EptA dalam keberadaan DOC diselidiki menggunakan kromatografi lapis tipis (TLC) dan spektroskopi dikroisme sirkular (CD). Selain itu, studi awal tentang interaksi EptA dan LOS in vitro dilakukan menggunakan elektroforesis gel agarosa asli (NAGE). Studi ini menunjukkan bahwa EptA tetap aktif dalam keberadaan ‰¤ 2 mM DOC dengan aktivitas tertinggi diamati dalam larutan penyangga yang hanya mengandung 1 mM DOC. Analisis CD menunjukkan bahwa struktur sekunder keseluruhan EptA dalam larutan penyangga yang mengandung berbagai konsentrasi DDM dan DOC tetap terjaga. Selain itu, melalui analisis NAGE, interaksi antara EptA dan LOS berhasil diamati. Oleh karena itu, studi in vitro lebih lanjut yang memasukkan kedua substrat dengan suplementasi hingga 1 mM DOC bisa dilakukan dengan tujuan jangka panjang untuk mempelajari inhibitor terhadap EptA.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT BANTU PENGANGKATAN PLY PADA MESIN BUILDING PT AST [ANALYSIS OF THE EFFECTIVENESS OF USING A PLY LIFTING TOOL ON BUILDING MACHINERY AT PT AST] Saputra, Adi; Christiani, Agustina
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 7 No. 2 (2024): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v8i1.8307

Abstract

PT AST is one of the leading tire manufacturing industries in Indonesia. In the building department, there are material replacement activities carried out manually by lifting heavy rolls of ply (material) to the machine which can pose a risk of injury to the operator. The engineering department has made a ply lifting tool, and tested it in May 2023, but it was not used in the production process. Therefore this research was conducted to evaluate the effectiveness of this tool based on the operator productivity, standard time, and the level of risk of injury generated before and after use. Rapid Entire Body Assessment method, and Lifting Index were used to evaluate the injury risk. The paired t-test results showed that the worker productivity after using the tool (144 pcs/shift) was not significantly different from the worker productivity before using the tool (143,6 pcs/shift). The standard time of the material replacement process after using the tool was 122.15 seconds, longer than the replacement time without using the tool, which was 74.37 seconds. However, the longer replacement time did not significantly reduce overall worker productivity, because the proportion of this replacement time was only 2.3% of the total working time in one shift. The tool was able to reduce the level of injury risk based on REBA score from very high risk (11 points), to medium risk (7 points), and successfully eliminated the risk of back injury based on the lifting index value which dropped from 2.56 (high risk) to 0 (no risk). In conclusion, the ply lifting tool was functionally effective because it can reduce the potential injury to the operator.Bahasa Indonesia Abstract:PT AST merupakan salah satu industri manufaktur ban terkemuka di Indonesia. Pada departemen building, terdapat kegiatan penggantian material yang dilakukan secara manual dengan mengangkat gulungan ply (material) yang berat ke mesin yang dapat menimbulkan risiko cedera pada operator. Departemen engineering telah membuat alat bantu pengangkat ply, dan mengujicobakannya pada bulan Mei 2023, namun alat bantu tersebut tidak digunakan lebih lanjut dalam proses produksi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas alat bantu tersebut berdasarkan produktivitas operator, waktu baku, dan tingkat risiko cedera yang ditimbulkan sebelum dan sesudah alat bantu digunakan. Metode Rapid Entire Body Assessment dan Lifting Index digunakan untuk mengevaluasi tingkat risiko cedera. Hasil uji-t berpasangan menunjukkan bahwa produktivitas pekerja setelah menggunakan alat bantu (144 pcs/shift) tidak berbeda secara signifikan dengan produktivitas pekerja sebelum menggunakan alat bantu (143,6 pcs/shift). Waktu baku proses penggantian material setelah menggunakan alat bantu adalah 122,15 detik, lebih lama dibandingkan dengan waktu penggantian tanpa menggunakan alat bantu, yaitu 74,37 detik. Namun waktu penggantian yang lebih lama tersebut tidak menurunkan produktivitas pekerja secara keseluruhan secara signifikan, karena proporsi waktu penggantian ini hanya sebesar 2,3% dari total waktu kerja dalam satu shift. Alat bantu ini mampu menurunkan tingkat risiko cedera berdasarkan skor REBA dari risiko sangat tinggi (11 poin), menjadi risiko sedang (7 poin), dan berhasil mengeliminasi risiko cedera punggung berdasarkan nilai lifting index yang turun dari 2.56 (risiko tinggi) menjadi 0 (tidak berisiko). Kesimpulannya, alat bantu pengangkat ply efektif secara fungsional karena dapat mengurangi potensi cedera pada operator.
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN PENGENDALIAN KANDANG AYAM PINTAR DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ESP32 DAN VISUALISASI BLYNK [DESIGN AND CONSTRUCTION OF A SMART CHICKEN COOP MONITORING AND CONTROL SYSTEM USING AN ESP32 MICROCONTROLLER AND BLYNK VISUALIZATION] Noviarno, Nadia; Uranus, Henri P
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 7 No. 2 (2024): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v8i1.8335

Abstract

Many chicken farmers in Indonesia still rely on conventional approaches in their operations, including manual feeding, watering, and temperature control. The aim of this research is to design and build an IoT-based smart chicken coop system. This system will allow for more accurate monitoring of factors affecting poultry production, such as temperature conditions, air humidity, feed and water supply, and automatic lighting. With this system, farmers can make more efficient and quick decisions, which will ultimately increase productivity and welfare of chickens, as well as optimize resource utilization. The IoT platform used to run the monitoring process in the smart coop is Blynk. Utilizing Blynk will assist farmers in collecting data, visually illustrating, and analyzing data in real time. Testing was conducted on four subsystems of the coop design, where the results of component testing and sensor calibration found that the DHT22 temperature and humidity sensor has an average reading discrepancy of 0.75%, the LDR light sensor has accurate values in room conditions, the ultrasonic sensor has an average reading discrepancy of 0.9%, while the water level sensor can provide accurate detection on water thus it can be used as a platform for monitoring. The results of functional test of the system as a whole, showed that the system works very well, making it effective to be a solution for chicken farmers.Bahasa Indonesia Abstract:Peternak ayam banyak yang masih mengandalkan pendekatan konvensional dalam operasional peternakannya, termasuk pemberian pakan, air minum, dan pengaturan suhu yang dilakukan secara manual. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membangun sistem kandang ayam pintar berbasis IoT. Sistem ini akan memungkinkan pemantauan yang lebih tepat terhadap faktor-faktor yang memengaruhi produksi ayam unggas, seperti kondisi suhu, kelembaban udara, pasokan pakan dan air, serta pencahayaan otomatis. Dengan adanya sistem ini, peternak dapat membuat keputusan yang lebih efisien dan cepat, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ayam, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Platform IoT yang digunakan untuk menjalankan proses pemantauan di dalam kandang adalah Blynk. Pemanfaatan Blynk akan membantu peternak dalam mengumpulkan data, menggambarkan secara visual, dan menganalisis data secara real time. Pengujian dilakukan terhadap empat proses dari perancangan alat ini, di mana dari hasil pengujian per komponen dan kalibrasi sensor didapatkan bahwa sensor suhu dan kelembapan DHT22 mempunyai selisih bacaan sebesar 0.75%, sensor cahaya LDR mempunyai nilai yang akurat pada kondisi ruangan, sensor ultrasonik mempunyai selisih bacaan sebesar 0.9%, dan sensor water level dapat memberikan deteksi yang akurat pada air sehingga dapat digunakan sebagai platform untuk monitoring. Dari hasil pengujian fungsional sistem secara keseluruhan didapatkan bahwa sistem bekerja sangat baik, sehingga sistem efektif untuk menjadi solusi bagi peternak ayam.
Analisis Keamanan Kunci-Pintu Nirkabel Mobil dengan Software Defined Radio (SDR): [Analysis of Wireless Car-Key Security with Software Defined Radio (SDR)] Hartanto, Hadipranowo; Martoyo, Ihan
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 9 No. 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i2.1994

Abstract

Wireless Communication is not a new phenomenon in the 21st century. Many devices are using wireless technology, including opening a car’s door using a remote wireless key. To ensure the security of a wireless system, certain encryption methods and algorithms are used.  The rolling code techniques, where the encryption code will be rolled to a different code after usage, are often found in wireless car key systems. This paper describes the analysis of the wireless car-key security by trying to take over control by using Software Defined Radio (SDR). The security is tested using a simple mechanism of save-and-replay, in which the signal from the wireless car-key is received by an SDR and saved into a computer within a large distance from the car. If the car-key signal is not received by the car, the rolling code mechanism might not be triggered.  Then the same car-key signal can be replayed to try to open the car door. A few cars which we tested can be opened in such a way. In this paper some security practices will be suggested to avoid the save-replay hacking mechanism with SDR. Bahasa Indonesia Abstract: Komunikasi nirkabel bukanlah suatu fenomena yang baru pada abad ke-21. Banyak alat yang memanfaatkan teknologi nirkabel, termasuk membuka pintu mobil dengan kunci nirkabel. Untuk menjamin keamanan sistem nirkabel biasanya dilakukan dengan algoritma dan metode enkripsi tertentu. Metode keamanan dengan mekanisme rolling code, di mana kode enkripsi yang digunakan selalu berganti ke kode yang berbeda setelah dipakai, biasanya ditemukan dalam sistem kunci nirkabel mobil. Paper ini menjelaskan analisis tingkat keamanan dari sistem kunci-mobil nirkabel dengan berusaha mengambil alih kendali berbekal Software Defined Radio (SDR). Keamanan akan diuji dengan mekanisme yang cukup sederhana, yakni simpan dan kirim, di mana sinyal dari kunci nirkabel akan ditangkap dengan SDR dan disimpan ke dalam komputer dengan jarak yang cukup jauh dari mobil. Jika sinyal kunci tidak ditangkap mobil, maka mekanisme rolling code tidak terpicu. Setelah itu sinyal yang sama dapat diputar ulang untuk mencoba membuka kunci mobil. Beberapa mobil yang diuji dapat dibuka dengan cara demikian. Dalam paper ini juga akan diusulkan praktik pengamanan untuk menghindari pembukaan kunci dengan mekanisme simpan-kirim dengan SDR.
Rancang Bangun Prototipe Sistem Keamanan Rumah Berbasis Internet Of Things (IoT) dengan Integrasi Sensor Pintar: [Design and Construction of an Internet of Things (IoT)-Based Home Security System Prototype with Smart Sensor Integration] Abidin, Zainal; Bachri , Affan; Nugraha , Rizky Ananda
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 9 No. 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i2.9461

Abstract

In this study, the author designed an internet-connected security system that allows homeowners to easily and efficiently control and monitor the system. The microcontroller used in this study, the ESP32-WROVER-CAM module, also requires several sensors: a PIR sensor, an RFID sensor, a touch sensor, a reed switch, a buzzer, a relay module, a camera sensor, and a door lock solenoid. This research resulted in a home security system that can be controlled in two ways: using RFID sensor readings and using the Telegram app. Using the Telegram app, the system responds and executes the command. Using an RFID card by attaching the card to the reader, if the card is detected correctly, all sensors will detect no suspicious activity. If someone opens the door by breaking in, the buzzer will sound, activating all sensors to notify the door has been forced open by an unknown person. Bahasa Indonesia Abstract: Pada penelitian ini penulis merancang sebuah sistem keamanan yang terkoneksi dengan internet sehingga pemilik rumah dengan mudah dapat mengontrol dan memonitoring dengan mudah dan efisien. Mikrokontroller yang digunakan pada penelitian ini yakni Modul ESP32-WROVER CAM, juga memerlukan beberapa sensor yaitu sensor PIR, sensor RFID, sensor sentuh, reed switch, buzzer, modul relay, sensor kamera dan selenoid door lock. Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem keamanan rumah yang dapat dikontrol menggunakan 2 cara yaitu menggunakan pembacaan dari sensor RFID dan juga bisa menggunakan aplikasi telegram, jika menggunakan aplikasi telegram dengan memberikan perintah ke sistem, sistem akan merespon dan langsung mengeksekusi perintah. Jika menggunakan kartu RFID dengan cara menempelkan kartu ke reader, apabila kartu yang terdeteksi benar maka seluruh sensor tidak akan mendeteksi hal-hal yang mencurigakan. Apabila seseorang membuka pintu dengan cara dibobol maka buzzer akan berbunyi, semua sensor aktif untuk memberikan notifikasi bahwa pintu telah dibuka secara paksa oleh orang yang tidak dikenali.
Memanfaatkan R untuk Preprocessing Data yang Efisien dalam Analisis Prediktif : [Leveraging R for Efficient Data Preprocessing in Predictive Analytics] Yudistira, I Gusti Agung Anom
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 9 No. 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i2.10366

Abstract

The digital era has triggered a data explosion, demanding efficient data preprocessing capabilities. The R programming language, supported by a wide range of packages, offers effective solutions for preprocessing tasks, particularly in handling missing values. This study aims to demonstrate the practical and efficient use of R in improving the quality of predictive models and to provide a practical guide for academics and practitioners. The research adopts a descriptive-exploratory approach through a case study using R for data preprocessing. The stages include data collection, data cleaning and transformation, result visualization, optional predictive analysis, and systematic documentation as a practical guide. The data imputation process in R begins with analyzing variable correlations and distributions using scatter plot matrices and histograms, followed by selecting appropriate imputation methods such as linear regression, mean, or median. R facilitates this process through its comprehensive functions and visualization tools. As this study does not address all aspects of data preprocessing—particularly missing data handling—it is recommended that future research explore alternative imputation techniques such as k-nearest neighbors (kNN) and other preprocessing components. Bahasa Indonesia Abstract: Era digital menghasilkan ledakan data yang menuntut kemampuan preprocessing data yang efisien. Bahasa R, dengan berbagai paket pendukungnya, menawarkan solusi efektif untuk preprocessing, khususnya dalam penanganan missing values. Penelitian ini bertujuan mendemonstrasikan pemanfaatan R untuk meningkatkan kualitas model prediktif dan memberikan panduan praktis bagi akademisi serta praktisi.  Metodologi yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif eksploratif dengan studi kasus menggunakan R untuk preprocessing data. Tahapannya meliputi pengumpulan data, pembersihan dan transformasi data, visualisasi hasil, serta dokumentasi langkah-langkah sebagai panduan praktis.  Pada penelitian ini dilakukan percobaan dengan membangun data simulasi, yang dihasilkan dari data besar yang sudah bersih, kemudian dibuat dibuat menjadi data yang tidak lengkap dengan memanfaatkan paket R messy. Proses imputasi data dengan R dimulai dari analisis korelasi dan distribusi variabel menggunakan scatter plot matrix dan histogram, memilih metode imputasi yang sesuai seperti regresi linear, rata-rata, atau median. R memudahkan proses ini lewat fungsi dan visualisasi yang lengkap.  Hasil evaluasi dilakukan dengan membandingkan bentuk sebaran data asli, dengan data simulasi yang telah dibersihkan.  Hasil yang diberikan menunjukkan bahwa kedua data memberikan bentuk sebaran yang tidak signifikan.
Rancang Bangun Alat Pengiris Singkong dengan Metode Quality Function Deployment (QFD): [Design and Development of a Cassava Slicing Tool using The Quality Function Deployment (QFD) Method] Christiani, Agustina; Theresia, Jessica
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 9 No. 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i2.10369

Abstract

This research was conducted to design and develop a cassava slicing tool for the UMKM (Micro, Small, and Medium Enterprises) "Keripik Singkong Bu Supiah" located in Keranggan Village. The design and development process of this slicing tool was carried out using the Quality Function Deployment (QFD) approach and a House of Quality (HOQ) matrix, which was employed to gather user needs (voice of the customer) and then further analyzed to generate HOWs (engineering characteristics). Additionally, a component planning matrix was created, resulting in three key components for the tool's development: the main frame, slicing mechanism, and slicing blade. The next step involved designing and constructing the cassava slicing tool based on user requirements. The developed cassava slicing device was constructed from iron and was equipped with three blades mounted on a rotating disc, which was operated manually using a hand crank. The device also features a container for placing the cassava, fitted with a spring mechanism that facilitates the movement of the cassava toward the blades. The testing results of the developed tool showed a 6.1% improvement in slicing time efficiency and a 0.54% increase in slicing yield. Moreover, the tool development helped minimize the risk of hand injuries from the blade and eliminated waste during the cassava slicing process. Bahasa Indonesia Abstract: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk merancang dan mengembangkan alat pengiris singkong pada UMKM Keripik Singkong Bu Supiah yang terletak di Desa Keranggan. Proses perancangan dan pengembangan alat ini dilakukan dengan pendekatan Quality Function Deployment (QFD) yang digunakan untuk mengumpulkan kebutuhan pengguna (voice of customers) yang kemudian akan dianalisis lebih lanjut untuk menghasilkan HOWs (engineering characteristics). Selain itu, terdapat matriks perencanaan komponen yang menghasilkan tiga komponen penting dalam pengembangan alat, yaitu kerangka utama, mekanisme pengirisan, dan pisau pengiris. Proses selanjutnya adalah perancangan dan pembuatan alat pengiris singkong berdasarkan kebutuhan pengguna. Alat pengiris singkong yang dikembangkan terbuat dari besi dengan 3 bilah pisau dipasang pada piringan dan dioperasikan menggunakan engkol yang diputar secara manual. Pada alat tersebut juga terdapat wadah tempat meletakkan singkong yang dilengkapi dengan pegas yang dapat mendorong singkong ke arah pisau. Hasil uji coba dari alat yang telah dikembangkan adalah terdapat peningkatan efisiensi sebesar 6,1% terhadap waktu pengirisan singkong dan peningkatan sebesar 0,54% terhadap hasil irisan singkong. Selain itu, pengembangan alat juga dapat meminimalkan resiko tangan tergores mata pisau dan menghilangkan waste yang terdapat dalam proses pengirisan singkong.
Karakteristik Fermentasi Kitin dari Kulit Udang Windu (Penaeus monodon) dengan Kapang Trichoderma virens : [Characteristics of Chitin Fermentation from Black Tiger Shrimp (Penaeus monodon) using Trichoderma virens] Handayani, Ratna; Gerardo Kevin Liguna
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 9 No. 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i2.10371

Abstract

Black tiger shrimp (Penaeus monodon) is the most widely used shrimp in fisheries industries of Indonesia for export. This activity contribut to increase the amount of shrimp shell waste. Shrimp shell contains chitin at 15-20%. Chitin can be hydrolyzed using chitinase to produce N-acetylglucosamine. This research was conducted to determine profile of chitin fermentation yield from black tiger shrimp shell (Penaeus monodon) using Trichoderma virens. Chitin was made by demineralization and deproteination black tiger shrimp shell waste.  The production of fermentation yield was using solid substrate fermentation. Duration of fermentation process was 8 days, incubation temperature was 30 oC and pH 4. Based on the results of fourier transform infrared (FT-IR) spectrophotometer and liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS) analysis, it can be seen that crude N-acetylglucosamine oligosaccharides can be produced as the result of chitin fermentation besides N-acetylglucosamine. It can be determined from the presence of C-O-C groups and the molecular weight (10949,6230) which is a derivative molecule of GlcNAc-2-Man-3-GlcNAc-Fuc-GlcNAc and can be classified as N-gylcans. Bahasa Indonesia Abstract: Udang windu (Penaeus monodon) merupakan jenis udang yang paling banyak diekspor oleh negara Indonesia. Kegiatan ini berkontribusi dalam peningkatan jumlah limbah kulit udang. Di dalam kulit udang, terkandung 15-20% kitin. Kitin dapat dihidrolisis menggunakan enzim kitinase untuk menghasilkan N-asetilglukosamin. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil hasil fermentasi kitin dari kulit udang windu (Penaeus monodon) dengan kapang Trichoderma virens. Kitin dibuat dengan proses demineralisasi dan deproteinasi limbah kulit udang windu. Proses produksi hasil fermentasi kitin menggunakan proses fermentasi substrat padat. Proses fermentasi dilakukan selama 8 hari dengan suhu inkubasi 30 oC, and pH 4. Berdasarkan hasil analisis fourier transform infrared (FT-IR) spectrophotometer dan liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS) dapat diketahui bahwa selain dihasilkan N-asetilglukosamin dapat dihasilkan crude oligo N-asetilglukosamin merupakan hasil fermentasi kitin. Hal tersebut dapat diketahui dari adanya gugus C-O-C dan berat molekul (1094,6230) yang merupakan molekul turunan GlcNAc-2-Man-3-GlcNAc-Fuc-GlcNAc dan dapat digolongkan sebagai N-glikan.
Perancangan dan Implementasi Electronic TPM (E-TPM) Berbasis Website dengan QR Code pada Mesin Tire Final Inspection di PT XYZ: [Design and Implementation of a Website-Based Electronic TPM (E-TPM) with QR Codes on The Tire Final Inspection Machine at PT XYZ] Sialahi, Rudy Vernando; Rachman, Rahardyan
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 9 No. 1 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i2.10375

Abstract

In the Industrial Revolution 4.0, continuous innovation is crucial for companies striving to achieve their vision and mission. One key initiative is implementing Total Productive Maintenance (TPM). PT XYZ, however, encounters challenge due to its ongoing use of conventional, paper-based methods. These methods have numerous drawbacks, such as incomplete documentation of machine damage, outdated information caused by maintenance department oversights, extended data retrieval times, and the risk of document loss or damage. To overcome these issues, an innovative transition was made from a paper-dependent system to a digital, web-based platform to enhance TPM's effectiveness. Data was collected through direct field observation and processed using the SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Timebound) methodology to accurately identify problems and solutions. A web-based application named E-TPM was developed, utilizing the PHP programming language, the CodeIgniter framework, a MySQL database, and a straightforward, user-friendly interface designed with Bootstrap 5.0. This digital shift offers substantial benefits, including real-time management of machinery damage data, improving TPM monitoring efficiency. Digital data storage reduces the risk of falsification or loss, as information is centrally located. Moreover, E-TPM implementation has led to a significant reduction in paper costs, approximately Rp. 495,000 per year, due to the elimination of paper-based TPM tags that are prone to damage or loss. Finally, access to precise data and in-depth analysis enables management to make better-informed decisions regarding maintenance strategies. Bahasa Indonesia Abstract: Dalam era revolusi industri 4.0, inovasi menjadi kunci bagi perusahaan dalam mencapai visi dan misi mereka. Salah satu inovasi tersebut adalah penerapan Total Productive Maintenance (TPM). Namun, PT XYZ masih mengandalkan sistem konvensional berbasis kertas yang memiliki berbagai kelemahan seperti pencatatan kerusakan mesin yang tidak lengkap, risiko data usang karena pembaruan lambat, pencarian data yang membutuhkan waktu lama, serta risiko kehilangan atau kerusakan dokumen. Sebagai solusi, metode paper-based digantikan dengan sistem digital melalui pengembangan situs web untuk mengoptimalkan TPM. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan dianalisis menggunakan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Timebound) untuk memastikan solusi yang efektif. Selanjutnya, aplikasi berbasis web yang dinamakan E-TPM dikembangkan menggunakan PHP, dengan framework CodeIgniter, database MySQL, dan desain antarmuka yang mudah digunakan dengan Bootstrap 5.0. Transformasi digital ini memungkinkan pengelolaan data kerusakan mesin secara real-time, meningkatkan efisiensi pengawasan kegiatan TPM. Penyimpanan data secara digital mengurangi risiko pemalsuan dan kehilangan data. Penerapan E-TPM juga berdampak positif pada penghematan biaya hingga Rp 495.000 per tahun dengan mengurangi penggunaan kertas untuk tag TPM. Dengan data yang akurat, manajemen dapat lebih efektif dalam merumuskan strategi pemeliharaan.