cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 25276751     EISSN : 25410083     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
Kandungan Ca, Cu, dan Pb pada Berbagai Produk Olahan Rumput Laut Gracillaria verrucosa (Hudson) Papenfuss dari Tambak Lorok, Semarang Muhammad Ghozy Nailan Naja; Munifatul Izzati; Sri Haryanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.549 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.13-20

Abstract

Perkembangan industri di sekitar Tambak lorok Semarang menghasilkan buangan limbah dan menimbulkan pencemaran logam berat seperti Cu dan Pb. Cemaran tersebut dapat membahayakan organisme yang hidup di dalamnya. Salah satunya adalah rumput laut G. verrucosa yang mampu menyerap logam berat, dan sangat berbahaya apabila dikonsumsi . G. verrucosa juga mempunyai kandungan mineral yang lengkap, antara lain yaitu Ca. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan mineral Ca pada tepung agar, dan ampas ekstrak agar yang berasal dari rumput laut G. verrucosa serta menguji kandungan logam berat Cu dan Pb pada tepung agar, dan ampas ekstrak agar yang berasal dari rumput laut G. verrucosa. Metode analisis kandungan mineral serta logam berat menggunakan metode Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry (ICP-OES).  Hasil Penelitian menunjukan bahwa rerata kandungan mineral Ca yang dimiliki oleh tepung agar yaitu sebesar 18,75 ppm, dan pada  ampas ekstrak agar yaitu sebesar 12,63 ppm. Nilai rerata kandungan logam berat Cu yang dimiliki oleh tepung agar yaitu sebesar 1,239 ppm, dan pada  ampas ekstrak agar yaitu sebesar 0,733 ppm, dan nilai rerata kandungan logam berat Pb yang dimiliki oleh  tepung agar yaitu sebesar 0,158 ppm, dan pada  ampas ekstrak agar yaitu sebesar 0,042 ppm.           Kata kunci: G. verrucosa, mineral, logam berat, ICP-OES, tambak lorok
Kandungan Antioksidan dan Kolesterol Dalam Daging Broiler (Galus gallus Domestica) Hasil Pemberian Suplemen dalam Pakan Dari Tepung Daun Pegagan dan Bayam Merah Muhammad Adnan Jafar Alfian; Sunarno Sunarno; Muhammad Fikri Zulfikar; Ahmad Rifai
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.41 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.126-132

Abstract

Daun pegagan dan bayam merah mengandung senyawa antioksidan (polifenol), kaya akan serat, vitamin dan mineral yang diharapkan dapat meningkatkan kandungan antioksidan dan menurunkan kandungaan kolesterol dalam daging broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisa efek suplemen dari daun pegagan dan bayam merah terhadap kandungan antioksidan dan kolesterol daging. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap yang terdiri atas 6 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Enam perlakuan tersebut, meliputi P0 atau kontrol (broiler yang diberi pakan tanpa suplemen tepung daun pegagan dan daun bayam merah), P1 (broiler yang diberi pakan dengan suplemen tepung daun pegagan sebanyak 5%), P2 (broiler yang diberi pakan dengan suplemen tepung daun bayam merah sebanyak 5%), P3, P4, dan P5 berturut-turut adalah broiler yang diberi pakan dengan suplemen tepung kulit daun pegagan dan bayam merah dengan rasio (3,75%:1,25%, 2,5%:2,5% atau 1,25%:3,75%). Pemberian perlakuan di lakukan secara ad libitum setiap hari sebanyak 2 kali Perlakuan diberikan selama 35 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplemen tepung daun pegagan dan daun bayam merah dalam pakan memberi pengaruh nyata terhadap bobot tubuh, kadar antioksidan dan kolesterol dalam daging broiler (P<0,05). Suplemen tepung daun pegagan dan bayam merah dengan rasio konsentrasi 2,5%:2,5% memberi pengaruh terbaik terhadap tiga parameter yang diamati sehingga hasil penelitian ini dapat diaplikasikan untuk mendukung kegiatan budidaya agar broiler dapat menghasilkan daging yang menyehatkan. Kata kunci: broiler; daun pegagan; daun bayam merah; suplemen; kolesterol; antioksidan
Diskripsi Perbandingan Histologi Organ Saluran Reproduksi Puyuh yang Diberi Perlakuan Serbuk Kunyit Sebelum Masak Kelamin dan yang Tidak Diberi Perlakuan Serbuk Kunyit Tyas Rini Saraswati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 1, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1376.878 KB) | DOI: 10.14710/baf.1.1.2016.6-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  histologi organ saluran reproduksi pada puyuh betina  umur 9 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. 5 ekor puyuh betina diberi perlakuan serbuk kunyit selama 1 bulan sebelum masak kelamin dan 5ekor puyuh betina tidak diberi perlakuan serbuk kunyit. Masing-masing perlakuan dipelihara sampai umur 9 bulan. Pada akhir perlakuan puyuh di dekapitasi, diisolasi organ saluran reproduksi, yaitu magnum, isthmus, dan uterus dan  dibuat preperat histologi dengan metode paraffin dan pewarnaan Haematoxylin dan Eosin.  Dilakukan deskripsi histologi  pada organ magnum, isthmus dan uterus. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa  saluran reproduksi pada puyuh umur 9 bulan yang diberi perlakuan serbuk kunyit selama 1 bulan sebelum masak kelamin berkembang lebih baik dari pada saluran reproduksi puyuh yang tidak diberi perlakuan serbuk kunyit. Kata kunci : histologi saluran reproduksi; puyuh; serbuk kunyit.
Pertumbuhan Kalus Eksplan Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc.) pada Berbagai Konsentrasi Sukrosa Secara In Vitro Ilma Khaerasani; Erma Prihastanti; Sri Haryanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.858 KB) | DOI: 10.14710/baf.2.1.2017.43-49

Abstract

Sukrosa adalah disakarida yang merupakan produk fotosintesis tidak langsung. Penelitian ini dilakukan dengan metode in vitro dengan cara inisiasi kalus untuk menginduksi kalus dari eksplan mata tunas rimpang  jahe merah  (Zingiber officinale Rosc). Konsentrasi senyawa osmotik dari medium menjadi faktor penting untuk pertumbuhan kalus. Selain sebagai sumber karbon dan sumber energi, sukrosa yang terserap mempengaruhi tekanan osmotik sehingga berperan dalam pemanjangan sel. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu variasi konsentrasi sukrosa. Konsentrasi sukrosa sebagai perlakuan adalah 20 g/l (S1); 30 g/l (S2); 40 g/l (S3); dan 50 g/l (S4), masing- masing 5 ulangan. Peningkatan berat basah kalus tertinggi diperoleh pada perlakuan konsentrasi sukrosa 30 g/l. Sedangkan berat kering kalus tertinggi diperoleh pada perlakuan konsentrasi sukrosa 50 g/l, semakin banyak jumlah sukrosa dalam media maka semakin besar berat kalus. Namun berdasarkan uji statistik ANOVA, pemberian variasi konsentrasi pada pertumbuhan kalus menunjukkan tidak berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna kalus yang diamati dari konsentrasi yang berbeda menunjukkan warna putih kekuningan dan dengan tekstur remah. Kata kunci : Zingiber officinale Rosc; pertumbuhan; kalus; sukrosa
Performa Green Bean Kopi Robusta (Coffea robusta Lindl.Ex De Will) setelah Perendaman Limbah Tahu dengan Jenis dan Konsentrasi yang Berbeda Ayu Rahmawati Sulistyaningtyas; Erma Prihastanti; Endah Dwi Hastuti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.856 KB) | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.148-152

Abstract

Tingkat  konsumsi  terhadap  kopi  robusta  lebih  rendah  dari pada  kopi  arabika  karena performanya kurang baik. Salah satu upaya peningkatan kualitas performa kopi melalui dekafeinasi. Kopi dekafeinasi yang telah dipasarkan secara luas misalnya kopi luwak. Prinsip pembuatan kopi luwak melibatkan protease dalam pencernaan hewan luwak. Dekafeinasi menggunakan  protease  tersebut  telah  terbukti  menurunkan  kadar  kafein  kopi  robusta sehingga performanya meningkat. Sumber protease dapat diperoleh dari limbah tahu. Dekafeinasi dengan cara merendam green bean kopi robusta (Coffea. robusta) dalam limbah tahu belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian antara lain mengkaji pengaruh jenis limbah tahu  dan konsentrasi limbah tahu  serta interaksi jenis dan konsentrasi limbah industri tahu  terhadap performa pada kopi robusta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor jenis limbah tahu (L0= Air, L1=limbah cair dan L2=limbah padat) dan faktor konsentrasi limbah tahu (K1=30%, K2=60% dan K3=90%), setiap perlakuan dilakukan 3 ulangan. Parameter penelitian yang diamati adalah performa kopi robusta meliputi warna, aroma dan tekstur  green bean kopi robusta. Analisis data yang digunakan adalah Analisis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikasi 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman kopi robusta dalam limbah cair tahu 90 % paling efektif meningkatkan kualitas performa yang meliputi warna, aroma dan tekstur green bean. Kata kunci :  Coffea robusta; dekafeinasi; kopi; limbah tahu; performa
Kombinasi Azolla pinnata R. Br. dan Abu Sekam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L. Var Inpari 33) di Lahan Salin Robi’atul Asifah; Munifatul Izzati; Erma Prihastanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.141 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.73-81

Abstract

Padi (Oryza sativa L) merupakan salah satu sumber karbohidrat bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kebutuhan lahan yang sangat besar dimasa mendatang akan meningkatkan penggunaan lahan-lahan marginal seperti lahan salin. Upaya penanganan tanah salin dapat dilakukan melalui pemilihan tanaman toleran, pencucian garam (desalinisasi) dan reklamasi lahan salin dengan pemberian amelioran atau pembenah tanah. Penambahan Azolla pinnata R.Br. dan abu sekam dapat meningkatkan kesuburan tanah dan membantu menurunkan salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Azolla dan abu sekam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L. var Inpari 33) di lahan salin dengan kombinasi yang berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 ulangan dan 6 perlakuan P0 (kontrol), P1 (100% Azolla), P2 (100% Abu Sekam ), P3 (25% Azolla+75% Abu Sekam), P4 (50% Azolla+50% Abu Sekam), P5 (75% Azolla+25% Abu Sekam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Azolla pinnata R. dan abu sekam berpengaruh nyata terhadap semua parameter penelitian yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun,  jumlah anakan, panjang akar, berat basah tanaman, berat kering tanaman, jumlah gabah permalai dan berat gabah permalai. Pemberian Azolla dan abu sekam yang optimal adalah pada perlakuan P5.    Kata kunci : Azolla pinnata R. Br., abu sekam, tanah salin, pertumbuhan dan produksi Oryza sativa L.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta indica A.Juss) terhadap Berat Uterus dan Tebal Endometrium Mencit (Mus musculus L.) Anis Alfiyanti; Agung Janika Sitasiwi; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.758 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.82-89

Abstract

Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss.) mengandung bahan aktif seperti flavonoid, triterpenoid, alkaloid, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai senyawa antifertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak etanol daun mimba (Azadirachta indica A.Juss) terhadap berat uterus dan tebal endometrium mencit (Mus musculus L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu K- (Akuades), K+ (Pil Kontrasepsi), P1, P2 dan P3 (Perlakuan ekstrak etanol daun Mimba dengan dosis 8,4; 11,2 dan 14 mg/kg BB/hari) masing-masing dengan 5 ulangan. Perlakuan diberikan secara oral dengan volume 0,2 mL selama 21 hari. Pemberian pakan dan minum dilakukan secara ad libitum. Uterus diisolasi, ditimbang dan dibuat sediaan histologis menggunakan metode paraffin dengan tebal sayatan 5 µm dan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE). Pengukuran tebal endometrium dilakukan pada 6 sayatan di setiap sediaan histologi uterus. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan uji lanjut DMRT. Hasil analisis menunjukkan paparan bahan uji memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap tebal endometrium namun tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap bobot uterus dan bobot total organ reproduksi. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun Mimba selama 21 hari dapat memengaruhi fertilitas dengan cara menurunkan tebal endometrium.   Kata kunci: daun Mimba, tebal endometrium, bobot uterus
Pengaruh Perlakuan Organomatrixpriming Terhadap Peningkatan Mutu Fisiologis Benih Cabai (Capsicum annuum L.) Fatma Rosita Ratnaningtyas; Endang Pudjihartati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.02 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.45-54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh organomatrixpriming dalam memperbaiki mutu fisiologis benih cabai. Benih yang digunakan adalah benih cabai varietas Ciko yang telah disimpan selama dua tahun dengan daya berkecambah 74,67%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal. Terdapat delapan perlakuan dan lima ulangan. Bahan organomatrixpriming yang diujikan adalah akuades, air kelapa, pupuk organik cair plus, tauge, tauge fermentasi, bonggol pisang, bonggol pisang fermentasi. Organomatrixpriming dilakukan menggunakan media zeolit selama 4 hari, kemudian dilanjutkan dengan pengujian perkecambahan menggunakan metode UKDdp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan pupuk organik cair plus dan bonggol pisang fermentasi dapat memperbaiki viabilitas benih cabai serta memenuhi standar daya berkecambah benih menurut Balitsa dan SNI yaitu ≥85%. Tetapi organomatrixpriming yang lain tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan viabilitas dan vigor benih. Perlakuan tauge fermentasi justru menurunkan seluruh variabel mutu fisiologis. Infeksi Aspergillus yang menyebabkan benih busuk dan tumbuh abnormal saat pengujian perkecambahan paling tinggi terdapat pada perlakuan tauge.  Kata kunci : benih cabai, organomatrixpriming, viabilitas, vigor
Struktur Histologi Hepar Puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica) yang Diberi Pakan Organik Ika Oktavia Nurmila; Tyas Rini Saraswati; Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.73 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.90-96

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pemberian pakan organik terhadap diameter hepatosit  dan struktur histologi hepar puyuh jepang (Coturnix coturnix japonica). Penelitian ini menggunakan 60 ekor puyuh jepang yang terdiri atas 4 perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri atas 3 ekor puyuh dan dilakukan 5 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian terdiri atas 4 kelompok yaitu P0 merupakan puyuh yang diberi pakan komersial, P1 merupakan puyuh yang diberi pakan organik standar, P2 merupakan puyuh yang diberi pakan organik dengan kandungan daun singkong, kunyit, dan ikan kembung, dan P3 merupakan puyuh yang diberi pakan organik dengan kandungan daun singkong, kunyit, dan rumput laut. Perlakuan diberikan selama 4 bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diukur dalam penelitian adalah diameter hepatosit, diameter lobulus hepar, bobot hepar, dan bobot badan puyuh jepang serta deskripsi struktur histologi hepar. Data dianalisis dengan Analysis of Varian (ANOVA), bila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis data terdapat perbedaan nyata pada diameter hepatosit, diameter lobulus hepar, dan bobot hepar, namun tidak terdapat perbedaan nyata terhadap bobot badan puyuh jepang yang diberi pakan organik. Disimpulkan bahwa pemberian pakan organik mampu mengoptimalkan fungsi hepar puyuh.  Kata kunci: pakan organik, puyuh jepang, hepatosit, kunyit
Aplikasi Suplemen dari Kayu Manis dan Pegagan untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin dan Jumlah Eritrosit Puyuh (Coturnix coturnix australica) Sunarno Sunarno; Siti Murni Mas&#039;adah
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.753 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.55-64

Abstract

Kulit kayu manis dan daun pegagan merupakan tanaman herbal yang kaya akan antioksidan jenis polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hematologis puyuh petelur strain Australia setelah penambahan suplemen kulit kayu manis dan daun pegagan dengan variabel kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan variabel pendukung bobot tubuh. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 8 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan, meliputi kontrol, pakan yang diberi suplemen tepung kulit kayu manis 5% atau 10%, suplemen tepung daun pegagan 5% atau 10%, kombinasi suplemen tepung kulit kayu manis dengan pegagan (5%:5%, 5%:10% atau 10%:5%). Hasil penelitian dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplemen tepung kulit kayu manis dan daun pegagan dalam pakan memberi pengaruh nyata terhadap bobot tubuh, kadar hemoglobin, dan jumlah eritrosit (P<0,05). Suplemen kombinasi tepung kulit kayu manis-daun pegagan dengan rasio 5%:10% memberi pengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin dan eritrosit dengan nilai lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya, yaitu sebesar 13 g/% dan 2,588,000 per mm3. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan suplemen kombinasi tepung kulit kayu manis-daun pegagan dengan rasio 5%:10% dapat meningkatkan status hematologis puyuh.  Kata kunci: kayu manis, pegagan, suplemen, antioksidan, bobot tubuh, hemoglobin, eritrosit

Page 9 of 26 | Total Record : 254