cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
Analisis Implementasi Program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor Dalam Menangani Kasus Maternal di Kota Semarang (Studi Kasus di Puskesmas Bangetayu) Nurmalitasari, Rahma Adinda; Suryoputro, Antono; Kusumastuti, Wulan
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 2 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.2.114-125

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Dalam rentan waktu 2018 hingga pertengahan tahun 2020 Puskesmas Bangetayu memiliki jumlah penderita preeklamsia tertinggi di Kota Semarang. Salah satu masalah kesehatan yang dapat ditangani oleh tim medis Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor adalah preeklamsia. Sayangnya, layanan Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor yang terdapat pada Puskesmas Bangetayu masih minim digunakan oleh masyarakat khususnya dalam menangani preeklamsia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor dalam menangani kasus preekamsia di Puskesmas.Bangetayu Kota.Semarang.Metode: Penelitian kualitatif.dengan pendekatan.deskriptif analitik yang dilakukan melalui.wawancara mendalam, sampel dipilih menggunakan teknik.purposive sampling. Penelitian ini.dilakukan pada.bulan Oktober-Desember 2020. Subjek penelitian merupakan penanggung jawab program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor,dokter, bidan, dan perawat pelaksana program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor. Sedangkan informan triangulasi yaitu kepala Seksi Rujukan Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang, Kepala Puskesmas Bangetayu, Bidan Koordinator Puskesmas Bangetayu, dan Ibu hamil atau melahirkan dengan preeklamsia. Aspek yang dianalisis terdiri dari aspek standar dan sasaran kebijakan, aspek komunikasi, aspek sumber daya, aspek disposisi pelaksana, aspek.karakteristik badan pelaksana, dan aspek lingkungan0ekonomi, sosial dan politik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan dokter pada malam hari tidak stand by untuk melaksanakan program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu, sikap bidan pelaksana dinilai tidak ramah, tidak adanya Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang diberikan oleh pihak Dinas Kesehatan0Kota Semarang kepada Puskesmas Bangetayu mengenai pelaksanaan program dalam menangani kasus preeklamsia untuk kedepannya, kepatuhan dan kejujuran petugas dalam menjalankan tugas masih rendah, serta tidak adanya insentif ataupun reward  yang diberikan kepada petugas medis.Simpulan: Implementasi program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor dalam menangani kasus preeklamsia masih belum optimal dikarenakan masih ditemukan beberapa kendala dalam pengimplementasiannya. Penelitian ini menyaraknkan kepada Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk memberikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) mengenai program Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor dalam menangani kasus preeklamsia kepada pihak puskesmas bangetayu, melakukan pembinaan kepada petugas medis yang melakukan kesalahan, menambah sumber daya manusia, dan memberikan insentif maupun reward sebagai motivasi kerja.Kata kunci: Preeklamsia, Ambulan Hebat (Si Cepat) Sepeda Motor, Wilayah Timur Kota Semarang ABSTRACT Title: Analysis  The Implementation  Of The Ambulance Hebat (Si Cepat) Motorcycle Program In Handling Maternal Case In Semarang City (Case Study At East Region Of Semarang City)Background: From 2018 to 2019 East Region Of Semarang City had the highest0number of preeclampsia patients in Semarang City. One of the health problems that can be handled by the medical team for the Ambulan Hebat (Si Cepat) Motorcycle is preeclampsia. Unfortunately, the Service of the Ambulan Hebat (Si Cepat) Motorcycle that is available at the East Region Of Semarang City is not used optimally by the community especially in dealing with preeclampsia, there is only 1 user in the 2018-2019 period. This study aims to.analyze the implementation of the Ambulan.Hebat (Si Cepat) motorcycle program in handling preeclampsia at East Region Of Semarang City.Method: Qualitative research0with a descriptive-analytic0approach was conducted0through in-depth interviews where the sample was selected using a purposive sampling technique. This research0was conducted in October-December 2020. The research subjects were the person in charge of the Ambulance.Hebat (Si Cepat) Motorcycle Program, the doctors, midwives, and nurses that are implementing the Ambulance Hebat (Si Cepat) Motorcycle Program. Meanwhile, the triangulation informants were the Head of the Health Service Section of the Health Office of Semarang City, the Head of the Public Health Center of Bangetayu, the Coordinating Midwife for the Public Health Center of Bangetayu, and pregnant mothers with preeclampsia. The aspects analyzed consisted of standards and policy objectives, communication, resource, implementing disposition, characteristics0of the implementing agency, and economic, social, and political environmental aspects.Result: The results show the availability of doctors at night does not stand by, the midwife’s attitude is considered unfriendly, there is no follow up plan given by the Public Health Office of Semarang City or the medical team to the Public Health Center of Bangetayu, compliance and honesty of officers in carrying out their duties is still low, and the absence of incentives or rewards given to medical personnel.  Conclusion and Recommendations : The implementation of the Ambulance Hebat (Si Cepat) Motorcycle program in dealing with preeclampsia is not optimal because there are some obstacles in its implementation. This research encourages the Health Office of Semarang City to provide a Follow-Up Action Plan program to the Public Health Center of Bangetayu, guide medical personnel who did mistakes, distributing photos containing the Ambulance Hebat (Si Cepat) call center number to the public through the Whatsapp group distributed by the FKK, changing doctor shifts to 2 shifts, and provide incentives and rewards as work motivation, and tighten sanctions.Keywords: Preeclampsia, Ambulan Hebat (Si Cepat) Motorcycle, East Region Of Semarang City
Hubungan Tingkat Stres dan Status Anemia dengan Dismenorea Primer Pada Siswi Kelas XII di SMAN 1 Nganjuk Rahmatanti, Riris; Pradigdo, Siti Fatimah; Pangestuti, Dina Rahayuning
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 4 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.4.246-254

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Dismenorea primer banyak ditemui pada wanita usia sekitar 17-24 tahun dan masih menjadi permasalahan yang dikeluhkan bagi remaja putri karena dapat menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari dan tertinggalnya mata pelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat stres, status anemia dengan dismenorea primer pada siswi kelas XII di SMAN 1 Nganjuk.Metode: Penelitian dengan desain cross sectional ini dilakukan kepada 74 siswi dengan metode proportional stratified random sampling dari 213 siswi kelas XII SMAN 1 Nganjuk. Variabel bebas yang diteliti adalah tingkat stres dan status anemia, sedangkan variabel terikat adalah dismenorea primer. Data karakteristik seperti usia menarche, lama menstruasi, riwayat keluarga, dan kebiasaan sarapan diperoleh dengan wawancara terstruktur. Profil status gizi seperti IMT/U, kecukupan kalsium, magnesium, Fe dan vitamin E dan status anemia, berturut-turut, diperiksa dengan pengukuran antropometri, formulir semi-FFQ dan food picture, pengukuran kadar hemoglobin menggunakan Hemochroma. Penentuan tingkat aktivitas fisik, tingkat stress dan  persepsi dismenorea primer, berturut-turut, dilakukan dengan kuesioner IPAQ, DASS 42, dan MSQ.  Uji bivariat dianalisis menggunakan Chi Square dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil: Sebanyak 34% remaja putri mengalami dismenorea primer, anemia 71,6% dan yang mengalami stres 56,8%. Terdapat hubungan antara tingkat stres (p=0,002; C=0,339) dan status anemia (p=0,001; C=0,552) dengan dismenorea primer. Lama menstruasi (p=0,008; C=0,293), riwayat keluarga (p=0,010; C=0,287), tingkat kecukupan kalsium (p=0,001; C=0,640), tingkat kecukupan Fe (p=0,009; C=0,639) serta tingkat kecukupan vitamin E (p=0,001; C=0,596) juga berhubungan dengan dismenorea primer.Simpulan: Dismenorea primer remaja putri berhubungan dengan tingkat stres dan status anemia. Namun demikian, dismenorea primer juga dipengaruhi oleh lama menstruasi, riwayat keluarga, tingkat kecukupan kalsium, Fe dan vitamin E. Kata kunci: tingkat stres, status anemia, dismenorea primer, siswi SMA, Nganjuk ABSTRACT Title: Relationship between Stress Level and Anemia Status with Primary Dysmenorrhoea in Class XII Students at SMAN 1 Nganjuk Background: Primary dysmenorrhoea is mostly found in women aged around 17-24 years and is still a problem that is complained of for young women because it can cause disruption of daily activities and lagging subjects. The purpose of this study was to determine the relationship of stress levels, anemia status with primary dysmenorrhoea in class XII students at SMAN 1 Nganjuk.Method: This cross sectional design study was conducted on 74 students using proportional stratified random sampling method from 213 students of class XII SMAN 1 Nganjuk. The independent variables studied were stress level and anemia status, while the dependent variable was primary dysmenorrhoea. Data on characteristics such as menarche age, menstrual period, family history, and breakfast habits were obtained by structured interview. Nutritional status profiles such as BMI /U, adequate calcium, magnesium, Fe and vitamin E and anemia status, respectively, were examined by anthropometric measurements, semi-FFQ forms and food pictures, measurement of hemoglobin levels using Hemochroma. Determination of the level of physical activity, stress levels and perception of primary dysmenorrhoea, respectively, was carried out with the IPAQ questionnaire, DASS 42, and MSQ. Bivariate test was analyzed using Chi Square with a significance level of 0.05.Results: As many as 34% of adolescent girls experienced primary dysmenorrhoea, anemia 71.6% and those experiencing stress 56.8%. There is a relationship between stress level (p = 0.002; C = 0.339) and anemia status (p = 0.001; C = 0.552) with primary dysmenorrhoea. Menstrual duration (p = 0.008; C = 0,293), family history (p = 0.010; C = 0,287), calcium adequacy level (p = 0,001; C = 0,640), adequacy level of Fe (p = 0,009; C = 0,639) and adequate levels of vitamin E (p = 0.001; C = 0.596) are also associated with primary dysmenorrhoea.Conclusion: Primary dysmenorrhoea in adolescent girls is associated with stress levels and anemia status. However, primary dysmenorrhoea is also influenced by menstrual length, family history, adequate levels of calcium, Fe and vitamin E. Keywords: Stress Level, Anemia Status, Primary Dysmenorrhoea, High School Girls, Nganjuk
Faktor yang Berhubungan dengan Kapasitas Vital Paru pada Pekerja Industri Batik Rumahan di Kota Pekalongan Fika Nurina Putri; Nikie Astorina Yunita Dewanti; Sulistiyani Sulistiyani
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 3 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.3.206-212

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Jumlah industri batik di Pekalongan sebanyak 315 unit dengan sekitar 15.782 pekerja dimana sejumlah pekerja tersebut berisiko terkena Penyakit Akibat Kerja. Penyebab utama Penyakit Akibat Kerja pada pekerja batik yaitu berupa bahan utama atau pendukung proses pembuatan batik yang dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan pekerjanya. Polutan yang dihasilkan oleh proses pengelolaan bahan baku yang digunakan pada proses pembuatan batik dapat mengganggu kesehatan para pekerjanya, serta lingkungan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kapasitas vital paru pada pekerja industri batik rumahan di Kota Pekalongan.Metode : Jenis penelitian analitik observasional dengan studi cross sectional. Jumlah sampel yaitu 49 orang yang merupakan pekerja batik di bagian proses pelekatan lilin, pewarnaan dan penghilangan lilin yang berada di Kampung Batik Pesindon dan Kauman Kota Pekalongan. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square.Hasil : Hasil pada penelitian menunjukkan 28 responden (57,1%) mengalami gangguan fungsi paru, dengan 24 responden (49%) restriktif dan 4 responden (8,1%) obstruktif. Variabel yang berhubungan dengan kapasitas vital paru dan menjadi faktor risiko adalah masa kerja (p=0,047; RP=1,9; 95%CI=1,008-3,58); dan lama kerja (p=0,025; RP=2,4; 95%CI=1,018-5,67).Kesimpulan : Faktor yang berhubungan dengan kapasitas vital paru pada pekerja industri batik rumahan di Kota Pekalongan adalah masa kerja dan lama kerja.Kata Kunci : kapasitas vital paru, pekerja batik, paparan. ABSTRACTTitle: Factors Related with Lung Vital Capacity on Batik Home Industry Workers in Pekalongan City Background : The number of batik industries in Pekalongan is 315 units with around 15.782 workers in which a number of these workers are at risk of occupational diseases. The main cause of occupational diseases on batik workers is the main ingredients or additional ingredients in the process of making batik which can have a negative impact on the health of workers. Pollutants that produced by the process of managing the raw materials that used in the process of making batik can have an impact for the health of workers and the environment. Based on these problems, this study aims to determine the factors related with lung vital capacity on batik  industry workers in PekaIongan City.Method : This research was an observational analytic study with a cross sectional design. The number of samples is 49 people who are batik workers in the part of the process of sticking wax, coloring and removing wax that is in the Batik Pesindon and Kauman Village of Pekalongan City. Data analyzed using Chi-Square Test.Result : The result of this research represent that there is 28 respondents (57,1%) had the abnormal lung vital capacity with the number of 24 respondents (49%) restrictive and 4 respondents (8,1%) obstructive. Variables that related with lung vital capacity and become a risk factor is working periode (p=0,047; 1,9; 95%CI=1,008-3,58); and duration of work (p=0,025; PR=2,4; 95%CI=1,018-5,67).Conclusion : Factors that related with lung vital capacity in batik  industry workers in Pekalongan City is working periode and duration of work. Keywords : lung vital capacity, batik workers, exposure
Pengaruh Pemberian Layanan SMS Gateway Pelaporan Ibu Hamil Berisiko Tinggi terhadap Peningkatan Kinerja Kader dalam Melaporkan Risiko Tinggi Ibu Hamil Herdiyanti, Annisa Maghfira; Suryoputro, Antono; Fatmasari, Eka Yunila
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 4 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.4.297-303

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Kematian ibu di Semarang sebagian besar dikarenakan ibu memiliki faktor risiko tinggi dan komplikasi pada kehamilannya di mana harapannya dengan semakin cepat kasus risiko tinggi ditemukan dan dilaporkan maka semakin cepat pula penanganan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi SMS gateway pelaporan ibu hamil berisiko tinggi terhadap kinerja kader dalam melaporkan risiko tinggi ibu hamil.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif menggunakan quasi experimental design dan nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 54 orang pada setiap kelompok. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pemberian SMS gateway sedangkan kinerja kader dalam melaporkan risiko tinggi pada ibu hamil adalah variabel terikat.Hasil: Hasil analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan ada perbedaan pretest dan posttest (p=0,000) pada kelompok intervensi setelah diberikan intervensi sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan pretest dan posttest (p=0,317). Hal ini juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kinerja pada kader kelompok eksperimen yang diberikan intervensi dan kader kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi sesuai dengan analisis pengujian beda menggunakan Mann-Whitney U test (α = 0,05 ) dengan hasil nilai P-value (Sig 2-tailed) 0,000.Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh diberikannya SMS gateway pada kinerja kader dalam melaporkan ibu hamil berisiko tinggi di mana kader lebih cepat melaporkan dibandingkan sistem sebelumnya. Saran pada penelitian ini yakni perlunya penelitian lebih lanjut tentang pengaruh SMS gateway terhadap peningkatan kader sepenuhnya dikarenakan hasil penelitian ini baru bisa membuktikan bahwa SMS gateway mempercepat pelaporan ibu hamil berisiko tinggi.Kata kunci: sms gateway, kinerja kader, ibu hamil berisiko tinggi ABSTRACTTitle: The Effect SMS Gateway Reporting Service for High Risk Pregnant Women on Increased Performance of Cadres in Reporting High Risk of Pregnant WomenBackground: Most maternal deaths in Semarang are due to mothers having high risk factors and complications in their pregnancy where the hope is that the sooner cases of high risk are found and reported, the sooner the handling is done. This study aims to determine the effect of providing SMS gateway interventions for reporting high-risk pregnant women to the performance of cadres in reporting high-risk pregnant women.Method: This research uses quantitative research methods using quasi experimental design and nonequivalent control group design. The sampling technique uses total sampling with 54 respondents in each group. The independent variable in this study is the provision of an SMS gateway while the performance of cadres in reporting high risk in pregnant women is the dependent variable.Result: The results of the analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test showed that there were differences in the pretest and posttest (p = 0,000) in the intervention group after the intervention was given while in the control group there were no differences in the pretest and posttest (p = 0.317). This also shows that there are differences in the performance of the experimental group cadres who were given the intervention and the control group cadres who were not given the intervention according to the analysis of different tests using the Mann-Whitney U test (α = 0.05) with the results of the P-value (Sig 2 -tailed) 0,000. Conclusion: The conclusion of this study is the influence of the provision of an SMS gateway on the performance of cadres in reporting high-risk pregnant women. where the cadres report faster than the previous system. Suggestion in this research is the need for further research on the effect of SMS gateway on increasing cadre entirely because the results of this study can only prove that SMS gateway accelerates the reporting of high risk pregnant women.Keywords: sms gateway, cadre perfomance, high-risk pregnant women
Analisis Konsentrasi PM10 Hasil Pengukuran Stasiun BMKG Kemayoran di Jakarta Pusat Pada Masa Pandemi COVID-19 Anggraeni, Siti Hafidzhah Dyah Ayu; Darundiati, Yusniar Hanani; Joko, Tri
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 1 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.1.63-69

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Sumber pencemaran udara yang semakin banyak menyebabkan penurunan kualitas udara. Salah satu polutan adalah kadar PM10 di udara yang dapat menjadi parameter utama dalam pencemaran udara karena PM10 dapat berasosiasi dengan kadar zat pencemar lainnya. Berdasarkan hasil survei pendahuluan berupa pemantauan data SPKU BMKG Kemayoran diperoleh hasil pada tanggal 19 April 2020 konsentrasi PM10 berada pada level melebihi ambang batas pedoman kualitas udara yang dikeluarkan WHO, sedangkan pada masa itu berlaku Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai pencegahan penyebaran COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecenderungan konsentrasi parameter PM10, analisis sesuai baku mutu udara ambien pada masa pandemi COVID-19 dan kategori ISPU PM10.Metode: Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian time series dan dengan rancangan penelitian analisis data sekunder pada tanggal 5 Mei 2020 sampai 5 Juli 2020 dari hasil pengukuran konsentrasi PM10 Stasiun BMKG Kemayoran di Jakarta Pusat. Hasil Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan konsentrasi PM10 pada setiap tahapan kegiatan aktivitas masyarakat yang mulai diberlakukan kembali sesuai aturan PSBB Transisi DKI Jakarta, dengan rata-rata harian konsentrasi tertinggi 99 µg/m3. Rata-rata per jam konsentrasi tertinggi PM 10, terjadi pada pukul 07.00 WIB. Berdasarkan pedoman kualitas udara WHO dengan baku mutu 50 µg/m3 , dari 50 hari pengamatan terdapat 34 hari melebihi baku mutu WHO. ISPU PM10 16 hari kategori baik dan 34 hari kategori sedang.Simpulan: Konsentrasi PM10 meningkat pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar Transisi mulai diberlakukan, 34 hari konsentrasi PM10 melebihi baku mutu udara ambien WHO dan 34 hari ISPU PM10 berada dikategori sedang.Kata kunci: PM10; pencemaran udara; PSBB transisi; ISPU ABSTRACT Title: Analysis of PM10 Concentration Result of Measurements Stations Meteorogical, Climatological Geophysical Agency Kemayoran Central Jakarta in Pandemic COVID-19 Background: Human activities contribute to decreased air quality, one of which is PM10 levels. Based on the results of a preliminary survey in the form of monitoring the air quality monitoring station BMKG Kemayoran data, it was found that on April 19, 2020 the concentration of PM10 was at a level exceeding the threshold for air quality guidelines issued by WHO, while at that time Large-Scale Social Restrictions (PSBB) to prevent the spread of COVID-19. The purpose of this study was to determine air quality with PM10 concentration parameters measured by the Stations Meteorogical, Climatological Geophysical Agency Kemayoran Central Jakarta in Pandemic COVID-19.Method: The method of research is to use the type of research time series and the design of the study analyzes the data secondary on the date of May 5, 2020 to July 5, 2020 of the results of the measurement of the concentration of PM10 Stations BMKG Kemayoran in Central Jakarta. The data analysis used is univariate analysis and calculation of the Air Pollution Index (API).Result: The results showed that there was an increase in PM10 concentration at each stage of community activity which was re-enforced according to the PSBB  Transitional regulation than during previous PSBB phase, with the highest daily average concentration of 99  µg/m3. Average hourly concentration of the highest PM10, occurred on at 07.00 pm. Based on guidelines WHO air quality standard of 50 µg/m3 , from 50 days of observation there were 34 days that exceeded the WHO quality standard. Air Pollution Index PM10 16  days in good category and 34 days in moderate category. Conclusion: PM10 concentrations increased when the PSBB Transitional began enforcing regulations enforced than during previous PSBB phase, 34 days PM10 concentrations exceeded WHO ambient air quality standards and 34 days air pollution index PM10 was in the moderate category.  Keywords:PM1; air pollution; PSBB transition; air pollution index 
Hubungan Asupan Sarapan dan Kecukupan Gizi dengan Kejadian Obesitas pada Mahasiswa di Jawa Tengah Soedwiwahjono, Widyayu Kurniasari; Widajanti, Laksmi; Lisnawati, Naintina
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.185-192

Abstract

Latar belakang: Obesitas merupakan kondisi akumulasi lemak berlebih yang diakibatkan konsumsi makanan yang melebihi kebutuhan dan berdampak buruk bagi kesehatan seperti resistensi insulin dan kematian. Prevalensi obesitas di Indonesia sebesar 21,8% dengan persentase obesitas di Jawa Tengah masih berada di atas capaian yaitu sebesar 6,32%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan sarapan dengan kejadian obesitas.Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara daring melalui sosial media meliputi instagram, twitter dan whatsapp dengan perhitungan sampel didapatkan 100 mahasiswa aktif tingkat sarjana. Variabel pada penelitian ini meliputi frekuensi sarapan, tingkat kecukupan energi, keragaman jenis pangan, dan obesitas. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dan fisher exact test. Hasil: Tingkat kecukupan gizi pada mahasiswa didapatkan tingkat kecukupan karbohidrat, lemak dan protein yang lebih sebesar 58%, 71% dan 89%. Sedangkan tingkat kecukupan serat mahasiswa yang cukup sebesar 50%. Hasil penelitian ini menggambarkan mahasiswa dengan tingkat kecukupan energi saat sarapan yang lebih cenderung tidak obesitas dibandingkan mahasiswa dengan tingkat kecukupan energi saat sarapan yang cukup.Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan tingkat kecukupan energi dengan kejadian obesitas yang berarti semakin besar tingkat kecukupan energi sarapan maka mahasiswa cenderung tidak obesitasKata kunci: asupan sarapan, obesitas, mahasiswa ABSTRACTTitle: Correlation of Breakfast Intake on Adequacy of Nutrition and Incidence of Obesity in Students in Central JavaBackground: Obesity is a condition of excess fat accumulation caused by food consumption that exceeds needs and has a negative impact on health such as insulin resistance and death. The prevalence of obesity in Indonesia is 21.8% with the percentage of obesity in Central Java still above the achievement of 6.32%. This study aims to analyze the relationship between breakfast habits and the incidence of obesity.Methods: This study uses quantitative research with the type of observational research with a cross sectional design. Sampling was carried out online through social media including Instagram, Twitter and WhatsApp with a sample calculation of 100 active undergraduate students. The variables in this study include the frequency of breakfast, the level of energy adequacy, the diversity of food types, and obesity. This study used univariate and bivariate analysis using the chi-square test and fisher's exact test.Results: The level of nutritional adequacy in students obtained levels of carbohydrate, fat and protein adequacy more than 58%, 71% and 89%. Meanwhile, the adequacy level of student fiber is 50%. The results of this study illustrate that students with sufficient energy levels at breakfast are more likely to be less obese than students with sufficient energy levels at breakfast.Conclusion: This study concludes that there is a relationship between the level of energy adequacy and the incidence of obesity, which means that the greater the level of energy adequacy for breakfast, the students tend not to be obese.Keywords: breakfast intake, obesity, college students
Pelaksanaan Keselamatan Pasien di Puskesmas X Ditinjau dari Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien Astriyani, Sri; Suryoputro, Antono; Budiyanti, Rani Tiyas
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.150-158

Abstract

Latar belakang: Puskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan berkewajiban dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu. Pelaksanaan program keselamatan pasien juga merupakan suatu hal yang wajib dilaksanakan oleh seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Puskesmas X adalah salah satu Puskesmas yang ada di Kabupaten Temanggung dengan status akreditasi madya. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis pelaksanaan program keselamatan pasien di Puskesmas X Kabupaten Temanggung.Metode: Penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus di Puskesmas X. Teknik pengumpulan data yaitu indepth interview dengan purposive sampling. Subyek penelitian ini yaitu Kepala Puskesmas, Penanggungjawab Keselamatan Pasien, Penanggungjawab Ruangan serta pasien.Hasil: Pelaksanaan program keselamatan pasien di Puskesmas X belum dilaksanakan secara optimal. Hal ini dikarenakan komitmen akan pelaksanaannya yang masih kurang terutama pada sisem pelaporan insiden. Adapun Puskesmas X juga belum menerapkan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien sehingga dalam pelaksanaannya masih belum sesuai dengan Permenkes yang mengatur tentang keselamatan pasien. Selain itu juga terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pelaksanaan keselamatan pasien belum optimal yaitu, jumlah SDM yang kurang dan kurangnya pelatihan terkait keselamatan pasien, tidak adanya anggaran dana untuk program keselamatan pasien, serta belum adaya kebijakan/SOP yang mengatur tentang penerapan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien.Simpulan: Oleh karena itu, Puskesmas perlu membuat kebijakan/SOP yang mengatur tentang penerapan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien sehingga dalam pelaksanaan program keselamatan pasien dapat lebih tersistem dan terukur agar dapat lebih optimal.Kata kunci: Keselamatan Pasien, Program, Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien ABSTRACTTitle: Analysis of the implementation of patient safety program at  X  Public Health Center, Temanggung RegencyBackground: Publis Health Center as a health service facility is obliged to provide safe and quality health services. Implementation of a patient safety program is also something that must be carried out by all health service facilities in providing health services. X Public Health Center is one of the Public health center in Temanggung Regency with intermediate accreditation status. The purpose of this study is to analyze the implementation of the patient safety program at the X Public Health Center, Temanggung Regency.Methods: Qualitative research using a case study  approach at X Public Health Center. The data collection technique was in-depth interview with purposive sampling. The subjects of this study were the head of the Public health center, the person in charge of patient safety, the person in charge of the room and the patient.Result: The implementation of the patient safety program at the X Public Health Center has not been implemented optimally. This is due to the lack of commitment to implementation, especially in the incident reporting system. The X Public Health Center also has not implemented the Seven Steps to Patient Safety so that its implementation is still not in accordance with the Permenkes which regulates patient safety. In addition, there are several factors that cause the implementation of patient safety is not optimal include, the lack of human resources and lack of training related to patient safety, the absence of a budget for patient safety programs, and no policies / SOPs that regulat about implementing the Seven Steps to Patient Safety.Conclusion: Therefore, the Puskesmas needs to make a policy / SOP that regulates the implementation of the Seven Steps to Patient Safety so that the implementation of patient safety programs can be more systematic and measured in order to be more optimal.Keywords: Patient Safety, Program, Seven Steps to Patient Safety
Analisis Manajemen Stres Kerja Pada Pengajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Padang Tahun 2020 Azyyati Ridha Alfian; Rosidah Zahrah; Putri Nilam Sari; Nizwardi Azkha
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 4 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.4.275-282

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan survey profesi guru/ pengajar merupakan salah satu profesi dengan tingkat stres paling besar, apalagi seorang pengajar SLB yang memikul beban kerja yang tidak ringan. Pengajar menyatakan sering merasa cemas, sakit kepala, dan gejala lainnya karena pekerjaannya sehingga hal tersebut dapat memperngaruhi pekerjaan apabila tidak dikelola dengan baik Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian stres dan manajemen stres kerja pada pengajar SLB. Metode: Penelitian menggunakan teknik kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di SLBN 1 Padang bulan Januari - April 2020 melalui wawancara mendalam dengan 7 informan. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis isi dan triangulasi sumber dan metode.  Hasil: Menunjukan adanya gejala stres kerja pengajar seperti, pusing, kelelahan, sering melamun yang disebabkan oleh faktor beban kerja, keterbatasan dan tingkah laku anak didik (faktor pekerjaan) dan waktu kerja yang terlalu lama (faktor non-pekerjaan).  Simpulan: Pengelolaan stres kerja dengan pendekatan individu yaitu sharring, pengelolaan waktu, menegur bagi anak yang tidak bisa patuh, dan selebihnya memilih untuk diam. Pendekatan organisasi seperti meningkatkan komunikasi pengajar dalam organisasi, dan adanya bentuk dukungan sosial. Manajemen stres sangat membantu dalam pengelolaan stres kerja bagi pengajar di SLB Negeri 1 Padang. Sehingga perlu dipahami oleh para pengajar agar tidak terjadi penurunan potensi kinerja.ABSTRACT Title: Analysis of Work Stress Management in Teachers of Public Extraordinary Schools 1 Padang in 2020Background: A teacher sometime feels anxious, dizziness, and other symptoms because of their work so that it could affect the job if it was not managed properly. This study aims to analyze the incidence of stress and work stress management of teachers in special school.Method: This research used qualitative techniques with a phenomenological approach. The research was conducted at Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Padang from January to April 2020 through in-depth interviews with 7 informants. The informants were selected by the purposive sampling technique. Data analysis was performed by content analysis and triangulation of sources and methods. Result: The result of this study showed that there were symptoms of teacher work stress such as dizziness, fatigue, frequent daydreaming caused by workload factors, limitations and student behavior (work factors), and too long working time (non-work factors).Conclusion: The management of work stress with an individual approach, namely sharing, time management, reprimanding children who cannot obey, and the rest choose to remain silent. Organizational approaches such as improving teacher communication within organizations, and the existence of forms of social support. Stress management is very helpful in managing work stress for teachers at Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Padang. So, it needs to be understood by the teachers that there is no decrease in potential performance.Keywords: Extraordinary Schools, Job stress, Stress Management, Students, Teacher
Hubungan Citra Tubuh dan Pengetahuan Gizi Seimbang dengan Pemilihan Makanan Remaja Putri Usia 15-19 Tahun di Kota Semarang Putri, Rachel Novelia; Widajanti, Laksmi; Nugraheni, Sri Achadi
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.193-199

Abstract

Latar belakang: Citra tubuh negatif dapat menjadi pendorong seseorang melakukan perilaku mengendalikan berat badan dengan cara yang tidak sehat dan muncul kecenderungan eating disorder yang akan mengakibatkan perubahan status gizi. Pengetahuan remaja tentang pedoman gizi seimbang berperan penting dalam memilih dan mengonsumsi makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan citra tubuh dan pengetahuan gizi seimbang terhadap pemilihan makanan.Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah remaja putri usia 15-19 tahun yang bertempat tinggal di Kota Semarang. Jumlah sampel minimal yang digunakan sebanyak 132 remaja putri dan sampel diambil dengan teknik quota sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah citra tubuh dan pengetahuan gizi seimbang, sedangkan variabel terikat adalah pemilihan makanan. Data primer yang digunakan adalah hasil pengisian kuesioner oleh remaja putri. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan tertutup. Uji normalitas sebaran data variable penelitian menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan analisis data dilakukan dengan uji korelasi Chi-square; χ2.Hasil: Remaja putri di Kota Semarang memiliki pemilihan makanan yang baik dengan persentase sebesar 54,8%. Sebanyak 50,8% remaja menunjukkan citra tubuh positif, sedangkan 50,3% remaja putri memiliki pengetahuan gizi seimbang yang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara citra tubuh dengan pemilihan makanan (p-value = 0,013) dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi seimbang dengan pemilihan makanan (p-value = 0,001)Simpulan: Citra tubuh remaja putri yang positif akan membawa remaja putri memiliki pemilihan makanan yang baik, demikian juga dengan pengetahuan gizi seimbang yang baik akan membawa remaja putri dapat memilih makanan dengan baik.Kata kunci: Citra tubuh, pengetahuan gizi seimbang, pemilihan makanan, remaja putri ABSTRACT Title: Association of Body Image and Nutrition Balance Knowledge on Food Selection Behavior of Adolescent Girl Ages 15-19 years in The City of SemarangBackground: The nutritional needs of adolescent girls for growth and development are met through a good diet. A negative body image can encourage someone to control their weight in an unhealthy way and there is a tendency for eating disorders that will lead to changes in nutritional status. Adolescent's knowledge of balanced nutrition guidelines plays an important role in choosing and consuming food. The purpose of this study was to see the relationship between body image and knowledge of balanced nutrition on food selection.Method: Analytical observational research with cross-sectional design. The population used in the study was adolescent girls aged 15-19 years who live in the city of Semarang. The number of samples used was 132 young women and the sample was taken using a quota sampling technique. The research instrument used a questionnaire form. Body image is categorized into positive and negative body image, while balanced knowledge and food selection are categorized into good and poor. The normality test of the data distribution of the research variables used the Kolmogorov-Smirnov and data analysis was carried out by the Chi-square test; χ2Result: Adolescent girls aged 15-19 years in Semarang City have good food choices with a percentage of 54.8%. 50.8% of the body image of girls aged 15-19 shows a positive body image, while 50.3% of girls aged 15-19 indicate that they have good knowledge of balanced nutrition. There is a significant relationship between body image and food selection (p-value = 0.013) and there is a significant relationship between knowledge of balanced nutrition and food selection (p-value = 0.001)Conclusion: A positive body image of adolescent girls will lead young women to have good food choices, as well as knowledge of well-balanced nutrition will lead young women to choose foods well.Keywords: Body image, nutrition balance, food choice, the adolescent girl
Profil Penggunaan Antibiotik Profilaksis pada Pasien Bedah di Salah Satu RS Swata Kota Surabaya Octavianty, Clara; Yulia, Rika; Herawati, Fauna; Wijono, Heru
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.168-172

Abstract

Latar belakang: Masalah resistensi bakteri terhadap antibiotik telah menjadi masalah internasional, jika tidak segera ditangani maka dapat merugikan masyarakat di seluruh dunia dari segi kesehatan dan ekonomi Data Antimicrobial Resistant in Indonesia (AMRIN) memperkirakan pada tahun 2018 kematian akibat Antimicrobial Resistant (AMR) sekitar 700.000 jiwa dan diperkirakan juga pada tahun 2050, AMR menyebabkan kematian 10 juta jiwa/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kuantitas penggunaan antibiotik berdasarkan metode DDD/100 patient-days dan profil Infeksi Daerah Operasi (IDO) pada pasien bedah di salah satu RS Swasta Kota Surabaya periode Januari-Juni 2019.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap data rekam medik sampel penelitian. Subyek penelitian adalah pasien bedah periode Januari-Juni 2019 yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak 241 sampel penelitian, lalu dihitung dengan menggunakan metode DDD/100 patient-days.Hasil: Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kuantitas penggunaan antibiotik periode Januari-Juni 2019 didominasi oleh antibiotik ceftriaxone (J01DD04) dengan nilai total DDD/100 patient-days pada pre operasi yaitu 17,95, on operasi 23,57, dan post operasi 23,22.Simpulan: Konsumsi antibiotik terbanyak pada pre, on, dan post bedah didapatkan pada antibiotik ceftriaxone.Kata kunci: Kuantitas antibiotik, pasien bedah, antibiotik profilaksis ABSTRACT Title: Usage Profile Prophylactic Antibiotics in Surgery Patient in A Private Hospital in SurabayaBackground: The problem of bacterial resistance to antibiotics has become an international problem, if it does not act immediately it can harm people around the world in terms of health and economy. Antimicrobial Resistant in Indonesia (AMRIN) data is estimated that in 2018 the death due to Antimicrobial Resistant (AMR) is around 700,000 people and assumptions too by 2050, AMR causes the death of 10 million people / year. This research aims to determine the quantity of antibiotic usage profiles based on the DDD/100 patient-days method and as well as Surgical Site Infection (SSI) profiles in surgical patients in the Private Hospital in Surabaya in the January-June 2019 period. Then calculate using the DDD/100 patient-days method.Method: This research use descriptive research design method with retrospective data retrieval against medical records as research samples. The research subjects were surgical patients from January to June 2019 who met the inclusion criteria, which were 241 research samples.Result: The results obtained from this research were the quantity of antibiotic used in the January-June 2019 which dominated by the antibiotic ceftriaxone (J01DD04) with a total DDD/100 patient-days value in pre-surgery that was 17,95, ion isurgery 23,57, and post surgery 23,22.Conclusion: The most antibiotic consumption in pre, on, and post surgery was found in ceftriaxone antibiotics.Keywords: Quantity of antibiotics, surgical patients, antibiotics prophylaxis Â