cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Kandai
ISSN : 1907204X     EISSN : 25275968     DOI : -
Kandai was first published in 2005. The name of Kandai had undergone the following changes: Kandai Majalah Illmiah Bahasa dan Sastra (2005) and Kandai Jurnal Bahasa dan Sastra (2010). Since the name of journal should refer to the name that was registered on official document SK ISSN, in 2016 Kandai started publish issues with the name of Kandai (refer to SK ISSN No. 0004.091/JI.3.02/SK.ISSN/2006 dated February 7th, 2006, stating that ISSN 1907-204X printed version uses the (only) name of KANDAI). In 2017, Kandai has started to publish in electronic version under the name of Kandai, e-ISSN 2527-5968.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2014): KANDAI" : 10 Documents clear
PAKKIOK BUNTING DALAM ADAT PERKAWINAN SUKU MAKASSAR DI GOWA: KAJIAN NILAIBUDAYA NFN Rahmawati
Kandai Vol 10, No 1 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.533 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i1.314

Abstract

Penuturan syair Pakkiok Bunting dalam penyambutan pengantin adat perkawinan suku Makassar di Kabupaten Gowa semakin jarang dilakukan sehingga syair Pakkiok Bunting nyaris terlupakan. Penelitian ini mengangkat permasalahan bentuk dan nilai budaya yang terdapat dalam syair Pakkiok Bunting dan bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan menganalisis nilainilai budaya yang terkandung dalam syair Pakkiok Bunting. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari penutur syair Pakkiok Bunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair Pakkiok Bunting sarat dengan nilai-nilai budaya yang sangat penting untuk diketahui, dipahami, dan dijadikan sebagai pegangan dalam kehidupan berumah tangga. Nilai-nilai tersebut meliputi nilai tanggung jawab, saling menghargai, kesederhanaan, dan  kedermawanan
HAMBATAN BERBAHASA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI “BINAANAK BANGSA” PONTIANAK NFN Martina
Kandai Vol 10, No 1 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.508 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i1.310

Abstract

Masalah dalam penelitian ini bagaimanakah hambatan berbahasa Anak Berkebutuhan Khusus “Bina Anak Bangsa”, Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hambatan berbahasa Anak Berkebutuhan Khusus Kelas 1C “Bina Anak Bangsa”, Kota Pontianak. Metode yang digunakan deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa hambatan berbahasa anak berkebutuhan khusus di kelas 1C “Bina Anak Bangsa”Kota Pontianak dipengaruhi faktor internal dan eksternal anak itu sendiri. Faktor internal datangnya dari anak itu sendiri, seperti kurang pendengaran, mengalami diklesia, ketidakmampuan ganda, autis ringan dan ADHD sehingga menghambat berbahasa mereka. Sedangkan faktor ekternal disebabkan hambatan yang datang dari dalam kelas dan di luar kelas, seperti teriakan teman, gigitan, pukulan, suara gaduh, dan suara berdesing yang berasal dari luar kelas.
NILAI EDUKASI DALAM FABELSENTANI NFN Sri Yono
Kandai Vol 10, No 1 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.525 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i1.315

Abstract

Keragaman fabel yang terdapat pada suku Sentani dapat dijadikan sebagai sarana membangun karakter anak. Sebagai bagian dari sastra lisan yang dianggap penting oleh masyarakat pendukungnya, nilai-nilai edukasi apa saja yang terdapat dalam fabel Sentani. Permasalahan yang menjadi fokus penelitian ini adalah nilai edukasi yang terdapat di dalam fabel Sentani. Dengan pendekatan deskriptif objektif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai edukasi yang terdapat dalam fabel Sentani. Dari hasil analisis diketahui bahwa terdapat beberapa karakter universal yang dapat diambil dari fabel Sentani, di antaranya cinta terhadap Tuhan dan cinta makhluk ciptaanNya, kerja keras, kejujuran, dan rendah hati.
TINDAK TUTUR DALAMKEMBANG GEAN: ANTOLOGI CERPEN REMAJA SUMBAR Kartika Sari
Kandai Vol 10, No 1 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.509 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i1.311

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis tindak tutur dalam kumpulan cerpen “Kembang  Gean”:  Antologi  Cerpen Remaja Sumbar. Perumusan masalah berangkat dari identifikasi jenis dan fungsi tindak tutur yang digunakan pada kumpulan cerpen “Kembang  Gean”:  Antologi  Cerpen Remaja Sumbar. Ada tiga cerita  pendek  yang  akan  dianalisis, yaitu “Di Penghujung Pengabdian”,  “Kembang  Jean”,  dan  “Isyarat  Vella”. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian  hanya   ditemukan  empat jenis tindak  tutur,  yaitu   asertif,  direktif, ekspresif,  dan  komisif. Sementara itu, tindak tutur yang berfungsi deklarasi tidak ditemukan dalam tulisan ini.
MEMBACA KEBERADAAN SASTRA DALAM KORAN LOKALPALANGKARAYA Titik Wijanarti
Kandai Vol 10, No 1 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.501 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i1.316

Abstract

Aktivitas kesastraan di sebuah daerah salah satunya dapat dilihat melalui rubrik kesastraan yang tersedia di media massa setempat. Penelitian ini meneliti keberadaan sastra pada empat koran lokal yang beredar di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya kota Palangkaraya.  Keempat koran lokal tersebut adalah koran Kalteng Pos, Tabengan, Megapos dan Palangka Post.  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh simpulan bahwa sastra dalam keempat koran lokal di  Palangkaraya didominasi oleh bentuk cerita pendek. Genre lain yang ditemukan adalah cerita rakyat Kalimantan Tengah berupa legenda yang dimuat dalam Kalteng Pos dan Palangka Post. Secara tematik, karya sastra yang dimuat dalam empat koran lokal di kota Palangkaraya semuanya mengangkat kehidupan sehari-hari remaja. Kondisi ini diasumsikan sebagai pengaruh kehidupan pengarang yang berasal dari kalangan remaja
MOTIF ASAL-USUL TANAMAN PADI DALAM TIGA CERITA RAKYAT INDONESIA Erli Yetti
Kandai Vol 10, No 1 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.533 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i1.312

Abstract

Sastra yang dihasilkan kelompok etnik merupakan produk budaya yang disatukan oleh geobudaya (kesatuan budaya) dan wilayah. Kekayaan sastra seperti ini saling memiliki kekerabatan sastra antar kelompok lain. Masalah yang terdapat dalam penelitian ini adalah 1) motif apa saja yang terdapat pada ketiga cerita rakyat tersebut, dan 2)   adakah persamaan dan perbedaan motif dalam memperteguh budaya bangsa. Tujuan penelitian  ini untuk melihat motif apa saja yang terdapat pada ketiga cerita rakyat dan bagaimana perbandingan motifnya. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif  dan pustaka. Data yang terkumpul kemudian diedit ulang untuk keterbacaan dan terakhir analisis motif dirujuk melalui teori motif indeks yang dibuat oleh Stith Thompson. Hasil analisis data  menunjukkan adanya lima motif cerita, yakni (1) Asal-usul pohon dan tanaman (A 2600—2899); (2) Bagian tubuh manusia atau hewan berubah menjadi tanaman (A 2611.0.5) dan  penjelmaan manusia jadi objek lain (D200—299); (3) hukuman melanggar tabu/larangan (C900-C999); (4) menentukan masa depan;  penawaran dan perjanjian (M200-M299); dan (5) muslihat/penipuan (K300-400)
IDENTIFIKASI,PEMETAAN, DAN PELINDUNGAN SASTRA LOKAL SULAWESI TENGGARA NFN Asrif
Kandai Vol 10, No 1 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.501 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i1.317

Abstract

Sebagai bangsa yang multietnik, Indonesia memiliki aneka ragam sastra lokal (tradisi) yang ada di tiap daerah. Akan tetapi, kebanyakan sastra lokal itu hanya terserak di tangan para seniman berusia uzur. Di Sulawesi Tenggara, etnik Tolaki memiliki sastra lokal seperti huhu (lagu menidurkan anak), o anggo (lagu rasa kagum terhadap pemimpin), taenango (lagu kisah kepahlawanan), sua-sua (lagu rasa ingin berkenalan), kabia (lagu percintaan), tebaununggu (lagu berisikan sastra sejarah) dan isara (lagu tentang perang dewa-dewa), masyarakat Muna mengenal kantola (nyanyian berbalas) dan gambusi, masyarakat Buton mengenal tradisi male-male (nyanyian kematian), nyanyian tradisional kabanti, puisi kabija, dan tradisi membaca naskah-naskah kabanti pada acara adat/agama. Dari sekian banyak sastra lokal, baik lisan ataupun tertulis, hanya beberapa saja yang masih aktif dijadikan sebagai media ekspresi dan komunikasi masyarakatnya. Sebagian besar sastra tradisi itu telah terancam punah, dan beberapa di antaranya telah punah. Oleh karena itu, perlu secepatnya melakukan tindakan awal untuk melindungi melalui usaha pemetaan, pengidentifikasian, dan pendokumentasian sastra lokal di Sulawesi Tenggara. Kepunahan produk budaya menandakan negara gagal melindungi kebudayaannya sendiri.
BENTUK DAN MAKNA REDUPLIKASI BAHASA MORONENE NFN Firman A.D.
Kandai Vol 10, No 1 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.345 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i1.308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses reduplikasi bahasa Moronene yang berkaitan dengan bentuk dan makna. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan sinkronis yang berusaha menganalisis bentuk dan makna reduplikasi bahasa Moronene. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bentuk reduplikasi dalam bahasa Moronene terdiri atas dua proses, yaitu reduplikasi bentuk dasar yang berupa akar dan reduplikasi dasar berafiks. Makna yang terkandung dalam proses tersebut dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, yaitu, bermakna banyak; menyerupai; perbuatan yang dilakukan berulang-ulang; perbuatan yang dilakukan dengan main-main; perbuatan yang dilakukan dengan santai/asal-asalan; bermakna saling (resiprokal); bermakna agak; bermakna tidak terhingga; bermakna sedikit; bermakna bau; bermakna berpura-pura; bermakna bunyi; dan bermakna belajar melakukan sesuatu.
KESATUAN TEMATIK PUISI “LAUT” DAN “SELAIN LAUT” KARYA ABDUL HADI W.M.: INTERPRETASISEMIOTIK I Wayan Nitayadnya
Kandai Vol 10, No 1 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.565 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i1.313

Abstract

Puisi ”Laut” (Meditasi, 1976) dan “Selain Laut” (Pembawa Matahari, 2002) karya Abdul Hadi W.M. memiliki kesatuan tematik walaupun diciptakan dalam kurun waktu yang berbeda. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah kesatuan tematik yang terlukis dari kedua puisi tersebut. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengungkap kesatuan tematik dari kedua puisi tersebut. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, deskriptif analitik, dan informal. Dari analisis sintaksis, semantik, dan pengujaran dapat disimpulkan bahwa kedua puisi tersebut mencerminkan satu kesatuan tematik. Kesatuan tematik kedua puisi tersebut adalah hidup di alam semesta ini tidak ada yang abadi. Artinya, hidup itu terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman danpemikiran manusia.
REPRESENTASI KESANTUNAN BROWN DAN LEVINSON DALAM WACANA AKADEMIK Fahmi Gunawan
Kandai Vol 10, No 1 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.497 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i1.309

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa Brown dan Levinson dalam wacana akademik. Artikel ini membahas dua hal, yaitu strategi kesantunan negatif dan strategi kesantunan positif  mahasiswa dalam  berinteraksi dengan dosen dalam wacana akademik di STAIN Kendari. Artikel ini menggunakan jenis penelitian deskriptif  kualitatif. Data diperoleh dari  percakapan mahasiswa terhadap dosen. Setelah terkumpul, data dianalisis dengan menggunakan pisau bedah sosio-pragmatik.  Analisis data dilakukan melalui empat tahapan, yaitu pengumpulan  data, reduksi data, penyajian data yang  dilanjutkan dengan kesimpulan hasil penelitian. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa strategi kesantunan negatif mahasiswa terhadap dosen meliputi penggunaan ungkapan tidak langsung,  penggunaan ungkapan yang penuh kehati-hatian dan cenderung pesimis, penggunaan  kata  hormat, dan meminta maaf, sementara strategi kesantunan positif mahasiswa terhadap dosen berupa penggunaan penanda identitas kelompok,  penggunaan basa-basi dan presuposisi,  penggunaan penawaran dan janji, serta  mencari alasan atau memberikan pertanyaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10