Articles
297 Documents
TOKOH PAULINA DALAM LAKON MAUT DAN SANG DARA KARYA ARIEL DORFMAN TERJEMAHAN MIMI NOTOKUSUMO
Edi Suisno;
Enrico Alamo;
Ega Novia
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (789.025 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v20i1.388
Maut dan Sang Dara karya Ariel Dorfman merupakan salah satu lakon realisme psikologis. Dengan mengusung genre tragedi, lakon yang mengangkat tema trauma dan dendam masa lalu ini, bercerita tentang konflik psikologis wanita korban penyiksaan dan pelecehan seksual yang secara tidak sengaja dipertemukan kembali dengan salah satu tersangka kasusnya, yakni seorang dokter. Lakon Maut dan Sang Dara menjadi sumber inspirasi untuk dapat memerankan tokoh Paulina Salas menggunakan pendekatan akting presentasi dan metode akting Stanilavsky. Bentuk dan pencarian karakter yang dilakukan selama proses latihan bertujuan agar maksud dan pesan moral pengarang dapat tersampaikan dengan baik.
ANALISIS BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA PERTUNJUKAN TEATER TANAH IBU SUTRADARA SYUHENDRI
Saaduddin Saaduddin
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 18, No 1 (2016): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1482.125 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v18i1.83
Artikel ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan secara deskriptif struktur dari lakon teater Tanah Ibu, sutradara Syuhendri dari Sumatera Barat yang berguna untuk menemukan fungsi dan makna pertunjukan. Penjelasan deskriptif meliputi: pertama, yang berkaitan dengan struktur yang meliputi aspek ruang, waktu, suasana, dan alur. Kedua, fungsi dan makna dari pertunjukan teater Tanah Ibu. Berdasarkan hasil analisis terhadap data ditarik kesimpulan, bahwa fungsi dan makna teater Tanah Ibu memiliki suatu relasi terhadap kebudayaan Minangkabau yang merupakan bentuk dialektika terhadap budaya merantau.
SULAIMAN JUNED DALAM KARYA TEATER “LAKON JAMBO: BERANAK DURI DALAM DAGING”
Leni Efendi
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 18, No 2 (2016): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1065.037 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v18i2.94
sebagai ungkapan konflik dan perasaan, emosi diri dan emosi jiwa yang dilandakemarahan oleh ketidak-adilan yang terjadi di Aceh. Kronologis kegiatan yang dilakukan oleh Sulaiman Juned ketika menciptakan karya teaternya ini dideskripsikan sebagai proses kreatif penciptaan karya ini. Konvensi, latar belakang pemikiran yang membentuknya dan karakteristik-karakteristik yang dimilikinya oleh Sulaiman Juned dideskripsikan sebagai konvensi yang diterapkan dalam penciptaan karya ini. Selain itu juga menguraikan aspek penciptaan tersebut ketika karya ini diciptakan.
DAMPAK SENI BORDIR KOMPUTER DI BUKITTINGGI SUMATERA BARAT
Dini Yanuarmi
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (881.616 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v17i2.110
Artikel ini menyajikan tentang dampak dari penggunaan mesin bordir yangdilakukan oleh pelaku usaha bordir di kota Bukittinggi. Mesin bordir komputermemiliki keunggulan dari segi kapasitas produksi. Bordir komputer memilikinilai strategis dalam sistem budaya dan perekonomian sebagian masyarakat.Menggunakan data kualitatif yang menekankan para pelaku usaha bordir yangtersebar di Pasar Aur Kuning, Bukittinggi, maka data tersebut disajikan secaradeskriptif menggunakan teori bentuk dan sosiologi. Dari hasil penelitianditemukan bahwa Usaha bordir komputer dikembangkan di daerah Bukittinggiberdampak terhadap faktor ekonomi, banyak pengusaha membuka jenis usaha inidengan merekrut pekerja. Jenis usaha tersebut diyakini menjanjikan dikarenakankota Bukittinggi sebagai kota wisata, banyak wisatawan tertarik dengan hasilkerajinan ini.
ALAT MUSIK TIUP: BANSI DALAM RITUAL PENYADAPAN ENAU DI NAGARI SARUASO MINANGKABAU
Arga Budaya
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 14, No 1 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1679.875 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v14i1.166
Bansi adalah alat musik tiup dari bambu jenis tolang. Di nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar Propinsi Sumatera Barat digunakan Tukang Sadok Onou untuk proses penyadapan enau. Proses tersebut erat hubungannya dengan kepercayaan dan keyakinan beragama Islam, serta tradisi masyarakat Saruaso yang mengandung aspek magic/magis. Kegiatan Tukang Sadok Onou ataupun yang menyerupainya [dalam pandangan peneliti] secara umum tergolong bentuk-bentuk upacara/ritual dalam kebudayaan suku-bangsa Melayu yang jauh lebih luas, terkhususkan pada etnik Minangkabau
DINAMIKA KEBERLANGSUNGAN TABUIK PARIAMAN
Asril Asril
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 13, No 1 (2011): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1027.243 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v13i1.183
The existence of Tabuik has undergone some dynamics of change in a variety of situations. The tug of war in a number of situations and political interest between government and community is just like a wave of life. It is too often the case that the dynamics reach the point where there should be a willingness to shift and the loss of some symbols of tabuik‟s ritual and magical power as a cultural obligation for Pariaman community. The role of the government as a player in the dynamics of tabuik‟s existence can be regarded as “positive patronage” for the sustainability of tabuik in future.
INTERDEPENDENSI SENI TARI DAN MUSIK IRINGANNYA
Delfi Enida
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 13, No 2 (2011): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (798.576 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v13i2.200
Interdepence of the art of dance dan its accompanying music means interrelation between the two. The performance of a dance is usually accompanied by a music, in certain occasion the performance does not use a music at all. The definition of dance usually emphasises that dance is a human expression through rhythmic and beautiful body movement and the movement is the expression of its creator to communicate directly with the audience.Body movement in a dance performance contains rhythmic elements as can be found in music, so the performance is close related to music which also contains important rhythmic elements.Music and dance has rhythm as the basis of their movement. Music can express abstract aspects of movement. It can also express the easiness and difficulty of movement. But not all music can be use to accompany a dance performance. Basically, the selection of music for a dance performance should be based on its limitation and contribution to the performance
RAGAM BENTUK PENDHOK KERIS GAYA SURAKARTA
Kuntadi Wasi Darmojo
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (943.567 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v20i1.383
Pendhok merupakan salah satu bagian elemen perabot keris yang selalu melekat pada warangka atau sarung keris. Fungsi utama pendhok adalah sebagai pembungkus gandar untuk melindungi bilah keris. Pendhok keris gaya Surakarta sebagian besar memiliki bentuk dengan penerapan ragam hias yang cukup bervariatif, dimana konsep dasar ragam hias adalah memiliki fungsi keindahan sehingga pendhok tersebut ketika diterapkan pada warangka akan menambah daya tarik karena menjadi indah dalam melengkapi tampilan keris secara utuh. Namun, pendhok keris juga memiliki fungsi lain yaitu fungsi simbolik dan sosial.Metode tulisan ini adalah mempergunakan metode analisis interaktif, dimana analisis data yang dipergunakan untuk mengurai permasalahan terkait keberadaan pendhok keris.
BENTUK PERTUNJUKAN SALUANG ORGEN DALAM ACARA BARALEK KAWIN DI KABUPATEN SOLOK
Nofroza Yelli
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (830.212 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v16i2.78
Kabupaten Solok merupakan tempat berkembangnya sebuah kesenianbaru yaitu disebut dengan saluang orgen. Perkembangan ini dimulai sejaktahun 1997 sampai sekarang. Pertunjukan yang menggunakan alat musiksaluang dan keyboard ini, dilihat dari bentuk pertunjukannya tergolongsederhana, karena masih terdapat bagian-bagian yang sama denganpertunjukan tradisi sebelumnya yaitu saluang dendang klasik dan saluangdangdut dengan iringan gendang. Konteks pertunjukannya mulaiberkembang yaitu dihadirkan dalam acara sosial, politik, dan upacara adatyang salah satunya yaitu upacara baralek kawin. Pertunjukan ini terdiridari 6-7 orang pendendang, satu orang pemain saluang, satu orang pemainKeyboard, dan 2-3 orang crew sebagai penanggung jawab peralatan soundsystem selama dilokasi pertunjukan. Sedangkan jenis lagu yang dibawakanadalah dendang ratok, dendang gembira, lagu gamad, dangdut dandangdut House Music. Pertujukan ini difungsikan sebagai acara hiburanyang salah satunya dalam upacara adat baralek kawin
TRADISI MENARI DALAM UPACARA PERNIKAHAN MASYARAKAT BENGKULU SELATAN
Hartati Hartati
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 18, No 1 (2016): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1527.231 KB)
|
DOI: 10.26887/ekse.v18i1.89
Menari bersama merupakan salah satu bentuk acara dalam upacara adat pernikahan masyarakat Bengkulu Selatan. Penarinya terdiri atas bujang dan gadis, sehingga dinamai selawanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai apa yang terkandung di balik tradisi menari bersama yang seperti demikian. Untuk meneliti permasalahan utama dalam penelitian ini pada dasarnya menggunakan metode penelitian kualitatif. Alasannya adalah bahwa permasalahan yang diteliti adalah persoalan nilai, pandangan, dan sisi-sisi pengetahuan yang menjadi pegangan bersama bagi masyarakat pendukung tradisi menari bersama tersebut. Temuan penelitian adalah berupa konsep-konsep budaya masyarakat setempat yang pada hakikatnya melalui tradisi menari bersama bujang dan gadis bukan berarti gadis pasangan menari sebagai pemuas nafsu atau objek hiburan semata bagi bujang yang bersangkutan. Akan tetapi melalui tradisi ini wanita dihormati dan ditempatkan secara adat sebagai kaum hawa pendamping suami dan ibu bagi anaknya kelak. Selawanan merupakan fasilitas budaya yang menghantarkan wanita ke arah pembangunan rumah tangga bersama bujang pasangan penarinya.