cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Fasilitas Umum Keagamaan Masjid Dengan Metode Hazard Identification Risk Assessment (HIRA) Yusuf, Abdul Mazid; Manaf, Irfan; Anissa, Lentiani; Yulianti, Almaida; Pratama, Muhammad Rivaldi; Taufik, Ahmad; Salafudin, Salafudin
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 4 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.4.284-289

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kekhawatiran masyarakat meningkat sejalan dengan meluasnya penularan COVID-19 di hampir seluruh penjuru dunia dan protokol untuk menurunkan tingkat penurunan di sejumlah negara lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bahaya, mengidentifikasi bahaya, mengetahui level resiko, dan langkah pengendalian resiko berkaitan dengan potensi penularan COVID-19.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-observatif dimana sebagian besar referensi dan data-data literatur diperoleh melalui media internet dengan berfokus pada metode HIRA. Objek penelitian adalah masjid meliputi area sholat utama, ruang audio, teras, toilet dan tempat wudhu.Hasil: Hasil identifikasi terdapat 13 sumber potensi bahaya, 7 potensi bahaya level sangat tinggi, 3 potensi bahaya level tinggi, 2 potensi bahaya level sedang dan 1 potensi level rendah. Simpulan: Faktor penyebab potensi bahaya antara lain: kurangnya informasi, kesadaran masyarakat kurang dan sikap memperingatkan yg tidak tegas. Untuk mengurangi resiko tersebut dilakukan pengendalian resiko meliputi administrasi, eliminasi, substitusi, dan APD.Kata Kunci: COVID-19, HIRA, potensi bahaya, masjid, pengendalian resiko ABSTRACTTitle: Prevention of Covid-19 Spread in the Mosque's Public Religious Facilities Using the Hazard Identification Risk Assessment (HIRA) MethodBackground: As Pandemic of Covid-19 around the world the higher the concerns raised from governments, workers and organizations face major challenges in combating the Covid-19 pandemic and protecting safety and health in the work environment. The purpose of this study is to determine the potential for hazards, identify hazards, determine the level of risk, and risk control measures related to the potential transmission of Covid-19.Method: This research is a descriptive-observative study where most of the references and literature data are obtained through internet media by focusing on the HIRA method. The object of research is the mosque covering the main prayer area, audio room, terrace, toilet and ablution place.Result: The identification results found 13 sources of potential hazards, 7 very high level potential hazards, 3 high level potential hazards, 2 moderate level potential hazards and 1 low level potential. Conclusion: Factors causing potential hazards include: lack of information, lack of public awareness and indecisive warning. To reduce these risks, risk control include administration, elimination, substitution, and PPE.Keywords: Covid-19, HIRA, potential danger, mosque, risk control
Status Kerentanan Keluarga ditinjau dari Karakteristik Responden dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 di Provinsi Jawa Tengah Unzila, Erliana; Sriatmi, Ayun; Budiyanti, Rani Tiyas
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 1 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.1.26-30

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Terjadinya penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di beberapa negara termasuk Indonesia di tahun 2020, dimana provinsi Jawa Tengah termasuk kedalam lima besar provinsi dengan kasus COVID-19 tertinggi. Pandemi COVID-19 ini dapat membuat kualitas hidup masyarakat menjadi lebih buruk dan menimbulkan kerentanan, dimana karakteristik suatu keluarga juga dapat mempengaruhi resiko kerentanan. Dengan adanya pandemi COVID-19 dapat mendorong adanya permasalahan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan karakteristik terhadap status kerentanan keluarga menghadapi pandemi COVID-19 di Provinsi Jawa Tengah.Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian survei, pendekatan kuantitatif yang bersifat cross sectional. Terdiri dari 167 sampel dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Jawa Tengah pada bulan April hingga Desember 2020 yang dilakukan secara online. Variabel dalam penelitian ini yaitu karakteristik dan status kerentanan keluarga. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berupa google form. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi. Analisis bivariat menggunakan chi square, dan rank spearman.Hasil: Hasil uji hubungan menunjukkan bahwa variabel rata-rata penghasilan/bulan (p=0,006) berhubungan dengan status kerentanan keluarga. Sedangkan variabel umur(p=0,525), tingkat pendidikan (p=0,142), status pekerjaan (p=0,074), jumlah tanggungan keluarga (p=0,364), dan status keluarga (p=0,692) tidak berhubungan dengan status kerentanan keluarga.Simpulan: Karakteristik responden berdasarkan rata-rata penghasilan/bulan berhubungan dengan status kerentanan keluarga dalam menghadapi COVID-19 di Provinsi Jawa Tengah.Kata kunci: Karakteristik Individu, Kerentanan Keluarga, COVID-19 ABSTRACT Title: Family Vulnerability Status in terms of Characteristics of Respondents to Face the Covid-19 Pandemic in Central Java Province Background: The spread of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) in several countries including Indonesia in 2020, where the province of Central Java is included in the top five provinces with the highest COVID-19 cases. The COVID-19 pandemic can make people's quality of life worse and lead to vulnerability, where the characteristics of a family can also affect the risk of vulnerability. With the COVID-19 pandemic it can lead to economic problems. The purpose of this study is to analyze the relationship between characteristics and vulnerability status of families to face the COVID-19 pandemic in Central Java Province.Method: This is a survey research, quantitative approach is cross sectional. There are 167 samples, the sampling technique using accidental sampling. This research was conducted in Central Java Province from April to Desember 2020 by online. The variables are characteristics, and perceptions of physical distancing, and family vulnerability status. Data collection using a questionnaire using google form. Univariate analysis using frequency distribution. Bivariate analysis using chi square, and rank spearman.Result: The results of the correlaton test is the variable of average income / month (p= 0.006) were related to the vulnerability status of the family. Meanwhile, age (p = 0.525), education level (p = 0.142), type of work (p = 0.074), number of family dependents (p = 0.364), and family status (p = 0.692) were not related to family vulnerability status.Conclusion: Characteristics of respondents based on average income / month are related to the vulnerability status of families in facing COVID-19 in Central Java Province.Keywords: Individual Characteristics, Family Vulnerability, COVID-19
Pemantauan Berkelanjutan Air Limbah Domestik di Outlet PT INKA (Persero) Madiun pada 2015-2019 Nasikhah, Lulukatin; Purwanto, Agus; Pawitra, Aditya Sukma
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 6 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.6.425-430

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Industri banyak menghasilkan sampah sehingga dapat meningkatkan polusi, salah satunya pada air. Tujuan dituliskannya penelitian ini adalah untuk mengetahui ketaatan PT INKA (Persero) terhadap aturan hukum yang berlaku, yaitu Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 52 Tahun 2014 pada periode pengukuran 2015 hingga 2019.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan analisis menggunakan data sekunder hasil pemantauan kualitas air limbah domestik. Pengujian sampel air limbah domestic dilakukan oleh pihak ketiga yang telah dipercaya oleh PT INKA (Persero) dan sesuai aturan hukum.Hasil: Seluruh pengukuran pada 2015 hingga 2019 disebutkan bahwa seluruh hasil pengukuran parameter (pH, BOD5, TSS, serta oil and grease) telah memenuhi aturan yang berlaku yaitu Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 52 Tahun 2014. Namun, pada parameter COD terdapat salah satu hasil uji yang melebihi, yaitu pada triwulan III tahun 2015. Hasilnya yaitu 99,16 mg/L, sedangkan nilai maksimal yang terdapat dalam peraturan adalah 50 mg/L.Simpulan: Mayoritas hasil pengukuran kualitas air limbah domestik PT INKA (Persero) telah mentaati peraturan yang berlaku. Namun, Penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan pengukuran kualitatif terkait cara PT INKA (Persero) dalam menjaga kualitas air limbah domestik.Kata kunci: Air limbah domestik, pemantauan berkelanjutan, aturan hukum ABSTRACT Title: Sustainable Monitoring of Domestic Wastewater at the Outlet of PT INKA (Persero) Madiun in 2015-2019Background: Industry produces a lot of waste so that it can increase pollution, for exemplify is water. The purpose of writing this research is to determine the compliance of PT INKA (Persero) with the applicable legal rules, namely the Governor of East Java Regulation Number 52 of 2014 in the sustainable measurement period 2015 to 2019.Method: This study used a cross-sectional design with analysis using secondary data from monitoring the quality of domestic wastewater. The testing of domestic wastewater samples was carried out by a third party that had been trusted by PT INKA (Persero) and was by following legal regulations. Almost all of the outlet domestic wastewater quality in the 2015-2019 period was fulfilled by following the Regulation of the Governor of East Java Number 52 of 2014.Result: All measurements from 2015 to 2019 stated that all parameter measurement results (pH, BOD5, TSS, and oil and grease) had met the applicable regulations, namely the Governor of East Java Regulation Number 52 of 2014. However, the COD parameter had one result that exceeded, namely in the third quarter of 2015. The result was 99.16 mg / L, while the maximum value contained in the regulation was 50 mg / L.Conclusion: The majority of the results of PT INKA (Persero) 's domestic wastewater quality measurement have complied with the applicable regulations. However, further research is expected to carry out qualitative measurements related to the way PT INKA (Persero) maintains the quality of domestic wastewater.Keywords: Domestic wastewater, sustainable monitoring, regulation
Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji dengan Obesitas pada Remaja di RT 15 Dusun 3 Desa Loa Kulu Kota Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur 2019 Mardiana, Mardiana; Titania, Dhea; Dirgandiana, Maulidya; Fahrizal, Muhammad Fikri; Sari, Putri Amala
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 4 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.4.279-283

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Salah satu penyakit tidak menular yang saat ini banyak terjadi di kalangan remaja adalah obesitas. Adanya arus globalisasi memberi kemudahan sehingga berpengaruh pada pola hidup termasuk diantaranya perubahan pola makan. Konsumsi makan cepat saji yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan sebagai contoh obesitas. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan obesitas pada remaja di RT 15 Dusun 3 Desa Loa Kulu Kota Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara.Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini terdiri dari variabel independen (konsumsi makanan cepat saji) dan variabel dependen (obesitas). Populasi adalah seluruh remaja di RT 15 Dusun 3 Desa Loa Kulu Kota dengan jumlah 106. Sampel sebanyak 95 orang menggunakan metode Purposive Sampling. Hasil analisis statistik menggunakan uji Spearman dengan tingkat signifikasi α = 0,05.Hasil: Berdasarkan hasil analisis statistis didapatkan p-value= 0,194>0,05 yang berarti tidak ada hubungan secara signifikan antara konsumsi makanan cepat saji dengan obesitas pada remaja di RT 15 Dusun 3 Desa Loa Kulu Kota.Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa tidak adanya hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan obesitas dapat dikarenakan pengaruh dari faktor genetik dan aktivitas fisik. Penting bagi remaja untuk tetap memperhatikan konsumsi makanan cepat saji untuk mengurangi risiko obesitas untuk peningkatan kualitas derajat kesehatan. Kata kunci: makanan cepat saji, obesitas, remaja, aktivitas fisik, faktor genetikABSTRACTTitle: The Relationship between Fast Food Consumption and Obesity in Adolescents in RT 15 Dusun 3 Loa Kulu Village, Loa Kulu District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province 2019  Background: One of non-communicable disease that are currently happening among teenagers is obesity. The current of globalization provides convenience so that it affects the lifestyle, including the changes in dietary habit. Excessive consumption of fast food can cause various health problesms such as obesity. That purpose of this research was to determine fast food consumption and its association with obesity among teenagers in RT 15 Dusun 3 Loa Kulu Kota Village Sub-district Loa Kulu distict Kutai Kartanegara.Method: The type of this research was quantitative research with Cross Sectional approach. This research consisted of independent variable (fast food consumption) and dependent variable (obesity). The population was all teenagers in Rtb 15 Dusun 3 Loa Kulu Kota Village with a total of 106. A sample of 95 people used the Purposive Sampling method. The results if the statistical analysis used the Spearman test with the significance level α = 0,05.Result: Based on the statistical analysis obtained p-value = 0,194>0,05 which means there was no significancant association between the fast food consumption and obesity among teenagers in RT 15 Dusun 3 Loa Kulu Kota Village.Conclusion: It can be concluded that there was no association between the fast food consumption and obesity due to the influence of genetic factors and physical activity. It is important for teenagers to pay attention to the consumption of fast food to reduce the risk of obesity in order to improve the quality of health status. Keywords: fast food, obesity, teenagers, physical activity, genetic factors
Analisis Pelaksanaan Program Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Pondok Pesantren Durrotu Aswaja Sekaran Gunungpati Semarang Hulaila, Ahla; Musthofa, Syamsulhuda Budi; Kusumawati, Aditya; Prabamurti, Priyadi Nugraha
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 1 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.1.12-18

Abstract

Latar Belakang: Salah satu bentuk pemberdayaan di Pondok Pesantren adalah dengan menumbuhkembangkan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Namun masih jarang Pondok Pesantren yang memiliki Poskestren. Di Kota Semarang hanya terdapat 7% Pondok Pesantren yang memiliki Poskestren. Poskestren Durrotu Aswaja merupakan Poskestren berprestasi di Kota Semarang yang menjuarai Lomba Gerakan Pesantren Sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis keberhasilan Pelaksanaan Program Poskestren Durrotu Aswaja dengan harapan  menjadi pembelajaran bagi Poskestren lainnya.Metode: Pengumpulan data dalam penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi lapangan. Subjek penelitian terdiri dari delapan kader Poskestren dengan metode purposive sampling. Validitas data dilakukan dengan wawancara kepada sembilan subjek triangulasi. Reliabilitas data dilakukan dengan audit data dan analisis data menggunakan metode content analysis.Hasil: Pada aspek masukan, jumlah kader sudah mencukupi, alat-alat kesehatan sudah lengkap namun untuk ruangan khusus Poskestren masih dalam proses pembangunan. Ketersediaan dana sudah mencukupi dan sebagian besar berasal dari pihak luar. Terdapat data dasar personal hygiene dan media informasi kesehatan. Selain itu terdapat dukungan kiai dalam menerapkan kebijakan yang mendukung kegiatan Poskestren. Pada aspek proses, kegiatan Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren (MMPD) sudah terlaksana. Kegiatan Poskestren terdiri dari upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Kemudian adanya sinergitas dengan Puskesmas Sekaran yang aktif membina Poskestren.Simpulan: Berdasarkan  indikator keberhasilan Poskestren menunjukkan bahwa dari aspek masukan dan proses secara keseluruhan sudah terpenuhi semua sehingga Poskestren Durrotu Aswaja termasuk dalam kategori baik, namun perlu perbaikan dalam hal pembentukan divisi-divisi khusus Poskestren serta pengadaan ruangan khusus Poskestren. Sehingga diharapkan Poskestren Durrotu Aswaja menjadi lebih baik lagi.Kata kunci:  Poskestren, kesehatan pesantren, pemberdayaan, PHBS.ABSTRACTTitle: Analysis of Pesantren Health Post Implementation Programi in Semarang (Study at Durrotu Aswaja Pesantren Health Post Sekaran Gunungpati Semarang) Background: One of power sourced Public Health Efforts (UKBM) in the boarding school is Pesantren Health Post that have principle of, by and for the citizens of the boarding school, which sought promotive and preventive without prejudice to the curative aspects and rehabilitation,with the local health center guidance. However, in fact Islamic boarding schools still rare for to have a Pesantren Health Post. In the city of Semarang there are only 12 Pesantren Health Post out of 185 existing Islamic boarding schools. Durrotu Aswaja Pesantren Health Post is an accomplished Pesantren Health Post in Semarang which has won the Healthy Islamic Boarding School Movement Competition in 2019. The aimed of this research is to analyze the implementation of pesantren health post program in Durrotu Aswaja Islamic boarding school with a systems theory approach which is expected to be a lesson learned for other pesantren health post.Method: This research uses a qualitative method with a case study approach. The research subjects are 8 people consisting of the Durrotu Aswaja pesantren health post administrators using purposive sampling method and data collection techniques through indepth interviews and field observation by using an interview guide sheet and a voice recorder, then the collected data were analyzed through the content analysis method.Result: The results showed that the number of cadres was sufficient, the facilities and infrastructure for the pesantren health post were complete. The particular room for the pesantren health post was still under construction, the availability of funds was adequate. Many sources of funds came from outside parties who were allocated for poskestren operations. Activities that have been running consist of promotive, preventive, curative and rehabilitative efforts. The success of the pesantren health post program cannot be separated from the existence of active pesantren health post cadres who have a background in the health sector, the synergy with the Sekaran Puskesmas who actively foster the pesantren health post. Besides there is support from kiai in implementing policies that support the running of pesantren health post activities.Conclusion: Based on the indicators of the success of the pesantren health post, it shows that from the aspect of input and the overall process all have been fulfilled so that the durrotu aswaja pesantren health post is in the good category. However, there is a need for improvement efforts because in each indicator there are several obstacles that need to be fixed. Keywords: Pesantren health post, Islamic boarding school health,  empowerment,  clean and healthy behavior program
Penggunaan Media Sosial selama Pandemi Covid-19 dalam Promosi Kesehatan di Rumah Sakit Kabupaten Tangerang Vionita, Luthfia; Prayoga, Diansanto
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 2 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.2.126-133

Abstract

Latar belakang: Indonesia dan dunia saat ini sedang dilanda pandemi COVID-19 yang mana merupakan penyakit menular akut. Namun, dibalik pandemi COVID-19 komunikasi dan informasi berkembang sangat pesat yang membuat perubahan dalam kehidupan manusia dan berpengaruh pada intervensi kesehatan yang melibatkan masyarakat umum dalam meningkatkan derajat kesehatan dengan mempengaruhi perilaku masyarakat tersebut. Oleh karena itu, bagian dari promosi kesehatan dapat dimasukkan dalam pemasaran sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penggunaan media sosial selama pandemi COVID-19 dalam promosi kesehatan di Rumah Sakit Kabupaten Tangerang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kuantitatif dengan sampel yaitu seluruh rumah sakit yang berada di Kabupaten Tangerang yaitu dengan jumlah 20 rumah sakit. Data penelitian merupakan data sekunder yang diperoleh dari hasil pencarian menggunakan bantuan internet/search engine pada tiap media sosial (Website, E-mail, Facebook, Twitter, Instagram, Tiktok, dan Spotify).Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tipe rumah sakit di kabupaten Tangerang sebagian besar yaitu tipe C dengan persentase sebesar 80% (16 rumah sakit). Penggunaan media sosial sebagai fasilitas dalam promosi kesehatan di rumah sakit yang tersebar di kabupaten Tangerang paling banyak menggunakan Website, Intagram, E-mail, serta Fanspage Facebook. RS St. Carolus Summarecon Serpong memiliki postingan terbanyak di media sosial Instagram dan postingan tersebut terkait dengan promosi kesehatan selama pandemi COVID-19. Adanya strategi promosi kesehatan dengan giveaway membuat media Instgram RS Mitra Keluarga Gading Serpong memiliki jumlah like postingan sebanyak 16.884 dan 1.890 comment.Simpulan: Selama pandemi COVID-19 penggunaan platform media sosial dapat berpotensi dalam promosi kesehatan dimana Website dan Instagram merupakan media sosial yang paling banyak digunakan oleh rumah sakit yang berada di Kabupaten Tangerang dimana 16 pengguna Website dan 14 pengguna Instagram dengan 80% (16 rumah sakit) bertipe C. Strategi promosi kesehatan dengan giveaway dapat menarik minat masyarakat serta konten yang menarik dapat meningkatkan jumlah likes, comments, shares, dan views.Kata kunci: media sosial; promosi kesehatan; pandemi COVID-19 ABSTRACTTitle: Social Media Used For Health Promotion When COVID-19 Pandemic At The Tangerang District HostpitalBackground: Indonesia and the world are currently being hit by the COVID-19 pandemic, which is an infectious disease. However, the COVID-19 communication and information pandemic is developing very rapidly which makes changes in human life and affects health interventions that involve the general public in increasing health status by influencing the behavior of these people. Therefore, part of the promotion can be included in social marketing. This study aims to study the use of social media during the COVID-19 pandemic in health promotion at Tangerang District Hospital.Method: This study used a quantitative descriptive method with a sample of all hospitals in Tangerang Regency, with a total of 20 hospitals. Research data is secondary data obtained from search results using the help of internet / search engines on each social media (website, e-mail, Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, and spotify).Result: The results of this study indicate that the type of hospital in Tangerang district is mostly type C with a percentage of 80% (16 hospitals). The use of social media as a facility in health promotion in hospitals in Tangerang district mostly uses Website, Intagram, E-mail, and Facebook Fanspage. RS St. Carolus Summarecon Serpong has the most posts on social media Instagram and these posts are related to health promotion during the COVID-19 pandemic. With a health promotion strategy with a giveaway, the Mitra Keluarga Gading Serpong Hospital Media Instgram has 16,884 likes and 1890 comments.Conclusion: During the COVID-19 pandemic the use of social media platforms has the potential for health promotion where Website and Instagram are the most widely used social media by hospitals in Tangerang Regency where 16 Website users and 14 Instagram users with 80% (16 hospitals) are type C Health promotion strategy with giveaway can attract public interest and interesting content can increase the number of likes, comments, shares, and views.Keywords: social media; health promotion; COVID-19 pandemic
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Berkendara Aman (Safety riding) pada Siswa Sekolah Menengah Atas Kota Semarang Danielle, Christgiveme; Kusumawati, Aditya; Husodo, Besar Tirto
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 6 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.6.385-391

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Angka kejadian kecelakaan lalu lintas meningkat tiap tahun. Sepeda motor merupakan jenis kendaraan yang paling banyak terlibat kasus kecelakaan lalu lintas pada tahun 2018 yaitu sebanyak 1335 kejadian dan pelaku kecelakaan lalu lintas berdasarkan Pendidikan terbanyak pada tingkat SLTA atau sederajat SMA, serta pada golongan usia 16 -25 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku berkendara  siswa yang terbentuk melalui niat, kontrol perilaku dan karakteristik responden dengan  berdasarkan theory planned behavior khususnya pada siswa SMA kota Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode cross-sectional dengan sampel penelitian sebanyak 300 siswa SMA dengan kriteria berdomisili di kota Semarang,  masih terdaftar sebagai siswa aktif dan mengendarai sepeda motor serta teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Hasil:  Sebesar 67,3%  siswa sudah berperilaku berkendara aman (safety riding) yang baik. Niat berperilaku, Pengetahuan, Jarak tempuh sekolah dan Kepemilikan SIM C pada siswa memiliki hubungan terhadap perilaku safety riding. Penelitian ini ditemukan perbedaan dengan penelitian sebelumnya yang dimana jenis kelamin dapat mempengaruhi perilaku berkendara aman. Simpulan : Rata-rata perilaku siswa SMA dalam berkendara aman sudah baik, namun masih dilakukan karena dorongan oleh perintah atau arahan orangtua dalam penggunaan alat pelindung diri (berupa helm, sepatu, jaket dan lainnya) bukan dari niat diri sendiri dan masih banyak siswa yang belum mempunyai SIM C sehingga perlu menjadi perhatian bagi instansi terkait.Kata kunci: Perilaku, berkendara aman, siswa, kecelakaan lalu lintas ABSTRACT Title: Analysis of factors related to safety riding behavior in senior high school students in Semarang CityBackground: The number of traffic accidents increases every year. Motorbikes are the type of vehicle most involved in traffic accident cases in 2018, namely as many as 1335 incidents and traffic accident perpetrators based on the most education at the high school level or high school equivalent, as well as in the 16-25 years old group. This study aims to see students' riding behavior which is formed through intention, behavior control and respondent characteristics based on the theory of planned behavior, especially for high school students in Semarang. Methods: This study is a quantitative study using a cross-sectional method with a sample of 300 high school students in the city of Semarang and the sampling technique using cluster random sampling.Results: 67.3% of the students had good safety riding behavior. Intention to behave, knowledge, school mileage and possession of driver’s licenses in students have a relationship to safety riding behavior. This study found differences with previous studies where gender can influence safety riding behavior.Conclusion: The average behavior of high school students in safety riding is good, but it is still done because of encouragement by orders or directions from parents in the use of personal protective equipment (in the form of helmets, shoes, jackets and others) not from self-intention and there are still many students who have not have a driver’s license so it needs to be a concern for the related agencies.Keywords: Behavior, safety riding, high school, traffic accident
Gambaran Cemaran Timbal pada Jajanan Gorengan di Salah Satu Kecamatan Kota Semarang Mutiara Afri Sagita; Nikie Astorina Yunita Dewanti; Sulistiyani Sulistiyani
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 3 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.3.232-237

Abstract

Latar Belakang: Makanan jajanan sudah menjadi keseharian masyarakat Indonesia, salah satunya adalah gorengan. Namun, gorengan merupakan jajanan berisiko terkontaminasi logam, yangmana memiliki efek toksik pada tubuh manusia. Hasil studi ini, ditemukan gorengan mengandung timbal dan melebihi batas seharusnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran cemaran timbal pada gorengan di salah satu kecamatan Kota Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan observasional deskriptif dengan metode cross sectional. Penentuan sampel secara total sampling sebanyak 38 pedagang gorengan dan sampel bakwan.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kadar timbal pada gorengan tidak memenuhi syarat sebesar (26,3%) dengan rata-rata sebesar 0,184 mg/kg dan kondisi sanitasi sarana penjaja masih buruk (28,9%). Jenis minyak yang banyak digunakan pedagang gorengan adalah minyak curah dengan kondisi minyak goreng awal berjualan adalah minyak campuran. Hasil perhitungan peneliti, rata-rata frekuensi menggoreng pedagang sebanyak ±24 kali dalam sesaat. Kadar timbal sebelum dan sesudah penggorengan pada minyak goreng curah yaitu 0,087 dan 0,152 mg/kg, sedangkan minyak goreng kemasan sebesar <0,010 dan 0,015 mg/kg.Simpulan: Gorengan di Kecamatan X Kota Semarang positif mengandung timbal dengan hasil rata-rata sebesar 0,184 mg/kg dan 31,58% tidak memenuhi syarat serta 28,9% sanitasi sarana buruk.Kata kunci: timbal, gorengan, sanitasi sarana penjajaABSTRACTTitle: Description of Lead Contamination in Fried Snacks in One District of Semarang City  Introduction: treet foods have become daily food of Indonesian, which one of is fried foods. But, fried food is a risk contaminated by metals, which has a toxic effect on the human body. In this study, the level of lead present on fried foods and not eligible. This study aims to determine lead contamination in fried foods in one of the sub-districts of Semarang City.Method: This study is observational-descriptive with a cross-sectional design. There were 38 fried food sellers and bakwan by total sampling. Result: The results showed (26.3%) the level of lead in fried food didn't eligible with an average of 0.184 mg/kg and (28.9%) the sanitation of the vendor was poor. The most oil used is bulk oil with a source from mixed oil. The average frequency of frying is ± 24 times in a moment. The level of lead on before and after frying in bulk oil is 0.087 mg/kg and 0.152 mg/kg, while the oil package is <0.010 and 0.015 mg/kg. Conclusion: Fried foods in Sub-district X of Semarang City positively contained lead with an average of 0.184 mg/kg, 31.58% didn’t eligible and 28,9% sanitation of facility still poor. Keywords: lead, fried foods, sanitation of vendor facilities  
The constraints of Administrative Readiness in the process to the Regional General Service Agency of Public Health Center in Anambas Islands Regency ANDRI PURNOMO; Sutopo Patria Jati; Ayun Sriatmi
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 5 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.5.368-374

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Puskesmas BLUD memberikan poin lebih dalam hal keleluasaan mengelola keuangan.  Proses pengajuan BLUD Puskesmas selama ini masih terkendala dengan kelengkapan persyaratan yang dianggap belum memenuhi ketentuan. Dari tiga persyaratan hanya persyaratan administratif yang belum dipenuhi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kendala kesiapan dalam pemenuhan persyaratan administratif menuju Puskesmas BLUD.Metode: Merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Puskesmas Palmatak dan Puskesmas Tarempa dengan alasan kedua puskesmas mempunyai cakupan layanan terbanyak, jumlah kunjungan terbanyak dan sebagai Puskesmas penerima kapitasi terbesar. Subjek penelitian Kepala Puskesmas dan Kepala TU sebagai informan utama dengan informan triangulasi Kepala Dinkes PPKB dan Kabid Pelayanan Kesehatan. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisis isi.Hasil: Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Anambas terkendala dengan kemampuan melengkapi persyaratan administratif sehingga dokumen tidak bisa dikumpulkan dalam waktu yang cepat dan lengkap. Dari 6 dokumen yang harus dikumpulkan, Puskesmas Palmatak mengumpulkan 4 dokumen dan Puskesmas Tarempa 2 dokumen. Dokumen yang tidak dikumpulkan oleh kedua Puskesmas adalah dokumen surat pernyataan kesanggupan meningkatkan kinerja dan dokumen laporan audit terakhir. Sementara untuk dokumen pola tata kelola, rencana strategi bisnis dan laporan keuangan pokok masih belum lengkap, sedangkan dokumen standar pelayanan minimal sudah dipenuhi. Kendala Puskesmas dalam melengkapi persyaratan administratif karena kurangnya motivasi dan lemahnya komunikasi internal Puskesmas. Selain itu pemahaman yang tidak benar tentang peran petugas apalagi dilatarbelakangi karakteristik pendidikan yang berbeda.Simpulan:  Puskesmas belum siap menjadi BLUD. Perlu koordinasi intensif antara Puskesmas dan Dinkes PPKB melalui konsultasi secara rutin dan terjadwal.Kata Kunci:  Kendala, persyaratan administratif, Badan Layanan Umum DaerahABSTRACTTitle: The constraints of Administrative Readiness in the process to the Regional General Service Agency of Public Health Center in Anambas Islands RegencyBackground:  The financial managing in the Regional General Service Agency of public health center  were more flexibility.  The submission process of the Regional General Service Agency of public health center stilll constrained by incompleteness of requirements of the provisions. There was only administrative requirement from three requirnents  that have not been fullfill. This research aims to analyze the constraints of readiness in fulfilling the administrative requirements towards the Regional General Service Agency of  public health center.Method:  It is a descriptive research with a qualitative approach. The location of this research in Palmatak Public health center and Tarempa Public health center which has the most service coverage, the largest number of visits and as the largest capitation of recipient's Public health center. The main informant of this research were head of Public health center and head of administration.  The triangulation informants  of this research were  the head of Health Office in Population Control and Family Planning and the head of Health Service. The data collected by  in-depth interviews and document study. This Collected data is analyzed by methods content analysis.Result: The Public health center in the Anambas Islands District was  constrained by the ability to completed the administrative requirements. It caused the documents could not be collected timely and completly. From the 6 documents must be gathered, Palmatak Public health center just collected 4 documents and Tarempa Public health center  just collected 2 documents. The documents did not collected by both public health centres were the ability to improve the performance document and  the latest audit report document. Mainwhile, the governance documents, the business strategy plan and the underlying financial statements were still incomplete but the standard minimal service document was fullfill. The Problem of Public health center in completing the administrative requirement caused by the weak of motivation  and  internal communication in public health center. Besides, the incorrect understanding of employee role because of different educational characteristics. Conclusion: The Public health center is not ready to become a regional General Service Agency. It needs intensive coordination between the Public health center and the Health Department of Population and Family Planning through regular and scheduled consultation.Keywords: Constraints, administrative requirements, regional public service agency
Persepsi Tenaga Kesehatan dalam Praktik Kolaborasi Interprofesional di Rumah Sakit di Banyuwangi Kusuma, Meradiana Widya; Herawati, Fauna; Setiasih, Setiasih; Yulia, Rika
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 2 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.2.106-113

Abstract

Latar belakang: Pelayanan multidisiplin dapat menimbulkan konflik personal dan pelayanan kesehatan menjadi lambat. Untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang tepat serta meningkatkan kualitas mutu layanan kesehatan maka perlu dilakukan praktik kolaborasi interprofesional yang efektif. Penilaian obyektif dari praktik kolaborasi dapat dilihat dari persepsi tenaga kesehatan dengan menggunakan instrumen yang valid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi tenaga kesehatan dalam praktik kolaborasi interprofesional di rumah sakit.Metode: Penelitian ini cross-sectional menggunakan kuesioner Collaborative Practice Assessment Tool (CPAT) kepada tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Yasmin Banyuwangi. Pengumpulan data melalui google form dilakukan selama bulan Oktober-November 2020. Kuesioner CPAT terdiri dari 53 pernyataan dan 8 domain, yaitu hubungan antar anggota; hambatan tim dalam kolaborasi; hubungan tim dengan masyarakat; koordinasi dan pembagian peran; pembuatan keputusan dan manajemen konflik; kepemimpinan; misi, tujuan dan sasaran; serta keterlibatan pasien. Reliabilitas kuesioner CPAT baik, Cronbach’s alpha sebesar 0,977. Nilai kuesioner dihitung menggunakan skala likert-5-poin dan dianalisis deskriptif lebih lanjut menggunakan SPSS 21.Hasil: Penelitian ini melibatkan 109 responden tenaga kesehatan. Tidak ada perbedaan signifikan (p>0,05) menurut jenis kelamin, usia dan lama pengalaman kerja. Ditinjau dari masing-masing profesi, terdapat perbedaan bermakna pada domain koordinasi dan pembagian peran (p=0,013). Hasil penelitian ini menunjukkan dokter/dokter spesialis memiliki nilai rata-rata pada domain tersebut lebih rendah dibandingkan dengan profesi lain. Ini membuktikan mereka kurang memahami peran diri sendiri maupun tenaga kesehatan lain dalam melakukan praktik kolaborasi interprofesional.Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada perbedaan persepsi oleh dokter/dokter spesialis terkait koordinasi dan pembagian peran dalam menjalankan praktik kolaborasi interprofesional.