cover
Contact Name
Saaduddin
Contact Email
red.ekspresiseni@gmail.com
Phone
+6281371972228
Journal Mail Official
red.ekspresiseni@gmail.com
Editorial Address
https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ekspresi/about/editorialTeam
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
ISSN : 14121662     EISSN : 25802208     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/ekspresi
Core Subject : Humanities, Art,
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni welcomes full research articles in the area of Visual Art and Performing Art. Scope areas are: related to Art and Culture, Creative Process and conceptual research in visual art and Performing Art.
Articles 297 Documents
THE ART OF INVESTIGATION TECHNIQUE TO ENHANCE STUDENTS’ ACHIEVEMENT IN WRITING KATEMBA, CAROLINE V.
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.099 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v23i1.1318

Abstract

ABSTRACTThis study  entitled “The Art of Investigation Technique to Enhance Students’ Achievement in Writing”. This study intend to seek an answer to the questions “ Is there a significant difference in the enhancement of writing skills between the students who are taught using the Group Investigation technique and those who are taught  through the conventional method?” This is an experimental study using classroom action research. The subject of this research were Grade VIII Students of SMP Negeri 1 Parongpong, Bandung. There were 75 students. To collect the data the pre-test was administered at the start of the program and  the post-test at the end of the three months program. Based on the data analysis it was found that there was a significance difference among the experimental and the control  groups. Another finding the students were interested in writing through Group Investigation Technique. Therefore it is concluded that teaching writing through Group Investigation Technique could improve students' writing skills. This study suggest that teachers of English should be trained to use this technique  
PENCIPTAAN TEKSTIL TEKNIK ECOPRINT DENGAN MEMANFAATKAN TUMBUHAN LOKAL GORONTALO NAINI, ULIN; HASMAH, HASMAH
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.254 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v23i1.1352

Abstract

Penciptaan tekstil teknik ecoprint   dengan memanfaatkan tumbuhan lokal Gorontalo adalah salah satu alternatif pengembangan tekstil ramah lingkungan, yakni teknik pewarnaan alam yang digunakan dalam pengembangan produk tekstil. Oleh karena itu, digunakan metode Pratice Based Research melalui praktek langsung untuk memperoleh pengetahuan baru. Sementara penciptaan tekstil, menggunakan metode penciptaan seni kriya melalui dua tahap mengikuti empat langkah tahap penciptaan, yakni 1) eksplorasi, 2) perencanaan, 3) perwujudan dan 4) evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan ada empat jenis tumbuhan Gorontalo yang dimanfaatkan dalam penciptaan tekstil dengan teknik ecoprint  , yaitu daun jati, daun jarak kepyar, daun belimbing dan bunga bougenville. Melalui hasil uji ketahanan warna menggunakan detergen dan dijemur langsung di bawah sinar matahari, jejak daun dari keempat tumbuhan tersebut tetap mempertahankan warnanya, dimana daun jati meninggalkan jejak daun warna coklat, daun jarak kepyar meninggalkan jejak warna hitam, daun belimbing meninggalkan jejak warna hijau tua dan bunga bougenville meninggalkan jejak warna putih bersinar. 
ANIMATION AND VIDEO IN IMPROVING OPEN WORDS VOCABULARY MARLIN STEFFI MARPAUNG
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 2 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.856 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v23i2.2088

Abstract

The most important part of language learning is vocabulary. To do well in English and effectively perform a good English, students must be able to retain words. The purpose of this study is to seek whether vocabulary learning through animation and video in groups learning perform better than individual learning. This study used a quantitative analysis approach with a comparison design to find out the students' vocabulary enhancement. The vocabulary pre-test and post-tests were utilized as the instruments of this study. The sample were VIII grade students from two classes at a public school in Cimahi, Bandung. The results of this study showed that both groups of students improved their open words vocabulary, and students who are taught through animation and video with learning in groups performed better than the students who learn individually, with pre-test scores of 59.59 and 59.00, and post-test scores of 83.47 and 73.63.
AESTHETIC OF WORKING STRUCTURE IN TARI PIRING HURIAH ADAM Efrida Efrida
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 2 (2022): Edisi Juli- Desember 2022
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.428 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v24i2.2461

Abstract

 Tari Piring Huriah Adam is a dance work that departs from the habits of the Minangkabau people in the agricultural world. Tari Piring is one of the arts of the Minangkabau community that uses a plate as property and a ring on the middle finger that is tapped to produce a sound according to the rhythm of the music. This dance has thirteen movement structures, all of which describe the life of the Minangkabau people. The creativity of the Minangkabau choreographer in strengthening the Minang ethnic identity is outlined in the creations of dance works that depart from the traditional Bamain Piriang dance. The concept to unravel this dance is the concept of structuralism, where a work of art is a fabric of elements that build it. Structuralism is a way of thinking about the world associated with perceiving and describing structures. A structure is a system consisting of an element, none of which can change without producing a difference in another aspect. The result of the analysis of the work is the creation of a work of art through a very neat relationship between structures.Keywords: dance; structure; agriculture; culture.ABSTRAKTari piring karya Huriah Adam merupakan karya tari yang berangkat dari kebiasaan orang Minangkabau dalam dunia pertanian. Tari piring merupakan salah satu kesenian masyarakat Minangkabau yang menggunakan piring sebagai properti dan menggunakan cincin di jari tengah yang diketukan sehingga menghasilkan bunyi sesuai irama musiknya. Tari ini memiliki struktur gerak yang berjumlah tiga belas yang semuanya menggambarkan tentang kehidupan orang Minangkabau. Kreativitas koreografer Minangkabau dalam menguatkan identitas etnis Minang yang dituangkan dalam karya-karya tari kreasi yang berangkat dari tari tradisional Bamain Piriang. Konsep untuk mengurai tari piring ini adalah konsep strukturalisme dimana sebuah karya seni merupakan jalinan unsur-unsur yang membangunnya. Strukturalisme adalah cara berpikir tentang dunia yang dikaitkan dengan persepsi dan deskripsi struktur. Struktur yang merupakan sebuah sistem, yang terdiri dari sebuah anasir, yang di antaranya tidak satu pun dapat mengalami perubahan tanpa menghasilkan perubahan dalam sebuah anasir lain. Hasil analisis karya adalah terbangunnya sebuah karya seni lewat hubungan antar struktur yang sangat rapi
FAMILY REPRESENTATION IN ALI DAN RATU-RATU QUEENS MOVIE Moh Mahrush Ali; Kamila Nida’unnada; Nuriyah Sa’adah
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 2 (2022): Edisi Juli- Desember 2022
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v24i2.2439

Abstract

 This study explains the representation of family values in the film "Ali and Ratu-ratu Queens." This research uses a descriptive qualitative approach. The data collection technique used is observation and literature study using Roland Barthes' semiotic theory. This film is interesting to study because it describes the kinship created between two family elements bound by blood and a family that is only created by a meeting that makes them so familiar. Roland Barthes interprets symbols using markers and signifiers so that denotative, connotative, and mythical meanings can be found. Representation is a picture of life through the media. The representation of the family in the film Ali and Ratu-Ratu Queens is reflected in several film scenes, namely through dialogue and visuals. Eight scenes were chosen because they best reflect the family values between Ali and Mia and the Queens of Queens. The results of this study indicate that the family has a character that extends not only between parents and children but also between other people who are not blood-related. The Queen's character can create happiness for Ali, who is left behind by his mother, by giving them the simple pleasure they have. Researchers can further develop the film Ali and the Queens of Queens in terms of directing style, characterization, mise en scene, and storytelling development (three-act structure).REPRESENTASI KELUARGA DALAM FILM ALI DAN RATU-RATU QUEENSAbstrak Penelitian ini menjelaskan representasi nilai keluarga dalam film “Ali dan Ratu-ratu Queens”. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan studi pustaka dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Film ini menarik untuk diteliti karena menggambarkan unsur kekeluargaan yang tercipta antara dua elemen keluarga yang terikat oleh darah, dan keluarga yang hanya tercipta oleh sebuah pertemuan yang membuat mereka begitu akrab Roland Barthes memaknai simbol menggunakan penanda dan petanda hingga dapat ditemukan makna denotasi, konotasi dan mitos. Representasi merupakan gambaran mengenai kehidupan melalui media. Representasi keluarga yang ada dalam film Ali dan Ratu-ratu Queens tercermin pada beberapa adegan film yaitu melalui dialog dan visualnya. Delapan adegan dipilih karena paling mencerminkan nilai kekeluargaan antara Ali dengan Mia dan Ratu-ratu Queens. Hasil penelitian ini bahwa keluarga memiliki sifat yang meluas bukan hanya antara orang tua dan anak, namun juga antara orang lain yang tidak sedarah. Tokoh Queens mampu menciptakan kebahagiaan bagi Ali yang ditinggal oleh ibunya dengan memberikan kebahagiaan yang sederhana yang mereka miliki. Film Ali dan Ratu-ratu Queens ini bisa dikembangkan lagi oleh peneliti selanjutnya dari segi gaya penyutradaraan, pengkarakteran, mise en scene, dan pengembangan penceritaannya (struktur tiga babak). Kata Kunci : Representasi, Keluarga, Semiotika, Roland Barthes, Film Ali dan Ratu-ratu Queens.  Abstrak Penelitian ini menjelaskan tentang representasi nilai keluarga terhadap film “Ali dan Ratu-ratu Queens”. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan studi pustaka. Representasi merupakan gambaran mengenai kehidupan melalui media. Representasi keluarga yang ada tercermin pada beberapa adegan film “Ali dan Ratu-ratu Queens” melalui dialog dan visualnya. Hasil penelitian ini bahwa keluarga memiliki sifat yang meluas bukan hanya antara orang tua dan anak, namun juga antara orang lain yang tidak sedarah. Tokoh Queens mampu menciptakan kebahagiaan bagi Ali yang ditinggal oleh ibunya dengan memberikan kebahagiaan yang sederhana yang mereka miliki.Kata Kunci : Representasi, Keluarga, Film Ali dan Ratu-ratu Queens. 
APPLICATION OF SCANDINAVIAN CONCEPT OF DESIGN IN RESIDENTIAL HOUSE TROPICAL CLIMATE Siti Indah Lestari; Muhammad Zulfikri Hadi
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 2 (2022): Edisi Juli- Desember 2022
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v24i2.2521

Abstract

Scandinavian homes are very popular and are often chosen for their undeniable quality The country of Indonesia, which is located on the equator, causes regions in Indonesia to have a tropical climate or often called a hot climate. Tropical climates have many natural resources, both from sunlight and trees and natural rocks. A house that functions as a place/place should be able to provide optimal comfort as a whole so that the people in it can carry out their daily activities properly. Scandinavian house types are popular and are often chosen because of the undoubted quality and level of comfort. Both in terms of exterior aesthetics that look attractive, as well as interior comfort, or interior arrangement style. This study aims to provide design solutions for people who will build houses and at the same time introduce Scandinavian concepts to the community to be applied when building interior houses. The results of the application of this concept will be seen in the form of interior elements that form a space that displays simplicity and minimalism, this difference occurs in the use of materials in each area and the processing of forms that are applied to the furniture of each room. The effect of the creation of this design is to create a comfortable atmosphere in the tropics so that homeowners feel more comfortable and safe with tropical conditions. Keywords: Interior; Scandinavian; Tropical.PENERAPAN KONSEP SCANDINAVIAN DESAIN PADA RUMAH TINGGAL  BERIKLIM TROPIS AbstrakNegara Indonesia yang berada di garis khatulistiwa mengakibatkan wilayah-wilayah di Indonesia memiliki iklim tropis atau sering disebut iklim panas. Wilayah beriklim tropis memiliki sumber daya alam yang banyak, baik dari sinar matahari maupun pepohonan serta bebatuan alam. Rumah tinggal yang berfungsi sebagai wadah/tempat seharusnya dapat memberikan kenyamanan yang optimal secara keseluruhan agar manusia di dalamnya dapat beraktifitas sehari-hari dengan baik. Tipe rumah Scandinavian populer dan sering dipilih karena kualitas tingkat kenyamanan yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Baik dari segi estetika eksterior yang terlihat menarik, maupun kenyamanan bagian dalam, atau gaya penataan interior. Penelitian ini bertujuan agar dapat memberikan solusi desain bagi masyarakat yang akan membangun rumah dan sekaligus memperkenalkan konsep Scandinavian kepada masyarakat untuk diterapkan saat pembangunan interior rumah. Hasil dari pengaplikasian konsep ini akan terlihat bentuk elemen interior pembentuk ruang yang menampilkan kesederhanaan dan minimalis, perbedaan ini terjadi pada pemakaian material pada setiap area serta pengolahan bentuk yang diaplikasikan pada furniture setiap ruangan. Efek pada penciptaan perancangan ini yaitu menciptakan suasana yang nyaman pada daerah tropis, sehingga pemilik rumah merasa lebih nyaman dan aman dengan kondisi daerah yang tropis. Kata Kunci: Interior; Scandinavian; Tropis.
ECO-PRINT HAPA ZOME ON TEXTILES AS ANTITHESIS ENVIRONMENTALLY UNFRIENDLY TEXTILE DYESTUFF Sri Utami; Igb Bayu Baruna Ariesta; Nyoman Ayu Permata Dewi
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v24i1.1639

Abstract

TTextile industry sector waste is one of the environmentally unfriendly problems that is a concern among the fashion world today. Based on this, the researchers designed a textile by applying environmentally friendly art or coloring techniques, namely, zome hapa art. This technique belongs to the type of eco-print or natural printing technique. The motifs designed by researchers in the creation of textiles were chosen using motifs inspired by one of the Balinese cultures, namely the Balinese script. The selection of Balinese script as the main idea in the creation of motifs on textiles aims to show one of the local identities of Bali. Thus, textile products were created that the researchers designed to build the nuances and local characteristics of Bali. This research was conducted using the method of art creation. The method of art creation is a systematic way of creating works of art. The stages of the creation of this work describe the design of the process of creating a work of art in accordance with the stages of creation from getting inspiration (ideas), designing textile motifs to the realization of the work of art. Keywords: Eco-Print; Hapa Zome; Textile DyestuffECO-PRINT HAPA ZOME PADA TEKSTIL SEBAGAI ANTITESIS ENVIRONMENTALLY UNFRIENDLY TEXTILE DYESTUFF AbstrakLimbah sektor industri tekstil adalah salah satu permasalahan enviromentally unfriendly yang menjadi perhatian di kalangan dunia mode saat ini. Berdasarkan hal tersebut maka, peneliti merancang sebuah tekstil dengan menerapkan seni atau teknik pewarnaan yang ramah lingkungan yaitu, seni hapa zome. Teknik ini tergolong dalam jenis eco-print atau teknik cetak alam. Motif yang dirancang peneliti dalam penciptaan tekstil dipilih menggunakan motif yang terinspirasi dari salah satu kebudayaan Bali yaitu, Aksara Bali. Pemilihan Aksara Bali sebagai ide utama dalam penciptaan motif pada tekstil bertujuan untuk memperlihatkan salah satu identitas lokal Bali. Sehingga, tercipta produk tekstil yang peneliti rancang membangun nuansa dan karakteristik lokal Bali. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengunakan metode penciptaan seni. Metode penciptaan seni adalah cara mewujudkan karya seni secara sistematik. Tahapan penciptaan karya ini menguraikan rancangan proses penciptaan karya seni sesuai dengan tahpan-tahapan pengkaryaan sejak mendapat inspirasi (ide), perancangan desain motif tekstil hingga perwujudan hasil karya seni. Kata kunci: Eco-Print; Hapa Zome; Textile Dyestuff AbstrakLimbah sektor industri tekstil adalah salah satu permasalahan enviromentally unfriendly yang menjadi perhatian dikalangan dunia mode saat ini. Berdasarkan hal tersebut maka, peneliti merancang sebuah tekstil dengan menerapkan seni atau teknik pewarnaan yang ramah lingkungan yaitu, seni hapa zome. Teknik ini tergolong dalam jenis eco-print atau teknik cetak alam. Motif yang dirancang peneliti dalam penciptaan tekstil di pilih menggunakan motif yang terinspirasi dari salah satu kebudayaan Bali yaitu, Aksara Bali. Pemilihan Aksara Bali sebagai ide utama dalam penciptaan motif pada tekstil bertujuan untuk menunjukan salah satu identitas lokal Bali. Sehingga, tercipta produk tekstil yang peneliti rancang membangun nuansa dan karakteristik lokal Bali. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengunakan metode penciptaan seni. Metode penciptaan seni adalah cara mewujudkan karya seni secara sistematik. Tahapan penciptaan karya ini menguraikan rancangan proses penciptaan karya seni sesuai dengan tahpan-tahapan pengkaryaan sejak mendapat inspirasi (ide), perancangan desain motif tekstil hingga perwujudan hasil karya seni. Kata kunci: Eco-Print, Hapa Zome, Textile Dyestuff
RATOH GAKI: AESTHETIC-ARTISTIC DEFORMATION OF CONTEMPORARY DANCE MOVEMENT Murtala Murtala; Eko Supriyanto
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 2 (2022): Edisi Juli- Desember 2022
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v24i2.2246

Abstract

Aceh merupakan provinsi yang berada di ujung pulau Sumatera. Provinsi ini memiliki banyak tari tradisional (lagu-tari) yang dimainkan dalam posisi duduk, diantaranya: Ratoh Duek, Saman Gayo, Likok Pulo, Ratoh Taloe, Ratoh Bantai, Rateb Meusekat, Rapai Geleng dan lain-lain (O’Sullivan 2011). Secara kasat mata, kesenian ini terlihat sama antara satu dengan lainnya, tetapi apabila dilihat lebih dalam, maka setiap tari ini memiliki perbedaan dan karakteristik tersendiri. Teknik perkusi tubuh (peh badan) dalam Ratoh Duek menjadi ide artistik dalam penciptaan karya ini. Ratoh dalam bahasa Aceh berarti mengoceh atau bercerita secara terus menerus, sedangkan Duek berarti duduk. Pengkarya mempelajari tari ini saat masih berusia 11 tahun. Ratoh Duek awalnya ditarikan oleh penari pria, tetapi dalam perkembanganya tari ini boleh ditarikan oleh penari wanita. Pada bentuk penyajiannya, gerak ketangkasan yang memukau dan presisi (ketepatan) serta mengisyaratkan kedisiplinan yang luar biasa, menghasilkan pertunjukan yang unik, atraktif, tentu saja memantik daya pukau secara estetik dan artistik. Di deskripsikan berdasarkan data-data yang didokumentasikan selama proses penciptaan, artikel ini mencoba memperlihatkan dari proses, analisis dan bentuk penyajian sebuah karya tari berjudul Ratoh Gaki dengan spirit lokal budaya Aceh
AESTHETIC EXPLORATION OF BAMBOO CRAFT DECORATIVE LIGHTS BASED ON THE CREATIVE INDUSTRY Husni Mubarat
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 2 (2022): Edisi Juli- Desember 2022
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v24i2.2100

Abstract

Crafts or crafts are one of the creative industry sectors. This sector has the opportunity to grow the community's economy, especially for artisans whose areas are available with bamboo plants. In general, the purpose of making decorative lighting products from bamboo, namely as an effort to provide creative ideas for creating decorative lights from bamboo to the community, so that it can stimulate people who have the potential of natural resources from bamboo to be creative, both aims to encourage industrial growth. Creative activities in rural areas, both through groups and individuals, with the hope of increasing economic welfare for rural communities, and thirdly supporting the tourism industry in rural areas. The methodology used is the first exploration, such as research on decorative lighting products from bamboo as a creative idea either directly or via the internet, secondly making several alternative sketches as a process to find the basic form of the work to be made, which is continued at the design stage, thirdly cultivating products with a chisel and joint techniques. The products produced consist of designs and several creations of decorative lights as a source of creative ideas for the creative industry community. Keywords: Exploration; Aesthetics; Creative; Industry; Bamboo.EKSPLORASI ESTETIK KERAJINAN BAMBU LAMPU HIAS BERBASIS INDUSTRI KREATIF  AbstrakSeni kriya atau kerajinan merupakan salah satu sektor industri kreatif. Sektor ini memiliki peluang untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat, khususnya bagi pengrajin yang daerahnya tersedia tumbuhan bambu. Secara umum, tujuan pembuatan produk lampu hias dari bahan bambu, yakni  sebagai upaya untuk memberikan ide kreatif kreasi lampu hias dari bahan bambu terhadap masyarakat, sehingga dapat menstimulasi bagi masyarakat yang memiliki potensi Sumber Daya Alam dari bambu untuk berkreasi, kedua bertujuan untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif di pedesaan, baik melaui kelompok maupun perorangan dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat desa, ketiga mendukung keberadaan bagi industri pariwisata di daerah pedesaan. Adapun metodologi yang digunakan adalah pertama eksplorasi, sperti riset terhadap produk lampu hias dari bambu sebagai ide penciptaan baik secara langsung maupun melalui internet, kedua membuat beberapa sketsa alternatif sebagai proses untuk menemukan bentuk dasar dari karya yang akan dibuat yang dilanjutkan pada tahapan desain, ketiga penggarapan produk dengan teknik pahat dan sambunga. Adapun produk yang dihasilkan terdiri dari desain dan beberapa kreasi lampu hias sebagai sumber ide kreatif bagi masyarakat pelaku industri kreatif.Kata kunci: Eksplorasi; Estetik; Kreatif; Industri; Bambu
SULING BAMBOO MUSIC: THE IDENTITY OF TIMOR TENGAH UTARA SOCIETY Yohanis Devriezen Amasanan; Kadek Paramitha Hariswari; Stanislaus Sanga Tolan
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 2 (2022): Edisi Juli- Desember 2022
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v24i2.2236

Abstract

Suling bamboo music is a traditional music typical of the people of Timor Tengah Utara (TTU) Regency. The musical form of the suling bamboo is very unique and different from the form of the suling bamboo that exists in all regions in Indonesia. The purpose of this study is related to the problem raised, namely to reveal the problem of form and musical elements that make up suling bamboo in Timor Tengah Utara (TTU) Regency. The method used in this research is qualitative analytical method. Data collection techniques were carried out using observation techniques, interview techniques and document study techniques. The results of the study show the following. First, the musical elements that make up the suling bamboo music are as follows. Rhythm, compositionally the rhythm/rhythm of suling bamboo music is a typical Timor rhythm. Melody, on the suling the song plays the main melody or Cantus Frimus (cf), while the trumpet and bass suling play a filler melody or fill melody according to chords. Harmony, which functions to play chords, namely the suling trumpet  and the suling bass. Tempo, in the Suling bamboo music game, is very relative depending on the song being sung, which is often used is the tempo of Adate: MM 72-76, Adantino: MM 80-84 and Moderato: MM 90-104. This research can broaden the reader's perspective on the existence of Suling bamboo music and provide information about the forms and musical elements that make up bamboo flute music in Timor Tengah Utara (TTU) RegencyKeywords: Suling bamboo music; musical forms; elements AbstrakMusik suling bambu merupakan musik tradisional khas masyarakat Timor Tengah Utara (TTU). Bentuk musik suling bambu sangat unik dan berbeda dengan bentuk suling bambu yang ada di seluruh daerah di Indonesia. Tujuan penelitian ini berkaitan dengan masalah yang diangkat yakni mengungkap masalah bentuk serta unsur-unsur musikal yang membentuk musik suling bambu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif analitikal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan sebagai berikut. Pertama, Unsur-unsur musikal yang membentuk musik suling bambu adalah sebagai berikut. Ritme, secara komposisi ritme/ irama musik suling bambu merupakan irama khas Timor. Melodi, pada suling lagu memainkan melodi utama atau Cantus Frimus (cf), sedangkan suling terompet dan suling bass memainkan melodi filler atau melodi isian sesuai akord. Harmoni, yang berfungsi untuk memainkan akord yaitu suling terompet dan suling bass. Tempo, dalam permainan musik suling bambu sangat relatif tergantung pada lagu yang dibawakan, yang sering digunakan adalah tempo Adante : MM 72-76, Adantino: MM 80-84 dan Moderato: MM 90-104. Penelitian ini dapat memperluas perspektif pembaca tentang keberadaan musik suling bambu dan memberi informasi tentang bentuk dan unsur musikal yang membentuk musik suling bambu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).Kata Kunci: Musik suling bamboo; bentuk; dan unsur musikal. 

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2025): Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 27, No 1 (2025): Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 26, No 2 (2024): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 26, No 1 (2024): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 25, No 2 (2023): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 25, No 1 (2023): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 2 (2022): Edisi Juli- Desember 2022 Vol 24, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022 Vol 24, No 2 (2022): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 2 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 2 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 1 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 2 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 1 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 1 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 2 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 2 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 18, No 2 (2016): Ekspresi Seni Vol 18, No 2 (2016): Ekspresi Seni Vol 18, No 1 (2016): Ekspresi Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 1 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 1 (2012): Ekspresi Seni Vol 13, No 2 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 2 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 1 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 1 (2011): Ekspresi Seni More Issue