cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
KETERBUKAAN PIMPINAN DENGAN BAWAHAN ( Kantor Kecamatan Kluet Utara Aceh Selatan ) Ahmad Fasihul Lisan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.684 KB)

Abstract

Di lihat dari berbagai hambatan komunikasi yang ada, prestasi karyawan Kantor Camat Kluet Utara masih dapat ditingkatkan dengan syarat hambatan-hambatan yang ada di Kantor camat tersebut dihilangkan atau di kurangi. Upaya mengantisipasi perkembangan usaha di era globalisasi, perusahaan harus mempersiapkan manajemen yang baik sehingga dapat mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Para karyawan harus selalu berkerjasama antara satu dengan yang lainnya yang tergantung kepada saling pengertian melalui pelaksanaan komunikasi yang baik. Fokus dalam penelitian ini hanya terkait tentang keterbukaan komunikasi antara pimpinan dengan bawahan dalam organisasi di Kantor Camat Kluet Utara.            Teori yang digunakan adalah Teori Johari Window dan Teori X dan Y. Teori Johari Window merupakan perangkat sederhana dan berguna dalam mengilustrasikan dan meningkatkan kesadaran diri serta pengertian bersama individi-individu yang ada dalam suatu kelompok tertentu. Model ini juga berfungsi dalam meningkatkan hubungan antar kelompok yang sekaligus mengilustrasikan kembali proses memberi maupun menerima feedback. Teori X dan Y didasarkan pada berbagai asumsi tentang para karyawan atau pegawai dan bagaimana memotivasi mereka            Pendekatan Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif pada dasarnya menerangkan cara yang akan ditempuh oleh seorang peneliti dalam proses penelitian. Lokasi penelitian ini adalah Kantor Camat Kecamatan Kluet Utara yang terletak di jalan Nasional Simpang Empat kecamatan Kluet Utara kabupaten Aceh Selatan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data diolah dengan reduksi data, display data, mengambil kesimpulan dan verifikasi.            Hasil penelitian yang diperoleh adalah: 1). Keterbukaan komunikasi antara pimpinan dengan bawahan dalam organisasi” (studi pada kantor Kecamatan Kluet Utara Aceh Selatan) sudah berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Usaha menciptakan keterbukaan komunikasi antara pimpinan kepada bawahan berjalan dengan baik di Kantor Kecamatan Kluet Utara Aceh Selatan, pimpinan di Kantor Kecamatan Kluet Utara Aceh Selatan mengadakan pertemuan dan musyawarah dengan pegawainya dan memberikan informasi melalui metode pola komunikasi internal dan rapat internal dengan karyawannya di instansi. 2). Hambatan-hambatan dalam menjalankan fungsi-fungsinya seperti bonus yang belum sesuai dari atasan sebagai apresiasi terhadap prestasi yang diperoleh. 
KONDISI KELUARGA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANAK (Studi Pada SMPN 1 Kutapanjang Kecamatan Kutapanjang Kabupaten Gayo Lues) Nuraini Nuraini; Zakaria A Jalil
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.746 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi keluarga terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 1 Kutapanjang tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan teori Struktural Fungsional untuk menjelaskan masalah penelitian. Penelitian ini menggunakan metode Regresi dengan pendekatan kuantitatif untuk menjelaskan masalah penelitian yang menjadi populasi  penelitian seluruh  siswa SMP Negeri 1 Kutapanjang tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 175 siswa. Penentuan sample dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sample yang terlibat dalam penelitian ini 110 sample yaitu orang tua siswa siswi kelas VIII dan siswa-siswi kelas VIII di sekolah SMP Negri 1 Kutapanjang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket.  Teknik analisis menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Terdapat pengaruh antara kondisi keluarga dengan prestasi belajar siswa SMPN 1 Kutapanjang yaitu sebesar 55,5% hal ini ditunjukkan dengan nilai f hitung = 66.951 dengan tingkat signifikan sebesar 0,0000,05, dan diperoleh koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,555. Koefisien regresi X sebesar 0,312 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai kondisi keluarga, maka nilai partisipasi bertambah sebesar 0,312. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel kondisi keluarga terhadap prestasi anak  adalah positif. Kata Kunci: Kondisi Keluarga, Prestasi Belajar  FAMILY CONDITION AND EFFECT ON CHILDREN LEARNING ACHIEVEMENT  (Study At SMPN 1 Kutapanjang, District Kutapanjang, Gayo Lues District)ABSTRACT This study aims to determine the effect of family conditions on student achievement SMP Negeri 1 Kutapanjang academic year 2016/2017. This research uses the Functional Structural theory to explain the research problem. This research uses regression method with quantitative approach to explain research problem becoming research population all students of SMP Negeri 1 Kutapanjang 2016/2017 academic year which amounted to 175 students. Determination of sample by using purposive sampling technique. The sample involved in this research is 110 sample that is the parent of student of class VIII and student of class VIII in junior high school of Negeri 1 Kutapanjang. Technique of collecting data using questionnaire method. The analytical technique uses a simple linear regression technique. The result of research shows that: There is influence between family condition with student achievement of SMPN 1 Kutapanjang that is equal to 55,5% this is indicated by f count value = 66.951 with significant level of 0,000 0,05, and obtained coefficient of determination (R Square) of 0.555. The regression coefficient X of 0.312 states that each addition of 1% of the family condition value, then the value of participation increased by 0.312. The regression coefficient is positive, so it can be said that the direction of the influence of the family condition variable on the child's achievement is positive. Keywords: Family Condition, Learning Achievement
Dana Aspirasi dan Pola Hubungan Konstituen Dengan Wakil Di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Muhammad Afnan Muhammad Afnan; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKDalam negara yang menganut sistem demokrasi, salah satu fungsi utama lembaga perwakialn adalah fungsi perwakilan (representasi). Sebagai fungsi representasinya, anggota DPRA berhak memperjuangkan aspirasi dari konstituen. Dalam memperjuangkankan aspirasi dari konstituen sekarang ini menjadi lebih mudah yang dihadapi oleh DPRA, hal ini karena adanya program dana aspirasi yang disediakan untuk anggota DPRA memperjuangkan aspirasi dari konstituennya. Penyaluran dana aspirasi bisa berjalan maksimal apabila ada pola hubungan yang berjalan dengan baik antara anggota DPRA dan konstituen.Tujuan penelitian untuk melihat apakah penyaluran dana aspirasi yang dilakukan DPRA sudah tepat sasaraan serta melihat pola hubungan antara konstituen dengan DPRA pasca pemilu 2014 dengan adanya penyaluran program dana aspirasi.MetodePenelitian menggunakan metode kualitatif serta pendekatan deskriptif, pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membacaberbagai literatur seperti buku-buku, majalah, jurnal, dan laporan penelitian serta yang lainnya yang berkaitan dengan penelitian. Sedangkan pengumpulan data lapangan dilakukan dengan cara pengumpulan data lokasi penelitian dan wawancara informan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran dana aspirasi masih banyak yang belum tepat sasaran, hal ini disebabkan oleh komunikasi yang kurang baik antara konstituen dan DPRA, kemudian adanya kelompok-kelompok fiktif yang mengatasnamakan rakyat banyak juga mengakibatkan penyaluran dana aspirasi tidak tepat sasaran. Pola hubungan antara anggota DPRA dan konstituen dengan adanya dana aspirasi berjalan dengan baik, hal ini disebabkan oleh konstituen beranggapan bahwa anggota DPRA yang memperjuangkan aspirasinya adalah bekerja untuk kepentingan masyarakat.Kepada DPRA kedepan sebelum menyalurkan dana aspirasi agar terlebih dahulu melakukan reses, supaya kedepan program yang disalurkan dari dana aspirasi tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat banyak. Kepada masyarakat agar mendukung DPRA pada saat melakukan reses, sehingga memudahkan DPRA dala menyerap aspirasi dari konstituen.  Kata Kunci: Dana Aspirasi,Pola Hubungan, DPRA dan Konstituen.ABSTRACTASPIRATION FUND AND RELATIONSHIP PATTERN BETWEEN ACEH PROVINCIAL PARLIAMENT (DPRA) AND CONSTITUENTS             In countries that embrace thedemocratic system, one of the main functions of representative institutions is representation. In its function as a representative, member of Aceh Provincial Parliament (DPRA) is entitled to fight for the aspirations of their constituents. Now DPRA becomes easier in fighting for the aspirations because of aspiration fund programs provided for members of DPRA. However, the aspiration fund couldbe distributedwell if there is a pattern of relationships that go well between members of provincial Parliament and constituents.             This study aims to determine whether the distribution of aspirations fund has been right on target and to see the pattern of relationships between constituents with DPRA after the elections in 2014 with the distribution of aspiration fund program.             The research employed the qualitative methodand descriptiveapproach. Datawere collected through library and field research. Library research was carried out by reading a variety of literature such as books, magazines, journals, and research reports as well as other readings related to the research. Whereas, the field research was done by collecting data from research sites and interviewing informants.             The results showed that the distribution of aspiration fund was not on target. It resulted frompoor communication between constituents and parliaments, and there werefictitious groups who claimed that they worked on behalf of the people. The pattern of relationships between members of provincial parliament and constituent runs properly due to constituents’ assumption that members of DPRA who fought for their aspirations worked for the benefit of society.             It is suggested that the DPRA do a recess before channeling the aspiration fund so that the programs channeled fromaspiration fund in the future are right on the targetand beneficial to society. It is also expected that the public support the DPRA at the time of recessto ease them in absorbing the aspirations of their constituents. Keywords: Aspiration Fund, Relationship Pattern, DPRA, and constituents.
Komunikasi Interpersonal Mahasiswa pada Media Sosial Facebook Khairil Anwar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.342 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Komunikasi Interpersonal Mahasiswa pada Media Sosial Facebook” yang dilakukan pada mahasiswa STKIP Muhammadiyah Abdya. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran dan hambatan komunikasi interpersonal di Facebook pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dengan metode kualitatif deskriptif. Informasi diperoleh melalui wawancara dan observasi pada 10 orang mahasiswa, yang memiliki latar budaya berbeda, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi mahasiswa di Facebook sudah melalui tahapan-tahapan komunikasi interpersonal, yaitu keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif dan kesamaan. Tahapan ini berkembang dengan baik (positif) dalam mendukung jalinan komunikasi. Mahasiswa yang terlibat komunikasi lebih cendrung menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa penghubung, begitupun saat mendapati bahasa daerah. Komunikasi terjadi secara persuasif dan dampak yang muncul lebih berupa dampak kognitif. Sedangkan hambatan yang paling dirasa mempengaruhi komunikasi adalah hambatan semantik dan hambatan manusiawi. Hambatan tersebut diakui informan tidak menimbulkan dampak yang signifikan dalam menghambat hubungan komunikasi antar mahasiswa di Facebook.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Facebook, Hambatan KomunikasiABSTRACT This research entitled "Student Interpersonal Communication on Social Media Facebook" conducted on students STKIP Muhammadiyah Abdya. The purpose of this study is to know the description and barriers of interpersonal communication on Facebook to students. This research uses the theory of symbolic interaction with descriptive qualitative method. Information obtained through interviews and observations on 10 students, who have a different cultural background, was chosen using purposive sampling technique. The results showed that student communication on Facebook has been through the stages of interpersonal communication, namely openness, empathy, support, positive feelings and similarities. This stage is well developed (positive) in support of communication ties. Students who engage in communication more tends to use the Indonesian language as a liaison language, as well as finding local languages. Communication occurs persuasively and impacts are more likely to be cognitive impacts. While the most perceived barriers to communication are semantic barriers and human barriers. These barriers are recognized informants do not cause a significant impact in inhibiting communication between students on Facebook.Keywords: Interpersonal Communication, Facebook, Communication Barrier
Pengaruh Intensitas Menonton Sinetron “Dunia Terbaik Di Rcti” Terhadap Persepsi Ibu Rumah Tangga Mengenai Keterbalikan Status Pekerjaan Laki-Laki Dan Perempuan (Studi Pada Ibu Rumah Tangga Desa Tanjung Selamat Kabupaten Aceh Besar), Effect Of Intensity Watching Sinetron "The World Of The Best In Rcti" To The Perception Of Household Mother About Disabled Status Of Workboy And Girl(Study On Household Mothersvillage Tanjungwelcome To Big Aceh District) Julaina Julaina; Hamdani M Syam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Pengaruh Intensitas Menonton Sinetron “Dunia Terbaik Di Rcti” Terhadap Persepsi Ibu Rumah Tangga Mengenai Keterbalikan Status Pekerjaan Laki-Laki Dan Perempuan (Studi Pada Ibu Rumah Tangga Desa Tanjung Selamat Kabupaten Aceh Besar)ABSTRAKPengaruh Intensitas Menonton Sinetron Dunia Terbalik di RCTI Terhadap Persepsi Ibu Rumah Tangga Mengenai Keterbalikan Status Pekerjaan Laki-laki dan Perempuan”. Hal ini  sesuai dengan teori kultivasi bahwa penonoton dapat membentuk persepsi berdasarkan apa yang ditontonnnya. Hal ini sebagai hasil dari mengkonsumsi pesan media dalam jangka panjang. Tujuan  dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas menonton sinetron “Dunia Terbalik di RCTI” terhadap persepsi ibu rumah tangga mengenai keterbalikan status pekerjaan laki-laki dan perempuan di Desa Tanjung Selamat Kabupaten Aceh Besar. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, teknik pengam bilan sampel dilakukan secara random. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 ibu rumah tangga. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Data dianalisis dengan menggunkan uji validitas dan reliabilitas, analisis distribusi frekuensi dan uji korelasi produk moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t-hitung untuk variabel intensitas menonton dan persepsi ibu rumah tangga terhadap keterbalikan status pekerjaan perempuan dan laki-laki adalah sebesar 12,011 yang bearti bahwa nilai t-hitung lebih besar dari pada t- tabel 12,01 2,00. Hal ini menyimpulkan bahwa intensitas menonton mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap persepsi ibu rumah tangga terhadap keterbalikan status pekerjaan laki-laki dan perempuan di Desa Tanjung Selamat Aceh Besar.Kata Kunci: Pengaruh Intensitas Menonton Sinetron, Persepsi ibu rumah tangga. Effect Of Intensity Watching Sinetron "The World Of The Best In Rcti" To The Perception Of Household Mother About Disabled Status Of Workboy And Girl(Study On Household Mothersvillage Tanjungwelcome To Big Aceh District)ABSTRACTThe Influence of Intensity of Watching Reverse Industrial Sinetron on RCTI Against Perception of Housewife Concerning the Reversal of Male and Female Employment Status ". This is consistent with the cultivation theory that the viewers can form a perception based on what they watched. This is as a result of consuming media messages in the long run. The purpose of this research is to know the effect of intensity of watching soap opera "The Reverse World in RCTI" to perception of housewife about the reversal of work status of men and women in Tanjung Selamat Village, Aceh Besar District. Approach in this research is quantitative approach, sampling technique done by random. The sample in this study amounted to 75 housewives. Data collection techniques used questionnaires. Data were analyzed by using validity and reliability test, frequency distribution and product moment correlation test. The result of the research shows that the t-count value for the variable of watching intensity and the perception of the housewife toward the reversal of work status of women and men is 12,011 which means that the t-count is bigger than t table 12,01 2,00 . This concludes that the intensity of the watch has a significant effect on the perception of the housewife on the reversal of employment status of men and women in TanjungBesar Aceh Besar Village. Keywords: Effect of Intensity Watching Sinetron, Perception of housewife.  
DAMPAK WISATAWAN ASING TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT M Furqan; Khairulyadi Khairulyadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.196 KB)

Abstract

ABSTRAKPariwisata selalu mempertemukan dua atau lebih kebudayaan yang akan menghasilkan berbagai proses perubahan seperti akulturasi, dominasi, asimilasi, adopsi, adaptasi dan sebagainya. Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Lhoknga telah membawa pengaruh terhadap masyarakat lokal di daerah sekitar objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pariwisata terhadap perubahan sosial budaya masyarakat dan mengetahui bentuk perubahan sosial budaya yang terjadi pada masyarakat Lhoknga akibat perkembangan pariwisata. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya perubahan sosial budaya pada masyarakat lokal di Mukim Lhoknga, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Dampak positif yaitu, dengan adanya pariwisata telah membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal, dapat meningkatkan pendapatan ekonomi, mampu menguasai bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Jepang, terbukanya akses bagi masyarakat lokal ke jaringan yang lebih luas, memperlihatkan keindahan alam dan budaya yang tak lepas dari rasa untuk meningkatkan persaudaraan dalam lingkungan nasional dan internasional Sedangkan dampak negatif yaitu, lunturnya budaya lokal (tradisional) akibat masuknya budaya luar (modern). Adapun bentuk-bentuk perubahan dapat dilihat dari dua segi yaitu perubahan segi sosial dan perubahan dari segi budaya. Bentuk perubahan secara sosial yaitu terjadinya perubahan struktur sosial masyarakat lokal dengan beralihnya sektor pekerjaan dari petani atau nelayan ke sektor industri, Meningkatnya keinginan untuk berpendidikan tinggi, sedangkan perubahan budaya yaitu terjadinya perkawinan dari dua unsur budaya yang berbeda, perubahan pada penggunaan bahasa, perubahan cara berpakaian dan perubahan perilaku dalam keluarga. Kata Kunci : Pariwisata, Wisatawan Asing Mancanegara, Perubahan Sosial, Perubahan Budaya. ABSTRACTTourism always brings together two or more cultures that will result in various processes of change such as acculturation, domination, assimilation, adoption, adaptation and so on. Foreign tourists which visit Lhoknga influencing local people in the area around the tourism site. This study aims to determine the impact of tourism on socio-cultural changes of society and to know the form of socio-cultural changes that occur in the people of Lhoknga due to the development of tourism. This research methodology used qualitative approach with descriptive study model. From the results of the study indicate that the occurrence of socio-cultural changes in local communities in Mukim Lhoknga, District Lhoknga Aceh Besar District. The positive impact that is, tourism has opened up new jobs for local people, increasing economic income, many people speaks in several foreign languages, such as English, Japanese, open access for local communities to a wider network, showing unspoiled natural and cultural beauty Apart from the sense to increase the fraternity in national and international environment While the negative impact that is, the dissolution of local culture (traditional) due to the entry of outside culture (modern). The forms of change can be seen from two aspects, those are changes in social terms and changes in terms of culture. The form of social change is the change of social structure of the local community by the shifting of the employment sector from farmers or fishermen to the industrial sector, increasing the desire for higher education, while the cultural change is the occurrence of marriage of two different cultural elements, changes in the use of language, And behavioral changes in the family. Keywords: Tourism, Foreign Tourist, Social Change, Cultural Change.
Pemetaan Konflik Sosial Masyarakat Di Aceh Selatan (Studi Deskriptif Konflik Sosial Masyar Indra Dermawan; Zaainal Abidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK - Konflik dalam masyarakat terutama banyak disebabkan oleh cara menyikapi perbedaan yang muncul, baik perbedaan kepentingan, persepsi, identitas, pekerjaan dan jabatan. Faktor lain karena adanya kelompok-kelompok kepentingan, lembaga-lembaga organisasi, dan kelas-kelas sosial dalam masyarakat yang tidak selalu memiliki kepentingan yang sama dan serasi. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk menganalisa konflik apa saja yang terjadi di kemukiman Alue Paku. Kedua, Menganalisa Bagaimana mekanisme penyelesaian konflik sosial di kemukiman Alue Paku. Penelitian ini dilakukan di mukiman Alue Paku Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan. Teori yang digunakan dalam pemetaan konflik adalah teori konflik. Penelitian merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini juga diperoleh dari informan. Sedangkan metode pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bentuk konflik apa saja yang terjadi di kemukiman Alue Paku. Dari hasil wawancara dan observasi peneliti dilapangan, ada beberapa jenis konflik sosial di kemukiman Alue Paku yaitu konflik antara masyarakat dengan pemerintah gampong, konflik perebutan tanah, perbedaan padangan dalam tatacara ibadah dan konflik terjadi karena perbedaan pandangan politik yang mengakibatkan perkelahian dan percekcokan serta putusnya tali silaturrahmi. Bagaimana mekanisme penyelesaian konflik sosial di kemukiman Alue Paku. Dari hasil observasi dan hasil wawancara mekanisme penyelesaian konflik sosial di kemukiman Alue Paku dilakukan dengan cara memperkuat persatuan pemuda gampong melalui olah raga, mengadakan gotong royong, mengadakan musyawarah jika terjadi konflik antar warga. Sehingga masyarakat Alue Paku terlihat hidup harmonis dan terjaganya tali silaturrahmi antar sesama warga. Saran kepada masyarakat Alue Paku untuk menumbuhkan kesadaran diri dengan menghargai segala bentuk perbedaan suku, bangsa, dan agama. Menjalin hubungan komunikasi yang baik antar masyarakat di kemukiman Alue Paku, Mengubah pola pikir dan prilaku yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Menjadi pribadi yang mampu mencerminkan teladan yang baik bagi semua. Dan menciptakan kehidupan masyarakat, yang aman, damai, dan sejahtera dengan menjalankan semua aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat Alue Paku. Kata Kunci : Konflik, Pemetaan, Masyarakat Pedesaan.  ABSTRACT -Many conflicts in the community, especially by the manner in addressing the differences that arise, whether differences in interests, perceptions, identity, employment and occupation. Another factor for their interest groups, institutions organizations, and social classes in society who do not always have the same interests and harmonious. The purpose of this study is the first to analyze the conflict what is happening in Alue Paku. Second, How to Analyze social conflict resolution mechanisms in Alue Paku. This research was conducted in settlements Alue Paku Sawang subdistrict South Aceh District. The theory used in the mapping of the conflict is a conflict theory. The study is a qualitative descriptive study. The research data was also obtained from informants. While the method of data collection in the study were observation and interviews. Results showed any form of conflict that occurred in the settlement of Alue Paku. From interviews and observations of researchers in the field, there are several types of social conflict in Alue Paku is the conflict between the public and the government village, conflicts over land, different views on the rites and conflicts occur because of differences in political views led to fights and quarrels and break the rope Hospitality, How social conflict resolution mechanism in the settlement of Alue Paku. From interviews and observations of researchers in the field, there are several types of social conflict in the settlement of Alue Paku is the conflict between the public and the government village, conflicts over land, different views on the rites and conflicts occur because of differences in political views led to fights and quarrels and break ties , So that people Alue Paku seen live in harmony and preservation of ties between fellow citizens. Nail Alue advice to the public to raise awareness of ourselves with respect to all forms of differences in ethnicity, race, and religion. Liaise good communication between communities in settlements Alue Paku, Changing patterns of thought and behavior in accordance with the norms prevailing in society. Being personally able to reflect a good example for all. And creating a community life, a safe, peaceful, and prosperous by running all the rules that apply in the community Alue Paku.
PERNIKAHAN ANTAR AGAMA (Studi Fenomenologi pada Konversi Agama karena Menikah di Kecamatan Sidikalang, Sumatera Utara) RIRIS SIJABAT
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKSidikalang mempunyai keberagaman agama, dua diantaranya agama paling banyak pemeluknya yaitu Islam dan Kristen.Keberagaman serta kerukunan tersebut melahirkan suatu kondisi dimana lahirnya sebuah fenomena didalam masyarakat, yaitu pindah agama atau yang dikenal dengan istilah konversi agama.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang faktor-faktor  penyebabterjadinya konversi agama (pindah agama menjadi Islam ) di kecamatan Sidikalang dan untuk memperoleh gambaran umum mengenai kehidupan rumah tangga bagi mereka yang melakukan konversi agama karena menikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Subjek penelitian ini sebanyak 8 orang, 4 perempuan yang melakukan konversi agama, 1 laki-laki yang menikah dengan perempuan yang melakukan konversi agama dan 2 orangtua yang memiliki anak yang melakukan konversi agama dan 1 orang tokoh Agama Kristen.Lokasi peneltian ini adalah di Kecamatan Sidikalang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fenomenologi.Schutz (1967) beranggapan bahwa dunia sosial keseharian senantiasa merupakan sesuatu yang intersubjektif dan pengalaman penuh dengan makna. Schutz meletakkan hakikat kondisi manusia dalam pengalaman subjektif dalam bertindak dan mengambil sikap terhadap dunia kehidupan sehari-hari. Schutz mengikuti Husserl dengan menyatakan bahwa proses pemahaman aktual kegiatan kita dan memberi makna padanya, dapat dihasilkan melalui refleksi atas tingkah laku.Dengan demikian, fenomena yang ditampakkan oleh individu merupakan refleksi dari pengalaman transendental dan pemahaman tentang makna atau verstehen tersebut (Collin, 1997). Hasil dari penelitian ini adalah bahwa faktor penyebab konversi agama adalah hamil diluar nikah, toleransi dan kerukunan agama yang tinggi, pengaruh orang terdekat dan ikatan marga. Kata Kunci: Konversi Agama, Menikahjudul b.inggris:WEDDING OF RELIGION (Phenomenology Study on Religious Conversion due to Married in Sidikalang Sub-district, North Sumatera)ABSTRACT Sidikalang has a diversity of religions, two of which are the most religious followers of Islam and Kristen. Diversity and harmony is born a condition where the birth of a phenomenon in the community, ie convert or known by the conversion of religion.The purpose of this research is to obtain information about the factors causing conversion of religion (convert to Islam) in Sidikalang subdistrict and to get the general picture about the life of household for those who convert religion by marriage. This research uses qualitative approach of phenomenology, with data collection technique that is observation, interview, documentation and literature study.The subjects of this study were 8 people, 4 women who converted religion, 1 men married to women who converted religion and 2 parents who have children who convert religion and 1 Christian figure. This location of research is in District Sidikalang . The theory used in this research is phenomenology theory.Schutz (1967) assumes that the social world of daily life is always something intersubjective and experience full of meaning. Schutz laid the essence of the human condition in a subjective experience in acting and taking an attitude toward the world of everyday life. Schutz follows Husserl by stating that the process of actual understanding of our activities and of giving meaning to them can be produced by reflection on behavior. Thus, the phenomenon expressed by the individual is a reflection of the transcendental experience and the understanding of that meaning or verstehen (Collin, 1997). The result of this study is that the factors that cause religious conversion are pregnant out of wedlock, tolerance and high religious harmony, the influence of the nearest person and the clan bond. Keywords: Religious Conversion, Married
Perilaku sosial penderita lupus terhadap penyesuaian diri di kalangan masyarakat (studi pada pasien penderita lupus di RSUDZA) Nellyana Fitri; Zulfan Zulfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Penyakit Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit radang atau inflamasi multisistem yang penyebabnya diduga karena adanya perubahan sistem imun. Penyakit lupus sendiri sejatinya bukanlah merupakan penyakit menular, tapi para odapus sebutan bagi penderita lupus harus berobat sepanjang hidupnya. terdapatnya perbedaan sosial terhadap masyarakat cenderung membuat penderita lupus minder karena kondisi sosialnya yang berbeda, dimana dia harus membatasi aktifitasnya akibat kondisi fisik yang tidak menentu membuatnya semakin kacau dan emosional, masyarakat hanya mendengar penyakit nya saja tetapi masyarakat kurang untuk mengenali dan memotivasi penderita lupus tersebut agar semangat melawan penyakit dan saling membantu dalam mengatasi kesulitan yang diderita oleh penderita lupus, malah acuh seakan penderita lupus hanyalah individu yang hanya merasa sakit di fisiknya saja padahal penderita lupus memilki tekanan sosial dan kurangnya dukungan sosial terhadap masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengapa penderita lupus sulit untuk menyesuaikan diri di kalangan masyarakat dan bagaimana orang-orang memaknai perilaku sosial penderita lupus di dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui bagaimana perilaku sosial penderita lupus terhadap penyesuaian diri di kalangan masyarakat dan mendeskripsikan tentang bahaya penyakit lupus dan perjuangan penderita lupus dalam kehidupan sosial masyarakat. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis metode purposive sampling, dengan melakukan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sulit nya penderita lupus menyesuaikan diri di kalangan masyarakat akibat dari kurang percaya diri dalam berperilaku, tidak adanya dukungan sosial, masyarakat kurang memahami tentang bahaya penyakit lupus.                                               ABSTRACTSystemic Lupus Erythematosus disease (SLE) is an inflammatory disease of multisystems whose cause is thought to be change in the immune system. Lupus disease it self is not actually an infectious disease, but the odapus designation for lupus patients should seek treatment throughout his life. the existence of social differences to the society tend to make the lupus minder sufferer because of his different social conditions, where he must limit his activities because to the uncertain physical condition makes him more distracted and emotional, the public only hear his disease but the society is less to recognize and motivate the sufferer lupus is so that the spirit of fighting disease and mutual help in overcoming the difficulty suffered by people with lupus, even indifferent as lupus patients are only individual who only feel the pain in the physical course lupus only when people have social pressure and lack of social support to the society. The problem formulation of study is why lupus patient find it difficult to adapt in society and how people interpret the social behavior of lupus patient in everyday life. This study aimed to find out how the social behavior of lupus patients to adjust them selve in the society and describe the dangers of lupus and the struggle of lupus patients in social life of society. The theory in this study use the phenomenology theory of Alfred Schutz. This research use qualitative method with purposive for example method, by doing observation and interview as data collection technique. The results showed that it is difficult for people with lupus to adjust themselves to the society cause to lack of confidence in behavior, lack of social support, the society  is less understanding about the danger of lupus disease.
STRATEGI PEMENANGAN CALEG DPRK DARI PARTAI ACEH DI WILAYAH KABUPATEN ACEH JAYA PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2014 Rita Ayunanda; Maimun M.A
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.882 KB)

Abstract

Strategi pemenangan caleg DPRK dari Partai Aceh di Kabupaten Aceh Jaya pada pemilu legislatif tahun 2014 yaitu dengan aktifnya sosialisasi tim pemenangan di masyarakat yaitu tentang bagaimana sejarah konflik di Aceh antara GAM RI,  semata-mata perjuangan GAM tersebut untuk memperjuangkan bangsa Aceh lebih makmur, sejahtera dan berdaulat disegala sektor, karena sebelumnya terjadi ketimpangan ekonomi dan sosial di masyarakat Aceh yang sangat luar biasa, dari perjuangan tersebut lahirlah perjanjian damai yaitu MoU Helsinki dan UUPA yang disahka dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, metode deskriptif dapat diartikan sebagai suatu penelitian yang diarahkan memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistematif dan akurat mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Strategi Sistem Rekrutmen Caleg dengan melibatkan masyarakat secara langsun juga berpengaruh besar dalam kemenangan, dimana proses rekrutmen caleg DPRK dari Partai Aceh ini juga melibatkan tokoh masyarakat, Ulama, serta tokoh gampong dalam melahirkan kandidat unggulan untuk mewakili daerah yang di usung oleh Partai Aceh dengan semangat kebersamaan inilah Caleg yang diusung menjadi perwakilan bersama antara Partai Aceh dengan Masyarakat. Kampanye Langsung juga menjadi strategi dalam berkampanye Partai Aceh Kabupaten Aceh Jaya selain berkempanye di panggung yang di sediakan oleh KIP di setiap dapil juga turun langsung ke Gampong-gampong untuk bersilaturahmi dengan masyarakat dan mensosialisasikan program-program unggulan supaya memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat bawah, Menawarkan program-program unggulan Partai Aceh yang pro rakyat seperti Malem Dagang, Tunjangan Biaya pendidikan untuk semua pelajar, Tunjangan Hidup bagi Lansia, Pembebasan Biaya Rekening Listrik, Biaya pendamping untuk pasien rujukan serta subsidi pupuk dan benih pertanian. Karena strategi-strategi itulah Partai Aceh di Kabupaten Aceh Jaya meraih kemenangan dalam pemilu legislatif tahun 2014. Dalam kemenangan Partai Aceh di Kabupaten Aceh Jaya pada pemilu legislatif tahun 2014 juga tidak terlepas dari faktor-faktor yaitu : dukungan Ulama-ulama Dayah sehingga dengan pengaruh tokoh-tokoh Agama inilah dukungan dari masyarakat menjadi lebih mudah diraih, dan juga adanya Tokoh kunci Partai Aceh yaitu Bapak Bupati Aceh Jaya Ir.H. Azhar Abdurrahman yang sangat berpengaruh di dalam masyarkat Aceh Jaya sehingga ada jaminan bagi masyarakat untuk mendukung Caleg yang diusung dari Partai Aceh kembali.Winning Strategy Of DPRK Legislative Candidates (CALEG) from Partai Aceh in Aceh Jaya District In Legislative Election (PEMILU) In 2014The strategy for winning legislative candidates from Partai Aceh in Aceh Jaya District in legislative elections in 2014 is to actively socialize the winning team in the community that is about how the history of conflict in Aceh between GAM RI, merely the struggle of GAM to fight the Acehnese more prosperous, prosperous sovereign and sovereign in all sectors, because of the unprecedented economic and social imbalance in Aceh society, from the struggle was born peace agreement that is Helsinki and UUPA MoU which dikahka in Law Number 6 Year 2006 About Aceh Government. This research is a qualitative research with descriptive method, descriptive method can be interpreted as a research directed to give the symptoms, facts or events in a systematic and accurate about the properties of a particular population or region. This research uses qualitative approach. The Strategy of Recruitment System Caleg by involving the community directly also has a big influence in the victory, where the recruitment process of legislative candidate of Aceh Party Party also involves community leaders, Ulama, and gampong leaders in giving birth candidates to represent represented areas in stretcher by Partai Aceh with the spirit of togetherness this is the Caleg which was promoted to the joint representation of Aceh Party with the Community. Direct Campaign is also a strategy in campaigning Aceh Aceh Aceh Jaya Party in addition to campaigning on the stage provided by the KIP in every dapil also down directly to Gampong to stay in touch with the community and socialize superior programs in order to have a direct proximity to the community down, Offering flagship programs of the pro-people Aceh Party such as Malem Dagang, Allowance of tuition fees for all students, Life allowance for the Elderly, Electricity Account Exemption, Escalation fee for referral patients and fertilizer subsidy and agricultural seeds. It is because of these strategies that Aceh Party in Aceh Jaya District won the legislative election in 2014. In Aceh Jaya's victory in Aceh Jaya Regency in legislative election year 2014 also can not be separated from factors that are: support of Ulama-ulama Dayah so that by influence of figure -This religion is the support of the community becomes more easily achieved, and also the key figures of Aceh Party, namely the Regent of Aceh Jaya Ir.H. Azhar Abdurrahman who is very influential in the community of Aceh Jaya so there is a guarantee for the community to support the Caleg that carried from the Aceh Party back.

Page 24 of 102 | Total Record : 1018