cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017" : 28 Documents clear
Efektifitas Media Video dalam Menyampaikan Informasi Kepada Para Pengguna Jalan Raya di Simpang Surabaya Kota Banda Aceh M. Anggi Pratama
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektifitas informasi yang diterima oleh para pengguna jalan raya di simpang Surabaya Kota Banda Aceh melalui vidoetron yang disampaikan oleh Badan Investasi dan Promosi Aceh (Bainprom) serta hambatan-hambatan yang dialami oleh Bainprom Aceh dalam menyampaikan informasinya melalui media tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratifications (Pemenuhan Kebutuhan) yang memfokuskan pada informasi yang disampaikan melalui videotron dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan oleh Badan Investasi dan Promosi Aceh melalui media videotron sangat mudah dipahami oleh para pengendara lalu lintas di Simpang Surabaya Kota Banda Aceh disebabkan oleh beberapa hal di antaranya gambar/tampilan yang menarik, strategi komunikasi verbal yang dilakukan berjalan dengan baik, letaknya yang strategis dapat mendukung para pengendara melihat informasi tersebut dan didukung oleh pemilihan media yang tepat. Dengan kehadiran media videotron dapat mengurangi tempat promosi sehingga dengan adanya media ini juga dapat terciptanya tata kelola kota dengan baik. Ada beberapa hambatan yang dialami oleh Bainprom dan juga oleh para pengendara setempat di antaranya yaitu lampu penerangan vidoetron terlalu kuat sehingga dapat memicu sinar/silau bagi pengendara khususnya pada malam hari, selanjutnya hambatan yang dialami yaitu sering terjadi kerusakan pada sistem pengoperasian vidoetron disebabkan gangguan alam seperti hujan lebat, petir, mati lampu, dan lain-lain. Kata Kunci : Efektivitas, Vidoetron, Pengguna Jalan Raya.
Artikulasi Peran Gerakan Mahasiswa di Aceh (Studi Kajian Transisi Demokrasi dan Perdamaian Aceh Rentang Waktu 2004-2015 Joel Manalu; Radhi Darmansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk menunjukkan bahwa peranan gerakan mahasiswa Aceh pada masa transisi demokrasi dan perdamaian Aceh rentang waktu 2004-2015 sangat signifikan, ini dapat dilihat dari kampanye dan propaganda yang dilakukan mahasiswa guna menjaga perdamaian dan mengawal transisi demokrasi yang terjadi di Aceh. Peranan ini fluktuatif, disesuaikan dengan kondisi dan situasi keamanan Aceh. Bentuk gerakan mahasiswa pada masa transisi demokrasi dan perdamaian Aceh rentang waktu 2004-2015 adalah gerakan sosial. Keterlibatan mahasiswa di Aceh hadir sebagai respon atas kekerasan yang terjadi di Aceh dan menuntut perubahan sosial masyarakat. Disarankan kepada pemerintah pusat untuk tidak lagi memandang penyelesaian masalah konflik di Aceh dengan cara kekerasan. Cara-cara ini dapat menyinggung hati nurani dan memaksa mahasiswa Aceh untuk kembali menyuarakan perlawanan. Disarankan kepada mahasiswa Aceh, agar tetap menjaga perdamaian di Aceh dan mengawal transisi demokrasi di Aceh dengan cara memperbanyak diskusi, dan kajian-kajian kritis guna melibatkan diri dalam pembangunan Aceh Kata Kunci: Gerakan Mahasiswa Aceh, Transisi Demokrasi dan Perdamaian Aceh. ABSTRACK The result of the study showed that the role of student movements of Aceh in period of democratic transition and peace in Aceh during 2004-2015 was very significant. It could be seen from the campaign and propaganda made by the students to keep the peace and watch the democratic transition occurred in Aceh. The role was fluctuating, which suited the condition and security situation in Aceh. The form of student movements in period of democratic transition and peace in Aceh during 2004-2015 was social movement. The participation of students in Aceh came as a respond to the violence occurred in Aceh and asked for social changes in society. It is suggested to central government to do not look for the settlement of conflict issues in Aceh with violence. This way can offend the Acehnese people and force the students in Aceh to make resistance again. It is suggested to students in Aceh to keep maintaining peace in Aceh and watch democratic transition in Aceh by holding more discussion and critical reviews in order to participate in development of Aceh. 
Persepsi Camat Kabupaten Pidie Terhadap Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono Sebagai Presiden Indonesia Periode 2004-2009 dan 2009-2014 (Suatu Kajian Pada Upaya Pemberantasan Korupsi) Muharrir Muharrir; Adwani Adwani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Korupsi di Indonesia adalah penyakit endemik yang sulit sembuh. Penyakit ini sudah lama hinggap dan menyerang seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa. Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dipilih secara langsung oleh masyarakat tahun 2004, memberikan harapan besar akan upaya pemberantasan korupsi. Citra SBY tentang pemberantasan korupsi menjadi isu yang sangat menarik di tengah-tengah masyarakat, seperti di Kabupaten Pidie, yang menimbulkan persepsi berbeda-beda khususnya dikalangan Camat mengenai berhasil maupun tidak berhasil SBY dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Camat Kabupaten Pidie terhadap pemberantasan korupsi pada masa kepemimpinan Presiden SBY, serta kendala-kendala yang dihadapi SBY dalam pemberantasan korupsi. Data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian keperpustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku, jurnal dan karya ilmiah lainnya. Penelitian lapangan dengan cara mewawancarai informan-informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi Camat Kabupaten Pidie terhadap pemberantasan korupsi pada masa kepemimpinan Presiden SBY sangat tegas, cepat dan berhasil dalam pemberantasan korupsi, sedangkan persepsi Camat pada periode kedua, bahwa pemberantasannya berjalan lambat dan kurang efektif sehingga kecewa pada kepemimpinan SBY periode kedua. Kendala-kendala yang dihadapi SBY dalam pemberantasan korupsi pada periode pertama yaitu, keterbatasan personil KPK, perselisihan sesama penegak hukum, hukuman ringan bagi koruptor, sedangkan kendala pada periode kedua adanya perpecahan pimpinan KPK dan banyaknya kader demokrat yang terjerat kasus korupsi. Disarankan kepada pemimpin Indonesia dan pemimpin KPK yang saat ini sedang menjabat, semoga mampu memberantas korupsi tanpa melihat siapa pelakunya. KPK sebagai lembaga negara dalam memberantas korupsi di Indonesia, diharapkan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Jumlah personil KPK harus ditambah, sesama penegak hukum harus sinergis dan koruptor harus dihukum seberat-beratnya. Kata Kunci: Susilo Bambang Yudhoyono, Pemberantasan Korupsi   ABSTRACT In Indonesia, corruption has become an endemic disease and has attacked all aspects of the nation. The leadership of Susilo Bambang Yudhoyone who was democratically elected in 2004 was a big hope in terms of the efforts in the corruption eradication. The image of SBY related to the efforts in the corruption eradication was an interesting issue among the citizens, such as in Pidie Regency, the image results in different perceptions among the heads of sub-districs related to whether SBY was succesful in eradicating the corruption in Indonesia or not. The objective of this research was to find out the perception of the heads of sub-districts in Pidie Regency toward the corruption eradication in the period of the leadership of SBY as the President of Indonesia and the obstacles found by SBY in the corruption eradication. The data were collected by doing literature review and field study. Literature review was done by reviewing books, journals, and other scientific writings. Field study was done by interviewing the informants. The results showed that the perception of the heads of sub-districts in Pidie Regency toward stated that the corruption eradication in the first period of the leadership of SBY as the President of Indonesia was strict, quick and succesful while in the second period of SBY as the President of Indonesia, the corruption eradication was considered weak, less effective, and disappointing. The obstacles found by SBY in the first period of his leadership were limited number of staffs of Corruption Eradication Commission (KPK), disputes among the law enforcement officers,  light punishment for the corruptors. In the second period, the obstacles were problems related to the Chairman of Corruption Eradication Commission (KPK) and a number of the cadres of Democratic Party (Partai Demokrat) was arrested because of corruption cases. It is suggested  that the recent President of Indonesia and the recent Chairman of Corruption Eradication Commission (KPK) could fairly eradicate corruption. In addition, the Corruption Eradication Commission (KPK) as a law enforcer is expected to be responsible in performing its duties and functions. Moreover, the number of staffs working at Corruption Eradication Commission (KPK) should be added, all of the law enforcers must be in a synergistic partnership and the corruptors should receive the heaviest punishment.
Efektivitas Penggunaan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) pada Siaran Berita TVRI Nasional (Studi pada Penyandang Tunarungu di Kota Banda Aceh) Siti Nur Chotimah; Ade Irma
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Efektivitas Penggunaan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia pada Siaran Berita TVRI Nasional (Studi pada Penyandang Tunarungu di Kota Banda Aceh). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) pada siaran berita TVRI Nasional terhadap penyandang tunarungu di Kota Banda Aceh. Penelitian ini ingin mengkaji efektivitas penggunaan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) pada siaran berita TVRI Nasional yang menampilkan penerjemah bahasa isyarat dalam siaran berita Indonesia Malam. Penelitian dilakukan pada penyandang tunarungu yang berdomisili di Kota Banda Aceh. Informan ialah penyandang tunarungu yang berdomisili di Kota Banda Aceh yang pernah atau sering menonton siaran berita di TVRI Nasional dan mengerti bahasa isyarat berjumlah 5 (lima) orang dan berusian 15 sampai 40 tahun. Teori yang digunakan ialah menggunakan teori uses and gratifications. Informan dipilih dengan menggunakan teknik bola salju (snowball). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, untuk memecahkan pokok permasalahan penelitian, dengan memaparkan, menuliskan, serta menggambarkan bagaimana efektivitas penggunaan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) pada siaran berita TVRI Nasional terhadap penyandang tunarungu di Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang  digunakan dalam penelitian ini ialah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini ialah Hasil dari penelitian ini ialah bahwa penggunaan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) pada siaran berita TVRI Nasional terhadap penyandang tunarungu di Kota Banda Aceh ialah tidak efektif. Karena pada penelitian ini tidak memenuhi 5 (lima) indikator yang digunakan peneliti untuk mengetahui efektivitas penggunaan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) terhadap penyandang tunarungu di Kota Banda Aceh. Adapun 5 (lima) indikator efektivitas komunikasi tersebut ialah: (1) Perhatian, (2) Pemahaman, (3) Efek Kognitif,  (4) Efek Afektif , (5) Efek Behavioral. Kata Kunci: Efektivitas, Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), Penerjemah, Tunarungu.ABSTRACTThe research entitled, "The Effectiveness of Using Indonesian Sign Language System to National TVRI Broadcasting News” (A Study on the Deaf in Banda Aceh City). It was aimed at determining the effectiveness of using Indonesian Sign Language System to National TVRI broadcasting news on the deaf in Banda Aceh City. It wanted to examine the effectiveness of using Indonesian Sign Language System to National TVRI broadcasting news displaying a sign language interpreter in Indonesia Malam broadcasting news. It was conducted on the deaf domiciling in Banda Aceh City. The informants were the deaf living in Banda Aceh City who had ever or often watched the news on National TVRI and understood the sign language, as many as 5 (five) people and were  from 15 to 40 years of age. The theory used in the research was the theory of uses and gratifications. The Informants were selected by using the snowball technique. The research used a descriptive qualitative approach to solve the subject matter of it, namely by explaining, writing, and describing the effectiveness of using Indonesian Sign Language System to National TVRI broadcasting on  the deaf in Banda Aceh city. The technique of data collection used was an interview, observation and documentation. The result of it was that using Indonesian Sign Language System to National TVRI broadcasting news on the deaf Banda Aceh city was not effective. It was because it did not meet 5 (five) indicators used by researchers to determine the effectiveness of using of Indonesian Sign Language System on the deaf in Banda Aceh city. The five (5) indicators of it were: (1) attention, (2) understanding, (3) Cognitive effects, (4) Affective effects, (5) Behavioral Effects.  Keyword: Effectiveness, Indonesian Sign Language System, Interpreter, the Deaf.   
Pemetaan Konflik Sosial Masyarakat Di Aceh Selatan (Studi Deskriptif Konflik Sosial Masyar Indra Dermawan; Zaainal Abidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK - Konflik dalam masyarakat terutama banyak disebabkan oleh cara menyikapi perbedaan yang muncul, baik perbedaan kepentingan, persepsi, identitas, pekerjaan dan jabatan. Faktor lain karena adanya kelompok-kelompok kepentingan, lembaga-lembaga organisasi, dan kelas-kelas sosial dalam masyarakat yang tidak selalu memiliki kepentingan yang sama dan serasi. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk menganalisa konflik apa saja yang terjadi di kemukiman Alue Paku. Kedua, Menganalisa Bagaimana mekanisme penyelesaian konflik sosial di kemukiman Alue Paku. Penelitian ini dilakukan di mukiman Alue Paku Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan. Teori yang digunakan dalam pemetaan konflik adalah teori konflik. Penelitian merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini juga diperoleh dari informan. Sedangkan metode pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bentuk konflik apa saja yang terjadi di kemukiman Alue Paku. Dari hasil wawancara dan observasi peneliti dilapangan, ada beberapa jenis konflik sosial di kemukiman Alue Paku yaitu konflik antara masyarakat dengan pemerintah gampong, konflik perebutan tanah, perbedaan padangan dalam tatacara ibadah dan konflik terjadi karena perbedaan pandangan politik yang mengakibatkan perkelahian dan percekcokan serta putusnya tali silaturrahmi. Bagaimana mekanisme penyelesaian konflik sosial di kemukiman Alue Paku. Dari hasil observasi dan hasil wawancara mekanisme penyelesaian konflik sosial di kemukiman Alue Paku dilakukan dengan cara memperkuat persatuan pemuda gampong melalui olah raga, mengadakan gotong royong, mengadakan musyawarah jika terjadi konflik antar warga. Sehingga masyarakat Alue Paku terlihat hidup harmonis dan terjaganya tali silaturrahmi antar sesama warga. Saran kepada masyarakat Alue Paku untuk menumbuhkan kesadaran diri dengan menghargai segala bentuk perbedaan suku, bangsa, dan agama. Menjalin hubungan komunikasi yang baik antar masyarakat di kemukiman Alue Paku, Mengubah pola pikir dan prilaku yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Menjadi pribadi yang mampu mencerminkan teladan yang baik bagi semua. Dan menciptakan kehidupan masyarakat, yang aman, damai, dan sejahtera dengan menjalankan semua aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat Alue Paku. Kata Kunci : Konflik, Pemetaan, Masyarakat Pedesaan.  ABSTRACT -Many conflicts in the community, especially by the manner in addressing the differences that arise, whether differences in interests, perceptions, identity, employment and occupation. Another factor for their interest groups, institutions organizations, and social classes in society who do not always have the same interests and harmonious. The purpose of this study is the first to analyze the conflict what is happening in Alue Paku. Second, How to Analyze social conflict resolution mechanisms in Alue Paku. This research was conducted in settlements Alue Paku Sawang subdistrict South Aceh District. The theory used in the mapping of the conflict is a conflict theory. The study is a qualitative descriptive study. The research data was also obtained from informants. While the method of data collection in the study were observation and interviews. Results showed any form of conflict that occurred in the settlement of Alue Paku. From interviews and observations of researchers in the field, there are several types of social conflict in Alue Paku is the conflict between the public and the government village, conflicts over land, different views on the rites and conflicts occur because of differences in political views led to fights and quarrels and break the rope Hospitality, How social conflict resolution mechanism in the settlement of Alue Paku. From interviews and observations of researchers in the field, there are several types of social conflict in the settlement of Alue Paku is the conflict between the public and the government village, conflicts over land, different views on the rites and conflicts occur because of differences in political views led to fights and quarrels and break ties , So that people Alue Paku seen live in harmony and preservation of ties between fellow citizens. Nail Alue advice to the public to raise awareness of ourselves with respect to all forms of differences in ethnicity, race, and religion. Liaise good communication between communities in settlements Alue Paku, Changing patterns of thought and behavior in accordance with the norms prevailing in society. Being personally able to reflect a good example for all. And creating a community life, a safe, peaceful, and prosperous by running all the rules that apply in the community Alue Paku.
Perubahan Sosial Masyarakat Kota Banda Aceh Dalam Mitigasi Bencana : Pelajaran Sosial dari Bencana Tsunami Putra Rizki Youlan Radhianto; Khairulyadi Khairulyadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKPerubahan sosial masyarakat dalam menghadai bencana merupakan suatu persoalan yang muncul didaerah rawan bencana. Perubahan yang dimaksud berupa perubahan sikap dalam menghadapi bencana sehingga sebisa mungkin dikemudian hari dapat meminimalisir resiko yang terjadi. Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui bagaimana perubahan sosial masyarakat Kota Banda Aceh dalam menghadapi bencana, pra tsunami, tsunami, dan pasca tsunami yang ditinjau dari pengetahuan, kepercayaan, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dimana yang menjadi informan diperoleh dengan metode  purposive sampling. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan Teori Kontruksi Sosial. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan studi kepustakaan, serta selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah perubahan sosial masyarakat Kota Banda Aceh pra tsunami, tsunami, pasca tsunami dalam menghadapi bencana terjadi sangat dinamis. Perubahan tersebut terlihat pada bagaimana pengetahuan, kepercayaan, dan tindakan masyarakat dalam cara menghadapi bencana yang terus berubah mulai dari periode pra tsunami, saat terjadi tsunami, dan pasca tsunami. Pada saat periode pra tsunami, pengetahuan, kepercayaan, tindakan masyarakat sangat dipengaruhi oleh faktor agamis dan doktrin kultural yang turun temurun. Sehingga pada saat terjadinya bencana masyarakat cenderung menggunakan kontruksi sosial yang ada sebagai suatu cara mereka dalam menghadapi bencana. Hasilnya, akibat dari minimnya pengetahuan dalam hal menghadapi bencana khususnya tsunami, maka bencana tersebut menelan banyak korban jiwa. Namun pasca tsunami pengetahuan, kepercayaan, dan tindakan masyarakat dalam menghadapi bencana berubah, hal ini dikarenakan proses dealektis yang terjadi dengan masuknya pemahaman baru tentang cara menghadapi bencana yang bersifat sekuler dan berbasiskan ilmu pengetahuan empiris. Hal ini mempengaruhi pengetahuan, kepercayaan, dan tindakan mereka dalam menghadapi bencana. Sehingga masyarakat meninggalkan cara-cara lama mereka yang sangat beresiko dan mengkontruksikan cara baru tersebut kedalam diri mereka sehingga hal ini membawa sebuah perubahan sosial masyarakat dalam menghadapi bencana. Kata kunci: Perubahan Sosial, Masyarakat, Bencana ABSTRACT Social change of society in the face of disaster is an emerging issue of disaster-prone areas. Change is in the form of a change in attitude in the face of natural disasters so that as much as possible in the future to minimize the risk may occur. This study aimed to determine how social change of society in Banda Aceh in the face of disaster such as pre-tsunami, tsunami, and post-tsunami  in terms of knowledge,  beliefs, and actions. This study used qualitative descriptive  research  which  the  informants  were  attained  by applying  purposive  sampling method. To analyze this study, the researcher used the Social Construction Theory. Data were collected through conducting interviews and literature study, and then data were analyzed by using a qualitative approach. Results from this study were the social change of Banda Aceh society in pre-tsunami, tsunami and post-tsunami in dealing with disaster is very dynamic. These changes are reflected in how knowledge, beliefs, and actions of the society in a way that continues  to change  the face of disaster  ranging  from  pre-tsunami  period,  when  the tsunami  hit,  and  after  the  tsunami  happened.  At  the  time  of  the  pre-tsunami  period, knowledge, trust, and society actions are greatly influenced by religious and cultural doctrine in hereditary. So that at the time of the disaster, the society tends to use social construction as a way they deal with disasters. As a result, having poor knowledge of the particular tsunami disaster was claimed that it gets many victims. But after getting tsunami knowledge, beliefs, and actions of society for disasters have changed, it is because the dialectic process happened with the inclusion of a new understanding on how to face disasters in secular and based on empirical  science.  This influences  on knowledge,  beliefs, and their actions in the face of disaster. So that people leave their old and very risky ways and construct new way into them in order to bring a social change of society in the face of disaster
.Strategi Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Anak Dalam Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Penyandang Disabilitas Rahmat Aulia; Ade Irma
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi interpersonal orang tua dalam meningkatkan rasa percaya diri anak penyandang disabilitas kategori Tunagrahita, serta untuk mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi orang tua dalam meningkatkan rasa percaya diri anak penyandang disabilitas kategori Tunagrahita. Penelitian ini menggunakan teori Perencanaan Charles Berger dalam merencanakan komunikasi. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dengan orang tua yang mempunyai anak disabilitas kategori Tunagrahita. Hasil penelitian diperoleh bahwa orang tua menggunakan teori perencanaan yang dikemukakan Charles Berger, dengan terlebih dahulu menetapkan rencana-rencana sebagai gambaran untuk langkah-langkah atau kegiatan komunikasi yang akan dilakukan agar mencapai tujuan yang diharapkan. Langkah  yang dilakukan oleh Orang tua yaitu dengan merumuskan strategi komunikasi. Langkah pertama yaitu pendekatan secara individu kepada anak. Langkah kedua menyusun pesan berupa mencontohkan figur lain kepada anak dan memberikan nasehat. Langkah ketiga menetapkan metode yaitu memberikan contoh teladan kepada anak dan memberikan hukuman untuk membuat anak tidak mengulangi kesalahan yang sama. Faktor pendukung keberhasilan komunikasi interpersonal orang tua dan anak adalah kredibilitas, kemampuan intelektual, kepercayaan, kematangan tingkat emosional dan berorientasi kepada psikologis komunikan. Sementara faktor penghambat yaitu interaksi dan pengalaman. Kata Kunci:   Strategi Komunikasi Interpersonal, Orang tua, Anak, Penyandang Disabilitas, Teori Perencanaan.
Adaptasi Mahasiswa Pattani di Banda Aceh dalam Upaya Menghadapi Culture Shock (Studi pada Komunikasi Antar Budaya) Arief Fadhillah; Taqwaddin Taqwaddin; Nur Anisah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Abstrak. Mahasiswa Pattani yang menempuh pendidikan di Kota Banda Aceh mengalami culture shock akibat adanya perbedaan budaya. Untuk mengatasi culture shock, mereka melakukan adaptasi dengan budaya yang berlaku di Kota Banda Aceh. Strategi adaptasi yang dilakukan oleh mahasiswa Pattani ini merupakan obyek yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang membuat mereka tertarik untuk melanjutkan pendidikan di Kota Banda Aceh, untuk mengetahui gejala dan bentuk culture shock yang dialami oleh mahasiswa Pattani serta untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jumlah subjek sebanyak sepuluh orang mahasiswa asal Pattani yang tinggal dan kuliah di Kota Banda Aceh serta tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Pattani Indonesia (PMIPI) Banda Aceh. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan subjek mengalami gejala culture shock yang ditandai dengan adanya perasaan cemas, khawatir, merasa terisolasi, adanya penurunan kinerja, ketidakberdayaan, adanya permasalahan dalam berkomunikasi dan berinteraksi, serta timbulnya rasa rindu kepada kampung halaman. Strategi adaptasi yang dilakukan oleh para mahasiswa asal Pattani tersebut ialah dengan cara bergaul dengan sesama mahasiswa Pattani untuk mengurangi ketidaknyamanan terhadap budaya baru serta untuk mempermudah koordinasi dan komunikasi. Selain itu cara adaptasi yang dilakukan adalah dengan cara berinteraksi dan mengikuti kebiasaan masyarakat setempat. Kata Kunci: adaptasi, mahasiswa Pattani, culture shock. Abstract. Culture shock is one of the common issues that Pattani students encounter during their study in Banda Aceh. This research investigates Pattani students’ motivation to pursue their higher education in the city, symptoms and types of culture shock, and the ways they deal with them. The study applies qualitative methodology which involve ten Pattani  scholars who are associated in  Islamic Pattani students in Indonesia (PMIPI), Banda Aceh branch. Data were collected trough observations and interviews, and the result shows that the interviewees experience culture shock indications such as anxieties, isolated feelings, decreases in performance, helplessnesses, communication problems and home sicknesses. To overcome those challenges and ease their adjustment, they try to build better communication among themselves, interact with local people and adapt to local wisdom.
Pandangan Tokoh Masyarakat Aceh Barat Selatan Terhadap Penetapan Malik Mahmud Al-Haytar Sebagai Wali Nanggroe Aceh Muhammad Firdaus; Effendi Hasan; Maimun Maimun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Terbentuknya Lembaga WN merupakan hasil kesepakatan perdamaian antara RI dan GAM. Hasil nota kesepahaman tersebut, Pemerintah Pusat mengeluarkan UUPA/11/2006. Implementasi UUPA melahirkan Qanun Nomor 8 tahun 2012 tentang LWN. Qanun LWN disahkan pada tanggal 2 November 2012 oleh DPRA dan ditandatangani oleh Gubernur Zaini Abdullah pada tanggal 19 November 2012. Selanjutnya pada 16 Desember 2013 Pemerintah Aceh melantik Malik Mahmud Al-Haytar sebagai WN. Pelantikan tersebut mendapat kritikan serta penolakan, sebagian masyarakat menganggap penetapan Malik Mahmud Al-Haytar tidak melalui mekanisme dari ketentuan dan syarat yang tertuang dalam pasal 17 dan 18  Qanun LWN. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pandangan tokoh mayarakat Aceh Barat Selatan terhadap sosok Malik Mahmud, dan faktor terjadinya Pro Kontra, serta implikasi selama Malik Mahmud menjadi WN. Data yang diperoleh melalui penelitian ini yaitu kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku teks, jurnal, peraturan perundang-undangan, dll, yang berkaitan dengan penelitian ini, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan cara wawancara langsung informan yang sudah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh masyarakat ABAS memiliki berbagai pandangan bahwa penetapan Malik Mahmud Al-Haytar sebagai Pimpinan Lembaga WN merupakan hasil musyawarah elemen partai dan tokoh masyarakat. Sedangkan sebahagian tokoh masyarakat lainnya berpandangan bahwa penetapan Malik Mahmud Al-Haytar tidak transparansi serta proses penetapan tersebut tidak melalui mekanisme dari ketentuan syarat. Faktor muncul prokontra dikarenakan Sosok Malik Mahmud Al-Haytar yang memiliki ilmu agama dan pengetahuan yang kurang memadai dan tidak mencerminkan karisma seorang Wali. Hal ini yang dianggap oleh tokoh masyarakat ABAS timbul prokontra. Implikasi selama Malik Mahmud menjadi WN hanya sekedar acara Seremonial. Saran, proses pemilihan serta penetapan WL diharapkan kedepan harus sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku, agar proses tersebut mencerminkan demokratis. Kata Kunci: Kepemimpinan, Persepsi  ABSTRACT The formation of the institution of WN is the result of an agreement of peace between Indonesian and GAM. The results of the memorandum of understanding, the Central Government issued the UUPA/11/2006. Implementation of UUPA gave birth to regulations No. 8 in 2012 on LWN. LWN regulations passed on November 2, 2012 by DPRA and signed by Governor Zaini Abdullah on November 19, 2012. Next on December 16th, 2013 the Aceh Government appointed Malik Mahmud Al Haytar as WN. The inauguration got criticism and rejection, some people consider the setting of Malik Mahmud Al Haytar not through the mechanism of the terms and conditions contained in article 17 and 18 regulations LWN. The purpose of this research is to know the views of south West Aceh community leaders against a figure of Malik Mahmud, and factors occurrence pros and cons, as well as the implications for Malik Mahmud became WN. Data obtained through this research that literature and field. Library research done by reading textbooks, journals, legislation, etc, related to this research, while fieldwork is carried out by means of direct interviews informants has been set. The results showed that the socialite of South West Aceh  has a wide view that the determination of Malik Mahmud Al Haytar as leader Institution-WN is the result of deliberation elements of party and community leaders. While part of other community leaders argued that the determination of Malik Mahmud Al Haytar not transparency as well as the process of designation is not through the mechanism of the provisions of these terms. Factors appearing pros cons because the figure of Malik Mahmud Al Haytar who have religious knowledge and knowledge is inadequate and does not reflect the charisma of a guardian. This is considered by socialite of South West Aceh  incidence pros cons. Implications for Malik Mahmud became the WN is merely a ceremonial event. Solution, the selection process and the WL is expected in the future should be in accordance with the mechanisms and conditions, so that the process reflects democracy.
Analisis Manajemen Produksi Program Berita “Seputar Aceh” di RCTI Aceh An Nisa Dian Rahma; Hamdani M. Syam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini berjudul Analisis Manajemen Produksi Program Berita “Seputar Aceh” di RCTI Aceh. Manajemen produksi program bertujuan untuk mengatur strategi tim produksi untuk menjalankan proses produksi yang lebih baik. Program berita sangat wajib dimiliki oleh seluruh stasiun televisi karena menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan informasi. Oleh sebab itu, tidak mudah dalam menjalankan manajemen produksi program berita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen produksi yang diterapkan dalam program berita “Seputar Aceh” di RCTI Aceh. Teori yang digunakan adalah teori strukturasi dari Anthony Giddens dengan fokus penelitian manajemen program. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara semi terstruktur terhadap beberapa informan, observasi non participant, dan dokumentasi. Pemilihan informan dengan menggunakan teknik purposive, yaitu menentukan informan berdasarkan dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian, manajemen produksi program yang diterapkan dalam program berita “Seputar Aceh” sudah berjalan sesuai dengan prosedur standar manajemen produksi program, tetapi ada sedikit perbedaan manajemen produksi RCTI Aceh dengan RCTI pusat. Manajemen yang diterapkan meliputi perencanaan program, produksi program, eksekusi program, dan evaluasi program. Meskipun program berita “Seputar Aceh” sudah menerapkan standar manajemen program, tetapi masih  ditemukan beberapa kendala selama proses produksi.Kata Kunci: Manajemen Produksi Program, “Seputar Aceh” RCTI Aceh Abstract - This study, entitled Analysis of Production Management News Program "Seputar Aceh" in RCTI Aceh. Production management program aims to regulate the production team's strategy to run the production process better. News program must be owned by all TV stations for people's choice to get information. Therefore, it is not easy to run a news program production management. This study aims to determine how production management applied in the news program "Seputar Aceh" in RCTI Aceh. The theory used is the structuration theory by Anthony Giddens with a focus on program management. The method used in this research is qualitative method with descriptive approach. Data collection is done by interviews with several informants, non-participant observation, and documentation. The interviews were conducted by using purposive, determining informant based with some predetermined criteria. Based on the research, production management programs implemented in the news program "Seputar Aceh" has been running in accordance with standard procedures production management program, but there is little difference in production management between RCTI Aceh and RCTI central (Jakarta). Applied management includes program planning, program production, program execution, and evaluation of programs. Although the news program "Seputar Aceh" is already implementing program management standards, but still found some obstacles during the production process.Keyword: Production Management Program, “Seputar Aceh” RCTI Aceh

Page 2 of 3 | Total Record : 28