cover
Contact Name
Yurni Suasti
Contact Email
Yurni Suasti
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Geografi
ISSN : 20867042     EISSN : 26146525     DOI : -
Journal of Geography adalah jurnal yang dikelola oleh Jurusan Geografi Fakuktas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang. Journal of Geography menerbitkan artikel-artikel ilmiah yang membahas tentang keilmuan keilmuan Geografi, Kependidikan Geografi serta hasil penelitian Ilmiah para Geografer di Jurusan Geografi FIS UNP. Semua artikel diterbitkan setelah melalui proses peer-review dari pakar di bidang masing-masing. Journal of Geography terbit dua kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2015)" : 12 Documents clear
METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPREHENSION (CIRC) DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI KELAS VII.3 SMP NEGERI 1 PADANG GELUGUR KABUPATEN PASAMAN Eniyarti Eniyarti
JURNAL GEOGRAFI Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.883 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menggambarkan peningkatan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Cooperatif Integrated Reading and Comprehension (CIRC), yang dilaksanakan pada pembelajaran IPS di kelas VII.3 SMP Negeri1 Padang Gelugur. Prosedur penelitian memiliki 4 tahapan yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, baik pada siklus I maupun pada siklus II. Pada tiap-tiap siklus dilaksanakan tiga kali tindakan atau tiga kali proses pembelajaran. Pengambilan data dengan menggunakan format observasi. Data dianalisis dengan formula persentase. Hasil penelitian meliputi: Terjadi peningkatan aktivitas beajar siswa pada semua aspek dibandingkan dengan hasil observasi awal sebelum pembelajaran dilakukan. Peningkatan tertinggi aktivitas belajar siswa pada siklus pertama dari ketiga kali pembelajaran terjadi ada aspek membaca siswa dan paling rendah aktivitas bertanya. Peningkatan aktivitas belajar siswa di siklus kedua paling tinggi terjadi pada aktivitas membaca sedangkan aktivitas terendah ada pada aktivitas bertanya. Aktivitas belajar siswa yang melampau target keberhasilan untuk semua aspek terjadi pada kegiatan belajar pertama, kedua, dan ketiga di siklus kedua. Hipotesis yang diajukan tentang aktivitas belajar siswa dapat ditingkatkan dengan penggunaan metode CIRC pada pembelajaran IPS di kelas VII.3 SMP Negeri1 Padang Gelugur dapat diterima
PERUBAHAN SEBARAN PENULARAN PENYAKIT MALARIA AKIBAT PEMANASAN GLOBAL yudi Antomi
JURNAL GEOGRAFI Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.875 KB)

Abstract

Abstrak Pemanasan global telah memperluas wilayah bersuhu hangat di lintang tinggi dan dataran tinggi tropis, pertanyaan umum yang selalu tersirat dikedepankan dalam kajian suhu dan penyakit malaria adalah: Apakah ada kaitan antara pemanasan global yang sedang terjadi dengan perubahan sebaran penularan penyakit malaria? Riview ini ditulis berdasarkan hasil kajian para ahli di bidangnya yang telah dipublikasikan. Penulis menarik benang merahnya kemudian disimpulkan sebagai jawaban dari pertanyaan di atas. Penularan penyakit malaria ternyata masih berada dalam wilayah-wilayah dimana nyamuk yang menjadi vektornya dapat bertahan hidup baik pada suhu panas maupun dingin yang sangat ekstrim.Masih terlalu dini dan perlu pembuktian yang lebih meyakinkan dan masuk akal untuk menyimpulkan bahwa pemanasan global mempunyai hubungan yang kuat dengan perubahan sebaran penularan penyakit malaria.Walau bagaimanapun, pemanasan global telah menjadi kambing hitam dari perubahan sebaran penularanpenyakit malaria saat ini.
PEMBELAJARAN MELALUI CARA MENCATAT DENGAN TEKNIK PETA PIKIRAN (MIND MAPPING) DALAM MENINGKATKAN KREATIFITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS (GEOGRAFI) DI KELAS VIII.4 SMP N 1 PANTI Lukman Lukman
JURNAL GEOGRAFI Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.883 KB)

Abstract

Abstrak Kegiatan pembelajaran IPS (Geografi) yang berlangsung saat ini cendrung didominasi oleh guru, sehingga siswa tidak punya kesempatan untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini membuat siswa pasif dan mengakibatkan randahnya aktivitas dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran bahwa cara mencatat dengan teknik peta pikiran (Mind Maping) dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS (Geografi) di Kelas VIII.4 SMP N 1 Panti. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data adalah lembar observasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII.4 tahun pembelajran 2015-2016 yang berjumlah 24 orang, terdiri dari 9 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dan dilakukan secara rasional dan objektif. Tindakan berhasil, persentasi aktivitas setiap indikator mencapai 75% dan meningkat rata-rata 20% dari siklus I ke II. Berdasarkan analisis data pada akhir siklus I dan siklus II diperoleh hasil rata-rata peningkatan aktivitas siswa sebagai berikut : a) bertanya 20%, b) menjawab 36%, c) menanggapi 20%, d) menyimpulkan 54%. Persentase peningkatan kreativitas belajar siswa secara rata-rata antara siklus I dan siklus II sebesar 20%. Hal ini menunjukkan bahwa cara mencatat dengan teknik peta pikiran (Mind Maping) dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS (Geografi) di Kelas VIII.4 SMP N 1 Panti.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (MPIT) PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI Yurni Suasti; nofrion nofrion
JURNAL GEOGRAFI Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.916 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (MPIT) pada mata pelajaran Geografi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan subjek penelitian yaitu siswa/I kelas XI IPS di SMA Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang. Efektivitas model pada tahap implementasi akan dilihat dari aktivitas belajar peserta didik yang meliputi ; meliputi aktivitas mendengar, melihat, membaca, mengamati, bertanya, berpendapat, menjawab, berinisiatif, berfikir aktif, bekerja aktif dan berkolaborasi. Dari tiga kali dilaksanakan, dengan satu kali uji coba dan dua kali implementasi didapatkan aktivitas belajar yang sudah melewati batas 80% sebagai batas penentuan keberhasilan penerapan Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing (MPIT) adalah aktivitas mendengarkan, melihat dan mengamati dengan persentase secara berurutan adalah sebesar 82, 35%, 82, 35% dan 86, 03%. Sedangkan aktivitas belajar yang memiliki tingkat ketercapaian rendah pada implementasi model kedua adalah pada aktivitas berkolaborasi (64, 71%), Berfikir aktif (67, 69%) dan bertanya (69, 85%). Secara keseluruhan aktivitas belajar peserta didik pada sebelas aktivitas mencapai angka 75%. Jika dikaitkan dengan tabel ketuntasan sebelumnya maka penerapan Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing (MPIT) pada Mata Pelajaran Geografi dengan subjek penelitian kelas XI. IS 1 SMA Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang masih perlu dilakukan diskusi dengan guru untuk merumuskan Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing yang lebih efektif yang dibuktikan dengan aktivitas belajar kelas minimal 80%.
KAJIAN DAMPAK PENAMBANGAN BATUBARA TERHADAP KUALITAS AIR DAN ARAHAN KEBIJAKAN MITIGASI SUNGAI DI SUB DAS HILIR SUNGAI BENGKULU Supriyono Supriyono; Paus Iskarni; Eri Berlian
JURNAL GEOGRAFI Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.891 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air sungai dan menentukan arahan kebijakan mitigasi pengendalian pencemaran air sungai terhadap penambangan batubara di Sub DAS Hilir Sungai Bengkulu. Analisis kualitas air dengan menentukan setatus mutu air dengan baku mutu air sungai sesuai Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001 kemudian menentukan indeks pencemaran air sungai dengan menggunakan metode Storet sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.115 Tahun 2003 dan menentukan arahan kebijakan mitigasi terhadap pengendalian pencemaran air dilakukan dengan wawancara mendalam pada steakholder dengan teknik analisis AHP (Analytical Hierarchy Proces). Hasil penelitian (1). Analisis kualitas air sungai Sub DAS Hilir Sungai Bengkulu tercemar berat berdasarkan nilai indeks storet sungai bagian hulu, tengah dan hilir adalah -80, -75 dan -58, (2). Arahan kebijakan mitigasi difokuskan pada aspek ekologi yang didukung dengan pembentukan RAPERDA DAS melalui peningkatan peran pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten Bengkulu dalam upaya pengendalian pencemaran air.
BAHAYA ABRASI PANTAI SURANTIH KECAMATAN SUTERA KABUPATEN PESISIR SELATAN, SUMATERA BARAT M Nasir; Sutarman Karim; Triyatno Triyatno; Febriandi febriandi
JURNAL GEOGRAFI Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.889 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian bahaya abrasi Pantai Surantih dilakukan di Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan dengan tujuan mengetahui tipologi pantai daerah penelitian dan menganalisis bahaya abrasi pantai daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode survei dan metode pengharkatan pada setiap veriabel yang mempengaruhi bahaya abrasi pantai. Metode survei dilakukan untuk pengamatan langsung di lapangan serta melakukan pengukuran terhadap karakteristik karakteristik gelombang dan pengambilan sampel untuk dianalisis di laboratoium. Hasil analisis data lapangan dan data laboratorium ditabulasikan untuk menentukan tingkat bahaya abrasi. Hasil tabulasi data lapangan dan data laboratorium ini dimasukan ke dalam perangkat lunak komputer dalam bentuk software Arc GIS 10.23, hasil keluaran berupa peta bahaya abrasi daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki tipologi pantai yang seragam yaitu tipologi pantai berpasir (pantai bergisik). Tipologi pantai ini disebabkan oleh material penyusun pantainya berupa pasir kasar hingga pasir halus yang bersumber dari daratan dan sebagian kecil berasal dari lautan yaitu berupa rombakan karang. Sebagian besar material penyusun tipologi pantai berpasir berupa material yang merupakan hasil erosi pada bagian hulu (upper lands) yang dibawa oleh Batang Surantih ke pantai kemudian diendapan pada lingkungan pantai. Bahaya abrasi Pantai Surantih pada saat ini tergolong tinggi karena material penyusun pantainya berupa pasir yang berasal dari daratan ataupun hasil rombakan karang di laut. Pada saat penelitian dilakukan Pantai Surantih sedang mengalami akresi atau daerah pantainya sedang mengalami penambahan dan dalam kondisi equilibrium dynamic atau pantai dalam kondisi seimbang yaitu material yang terabrasi dan proses sedimentasi pada lingkungan pantai hampir sama, sehingga menyebabkan pantai tidak bertambah dan tidak berkurang (pantai dalam kondisi stabil).
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERVISI SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY AND SOCIETY (SETS) PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI Rahmanelli rahmanelli; nofrion nofrion
JURNAL GEOGRAFI Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.908 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan pembelajaran bervisi SETS pada mata pelajaran Geografi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan subjek penelitian yaitu siswa/I kelas X MIA SMAN 3 Padang. Efektifitas model pada tahap implementasi akan dilihat dari aktivitas belajar peserta didik yang meliputi ; meliputi aktivitas mendengarkan, mengamati, berpendapat, berinisiatif, berfikir aktif, berbuat, bertanya, dan berkolaborasi. Setelah empat kali melakukan pembelajaran dengan mengimplementasikan Model Pembelajaran Geografi Bervisi SETS (satu kali uji coba atau prasiklus, tiga kali implementasi model) memperlihatkan bahwa aktivitas belajar siswa meningkat. Peningkatan aktivitas belajar secara klasikal mulai dari tahap uji coba, implementasi 1 sampai 3 bergerak dari 43,40%, 59,30%, 73,40% dan 85, 90%. Dengan demikian, implementasi pembelajaran bervisi SETS pada Mata Pelajaran Geografi sudah berjalan dengan efektif karena melewati batas 80% seperti yang telah ditetapkan sebelumnya.
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA KABUPATEN LAHAT SUMATERA SELATAN (Study Objek Wisata TWA Bukit Serelo Kecamatan Merapi Selatan) Mirna Yunita; Dedi Hermon; Paus Iskarni
JURNAL GEOGRAFI Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1467.29 KB)

Abstract

Abstrak Dilatar belakangi kurang optimalnya pengelolaan pariwisata yang ada di Kabupaten Lahat khususnya Objek Wisata Taman Wisata Alam Bukit Serelo sehingga berdampak belum adanya sumbangsih PAD dari kegiatan Pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan alternatif-alternatif strategi dan menyusun arah kebijakan Pengembangan Objek Wisata Taman Wisata Alam Bukit Serelo Kabupaten Lahat. Jenis penelitian ini adalah Mixed Methods yang dilakukan pada Dinas Priwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Kecamatan Merapi Selatan, Masyarakat, dan wisatawan. Penentuan informan dilakukan secara Purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, FGD dan pengisian angket analisis hirarki proses. Pengolahan Data dilakukan dengan analisis SWOT dan AHP. Hasil penelitian dapat dirumuskan sebelas strategi dan kebijakan pengembangan yang harus dilakukan pemerintah, yang menjadi prioritas utama kebijakan pengembangan objek wisata TWA Bukit Serelo adalah peningkatan sumber daya manusia birokrasi di lingkungan dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lahat.
TRANSPORTASI SEDIMEN PANTAI PULAU KARAM DI KECAMATAN KOTO XI TARUSAN, KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT Sutarman Karim; Surtani Surtani; Triyatno Triyatno; Febriandi febriandi
JURNAL GEOGRAFI Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.898 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian transportasi sedimen pantai daerah Pulau Karam dilakukan di Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan dengan tujuan mengetahui karakteristik gelombang dan transportasi sedimen pantai pada daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode survei pada setiap veriabel yang mempengaruhi transportasi sedimen pantai. Metode survei dilakukan untuk pengamatan langsung di lapangan serta melakukan pengukuran terhadap karakteristik gelombang dan pengambilan sampel sedimen untuk dianalisis di laboratoium. Hasil analisis data lapangan dan data laboratorium ditabulasikan untuk menentukan transportasi sedimen pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karateristik gelombang pada daerah penelitian berupa tinggi gelombang, panjang gelombang, periode gelombang, kecepatan gelombang, energi gelombang, dan tinggi hempasan gelombang. Tinggi gelombang pada daerah penelitian berkisar antara 0,13 – 0,92 m, periode gelombang berkisar antara 5 dt– 15 dt, panjang gelombang berkisar antaa 39 m - 156 m, kecepatan gelombang berkisar antara 7,80 m/dt – 23,40 m/dt, energi gelombang antara 0,038 kg/s2 – 1,6 kg/s2, dan tinggi hempasan gelombang ke pantai antara 0,03 m – 1, 86 m. Transportasi sedimen pantai pada daerah penelitian menunjukkan penyebaran yang tidak merata, umumnya sedimen pantai yang memiliki ukuran lebih besar akan diendapkan dekat muara sungai dan material sedimenyang berukuran halus akan diendapkan lebih jauh dari muara sungai. Material sedimen pantai pada daerah penelitan mulai dai pasir halus, pasir kasar dan kerikil. Transportasi sedimen pantai daerah penelitian dapat dilihat dari nilai d50 sedimen pantai yaitu0,222 mm – 0,753 mm, dan transportasi sedimen pantai berkisar 0,1 m3/hr – 603,98 m3/hr. Transportasi sedimen pantai dipengaruhi oleh arus sejajar pantai (longshore current) aitu 0,02 m/dt – 6,79 m/dt.
PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PROFESIONALISME GURU DAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Syafrizal Syafrizal
JURNAL GEOGRAFI Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.891 KB)

Abstract

Abstrak To improve the educational quality is an importan attemp that should be done by all Indonesian and government. The bundles of educational problems have to be solved and distributed not only to the municipal government but also to the prefectural government and the stakeholders of education. The distribution of task and responbility on the improvement of educational quality cannot be done automatically without stakeholders’ comprehension and understanding of the importance of educational improvement. But, teachers and school principal at least can do much when the stakeholdersgive much attention and prosperity to make them better life and more professional. In addition, the concept of school based management should be implemented soon to support the decentralization of educational management. It hopefully could make more effective beurocracy. However, it has to be implement wisely and carefully to avoid wider corruption, collusion, and nepotism at the local and root level.

Page 1 of 2 | Total Record : 12