Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi
Jurnal Anuva presents the latest information of study and research of Cultural Studies and Library and Information Science. Scientific scope of this journal covers cultural studies, library, documentation, and information science. Cultural Studies includes philosophy, literature, linguistics, philology, anthropology, and sociology. Library science includes librarianship, management activity/library services, library collection management, library automation, digital libraries, library cooperation, library empowerment, and/or development of library system/document and information institution. Studies of documentation include record and archive management, activities of data documentation, information, and publications/literature/collection in a database or a certain media, such as; repository, big data, codata, metadata, and/or development documentation system in the library/document and information institution. Studies of information include infometrics, bibliometrics, webometrics, repackaging information, retrieval information, knowledge management, literacy information, dissemination information, and/or development of information systems in the library/document and information institution.
Articles
409 Documents
Penguatan Eksistensi Pustakawan Dalam Era Disrupsi Melalui Falsafah Kepustakawanan Blasius Sudarsono
Mecca Arfa;
Rizal Gani Kaharudin
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (514.821 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.6.2.205-216
Penguatan Eksistensi Pustakawan Dalam Era Disrupsi Melalui Falsafah Kepustakawanan Blasius Sudarsono. Berawal dari keterpaksaan dan kecintaan menjalani profesi pustakawan, Blasius Sudarsono berkeinginan mengembangkan profesi pustakawan. Pengembangan tersebut dilakukan dengan mencari makna kepustakawanan dengan cara menelaah dari aspek kebahasaan dan filosofi. Namun makna kepustakawanan yang digagas memiliki berbedaan dengan makna kepustakawanan dari Peraturan Menteri dan tokoh perpustakaan lainnya. Bertepatan dengan munculnya era disrupsi, pemikiran kepustakawanan diperlukan kajian mendalam untuk mengetahui besaran pengaruhnya menghadapi era tersebut. Artikel ini akan membahas makna kepustakawanan Blasius Sudarsono sebagai dasar menghadapi perubahan era disrupsi. Untuk mengungkap hubungan makna kepustakawanan dan rea disrupsi, artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Peneliti melakukan pembahasan kajian dalam artikel ini dengan melakukan analisis terhadap sejumlah literatur yang didatapkan dan hasilnya disajikan secara deskriptif. Hasil pembahasan yang diperoleh bahwa secara kebahasaan dan filosofis makna kepustakawanan merupakan hakikat atau perihal tentang pustakawan sebagai bagian dari pengembangan individu dengan menghayati profesi pustakawan baik dari aspek keilmuan maupun naluri jiwa sebagai manusia sosial. Kontribusinya dalam era disrupsi, konsep kepustakawanan menjadi sebuah upaya untuk menguatkan eksistensi pustakawan untuk dapat diterima dalam lingkungan masyarakat.
Peran Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam Penyediaan Sumber Daya Informasi Elektronik sebagai Upaya Mengatasi Infodemi pada Masa Pandemi Covid-19
Jumino Jumino;
Oktavia Lutfi Mu’alifah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (802.23 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.6.2.141-162
Penelitian yang berjudul Peran Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam Penyediaan Sumber Daya Informasi Elektronik sebagai Upaya Mengatasi Infodemi pada Masa Pandemi Covid-19 dilatarbelakangi oleh munculnya ledakan informasi terkait pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan rasa ketakutan dan kekhawatiran yang berlebih serta perilaku yang tidak wajar dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam penyediaan sumber daya informasi elektronik sebagai upaya mengatasi infodemi pada masa pandemi Covid-19. Fenomena infodemi merupakan banjir besar informasi baik valid maupun tidak yang menjadikan manusia kesulitan dalam menemukan sumber informasi terkait Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyediaan sumber daya informasi elektronik oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai upaya mengatasi infodemi pada masa pandemi Covid-19 yaitu ePustaka Corona Pedia di iPusnas yang dianggap paling tepat. Koleksi digital ePustaka Corona Pedia berasal dari sumber-sumber yang sudah tidak diragukan lagi, seperti Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ikatan Pustakawan Indonesia. Meskipun demikian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia memiliki tantangan untuk dapat lebih mengoptimalkan jasa layanan informasi Corona Pedia kepada masyarakat yaitu dengan memperkenalkan atau mendiseminasikan informasi Corona Pedia kepada masyarakat luas.
Pemetaan Pengetahuan Lokal Sunda di Kampung Naga-Tasikmalaya
Rizki Nurislaminingsih;
Neneng Komariah;
Eka Purna Yudha
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3941.419 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.6.2.217-230
Masyarakat yang menempati Kampung Naga-Tasikmalaya adalah contoh masyarakat yang masih menjaga adat istiadat Sunda. Mereka hidup dengan menerapkan pengetahuan lokal yang mereka warisi dari leluhur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan jenis-jenis pengetahuan lokal yang mereka miliki. Oleh sebab itu kami menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis tematik untuk mendapatkan tema dari masing-masing pengetahuan lokal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kampung Naga memiliki pengetahuan lokal tentang desain, bahan, dan cara membuat rumah sehat dan rumah tahan gempa serta membuat talud tanah dengan tumpukan batu. Mereka juga ahli dalam pertanian tradisional, mulai dari penggemburan tanah, proses tanam, pengusiran hama, masa panen, pengelolaan jerami agar tidak menimbulkan polusi udara, hingga penyimpanan padi agar awet bertahun-tahun. Keahlian lain terlihat dari keterampilan mengubah bambu dan jerami menjadi souvenir. Mereka juga memiliki pengetahuan lokal dalam pemanfaatan tumbuhan untuk pengobatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat di Kampung Naga memiliki pengetahuan lokal tentang rumah sehat, rumah tahan gempa, cara membuat talud tanah tanpa semen, sistem pertanian tradisional, kebersihan udara, lumbung padi, kerajinan tangan, dan herbal. Penelitian ini mendapat temuan adanya ancaman kepunahan pengetahuan lokal tentang bahan alami untuk skincare dan obat tradisional.
Pergeseran Bahasa Melayu Patani dalam Masyarakat Multilingual di Wilayah Yala Thailand Selatan
Muniroh Bachoh;
Oktiva Herry Candra
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (41.092 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.6.2.163-172
Penelitian ini memfokuskan pada pergeseran bahasa yang terjadi pada masyarakat di wilayah Yala Thailand Selatan. Bahasa Melayu sebagai bahasa ibu, lambat laun mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan pergeseran tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dalam penggalian datanya. Hasil penelitian menujukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan pergeseran bahasa di wilayah Yala Thailand Selatan di antaranya yaitu faktor migrasi, sosial, pendidikan dan ekonomi. Dari beberapa faktor tersebut mengakibatkan bahasa Melayu dialek Patani mengalami pergeseran bahasa baik dari bentuk leksikal, fonologi, klausa dan kalimat. Maka dapat terlihat dari pergeseran bahasa dari dua dampak yaitu dari dampak positif dan dampak negatif. Keduanya saling berperan sehingga dalam pergeseran bahasa dalam masyarakat Patani wilayah Yala tidak dapat terpisah dari perubahan berupa alih kode, campur kode dan interferensi. Maka sangat perlu untuk mempertahankan bahasa ibu agar menjadi bahasa yang dominan di masyarkat tutur di wilayah Yala Selatan Thailand.
Analisis Semiotika Cerpen Karangan Bunga dari Menteri Karya Seno Gumira Ajidarma
Agriza Nur Bayu;
Redyanto Noor;
M. Suryadi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.226 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.6.2.99-106
Penelitian ini berjudul “Analisis Semiotika Cerpen Karangan Bunga Dari Menteri Karya Seno Gumira Ajidarma”. Cerpen ini terbit pada tanggal 3 September 2011 dalam kumpulan cerpen kompas. Latar belakang penelitian ini didasari dinamika sosial yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat. Cerpen ini mengisahkan tentang seorang wanita bernama Siti yang tiba-tiba merasa mual di hari pernikahan putrinya. Perilaku Siti ini sebetulnya merupakan gambaran dari puncak kekesalan terhadap orang-orang yang gemar mencari muka. Dalam cerpen ini banyak sekali ungkapan sindiran yang ditujukan kepada masyarakat kita yang biasa mencari muka kepada pejabat yang sebenarnya tidak kita kenal secara pribadi. Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan makna-makna dibalik satir yang ditulis oleh pengarang. Pendekatan yang digunakan dalam analisis ini menggunakan teori semiotika perspektif Charles Sanders Peirce yang meliputi ikon, indeks dan simbol. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah studi Pustaka dan deskriptif analisis. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan cerpen ini merupakan bentuk satir untuk beberapa pihak. Pertama adalah para pemegang proyek yang telihat seperti meniilat pejabat demi mendapatkan jatah proyek. Kedua adalah terhadap masyarakat umum yang terkesan berbangga diri ketika berhasil mengundang seorang pejabat pada acara hajatan, meskipun baik orang yang mengundang maupun pejabat yang diundang sama sekali tidak mengenal satu sama lain.
Peran Nomor Inventaris Sebagai Sumber Informasi Jumlah Koleksi Pustaka: Studi Kasus pada Perpustakaan SD Negeri Manyaran 01 Semarang
Tri Handayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (517.074 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.6.2.231-244
Pencatatan nomor inventaris merupakan salah satu sub kegiatan pada inventarisasi koleksi perpustakaan. Nomor tersebut dicatat pada Buku Inventaris. Nomor inventaris merupakan nomor unik dan setiap koleksi diberikan nomor yang berbeda. Dengan demikian nomor inventaris koleksi perpustakaan memiliki peran penting untuk mengetahui jumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan secara akurat. Selain itu, nomor inventaris merupakan kode utama yang diperlukan pada penerapan program otomatisasi koleksi perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dokumen kebijakan, partisipasi. Pendekatan Ilmu Perpustakaan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Buku Inventaris yang direkomendasikan peneliti kepada perpustakaan ini pada penelitian sebelumnya perlu dilengkapi dengan pencantuman nomor inventaris yang logis dan ilmiah. Visi dan Misi perpustakaan yang dimiliki perpustakaan SD Negeri Manyaran 01 Semarang sangat jelas. Keberadaan visi dan misi tersebut, serta sikap kooperatif Kepala Sekolah beserta pengelola perpustakaan sekolah merupakan unsur penting bagi keberhasilan penelitian ini. Sehubungan dengan keinginan Kepala Sekolah beserta jajarannya agar program otomatisasi perpustakaan diterapkan di perpustakaan sekolah tersebut, maka pencantuman nomor inventaris pada Buku Inventaris sangat direkomendasikan oleh peneliti.
Perbandingan Kosa Kata Bahasa Melayu Patani (Thailand) antara Dialek Yala dan Menara dalam Ranah Masyarakat
Nur Laila Kengmalaphi;
Muallimin Muallimin
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (53.323 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.6.2.173-178
Pada bahasa Melayu Patani (Thailand) terdapat dialek Yala dan Menara. Kedua dialek tersebut digunakan dalam ranah masyarakat Patani. Penelitian ini mengkaji perbedaan antara kedua dialek tersebut, khususnya dalam hal kosakata dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa percakapan yang digunakan oleh masyarakat Patani, baik dialek Yala maupun dialek Menara. Ada terdapat 45 kosa kata yang dibandingkan antara dialek Yala dan Menara. Selain kata, ada 8 frasa yang dibandingkan antara Dialek Yala dan Dialek Menara. Berdasarkan temuan penelitian masyarakat patani merupakan masyarakat yang memiliki bahasa yang unik dalam komunikasi, yaitu pertama, bahasa Melayu Patani dialeknya berbeda dengan bahasa Melayu lainnya. Ciri kedua yaitu bahwa dalam bahasa Melayu Patani banyak menyingkatkan kalimat seperti "Nak gi mana" untuk pertanyaan 'Hendak pergi kemana ?". Yang ketiga, Bahasa Melayu merupakan linguafranca, bahasa yang diguankan oleh masyarakat Melayu dan Thai, berupa campur kode antara bahasa Melayu dengan bahsa Thai.Wilayah Yala dan Pattani masih tergolong dalam dialek yang sama karena kedua wilayah tersebut mempunyai jarak yang sangat dekat dan memiliki variasi dan latar belakang yang sama. Sementara itu, Dialek Menara lebih dekat dengan bahasa Melayu standar karena secara geografis lebih dekat bahasa yang digunakan di Malaysia.
Peran Blended Librarian dalam Produksi Infografis di Institut Pertanian STIPER Yogyakarta
Mochammad Riski Destrianto;
Helmi Afroda
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (461.369 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.6.2.107-116
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran blended librarian dalam produksi infografis guna mendukung dosen menciptakan media pembelajaran berbasis infografis di INSTIPER Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan blended librarian memiliki peran dalam produksi infografis bersama dosen untuk pembelajaran dengan menawarkan layanan pengembangan media pembelajaran menggunakan infografis. Ada beberapa tahapan yang dilakukan blended librarian dalam memproduksi infografis yaitu, 1. Menganalisis dan mempersiapkan data; 2. Memilih alat yang sesuai; 3. Menentukan motif utama; 4. Menentukan bentuk penyajian data; 5. Pengembangan konten yang sesuai dengan tema infografis; 6. Menentukan urutan penyajian data; 7. Finalisasi. Produk infografis yang dihasilkan selain digunakan untuk membantu dosen sebagai media tambahan pembelajaran, juga mampu memiliki berbagai fungsi seperti konten sosial media dan media promosi.
Dinamika Dimensi Budaya Kerajinan Ukir Jepara : Dari Seni Hias Dinding Masjid Mantingan Menuju Pasar Internasional
Sri Indrahti
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (469.736 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.6.2.179-188
Artikel ini mendiskripsikan tetang proses masuknya pemodal asing serta pengaruh yang ditimbulkan dalam pengelolaan industri kerjainan ukir di Jepara (1980-2010). Tujuan dari penelitian ini adalah; mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi industri kerajinan ukir dalam menghadapi pemodal asing di Jepara, menemukan dan mendiskripsikan secara menyeluruh reaksi yang muncul, menemukan dan menganalisis interaksi sosial budaya orang asing dan orang pribumi, menemukan dan menganalisis proses datang-perginya pemodal asing, pengaruh yang ditimbulkan bagi keberlangsungan industri kerajinan ukir. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer, antara lain arsip yang tersimpan di Dinarpus Jepara maupun Semarang, Dinas Perdagangan dan perindustrian Jepara tentang PMA dan PMDN, serta unit usaha kerajinan ukir. Data sekunder antara lain majalah bulanan Gema Bumi Kartini bulanan terbitan Pemkab Jepara, jurnal, hasil penelitian yang relevan dengan industri kerajinan ukir Jepara pada periode penulisan. Fakta di lapangan akan dilengkapi dengan wawancara informan pelaku, pengambil kebijakan serta komunitas yang mempunyai kepedulian pada sektor keberlangsungan industri kerajinan ukir. Tahap terakhir adalah historiografi dengan merekonstruksi berdasarkan data yang diperoleh melalui proses pengujian dan analisis kritis, untuk menyajikan informasi baru tentang pemodal asing di Jepara dalm industri kerajinan ukir.
Peran Pustakawan Sekolah dalam Manajemen Infodemik Covid-19 Siswa SMP Negeri 2 Semarang
Maharatri Pambayun;
Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/anuva.6.3.317-328
Penelitian ini mengkaji tentang peran pustakawan sekolah dalam manajemen infodemik Covid-19 siswa SMP Negeri 2 Semarang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan wawancara semi terstruktur dengan empat (4) narasumber dari SMP Negeri 2 Semarang sebagai informan untuk pengumpulan data. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola perilaku informan. Hasil analisis menunjukkan tiga tema terkait peran pustakawan sekolah dalam manajemen infodemik Covid-19 siswa SMP Negeri 2 Semarang. Ketiga tema tersebut adalah pelayanan perpustakaan, pengalaman informasi, dan peran pustakawan dalam manajemen infodemik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pustakawan SMP Negeri 2 Semarang sudah melakukan tindakan terkait dengan manajemen infodemik Covid-19 di dalam lingkungan sekolah tersebut yang sejalan dengan pendapat Eysenbach tentang empat pilar manajemen infodemik. Tiga pilar yaitu Pemantauan informasi, Membangun eHealth Literacy dan kapasitas literasi sains, dan Mendorong penyempurnaan pengetahuan dan proses peningkatan kualitas pengecekan fakta dan tinjauan sejawat sudah dilaksanakan oleh pustakawan dengan baik. Namun pilar ke empat yaitu akurat dan tepat waktu dalam penerjemahan pengetahuan, meminimalkan faktor-faktor yang mendistorsi seperti pengaruh politik atau komersial belum terlaksana dengan baik.