cover
Contact Name
syamsul hadi
Contact Email
syamsul hadi
Phone
-
Journal Mail Official
agribest-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agribest
ISSN : 25811339     EISSN : 26154862     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
“JURNAL AGRIBEST” adalah Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian bidang Agribisnis, Sosial Ekonomidan bidang lainnya yang relevan terbit dua kali dalam setahun pada Bulan Maret dan September secara online dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2023): Maret" : 7 Documents clear
Strategi Pengembangan Pupuk Organik Berbasis Limbah Ternak dan Limbah Pertanian di Kabupaten Jember Achmad Saenimun'im Hidayat; Luh Putu Suciati; Sudarko Sudarko
AGRIBEST Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i1.9309

Abstract

Pupuk organik merupakan salah satu input produksi yang memiliki peranan yang sangat penting dalam rangka memperbaiki unsur hara tanah yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Aplikasi pupuk organik pada tanaman dapat meningkatkan kesuburan tanah yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Hal ini karena pupuk organik bukan hanya memperbaiki tanah dari segi kimia saja, akan tetapi juga memperbaiki sifat fisika dan biologi tanah. Melimpahnya limbah ternak dam limbah pertanian yang belum dimanfaatkan dengan baik merupakan peluang untuk meningkatkan pendapatan peternak dan petani dengan mengolah limbah menjadi pupuk organik padat maupun cair. tujuan dari penelitian ini yaitu menyusun strategi pengembangan pupuk organik berbasis limbah ternak dan limbah pertanian di Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jember dengan menggunakan analisis diamond porter yang dikombinasikan dengan SWOT. Hasil menunjukkan bahwa strategi pengembangan pupuk organik berbasis limbah ternak dan limbah pertanian di Kabupaten Jember adalah strategi kuadran I atau strategi S-O (Strength and Oppurtunity) yaitu memanfaatkan limbah ternak dan limbah pertanian yang melimpah dan motivasi petani dalam penggunaan pupuk organik yang didukung dengan kebijakan pemerintah berupa bantuan fasilitas dan program penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan pengembangan usaha pupuk organik
Faktor-Faktor Penentu Luas Konversi Lahan Pisang Kepok (Studi Kasus: Desa Bangun Harja, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan) Puji Astuti; Lili Winarti
AGRIBEST Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i1.8493

Abstract

Desa Bangun Harja dikenal sebagai desa penghasil pisang kepok, namun beberapa tahun terakhir terjadi konversi lahan  atau  perubahan fungsi  lahan  dari perkebunan pisang kepok menjadi fungsi lain yang berdampak terhadap penurunan produksi pisang kepok daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani dan faktor-faktor penentu yang mempengaruhi konversi lahan pisang kepok di Desa Bangun Harja Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2022,  Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif  dengan jumlah responden  38 orang petani. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan ekonometrik menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani dari sisi umur yaitu antara 40-50 tahun dengan tingkat pendidikan yang mendominasi adalah SD. Sedangkan dari sisi jumlah tanggungan terbanyak adalah 2 orang, rata-rata luas lahan yang dimiliki petani paling banyak yaitu antara 1-10 Ha. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh signifikan pada luas konversi lahan pisang kepok adalah luas lahan petani, biaya usahatani, dan penyakit layu fusarium serta banjir.
Pengaruh Media Basah dan Media Kering Terhadap Pendapatan Maggot BSF (Hermetia Illucens) (Studi Kasus UMKM Ahmad Hidayah Farm Watukebo) Siti Nur Alilah; Endang Wahyu Pudjiastutik; Ari Septianingtyas
AGRIBEST Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i1.9340

Abstract

Media  biakan maggot BSF merupakan cara maggot dibudidayakan ada dua macam media biakan yakni media biakan basah dan media biakan kering. Media biakan basah bisa didapatkan dari sayuran, sampah rumah tangga maupun buah yang sudah terjadi pembusukan, sedangkan media biakan kering ialah media yang berasal dari bekatul, kotoran ayam, serbuk kayu dan sebagainya. Dengan adanya media biakan ini produktivitas dapat optimal, namun dikarenakan  tidak semua dapat mengolah limbah sampah, dan juga kekurangannya bahan pakan, serta masyarakat yang belum banyak tau tentang maggot BSF ini, begitupun dengan pemerintah desa yang tidak ada respon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terhadap pendapatan maggot BSF antara media basah dan media kering di UMKM Ahmad Hidayah Farm Metode penelitian menggunakan uji T dengan pemenuhan sampel secara accidental sampling. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa (1) penerimaan yang didapatkan oleh UMKM Ahmad Hidayahh Farm memiliki nilai rata-rata hasil produksi sebesar 32,5 Kg/ produksi dengan rata-rata penghasilan sebesar Rp 260.000 / produksi. (2) Dengan hasil analisis dapat diketahui bahwa media kering berpengaruh terhadap pendapatan maggot BSF. Dengan sig. senilai  0,024 dimana lebih kecil dari 0,05. (3) Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa adanya sebuah perbedaan antara pendapatan variabel media basah dan juga media kering. Yang menunjukan bahwa pendapatan maggot BSF lebih dominan oleh media kering. Dikarenakan pada media basah ada sebuah kendala dari tidak adanya pasok bahan pangan juga terjadi kesalahan pada tahap fermentasi. Sedangkan media kering menjadi dominan karena adanya pasok dan tidak melalui fermentasi
Nilai Tambah dan Keengganan Petani Melakukan Fermentasi Biji Kakao Rakyat Desa Jambewangi Kecamatan Sempu Yuli Hariyati; Indah Ibanah; Rena Yunita; Desy Arindi Putri Regina; Didik Suharijadi; M. Ghufron R; Rahaditya Dimas P; Hendy Firmanto
AGRIBEST Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i1.8742

Abstract

Kecamatan Sempu merupakan satu-satunya kecamatan Penghasil Kakao terbesar di Kabupaten Banyuwangi, yang terletak di Desa Jambewangi. Hal ini dikarenakan Desa Jambewangi mempunyai produksi biji kakao cukup tinggi, namun masih belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat secara maksimal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan menggunakan 60 sampel petani sebagai responden. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah pada tahap pengolahan biji kakao rakyat jambewangi dan untuk mengetahui alasan petani tidak melakukan fermentasi biji kakao. Nilai tambah pada semua tahap pengolahan bernilai positif. Nilai tambah penjualan dari buah kakao gelondong menjadi biji basah sebesar Rp 1000/kg biji basah. Nilai Tambah biji basah menjadi biji kering non fermentasi sebesar Rp 3.000/kg biji kering non fermentasi. Nilai tambah biji basah menjadi biji kering fermentasi sebesar Rp 5.000/kg biji kering fermentasi. Nilai Tambah pengolahanbiji kering fermentasi menjadi bubuk coklat murni sebesar Rp. 7.331,97/kg biji kakao kering fermentasi. Petani kakao di Desa Jambewangi sebagian besar tidak melakukan fermentasi dan belum pernah terlibat dalam pelatihan fermentasi. Petani kakao desa Jambewangi seringkali melakukan penjemuran yang kurang benar, namun begitu umumnya petani mengethui kualitas biji kakao yang baik. Petani menjual biji kakao hanya kepada satu pedagang pengumpul, dan selanjutnya pedagang pengumpul menjual kepada pedagang besar luar kota atau mengolah menjadi biji fermentasi dan selanjutnya dijual ke pengolah cokelat.
Pemasaran Karet Alam di Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Mustofa Mustofa; Suprehatin Suprehatin
AGRIBEST Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i1.14575

Abstract

Sebagai sentra produksi utama karet di Kabupaten Cilacap, produksi karet di Kecamatan Cipari mengalami tren peningkatan sejak tahun 2017 sampai 2019. Meskipun demikian, petani karet di Kecamatan Cipari masih menghadapi permasalahan pemasaran seperti rendahnya harga jual karet, disparitas harga, dan ketidakterbukaan informasi pasar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi saluran pemasaran dan fungsi-fungsi pemasaran serta menganalisis efisiensi pemasaran karet di Kecamatan Cipari. Penelitian ini menggunakan data primer dari 34 petani karet dan 10 lembaga pemasaran lainnya seperti pedagang pengumpul, pedagang besar, dan pengolah karet yang masing-masing ditentukan menggunakan purposive dan snowball sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga saluran pemasaran karet di Kecamatan Cipari. Fungsi pemasaran yang dilakukan petani hanya penyimpanan dan penjualan sedangkan pedagang dan pengolah melakukan fungsi pembelian dan penjualan, penyimpanan, pengolahan, pengangkutan, sortasi, pembiayaan, dan penanggungan risiko. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa saluran pemasaran dari petani-pedagang besar-pengolah karet relatif lebih efisien dibandingkan saluran pemasaran lainnya dengan nilai marjin pemasaran Rp 3.981,00 dan farmer’s share sebesar 71,11 persen serta nilai rasio keuntungan terhadap biaya 2,69.
Analisis Perkembangan Usaha Budidaya Sayuran Hidroponik (Studi Kasus di P4S Hikmah Farm, Kec. Pare, Kab. Kediri) Vifi Nurul Choirina; Heru Setiyadi; Navita Maharani; Rizki Cahyo Utomo
AGRIBEST Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i1.9163

Abstract

Sayuran merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikembangkan di Indonesia. Baik dikembangkan secara konvensional maupun modern. Sayuran Indonesia sudah merambah keberbagai segmen pasar. Sayuran sangat banyak ditemui diberbagai segmen pasar baik tradisional maupun modern. Seiring dengan itu, berkembanglah usaha sayuran berpola agribisnis dengan teknologi canggih seperti budidaya hidroponik. P4S Hikmah Farm merupakan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan yang awalnya terdiri dari kelompok pengajian pada tahun 2017 kemudian berkembang menjadi P4S pada tahun 2019 dilegalkan dengan nama P4S Hikmah Farm (kelas madya) di bawah Puslatan Kementrian Pertanian Tahun 2021 P4S Hikmah Farm sudah berbadan hukum. Pengusaha sayur hidroponik di Kabupaten Kediri kurang lebih berjumlah 15 dengan produk unggulan masing-masing. Hal ini secara tidak langsung menjadi pesaing untuk P4S Hikmah Farm. Meskipun demikian, P4S Hikmah Farm masih belum bisa memenuhi permintaan pasar akan sayuran karena keterbatasan produksi. Penelitian Pengembangan Usaha Budidaya Sayuran Hidroponik, di P4S Hikmah Farm penting dilakukan untuk menganalisis strategi yang bias digunakan dengan menggunakan analisis SWOT, yaitu dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal dengan menggunakan suatu tabel IFAS dan EFAS. Setelah itu dilakukan penyusunan matrik QSPM (Quantitativ Strategic Planning Matrix). Hasil penelitian menumjukkan bahwa pengembangan budidaya sayuran hidroponik di P4S Hikmah Farm berada pada kuadran I, yaitu dengan strategi yang agresif. Strategi yang dapat digunakan meliputi memaksimalkan penggunaan IoT dan greenhouse yang luas; meningkatkan produktivitas; memanfaatkan pengalaman untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan bersertifikat; serta meningkatkan volume panen dan pengelolaan pasca panen.
Strategi Pengembangan Media Penyuluhan Pertanian Berbasis Hybrid Pada Era Pandemi Covid 19 Di Kota Tarakan Nia Kurniasih Suryana; Hendris Hendris; Sirdawati Sirdawati
AGRIBEST Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v7i1.9372

Abstract

Selama pandemi Covid-19, pelaksanaan kegiatan penyuluhan sebagian besar metode pendampingan telah berubah dari menggunakan komunikasi antar pribadi (tatap muka) menjadi melalui media. Dengan jangkauan beberapa provider  telekomunikasi yang baik, serta masyarakatnya yang hampir semua memiliki gadget sangat memungkinkan dikembangkan media penyuluhan berbasis hybrid. Tujuan penelitian ini menganalisis media penyuluhan berbasis hybrid yang meliputi jenis media yang digunakan, sasaran media, penguasaan media, tujuan perubahan perilaku, dukungan jaringan dan merumuskan strategi pengembangan media penyuluhan pertanian berbasis hybrid.Analisis data yang digunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan jenis media yang digunakan dominan audio (52%), sasaran media lebih banyak  individu (92%), penguasaan media kurang menguasai (52%) , perubahan perilaku lebih pada peningkatan pengetahuan (88%) dan dukungan jaringan signal kuat (92%). Strategi pengembangan media penyuluhan berbasis hybrid pada masa pandemic COVID 19 berada pada strategi I (Agresif strategy) yaitu menyiapkan SDM, petani dalam aplikasi IT, menyiapkan materi penyuluhan sesuai kebutuhan dan masalah petani serta mensosialisasikan media penyuluhan berbasis hybrid kepada petani. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7