cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
Fenomena Reverse Culture Shock Pada Mahasiswa Aceh yang Pernah Tinggal Sementara di Luar Negeri Pocut Shaliha Finzia Panglima Polem; Nur Anisah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Abstrak. Reverse Culture Shock adalah sebuah fenomena yang cenderung dialami oleh individu yang pernah tinggal sementara di suatu daerah asing dan kembali lagi ke lingkungan asalnya. Perubahan yang terjadi pada diri individu tersebut selama tinggal sementara di luar negeri dan perubahan yang terjadi pada orang-orang dan lingkungan asalnya membuat individu tersebut harus beradaptasi kembali setelah kembali ke lingkungan dan budaya asal (dalam hal ini Aceh). Sebanyak 7 orang mahasiswa Aceh yang pernah tinggal minimal satu tahun di luar negeri diteliti melalui wawancara dan dokumentasi mengenai bentuk-bentuk reverse culture shock yang dialaminya serta upaya untuk menghadapinya. Hasil penelitian terhadap ketujuh mahasiwa Aceh tersebut menunjukkan bahwa bentuk-bentuk reverse culture shock yang dialami antara lain; perasaan campur aduk ketika akan kembali ke lingkungan asal, perasaan rindu akan host country, percampuran bahasa host country dengan bahasa lokal, perubahan citarasa makanan, kesulitan memaknai harga barang atau jasa, perasaan jenuh terhadap keadaan dan rutinitas di lungkungan asal, perubahan kebiasaan dan perbedaan standar kenyamanan diri dan ruang, perbedaan cara memaknai waktu, serta perbedaan nilai dan norma. Diantara upaya yang dilakukan oleh para informan dalam mengahadapi reverse culture shock antara lain dengan menjaga pikiran agar tetap positif dalam melihat sesuatu hal, mengingatkan diri kembali bahwa mereka tidak lagi berada di host country, mencari rutinitas dan teman baru, serta mencari kelompok atau orang-orang yang memiliki pengalaman yang mirip dengan mereka sehingga dapat saling bertukar pikiran dan berbagi perasaan untuk mengurangi tekanan batin yang dirasakannya.The Phenomenon of Reverse Culture Shock on Acehnese Students Who have Temporarily Lived AbroadAbstract. Reverse Culture Shock is a phenomenon that is likely to be experienced by individuals who have lived temporarily in a foreign area and return to their home environment. The changes that happened to the individuals during their temporary stay abroad and changes that also occurred in their home environment and people they used to know force the individuals to readapt after returning back to their home environment and culture of origin (in this case is Aceh). A total of seven students in Aceh who have lived at least one year abroad were investigated through interviews and documentation regarding the forms of reverse culture shock they experienced and the coping strategies they applied. The research on the seven Acehnese students shows that the forms of reverse culture shock experienced by them are; mixed feelings upon returning to the home country, longing for their host country, language, food, price of goods or services, boredom, space and self-satisfaction, time, and the values and norms. The coping strategies that applied by informants are by keeping the positive thinking about everything, reminding themselves that they are no longer in their host country, looking for new routines and friends, as well as looking for groups or people who have a similar experience with them that enable them to exchange ideas and share feelings to reduce psychological stress that their felt.
Proses Komunikasi Intrapersonal Terhadap Pengambilan Keputusan Dalam Menentukan Orientasi Seksual Pada Gay (Studi di Kota Banda Aceh) Beby Novalia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Proses Komunikasi Intrapersonal Terhadap Pengambilan Keputusan Dalam Menentukan Orientasi Seksual Pada Gay (Studi di Kota Banda Aceh)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah proses komunikasi intrapersonal terhadap pengambilan keputusan dalam menentukan orientasi seksual pada gay. Teori yang digunakan adalah teori disonanasi kognitif. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini ada 4 (empat) orang informan sebagai gay yang ada di Banda Aceh dengan pemilihan informan secara snawball. Untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi sumber untuk membandingkan dan mengecek informasi antar informan.  Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil dan pengolahan data yang didapatkan, bahwa sebelum seseorang memutuskan menjadi Gay, mereka melalui proses komunikasi intrapersonal, yaitu sensasi, persepsi, memori dan berpikir. Selain itu, seseorang juga melalui tahapan disonansi kognitif, dimana tahapan ini seseorang mengalami proses keraguan atau ketidakstabilan dalam menentukan tindakan, sehingga membuat mereka berupaya untuk mencari dan menemukan informasi untuk mengurangi keraguan mereka. to know how is the intrapersonal communication process toward decision making in determining sexual orientation on gay” (Study in Banda Aceh)The purpose of this study is “to know how is the intrapersonal communication process toward decision making in determining sexual orientation on gay” (Study in Banda Aceh)”. The research method is qualitative research approach in the type of descriptive. In this study, there are four (4) informants as gay in Banda Aceh who were chosen by using snowball technique. To test the validity of the data, it is used triangulation of sources to compare and check the information among the informants. Based on the results and the obtained processing data, it is found out that somebody decides to be a gay through the process of intrapersonal communication such as sensation, perception, memory and thinking. In addition, somebody can be a gay through the stages of cognitive dissonance where a person experiences a process of doubt or instability in determining the action, this it makes them attempting to look for and find information to reduce their doubts.
Pemaknaan Mahasiswa Non-Aceh Universitas Syiah Kuala Terhadap Pemberitaan Khalwat Pada Akun Instagram @Kabaraceh Nurul Maghfirah; Dr. Mahyuzar, Drs,M.Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.879 KB)

Abstract

ABSTRAKMedia Online menjadi salah satu pemenuhan kebutuhan masyarakat kini akan berita. Namun apa yang di sampaikan oleh media tidak semua dapat di terima sama oleh masyarakat. Apalagi jika isu yang di sampaikan merupakan hal yang sensitif terhadap suatu daerah dan yang memaknai adalah seorang pendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa non-Aceh Universitas Syiah Kuala yang memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda dari sebelum datang ke Aceh hingga tiba di Aceh dalam memaknai berita khalwat pada akun Instagram @kabaraceh. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendapat pemahaman yang sifatnya umum terhadap kenyataan sosial dari perspektif partisipan dan jenis penelitian eksplanatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena secara mendalam melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya penelitian ini menggunakan teori Encoding Decoding (Analisis Pemaknaan). Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa non-Aceh Universitas Syiah Kuala. Teknik pengumpulan data yang digunakan  ialah observasi, wawancara terbuka dan dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu menetapkan sejumlah kriteria untuk pemilihan sampel berdasarkan tujuan penelitian dan teknik kebetulan/kemudahan dimana peneliti memilih siapa saja yang kebetulan dijumpainya atau siapa saja yang bersedia untuk dijadikan informan. Hasil penelitian ini adalah pemberitaan khalwat pada akun instagram @kabaraceh diterima dan dimaknai dengan empat cara yang berbeda oleh informan. Lima dari tujuh informan memaknai pemberitaan sesuai dengan konspep teori pemaknaan yang disebutkan oleh Hall. Temuan lain adalah dua dari tujuh informan memaknai pemberitaan khalwat pada akun Instagram @kabaraceh dengan cara mereka sendiri diluar dari konsep teori Pemaknaan Hall. Kata Kunci : Pemaknaan, Mahasiswa Non-Aceh, Pemberitaan, Khalwat,Syariat Islam , Instagram @kabaracehThe Interpretation of Non-Aceh Students of Syiah Kuala University on Khalwat News @kabaraceh Instagram AccountABSTRACTOnline media becomes one of the public necessity to ful fill the needs of the news. But what is presented by the media is not ll accepted by the community. Especially if the issues conveyed are sensitive to the policy of a region and the meaning of an immigrant. The purpose of this study is to know how non-Acehnese Students of Syiah Kuala University who have different perceptions before and after staying in Aceh on interpreting khalwat news on @kabaraceh Instagram account. The approach used in this research is a qualitative approach, this approach is used in order to gain a general understanding of the social reality from the perspective of participants and explanative research type is used in this research in order to provide more detailed information through the collection of data, this research used the theory of Decoding Encoding (Meaning Analysis). The subject of this study is non-Acehnese students of Syiah Kuala University. Data collection techniques used in this research are observation, open interviews and documentation. This research used purposive sampling technique in order to get an eduquate sample. The criteria for sample are based on research objectivies and accidental techniques where the researcher choose whoever happened to meet or anyone willing to be an informant. The result of this research is that the khalwat news on @kabaraceh instagram account are accepted and interpreted in four different ways by informant. Five of the seven interpret the news according to the Theory of Meaning mentioned by Hall. Another finding is that two of the seven informants interpret the khalwat news on @kabaraceh instagram account in their own way apart from the Meaning Theory concept by Hall. Keywords: Meaning, Non-Aceh Student, News, Khalwat, Islam Law,     @kabaraceh Instagram
Analisis Implementasi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya Pada Sektor Pertambangan Galian C Fiqi Rahmatillah; Maimun Maimun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.306 KB)

Abstract

  Fiqi Rahmatillah2017ABSTRAKANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN NAGAN RAYA PADA SEKTOR PERTAMBANGAN GALIAN CFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas Syiah Kuala(Maimun, S.Pd., M.A)(x.71).pp.bibl.app.  Berlakunya otonomi khusus memberikan kewenangan Pemerintah Daerah dalam mengelola sumber daya alamnya khusunya pertambangan galian C. Pengelolaan bahan tambang galian C dikabupaten Nagan Raya Selain memberi dampak positif bagi perekonomian daerah dan pemasukan PAD. Namun kegiatan tersebut juga member dampak buruk bagi lingkungan hidup. Dibutuhkan kebijakan dan ketegasan dari Pemerintah Daerah dalam hal regulasi untuk mengatasi dampak negatif tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan Pemerintah kabupaten Nagan Raya pada sektor pertambangan galian C dan mengetahui bagaimana manfaat pertambangan galian C bagi daerah kabupaten Nagan Raya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemerintah daerah kabupaten nagan Raya pada sektor pertambangan galian C secara teknis sudah mencapai target yang diharapkan. Dengan adanya aturan yang jelas bagi Perusahaan-perusahaan tambang dan masyarakat yang terlaksana dengan baik. Namun disegi pengawasan dirasa masih kurang maksimal.Banyaknya temuan kegiatan pertambangan yang dilakukan tanpa izin atau ilegal. Juga kurangnya perhatian dalam hal pengendalian lingkungan akibat kegiatan pertambangan. Mengenai manfaat yang diterima dari pertambangan galian C bagi daerah kabupaten Nagan Raya adalah ketersediaan potensi galian C menjadi salah satu pemasukan bagi pendapatan daerah. Membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang berada disekitar lokasi tambang.Kesimpulan penelitian ini adalah pemanfaatan sumber daya alam serta kinerja birokrasi yang baik memberikan dampak positif bagi daerah, baik dari segi pemasukan daerah, lingkungan hidup dan sosial masyarakat. Kata Kunci:   Implementasi, Kebijakan Pemerintah, pertambangan Galian C THE IMPLEMENTATION OF THE POLICY WHICH WAS MADE BY THE REGIONAL GOVERNMENT OF NAGAN RAYA REGENCY FOR TYPE C MINERAL   Fiqi Rahmatillah2017ABSTRAKTHE IMPLEMENTATION OF THE POLICY WHICH WAS MADE BY THE REGIONAL GOVERNMENT OF NAGAN RAYA REGENCY FOR TYPE C MINERALFaculty of social and politic scienceUniversitas Syiah Kuala (Maimun, S.Pd., M.A)(x.71).pp.bibl.app.                                                        As one of contributors for locally-generated-revenue (LGR), mining is a sector that receives special attention from regional government. The mining process of mineral type C provides not only benefits but it also carries negative impacts such as environmental damage. Mining activities in Nagan Raya Regency has been taking place for many years.In order to prevent more environmental destruction as a result of this activity, the regional government should be firm and set up a policy consisting regulations to control mining activities. This study was meant to know the implementation of the policy which was made by the regional government of Nagan Raya Regency for type C mineral mining business and to know the chance of this policy.It was a field study and employed a qualitative descriptive study to analyze the results and a library study was also carried out to support the research findings. The results indicated that the policy made by Nagan Raya government in terms of regulation of mineral type C mining has technically succeeded to reach the target because they have made clear and precise points as regulations for mining companies operating in their area. However, there were still a few of companies and local people who did not give contribution to their local government yet.In addition, regarding the chance or the possibility of the implementation of this policy as one of regional avenues, it has been set as a sector which is given special attention by the local government.The mining activities held there has help the government to earn more financial benefit in the form of locally-generated-revenue (LGR) which can improve the prosperity of the local people. Besides, the activity also has enabled the government to provide more job vacancy because the companies need human resource to work in mining sector.Keywords: Implementation, Government’s Policy, Mineral Type C.   
Komunikasi 4 Tipe Keluarga terhadap Perilaku Anak dalam Penyesuaian Sosial Nur Aini; Martunis Yahya, M.Si
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.676 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini berjudul “Komunikasi 4 Tipe Keluarga terhadap Perilaku Anak dalam Penyesuaian Sosial ”. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kota Sigli Kabupaten Pidie. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi berdasarkan tipe keluarga antara keluarga Single Parent dan Keluarga Inti (Nuclear Family) serta dampaknya terhadap perilaku anak dalam penyesuaian sosial. Penelitian ini menggunakan Teori Skema Hubungan Keluarga yang dicetuskan oleh Mary Anne Fitzpatrick dan rekannya, yang mengatakan bahwa komunikasi keluarga tidaklah bersifat acak (random), tetapi sangat terpola berdasarkan skema-skema tertentu yang menentukan bagaimana anggota keluarga berkomunikasi satu dengan lainnya. Fitzpatrick mengidentifikasikan empat tipe keluarga yaitu konsensual, pluralistis, protektif, dan Laissez-Faire. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dari ke-empat tipe keluarga yang digunakan oleh peneliti dalam menganalisis komunikasi keluarga berorientasi dalam Single Parent dan Keluarga Inti. Keluarga Single Parent cenderung memiliki tipe  Pluralistis, Protektif dan Laissez-Faire, sedangkan keluarga inti cenderung memiliki tipe komunikasi Konsensual, Pluralistis, dan Protektif.Kata Kunci: Komunikasi Keluarga, Tipe Keluarga, Single Parent, Keluarga Inti, Perilaku Anak dalam Penyesuaian SosialTitle: Communication 4 Types of Families against Child Behavior in Social AdjustmentABSTRACT: This study entitled "Communication 4 Types of Families against Child Behavior in Social Adjustment". The research was conducted in city of Sigli district Pidie. The purpose of this research is to know the communication based on family types between Single Parent Family and Nuclear Family and its impact on children behavior in social adjustment. The study used the Family Relationship Scheme Theory by Mary Anne Fitzpatrick and her colleagues, who say that family communication is not random, but highly patterned based on certain schemes that determine how family members communicate with each other. Fitzpatrick identifies four types of families: consensual, pluralistic, protective, and Laissez-Faire. This research uses descriptive qualitative research method. Research data obtained through observation and interview. The results showed that the communication four types of families used by researchers in analyzing family oriented communication patterns in Single Parent and Core Family. Single Parent families tend to have Pluralistic, Protective and Laissez-Faire types, whereas nuclear families tend to have Consensual, Pluralistic, and Protective types.Keywords: Family Communication, Family Type, Single Parent, Nuclear Family, Child Behavior in Social Adjustment
PELAYANAN PUBLIK DIKANTOR BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI BANDA ACEH (Suatu Kajian terhadap Pelaksanaan Pengujian Produk) Fathia Fernanda; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.727 KB)

Abstract

Fathia Fernanda, Effendi Hasan(fathiafernanda88@gmail.com, effendihasan@unsyiah.ac.id) Program Studi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Syiah Kuala ABSTRAK Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kantor Balai Riset dan Standardisasi Industri Banda Aceh sosialisasi persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat apabila ingin melakukan pengujian. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kualitas Pelayanan Publik terhadap pelaksanaan kegiatan pengujian produk di Balai Riset dan Standardisasi Industri Banda Aceh. Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan. Penelitian lapangan dilakukan dengan cara wawancara langsung informan yang sudah ditetapkan yang berkitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelayanan Pengujian Produk di Kantor Balai Riset Standardisasi Industri Banda Aceh (Baristand Industri Banda Aceh) telah menerapkan asas transparansi, partisipatif, akuntabilitas dan keseimbangan hak serta kewajiban, nmaun demikian belum sepenuhnya merumuskan kebijakan untuk meningkat kinerja pelayanan publik. Dalam melaksanakan pengujian telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu Laboratorium yang mengacu kepada ISO 17025-2008 untuk memastikan hasil pengujian dapat dipertanggung jawabkan dan telah mendapat Pengakuan dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan Nomor Register LP-800-IDN dan Standar Prosedur Operasional (SOP) Pelayanan Publik. Kesimpulan, Kualitas Pelayanan Publik pengujian produk di Baristand Industri Banda Aceh telah memenuhi persyaratan pelayanan minimal yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan dan Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan publik pengujian produk di Baristand Industri Banda Aceh yaitu pada seputar dana operasional yang masih minim dan pemahaman masyarakat tentang persyaratan layanan masih rendah sehingga mempengaruhi kinerja dalam kualitas pelayanan pengujian produk, selain itu permasalahan SDM yang belum memadai yang berakibat masih pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan sesuai perencanaan dan berakibat terhadap kepuasan pelanggan.Kata Kunci : Pelayanan Publik, Kualitas, Pengujian Produk.ABSTRACTThe implementation of Public Service at the Office of Research and Industrial Standardization of Banda Aceh requirements of socialization that must be fulfilled by the community if they want to conduct testing. The purpose of this study is to analyze the quality of Public Service on the implementation of product testing activities at the Research and industrial standardization  of  Banda Aceh. The data required in this research was obtained through the field research. Field research was conducted by direct interviews of informants that have been appointed and related to this research. The results show that Product Testing Services at the Office of Research Center for Industrial Standardization of Banda Aceh (Baristand Industries Banda Aceh) have applied the principles of transparency, participation, accountability and balance of rights and obligations, but not yet fully formulate policies to improve the performance of public services. In carrying out the test has applied Laboratory Quality Management System which refers to ISO 17025-2008 to ensure the test results can be accountable and has received Recognition from the National Accreditation Committee (KAN) with the Register Number LP-800-IDN and Standard Operating Procedures (SOP) Public Services . Conclusion, the Quality of Public Services product testing at Baristand Industries Banda Aceh has met the minimum service requirements required by Law Number 25 Year 2009 and Standard Operating Procedures (SOP) that have been set and the constraints that faced in the implementation of public service product testing at Baristand Industries Banda Aceh Aceh is the operational funds which is still minimum and the lack of public understanding of the terms of service  so it affects the performance in the quality of product testing services, in addition to the insufficient human resources that impact the work that can not be completed as planned  and affect the  customer satisfactionKeywords: Public Service, Quality, Product Testing.
Kekalahan Calon Legislatif Perempuan Dari Partai Aceh Pada Pemilu Legislatif Di Kota Banda Aceh Tahun 2014 Muh Ikramullah; Husaini Ibrahim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.2 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada saat pemilu legislatif tahun 2014 di kota Banda Aceh, Partai Aceh telah memberikan ruang dan keleluasaan bagi perempuan untuk berpartisipasi dan mencalonkan diri dalam pemilu legislatif kota Banda Aceh periode 2014-2019, calon legislatif perempuan mewakili Partai Aceh sebanyak 12 orang, ini dibuktikan dari DCT (Daftar Calon Tetap) yang telah diumumkan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) kota Banda Aceh, berdasarkan hasil pemilu legislatif di kota Banda Aceh tahun 2014, dari 12 nama calon legislatif perempuan dari Partai Aceh, tidak satupun berhasil terpilih atau menang pada pemilu legislatif tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang membuat calon legislatif perempuan Partai Aceh kalah pada pemilu legislatif di Kota Banda Aceh tahun 2014 dan untuk mengetahui bagaimanakah bentuk kampanye politik yang dilakukan oleh calon legislatif perempuan dari Partai Aceh pada pemilu legislatif tahun 2014 di kota Banda Aceh.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan melakukan penelitian observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian ini adalah faktor-faktor kekalahan calon legislatif perempuan dari Partai Aceh pada pemilu legislatif di Kota Banda Aceh tahun 2014 adalah tingginya kepercayaan masyarakat terhadap calon legislatif laki-laki, kurang dikenalnya calon legislatif perempuan tersebut di masyarakat dan kurangnya perhatian partai terhadap calon legislatif perempuan, Faktor yang mempengaruhi perilaku pemilih masyarakat kota Banda Aceh terhadap calon legislatif perempuan dari Partai Aceh adalah faktor figur dan partai dan budaya politik di masyarakat kota Banda Aceh. Dalam hal ini penulis menyarankan agar Partai Aceh lebih mempromosikan perempuan dari Partai Aceh agar masyarakat khususnya simpatisan kaum perempuan untuk mau memberikan hak suaranya, sehingga perempuan Partai Aceh dapat juga terpilih pada pemilu legislatif mendatang.Kata Kunci : Kekalahan, Pemilu Legislatif, Perempuan, Partai Aceh  Female Legislative Candidates Miss Out Of Seats In The 2014 Banda Aceh Legislative Elections ABSTRACT             Partai Aceh, a local political party, currently provided a chance and freedom for women to participate as a candidate for legislative election held in Banda Aceh for the period of 2014 – 2019. There were 12 female candidates registered as published by Independent Election Commission, best-known as KIP, in its permanent list of legislative candidates. However, the candidacy of these 12 female candidates fell short to win their seats of 2014 Banda Aceh legislative election.                     The objective of this study was to find out factors that cause female legislative candidates of Partai Aceh fail to win the 2014 Banda Aceh legislative election and to know the strategies of Partai Aceh for their female candidates to win battle in the election.The method used in this study was descriptive qualitative. The data collection techniques used were observation, interview, and documentation.The results showed that there were several factors that failed them to reach the goal of winning seats in the 2014 Banda Aceh legislative election. First, most of people put too much doubt in women capacity as legislators. Second, the candidates are lack of popularity. Third, Partai Aceh did not seriously taken care their female candidates’ candidacy. Factors influencing the behavior of Banda Aceh city voters against women legislative candidates from Aceh Party are the factors of figures and parties and political culture in Banda Aceh city community.            It is suggested that Partai Aceh be more serious to boost up women’s presence in legislative election by promoting them to the voter especially for those who are pro the party in order to get their votes.Keywords: Fall, Legislative Election, Wowen, Partai Aceh.
STRATEGI PEMENANGAN PASANGAN MUZAKIR MANAF – T A KHALID PADA PILKADA 2017 DI ACEH SELATAN (Studi Perbandingan antara Kecamatan Pasie Raja dengan Kecamatan Tapaktuan) Muhammad Afdhal Nasir; Radhi Darmansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.277 KB)

Abstract

ABSTRAK             Pada Pilkada 2017 pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Muzakir Manaf – TA Khalid berhasil mengungguli perolehan suara di Kabupaten Aceh Selatan dengan persentase perolehan suara yang ketat antara tiga pasangan calon yaitu pasangan Muzakir Manaf – TA Khalid (33.26%), Tarmizi A. Karim – T Machsalmina Ali (31.51%), dan Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah (31.21%). Sehingga kemenangan dan kekalahan di beberapa kecamatan pun tidak dapat dihindari diantaranya adalah Kecamatan Pasie Raja berhasil dimenangkan dan Kecamatan Tapaktuan yang mengalami kekalahan. Dimana kedua kecamatan tersebut merupakan kecamatan dengan jumlah pemilih yang besar, dengan letak secara geografis berbatasan langsung. Namun perbedaan keduanya sangat terlihat pada perolehan suara Muzakir Manaf – TA Khalid yang di usung oleh Partai Aceh, dimana di Kecamatan Pasie Raja persentase perolehan suara 46,22% dan Kecamatan Tapaktuan dengan persentase perolehan suara 13,9%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemenangan Muzakir Manaf – TA Khalid di Kecamatan Pasie Raja dan Kecamatan Tapaktuan serta faktor-faktor yang menyebabkan Muzakir Manaf – TA Khalid meraih kemenangan di Kecamatan Pasie Raja dan mengalami kekalahan di Kecamatan Tapaktuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan untuk memperoleh data primer yaitu dengan wawancara. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait. Hasil penelitian menunjukkan strategi pemenangan Muzakir Manaf – TA Khalid yang diterapakan di Kecamatan Pasie Raja dan Kecamatan Tapaktuan diantaranya penguatan internal partai, membangun mesin politik, membangun komunikasi politik dengan tokoh masyarakat, pendekatan langsung dengan masyarakat, membangun citra politik dan penggambaran visi – misi terhadap masyarakat. Faktor-faktor yang menyebabkan Muzakir Manaf – TA Khalid meraih kemenangan di Kecamatan Pasie Raja adalah latar belakang masyarakat yang mendukung dan strategis, faktor kepercayaan masyarakat, figur dan ketokohan mantan anggota GAM, dan hegemoni perjuangan dan ideologi Partai Aceh. Dan faktor-faktor yang menyebabkan Muzakir Manaf – TA Khalid mengalami kekalahan di Kecamatan Tapaktuan adalah latar belakang masyarakat yang tidak mendukung, berkurangnya kepercayaan masyarakat, kompetensi di bidang politik dan pemerintahan, dan masyarakat lebih memilih pasangan Tarmizi A. Karim  – T. Machsalmina Ali. WINNING STRATEGY OF MUZAKIR MANAF - TA KHALID PAIR AT REGIONAL ELECTION 2017 IN SOUTH ACEH (Comparative Study between Sub-Districts of Pasie Raja and Tapaktuan) ABSTRACT   In 2017 Regional Election of the Governor and vice governor candidate, Muzakir Manaf – TA Khalid successfully win the polling in South Aceh Region with the polling percentage among three candidates are; Muzakir Manaf – TA Khalid (33.26%), Tarmizi A Karim – T Machsalmina Ali (31.51%), and Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah (31.21%). In this sense, the win and lose in some sub-districts cannot be avoided. The polling was win in Pasie Raja sub-district and Tapaktuan was lost. Both of the sub-districts have the biggest voters, which is geographically located in the direct border. But Somehow, the different both of polling sub-districts is quite obvious on the polling for Muzakir Manaf – TA Khalid which is supported by Aceh party, in which the polling in Pasie Raja sub-district is 46.22% and the polling in Tapaktuan sub-district is 13.9%. The aim of this research is to know the winning strategy used by Muzakir Manaf – TA Khalid in Pasie Raja and Tapaktuan sub-districts and to know the factors which causes Muzakir Manaf – TA Khalid win the polling in Pasie Raja sub-district and lost in Tapaktuan sub-district. The method used in this research is qualitative research with descriptive approach. The technique of data collection used field and library research. The field research used to obtain the primary data through interview. Moreover, the library research used to obtain the secondary data based on books and other references. The research show that the winning strategy used by Muzakir Manaf – TA Khalid in Pasie Raja and Tapaktuan sub-districts were by strengthen the internal party, developing political machine, developing political communication between the public figures, building the political image and building vision – mission toward the society. The factors which cause Muzakir Manaf – TA Khalid win the polling in Pasie Raja sub-district is background of the community that supports and strategically, public trust factor, figures and stature of former GAM members, and the hegemony of the Aceh Party struggle and ideology. And the factors which cause Muzakir Manaf – TA Khalid get lost in Tapaktuan sub-district is community background that is not supportive, decreased public confidence, competence in politics and government and people prefer Tarmizi A. Karim - T. Machsalmina Ali.
Kesiapan KIP Aceh Dalam Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2017 HENDRA WISMA; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.126 KB)

Abstract

ABSTRAK            Pemilihan umum (pemilu) adalah salah satu bentuk aspirasi dan partisipasi politik masyarakat sebagai perwujudan kedaulatan rakyat. Karena momentum pemilu termasuk pilkada menjadikan rakyat sebagai pihak yang menentukan kebijakan politik di suatu wilayah dengan memberikan suara secara langsung untuk memilih wakilnya dalam parlemen dan struktur pemerintahan. KIP adalah bagian dari KPU dan keberadannya diatur dalam UU No. 11 tentang Pemerintahan Aceh. KIP Aceh beranggotakan 7 orang, sedangkan KIP Kabupaten/Kota beranggotakan 5 orang, dibentuk oleh DPRA, diseleksi oleh tim independen yang bersifat adhoc dan menjabat selama lima tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan KIP Aceh dalam penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2017 dan hambatan yang dihadapi KIP Aceh dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menekankan analisisnya pada hasil lapangan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan KIP Aceh dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2017 adalah mempersiapkan tahapan anggaran dana untuk pilkada, seleksi calon pilkada, penetapan calon pilkada, pelaksanaan kampanye, persiapan kotak suara, pemilihan panitia tingkat kecamatan dan desa, pelaksanaan pencoblosan suara hingga tahapan penetapan kepala daerah yang terpilih. Hambatan yang dihadapi KIP Aceh dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2017 adalah sulit mencari penyelenggara PPS di tingkat desa yang berijazah S-1, sulitnya sistem rekrutmen, qanun khusus tentang pilkada belum disahkan, sulit mendistribusikan kotak suara ke daerah terpencil yang rawan politik serta kurangnya kesempatan dalam mensosialisasikan pentingnya pilkada kepada seluruh masyarakat, terutama di daerah terpencil.Kata Kunci: KIP Aceh, Pilkada Serentak The Readiness of KIP Aceh in the Implemention of the Elections in Conjunction in 2017 ABSTRACT                Election is one form of aspiration and political participation of the community as a manifestation of people's sovereignty. In this case, the momentum of elections including elections makes the people as the party to determine political policy in a region by voting directly to choose their representatives in parliament and government structure. KIP is part of the KPU and its role is regulated in Law No.11 on Aceh Government. The Aceh KIP comprises 7 people, while the 5-member Regency / City KIP, formed by the DPRA, is selected by an ad hoc independent team and held for five years. The aims of this study is to determine the readiness of KIP Aceh in the implementation of elections simultaneously in 2017 and the obstacles faced by KIP Aceh in preparing the implementation of elections simultaneously in 2017. This research is a field research and using qualitative descriptive method that emphasizes its analysis on field results and literature study. The results of the study indicate that the readiness of the Aceh KIP in the implementation of the 2017 regional elections is to prepare the budget stages for the elections, the selection of candidates for election, the election of candidates for election, the implementation of campaigns, the preparation of the ballot boxes, the selection of sub-district and village committees, the voting to the stages of determining the regional head the chosen. The obstacles faced by the Aceh KIP in preparing for a concurrent elections in 2017 are difficult to find PPS organizers at village level certified by S-1, the difficulty of recruitment system, special qanun about pilkada has not been ratified, it is difficult to distribute ballot boxes to remote areas that are vulnerable to politics and lack of opportunities In disseminating the importance of pilkada to all people, especially in remote areas.Keys: Aceh KIP, Elections Simultaneously
Perubahan Sosial Masyarakat Kota Banda Aceh Dalam Mitigasi Bencana : Pelajaran Sosial dari Bencana Tsunami Putra Rizki Youlan Radhianto; Khairulyadi Khairulyadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKPerubahan sosial masyarakat dalam menghadai bencana merupakan suatu persoalan yang muncul didaerah rawan bencana. Perubahan yang dimaksud berupa perubahan sikap dalam menghadapi bencana sehingga sebisa mungkin dikemudian hari dapat meminimalisir resiko yang terjadi. Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui bagaimana perubahan sosial masyarakat Kota Banda Aceh dalam menghadapi bencana, pra tsunami, tsunami, dan pasca tsunami yang ditinjau dari pengetahuan, kepercayaan, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dimana yang menjadi informan diperoleh dengan metode  purposive sampling. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan Teori Kontruksi Sosial. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan studi kepustakaan, serta selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah perubahan sosial masyarakat Kota Banda Aceh pra tsunami, tsunami, pasca tsunami dalam menghadapi bencana terjadi sangat dinamis. Perubahan tersebut terlihat pada bagaimana pengetahuan, kepercayaan, dan tindakan masyarakat dalam cara menghadapi bencana yang terus berubah mulai dari periode pra tsunami, saat terjadi tsunami, dan pasca tsunami. Pada saat periode pra tsunami, pengetahuan, kepercayaan, tindakan masyarakat sangat dipengaruhi oleh faktor agamis dan doktrin kultural yang turun temurun. Sehingga pada saat terjadinya bencana masyarakat cenderung menggunakan kontruksi sosial yang ada sebagai suatu cara mereka dalam menghadapi bencana. Hasilnya, akibat dari minimnya pengetahuan dalam hal menghadapi bencana khususnya tsunami, maka bencana tersebut menelan banyak korban jiwa. Namun pasca tsunami pengetahuan, kepercayaan, dan tindakan masyarakat dalam menghadapi bencana berubah, hal ini dikarenakan proses dealektis yang terjadi dengan masuknya pemahaman baru tentang cara menghadapi bencana yang bersifat sekuler dan berbasiskan ilmu pengetahuan empiris. Hal ini mempengaruhi pengetahuan, kepercayaan, dan tindakan mereka dalam menghadapi bencana. Sehingga masyarakat meninggalkan cara-cara lama mereka yang sangat beresiko dan mengkontruksikan cara baru tersebut kedalam diri mereka sehingga hal ini membawa sebuah perubahan sosial masyarakat dalam menghadapi bencana. Kata kunci: Perubahan Sosial, Masyarakat, Bencana ABSTRACT Social change of society in the face of disaster is an emerging issue of disaster-prone areas. Change is in the form of a change in attitude in the face of natural disasters so that as much as possible in the future to minimize the risk may occur. This study aimed to determine how social change of society in Banda Aceh in the face of disaster such as pre-tsunami, tsunami, and post-tsunami  in terms of knowledge,  beliefs, and actions. This study used qualitative descriptive  research  which  the  informants  were  attained  by applying  purposive  sampling method. To analyze this study, the researcher used the Social Construction Theory. Data were collected through conducting interviews and literature study, and then data were analyzed by using a qualitative approach. Results from this study were the social change of Banda Aceh society in pre-tsunami, tsunami and post-tsunami in dealing with disaster is very dynamic. These changes are reflected in how knowledge, beliefs, and actions of the society in a way that continues  to change  the face of disaster  ranging  from  pre-tsunami  period,  when  the tsunami  hit,  and  after  the  tsunami  happened.  At  the  time  of  the  pre-tsunami  period, knowledge, trust, and society actions are greatly influenced by religious and cultural doctrine in hereditary. So that at the time of the disaster, the society tends to use social construction as a way they deal with disasters. As a result, having poor knowledge of the particular tsunami disaster was claimed that it gets many victims. But after getting tsunami knowledge, beliefs, and actions of society for disasters have changed, it is because the dialectic process happened with the inclusion of a new understanding on how to face disasters in secular and based on empirical  science.  This influences  on knowledge,  beliefs, and their actions in the face of disaster. So that people leave their old and very risky ways and construct new way into them in order to bring a social change of society in the face of disaster

Page 25 of 102 | Total Record : 1018