cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 25276751     EISSN : 25410083     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 244 Documents
Perbedaan Kadar Glukosa, Karotenoid dan Biomassa Alang-Alang (Imperata cylindrica L. Beauv) yang Tumbuh di Daerah Ternaungi di Kec. Kunduran Blora dan Ungaran Timur Semarang Dhitya Arlan Bayu Martha; Erma Prihastanti; Sri Haryanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 1, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.1.1.2016.59-67

Abstract

Tanaman alang-alang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri jamu dan obat terutama rhizomenya. Kualitas rhizome tanaman alang-alang dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah lingkungan tumbuhnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa, karotenoid dan biomassa tanaman alang-alang yang tumbuh pada daerah ternaungi di Kabupaten Blora dan  Kabupaten Semarang. Sampel tanaman diambil dari lokasi di daerah Kabupaten Blora dan Semarang dengan 10 ulangan. Metode pengukuran kadar glukosa dan karotenoid dilakukan dengan menggunakan alat UV-Spektrofotometer. Pengukuran Biomassa tanaman alang-alang meliputi berat basah dan berat kering tanaman. Analisis data menggunakan Independent  T – Test pada taraf kepercayaan 95 % dengan software SPSS versi 16. Kadar karotenoid dan glukosa pada rhizome tanaman alang-alang yang berasal dari Kabupaten Blora yaitu 0,8817 ppm dan 2,871 ppm dan biomassa (berat basah 10,98 gram dan berat kering 2,81 gram di Semarang. Kadar Karotenoid dan glukosa pada rhizome tanaman alang-alang yang berasal dari Kabupaten Semarang yaitu 0,7966 ppm dan 2,0686 ppm. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa dan karotenoid tanaman alang-alang dari Kabupaten Blora dan Semarang tidak berbeda secara signifikan namun Biomassa tanaman alang-alang berbeda secara signifikan. Kata kunci : Tanaman alang-alang; karotenoid; glukosa; biomassa
Pengaruh Kombinasi Pupuk NPK dan Pengapuran pada Tanah Gambut Rawa Pening terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) Amelia Lestari; Endah Dwi Hastuti; Sri Haryanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.1-10

Abstract

Tanah gambut berasal dari dekomposisi bahan organik sehingga memiliki pH tanah yang asam dan kaya kadar C-organik. Pemanfaatan tanah gambut Rawa Pening saat ini masih sangat terbatas. Pemberian kombinasi pupuk NPK dan kapur dolomit sebagai upaya meningkatkan pH tanah, sehingga tanah gambut dapat dimanfaatkan sebagai media tanam yang baik bagi tanaman tomat. Tujuan penelitian ini mengetahui kombinasi pupuk NPK dan kapur dolomit terhadap pertumbuhan tanaman tomat yang optimum pada media tanah gambut.. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi pupuk NPK (P): tanpa pupuk NPK (P0), pupuk NPK 5 g/tanaman (P1), pupuk NPK 10 g/tanaman (P2), pupuk NPK 15 g/tanaman (P3) dan kapur dolomit (K): tanpa kapur dolomit (K0), kapur dolomit 15 g/tanaman (P1), kapur dolomit 25 g/tanaman. Penelitian menggunakan 12 perlakuan masing-masing dengan 3 ulangan. Analisis data yang digunakan adalah Analisis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji beda nyata Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf kepercayaan 95 %. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, berat basah dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik tidak berpengaruh. Terdapat interaksi antara pupuk NPK dan kapur dolomit terhadap berat basah dan berat kering tanaman tomat. Interaksi 5 g/tanaman dan kapur dolomit 15 g/tanaman menghasilkan berat basah dan berat kering yang optimal. Kata kunci: tomat (Lycopersicon esculentum Mill); gambut; NPK; dolomit; pertumbuhan
Absorpsi dan Metabolisme Kalsium pada Puyuh (Coturnix-coturnix Japonica) Tyas Rini Saraswati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.178-186

Abstract

Absorpsi dan metabolisme kalsium pada puyuh diregulasi oleh hormon paratiroid, dihidroksikolekalsiferol (Vitamin D), dan kalsitonin. Ketiga hormon tersebut meregulasi kebutuhan kalsium dalam tubuh puyuh. Pada artikel ini juga dibahas mengenai peran hormon hormon tersebut dalam mempertahankan homeostasis kalsium dalam darah melalui peran beberapa organ seperti ginjal, tulang dan usus. Pada puyuh kebutuhan kalsium terutama untuk pembentukan kerabang telur. Kata kunci : hormon; kalsium; puyuh
Kadar Kolesterol dan Vitamin A pada Telur Itik Pengging, Itik Tegal dan Itik Magelang Ririn Khairin Nisa; Tyas Rini Saraswati; Enny Yusuf Wachidah Yuniwarti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.114-119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar  kolesterol dan vitamin A dalam telur itik Pengging, itik Tegal, dan itik Magelang.  Seleksi sampel telur itik Pengging, itik Tegal, dan itik Magelang dilakukan di Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Non Ruminansia (BPBTNR). Parameter yang diamati adalah kadar kolesterol dan vitamin A dalam telur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan yaitu itik Pengging, itik Magelang, dan itik Tegal dan 3 ulangan. Jika ada perbedaan antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata terhadap kadar kolesterol dan vitamin A pada telur itik Pengging dengan itik Tegal. Hasil yang sama juga terlihat yaitu perbedaan antara itik Magelang dengan itik Tegal, di sisi lain, itik Pengging dan itik Magelang tidak terlihat perbedaan yang nyata. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa telur itik Tegal baik untuk dikonsumsi karena mempunyai kadar kolesterol lebih rendah. Kata kunci: kolesterol; vitamin A; telur Itik
Diskripsi Morfologi Skeleton Celepuk Jawa (Otus angelina) Betina Tyas Rini Saraswati; Silvana Tana; Enny Yusuf Wachidah Yuniwarti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.110-115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati morfologi skeleton pada burung hantu Celepuk jawa (Otus angelinae). Dua ekor Otus angelinae betina dibius dengan chloroform, bulu dan otot dibersihkan dan diamati skeleton yang menyusun tubuh. Diskripsi morfologi skeleton yang meliputi skeleton atau kerangka tubuh, leher,  tulang belakang, ekstremitas kaki dan sayap. Hasil penelitian menunjukkan Celepuk jawa mempunyai skeleton ringan, tulang dada pipih, tulang ekstremitas berongga dan ringan, tulang belakang bergabung membentuk skeleton yang padat, sehingga dapat disimpulkan bahwa  morfologi skeleton tersebut sangat tepat untuk adaptasi terbang. Kata kunci : burung hantu; tulang
Kandungan Protein, Indeks Putih Telur (IPT) dan Haugh Unit (HU) Telur Itik Setelah Perendaman dengan Larutan Daun Jambu Biji (Psidium guajava) yang disimpan pada Suhu 270C Nur Azizah; Muhammad Anwar Djaelani; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.46-55

Abstract

Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang bergizi tinggi sehingga banyak di gemari dikalangan masyarakat. Protein telur mempunyai mutu yang tinggi, karena memiliki susunan asam amino esensial yang lengkap sehingga dijadikan patokan untuk menentukan mutu protein dari bahan pangan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan protein, Haugh Unit (HU) dan Indeks Putih Telur (IPT) telur itik setelah diberi perlakuan pencucian dan perendaman dengan larutan daun jambu biji (Psidium guajava) yang disimpan pada suhu kamar dalam jangka waktu 28 hari. Penelitian ini menggunakan 45 butir telur itik dengan 9 perlakuan dan 5 kali ulangan, P0: kontrol, P1: cuci dan rendam hari 14, P2: cuci dan rendam hari 28, P3: cuci tidak rendam hari 14, P4: cuci tidak rendam hari 28, P5: tidak cuci rendam hari 14, P6: cuci tidak rendam hari 28, P7: tidak cuci tidak rendam hari 14, P8: tidak cuci tidak rendam hari 28, dengan lama penyimpanan telur 14 hari dan 28 hari pada suhu kamar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Variabel pengamatan yaitu kadar protein, Indeks Putih Telur, serta Haugh Unit. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA pada taraf signifikan 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan α=0,05. Hasil simpulan data menunjukkan penelitian perendaman telur dengan larutan daun jambu biji (Psidium guajava) yang disimpan dalam suhu 270C selama 28 hari dengan kadar tanin 3.90% dan perendaman selama 30 menit tidak efektif untuk mempertahankan protein, Indeks Putih Telur (IPT), dan Haugh Unit telur itik. Kata kunci : telur itik; haugh unit; indeks putih telur; protein; larutan daun jambu biji (Psidium guajava) 
Variasi Kandungan Nutrien dalam Tambak Wanamina dengan Komposisi Jenis dan Jumlah Tegakan Mangrove yang Berbeda di Pesisir Kota Semarang Endah Dwi Hastuti; Rini Budihastuti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 1, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.1.1.2016.36-42

Abstract

Keberadaan vegetasi mangrove dalam tambak wanamina berfungsi sebagai penyedia jasa lingkungan, diantaranya dalam pengendalian suplai nutrien ke dalam kolam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi kandungan nutrien dalam tambak wanamina dan menguji pengaruh jenis serta jumlah tegakan terhadap perubahan kandungan nutrien tambak wanamina. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan dengan perlakuan jenis vegetasi (A. marina; R. mucronata; Campuran) dan jumlah tegakan mangrove (5 tegakan; 10 tegakan; 15 tegakan). Kandungan nutrien yang diamati meliputi bahan organik, nitrat, nitrogen dan fosfat terlarut. Pengamatan dilakukan sebanyak 2 kali dengan jeda waktu 1 bulan. Pengujian dilakukan dengan uji-t dan ANOVA. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat variasi kandungan nutrien dalam tambak wanamina baik pada pengamatan pertama maupun kedua. Pola perubahan kandungan nutrien bervariasi antar jenis nutrien dimana pada beberapa perlakuan ditemukan penurunan kandungan semua jenis nutrien. Hasil uji-t menunjukkan bahwa antar periode pengamatan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kandungan bahan organik, nitrat, nitrogen dan fosfat terlarut. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kandungan nutrien dalam tambak wanamina baik pada pengamatan pertama maupun kedua. Perbedaan kandungan nutrien yang signifikan hanya diperoleh pada kandungan bahan organik pada pengamatan pertama. Kata  kunci: jenis; jumlah tegakan; mangrove; nutrien; wanamina
Mikropropagasi Tunas Alfalfa (Medicago sativa L.) pada Kombinasi Benzil amino purin (BAP) dan Thidiazuron (TDZ) Diah Nurmaningrum; Yulita Nurchayati; Nintya Setiari
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.211-217

Abstract

Teknologi kultur jaringan menjadi alternatif teknologi yang mampu menyediakan bibit secara massal, seragam dan relatif cepat. Multiplikasi tunas dari kultur pucuk merupakan tahap untuk mendukung pembentukan planlet dengan penambahan zat pengatur tumbuh (ZPT) sitokinin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh ZPT  Benzil Aminopurin (BAP) dan  thidiazuron (TDZ)  terhadap pembentukan tunas alfalfa pada media kultur serta mengetahui konsentrasi kedua ZPT dalam membentuk tunas secara optimal. Kultur pucuk diperoleh dari kecambah aseptik berumur 10 hari, dan ditumbuhkan di dalam medium Murashige&Skoog (MS). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kombinasi dari 2 faktor berupa 2 macam sitokinin. Faktor pertama adalah BAP dengan konsentrasi 0; 0,3; 0,6: 0,9 mg/L dan faktor kedua adalah TDZ dengan konsentrasi  0; 0,9; 0,6; 0,3 mg/L. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA, dan  dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu inisiasi tercepat (2,33 hari) terdapat pada perlakuan kombinasi BAP 0,3 mg/L dan TDZ 0,9 mg/L, sedangkan jumlah tunas terbanyak (8,00) diperoleh pada perlakuan kombinasi BAP 0,9 mg/L dan TDZ 0,3  mg/L. Tunas terpanjang terdapat pada media tanpa ZPT (kontrol). Kesimpulannya kombinasi BAP dan TDZ di dalam media MS efektif mempercepat waktu inisiasi dan meningkatkan pertumbuhan tunas alfalfa. Kata kunci : alfalfa (Medicago sativa); induksi pertunasan; BAP; TDZ
Profil Lipid Tikus Putih Setelah Pemberian Teh Kombucha Kadar 50% Waktu Fermentasi 6, 9 Dan 12 Hari Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.1.2017.80-85

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian teh kombucha kadar 50% sebagai drinking water dengan variasi waktu fermentasi. Penelitian ini menggunakan Tikus putih (Rattus norvegicus) jantan  sebanyak 16 ekor umur 2 bulan, dengan perlakuan Teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 hari pada suhu 25oC per oral. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (selama 28 hari) dan 4 ulangan, yaitu : P0 = kontrol, tanpa tambahan teh kombucha, P1 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 6 hari, P2 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 9 hari, P3 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 12 hari. Variabel yang diukur adalah kadar kolesterol, HDL dan LDL. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 10,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian teh kombucha dapat menaikkan kadar HDL, menurunkan kadar kolesterol dan LDL serum darah tikus putih (Rattus norvegicus). Kata kunci : Rattus norvegicus; teh kombucha kadar 50%; kolesterol; HDL; LDL
Efek Antifertilitas Ekstrak Biji Pepaya (Carica Papaya L.) dengan Pelarut Air terhadap Bobot Anak Mencit (Mus Musculus L.) Muhammad Farizan Adani; Agung Janika Sitasiwi; Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.1.2017.11-16

Abstract

Biji pepaya merupakan tanaman obat yang diduga memiliki senyawa antifertilitas sehingga dapat dijadikan sebagai alat kontrasepsi herbal yang aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efek antifertilitas ekstrak biji pepaya (C. papaya L.) dengan pelarut air terhadap bobot anak mencit (Mus musculus L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan 15 ekor mencit betina yang dibagi ke dalam 5 kelompok perlakuan dengan 3 kali ulangan. K(-): bahan perlakuan berupa aquades. K(+): bahan perlakuan berupa pil kontrasepsi. P1, P2, P3 masing-masing diberi bahan perlakuan berupa ekstrak biji pepaya dengan dosis 1,4, 3,5, 7 mg/ekor/hari. Masing-masing diberikan perlakuan oral dengan volume 0,5 ml selama 21 hari. Setelah perlakuan berakhir, dilanjutkan dengan uji kawin.  Parameter yang diamati adalah bobot anak mencit, bobot induk mencit setelah perlakuan berakhir. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap bobot anak mencit dan induk mencit. Kesimpulan penelitian ini adalah senyawa antifertilitas dalam biji pepaya (C. papaya L.) dengan pelarut air tidak mempengaruhi bobot anak dan induk mencit. Kata kunci : Carica papaya; antifertilitas; bobot anak mencit; bobot induk mencit

Page 2 of 25 | Total Record : 244