Articles
297 Documents
ESTETIKA MUSIK TALEMPONG LAGU DENDANG DI NAGARI LIMBANANG
Nadya Fulzi
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 13, No 2 (2011): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (867.99 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v13i2.210
Talempong pacik is a traditional ensemble that can be found all over Minangkabau region. It has a variety of instrumentation and song repertoire, but the musical concept is the same; it uses interlocking technique to build the melody. The basic principle in talempong pacik ensemble is playing melodious motifs by three talempong players by emphasizing the improvization aspect. There is an impression that the sounds of talempong are arguing aginst each other, an analogy to the concept of dialectic, that is, the skill to converse and argue based on the right argument and logic. Dialectic itselt is part of Minangkabau culture. So the concept of dialectic is a basic musical concept dan philosophy of talempong pacik
SAMPURAGA: PENCIPTAAN OPERA BATAK
Enrico Alamo
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (834.792 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v16i1.1
Opera Batak Sampuraga is a play that began from the experience of seeing the site Sampuraga Hot Spring, located in the area Sirambas Mandailing-Natal, and stories are told from mouth to mouth (oral literature). Then rearrangement is done regarding characterization and the occuring event by using some structures of Indonesian modern theater. As Batak Opera has some similarities with the structure of Indonesian modern theater, Opera Batak Sampuraga as an object of art creation, experiences a touch of creativity with the presence of various elements of art from other regions; one of them is gundala-gundala, a traditional theater of Karo region. Sampuraga play is a human obsession and ambition in reaching their goals, which requires sacrifice, although it eventually leads a curse. Opera This play is presented through a realism approach with representation style. The form of tragedy is chosen because of the incident happening to two human beings; mother and child. This creation is important because Opera Batak Sampuraga is similar to the pattern and characterization of plays in Indonesian modern theater.
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN LIMBAH KERAMIK BAYAT SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL PRODUK KERAJINAN TANGAN
Novierti Debby Astuti
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 2 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1146.371 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v20i2.391
Sebagian besar mata pencaharian warga Pagerjurang, adalah perajin keramik. Setiap hari mereka memproduksi ribuan keramik. Dalam proses produksi kemungkinan karya keramik mengalami kecacatan. Karya keramik yang cacat menjadi limbah dan hanya dibiarkan menumpuk di daerah tempat tinggal para perajin. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai kreatifitas masyarakat Pagerjurang adalah dengan melakukan analisis tentang pengelolaan dan pemanfaatan limbah keramik tersebut. Limbah keramik perlu diolah supaya tidak menimbulkan efek negatif di lingkungan masyarakat. Limbah keramik diolah menjadi berbagai macam produk kerajinan tangan yang menarik seperti aksesoris, souvenir, dan tile keramik. Metode penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan eksperimen. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui latar belakang, manfaat, inovasi, serta cara pengolahan limbah keramik. Manfaat penelitian ini agar dapat menambah wawasan untuk para perajin keramik.
UPACARA ADAT NABER LAUT PADA MASYARAKAT NELAYAN DI DESA BATU BERIGAK KAB. BANGKA TENGAH
Defri Handara;
Riki Rikarno
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 18, No 2 (2016): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1155.557 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v18i2.95
Upacara adat Naber Lautmerupakanupacara adat tradisional yang selalu dilaksanakan oleh masyarakat nelayan di desa Batu Berigak setiap satu tahun sekali.Upacara adat Naber Laut merupakan kebudayaan yang telah di wariskan secara turun temurun.Upacara adat Naber Laut dilaksanakan bertujuan untuk meminta keselamatan dalam melaut dan tolak bala bagi masyarakat di desa Batu Berigak.Adapun permasalahan dalam penelitian ini yaitu Bentuk upacara adat Naber Lautdi desa Batu Berigak Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk upacara adat Naber Laut dengan menganalis data kualitatif yang didapatkan.
KAJIAN IKONOLOGI POSTER PERJUANGAN “BOENG, AJO BOENG” KARYA AFFANDI TAHUN 1945
Abdurrozaq Abdurrozaq
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1804.91 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v19i1.126
Sebagai sebuah media komunikasi visual, poster perjuangan “Boeng, Ajo Boeng” karya Affandi tahun 1945, memiliki makna intrinsik yang menunjukkan realitas sosial bangsa Indonesia pada tahun 1945. Gaya ekspresionisme serta tema dan konsep nasionalisme yang diangkat menggambarkan bagaimana perkembangan dunia seni rupa Indonesia yang mendapatkan banyak pengaruh dari Jepang. Melalui media komunikasi visual, dunia politik dan seni Indonesia saling bersinergi dan menjadi satu kesatuan dalam mencapai tujuan yang sama yakni kemerdekaan Indonesia.
MOTIF KERAWANG GAYO PADA BUSANA ADAT PENGANTIN DI ACEH TENGAH
Ferawati Ferawati
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2000.399 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v15i1.167
Kerawang Gayo adalah nama motif hias dan nama pakaian adat Gayo di Aceh Tengah. Berbagai jenis motif diukirkan ke banyak media dalam kehidupan masyarakat, diantaranya pada busana adat pengantin Gayo. Motif-motif tersebut mencerminkan sistem pola pikir masyarakat. Sebagai warisan seni budaya, ia cermin kehidupan yang memiliki kedudukan strategis dalam sistem adat-budaya Gayo. Pesan budaya yang terkandung diekspresikan melalui simbol berupa motif hias [khas] disebut “kerawang Gayo”.
MEMBACA PERTUNJUKAN TEATER BERJUDUL NEGERI YANG TERKUBUR KARYA ZURMAILIS SUTRADARA SYUHENDRI
Susandro Susandro;
Afrizal Harun
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1005.964 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v20i1.389
Penelitian ini bertujuan membaca salah satu perkembangan bentuk teater modern yang ada di Sumatera Barat. Penelitian ini berdasarkan pada kualitas data (kualitatif), disempitkan menjadi penelitian studi kasus. Bahan atau data terdiri dari tulisan atau ceramah yang terekam dalam konteks yang berbeda, bisa data dari hasil observasi, berita dari surat kabar, dan sebagainya. Persentuhan antara gagasan dan bentuk pertunjukan NyT dengan pertunjukan teater modern lainnya di Indonesia terutama di Sumatra Barat dapat ditarik ke dalam beberapa poin, pertama, secara konseptual (ide/gagasan) Syuhendri mencoba merespon dan menyerap isu-isu yang tengah berkembang secara menasional. Juga ditambah pada dekade 90-an dan 2000-an globalisasi masih hangat-hangatnya dalam pendengaran setiap orang. Kedua, persentuhan Syuhendri dengan tokoh teater lainnya di Sumatra Barat secara teknis tidaklah memiliki kendala, dalam artian dapat diakses tanpa dibatasi oleh jarak. Untuk itu besar kemungkinan karya Syuhendri juga dipengaruhi oleh adanya ruang dialogis antara Syuhendri dengan seniman lainnya di Sumatra Barat
PERKEMBANGAN MUSIK DOL DI KOTA BENGKULU
Zely Marissa Haque
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (741.843 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v16i1.63
Ensamble dol merupakan rangkaian musik untuk mengiringi dan sebagai pelengkap dalam upacara tabot. Berdasarkan aktivitas dan interaksi masyarakat Bengkulu mengenai peran musik dol tersebut, permasalahan untuk diteliti, yakni bagaimana perkembangan musik dol di kota Bengkulu. Adapun metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk membantu membahas masalah tersebut dan memfokuskan deskripsi analisis. Perkembangan yang terjadi pada musik dol setelah dilakukan penelitian yakni pertama : musik dol yang sebelumnya sebagai media pendukung dalam suatu upacara, beralih fungsi menjadi sebuah pertunjukan komposisi musik yang disajikan untuk mengisi acara-acara umum di kota Bengkulu. Kedua : musik dol sebagai instrumen pelengkap dalam komposisi garapan baru. Ketiga : musik dol juga dijadikan sebagai bahan ajar di Sekolah dan Sanggar, hal ini berfungsi sebagai upaya pewarisan terhadap generasi baru dan juga merupakan upaya mendapatkan identitas kesenian tradisi kota Bengkulu serta menjadi aset bagi pariwisata kota Bengkulu.
KREATIVITAS SENIMAN SALAREH AIA (AGAM) DALAM PENGEMBANGAN MUSIK RONGGEANG RANTAK SAIYO
Nora Anggraini;
Nursyirwan Nursyirwan
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (955.227 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v16i2.79
Kajian ini membahas tentang kreativitas seniman Salareh Aia (Agam) dalammengembangkan musik Ronggeang Rantak Saiyo pada acara pesta perkawinanbaralek gadang. Kajian ini dibahas dari sudut keilmuan musikologi denganmenggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif serta pendekatanmultidisiplin, dengan perspektif disiplin ilmu musikologi, etnomusikologi,sosiologi,antropologi dan cabang ilmu lain yang dapat memperkuat tulisan.Ronggeang pada dasarnya bukanlah kesenian yang lahir dari tradisi masyarakatSalareh Aia, namun kesenian ini dapat diterima secara baik dan dikembangkansecara kreatif oleh para senimannya serta telah menjadi bagian dari tradisimasyarakat Salareh Aia sampai sekarang. Musik Ronggeang Rantak Saiyo sangatdihargai oleh masyarakat Salareh Aia, terbukti musik tersebut diperbolehkanbermain pada acara pesta perkawinan baralek gadang. Dalam kenyataannyamusik Ronggeang Rantak Saiyo Nagari Salareh Aia berbeda dengan Ronggenglainnya yang ada di Sumatera Barat, maupun Ronggeng yang ada di Jawa dariberbagai macam aspek. Kreativitas seniman masyarakat Salareh Aia berdampakbaik bagi perkembangan musik Ronggeang Rantak Saiyo hingga sekarang.