cover
Contact Name
Saaduddin
Contact Email
red.ekspresiseni@gmail.com
Phone
+6281371972228
Journal Mail Official
red.ekspresiseni@gmail.com
Editorial Address
https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ekspresi/about/editorialTeam
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
ISSN : 14121662     EISSN : 25802208     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/ekspresi
Core Subject : Humanities, Art,
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni welcomes full research articles in the area of Visual Art and Performing Art. Scope areas are: related to Art and Culture, Creative Process and conceptual research in visual art and Performing Art.
Articles 297 Documents
CINGCOWONG: UPACARA RITUAL MEMINTA HUJAN DI DESA LURAGUNG LANDEUH KECAMATAN LURAGUNG KABUPATEN KUNINGAN Lina Marliana Hidayat
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.038 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i2.105

Abstract

Cingcowong adalah sebuah ritual meminta hujan yang terdapat di desa Luragung landeuh. Cingcowong merupakan nama boneka sawah yang dalam bahasa Sunda disebut bebegig. Bentuk boneka Cingcowong menyerupai orang-orangan dengan rupa  perempuan  cantik.  Penelitian  ini  menggunakan  metode  kualitatif  dengan cara deskriptif analitis.Cingcowong  dilakukan oleh seorang punduh atau pawang mediamik.  Cingcowong  memiliki  konsep  kepercayaan  papat  kalima  pancer. Sampai  sekarang   Cingcowong   masih  dilakukan   karena  masyarakat   percaya bahwa   upacara   ritual   ini   dapat   menyuburkan    lahan   pertanian    mereka. Cingcowong sebagai representasi simbol masyarakat Luragung landeuh. 
KATURANGGANING KUTUT Abda Lucky Sanjaya; Agus Purwantoro; Novita Wahyuningsih
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1985.523 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v19i2.149

Abstract

Karya Seni Lukis berjudul Katurangganing Kutut terinspirasi dari pengalaman memelihara burung perkutut dan legenda Falsafah Jawa tentang Katuranggan burung Perkutut. Permasalahannya dibahas melalui pendekatan; Apa yang menjadi dasar ” Katuranggan burung Perkutut “ diangkat menjadi sumber ide dan konsep penciptaankarya seni ? Bagaimana merumuskan konsep karya seni berdasarkan gagasan “ Katuranggan burung Perkutut ” dalam implementasinya, Karakteristik dan figure burung Perkutut sesuai dengan Katuranggannya, diolah kembali secara kreatif dan memunculkan nuansa yang sesuai dengan imajinasi penulis, dengan menggunakan media kayu yang dipahat, karena dalam menggunakan media ini penulis merasa nyaman dan lebih berekplorasi pada proses berkarya. Karya ini dipahat menyerupai ukiran dengan finishing menggunakan polytur untuk penyajian akhirnya menciptakan suasana kejawen dengan membuat sangkar burung sebagai tempat karya dengan bahan kayu.
TERGUGAT EKSISTENSI DENDANG-DENDANG CUPAK–SOLOK DI ERA GLOBALISASI ! Arnailis Arnailis
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.615 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v14i2.194

Abstract

Dendang-dendang Cupak tidak dikenal masyarakat Minangkabau di daerah Luhak karena tergugat derasnya pengaruh globalisasi, dan kalah bersaing dengan perkembangan seni pertunjukan yang menawarkan banyak aspek antara lain hiburan. Keistimewaan eksistensinya menawarkan “interval melodi”ke modus pentatonik China dan slendro Jawa. Modus ini yang memberi hiasan pada dendang. Karakternya pun berbeda dengan Dendang-dendang Darek. Musik vokal ini menjadi ikon daerah Kubuang Tigo Baleh, dan Solok. Tulisan ini mensugesti seniman, pelaku Dendang memunculkan kreativitas, dan apresiasi daya saing.
Fungsi Sandiwara Amal Di Masyarakat Desa Pulau Belimbing, Kec Bangkinang Barat, Kab Kampar Provinsi Riau Hasan Hasan; Saaduddin Saaduddin
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.867 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i1.25

Abstract

Sandiwara Amal merupakan bentuk pertunjukan teater yang hidup di tengah masyarakat Desa Pulau Belimbing, Kecamatan Bangkinang Barat, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sebagai teater Rakyat yang hadir pasca kemerdekaan Republik   Indonesia,   kesenian   ini  terus  dipertunjukkan   sebagai   bagian  dari kehidupan  masyarakat   Desa  tersebut.  Sebagai  media  pertemuan   masyarakat pasca  perayaan  Idul  Fitri  maupun  dalam  kegiatan  sosial,  kesenian  ini  diteliti untuk menemukan fungsi dari pertunjukan tersebut. Penelitian ini penulis telaah dalam kontek fungsi sosial, merujuk pada pemikiran Talcot Parsons yang dilihat dari proses sosial dikehidupan  masayarakat  sebagai  bentuk makna,  simbol  dan informasi. Menggunakan data kualitatif, penelitian ini dianalisis secara deskriptif.
SENI KERAJINAN SONGKET KAMPOENG TENUNDI INDRALAYA, PALEMBANG Aji Windu Viatra; Slamet Triyanto
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1688.565 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i2.73

Abstract

Kain songket tradisional Palembang merupakan warisan budaya yang digunakan pada  kegiatan  tradisi  tertentu,  seperti  busana  tradisional  adat  Sumatera  Selatan, upacara  pernikahan, marhaba (peresmian  nama  dan  pencukuran  anak  atau ucapan  selamat  datang),  dan  digunakan  oleh  masyarakat  Sumatera  Selatan diberbagai kepentingan luar kegiatan adat. Songket saat ini, tidak hanya terdapat di  kota  Palembang,  namun  telah  berkembang  hampir  ke  semua  daerah  di Sumatera Selatan, seperti di Kampoeng Tenun Indralaya. Keberadaan Kampoeng Tenun  Indralaya  merupakan  wujud  nyata  dalam  perkembangan  seni  kerajinan tenun  songket. Seni  Kerajinan  Songket  Kampoeng  Tenun  Indralaya, menggunakan pendekatan multidisplin, yakni pendekatan sejarah, sosiologi, dan estetika.Metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  metode  kualitatif,  dengan analisis  deskriptif  analitik. Ragam  hias  songket  dalam  perkembangannya, menuntut  para  perajin  tenun  untuk  memiliki  kemampuan  dalam  menciptakan ragam  hias  songket  yang  baru,  sebagai  ciri  khas  atau  identitas  songket  yang berasal dari Kampoeng Tenun Indralaya
ESTETIKA MINANGKABAU DALAM GERAK TARI BUJANG SAMBILAN Efrida Efrida
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 18, No 1 (2016): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.714 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v18i1.84

Abstract

Seni tari adalah ungkapan nilai. Sesuatu dikatakan bernilai karena berguna dalam kehidupan.Seni tari selalu menarik untuk dibicarakan bukan hanya keindahannya, melainkan karena hubungannya dengan kehidupan masyarakat tempat seni itu ada. Tari Bujang Sambilandi Minangkabau merupakan sarana untuk menghibur. Cerita yang disampaikan lebih mengarah pada cerita yang dimunculkan kemudian. Tari Bujang Sambilan merupakan pengembangan dari tari mancak yang dikenal masyarakat Minangkabau yang dikembangkan dari gerak silat Gunuang atau silat Tuo. Tari Bujang Sambilan memakai penari selalu genap dan dalam pengembangannya bisa berjumlah empat atau enam orang penari.
ANALISIS DESAIN UANG KERTAS PECAHAN SERATUS RIBU RUPIAH Yoni Sudiani
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 18, No 2 (2016): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.534 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v18i2.100

Abstract

Uang kertas merupakan alat pembayaran transaksi ekonomi yang digunakan di suatu negara. Sebagai produk budaya manusia moderen, keindahan yang muncul melalui selembar mata uang kertas dapat dilihat melalui visualisasinya. Desain uang Negara Indonesia mengalami banyak perubahan, terutama pada desain uang kertas. Desain uang kertas memiliki tema yang diangkat, seperti edisi saat ini merupakan tema pahlawan. Desain tersebut menggunakan ilustrasi atau gambar pahlawan Negara Indonesia yang di dalamnya terkandung nilai estetik dengan adanya susunan elemen-elemen desain diantaranya warna, ilustrasi/gambar, tipografi serta teknik cetak yang khas. Desain padauang kertas mengandung informasi atau bahkan kode visual. Kajian analisis ini hanya akan mengkaji pada uang kertas pecahan seratus ribu rupiah dan batasan kajiannya pada visual tertentu melalui uraian semiotika visual. Desain uang kertas pecahan seratus ribu rupiah, akan dikaji makna-makna simbolik di dalamnya.
TOKOH ARIEL MERMAID DALAM KARYA SENI LUKIS MIX MEDIA Dimas Fauzi Eko Putro
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1850.35 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v19i1.131

Abstract

Putri Duyung atau biasa disebut dengan Mermaidadalah sebutan bagi makhluk berwujud setengah manusia dan setengah ikan yang berjenis kelamin perempuan. Putri Duyung merupakan satu tokoh fiksi yang telah lama menjadi legenda, mitos, bahkan   produsen animasi terbesar di dunia sekarang yaitu Walt Disney menjadikannya tokoh utama dalam serial kartun yang berjudul The LittleMermaid dan menjadi salah satu dongeng populerdi kalangan  anak-anak.  Akhir-akhir  ini  fenomena  Duyung  menjadi  viral  di  masyarakat mulai dari film, serial televisi, bahkan properti ekor duyung yang mulai banyak diperjualbelikan. Tokoh Putri Duyung diaplikasikan   ke dalam   karyaseni lukis dengan teknik yang digunakan yaitu mix media. Mix media yaitu teknik penggabungan dan pengolahan beberapa komponen menjadi suatu karya. Hasil karya lukis yaitu kanvas yang diolah  sedemikian  rupa  menjadi  sebuah  gaun  berbentuk  duyung  dengan  teknik  mix media.
Karya Teater Rancak di Labuah (Inikah Sistem Itu ?) Desi Susanti
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 14, No 1 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.41 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v14i1.174

Abstract

Perkembangan zaman dan pengaruh era globalisasi, perubahan sosial telah dan akan terus terjadi, mungkin terjadi sebagai perkembangan dari dalam masyarakat itu sendiri, mungkin pula terjadi karena persentuhan dengan masyarakat lain, kebudayaan lain ataupun di atur oleh pemerintah. Ketika perubahan sosial itu terjadi, ada aspek lain dalam masyarakat itu yang turut berubah, antara lain seni dan budaya. Pertunjukan Rancak di Labuah (Inikah Sistem Itu ?) terinspirasi dari fenomena perubahan sistem sosial masyarakat Minangkabau. Adapun peristiwa yang hadir dalam penceritaan tentang pergeseran fungsi dan peran seorang mamak yang membawa pengaruh pada perubahan sikap dan prilaku kemenakan di Minangkabau yang menganut sistem matrilineal.
PEMBELAJARAN MUSIK TALEMPONG UNGGAN BERBASIS LITERATUR Asri MK
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 13, No 1 (2011): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.896 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v13i1.189

Abstract

Ensambel musik Talempong Unggan termasuk klasifikasi jenis Talempong Duduak (Rea) Minangkabau yang terdapat di daerah Unggan, Sumatera Barat. Berdasarkan konsep musikal dan teknik permainan melodinya yang khas, musik tradisional ini terpilih menjadi salah satu mata kuliah praktik di Program Studi Seni Karawitan ISI Padangpanjang semenjak tahun 1993 yang lalu. Sistem pembelajaran Talempong Unggan untuk sekitar 30 orang mahasiswa digunakan metode dan teknik pembelajaran yang berbasis literatur untuk mencapai sasaran kompetensi mata kuliah ini. Namun, sistem oral penting digunakan dosen agar terbangun komunikasi pembelajaran yang lebih berkesan. Semua melodi Talempong Unggan yang menjadi materi praktiknya ditranskripsi dengan sistem notasi angka. Motif ritme gendang dan Aguang ditulis dalam bentuk simbol-simbol notasi khusus. Segala data musikal diformulasikan ke dalam metode, teknik, dan etude pembelajaran musik Talempong Unggan yang berbasis literatur di PS Seni Karawitan ISI Padangpanjang.  

Page 11 of 30 | Total Record : 297


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2025): Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 27, No 1 (2025): Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 26, No 2 (2024): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 26, No 1 (2024): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 25, No 2 (2023): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 25, No 1 (2023): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 2 (2022): Edisi Juli- Desember 2022 Vol 24, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022 Vol 24, No 2 (2022): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 2 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 2 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 1 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 2 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 1 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 1 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 2 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 2 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 18, No 2 (2016): Ekspresi Seni Vol 18, No 2 (2016): Ekspresi Seni Vol 18, No 1 (2016): Ekspresi Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 1 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 1 (2012): Ekspresi Seni Vol 13, No 2 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 2 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 1 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 1 (2011): Ekspresi Seni More Issue