cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
Gambaran Perilaku Higiene Sanitasi Makanan dan Kontaminasi E.coli pada Pedagang Makanan Jajanan di Sekolah Dasar Kecamatan Genuk, Kota Semarang Intan Ayuning Astuti; Nurjazuli Nurjazuli; Nikie Astorina Yunita Dewanti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 3 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.3.201-205

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Banyak makanan jajanan sekolah yang kurang memenuhi persyaratan kesehatan yang mengancam kesehatan anak. Sehingga diperlukan aspek penilaian higiene sanitasi makanan untuk mengendalikan resiko pencemaran pada makanan. Bakteri yang sering dijadikan indikator pencemaran makanan adalah Escherichia coli. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran praktik higiene sanitasi dan kontaminasi E.coli pada pedagang makanan jajanan di lingkungan sekolah dasar wilayah Kecamatan Genuk, Kota Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif berupa observasi, wawancara dan uji laboratorium. Sampel diambil dengan metode purposive sampling, sebanyak 33 pedagang makanan jajanan di sekolah dasar wilayah Kecamatan Genuk, Kota Semarang.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan pedagang makanan jajanan sudah baik yaitu sebanyak 18 (54,5%) responden. Sikap pedagang yang baik yaitu sebanyak 17 (51,5%). Ketersedediaan fasilitas higiene sanitasi yang kurang baik sebanyak 17 (51,5%).Simpulan: Praktik higiene sanitasi pedagang makanan jajanan masih kurang baik yaitu sebesar 18 (54,5%) dan terdapat makanan jajanan yang terkontaminasi bakteri E.coli yaitu sebanyak 11 (33,3%) sehingga higiene sanitasi dari pedagang makanan jajanan perlu diperbaiki. Kata kunci: makanan, higiene, sanitasi, Escherichia coliABSTRACTTitle: A Description of Food Hygiene and Sanitation and E.coli contamination in Snack Food Traders in Genuk Sub-District Primary Schools, Semarang City  Background: Many school snacks is not health for requirements and threaten children's. Some aspects of assessment hygiene and sanitation, control the risk of contamination of the food. Bacteria are often used as indicators of food contamination is Escherichia coli. The main purpose of this research to know the description of food hygiene and sanitation with E. coli contamination on traders' food snacks in elementary school Kecamatan Genuk, Semarang City.Method: This research is a type of descriptive research using a qualitative approach in the form of observation, interviews and laboratory tests. Samples were taken by purposive sampling method, as many as 33 snacks traders in elementary schools in the Genuk District, Semarang City.Result: The results showed the level of knowledge of street food vendors was already good as many as 18 (54.5%) respondents. A good attitude of traders is as much as 17 (51.5%). The availability of poor sanitation hygiene facilities is 17 (51.5%).Conclusion: The sanitation hygiene practices of street food vendors are still not good at 18 (54.5%) and some snacks are contaminated with E. coli bacteria as many as 11 (33.3%) so that the sanitation hygiene of street food vendors needs to be improved.  Keywords: food, hygiene, sanitation, Escherichia coli
Penilaian Proses Pengolahan Limbah Cair di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta Dian Nur Afriliani; Nurjazuli Nurjazuli; Nikie Astorina Yunita Dewanti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 4 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.4.290-296

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Air limbah rumah sakit bersumber dari kegiatan dapur, ruang perawatan, ruang operasi, laboratorium, laundry, dan lain-lain, sehingga kaya akan bahan organik maupun anorganik serta banyak mengandung limbah B3, limbah radioaktif, dan mikroorganisme patogen. Perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air yang mengharuskan setiap rumah sakit memiliki unit pengolahan limbah sendiri atau bersama – sama secara kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penanganan limbah cair serta cara kerja IPAL di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta, membandingkan kualitas hasil parameter limbah cair yang sudah diolah dengan baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah.Metode: Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara mendalam, telaah dokumen, dokumentasi, dan studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pengamatan di lapangan untuk memeroleh gambaran secara langsung proses pengolahan limbah cair serta melakukan diskusi dan wawancara dengan pejabat atau petugas yang bertanggung jawab. Objek penelitiannya  yaitu IPAL di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta. Data yang diperoleh akan dianalisa secara deskriptif dengan pedoman – pedoman dan standar yang ada. Hasil: Hasil pemeriksaan kualitas air limbah masih ada yang melebihi baku mutu pada parameter mikrobiologi Total Coliform mencapai 9000 MPN/100 mL (baku mutu <5000 MPN/100 mL). Hal ini kemungkinan disebabkan tidak berfungsinya fasilitas desinfeksi pada IPAL, sehingga jumlah koliform pada outlet masih tinggi.  Untuk mengatasi hal ini maka desinfeksi perlu difungsikan agar jumlah koliform dapat memenuhi baku mutu yang diizinkan.Simpulan: Pengolahan limbah cair di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta belum sepenuhnya memadai, melihat dari masih adanya parameter yang melebihi standar baku mutu. Disarankan agar rumah sakit memenuhi seluruh ketentuan dan melakukan perbaikan terhadap tiap komponen agar pengelolaan selanjutnya dapat lebih baik.Kata Kunci: rumah sakit, limbah cair, pengolahan ABSTRACTTitle: Assessment of Liquid Wasted Treatment Process at Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta HospitalBackground: Hospital wasted water comes from kitchen, treatment room, operating room, laboratory, laundry, etc., so it is rich in organic and inorganic materials and contains a lot of B3 waste, radioactive wasted, and pathogenic microorganisms. It needs to be processed first before being discharged into a water body which requires each hospital to have its own waste treatment unit or collectively together. This study aimed to determine the process of handling wasted water as well as how the WWTP  works in Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta Hospital, comparing the quality of the results of the waste water parameters that have been processed with the quality standards set by the government.Method: This was qualitative research. Data collection techniques were carried out by in-depth interviews, document review, documentation, and literature. Data collection is done by conducting observations in the field to obtain a direct description of the process of liquid waste treatment and conducting discussions and interviews with officials or officers in charge. The object of the research is WWTP at Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta Hospital. The data obtained will be analyzed descriptively with existing guidelines and standards.Result: The inspection result of wastewater quality showed that it was still exceeds the quality standard on microbiological parameters Total Coliform reaching 9000 MPN / 100 mL (quality standard <5000 MPN / 100 mL). This is probably due to the non-functioning of the disinfection facility in the WWTP, so the number of coliforms at the outlet is still high. To overcome this problem, disinfection needs to be used so that the amount of coliform can meet the permitted quality standards.Conclusion: The processing of wasted water in the Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto Jakarta Hospital was not yet fully adequate, seeing that there are still parameters that exceed the quality standard. It is recommended that the hospital meets all the provisions and make improvements to each component so that further management can be better.Keywords: hospital, waste water, treatment
Literature Review : Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Hipertensi Sistikawati, Hestu Ismah; Fuadah, Irvina Wahyu; Salsabila, Nanda Aulia; Azzahra, Atha Firza; Aesyah, Anis; Insyira, Insyira; Adhitama, Pramudya Fahry; Anggraini, Rika Kusuma; Nandini, Nurhasmadiar
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 1 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.1.57-62

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Hipertensi adalah gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat hingga ke jaringan tubuh yang membutuhkannya. Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi antara lain karakterisitik individu (usia, jenis kelamin, riwayat penyakit hipertensi), pola makan (kebiasaan konsumsi lemak, natrium dan kalium) serta gaya hidup (kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, stress, konsumsi kopi, dan juga aktivitas fisik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi.Metode: Penelitian ini adalah literature review artikel yang mencari hubungan pola makan sebagai variabel bebas terhadap hipertensi sebagai variabel terikat. Artikel didapatkan dari database Google Scholar dengan kata kunci serta kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan.Hasil: Didapatkan 7 artikel yang memenuhi kriteria, yaitu Ajikwa et al (2018), Dewi et al (2019), Retno et al (2019), Sri Mularsih et al (2018), Aprilia Tutut Indiati (2019), Galia Wardha Alvia (2018), dan Mahmasani Subkhi (2016). Seluruh artikel menunjukan adanya hubungan antara pola makan dengan hipertensi. Pola makan yang diteliti beragam, yaitu konsumsi kafein, konsumsi makanan laut, dan pola makan lainnyaSimpulan: Terdapat hubungan antara pola makan (konsumsi kafein, konsumsi makanan laut, dan pola makan lainnya) dengan kejadian hipertensi. ABSTRACT Title: Literatur Review : Relationship between Diet and Incidence of HypertensionBackground: Hypertension is a disorder of the blood vessels which causes the supply of oxygen and nutrients carried by the blood to be blocked up to the tissues that need it. Many factors can increase the risk of hypertension, including individual characteristics (age, gender, history of hypertension), diet (consumption habits of fat, sodium and potassium) and lifestyle (smoking habits, alcohol consumption, stress, coffee consumption, and also physical activity). This study aims to determine the relationship between diet and hypertension.Method: This study is a literature review article that looks for the relationship between diet as an independent variable on hypertension as the dependent variable. Articles were obtained from the Google Scholar database with predetermined keywords and inclusion and exclusion criteria.Result: Of the 7 articles analyzed, all showed a significant relationship between diet and the incidence of hypertension. Caffeine consumption patterns associated with hypertension with a value of p = 0.023, seafood consumption was associated with hypertension with a value of p = 0.000, and diet in general was associated with hypertension with a value of p = 0.000 to 0.028.Conclusion There is a significant relationship between diet (caffeine consumption, seafood consumption, and other dietary patterns) and hypertension.Keywords: Relationship, Diet, Hypertension, Central Java
Evaluasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Nangaror Tuakong, Wigberta Mogi; Nurjazuli, Nurjazuli; Budiyono, Budiyono
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 6 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.6.431-436

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) merupakan suatu pendekatan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi dengan melakukan pemicuan di komunitas. Pilar kedua dalam program program STBM adalah cuci tangan pakai sabun. Pelaksanaan STBM di Kecamatan Nangaroro selama 7 tahun mengalami peningkatan jumlah sarana cuci tangan pakai sabun yaitu sebanyak 2.014 dan yang belum memiliki sarana sebanyak 1351 rumah Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan cuci tangan pakai sabun di wilayah kerja Puskesmas Nangaroro.Metode: Penelitian ini menggunakan metode evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan dilakukan dengan wawancara mendalam. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak sebanyak 16 orang yaitu petugas sanitarian 1 orang, petugas Promkes 1 orang serta 14 orang tim STBM desa.Hasil: Penelitian ini menunjukan hanya ada satu orang petugas sanitarian, tidak ada sarana transportasi, dan tidak adanya evaluasi lintas sektor.Simpulan: Penelitian ini adalah pelaksanaan program STBM pilar kedua cuci tangan pakai sabun di wilayah kerja Puskesmas Nangaroro belum dapat berjalan dengan baik karena terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaanya. Diharapkan adanya pendampingan dan keikutsertaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo dalam pelaksanaan program STBM.Kata kunci: Evaluasi, STBM, cuci tangan, sabun ABSTRACT Title: Community Based Total Sanitation Program Evaluation in The Working Area of The Nangaror PuskesmasBackground: Community-based total sanitation (STBM) is an approach to change hygiene and sanitation behavior by triggering in the community. The second pillar in the STBM program is washing hands with soap. The implementation of STBM in Nangaroro Subdistrict for 7 years has increased the number of means of washing hands with soap, namely 2,014 and 1351 houses that do not have the facilities. This research aims to evaluate the implementation of washing hands with soap in the work area of the Nangaroro Health Center.Method: This study uses an evaluation method with a qualitative approach. The sampling technique was purposive sampling and carried out by in-depth interviews. The number of samples in this study were 16 people, namely 1 sanitarian officer, 1 Promkes officer and 14 village STBM teams.Result: This research shows that there is only one sanitarian officer, no means of transportation, and no cross-sectoral evaluation.Conclusion: This research is the implementation of the second pillar STBM program washing hands with soap in the work area of the Nangaroro Health Center has not been able to run properly because there are several obstacles in its implementation. It is hoped that there will be assistance and participation from the Nagekeo District Health Office in the implementation of the STBM program.Keywords: Evaluation, STBM, wash hands, soap
Praktek Orang Tua dalam Pendampingan pada Anak sebagai Korban Bullying di SMP Kec. Banyumanik (Studi Di SMP Negeri 27 Kota Semarang, Kecamatan Banyumanik) Razak T, Adis Fajrina; Kusumawati, Aditya; Husodo, Besar Tirto
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 6 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.6.437-443

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Fenomena bullying sangat tidak asing terdengar dalam lingkup anak sekolah terutama para remaja yang merupakan fase transisi dari masa anak-anak menuju dewasa sehingga berpotensi untuk melakukan tindakan-tindakan menyimpang yang merupakan dampak negatif dari bullying khususnya pada korban. Untuk itu diperlukannya pendampingan oleh orang tua khusunya pada korban agar terhindar dari dampak negatif bullying berupa fisik maupun psikis seperti murung, penakut, depresi, penurunan akademis hingga bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran praktek dalam pendampingan orang tua pada anak sebagai korban bullying di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Banyumanik.Metode: Pada penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam kepada 4 subjek penelitian dengan metode purposive sampling. Uji validitas dilakukan dengan 4 subjek triangulasi yang merupakan guru korban di sekolah yang bertanggung jawab langsung ketika terjadinya peristiwa bullying yang dialami korban. Uji realibilitas dilakukan dengan auditing data. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan yang dilakukan orang tua memiliki dampak yang cukup signifikan terlihat dari perubahan perilaku yang terjadi pada korban.Simpulan: Saran untuk orang tua selaku lingkungan utama bagi korban agar selalu memperhatikan perkembangan anak dan memberikan pendampingan ketika anak membutuhkan agar terhindar dari terbentuknya perilaku yang negatif pada korban.Kata kunci: Bullying, orang tua, korban, pendampingan ABSTRACTTitle: Practice of Parents in Assistance of Children as Bullying Victims in Smp Banyumanik’s Sub-District Background: The phenomenon of bullying is very familiar to the scope of school children, especially teenagers, which is a transitional phase from childhood to adulthood so that it has the potential to commit deviant actions which are the negative impact of bullying, especially on victims. For this reason, assistance by parents, especially victims, is needed to avoid the negative effects of bullying in the form of physical and psychological conditions, such as gloom, fear, depression, academic decline to suicide. This study aims to determine the description of the practice in assisting parents to children as victims of bullying in Junior High Schools (SMP) in Banyumanik Sub-district. Method: In this qualitative descriptive study, data collection was carried out by means of in-depth interviews with 4 research subjects using purposive sampling method. The validity test was carried out with 4 triangulation subjects who were the victim teachers in schools who were directly responsible when the bullying happened to the victim. Reliability test is done by auditing the data. Result: The results showed that the assistance provided by parents had a significant impact as seen from the changes in behavior that occurred to the victim. Conclusion: Suggestions for parents as the main environment for victims to always pay attention to children's development and provide assistance when the child is in need in order to avoid forming negative behavior towards the victim.Keywords: Bullying, parents, victim, assistance
Persepsi Dampak Ekonomi dan Sosial terhadap Kerentanan Fisik pada Status Kesehatan selama Pandemi COVID-19 (Studi Kasus di Provinsi Jawa Tengah) Dewi, Fitriana Tungga; Sriatmi, Ayun; Nandini, Nurhasmadiar
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 1 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.1.19-25

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Akibat terjadinya pandemi COVID-19, pemerintah dan otoritas kesehatan menerapkan kebijakan social distancing dan phsycal distancing, PSBB, karantina, dan lockdown daerah tertentu. Kebijakan ini mempengaruhi kondisi masyarakat dalam aspek sosial dan ekonomi yang menimbulkan persepsi dampak sosial dan ekonomi. Hal ini mempengaruhi perilaku dan tingkat stres masyarakat sehingga meningkatkan potensi mengalami masalah kesehatan dan kehidupannya kelak, sehingga masalah dimensi kerentanan fisik dalam status kesehatan berpotensi semakin meningkat. Kerentanan fisik merupakan keadaan rentannya seseorang terhadap morbiditas atau mortalitas.  Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan persepsi dampak ekonomi dan dampak sosial terhadap dimensi kerentanan fisik dalam status kesehatan selama pandemi COVID-19.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, metode yang digunakan adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional dengan melibatkan 167 responden di Provinsi Jawa Tengah pada bulan Mei-Desember 2020. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling aksidental. Pengumpulan data menggunakan google form dan analisisnya menggunakan uji Korelasi Rank Spearman.Hasil: Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dampak ekonomi dengan kerentanan fisik dalam status kesehatan selama pandemi COVID-19 (p-value = 0,414) dan tidak terdapat hubungan signifikan antara persepsi dampak sosial dengan kerentanan fisik dalam status kesehatan selama pandemi COVID-19 (p-value = 0, 394).Simpulan: Tidak adanya hubungan signifikan antara persepsi dampak sosial dan persepsi dampak ekonomi dengan kerentanan fisik dalam status kesehatan.   Kata kunci: Kerentanan fisik, ekonomi, sosial ABSTRACT Title: Perception Of Economic and Social Impact on Physical Vulnerability in Health Status During the Covid-19 Pandemic (Case Study in Central Java Province)  Background As a result of the COVID-19 pandemic, the government and health authorities have implemented social distancing and physical distancing policies, PSBB, quarantine, and lockdowns in certain areas. This policy affects the condition of the community in social and economic aspects which give rise to perceptions of social and economic impacts. This affects the behavior and stress level of the community, thereby increasing the potential for experiencing health problems and life in the future, so that the problem of physical vulnerability dimensions in health status has the potential to increase. Physical vulnerability is a condition where a person is susceptible to morbidity or mortality. The purpose of this study was to identify the relationship between perceived economic and social impacts on the dimensions of physical vulnerability in health status during the COVID-19 pandemic.Method: This research is a quantitative research, the method used is explanatory research with a cross sectional approach involving 167 respondents in Central Java Province in May-December 2020. Sampling was using accidental sampling techniques. Data collection using google form and analysis using the Spearman Rank Correlation test.Result: This study shows that there is no significant relationship between perceived economic impact and physical vulnerability in health status during the COVID-19 pandemic (p-value = 0.414) and there is no significant relationship between perceived social impact and physical vulnerability in health status during the COVID-19 pandemic. (p-value = 0, 394).Conclusion: There is no significant relationship between perceived social impacts and perceived economic impacts with physical vulnerability to health status. Keywords: physical vulnerability, economic, and social
Sikap Pengemudi Dump Truck Terhadap Safety Driving Wahyudi, Deni; Pertiwi, Wiwik Eko
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 2 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.2.134-138

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data Laka Lantas Polda Banten pada tahun 2018 terjadi 1.263 kasus kecelakaan dengan juo mlah korban meninggal 605 orang, luka berat 160, luka ringan 1.398 orang dengan kerugian materi mencapai Rp 3,3 miliar lebih dan pada tahun 2019 laka lantas bertambah dengan jumlah 1.402 kejadian, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 649 orang, luka berat 139 orang, luka ringan 1.629 orang dengan jumlah kerugian mencapai Rp 2,8 miliar. Safety driving merupakan upaya untuk mengemudi lebih lanjut yang lebih memperhatikan keselamatan bagi pengemudi dan penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, tingkat pendidikan dan umur dengan sikap pengemudi dump truck terhadap safety driving di PT. Banten Muda Mandiri.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dimana variabel independen (pengetahuan, tingkat pendidikan dan umur) dan variabel dependen (sikap pengemudi terhadap safety driving) diteliti pada saat yang bersamaan. Data dianalisis menggunakan pendekatan Uji Kai Kuadrat (Chi Square Test), dengan batas CI 95%. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengemudi dump truck sebanyak 55 orang dan sampel penelitian adalah total populasi.  Hasil: Hasil penelitian menunjukan dari 55 responden terdapat 67,3% responden mempunyai sikap safety driving baik, 61,8% responden berusia ≥ 30 tahun, 60,0% memiliki tingkat pendidikan tinggi, 78,2% responden yang memiliki pengetahuan baik. Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan antara tingkat pendidikan (0,049) dan pengetahuan (0,043) dengan sikap pengemudi terhadap safety driving. Simpulan: responden yang mempunyai sikap positif lebih banyak dibandingkan dengan responden yang mempunyai sikap negatif serta terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan dengan sikap terhadap safety driving.Kata kunci: Dump truck, pengetahuan, safety driving, tingkat pendidikan, umur ABSTRACTTitle: Safety Driving Attitudes of the Dump Truck DriverBackground: Based on data from Laka Lantas Regional Police of Banten, in 2018 there were 1,263 accidents with 605 fatalities, 160 serious injuries, 1,398 minor injuries with more than Rp.3.3 billion in material losses and in 2019 increased to 1,402 incidents, with the number of victims who died as many as 649 people, 139 people were seriously injured, and slightly injured 1,629 people with a total loss of up to Rp 2.8 billion. Safety driving is an effort to further drive that pays more attention to safety for drivers and passengers. This study aims to determine the relationship between knowledge, education level and age with the attitude of dump truck drivers on driving safety at PT. Banten Muda Mandiri.Method: The independent variables of this study are knowledge, education level and age, while the dependent variable is the attitude of the driver towards safety driving with cross sectional design study. The research sample was 55 driver of dump truck. Primary data collection using a questionnaire.Result: The results showed that out of 55 respondents, 67.3% of respondents had a good driving safety attitude, 61.8% of respondents were ≥ 30 years old, 60.0% had a high level of education, 78.2% of respondents had good knowledge. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between the level of education (0.049) and knowledge (0.043) with the driver's attitude towards driving safety.Conclusion: Respondents were  had positive attitude more than negative attitude, there was a relationship between the level of education (0.049) and knowledge (0.043) with the driver's attitude towards driving safety.Keywords: Dump truck, knowledge, safety driving, education level, age
Peran Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI Terhadap Status Gizi Anak Usia 6-24 Bulan di Indonesia: Telaah Pustaka Rahmah, Farida Noor; Rahfiludin, M. Zen; Kartasurya, Martha Irene
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 6 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.6.392-401

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak di masa depan. Penelitiani ini bertujuan mengidentifikasi hubungan pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi anak usia 6-24 bulan di Indonesia.Metode: Penelitian telaah pustaka ini menggunakan kata kunci: status gizi, stunting, dan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Kriteria inklusi: artikel yang dipublikasi pada jurnal SINTA 2-3 atau terindeks DOAJ dalam 10 tahun terakhir, subjek anak usia 6-24 bulan, membahas kaitan  pemberian MP-ASI dengan status gizi, desain case control dan cross sectional. Pemberian MP-ASI meliputi frekuensi, jenis, awal pemberian, asupan energi, asupan protein. Penelusuran artikel dilakukan secara manual dengan memasukan kata kunci pada jurnal SINTA 2 dan 3 atau yang terindeks DOAJ.Hasil: Diperoleh 21 artikel yang membahas hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi. Dari 13 artikel yang membahas waktu pemberian MP-ASI, didapatkan 6 artikel yang menunjukkan hubungan signifikan. Dari 8 artikel yang membahas frekuensi MP-ASI, didapatkan 2 artikel yang menunjukkan hubungan signifikan. Dari 5 artikel yang membahas asupan energi  dan protein, didapatkan 3 artikel asupan energi dan 2 artikel protein yang menunjukkan hubungan signifikan. Dari 3 artikel yang membahas pengetahuan ibu dalam pemberian MP-ASI, seluruhnya menunjukan hubungan yang signifikan. Dari 2 artikel yang  membahas hubungan jenis MP-ASI dengan status gizi, 1 artikel menunjukan hubungan yang signifikan. Simpulan: Pemberian dini, frekuensi, dan jenis MP-ASI tidak secara konsisten berhubungan dengan kejadian underweight, dan stunting pada anak usia 6-24 bulan. Rendahnya pengetahuan ibu tentang MP-ASI secara konsisten berhubungan dengan kekurangan gizi anak.Kata kunci: MP-ASI, status gizi, gizi kurang ABSTRACT Title: The Role of Complementary Feeding Practices on child’ nutritional status aged 6-24 Months in Indonesia: Literature ReviewBackground: Inappropriate complementary feeding could affect the children growth and development. This study aimed to identify effect of complementary feeding on nutritional status of children aged 6-24 months in Indonesia.Method: This literature review used these keywords to select the included articles: nutritional status, stunting, and complementary feeding. The inclusion criteria for the articles: were published in SINTA 2 or 3 journals or indexed by DOAJ in the last 10 years, the subject were children aged 6-24 months, wrote about the association between complementary feeding and children’ nutritional status, used case control or cross sectional study design. The term of complementary feeding included frequency, types, initial feeding timing, energy content, protein content. The articles were searched manually by entering keywords in SINTA 2 and 3 journals or indexed by DOAJ.Result: Twenty one articles were found on the association between complementary feeding and nutritional status. From the 13 articles about regarding early complementary feeding, 6 articles stated significant. From 8 articles about frequency of complementary feeding, only 2 articles showed significant. From 5 articles about energy and protein intake, 3 articles energy and 2 articles protein intake showed significant. From 3 articles about mother's nutrition knowledge, all of them showed significant. From 2 articles about types of complementary feeding, one article showed significant.  Conclusion: Inappropriate complementary feeding (timing, frequency and types) was not consistently associated to underweight and stunting status. Lack of Mothers’ knowledge on complementary feeding consistently associated to children’ underweight/ wasting status.Keywords: Complementary feeding, nutritional status, stunting
Pemetaan Stakeholder Program Pencegahan Fraud Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Kota Semarang Arnia Dian Kusuma Devi; Antono Suryoputro; Ayun Sriatmi
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 3 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.3.238-245

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Dalam periode 2014 sampai 2017 terdapat 12 isu penyelewengan dana kapitasi di 12 daerah. Terdapat 8 dari 13 potensi Fraud yang terjadi di Puskesmas terkait dengan kapitasi dan sedikitnya terdapat 8 kasus korupsi terungkap. Fraud dapat berdampak pada pemberian pelayanan yang tidak bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran dan keterlibatan stakeholder dalam Program Pencegahan Fraud Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Kota Semarang supaya program dapat berjalan lebih optimal.Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui indepth interview dengan sampel purposive dan analisis menggunakan teori stakeholder mapping. Variabel yang diteliti adalah sikap, keterlibatan, dan pengaruh. Hasil: Berdasarkan penelitian, didapatkan hasil bahwa pada variabel sikap, seluruh kelompok stakeholder mendukung terselenggaranya kegiatan Program Pencegahan Fraud JKN di Puskesmas Kota Semarang. Pada variabel keterlibatan, yaitu stakeholder provider yang paling kurang terlibat dari stakeholder lain. Dari ketiga upaya dalam program, upaya pendeteksian menempati urutan terendah keterlibatan stakeholdernya dibandingkan upaya pencegahan dan upaya penindakan. Pada variabel pengaruh, dari ketiga kelompok stakeholder, kelompok provider menjadi kelompok yang paling kurang memiliki pengaruh dalam Program Pencegahan Fraud JKN di Puskesmas Kota Semarang. Upaya pendeteksian menjadi upaya yang paling sedikit menjadi intervensi dalam program. Dalam upaya pendeteksian, hanya 3 dari 12 stakeholder yang secara signifikan berpengaruh. Simpulan: Antar stakeholder harus meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan lebih rutin untuk menggiatkan program. Dinas Kesehatan sebagai sleeping giant harus meningkatkan keterlibatannya sebagai decision maker dan segera menyelesaikan pembentukan pedoman Program Pencegahan Kecurangan Jaminan Kesehatan Nasional di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kota Semarang sebagai acuan pelaksanaan. Kata kunci: Fraud, puskesmas, pemetaan stakeholder ABSTRACTTitle: Mapping of the National Health Insurance Fraud Prevention Program Stakeholders in Semarang City Community Health Centers  Background: In the period 2014 to 2017, there were 12 issues of misappropriation of capitation funds in 12 regions. There were 8 out of 13 potential Frauds that occurred at the Community Health Centers related to capitation and at least 8 cases of corruption were revealed. Fraud can have an impact on providing quality services. This study aims to understand the role and involvement of stakeholders in the National Health Insurance Fraud Prevention Program in Semarang City Community Health Centers.Method: This research is qualitative research with a descriptive approach through in-depth interviews with purposive sampling and employed the stakeholder mapping theory. The variables studied were attitude, involvement, and influence. Result: Based on the research, the results show that the attitude variable, all stakeholder groups support the implementation of the JKN Fraud Prevention Program at the Semarang City Health Center. In the involvement variable, namely the stakeholder provider who is least involved from other stakeholders. Of the three efforts in the program, detection efforts ranked the lowest of stakeholder involvement compared to prevention and enforcement measures. On the influencing variable, of the three stakeholder groups, the provider group is the group that has the least influence in the JKN Fraud Prevention Program in the Semarang City Health Center. Detection efforts are the least intervened in the program. In the detection effort, only 3 out of 12 stakeholders have significant influence.Conclusion:. Stakeholders must improve communication and coordination periodically to improve the program. The District Health Office as a sleeping giant must intensify its involvement as a decision-maker and immediately accomplish the making of the National Health Insurance Fraud Prevention Program guideline in the as guidance for implementation. Keywords: Fraud, community health center, stakeholder mapping
Hubungan Jenis Minyak Goreng, Suhu, dan PH Terhadap Kadar Asam Lemak Bebas Pada Minyak Goreng Pedagang Penyetan Elsa Christiana Hutajulu; Nurjazuli Nurjazuli; Nur Endah Wahyuningsih
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 5 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.5.375-378

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Crude Palm Oil (CPO) adalah minyak sayur yang diproduksi oleh kelapa sawit yang ditemukan di Indonesia, kelapa sawit memiliki kualitas yang dapat ditentukan melalui kandungan digliserida dan tingkat asam lemak bebas. Tingkat FFA yang diizinkan oleh pemerintah adalah 0,3% menurut SNI 01-3741-2002, minyak goreng yang telah digunakan secara teratur dengan temperatur tinggi dapat menyebabkan minyak menjadi tidak sehat dan tidak cocok untuk dikonsumsi. Kecamatan Tembalang, kota Semarang merupakan salah satu dari sekian banyak daerah di wilayah Jawa Tengah, terdapat beberapa pedagang yang menjual penyetan, dan lokasinya berada di pinggir jalan, di Kecamatan Tembalang, Semarang. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk menganalisa kandungan asam lemak bebas pada minyak goreng.Metode: Sebuah studi deskriptif observasional dengan pendekatan lintas sectional. Sampel yang 42 sampel dari 3 kali sampling per penyetan kios dengan pengulangan dari 2 kali dengan total sampling. Variabel dalam studi ini adalah kadar asam lemak bebas sebagai variabel dependen dan suhu, pH, dan frekuensi penggorengan sebagai variabel independen. Analisis data dilakukan oleh tes Spearmen Rank.Hasil: Hasil uji laboratorium kadar asam lemak bebas dalam 7 sampel minyak goreng (16,7%) melebihi standar kualitas yang ditentukan. Hasil tes hubungan menunjukkan bahwa suhu (p-nilai = 0,006), pH (p-nilai = 0,038), penggorengan frekuensi (p-nilai = 1 berkaitan dengan tingkat asam lemak bebas dalam minyak goreng yang digunakan oleh pedagang penyeting sepanjang jalan Sirojudin dan BanjarsariSimpulan: Kesimpulan dari studi ini adalah tingkat kadar asam lemak bebas dalam minyak goreng berkaitan dengan suhu, pH, dan frekuensi menggoreng.Kata kunci: Asam lemak bebas, minyak nabati, warung makananABSTRACT Title: Relationship types of cooking oil, temperature, and Ph to the free fatty acid levels in cooking oil Penyetan tradersBackground:Crude Palm Oil (CPO) is a vegetable oil produced by oil palm found in Indonesia, palm oil has a quality that can be determined through the content of diglycerides and the levels of free fatty acids. The level of FFA allowed by the Government is 0.3% according to SNI 01-3741-2002, cooking oil that has been used regularly with high temperatures can cause oil to be unhealthy and not suitable for consumption. Tembalang Subdistrict, Semarang City is one of the many areas in the Central Java region, there are some traders who sell penyetan, and the location is on the roadside, in the Tembalang District of Semarang. The main objective of this study is to analyze the free fatty acid content on cooking oilMethod: An observational descriptive study with cross sectional approach. The samples were 42 samples from 3 times the sampling per penyetan stall with repetitions of 2 times with total sampling. The variables in this study are Free Fatty Acid Levels as the dependent variable and temperature, pH, and frying frequency as independent variables. Data analysis was performed by the Spearmen Rank test.Result: Laboratory test results of free fatty acid levels in 7 cooking oil samples (16.7%) exceeded the specified quality standard. The relationship test results show that temperature (p-value = 0.006), pH (p-value = 0.038), Frying Frequency (p-value = 1) relates to the level of free fatty acids in cooking oil used by penyeting traders along Jalan Sirojudin and BanjarsariConclusion: The conclusion of this study is the level of free fatty acids in cooking oil is related to temperature, pH, type of cooking oil, and the color of cooking oil.Keywords: Free fatty acid, edible oil, food stalls