cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 25276751     EISSN : 25410083     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
Analisis Proksimat dan Nilai Kesukaaan Beras Artifisial Berbahan Dasar Tepung Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz ) dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch) Dewi Kartika Rahmawati; Munifatul Izzati; Sarjana Parman
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.057 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.203-206

Abstract

Beras artifisial adalah beras yang dibuat dari non padi dengan kandungan karbohidrat mendekati atau melebihi beras. Beras artifisial berbahan dasar tepung ubi kayu dan labu  kuning merupakan solusi agar ketergantungan masyarakat terhadap beras dapat dikurangi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji kandungan gizi beras  artifisial  berbahan dasar tepung ubi kayu dan labu kuning ditinjau dari analisis proksimat dan antioksidan serta mengetahui dan mengkaji tingkat kesukaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yaitu jumlah perbandingan tepung ubi kayu dan tepung labu kuning yang terdiri dari 3 taraf yaitu formula 2:1, 1:1 dan 1:2. Metode dari penelitian ini meliputi analisis proksimat, analisis antioksidan dan uji nilai kesukaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula beras artifisial berbahan dasar tepung ubi kayu dan labu kuning yang memiliki kualitas gizi terbaik yaitu formula 1:2. Formula 1:2  memiliki kadar abu sebesar 3,5%; kadar  a ir 9,2%; kadar serat kasar 8,2%;kadar protein 8%; kadar lemak 0,4%; kadar karbohidrat 78,5% dan  kadar antioksidan 8%. Uji nilai kesukaan menunjukan bahwa beras artifisial berbahan dasar tepung ubi kayu dan labu kuning formula 1:2 kurang disukai dari segi warna, aroma, dan penerimaan umum,  namun dari segi rasa panelis rata-rata menyukainya.
Kualitas Air dan Pertumbuhan Semai Avicennia marina (Forsk.) Vierh pada Lebar Saluran Tambak Wanamina yang Berbeda Nimas Ayu Suryani; Endah Dwi Hastuti; Rini Budihastuti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.817 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.207-214

Abstract

Avicennia marina merupakan jenis mangrove yang sifatnya rentan terhadap perubahan lingkungan, sehingga secara langsung dapat mempengaruhi pertumbuhannya. Lebar saluran yang berbeda akan menentukan distribusi air dan nutrient sehingga dapat mempengaruhi kualitas air yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan vegetasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas air dan pertumbuhan semai Avicennia marina berdasarkan lebar saluran tambak yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK). Analisis data yang digunakan berupa analisis varians (ANOVA) satu faktor dengan uji lanjut Duncan dan analisis deskriptif. Faktor yang digunakan yaitu lebar saluran. Saluran dengan lebar 1m, 2m, 3m dengan 6 ulangan. Hasil analisis sidik ragam terhadap kualitas air dan pertumbuhan semai Avicennia marina selama empat bulan pengamatan pada lebar saluran yang berbeda menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar saluran tambak yang berbeda berpengaruh terhadap kualitas lingkungan terutama suhu. Perlakuan lebar saluran tambak wanamina yang berbeda belum memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan diameter batang dan kelulushidupan semai Avicennia marina.
Hubungan Kualitas Air dengan Pertumbuhan Semai Rhizophora mucronata Lamk. Pada Periode Pengamatan yang Berbeda Solikhah Solikhah; Endah Dwi Hastuti; Rini Budihastuti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.749 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.215-222

Abstract

Pengelolaan kawasan tambak dapat dilihat dari peran mangrove dalam pengendalian kualitas lingkungan tambak. Pengelolaan ekosistem mangrove dapat dilakukan dengan polikultur atau wanamina (silvofishery). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas air (suhu, kekeruhan, salinitas, pH, dan DO) terhadap pertumbuhan semai Rhizophora mucronata Lamk. pada periode pengamatan yang berbeda di saluran tambak wanamina Semai mangrove sangat rentan terhadap perubahan lingkungan, sehingga kemampuan adaptasi terhadap lingkungan tumbuhnya menentukan keberhasilan pertumbuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan periode pengamatan. Analisis data yang digunakan berupa analisis varians (ANOVA) satu faktor (periode pengamatan) dengan 6 perlakuan yaitu periode pengamatan I, II, III, IV, V , dan VI serta analisis regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan kualitas lingkungan dengan pertumbuhan semai. Analisis data menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan daun rendah, pertumbuhan jumlah cabang belum ditemukan, diameter batang dan tinggi tanaman mengalami pertumbuhan. Periode pengamatan berpengaruh terhadap kualitas air. Kualitas air yg berpengaruh nyata yaitu suhu, kekeruhan dan salinitas. Kekeruhan dan suhu merupakan parameter kualitas air yang memiliki hubungan paling erat dengan pertumbuhan  semai  Rhizophora mucronata.
Respon Glomerulus Ren Mencit (Mus musculus L.) terhadap Pemberian Senyawa Antifertilitas dari Ekstrak Air Biji Pepaya (Carica papaya L.) Anggi Widyaningsih; Agung Janika Sitasiwi; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.338 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.233-241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon glomerulus ren mencit (M. musculus) terhadap pemberian senyawa antifertilitas dari esktrak air biji pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan dengan 3 ulangan. K(-) bahan uji berupa akuades, K(+) bahan uji berupa pil kontrasepsi dosis 0.2 mg/ml, P1 sampai P3 berupa bahan uji ekstrak air biji pepaya dosis masing-masing 1.4; 3.5; dan 7 mg/ml. Perlakuan diberikan secara oral selama 21 hari. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara dislokasi leher setelah paparan bahan uji berakhir. Ren diisolasi dengan cara membedah dari abdomen bagian bawah. Ren selanjutnya, ditimbang dan dibuat sediaan histologis dengan pewarnaan HE dan tebal sayatan 8 mikron. Pengukuran diameter dilakukan pada setiap sayatan, masing-masing dengan 5 bidang pandang. Hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis berat ren kelompok perlakuan menunjukkan tidak berbeda bermakna (p>0.05) dengan kelompok kontrol. Diameter glomerulus kelompok perlakuan menunjukkan perbedaan bermakna (p<0.05) dari kelompok kontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah paparan ekstrak air biji pepaya selama 21 hari berpotensi menyebabkan kerusakan ren, ditunjukkan dengan peningkatan ukuran diameter glomerulus.
Pengaruh Perbedaan Kedalaman Tanam dan Volume Air terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Benih Sorgum (Sorghum Bicolor (L.) Moench) Febiasasti Trias Nugraheni; Sri Haryanti; Erma Prihastanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.51 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.223-232

Abstract

Sorgum merupakan tanaman yang dapat digunakan sumber pangan dan dapat dijadikan alternatif pengganti gandum karena memiliki kandungan karbohidrat yang sama dengan gandum sebagai bahan baku tepung terigu. Produksi sorgum di Indonesia masih rendah, sehingga untuk mendapatkan bibit sorgum yang unggul dan berkualitas perlu memperhatikan kedalaman tanam dan volume air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan kedalaman tanam dan volume air terhadap perkecambahan dan pertumbuhan sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench). Penelitian terdiri dari 2 unit, yaitu perkecambahan dan pertumbuhan sorgum yang menggunakan 9 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan kedalaman tanam terdiri dari K1 (1 cm), K2 (3 cm), K3 (5 cm) dan volume air P1 (150 ml), P2 (300 ml), P3 (600 ml). Kedua faktor dikombinasikan menjadi perlakuan K1P1, K1P2, K1P3, K2P1, K2P2, K2P3, K3P1, K3P2, K3P3. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktorial. Data penelitian dianalisis dengan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan pada taraf signifikasi 95%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh terhadap persentase perkecambahan, laju perkecambahan, tinggi tanaman, dan jumlah daun, tetapi terdapat perbedaan yang nyata terhadap berat basah, berat kering, dan panjang akar sorgum. Perlakuan K3P2 menunjukkan perkecambahan dan pertumbuhan sorgum terbaik.
Pengaruh Masa Inkubasi Pupuk dari Air Cucian Beras Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Pipit Wijiyanti; Endah Dwi Hastuti; Sri Haryanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.99 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.21-28

Abstract

Air cucian beras mengandung protein glutelin dan vitamin B1 yang berpotensi sebagai pupuk organik. Masa inkubasi adalah proses dekomposisi senyawa-senyawa kompleks pada air cucian beras menjadi senyawa sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh masa inkubasi pupuk dari air cucian beras terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.). Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2018 s/d. bulan April 2018 di Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Tumbuhan, Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan masa inkubasi yang terdiri dari, P0: tanpa masa inkubasi, P1: masa inkubasi 5 hari, P2: masa inkubasi 10 hari, P3: masa inkubasi 15 hari, P4: masa inkubasi 20 hari. Pada penelitian ini parameter yang diamati antara lain, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, jumlah klorofil total dan karotenoid. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa inkubasi air cucian beras berpengaruh meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, bobot basah dan jumlah klorofil total tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah daun, luas daun, bobot kering dan kandungan karotenoid. Kata kunci :Sawi hijau, air cucian beras, masa inkubasi
Pengaruh Pencucian, Pembungkusan dan Penyimpanan suhu rendah Terhadap Kualitas Telur Ayam Ras (Gallus L.) Muhammad Anwar Djaelani; Zuni Novika; Nur Azizah
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.837 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.29-34

Abstract

Telur merupakan salah satu sumber protein hewani  bagi masyarakat Indonesia. Telur mengandung bahan organik yang mudah rusak. Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya telur adalah lama waktu penyimpanan. Kualitas telur perlu dipertahankan agar kandungan bahan kimia yang terdapat pada telur dapat dipertahankan kesegarannya.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas telur ayam setelah pencucian,pembungkusan dan penyimpanan. Variabel kualitas telur yang diamati meliputi nilai Haugh Unit, Indeks Kuning Telur, Nilai susut berat dan pH telur. Telur ayam yang digunakan sebanyak 60 butir dibagi menjadi 8 kelompok perlakuan. Kelompok I telur ayam tanpa dicuci disimpan pada suhu 310 C, Kelompok II telur ayam tanpa dicuci dibungkus plastik wrap disimpan pada suhu 310 C, Kelompok III telur ayam dicuci disimpan pada suhu 310 C,  Kelompok IV telur ayam dicuci dibungkus plastik wrap kemudian disimpan pada suhu 310 C. Setiap kelompok perlakuan terdiri 5 ulangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap dengan 4 kelompok perlakuan dan 3 kelompok waktu pengamatan. Pada hari ke 3 setelah telur dikeluarkan dari induk ayam  dilakukan pencucian, pembungkusan telur dan penyimpanan. Pengamatan dilakukan pada hari 10, 17 dan 24. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dengan taraf signifikansi 5% dan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan pencucian mempercepat penurunan kualitas telur, pembungkusan dapat mempertahankan kualitas telur. Semua variabel penelitian menunjukkan penurunan seiring dengan bertambahnya waktu penyimpanan Kata kunci: haugh unit, indek kuning telur, susut berat
Efek Alelokimia Ekstrak Daun Babandotan( Ageratum Conyzoides L.) terhadap Kandungan Pigmen Fotosintetik dan Pertumbuhan Gulma Rumput Belulang (Eleusine Indica (L.) Gaertn) Dian Septiani; Endah Dwi Hastuti; Sri Darmanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.437 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.1-7

Abstract

Rumput belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn) merupakan gulma yang hidup di area pertanian. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan mengguanakan bioherbisida. Tanaman yang dapa dijadikan bioherbisida adalah tanaman yang mengandung alelokimia. Alelokimia adalah senyawa kimia yang dihasilkan tumbuhan dan apabila di keluarkan ke lingkungan mampu menghambat pertumbuhan tanaman disekitarnya Salah satu tanaman yang mengandung alelokimia adalah A. conyzoides. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alelokimia ekstrak daun A. conyzoides pada konsentrasi yang berbeda terhadap kandungan pigmen fotosintetik dan pertumbuhan gulma rumput belulang, serta mengetahui konsentrasi optimum yang dapat menghambat pertumbuhan rumput belulang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu konsentrasi ekstrak alelokimia A. conyzoides, masing – masing perlakuan dengan mengguanakan lima ulangan. Perlakuan dengan konsentrasi berbeda yaitu 0%, 5%, 10%, 15%. Parameter yang diamati yaitu kandungan klorofil a, klorofil b , klorofil total, karotenoid, bobot basah, bobot kering, tinggi tanaman, panjang akar, dan jumlah daun yang dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan kandungan klorofil a, klorofil b , klorofil total, karotenoid, bobot basah, bobot kering, tinggi tanaman, panjang akar, dan jumlah daun. Kata kunci : Rumput belulang, alelokimia, A. conyzoides, bioherbisida
Kadar Lemak, Indeks Kuning Telur, dan Susut Bobot Telur Itik setelah Pencucian Air dan Perendaman Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) Rahita Dayurani; Siti Muflichatun Mardiati; Muhammad Anwar Djaelani
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.472 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.35-44

Abstract

Penelitian ini menganalisis  pengaruh  pencucian  dan  perendaman ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) terhadap kadar lemak  telur,  indeks  kuning  telur  (IKT) dan susut bobot telur itik setelah disimpan pada suhu ruang dengan  lama  penyimpanan  berbeda Penelitian ini menggunakan rancangan  acak lengkap. Digunakan telur sebanyak  45  butir yang diambil pada satu hari setelah diovulasikan. Telur  dibagi  dalam  9 perlakuan dan  5  kali  ulangan.  Kontrol, Telur  dicuci,  direndam  ekstrak daun jambu biji, disimpan 14 hari, Telur dicuci, direndam ekstrak daun jambu biji, disimpan  28  hari. Telur  dicuci,  disimpan  14  hari, Telur  dicuci,  disimpan  28  hari. Telur direndam ekstrak daun jambu biji,  disimpan  14  hari. Telur  direndam  ekstrak daun jambu biji, disimpan 28  hari. Telur  disimpan  14  hari.  dan  Telur  disimpan  28 hari.. Variabel pada  penelitian  ini  adalah  kadar  lemak,  IKT  dan  susut  bobot. Data dianalisis menggunakan ANOVA Simpulan i penelitian ini  perendaman telur dalam  ekstrak  daun  jambu  biji  dengan kadar tanin 3,9% tidak efektif mempertahankan  kualitas  telur yang disimpan lebih dari 14 hari. Kata kunci: disimpan, suhu, tanin
Efek Ekstrak Air Daun Insulin (Tithonia Diversifolia) pada Status Darah Tikus (Rattus Norvegicus L.) Hiperglikemik Enny Yusuf Wachidah Yuniwarti; Silvana Tana
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.65 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.8-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis efek ekstrak air daun insulin terhadap status darah tikus hiperglikemik. Kondisi hiperglikemik akan meningkatkan jumlah radikal bebas yang dapat merusak struktur membran eritrosit sehingga menurunkan jumlah eritrosit, persentase hematokrit dan kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan 16 ekor tikus Wistar jantan yang dikelompokkan dalam 4 kelompok perlakuan yaitu P0 merupakan kelompok kontrol, P1 kelompok tikus hiperglikemik yang diberi glibenklamid 2 mg/BB, P2 dan P3 kelompok tikus hiperglikemi yang diberi ekstrak air daun insulin 30 mg/BB/ hari dan 60 mg/BB/hari. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan.Pakan dan minum diberikan ad libitum selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah eritrosit tidak berbeda nyata pada semua perlakuan, begitu pula persentase hematokrit dan kadar hemoglobin tidak berbeda nyata antar kelompok perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak air daun insulin mampu memperbaiki status darah tikus hiperglikemi setara dengan glibenklamid. Kata kunci: eritrosit, hemoglobin, hematokrit, daun insulin, tikus hiperglikemi

Page 8 of 26 | Total Record : 254